ScReW © PSC


Pair(s) : Kazuki/Byou, Kazuki/Manabu, Aoi/Uruha, Rui/Manabu

Dont like, dont read!


~ (^O^) ~

Seorang pemuda menggedor-gedor pintu apatrment Kazuki dengan tidak manusiawi—seakan-akan dia ingin menghancurkan pintu itu. Para tetangga apartment Kazuki cukup terganggu oleh suara berisik akibat perbuatan pemuda itu.

Kazuki melangkah dengan kesal lalu membuka pintu apartment-nya dengan kasar. Alangkah terkejutnya dia saat mengetahui ternyata Manabu yang ada di balik pintu itu—membawa dua koper besar dengan wajah berurai air mata.

"Kali ini kau sudah keterlaluan, Brengsek!" seru Manabu yang masih terisak.

"Manabu..." gumam Kazuki. Dia mencoba menyentuh pipi Manabu, namun Manabu menepis tangannya dengan kasar.

"Kau sudah tidak punya hak untuk menyentuhku dengan sembarangan! Kau bukan siapa-siapaku lagi! Itu kan yang kau inginkan?!"

Kazuki menggigit bibir bawahnya. Beberapa hari belakangan dia tidak bisa tidur karena terbayang wajah Byou saat menangis. Dan sekarang Manabu juga muncul di hadapannya dengan beruraikan air mata. Rasanya Kazuki hampir gila dibuatnya, namun mungkin inilah ganjaran yang setimpal atas perbuatan buruknya.

"Manabu, aku tahu kau akan sulit memaafkanku. Tapi aku mohon kau mau masuk dulu dan mendengarkan penjelasanku." Kazuki menarik lembut tangan Manabu dan membawanya masuk ke dalam apartment-nya. Kazuki bersyukur karena kali ini Manabu mau menurutinya tanpa memberikan perlawanan.

"Kau mau minum apa?" tanya Kazuki setelah keduanya sudah duduk berhadapan di ruang tengah.

"Cepat katakan saja apa yang ingin kau jelaskan padaku!" seru Manabu dengan kesal. Setelah menerima e-mail dari Kazuki tadi malam dia langsung memutuskan untuk pulang menemui Kazuki.

"Kita memang tidak cocok dalam hal apapun, jadi mendingan kita akhiri saja hubungan kita. Sudah saatnya kita sadar kalau keinginan kita tidak selaras," ucap Kazuki.

Manabu hanya diam lalu mengambil nafas panjang. "Aku mengerti, kau sudah tidak mencintaiku kan? Makanya kau sekarang tidak mengharapkanku lagi. Atau kau sudah punya kekasih baru?"

"Pada e-mail itu sudah kutuliskan kalau aku sudah mengkhianatimu. Apa itu masih kurang jelas?"

Pandangan Manabu menajam, dia tidak menyangka kalau Kazuki akan mengkhianatinya sementara dirinya tak sekalipun terbersit untuk main api di belakang kekasihnya itu. "Kau kurang ajar! Padahal kau sudah berjanji kalau kau akan menungguku sampai aku kembali padamu! Bahkan dulu aku sudah menolak lamaran Rui!"

"Kau juga berjanji kalau kau akan selalu memprioritaskan diriku. Tapi apa buktinya? Sekedar membalas e-mail-ku saja tidak pernah!" ucap Kazuki dengan nada tinggi.

Manabu membulatkan matanya. Ternyata selama ini dia juga sudah melakukan kesalahan, namun apakah harus sampai kehilangan Kazuki? "Kazuki, apakah aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku?"

"Mudah saja, kau hanya harus meninggalkan karir sebagai model dan kembali kepadaku," ucap Kazuki membuat Manabu tersentak.

Kazuki hanya tersenyum tipis. "Kau lebih memilih karirmu dibandingkan aku, Manabu."

Manabu menundukkan wajahnya, air matanya semakin deras mengalir. Karirnya sekarang ini sedang berjalan dengan mulus, puluhan tawaran pekerjaan mendatanginya dengan beruntun dan menurutnya hal itu adalah awal yang bagus untuk membangun impiannya sebagai model profesional.

"Maafkan aku, sepertinya kau memang benar... Sebaiknya kita memang tidak bisa bersama lagi. Aku memang masih mencintaimu, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan karirku," ucap Manabu.

Kazuki memeluk Manabu dengan erat. Mereka saling berpelukan sampai isakan Manabu mulai mereda. Jauh dilubuk hati mereka sebenarnya tidak ingin berpisah, namun keadaan menuntut keduanya untuk melepaskan ikatan mereka.

"Mungkin kita memang tidak berjodoh ya," lirih Manabu dibalas anggukan singkat oleh Kazuki.


~ (^O^) ~

Menjelang tengah malam, Byou masih sibuk mengerjakan tugas sekolahnya yang harus dia kumpulkan besok pagi. Sementara Uruha sudah terlelap di kamarnya. Byou menghela nafas beberapa kali, lalu membuka ponselnya, biasanya Kazuki akan mengiriminya e-mail setiap malam, namun beberapa hari ini berbeda. Kazuki sudah tidak pernah mengiriminya e-mail lagi.

Kalau boleh jujur, sebenarnya Byou merindukannya. Mungkin dia harus mencoba bicara pada Kazuki besok. Agar hubungan mereka tidak semakin buruk.

Tiba-tiba Byou mendengar ada suara langkah kaki mendekati kamarnya. Dengan terburu-buru Byou masuk ke dalam selimutnya dan pura-pura tidur. Byou yakin kalau ibunya akan mengoceh panjang lebar jika mendapatinya terjaga sampai larut malam.

Tak lama kemudiam pintu kamar Byou terbuka. Byou tidur dengan posisi miring membelakangi pintu kamarnya. Sosok yang Byou yakini sebagai ibunya itu mendekati ranjangnya, lalu mengelus kepala Byou dan mencium pipinya sekilas.

"Eh? Mommy—" Byou membuka matanya hingga dia sadar kalau orang yang ada di dekatnya itu bukan Uruha. "Kazuki-kun..."

"Ungg... Byou, maafkan aku..." Kazuki melangkah mundur menjauhi Byou lalu berlari keluar dari kamar Byou.

Byou langsung mengejarnya lalu memegangi lengan Kazuki dengan erat. "Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!" rengeknya seperti anak kecil.

Kazuki menyingkirkan tangan Byou dari lengannya. "Sudahlah, Byou... Kau sudah tahu kan kalau aku ini berniat buruk padamu?! Makanya jangan dekat-dekat aku lagi!"

"Tapi aku mau berteman dengan Kazuki-kun!"

"Kenapa kau tidak mengerti juga, hah?! Aku ingin berbuat jahat padamu, Byou!"

"Tidak! Kazuki-kun baik kepadaku!"

"Aku membencimu, Byou!"

"Tidak! Kazuki-kun menyayangiku!"

"Bodoh!" seru Kazuki sambil menarik tubuh Byou kedalam pelukannya. "Kau membuatku susah untuk meninggalkanmu. Ternyata lebih mudah melepaskan Manabu."

"Hah?! Manabu meninggalkanmu?" tanya Byou terkejut.

"Sebenarnya dia sudah mempunyai tunangan, Byou."

"Lalu kau membiarkannya pergi begitu saja?! Bodohnya dirimu~ Tenang saja ya, kau jangan sedih. Aku akan membantumu mendapatkannya kembali." Byou menepuk-nepuk pundak Kazuki.

Kazuki hanya tersenyum. "Terserah kau saja. Aku mau pulang dulu ya. Jaa..."

Byou mengangguk kecil, dia mengantarkan Kazuki sampai ke depan pintu. "Hati-hati~"

"Ya..."

Mendadak suasana diantara mereka jadi canggung. Kazuki menggaruk kepala belakangnya lalu masuk ke dalam mobilnya.

"Kazuki-kun!" seru Byou sambil berlari mendekati mobil Kazuki.

"Ada apa?" Kazuki membuka jendela mobilnya.

"Besok kesini lagi ya!"

Mereka saling berpandangan agak lama hingga akhirnya Kazuki menarik Byou masuk ke mobilnya. Dia mengabaikan seruan protes yang terus keluar dari mulut Byou. Yang dia inginkan saat ini adalah menghabiskan waktu lebih lama bersama Byou sebagai ganti karena beberapa hari belakangan dia tidak bicara ataupun bersentuhan dengan Byou.


~ (^O^) ~

"Selamat datang di apartment-ku!" seru Kazuki sambil menggandeng Byou masuk ke apartment-nya. Dia hanya tertawa geli melihat wajah Byou yang masam.

"Aku belum menyelesaikan tugasku! Besok harus dikumpulkan!" ucap Byou setengah kesal.

Kazuki mendorong dahi Byou menggunakan ujung telunjuknya. "Besok kan hari libur, Baka!"

"Eh?!" Byou kaget sekaligus senang, karena dia memang sudah terlalu lelah untuk menyelesaikan tugasnya itu.

"Kau lelah kan? Mau tidur denganku?" tawar Kazuki.

"Tidak mau!" seru Byou dengan cepat.

"Tapi apartment-ku ini kecil, jadi hanya terdapat satu kamar. Memangnya kau mau tidur di sofa?"

"Kau sengaja kan?! Kau membawaku kesini karena mau melakukan tindakan asusila lagi padaku?!"

Tanpa mempedulikan ocehan Byou, Kazuki menggendong pemuda manis itu dengan paksa dan menidurkannya di atas ranjangnya. "Kau tidur di sini, aku akan tidur di luar."

Byou hanya diam, tiba-tiba dia merasa tak enak hati membiarkan Kazuki tidur di luar. "Kazuki-kun, lebih baik kita tidur berdua saja. Tidak ada gunanya aku menginap di sini kalau kita tidurnya berjauhan."

Wajah Kazuki langsung memerah. Mendadak dia jadi salah tingkah sendiri, bahkan dia hampir naik ke ranjang dengan masih mengenakan sepatu. Untungnya dia segera sadar lalu melepas sepatunya sebelum berbaring di sebelah Byou. "Oyasumi," ucapnya pelan lalu berbalik memunggungi Byou. Dia bisa merasakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

"Oyasumi~" balas Byou lalu menarik selimut hingga sebatas dagunya. Tak berselang lama keduanya terlelap ke alam mimpi.


~ (^O^) ~

"Kazuki, kau belum bangun?" Manabu mengetuk pintu kamar Kazuki berulang kali. Karena tidak ada sahutan, maka Manabu langsung memutar kenop pintunya. Beruntungnya karena pintu kamar itu tidak terkunci.

Kazuki langsung mengisyaratkan Manabu agar memelankan suaranya. Dia tidak ingin Byou yang masih terlelap terusik oleh suara berisik di sekitarnya.

"Siapa dia? Pacarmu ya?" bisik Manabu.

"Bukan, dia itu adik kelas kita. Kebetulan kami dekat dan orang tuanya juga sudah mempercayakannya padaku."

Manabu hanya mengangguk lalu tersenyum tipis. Dia menunduk lalu mencium bibir Byou. "Dia manis sekali~"

Kazuki kaget melihat tindakan Manabu. Sedangkan Manabu langsung menutup mulutnya untuk menahan tawa. "Kau menyukainya ya? Ekspresimu aneh sekali."

"Jangan berisik nanti dia bangun!" Kazuki mencubit bibir Manabu dengan gemas.

"Sepertinya keputusan kita untuk berpisah memang bagus. Entah kenapa aku sekarang lega melihatmu mendapatkan orang yang bisa selalu ada di sampingmu," ucap Manabu lalu mengeluarkan ponselnya. Dia menunjukkan sebuah e-mail yang terpampang di layar ponselnya... [Aku akan menculikmu kalau besok kau belum kembali!]

"Kau harus segera pulang atau tunanganmu itu akan akan marah, Mana!"

"Sebenarnya aku malah berharap dia menculikku," ucap Manabu sambil tersenyum malu.

Kazuki hanya tertawa ringan sambil mengelus kepala Manabu. "Kita lebih bahagia sekarang. Dia sangat setia, bahkan setelah kau menolak lamarannya dia masih tetap menunggumu."

"Kau benar," balas Manabu lalu mereka berdua berpelukan tanpa menyadari kalau Byou sedang menyaksikan adegan mereka dengan ekspresi bercampur antara bingung, malu, dan kaget.

"Eh? Sudah bangun ya?" tanya Manabu lalu melepaskan pelukannya.

"Aku... aku... Maafkan aku, aku tidak akan melihat kok!" seru Byou lalu menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.

Manabu hanya tertawa sambil menepuk-nepuk kepala Byou. "Kau sangat menggemaskan~"

Byou membuka matanya lalu memandang keduanya agak lama. "Kalian sudah baikan?"

Kazuki mengangguk lalu melirik Manabu sekilas. "Pergilah, Manabu... Jangan biarkan Rui menunggumu terlalu lama."

"Baiklah, padahal aku ingin dia menjemputku." Manabu segera bangkit lalu mencium Kazuki sekilas. "Sampai jumpa, aku menyayangimu."

Byou menutupi wajahnya lagi, kali ini dia menutupi wajahnya menggunakan selimut. Melihat Kazuki berciuman dengan orang lain itu rasanya sungguh menjengkelkan.

Setelah Manabu benar-benar pergi, Kazuki mendorong Byou hingga terlentang. Dia langsung menindihnya lalu memandanginya dalam-dalam. "Byocchan?"

"Ya?" balas Byou dengan gugup. Pandangan mata Kazuki sangat menyeramkan seperti ingin menerkamnya.

"Bolehkah aku memakanmu sekarang?" tanya Kazuki terang-terangan.

Wajah Byou langsung merona. "Tidak mau! Kau kan sudah berjanji tidak akan memperlakukanku dengan senonoh lagi!"

"Aku hanya bercanda." Kazuki tersenyum kecil lalu menyingkir dari atas tubuh Byou. "Byocchan, sepertinya aku menyukaimu."

"Eh? Apa—?" Byou tidak yakin dengan pendengarannya sendiri.

Kazuki menarik Byou ke dalam pelukannya. "AKU MENYUKAIMU! AKU MENYUKAIMU! AKU MENYUKAIMU!" teriaknya tepat di telinga Byou.

"Hentikan! Hentikan!" Byou meronta minta dilepaskan, namun Kazuki malah memeluknya semakin erat.

"Hubunganku dengan Manabu sudah berakhir dan sekarang aku MENYUKAIMU. Aku ingin kau jadi kekasihku!"

"Kau serius?" Byou memandang Kazuki penuh curiga.

"Aku serius, Byocchan!"

"Kalau begitu aku MAU~" ucap Byou sambil membenamkan wajahnya di dada Kazuki.

"Yattaaaa~ akhirnya aku mendapatkanmu!" seru Kazuki lalu mencium kening Byou.

Byou tersenyum tipis lalu mencium pipi Kazuki. Mereka berdua mulai meniadakan jarak hingga bibir mereka saling bertautan. Byou memejamkan matanya menikmati setiap sapuan lidah Kazuki di bibir bawahnya.

"Ungghhh~ Ahhh... ah!" desahan Byou mulai keluar saat ciuman Kazuki turun ke lehernya. Dia menengadahkan kepalanya untuk memberikan akses yang lebih. Wajahnya memerah saat tanpa sengaja merasakan milik Kazuki yang sudah mengeras menekan pahanya. Ternyata Kazuki benar-benar sedang terangsang.

"Kazukebe..." lirih Byou sambil tertawa kecil. Dengan iseng dia meremas milik Kazuki yang masih terbungkus celana.

"Akkkhhh!" Kazuki memekik kaget sambil menengadahkan kepalanya ke atas.

Byou senang melihat reaksi Kazuki. Dia mendorong Kazuki hingga setengah terduduk lalu menurunkan celana Kazuki hingga sebatas paha. Sekarang dia bisa melihat milik Kazuki yang sudah tegak berdiri. Tanpa pikir panjang, Byou menggenggamnya lalu menunduk tepat di antara kedua paha Kazuki. Lidahnya meliuk menjilati pangkal hingga ujung batang kejantanan Kazuki.

Mata Kazuki terpaku pada pemandangan erotis di depannya. Dia sungguh terkejut dan tidak menyangka kalau Byou akan melakukan hal seperti itu. "Ssssttt... Byoucchan~"

Byou mulai memasukkan milik Kazuki ke dalam mulutnya. Dia menggerakkan kepalanya naik-turun dengan tempo yang semakin lama semakin cepat, dengan kuluman yang semakin dalam, dan dengan hisapan yang semakin kuat.

Kazuki menggigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk meredam desahannya. Sensasi yang dia rasakan tidak bisa tergambarkan. Mulut Byou yang hangat dan pijatan jemarinya sungguh luar biasa. Kazuki mendorong kepala Byou agar hisapannya semakin dalam. "Nggghh... Byou... nggaaahh~"

"Angghh!" desah Byou saat milik Kazuki mencapai pangkal tenggorokannya dan mengenainya berulang kali. Dia bisa merasakan kalau sebentar lagi Kazuki akan mencapai puncaknya.

Kazuki langsung mengeluarkan miliknya dari dalam mulut Byou saat cairan hasratnya hampir keluar. Dia membuka seluruh pakaian Byou dengan cepat lalu memposisikan Byou di pangkuannya. Otomatis miliknya dapat memasuki lubang Byou dengan mudah.

"AARRGGHH!" teriak Byou saat lubangnya dimasuki secara paksa tanpa persiapan sedikitpun. Dia hampir menangis saat milik Kazuki langsung bergerak dengan brutal di dalam tubuhnya.

"Sakit! Sakit! Ahhh..." ucap Byou berulang kali, namun sepertinya hanya dianggap angin lalu oleh Kazuki.

Kazuki benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dinding-dinding lubang Byou yang hangat menjepit miliknya dengan erat, membuatnya hampir gila terbakar nafsu. Dia membantu menggerakkan pinggul Byou agar seirama dengan gerakannya. "Byouuu... ahhh~"

Tubuh Byou lemas tak berdaya. Dia hanya bisa memeluk leher Kazuki kuat-kuat. Lenguhannya terus keluar tanpa henti, dia bisa merasakan milik Kazuki menggesek-gesek lubangnya berulang kali. 'Sakit tapi enak... uhmm... enak...'

Tak berselang lama Kazuki mengerang dengan keras dan memuntahkan cairan cintanya di dalam tubuh Byou. Byou juga mengerang nikmat merasakan cairan panas itu memenuhi lubangnya. Mereka berdua ambruk dengan nafas terengah. Kazuki kembali menciumi leher Byou tanpa mengeluarkan miliknya dari dalam tubuh Byou.

"Mau lagi, Sayang?" bisik Kazuki sambil mengelus kepala Byou.

Byou mengerang merasakan milik Kazuki yang menegang lagi di dalam tubuhnya. Kazuki menidurkan Byou hingga terlentang lalu memandanginya agak lama.

"Jangan memandangiku seperti itu!" seru Byou merona menahan malu.

Kazuki menunduk lalu menindih tubuh Byou. Dia menuntun kaki Byou untuk melingkari pinggangnya. Tanpa buang waktu dia menarik miliknya lalu menghujamkannya ke dalam tubuh Byou kuat-kuat. Kazuki mengulanginya berulang kali dengan tempo yang semakin cepat.

Byou terus merancau tak jelas saat Kazuki menyentuh titik terdalamnya berulang kali. Pegangannya pada pundak Kazuki semakin kuat. "Eeengggg~ moreeee... pleasee..."

Kazuki agak tertegun mendengar permintaan Byou. Dia memandangi mata Byou lalu mencium bibirnya dengan gemas. Dia tidak pernah menyangka akan bisa melihat Byou dalam keadaan seindah ini. Tubuhnya yang halus berkeringat dan terus menggeliat di bawah tubuhnya. "Byocchan... cantik..."

Byou membenamkan kepalanya di pundak Kazuki. "Kazuki-kun... Ah! Ugh~~~"

Kazuki terus memacu tubuh Byou hingga dia merasa cairannya akan keluar lagi. Dan dia merasa Byou juga sudah hampir mencapai puncaknya.

"Zukkkiiiii!" Tubuh Byou menegang saat cairannya keluar mengotori tubuhnya. Nafasnya terengah dan tubuhnya lemas tak berdaya. Dia hanya bisa pasrah saat Kazuki terus memacunya dengan cepat dan agak kasar.

Tak berselang lama, akhirnya Kazuki mengeluarkan cairan kenikmatannya lagi. Dia memejamkan matanya sesaat lalu menarik miliknya dari dalam tubuh Byou.

"Byocchan, kau terlihat senang. Lain kali kita lakukan lagi ya..." bisik Kazuki sambil mencium kening Byou. Sedangkan Byou hanya diam saja dengan wajah memerah menahan malu.


~ T B C ~