Maaf ya bagi yang udah lama nunggu nih fanfic, sebenernya sih ch 2 ini mau aku up sekitar seminggu setelah ch 1 aq publish. Tapi berhubung banyak yang harus dievisi jadi tertunda. Belum lagi kehadang sama kebosenan + kemalesan yang tiada akhirnya. Belum lagi aku barusan daftar masuk SMK makanya tambah molor, maaf ya yang uda menunggu.

Oh iya satu lagi, bagi yang sedang berpuasa, disarankan untuk baca setelah buka puasa ya.

Big Thanks to: ChocolateAlbino, Orihara Psyce, Vipris, Suuki Araku, CindyAra, Aoi rin, Yamaguchi Akane, Guest, yunaucii, Princess Love Naru is Nay (kalu ada yang belum disebutkan atau ada kesalahan penulisan silahkan tegur saya ya)

Please enjoy, DLDR!

.

.

.

.

Iseng, a T-rated ItaKyuu fanfiction writen by Akuel The Akuma Angel and beta-readered by ChocolateAlbino

Masashi Kishimoto is the respective owner of Naruto. We don't take any profit from this fanfiction.

Kalo nggak ada ItaKyuu nggak rame, kan?

Start!

.

.

Beberapa saat sebelum Kyuubi Namikaze berkutat dengan lemarinya...

"Moshi-moshi, Naruto. Aku—"

"AH—!"

Belum selesai kalimat yang diucapkan Kyuubi, Naruto sudah mendesah keras. Kyuubi bisa melihat dengan jelas lewat layar laptopnya bahwa saat ini, punggung adik kecilnya tengah melengkung dengan indah. Sasuke—definitelyhas hit 'that' spot.

"Naruuu? Can you hear me?" Oh, Kyuubi tahu apa yang sedang terjadi, tentu. Tapi berlagak inosen bukanlah hal yang buruk.

Bersamaan dengan nafas yang terengah-engah, Naruto—akhirnya—buka suara, "Uh... Kyuu, matikan teleponnya. Aku sedang sib—uh, ahn—jangan ganggu di saat-saat seperti i—TEME BERHENTI SEBENTAR BISA TIDAK, SIH!"

Kyuubi menyeringai ketika mendengar teriakan adiknya di seberang sana. Sementara telinganya fokus pada sambungan telepon dengan adiknya, sepasang netra delima itu memfokuskan atensi pada layar laptop tercintanya yang sekarang sedang menampilkan adegan *piiip* SasuNaru. Eksklusif. Hanya bisa didapatkan dengan cara Kyuubi: memasang kamera pengintai di setiap tempat 'penting' yang pernah dikunjunginya.

Well, siapa yang tahu kriteria 'tempat penting' bagi Kyuubi selain dirinya sendiri? Jadi, itu bisa dimana saja.

"Siapa juga yang peduli pada Rubah Buluk itu?" samar suara Sasuke terdengar dari seberang sambungan telepon. Kyuubi yang mendengarnya emosi sendiri.

'Oooh, minta dihajar rupanya. Lihat saja. Kubalas kau, Sasutempe!' batin pemuda berambut crimson-hitamitu mencak-mencak. Persis inner Sakura yang lagi dongkol.

Kyuubi menjawab kata-kata Naruto dengan nada meremehkan, "Aahh. Memangnya ada apa, Na-ru-chaaan? Sasutempemu tidak bisa konsentrasi dengan benar, ya? HAHAHAHAHA. Kasihan kau, Naru. Dapat pacar nggak becus."

Dan Kyuubi menyeringai tambah lebar ketika Sasuke berteriak dengan keras, "Heh, Rubah Buluk! Kau meremehkanku, ya!"

"Aku hanya mengatakan fakta—"

"FAKTA APANYA, RUBAH BRENGSEK! Emangnya kau lebih baik dariku, ha? Masih jadi bottom saja sombongnya minta ampun!"

"Pertama, adikku juga 'rubah', Prince of Chicken. Ciptakan panggilan yang spesifik dan keren! Dan memang, kalau dipikir-pikir, aku tak berhak bilang kalau kau nggak becus karena kau top dan aku bottom. Tapi berarti, Itachi berhak bilang begitu, ya?"

"Maksudmu Itachi lebih baik dariku, ha? Jangan main-main!"

"Tidak ada yang main-main, Bodoh."

"Dengar Idiot. Itachi—"

"Lebih hebat darimu. No need to tell me, Sasuke. I already know," Kyuubi memotong kalimat Sasuke dengan ucapn yang membuat si Bungsu Uchiha mencak-mencak dan mengabsen seluruh anggota kebun binatang.

Untungnya, dia tak menyebut rubah. Karena akan ada dua orang yang tersinggung. Dan pacarnya—Naruto—yang sedang marah itu mengerikan.

"Baiklah, baiklah. Silakan lanjutkan 'pekerjaan' kalian," Naruto menghembuskan nafas lega dan hendak menutup teleponnya. Tapi Kyuubi segera menambahkan, "Dan aku rasa, kalian harus segera memakai pakaian kalian sekarang jika tidak ingin harga diri kalian turun saat itu juga."

Dengan sangat teramat tidak bertanggung jawab, Kyuubi memutuskan sambungan.

"Heheh. Jangan main-main denganku, Sasuke."

Tak lama setelah Kyuubi menutup teleponnya, teman-teman Sasuke dan Naruto langsung menerobos masuk ke kamar mereka.

Yang terjadi setelah itu?

Entahlah. Hanya teriakan 'Kyuubi sialan!' berkali-kali yang terdengar dari speaker laptop Kyuubi.

Seringai berkembang.

"Aaah, teriakan yang indah. Aku tersanjung. Heheh."

Setelah acara mengerjai SasuNaru, Kyuubi kembali dibuat bingung dengan hal apa yang akan dia lakukan berikutnya. Dia berpikir begitu lama sampai akhirnya menemukan sebuah ide yang cukup patut dipertimbangkan.

Makan apel. Tidak terlalu buruk, kan?

Dia berdiri dan hendak keluar kamar untuk mengambil apel di dapur. Tapi ponsel yang lebih dulu berdering Kyuubi—menandakan panggilan masuk—membuatnya membatalkan rencana makan apelnya.

"Halo, dengan Kyuubi di sini," nadanya malas-malasan.

"Ah, Kyuu! Ini Paman Fugaku."

"Oh, Paman Fuga. Ada apa meneleponku malam-malam begini?"

"Maaf mengganggumu, Kyuu. Aku hanya ingin bilang, kalau kau kemungkinan besar akan sendirian di rumah lebih lama, karena aku akan menyuruh Itachi untuk mengerjakan proyek penting di London selama seminggu."

Kyuu ber-oh ria, "Baiklah. Tapi, kenapa bukan Itachi yang memberitahuku langsung?"

"Aku baru akan memberitahunya setelah ini," Fugaku Uchiha menjawab dengan nada aneh.

"Bagaimana kalau dia tiba-tiba kabur ke Konoha?"

"Ah, tenang saja. Itu tidak akan aku biarkan terjadi. Soalnya, proyek ini sangat penting. Ditinggal sebentar saja, maka semuanya akan hancur," Jelas kepala keluarga Uchiha itu.

Mendengarnya, seringai Kyuubi mulai muncul.

"Jadi, meskipun dia memaksa akan ke sini, tidak akan Paman biarkan?"

Fugaku terkekeh, "Tentu saja tidak. Ah, Kyuu, aku harus menghadiri rapat dulu. Sekali lagi aku minta maaf."

"Tidak apa, Paman. Tenang saja—"

'—aku justru senang,' tambah Kyuubi dalam hati sambil menyeringai semakin lebar.

"Baiklah kalau begitu. Selamat malam."

"Selamat malam."

Telepon ditutup oleh kedua belah pihak. Yang satu terburu-buru memutus sambungan karena akan segera rapat, sedangkan yang satunya terburu-buru karena ingin segera melaksanakan ide laknat.

.

.

Sekarang, di kamar Kyuubi. Tepatnya, di depan lemari...

Kyuubi terus mengeluarkan beberapa pakaian dan barang-barang aneh macam bando, boneka, dan gaun-gaun tak wajar yang dulu pernah Itachi berikan untuknya dari dalam lemari. Dilemparnya semua benda itu secara asal ke segala penjuru ruangannya—beberapa nyasar di meja belajar, kolong kasur, bahkan sampai yang menggantung di atas lemari itu sendiri juga ada.

Semua—membongkar-bongkar lemari malam-malam begini—dia lakukan demi menyiapkan 'hadiah menarik' yang sangat banyak untuk Itachi—agar pacar tercintanya tambah semangat untuk mengerjakan proyek di Londonnya itu.

Beberapa menit kemudian, dia berhenti.

Puas, Kyuubi mulai memunguti barang-barang yang dia hamburkan ke segala penjuru ruangan itu dan menatanya di atas kasur. Dia tersenyum ganjil.

Karena selama liburan ini pembantunya hanya akan datang hingga pukul 15.00, maka malam ini Kyuubi bisa melakukan apapun yang dia mau sampai puas. Ah, ingin rasanya dia tertawa laknat sekarang.

Tapi tawa laknat selalu dilakukan penjahat-penjahat keren setelah selesai melakukan rencana mereka. Jadi Kyuubi menyimpan tawa laknat super epicnya untuk nanti.

Pakaian pertama yang dia ambil adalah sebuah kemeja ketat agak transparan, sebuah celana jeans pendek—mendekati hotpants—ketat, dan sebuah kacamata baca.

Dia menanggalkan pakaiannya satu-satu dengan senyum tersungging dan menggantinya dengan pakaian yang dia pilih tadi. Sambil membawa kamera beresolusi tinggi dan tripod miliknya, Kyuubi pergi ke perpustakaan rumahnya.

Sesampainya di perpustakaan, Kyuubi menghabiskan beberapa menit untuk menata beberapa benda agar posisinya memenuhi ekspektasi.

Sofa digesernya ke depan jendela yang menjulang tinggi dari lantai hingga ke langit-langit dan membiarkan cahaya bulan menembus memasuki ruangan. Tripod dipasangkan dengan kameranya, diarahkannya ke sofa dengan angle yang sempurna, dan mengatur mode otomatis plus jepretan beruntun lima kali.

Mengambil salah satu buku yang ada di perpustakaan secara acak, Kyuubi berpose semengundang mungkin tepat ketika kamera mengambil gambarnya secara otomatis. Begitu terus sampai jepretan beruntunnya selesai.

Hasilnya, lima foto mengundang Kyuu dengan setting perpustakaan didapatnya.

Puas, Kyuubi kembali ke kamarnya dan memutuskan sebuah apron berenda berwarna hitam-merah—masih dengan celana jins pendek tadi—dan sebuah bando segitiga berwarna hitam sebagai 'kostum' selanjutnya.

Dia mencampakkan kemejanya begitu saja dan langsung mengenakan apron tersebut tanpa menggunakan atasan sama sekali. Bando dikenakannya dan membiarkan rambut merah-hitam panjangnya tergerai indah.

Dia keluar dari kamar dan mengambil kamera beserta tripodnya yang masih di perpustakaan untuk kemudian di pindahkannya ke dapur.

Bisa menebak apa yang akan dilakukannya dengan apron, bandana, dan kamera?

Ya, sama seperti sebelumnya. Hanya beda setting saja.

Kostum ketiga yang dikenakannya adalah sebuah gaun 'hadiah' april moop dari Itachi. Gaun hitam tipis panjang dengan tali leher dan belahan paha yang sangat tinggi hingga hampir mencapai pinggangnya.

Kyuubi melakukan sesi foto di piano klasiknya yang terletak di ruang keluarga. Dengan pencahayaan yang diminimkan.

Yang keempat, Kyuubi menguncir setengah rambutnya ke belakang sehingga nampak manis dan mengenakan seragam sailor yang sangat pendek—'hadiah' natal dari Neji (dia bilang, tadinya seragam itu mau dia berikan untuk Shikamaru, tapi ternyata dia menemukan yang lebih 'cocok' untuk 'hadiah' yang akan diberikan untuk Shikamaru, maka hadiah tersebut akhirnya jatuh ke tangan Kyuubi—dan diterima dengan setengah hati)—.

Untuk yang keempat ini, Kyuubi akan melakukan pemotretan di kamar. Maka sebelumnya memulai pemotretan, dia membereskan dulu semua pakaiannya yang berserakan.

Tapi saat dia akan melakukan pemotretan, dia baru ingat kalau adiknya punya simpanan es krim di kulkas.

Dan ide jahil Kyuubi pun mengalami mutasi.

Tanpa rasa bersalah apalagi berdosa, Kyuubi mengambil es krim milik Naruto dan membawanya ke kamar.

Dilakukannya pemotretan yang sangat 'panas' sambil memakan es krim tersebut.

Setelah selesai dengan keempat sesi pemotretannya, Kyuubi memindahkan foto-foto tersebut tadi ke dalam komputer yang ada di kamarnya. Mengganti pakaiannya dengan sesuatu yang lebih 'normal', kemudian menghubungkan komputernyanya dengan jaringan internet. Dan -tidak lupa- mengaktifkan laptopnya untuk mengintai.

Nah, Kyuubi bersiap untuk 'mengobrol' dengan Itachi.

.

.

.

.

3.00 A.M

Saat ini, Itachi tengah bergalau ria setelah mendapat telepon dari Tou-sannya yang membawa kabar bahwa selama seminggu ke depan, dia tidak bisa bertemu dengan Kyuu-channya—lagi, astaga—karena harus pergi ke London.

Itachi sebenarnya ingin menolak—menolak keras! Maksudnya, ini tentang Kyuu-channya, lho! Kyuu!—tapi ayahnya sudah mengancam ini-itu sehingga Itachi tidak berkutik lagi. Padahal Itachi baru saja menyelesaikan pekerjaannya di Iwa dan sedang semangat-semangatnya akan kembali ke Konoha untuk menemui kekasih tercintanya.

Haaah, ayahnya benar-benar merusak mimpinya.

-You got 1 mail-

Itachi mengalihkan pandangannya ke arah monitor yang ada di depan mata. Dahinya mengernyit. Sudah lagi stres, depresi berat begini, dikirimi e-mail di jam tak wajar, lagi.

Dih. Siapa sih, orang gila yang mengirim pesan dipagi buta begini?

Itachi membuka pesan tersebut dengan malas-malasan. Dia tercengang (bukan cuma tercengang, Bro! Kaget setengah mampus!) karena Kyuubi lah yang mengiriminya pesan (iya Kyuubi. Kyuubi yang itu. Yang pacarnya Itachi itu, lho. Yang harga dirinya selangit itu, lho. Iya, yang itu! Sungguh, dia yang mengirim pesan ke Itachi! Iya, ada angin apa, ya?).

[Kyuuapple_hacker: Itachi, masih bangun?]

Itachi membelalakan matanya dan dengan kecepatan milik Flash langsung membalas pesan Kyuubi—yang tumben-tumbennya hari ini mau panggil Itachi pakai nama, bukannya 'Mesum Bodoh Sialan' atau semacamnya.

[Tachicover_pacar_Kyuuapple: Tentu saja masih, Kyuu-chan. Aaah, aku benar-benar kangen setengah mati padamuuu...]

[Kyuuapple_hacker: Haha. Aku juga rindu padamu Tachi~]

Ajaib! Bahkan Kyuubi yang biasanya gampang marah dan sengaknya naudzubillah bisa bilang kalau dia juga rindu sama Itachi! Semua orang di dunia harus tahu! Harus! Ini harus dimasukkan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia!

Belum sempat Itachi tersadar dari syoknya karena balasan Kyuubi yang... wow, Kyuubi sudah mengiriminya pesan lagi.

[Kyuuapple_hacker: Ita-kun, apa kau sudah belajar untuk proyekmu yang akan kau kerjakan di London nanti? Apa kau ingin aku mengajarimu?]

Itachi mengerinyitkan dahinya, 'Apa maksud Kyuu—?'

-You got 5 pictures-

Pikiran Itachi langsung terputus karena pesan gambar yang didapatnya. Dibukanya kiriman gambar tadi—hanya untuk menjatuhkan dagunya kemudian.

5 foto 'panas' Kyuubi di perpustakaan terpampang jelas di layar monitor—di depan wajahnya! Wajah Itachi mendadak merah, darah serasa mengumpul di wajahnya, dan parahnya, semerah apel yang biasa dimakan Kyuubi.

Duh, Kyuubi.

-You got a mail-

Itachi dengan cepat membuka pesan tersebut.

[Kyuuapple_hacker: Bagaimana, Tachi? Apa kau mau aku ajari? Ah! Atau mungkin kau ingin aku masakan sesuatu saja?]

Baru saja Itachi akan menanyakan maksud foto Kyuubi barusan, dia sudah mendapat kiriman 6 gambar lagi. Dibukanya gambar tersebut dan akibatnya, saat ini bukan hanya wajah Itachi saja, tapi seluruh badan Itachi sudah merah karena mendapati pose-pose W.O.W Kyuubi di dapur.

Itachi benar-benar sudah tidak kuat. Dengan cepat Itachi mengirim pesan ke Kyuubi.

[Tachicover_pacar_Kyuuapple: KYUUBII! APA MAKSUDNYA FOTO-FOTO TADI!? /]

[Kyuuapple_hacker: Lho? Kau tidak suka? Kalau begitu, bagaimana kalau aku hibur dengan sedikit musik? Kau bilang kau senang dengan permainan pianoku, kan?]

"Hah? Ap—"

-You got 8 pictures-

Dengan gemetar, Itachi berusaha membuka foto-foto tersebut. Dan detik berikutnya, Itachi sudah sibuk menyumpal hidungnya dengan tisu supaya dia tidak mimisan di tempat. Apa kata dunia kalau melihat dia mimisan hanya karena melihat foto-foto HOT Kyuubi, padahal dia sendiri lebih sering melihat kyuubi tanpa ada pakaian yang melapisi? Mau dibuang kemana mukanya, haaah?

[Kyuuapple_hacker: Bagaimana, Tachi? Apa kau suka?]

Itachi membalasnya dengan tangan gemetaran.

[Tachicover_pacar_Kyuuapple: K-kyuu, su-sudah ya... A-aku sudah tidak kuat~]

[Kyuuapple_hacker: Eeeh? Kenapa? Aku kan, benar-benar rindu padamu, I-ta-chi-kun. Aku ingin bermain bersamamu dan jalan-jalan lagi seperti dulu. Tadi saja, saat aku sedang makan es krim, aku jadi ingat saat dulu kau membelikanku sekotak es krim apel. Aaah, aku benar-benar ingin memakannya lagi. Lihat, tadi es krim yang aku makan benar-benar sedikit dan rasanya juga jeruk, bukan apel.]

-You got 10 pictures-

Itachi meneguk ludahnya.

'Tidak lagiii!' batin Itachi menjerit nelangsa.

Tapi, yang namanya pacar memang susah ditolak keinginannya.

Perlahan, Itachi membuka gambar-gambar tersebut. Ketika seluruh gambar sudah muncul di hadapan Itachi, maka dia benar-benar mengutuk Tou-sannya yang dengan kejamnya akan memenjarakannya dalam tumpukan tugas di London selama seminggu ke depan.

Hish, kalau saja yang mengancam bukan Tou-sannya, sekarang pasti Itachi sudah di dalam pesawat mengambil penerbangan tercepat menuju Konoha menggunakan jet pribadinya dan meraep Kyuu saat itu juga.

-You got 1 mail-

Itachi membuka pesan Kyuubi tanpa menyadari ada sesuatu yang mengalir dari hidungnya.

[Kyuuapple_hacker: Tachi, cepat pulang dari London, ya. Supaya kita bisa 'bermain' lagi. Aku akan menunggumu & mengirimimu pesan setiap hari. With 'L', Kyuubi.]

Itachi hanya tercenung menatap mail terakhir Kyuubi.

"K-kyuu—"

.

.

Pintu ruang kerja Itachi terbuka dan sekretaris cantiknya—Konan—masuk ke dalam ruangan dengan beberapa berkas di tangan. Dia datang untuk mengingatkan bosnya yang sudang pundung stadium akhir agar segera bersiap untuk terbang ke London.

"Itachi, cepat bersiap. Fugaku-sama sudah mengirim jet untuk—ASTAGA TUHAN!" kata-kata Konan terputus saat melihat keadaan Itachi yang sebelas-dua belas dengan orang sekarat.

"GYAAA! Itachi, apa yang terjadi padamu?"

Bagaimana keadaan Itachi, katamu?

Ha, dengan malangnya, Itachi fainted di atas meja dengan darah mengelilinginya dan layar komputer yang menampilkan ke-29 gambar Kyuubi.

Konan ikutan pingsan (karena terkejut melihat foto-foto itu. Bukannya berpikir yang iya-iya seperti Itachi).

Poor them.

.

.

.

.

Kyuubi menyeringai senang di kamarnya saat melihat nasib Itachi melalui layar laptopnya (lagi-lagi, eksklusif lewat kamera pengintai Kyuubi yang dipasang di ruangan Itachi). Dari sini kita dapat mengetahui bahwa Kyuubi yang sedang bosan dapat melakukan apa saja—termasuk hal yang tidak disukainya—untuk menghilangkan kebosanannya.

Karena itu berhati-hatilah, karena mungkin kau yang akan menjadi sasaran Kyuubi berikutnya.

-END-

Gimana? Gimana? Jelek kah? Bagus kah?
duuuhh, Hazukashi~
review ya? Review...

Reviewnya ditunggu lho~...