The last Chapter

Kris berdiri di depan pintu dimana dibalik pintu itu memperdengarkan suara namja yang berteriak meminta pertolongan. Kris mendobrak pintu itu tanpa basa basi dan melihat lebih dari satu namja disana.

Kris membelakan matanya dan mundur sedikit dari ambang pintu.

"Su-Suho..."

Chapter 2

Kris menutup mulutnya dengan tangannya sambil memperhatikan serigala berwarna biru keputih-putihan di hadapannya. Mata Kris beralih kearah namja berkulit putih pucat dengan mimik wajah ketakutan.

"Ggggrrrrhhh."

Kris langsung menatap kearah Suho yang sedang mendekati namja mungil itu. Sedangakan yang didekati hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya.

"Menjauhlah.." Namja itu menggeleng ketakutan.

"Woolsey!" Kris berlari sambil menangkap tubuh suho yang hendak meloncat untuk menerkam namja dihadapannya.

"ngggrrrrrrhhhh." Tubuh serigala Suho berontak dan membuat Kris terpental hingga membuat kaca lemari dikamar bar itu pecah dan membuat punggung Kris berdarah.

Yang kita ketahui, serigala adalah makhluk yang pemarah. Walaupun Kris bertean baik dengan Suho tetapi amarah Kris keluar dan dia mulai mengubah tubuhnya hingga menjadi serigala.

Namja mungil itu menutup mulutnya dengan mata terbelak saat melihat Kris berubah menjadi serigala.

Dilain posisi Kris dan Suho menerkam satu sama lain dan mulai mencakar, menggigit hingga menimbulkan luka di tubuh masing-masing. Suho mencakar wajah Kris hingga menimbulkan sederet luka tepat di pipinya.

Kris murka, dia mulai berlari kencang dan mencakar punggung Suho hingga terpental dan dia menerjang Suho lagi kemudian mengigit leher Suho hingga Suho tergeletak lemas dengan darah disekeliling lehernya.

Wajah serigala Kris menatap serigala dihadapannya dengan tatapan penuh amarah seakan Kris mempunyai dendam yang teramat besar terhadap Suho.

Kris mengangkat tangannya siap untuk menghabisi mangsa di hadapannya tetapi ada suara yang memberhentikan aksinya.

"Jangan.."

Kris terdiam sambil terus menatap kearah Suho. Tangannya semakin dekat dengan wajah Suho yang sudah terlihat sangat lemah dan tidak berdaya.

"Dia temanmu, serigala baik."

Tak lama mimik wajahnya berubah menjadi sedih dan sangat menyesal saat melihat wajah tak berdaya Suho. Matanya kini mulai berair dan meneteskan air matanya ke wajah Suho. Kris mendengus dan berusaha membangunkan Suho dengan menyundul-nyundul kepala Suho. Suho tidak bergerak, dia hanya mengeluarkan airmatanya dengan mata yang tidak sepenuhnya tertutup.

Tubuh Suho dan Kris sudah berubah menjadi manusia. Namja dipojok ruangan itu mulai mendekati Kris dan juga Suho. Tangan namja itu mengelus punggung Kris lalu memangku kepala Suho.

"Sudahlah, lebih baik kita mengobati temanmu, manusia serigala baik hati."

Kris menatap namja disampingnya sambil mencoba tersenyum lalu mengangguk. Terlihat baju Kris sobek dan juga pipinya bergaret luka hingga membuatnya merintih kesakitan saat tersenyum.

"Ayo kerumahku?" Namja itu memeluk kepala Suho dan melepas jaket yang dia kenakan lalu melilitkannya ke leher Suho yang berdarah cukup banyak.

"Tidak perlu, aku bisa membawanya pulang." Kris menatap Suho dan mulai menggendong Suho dengan tubuh Suho tergantung dibahu bidangnya.

"Dia perlu diobati, aku merasa bersalah dan ingin berterima kasih kepadamu, tapi aku tidak punya uang untuk membalas perbaikanmu, jadi kumohon biarkan aku mengobati dirimu dan juga manusia serigala aneh itu."

Tanpa diberi jawaban namja misterius itu ternsenyum dan menari tangan Kris dan membawanya keluar dari bar. Dibawanya Kris kekawasan kumuh dan juga tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Lalu mata Kris melihat rumah kecil tetapi terlihat terawat yang berada tidak jauh dari tempatnya sekarang.

"Ini rumahku." Namja manis itu tersenyum lalu mengeluarkan kunci rumah dan membuka pintu rumahnya. Matanya menatap Kris bermaksud menyuruh Kris untuk memasuki rumah sederhananya itu.

Dengan ragu-ragu Kris memasuki rumah itu dan menaruh tubuh Suho ke kasur yang sudah ada didekatnya. Rumahnya sempit dan hanya terdapat satu ruangan dan kamar mandi saja dan dapur saja. Tetapi rumah itu benar-benar bersih dan rapi. Lantainya terlihat sangat bening, foto dengan bingkai-bingkai lucu tersusun diatas meja, buku-buka yang masih layak pakai tersusun rapi dimeja belajar dan juga baju-baju yang tergosong rapi sudah tersusun dengan sesuai warna di gantungan itu. Kris hanya tersenyum simpul saat memperhatikan rumah mungil ini, sangat berbeda dengan rumahnya yang bau dan dekil.

"Xing xing hyuunnggg." Terlihat 2 namja yang berumur sekitar 15 dan 16 tahun itu memasuki rumah.

"Ah, Baekhyun Sehun." Namja yang dipanggil Xing Xing itu melihat kearah mereka dan memeluk mereka dan mencium kening keduanya.

"Aku sudah selesai mengantar susu."

"Aku sudah selesai mengantar koran."

Namja mungil itu tersenyum lalu mengangguk sambil mengacak rambut Sehun dan Baekhyun.

"Oh, siapakah dia?" Namja bertubuh lebih pendek itu melihat kearah kasur dimana tubuh Suho tergeletak.

"Kekasihmu? Ah apakah dia juga kekasihmu, Lay hyung?" Namja yang berbaju biru dengan huruf 'S' itu menunjuk Kris dan menatap Lay dengan tatapan lucu.

"Ah bukan, mereka temanku." Lay sudah berlari kearah kamar mandi dan membawa air di wadah yang tidak terlalu besar dengan sampu tangan dipundaknya.

Lay mulai membersihkan darah dileher Suho. Lalu tangannya membuka kancing seragam Suho tetapi tangan Suho mengenggam tangan Lay kuat.

"Siapa yang mengijinkanmu membuka seragamku!" Mata Lay terbuka lebar dan dia menatap Suho ketakutan seperti tatapannya saat melihat Suho dengan wujud serigala.

"Woolsey." Kris menghela nafas lalu menatap Suho dengan jengkel.

Suho menghela nafas panjang dan mulai mununjuk seragamnya pada Lay. Lay hanya diam sambil menatap Suho bingung.

"Buka seragamku, aneh."

Lay hanya mengerjap-ngerjapkan matanya lucu sambil terus menatap Suho dengan wajah yang super super polos. Suho mulai jengkel dan membuka kancing seragamnya dan melempar seragamnya ke wajah Kris lalu duduk membelakangi Lay.

"Hey, cepat obati aku." Suho mulai mendumel dan Lay langsung memeras sapu tangan yang basah itu dan membersihkan darah dipunggung.

"aww aww sakit!" Kris menepuk keningnya, Sehun sibuk dengan makanannya dan Baekhyun sibuk mengoleskan eyeliner dimatanya. Lay? Dia hanya mengangkat bahunya saat Suho menatapnya geram.

"Lanjutkan! Pelan-pelan, itu sakit." Nada bicara Suho mulai merendah dan dia hanya menutup matanya menahan perih di daerah punggungnya.

Dengan telaten Lay megobati luka cakaran dan memberi kapas dan plaster di leher Suho bekas gigitan dari Kris.

"Selesai." Lay memperlihatkan dimple menawannya dan menyuruh Kris mendekatinya.

"Sekarang giliranmu." Kris tersenyum manis dan mulai berbaring dikasur dengan sebelumnya mengusir Suho dengan paksaan.

Suho sudah pulang lebih dulu karna dia takut rumahnya dimaling. Sedangkan Kris masih betah berada di rumah milik Lay. Dengan senyuman Lay mengobati luka goretan dipipi kiri Kris. Wajah manisnya membuat Kris enggan berpaling dari hadapannya. Sesekali dia tersenyum sendiri dan juga salah tingkah saat Lay menatapnya dengan wajah imutnya.

"Tuan serigala baik hati. Aku hanya bisa membalas perbaikanmu dengan mengobati luka-lukamu dan juga temanmu."

"Ini lebih dari cukup. Dan panggil aku Kris gege." Kris yang sudah berpakaian rapi dengan baju kependekan ditubuhnya itu mengacak-ngacak rambut Lay dan Lay hanya tersenyum seperti anak kecil kepada Kris.

"Sampai jumpa, aku akan mengunjungi nanti. Bye."

Mata Lay menatap Kris yang berlari sambil melampai kearah Lay, Baekhyun dan juga Sehun.

Lay memegang dadanya yang tersa berdegup kencang. Tidak pernah terjadi peristiwa seperti ini sebelumnya.

"Apa maksud dari degupan ini?"

To Be Continued

.

.

Mian pendek, kekeke mau belajar. Kalo review nya memuaskan nanti aku kasih satu hari satu chapter xD hehehe. Makasih juga buat review nya, aku udah hafal mana aja yang ngereview dong #pamer ceritanya

Sekian, Review please :)