Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Romane/tragedy
Warning : ancur GaJe, OOC, DLL
Pairing: Sasuke, Sakura, Gaara, Sasori
Chapter 3
Oh, My God
Happy reading ~
Dengan langkah yang masih sama iramanya seperti hari-hari kemarin, Sakura melangkahkan kakinya menuju kelas.
Lho? Sakura melongok.
"Sakura! Nekat juga ya kau jadi cewek!"
Sakura kaget memandang wajah setengah tampan kepunyaan Neji.
Bicara apa sih nih cowok? Tidak jelas.
Tidak nahya Neji, karena kemudian segerombolan cowok yang juga baru masuk, ikut-ikutan Neji untuk menertawai Sakura. "Iya, Sakura! Kau hebat sekali!" tambah Lee menimpali.
Hebat? Nekat? Apa sih? Aku tidak mengerti! Sakura kebingungan sendiri dalam hati.
Gerombolan-gerombolan yang masuk setelahnya juga sama saja.
"Gomenne, ano… kenapa kalian semua pada aneh gitu ke aku?" karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Sakura menghampiri salah satu orang dari gerombolan gadis itu, Hinata.
Mulut Hinata terkunci rapat-rapat tanpa ada niat sedikit pun untuk menjawab.
"Sakura. Aki tidak sangka ternyata kau diam-diam menghanyutkan juga!" mulit Karin yang sekarang terbuka.
"Diam-diam menghanyutkan apa, Rin? Aku tidak mengerti. Kalian semua sepertinya aneh sekali meliahatku."
"Anoo ne, Haruno-san! Apa kau benar-benar tidak tahu?"
"Tahu apa, Hinata?! Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud kalian semua."
"Lihat saja sendiri di papan pengumuman, kau passti akan mengerti," kata Karin ketus.
"Papan pengumuman? Kening Sakura berkerut.
Bel masuk yang barusan berbunyi panjang dan Kakashi-sensei yang juga sudha berada di bibir pintu, tidak bisa menghentikan langkah Sakura untuk membuang rasa penasarannya pergi melihat papan pengumuman.
Rupanya seratus persen benar apa kata Karin.
Tapi ada yang aneh.
GAARA & SAKURA
HOT COUPLE MINGGU INI!
Bola mata Sakura seperti mau lepas dari kandangbegitu melihat namanya terpampang besar di sana. Ugh! Belum lagi ada…
APAAAA?!
FOTO CIUMANKU SAMA GAARA?! KOK BISA?!
APA-APAAN INI?! Sakura kontan mencabut foto yang dicetak lumayan besar itu dari papan pengumuman, merobeknya sampai kecil-kecil, dan membuangnya ke tempat sampah denagn emosi yang berapi-api. Siapa yang melakukan ini semua? Pantas semua orang bertingkah aneh ke aku!
Ngg… setelah berpikir tiga detikan, otak Sakura menemukan titik terang. AKU TAHU! PASTI DIA ORANGNYA!
"GAARAAAA!" Sakura menemukan target di lapangan basket lagi main basket bareng temannya. Enak sekali dia asik-asikan main basket di sini sementara aku malunya setengah mati!
Cowok ini yang sudah bikin aku malu. Cowok ini yang bikin reputasi aku hancur. Cowok ini yang bikin aku benci sama dia. Cowok ini yang bikin aku keki. Dan yang pasti cowok ini sekali-kali harus di…
BUUUGH!
Sakura meninju tepat hidung Gaara sampai berdarah.
"KAU MEMANG TIDAK PERNAH BERUBAH YA?! AKU KAN TIDAK PERNAH NYARI MASALAH SAMA KAMU, KENAPA KAU LAKUIN INI KE AKU?!"
Gaara mengahpus darah yang mengucur dari hidungnya dengan tangan kanannya. "Bukannya kau juga suka aku… CIUM?!"
PLAAAAK!
Kontan Sakura menampar pipi kanan Gaara. Aku tidak peduli! Enak sekali dia bicara baurusan?! Kelewatan! Dia kira aku gadis seperti apa?!
Naruto dan Kiba hanya bisa bengong melihat perlakuan Sakura.
"AKU BENAR-BENAR BENCI KAU, RA! BENCI!"
R
U
R
U
Sakura membanting pintu toilet cewek.
Sakura memutuskan untuk meredakan emosinya itu di toilet.
BAKAAA! Gaara baka! Pantulan mukanya yang ada di cermin lama-lama seakan berubah jadi muka Gaara.
Baru Sakura ingin memulai teriakannya yang pertama untuk membuang kekesalannya, telinga Sakura menangkap satu suara yang berhasil menyita perhatiannya.
Lho? Ada suara tangis? Tanya Sakura dalam hati. Siapa yang nangis pagi-pagi di toilet?
Sakura berjalan pelan melewati bilik-bilik kamar mandi yang terletak di sebelah kirinya untuk mencari sumber suara itu, dan ternyata… ah, dari balik pintu bilik kamar mandi terakhir! Iya, tidak sala lagi!
Pelan-pelan Sakura nempelin telinganya ke pintu itu, da mulai terdengar samar-samar olehnya suara dari dalam.
"Kenapa… kenapa kau lakuin ini semua sama aku, Sakura…"
Sakura tersentak kaget.
"Huhuhu… Sakura… tega sekali kai sama aku…"
AH! Akhirnya Sakura sadar juga kalau ini kan suaranya Tenten! Sekarang dia mengerti kenapa Tenten nangis/
"Ten! Ini aku. Kamu jangan salah paham dulu. Ini semua tidak seperti yang kau lihat. Kau tidak mengerti keadaan yang sebenarnya."
"AKU BENCI KAMU, SAKURA! MAKAN TEMAN, KAU! Penjelasan Sakura malah dibalas dengan bentakan.
"Ten, suer ini bukan kemauan aku… ini gara-gara si Gaara! Dia yang tiba-tiba cium aku. Kau kira aku mau dia cium? Tidak! Sama sekali tidak! Aku juga sudah coba ngelak, tapi tidak bisa. Dia lebih kuat dari aku." Sakura menarik napas panjang sebelum melanjutkannya lagi.
"Dasar cowok baka! Aku sudah kenal dia dari dulu, jadi aku tahu sebakanya apa dia. Tapi tadi aku sudah ninju dia kok, jadi aku harap dia tidak bakalan lakuin hal seperti ini lagi sama aku… juga sama kamu… aku tidak ingin kamu juga diginiin sama dia. Cukup aku."
Lagi-lagi yang terlempar dari mulut Tenten hanyalah suara isak tangisnya.
"Ya sudah, aku tunggu di kelas ya… tugas aku udah aku siapin buat kamu," ucap Sakura penuh senyum. "Oh ya, nanti pulang aku juga mau ngenalin kamu sama sahabat asku itu. Kau tidak ingin nontinin Gaara main basket lagi kan?"
Tenten cekikian kecil dari balik bilik.
R
U
R
U
"Ten, ini yang namanya Sasuke. Sahabatku dari kecil yang baru saja pulang dari Suna, yang bikin kamu penasaran setengah mati itu!" Sakura menoleh ke Tenten.
"Hajimemashite, Tenten!" Sasuke yang siang itu memakai baju putih dan jaket kulit menyapa ramah duluan ke Tenten sambil tersenyum kecil dari pantulan kaca spion atas.
Yaampuun, senyumannya cool sekali! Baru pertama melihat Sasuke senyum saja, Tenten sudah deg-degan.
"Wah Sakura, aku tidak sangka ternyata wajah sahabatmu tamnpan sekali ya!" ucap Tenten setengah ketawa sambil mencubit pinggang Sakura.
"Ya ampun, Teeen! Masa wajah cowok seperti ini saja kamu bilang tamapan sekali?"
"Ternyata memang susah ya kalau punya wajah setampan aku ini, pasti banyak yang iri sepertimu." Sasuke juga mulai ikutan ngobrol.
Mulai dari wajah menyebalkan kepunyaan Anko-sensei sampai urusan lainnya, semua mereka obrolin.
Sepulang sekolah ini mereka pergi bareng buat makan ramen.
"Ten, kamu sudah tidak marah kan sama aku?" Tanya Sakura ketika sport ini sudah terparkir rapih di depan kedai Ichiraku Ramen.
Tenten menggeleng sambil memegang kedua pipi Sakura. "Tidak, aku percaya kok sama kamu. Malah aku yang harus ngucapin arigatou sama kamu."
"Arigatou?"
"Ha'i, kamu udah ngasih tahu aku tentang si Gaara itu. Jadinya mulai sekarang, aku sudah bisa memastikan aku juga tidak mau dekat-dekat sama dia. Nanti malah aku lagi yang di…"
Sakura dan Tenten saling berpandangan.
Hahaha…
R
U
R
U
Sandal kuning? Punya siapa? Sakura berhenti sejenak di teras rumahnya karena kebingungan melihat sepasang sandal kuning bertengger di atas kesetan rumahnya.
Namun jawabannya muncul tidak lama setelah Sakura masuk ke rumah tepatnya setelah aroma makanan tercium jelas di hidungnya.
"TEMARI-NEE"
Tebakan Sakura tidak meleset.
"Temari-nee sudah lama di sini? Shika-nii mana? Kok tidak menemani Temari-nee? Tanya Sakura sambil menghirup dalam-dalam aroma makanan di depannya.
"Shikamaru lagi ke kamar sebentar. Ini nee-chan lagi masakin ramen special buat kamu."
"Ramen special?"
Uuups, kini perut Sakura sudah seperti mau meledak gara-gara tadi ramen makan dua porsi, dan sekarang? Ramen lagi?
"Arigatou, Temari-nee! Sepertinya enak sekali!"
"Kau kan belum mencoba, tahu dari mana enak?"
Tanpa mikirin panas, Sakura menyeruput kuah ramen tersebut. "Tuh kan, oishi! Soalnya dari aromanya saja ketahuan. Ngomong-ngomong Temari-nee belajar masak dari mana? Kok hebat banget?"
"Kan adik nee-chan juga seperti kamu, suka sama ramen, jadinya nee-chan sering masakin buat dia."
"Sou ka? Pasti adik Temari-nee tomboy juga ya? Hehehe…"
Temari-nee mengelus kepala Sakura dan sedikit menekuk lututnya agar tinggi mereka sejajar. "Ah, ada-ada saja kamu. Cowok mana bisa sih tidak tomboy?"
"oooh… maksud Temari-nee…"
"HOOOOI!" bayangan shikamaru tiba-tiba muncul, memutus obrolan mereka berdua. "Nah, lagi ngomongin aku ya?!"
"Huuuu!" Sakura menjawab dengan gaya yang sok dijutek-jutekin.
"Wah, ramennya sudah jadi ya? Pantes wangi sekali! Tapi kok… ugh! Bau badan siapa sih nih? Ada yang belum mandi ya?" goda Shikamaru sambil mengembang-kempiskan hidungnya kea rah Sakura.
"AUUUUW!"
"Makanya jadi orang jangan jahil!"
Malah kaki Shikamaru yang jadi korban injakan super kuat Sakura.
"Temari-nee, Sakura mandi dulu ya! Makan ramennya tungguin Sakura?!
T B C
NEXT CHAPT ~
