ScReW © PSC


Pair(s) : Kazuki/Byou, Kazuki/Manabu, Aoi/Uruha, Rui/Manabu

Dont like, dont read!


~ (^O^) ~

Erangan halus meluncur dari bibir Byou saat dia merasakan sesuatu yang lembut dan basah bergerak menyusuri punggung telanjangnya. Dia mencengkeram guling di pelukannya menahan sensasi geli di sekitar punggung dan pinggangnya.

"Bangun, Byocchan... Sampai kapan kau mau terus tidur begitu? Kau sudah tidur seharian..." bisik Kazuki sambil mengelus rambut Byou.

Byou tidak merespon sedikitpun. Dia masih tertidur dengan nyenyak sama seperti empat jam yang lalu. Hal itu membuat Kazuki semakin semangat menjilati tubuh Byou, namun Byou tetap belum mau membuka matanya.

"Keras kepala juga ternyata," ucap Kazuki setengah tersenyum saat melihat betapa damainya wajah tidur kekasihnya itu. Sebenarnya dia bisa memaklumi kalau Byou tidak mau bangun, mungkin dia terlalu kejam 'memperlakukan' tubuh kekasihnya itu tadi.

Kazuki melangkah ke dapurnya untuk membuatkan Byou makanan. Sejak pagi Byou belum makan sedikitpun. Sekitar setengah jam Kazuki sibuk di dapur, setelah itu dia membawa semangkuk sup ke kamar Byou. Dia tersenyum simpul saat mendapati Byou sudah terbangun. Kekasihnya itu duduk di atas ranjang dengan mata setengah terbuka, rambutnya berantakan, dan hanya terbalut selimut sebatas pinggangnya.

"Kazuki-kun, aku lapar..." ucap Byou dengan suara pelan. Kelihatannya kesadarannya masih dibawah 50%. Rambut pirangnya yang acak-acakan malah membuat wajahnya yang merona terlihat mirip boneka.

"Ini aku bawakan makanan," balas Kazuki lalu duduk di samping Byou. Dia menarik tubuh Byou agar bersandar di dadanya lalu mulai menyuapinya.

"Makanannya tidak enak..." gumam Byou sambil mengunyah makanannya. Dia makan dengan mata terpejam, sepertinya dia masih mengantuk namun terlanjur lapar.

"Sudahlah, jangan banyak protes!" Kazuki tetap menyuapi Byou sampai makanannya habis. Setelah itu dia membungkus tubuh Byou menggunakan selimut lalu menggendongnya ke kamar mandi. "Byocchan, kau perlu mandi! Ayo buka matamu, jangan manja!"

"Kamu bawel seperti Mommy-ku!" seru Byou sambil memukul pelan pundak Kazuki.

Kazuki hanya diam menahan kesal. Dia menurunkan Byou ke dalam bathub yang sudah terisi air hangat dan aromatherapy.

Byou menyandarkan kepalanya ke sandaran bathub lalu membuka matanya. "Kazuki-kun, mandikan aku!"

Jelas saja Kazuki terkejut mendengar perintah itu. Padahal dia mengira Byou akan menyuruhnya keluar dari kamar mandi, namun ternyata malah sebaliknya. "Aku tidak mungkin menolaknya," jawab Kazuki sambil tersenyum miring.

Dengan iseng Byou memasukkan dua jarinya ke dalam mulut, mengulumnya sedemikian rupa hingga berlumuran saliva. Dia tertawa kecil saat melihat Kazuki yang diam seperti patung tanpa bisa mengalihkan pandangan dari bibirnya. "Kenapa kau diam seperti itu, Kazuki-kun?" tanyanya sambil terkekeh.

Kazuki langsung terhenyak lalu menarik jemari Byou keluar untuk gantian menjilatinya. Jemari Byou yang berlumuran saliva terasa manis. "Byocchan?"

"Ungghhh?" balas Byou setengah mendesah.

"Sepertinya kau harus mau berbagi bathub itu denganku..."

Byou langsung tersenyum tipis dengan rona merah di wajahnya. Dia membantu Kazuki melepaskan pakaiannya lalu menariknya ikut masuk ke dalam bathub. Kazuki mengambil posisi di belakang Byou sehingga Byou bisa nyaman bersandar pada tubuhnya.

Mereka merasa jantung mereka berpacu dua kali lebih cepat. Tubuh mereka saling bergesekan seiring dengan gerakan-gerakan kecil yang mereka lakukan.

"Kazuki-kun..." ucap Byou dengan nafas sedikit memburu. Dia menengokkan kepalanya sambil mengelus leher Kazuki. "Kita di sini bukan hanya untuk mandi kan?"

Kazuki melingkarkan lengannya ke pinggang Byou. "Menurutmu?" bisiknya tepat di telinga Byou. Dia menghembuskan nafasnya di sekitar area itu, tangannya sudah terlebih dulu bergerak menggoda dada Byou.

Byou melenguh tertahan, dia hampir tenggelam dalam kenikmatannya hingga samar-samar dia mendengar suara ibunya memanggil-manggil namanya. Sontak dia langsung menghentikan tindakan Kazuki. "Mommy... bagaimana mungkin dia bisa ada di sini?"

"Aku juga tidak tahu, aku akan memeriksanya dulu," balas Kazuki dan langsung memakai pakaiannya kembali. Dia agak terkejut melihat Uruha yang sudah ada di dalam apartment-nya. Namun keterkejutannya langsung hilang saat dia melihat Aoi berdiri di belakang Uruha sambil tersenyum jahil.

"Sedang mandi, Zuki? Tidak biasanya kau mandi malam-malam begini," ucap Aoi setengah menggoda.

Kazuki hanya mendengus kesal.

"Aku menghubungi Byou beberapa kali tapi tidak diangkat. Makanya aku meminta bantuan Aoi untuk mengantarkanku kesini. Oh iya, Byou dimana ya?" tanya Uruha.

"A—ah, Byou sedang mandi, Uruha-san. Barusan dia ketiduran jadi telat mandinya," jelas Kazuki.

"Oh begitu ya... sebenarnya aku sedang buru-buru ingin pergi ke rumah mertuaku. Aku diundang makan malam. Tidak apa-apa kan kalau aku minta tolong padamu untuk menjaga Byou malam ini?" tanya Uruha.

"Tentu saja, aku akan menjaganya dengan senang hati," balas Kazuki sumringah.

Uruha tersenyum tipis. "Terimakasih ya, tolong sampaikan kepada Byou kalau besok pagi aku akan pulang," ucapnya sambil menggandeng tangan Aoi.

Aoi mengelus kepala Uruha lalu keduanya segera pergi karena mereka diburu waktu, rumah mertua Uruha cukup jauh.

"E—eeeehhh?! Aku tidak sudi Aoi-senpai jadi mertuaku!" seru Kazuki setelah beberapa detik bengong melihat kemesraan Aoi dan Uruha. Kalau dilihat dari gerak tubuh keduanya, mereka pasti sudah menjalin hubungan istimewa.

"Kau kenapa?" tanya Byou yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Kazuki langsung menggeleng lalu mengambil handuk untuk mengeringkan rambut Byou yang masih basah. "Tadi ibumu berpesan kalau dia mau pergi makan malam, jadi malam ini kau harus menginap lagi di rumahku."

Byou hanya mengangguk patuh sambil sedikit menunduk, namun beberapa saat kemudian dia menangis sambil memeluk leher Kazuki. Hal itu membuat Kazuki kelabakan dan tidak tahu harus melakukan apa. Satu-satunya hal yang terlintas untuk dilakukan hanya balas memeluk tubuh kekasihnya itu.

"Terimakasih ya... Ini pertama kalinya aku punya kekasih. Dan aku tidak ingin berganti kekasih selamanya!"

"Benarkah? Aku tidak akan mengecewakanmu." Kazuki tertawa geli lalu menciumi puncak kepala Byou berulang kali. Hanya Tuhan yang tahu seberapa besar dia mencintai makhluk di pelukannya itu. Dia tak akan pernah melepaskannya walau apapun yang terjadi.


~ E N D ~