ScReW © PSC


Pair(s) : Kazuki/Byou, Kazuki/Manabu

Dont like, dont read!


~ (^O^) ~

Mentari sudah terbit cukup tinggi, namun belum ada tanda-tanda Byou akan terbangun dari tidurnya. Para maid mulai cemas menanti Byou keluar dari kamar, karena tidak biasanya Byou bangun kesiangan padahal hari ini ada ulangan di sekolahnya.

"Kalian sedang apa?" tanya Kazuki yang baru saja datang untuk menjemput Byou. Dia agak bingung melihat para maid yang tengah berkumpul di depan kamar Byou sambil menggedor-gedor pintu kamar yang masih terkunci itu.

"Byou-sama belum keluar dari kamarnya. Dia juga tidak menyahut panggilan kami," jawab salah satu maid.

"Apakah kalian tidak punya kunci cadangan untuk membuka kamarnya?" tanya Kazuki. Para maid menggeleng bersamaan.

Tanpa berpikir panjang Kazuki langsung menendang pintu itu sekuat tenaga. Seketika pintu terbuka dan memperlihatkan sang empunya kamar yang masih terlelap di balik selimut tebalnya.

Para maid menghela nafas lega, namun Kazuki malah merasa cemas karena Byou sama sekali tidak terusik oleh suara berisik di sekitarnya. Dan debaman pintu tadi cukup keras, seharusnya Byou langsung terbangun jika mendengarnya.

Kazuki mendekati Byou lalu mencium keningnya. "Sudah kuduga... Dia demam."

Para maid langsung tercengang lalu mereka bergegas mengambil air hangat untuk mengompres Byou.

Kazuki duduk di samping Byou lalu mengelus rambutnya. Byou sedikit membuka matanya saat merasakan sentuhan di kepalanya.

"Kazuki-kun," gumam Byou dengan suara serak. Dia tersenyum tipis lalu memejamkan matanya lagi. Kepalanya terasa sangat berat hingga matanya tak kuat jika harus terbuka terlalu lama.

"Sepertinya tadi malam kau masih baik-baik saja. Kalau tahu kau akan demam, aku tidak akan pulang dan akan menemanimu semalaman. Apakah semalam kau tidak tidur?"

"Tidur kok," jawab Byou dengan mata yang masih terpejam.

Kazuki menunduk lalu mengecup bibir Byou berulang kali. Hingga akhirnya kecupan ringannya berubah menjadi lumatan. Lidahnya juga tak luput berpartisipasi membelit lidah Byou untuk mendapat sensasi lebih. Sedangkan Byou hanya bisa mendesah tak berdaya disela ciumannya. Kazuki menyesap kuat-kuat bibir Byou, seakan ingin menghisap habis panas tubuh Byou. Byou mencengkeram kemeja yang dikenakan Kazuki, saliva-nya mulai turun dari rahang ke lehernya.

"Ka—zu... Nggghhhh~"

Seringaian tercipta di bibir Kazuki, dengan cepat dia menyibakkan selimut Byou. Sungguh beruntung karena Byou hanya mengenakan kaos longgar tanpa lengan dan celana pendek. Kazuki serasa ingin menggigit lidahnya sendiri saat menyadari kaos yang Byou kenakan melorot sehingga memperlihatkan bahu dan sebelah nipple-nya.

"Kazu... pusing..."

Kazuki langsung tersadar dari pikiran kotornya lalu memandang wajah Byou yang sekarang sudah beruraikan air mata. "Byou, kau menangis?"

"Pusing..."

Kazuki langsung menarik Byou ke dalam pelukannya. Dia mengambil posisi agar Byou bisa merasa senyaman mungkin. "Jangan menangis, aku akan memanggilkan dokter untukmu."

Byou mengangguk lalu memejamkan matanya.


~ (^O^) ~

Setelah diperiksa oleh dokter dan minum obat, keadaan Byou mulai membaik. Suhu tubuhnya sudah kembali normal, namun badannya masih agak lemah. Kazuki terus berada di sisinya, mengambilkan apapun yang Byou butuhkan, membantu Byou melakukan segala sesuatu, dan menuruti semua permintaan Byou. Makanya, Byou jadi punya niat usil untuk menjahilinya.

"Kazuki-kun, terimakasih ya sudah menjagaku seharian ini. Bahkan kau jadi ikut-ikutan bolos sekolah hanya demi menemaniku," ucap Byou sambil tersenyum tipis.

"Aku malah senang bisa bolos dan berduaan denganmu seharian ini," balas Kazuki.

"Bisakah aku minta bantuanmu untuk belanja ke supermarket?"

Kazuki mengangguk. "Memangnya apa yang harus aku beli?"

Byou memberikan catatan belanjaan yang panjangnya hampir setengah meter. "Ini catatan kebutuhanku selama seminggu ini. Aku tidak mungkin pergi belanja karena aku masih sakit, tapi kebutuhanku hari ini sudah habis."

Kazuki menerima catatan itu lalu segera pergi ke supermarket.

"EH?!" Byou tidak menyangka kalau Kazuki akan menuruti perintahnya tanpa ada protes ataupun raut keberatan. Malahan Kazuki terlihat senang saat dimintai bantuan olehnya. Padahal kan sebenarnya Byou hanya ingin mengerjainya saja. Kalau hanya soal belanja kan sebenarnya bisa menyuruh salah satu maid-nya.

"Dia benar-benar orang yang baik ya. Tapi aku khawatir, jangan-jangan dia mempunyai niat buruk dibalik kebaikannya," ucap salah satu maid yang duduk di samping Byou. Sedangkan Byou hanya mengangguk setuju.

"Aku rasa dia memang tidak sepenuhnya baik. Apalagi saat dia mencium Byo-sama tadi," sambung maid yang lain.

"Eh?! Cium?" Byou tersentak saat mendengarnya.

"Iya, tadi kan kalian berciuman lama sekali. Setelah itu Byo-sama ketiduran di pelukannya."

"A—ku tidak ingat kalau kami melakukan hal seperti itu," gumam Byou. Namun dia yakin kalau para maid-nya tidak mungkin berkata bohong padanya.

"Mungkin saat itu Byo-sama sedang pusing jadi tidak sadar."

"Dia memang menyebalkan! Bisa-bisanya dia mengambil kesempatan saat aku sedang tidak berdaya!" ucap Byou sambil meremat selimutnya. Dia benar-benar kecewa terhadap kelakuan Kazuki.


~ (^O^) ~

Satu jam kemudian, Kazuki kembali dari supermarket. Dia langsung masuk ke kamar Byou sambil membawa sekantong besar belanjaan. "Byocchan, aku sudah membelikan semua yang tertulis di catatanmu."

"Terimakasih," ucap Byou. Sebenarnya dia ingin mengomeli Kazuki, namun entah kenapa dia tidak tega saat matanya bertemu pandang dengan mata Kazuki. Kazuki terlihat sangat tulus membantunya.

"Byocchan, mulai besok kau harus berangkat ke sekolah bersamaku," ucap Kazuki.

"Baiklah, terserah kau saja," ucap Byou lalu memeluk Kazuki dengan tiba-tiba. "Jangan berpikir yang macam-macam ya! Ini kulakukan sekedar sebagai tanda terimakasih karena kau sudah membantuku melakukan banyak hal hari ini."

Kazuki menggigit bibir bawahnya saat merasakan tangan-tangan kurus Byou melingkari tubuhnya. Terasa begitu lemah dan ringkih. Kazuki membalas pelukan Byou, membawa tubuh mereka merapat satu sama lain. Merasakan kehangatan yang terus bertambah pada setiap detakan jantung Byou yang dapat dia rasakan. Kehangatan yang tidak pernah dia dapatkan dari kekasihnya sendiri.

'Manabu...'

Sebuah nama yang selalu terlintas dibenaknya dan tidak pernah terlupa walau hanya sedetik, seakan menggambarkan betapa Kazuki sangat merindukan sosok itu.


~ (^O^) ~

Setelah dua hari tidak masuk sekolah, akhirnya demam Byou sembuh total dan sekarang dia tengah bersiap pergi ke sekolah lagi. Dia menyisiri rambutnya yang sudah melebihi pundak. "Sudah panjang sekali... besok akan kupotong—"

"Jangan! Jangan coba-coba memotongnya!"

Byou terlonjak kaget saat tiba-tiba Kazuki berseru tepat di belakangnya. "Kazuki-kun, kau mengagetkanku!"

Kazuki hanya tertawa kecil lalu memeluk pinggang Byou dari belakang. "Jangan potong rambutmu, Byou. Kau tampak manis dengan rambut panjangmu," bisiknya sambil mengecupi leher Byou.

"Aahhhhhh~ Nggg—stop!" erangan halus meluncur dari bibir Byou. Kazuki masih terus menyesap dan menggigiti area di sekitar leher Byou. Padahal puluhan kissmark yang dia buat beberapa hari yang lalu belum hilang sepenuhnya.

"Masih ada waktu lima belas menit sebelum sekolah dimulai," ucap Kazuki disela cumbuannya. Tangannya masuk ke dalam seragam Byou, menekan-nekan nipple Byou yang telah mengeras.

"Ungghhh... Ah! su—dah... engggg~" desahan Byou semakin keras. Dia berpegangan erat pada lengan Kazuki yang melingkari tubuhnya. Sebenarnya Byou ingin melepaskan pelukan Kazuki, namun rasanya sulit sekali. Dia hanya bisa menggigiti bibir bawahnya untuk menahan erangannya agar tidak membuat Kazuki semakin bernafsu.

"OHAYOU, BYOU!" seru Jin tanpa dosa. Dia masuk begitu saja ke kamar Byou namun langkahnya langsung terhenti di depan pintu saat melihat si pemilik kamar sedang melakukan adegan senonoh dengan senpai-nya sendiri. "Kalian... sedang... apa... ?" ucapnya terputus-putus.

Byou langsung mendorong Kazuki agar menjauhinya. Dengan wajah merah padam, Byou langsung menyambar tasnya. "Ayo kita berangkat! Kita hampir telat nih," ucapnya sambil memalingkan wajahnya dari Jin.

Jin menatap Byou dengan tajam. "Sepertinya banyak yang harus kau ceritakan padaku," bisik Jin. Sementara Kazuki hanya menghela nafas lalu mengikuti keduanya keluar rumah.

Selama perjalanan ke sekolah, Byou terus saja diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mukanya terlihat masam dan dia tambah kesal saat menyadari kalau Kazuki tengah memandanginya sambil menahan tawa.

"Kazukebe!" Byou melipat tangannya pertanda kesal.

"Hahahahaha... mukamu aneh!" ucap Kazuki lalu mengelus kepala Byou.

Byou mendengus kesal, namun tidak ada niatan untuk menyingkirkan tangan Kazuki dari kepalanya. Byou kesal terhadap sikap Kazuki yang suka mencumbuinya dengan sembarangan. Dia yakin kalau Jin pasti sedang berpikir yang macam-macam terhadap dirinya.

Jin terus memperhatikan keduanya dari kursi belakang, rasanya dia seperti serangga pengganggu saja di antara dua orang yang tengah kasmaran.


~ (^O^) ~

"Jadi bagaimana? Apakah kau sudah berhasil merasakan tubuhnya?"

"Sebenarnya aku bisa melakukannya kapan saja, tapi aku masih ingin bermain-main dulu dengannya. Dia terlalu manis untuk dipakai satu kali saja, Senpai," jawab Kazuki sambil memainkan kaleng minumannya yang sudah kosong.

Aoi hanya mengangguk lalu kembali menenggak minumannya. "Aku sudah lama tidak melihatnya."

"Nanti sepulang sekolah aku akan ke rumahnya. Kau bisa ikut denganku tapi kau harus janji satu hal padaku. Jangan menyentuhnya seujung jaripun!"

"Iya iya, kau tenang saja," ucap Aoi sambil tersenyum miring.

"Cih, ekspresimu tidak meyakinkan, Senpai!" Kazuki melemparkan kaleng minumannya ke arah Aoi.


~ (^O^) ~

"Byou, jelaskan padaku tentang apa-yang-aku-lihat-tadi-pagi!" ucap Jin sambil menodongkan sumpitnya di depan wajah Byou.

"Apa yang harus kujelaskan? Kau kan sudah melihatnya secara langsung," ucap Byou sambil terus memakan bekalnya.

"Apakah kalian pacaran?" Jin mendekatkan wajahnya ke wajah Byou, menuntut penjelasan yang lebih rinci.

"Jujur saja, aku juga tidak tahu dengan apa yang terjadi tadi pagi. Kazuki-kun memang aneh, dia selalu melakukan hal seperti itu dengan tiba-tiba."

"Apaaaaa?! Jadi kalian sudah sering melakukan hal seperti itu? Kalian belum lama saling kenal!"seru Jin yang tidak dapat menutupi keterkejutannya.

"Cuma tiga kali kok, tapi yang satu kali aku tidak menyadarinya," balas Byou membuat Jin tambah tercengang.

Jin hendak bertanya lagi, namun sialnya bel berakhirnya istirahat sudah berbunyi. Maka mereka segera membereskan kotak bekal mereka lalu pindah ke tempat duduk masing-masing.


~ (^O^) ~

Byou tidak dapat menutupi kebahagiannya saat ibunya menyambutnya ketika dia sampai di rumah. Dia sangat merindukan ibunya walau hanya ditinggal beberapa hari saja.

"Mommy dapat kabar kalau kau sakit, makanya Mommy buru-buru pulang. Maaf ya sudah meninggalkanmu lama-lama~"

"Aku baik-baik saja kok, tidak usah terlalu khawarir," balas Byou.

"Uru-sama, sekarang Byou-sama sudah punya pacar," ucap salah satu maid.

"Tidak! Kazuki-kun bukan pacarku!" seru Byou.

"Kami tidak menyebutkan namanya lho ya~" ucap para maid hampir bersamaan.

Byou memajukan bibirnya. "Aku tidak punya pacar!" serunya lalu berlari ke kamarnya.

Uruha hanya tersenyum geli lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk Byou. Namun tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Ternyata Kazuki dan Aoi yang datang berkunjung.

"Errr... kalian mau mencari anakku ya?" tanya Uruha dengan ragu-ragu.

Kazuki dan Aoi saling berpandangan dengan bingung.

"Kami mencari Byou," ucap Kazuki.

"Masuklah, dia ada di kamarnya. Kenalkan dulu, namaku Uruha. Aku ibunya Byou," ucap Uruha sambil mengulurkan tangannya.

Aoi langsung balas menjabat tangan Uruha. "Namaku Aoi!"

"Aku Kazuki," ucap Kazuki sambil menunjuk dirinya sendiri dikarenakan Aoi belum melepaskan tangan Uruha. "Maaf ya, Aunty. Kami tadi agak terkejut karena tidak menyangka ternyata ibu Byou masih sangat muda."

"Muda dan cantik!" sambung Aoi membuat Uruha tersipu.

"Dulu aku menikah diusia yang sangat muda. Tapi suamiku sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Sekarang aku cuma tinggal bersama Byou dan para maid. Jadi, siapa diantara kalian berdua yang pacaran dengan anakku?" tanya Uruha sambil tertawa kecil.

Kazuki dan Aoi saling berpandangan lagi.

"Mommy!" seru Byou buru-buru mendekati ibunya. "Sudah kubilang kan kalau aku tidak punya pacar!"

"Eh? Byou, lehermu kenapa?" tanya Uruha sambil memperhatikan leher Byou yang masih dipenuhi bercak merah. Sepertinya Byou lupa tidak mengenakan baju yang bisa menutupi lehernya.

Uruha menyibak paksa kaos yang Byou kenakan. Tanda kemerahan itu tidak hanya di leher, namun juga di tengkuk, pundak, dan dadanya. "Byou, kenapa kulitmu bisa merah-merah seperti ini?"

"Mommy, a—ku... unnn..." Byou menatap ibunya dengan takut-takut.

'Ah sial!' rutuk Kazuki dalam hati.


~ T B C