Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : Romane/tragedy

Warning : ancur GaJe, OOC, DLL

Pairing: Sasuke, Sakura, Gaara, Sasori

Chapter 2:

Nyebelin!

Gaara Nyebelin!

"Dari mana semalam kau, Sakura? Kok pulangnya malam banget?" sekitar jam enam pagi, seorang wanita paruh baya itu menginterogasinya di ruang makan. Itu okaa-sannya.

"Biasa, kaa-san! Anak muda. Hehehe…," jawab Sakura asal sambil cengar-cengir pada kaa-san.

"Paling-paling juga pacaran, kaa-san!" tanpa sepengetahuan Sakura, Shikamaru nongol di sampingnya. Keliatan banget banget dia baru bangun tidur, dan… ugh! Belum mandi! Shikamaru sempat dibuat bingung oleh beraneka pilihan selai buat rotinya. Kacang? Strawberry? Atau grape?… Akhirnya kacang yang menang.

"Apaan sih, Shika-nii? Ngaco banget!" Sakura mencubit pinggang Shikamaru "Itai…, nggak kok, Kaa-san. Kemarin itu Sasuke, teman akrab Sakura, datang. Kaa-san sudah kenal kan dengan dia?"

"oh, Sasuke yang dulu pergi ke Suna itu kan?" belum sempat kaa-san menjawab, tou-san sudah ikut bicara duluan.

"Hai!" gumam Sakura singkat sambil menggigit habis potongan roti selai strawberry-nya. "ano, Shika-nii, kau hari ini kuliah siang kan? Anterin aku ke sekolah ya!"

"Kau ini merepotkan saja"

"Ayolah Shika-nii… tolong…" Sakura meluncurkan jurus andalannya yang selalu sukses bikin orang nurut. Sayang kali ini tidak tepat oenggunaannya.

Tapi tunggu dulu, otak Shikamaru tiba-tiba terangsang untuk membuat sebuah rencana licik yang akhirnya bikin dia setuju.

"Baiklah, nii-chan anterin." Shikamaru berubah pikiran.

TIN! TIIIN!

Baru Sakura akan ber-terimakasih pada nii-chan-nya tiba-tiba bunyi klakson mobil yang tidak diundang menyusup masuk.

Sakura mengambil tas ranselnya.

"Sasuke! Kok pagi-pagi gini sudah datang? Kirain kau masih tidur di kamar,: sapa Sakura bercanda.

"Kau mau aku antar?" Sasuke menawarkan dengan penuh senyum.

Pucuk dicinta ulam tiba. "Antar?" jelas Sakura mau. "Wah, tepat sekali!"

"Ya udah, ayo masuk! Nanti telat lho!"

"Hai."

R

U

R

U

"Hmm… sepertinya tidak banyak yang berubah ya, masih sama seperti dulu." Sasuke manggut-manggut mengomentari apa yang ditangkap matanya dari dalam mobil.

"Iyalah, dari saat kau pergi kan hanya nambah AC. Apa kau ingin masuk untuk melhat-lihat?" Sakura memeriksa lagi isi tasnya.

"Ngga deh, aku mau langsung ke toko roti aja untuk beli roti keju pesanan oba-san. Nanti kau pulang jam berapa?"

"Jam setengah tiga. Memang kenapa? Kau mau jemput aku Sasuke?" kata Sakura asal ngomong. Tidak disangka Sasuke malah mengangguk.

"Iya, apa kau mau?"

"Ha'i, mau!"

"Ya sudah nanti aku di sini lagi."

"Ha'i, Sasuke-sama. Jaaaa!"

R

U

R

U

Tenten tidak bisa lagi bikin mulutnya kegembok terus-terusan. Gara-gara sudah penasaran berat sama si pengemudi mobil yang dilihat mengantar sahabatnya tadi.

"Itu siapa sih, Sakura? Cowokmu, ya?" bisik Tentn pelaaan banget setelah mata Anko-sensei tidak lagi tertuju pada barisannya.

Sakura memeriksa dahulu keadaan depan. "Bukaan kok, dia sahabat aku."

"Kok tidak kau ajak masuk sih? Aku kan ingin melihat wajahnya."

"Tidak, dia harus ke toko roti… ah sudah lah nanti saja aku cerita ke kamunya." Sakura memotong sendiri ucapannya.

"Ayolah, Sakura… cerita dong!"

"Nanti saja akan aku jelaskan. Nanti kalau ketahuan Anko-sensei kita lagi ngobrol, gawat."

"Tenang saja, dia tidak melihat ke arah kita kok." Tenten tidak sadar kali ini suaranya kelewat kencang. "Matanya kan hanya dua. Hahaha…" malah sempat-sempatnya dia tertawa lebar tanpa berdosa sedikit pun.

Sakura menepuk jidatnya sendiri.

"Ehem-ehem!" dehaman plus tatapan membunuh dari Anko-sensei juga masih belum punya cukup level untuk bisa menyetop tawa lepas si Tenten.

Kontan semua siswa menatap Ino tidak percaya, termasuk Anko-senseinya sendiri.

"TENTEEEEN-SAAAN! MAJU !"

Sudah tidak ada cara lain selain pasrah.

R

U

R

U

DRAP! DRAP! DRAP!

BUAGH!

Tuh kan, karena berlari, gadis itu sampai tidak sadar kalau di depannya lagi berjalan sosok cowok berpenampilan urak-urakan.

"Ano…, gomenn! Aku tidak sengaja." Sakura sempat menundukkan kepalanya beberapa detik sebagai permintaan maafnya. Namun ternyata yang di tabraknya adalah GAARA! Nyesel deh Sakura minta maaf.

Tidak ada bentakan, tapi sialnya dia malah narik tangan Sakura hingga gadis itu masuk ke dalam pelukannya.

"APA-APAAN SIH KAU, GAARA!" jelas Sakura berontak. "LEPASIN AKU?!" Sakura berusaha narik tangannya dari genggaman Gaara, tapi tidak kuat.

Uuups!

Sakura kaget karena tiba-tiba bibir mungilnya menyentuh sesuatu yang tidak lain adalah… bibir Gaara.

DUUUGH!

Sakura menginjak kaki Gaara sekeras dia bisa.

"GAARA, BAKA!"

R

U

R

U

DASAR BAKA! Apa sih maunya?! Perasaan kan tadi aku udah minta maaf ke dia, bukannya nerima maaf aku dia malah…. Ah, dasar Gaara baka! Berani-beraninya dia ngerebut first kiss aku! Bener-bener ngeselin bangeeeeet Gaara! Sakura tidak henti-hentinya merutuk dalam hati. Dia tidak konsen pelajaran Iruka-sensei. Pikirannya kebayang terus sama kejadian super duper ngeselin tadi. Setiap kali bayangan itu melesat di pikiran Sakura, Sakura buru-buru mengelap bibirnya sekali lagi dengan seragamnya.

Sakura menatap wajah Tenten.

"Ada apa, Sakura? Tumben kau bengong?" bisik Tenten pelan ke telinga Sakura.

"Ano, tidak ada apa-apa kok. Aku hanya bosan saja."

"Biar tidak bosan baagaimana kalau kau ikut aku nonton Gaara latihan basket?"

Sakura melongok. "Apa?! Nontonin Gaara? Makasih, Tenten…"

Sasuke kok belum sampai ya? Setengah jam setelah kalimat itu melesat lagi di pikiran Sakura, mobil sport Sasuke sampai.

"Gomeeeen , Sakura… aku telat jemput. Soalnya tadi aku ada urusan dulu. Gomenn…"

Sakura sedikit marah, tapi kalau lihat muka tampannya si Sasuke… ah, Sakura tidak tahan! Amarah Sakura jadi tersimpan rapat-rapat lagi. "Kau bukannya hubungin aku, jadinya kan aku tidak perlu kebingungan seperti tadi." Sakura masih berlagak sok jutek.

Tapi Sasuke malah senyum-senyum sendiri. "TENG TEREDENG! Ini nih yang bikin aku telat. Nyarinya susah banget!"

"E-edelweis?" Sakura tersenyum lebar. Dia mengambil segenggam bunga kering itu dari Sasuke. "Buat aku nih, Sasuke?"

BYAAASH!

Udah lima belas menitan Sakura manjain dirinya di kamar mandi.

DUAGH!

Sakura menonjok dinding kamar mandinya untuk ngelampiasin kekesalannya. Cowok baka! Baka! Ngapain sih dia pake acara nyium aku segala?! Apa rencana dia sebenernya?! Kenapa sih aku harus kenal sama yang namanya Gaara? Ino? Ah, dua spesies itu memang harus dipunahin dari muka bumi.

Namun meski Gaara reseh dan nyebelin, Sakura tidak takut sama sekali layaknya murid-murid lain.

"BAKAAAA!"

Setelah piyama merah muda melekat di tubuhnya, Sakura keluar dari kamar mandi dengan bad mood. "SHIKA-NII?! Kau sedang apa di kamarku?" Nii-channya itu memang makhluk yang hobinya maksa masuk ke kamar orang diam-diam.

"Siapa yang baka sih? Kok teriaknya kenceng banget?" Shikamaru lagi bersantai ria sambil melihat-lihat majalah.

"Udah ah! Males ngomongin dia. Kapan-kapan saja aku cerita. Kau mau apa di sini?" nada suara Sakura masih terkesan jauh dari ramah.

"Mau kangen-kangenan sama kamu," jawab Shika ngaco sambil ngedipin sebelah matanya.

Sakura melempar senyum terpaksa. "Tidak lucu Shika-nii?!"

"Eh, memang benar lagi! Memang kau tidak mau kangen-kangenan sama Nii-chanmu ini?"

"Tidak!"

Sakura baru sadar kalau dari tadi telunjuk tangan kanan Shikamaru lagi asyik memutar-mutar sebuah kotak kado yang kemarin sempat terlupa fungsinya oleh Sakura. Itu kan hadiah pemberian Sasuke kemarin? Kok aku bisa sampai lupa ya?

Sakura kontan merebut kado itu dari tangan Shikamaru.

"Memang kado dari mana sih, Sakura? Kok sampai seperti itunya." Shikamaru memasang tampang penasaran supaya adik kesayangannya mau buka mulut.

"Mau tahuuuu aja!" bibir Sakura maju lima senti ke depan.

"Nah ya… jangan-jangan kau diam-diam sudah punya pacar ya?" Sakura mencubit lengan Shikamaru.

"Dasar nii-chan! Ini dari Sasuke tahu."

"Oooh… Sasuke…" Shikamaru berucap dengan nada dan tatapan curiga. "Ayo buka, Sakura! Penasaran isinya apa. Jangan-jangan cincin tunangan. Hahah…"

"Apa sih, nii-chan? Aku mau bukanya nanti saja. Pas kau sudah keluar dari kamarku," jawab Sakura cuek.

"Yah, kok gitu?"

Lama-lama Sakura juga jadi penasaran sendiri apa isinya.

Lima belas detik kemudian keadaan aman. Sakura menarik pelan pita biru di atasnya dan dibukanya pelan kotak mungil pemberian Sasuke itu.

Uuups, ini kan… ah, sepotog puzzle bergambar gadis yang dibelakangnya bertuliskan kata 'Pinky'! sudah lama sekali!

Tanpa kesadarannya sendiri, Sakura senyum-senyum masuk dalam lamunan masa itu.

Sakura mneyimpan puzzle juga. Hanya bedanya warna puzzle yang disimpan Sakura itu hitam, bergambar cowok, dan belakangnya tertulis dengan berantakan nama 'Sasuke'.

Sasuke-Sasuke.. masih ingat saja dia… tidak sangka dia masih menyimpan puzzle bagiannya sampai sekarang…

Pink dan hitam.

"Aku mau kau simpan yang wana hitam, Sakura… aku mau kau ingat dengan aku, aku mau kau ingat kalau kita pernah punya kenangan… percaya sama aku, suatu saat aku pasti balik buat kamu, untuk nempelin puzzle pink aku ke puzzle hitammu…"

Ah, tidak sangka ucapan Sasuke yang terakhir kali itu sekarang sudah beneran terjadi.

T B C

Next Chap ~