[ Epilog ]
Setelah melalui kesialan yang bertubi-tubi akibat ulah sobat-sobat nggak warasnya, Kagami akhirnya merayakan ulang tahunnya di apartemennya bareng semua anak Seirin plus Generation of Miracles. Tak lupa, meski setidaknya kesialan itu udah berkurang, tetep aja… Masih dikerjai dengan cakepnya.
"Oi… Apa-apaan ini? !" seru Kagami syok.
Gimana nggak?
Yang waktu pagi dia malah nggak bisa mandi, errr pas sampe di rumahnya, ternyata… Alex, sang tutor tercintanya, udah berada di lemarinya sambil membawa Nigou yang emang sedari tadi sengaja dipinjemnya dari sang phantom player. Kagami langsung ditarik masuk ke lemari dan dibiarkan di sana bareng Nigou, dan akibatnya bisa ditebak : Kagami berteriak-teriak maho selama berjam-jam penuh di sana!
.
.
.
The Basketball Which Kuroko Plays ~ KAU DIKERJAI, HAHAHAHAHA!
© Himomo Senohara
Disclaimer : The Basketball Which Kuroko PlaysTadatoshi Fujimaki
Warnings : OOC, AU, ada karakter dari Hetalia nyasar masuk ke sini (gue balikin ke abang Hima-papa aja), typo, abal dan lain sebagainya.
A/N (Mun) : Hola! Ini adalah epilognya, dan mendadak banyak pem-bully-an terjadi pada ace Seirin tersayang kita! Entah kesurupan apa gue atau BaKagami-nya enak buat dijajah! Dan gue itu gila ya, sampe ngundang makhluk dari Hetalia masuk kemari ke sini… Maafkan gueeee! *sujud sembah* /oi
.
.
.
"Oke… Alex, you are as cruel as I thought." ujar Kagami dengan muka pasrah… Plus, mukanya yang ganteng udah ditempeli oleh banyak plester, saking banyaknya cakaran yang nongol di sana entah gimana caranya.
Di depannya, tepatnya di salah satu sisi meja gedenya, terlihat Alex cuma bisa nyengir-nyengir nista. Sodara sekalian rivalnya cuma bisa senyam-senyum mistis, hal yang sama juga berlaku buat Kiyoshi. Di sisi lain, Akashi memasang semua guntingnya di dekat Kuroko, sehingga Kagami sempat curiga kalo Akashi hendak men-tag Kuroko buat dijadikan properti pribadinya. Dasar yandere, begitulah…
Si moodmaker, Kise, cuma bisa nangis gelundungan melihat Kurokocchi tercintanya malah ditag bareng sang kapten Rakuzan yang sadis itu. Yah, paling nggak, kalo gue di pihak Kise, yang ada gue bisa ngajak Akashi berantem pake ilmu bela diri kali…
Si rival sekaligus semenya yang berkulit gelap alias Ahomine, berada di dekat dirinya dengan bola basket berada di tangan kanannya serta… Majalah Mai-channya tergenggam di tangan kirinya. Belom-belom Kagami nyeletuk ke seme tercintanya, dia udah mimisan lihat majalah erotis itu. Kayaknya gue mesti putus sama Ahomine ya? Gue balik ke Kuroko aja deh…
SYUUUT!
Mendadak Kagami kejang-kejang setelah dirinya dikepung oleh satu gunting ukuran gede. Beruntunglah, gunting itu cuma menggores pipi sebelah kirinya, namun sialnya, ternyata… Tetep aja berdarah-darah dengan hebatnya.
"Maaf, tanganku licin. Kau mau bilang apa?" ujar Akashi dingin, sambil meluk-meluk Kuroko yang masih aja dengan antengnya meminum vanilla milkshake tercintanya.
Lo sendiri yang mau bilang kek, dasar yandere! Kagami cuma bisa menggerutu kesal.
Kuroko yang merasa pertarungan nggak berguna antara Akashi yang dikaguminya dengan si partner masa sekarang ini, lalu berkata dengan tenang, seolah menjadi hakim (?), "Akashi-kun, aku tidak suka kalau kau melempar-lempar guntingmu. Dan, jangan mengklaim diriku seenak kepalamu. Kagami-kun, aku tidak suka kalau kau banyak makan hamburger. Hari ini ulang tahunmu kan, jadi kau harus makan sesuatu yang bergizi."
DAPUUKKK? !
Sontak Akashi mundung dan segera mengeluarkan boneka voodoo bermuka Kagami. Kita bisa mendengar Akashi menggumamkan kutukan-kutukan berbahasa Jerman atau bahasa lain yang nggak dapat teridentifikasi dengan baik.
Di saat lain, tetangga Kagami itu, cuma bisa bersin selagi dia tengah mempersiapkan amunisinya untuk melawan para sobat sohib segilanya yang kayaknya mau menggempur dirinya cuma buat ngrayain ulang tahunnya yang sepertinya telat beberapa hari lalu. Kayaknya gue digosipin ya? Begitulah nasib tetangga Kagami yang sama-sama kena nasib sial itu.
"Akashi-teme." panggil Kagami dengan muka sangar.
PLIK.
Sang kapten asal Rakuzan ini langsung berbalik ke Kagami, dan dengan muka nggak kalah sadisnya, langsung capcus, "Ho? Kau mau mati di usiamu yang tujuh belas tahun ya? Sini! Takkan kubiarkan kau mendekati Tetsuya tersayangku! HEH!"
Kuroko cuma bisa tenang setenang-tenangnya melihat Akashi yang ditakutinya sekarang malah bersiap adu gunting dengan Kagami yang selalu aja menguntit (?) sang phantom player itu ke manapun. Kuroko, kau bukannya menyiram air ke api, yang ada malah diganti dengan oli… -_-"
Terkadang Kuroko Tetsuya bisa lebih licik dari Kiyoshi serta Hanamiya dan lebih nggak berperikemanusiaan dari Akashi.
"He-Hei… Kurokocchi… Hentikan Akashicchi dong…" pinta Kise pilu.
"Nggak bakal." Sang phantom player, tetep nonton pertarungan gratis itu dengan anteng.
Ahomine, yang langsung mundur seribu langkah maju jongkok, segera berteriak dengan kesal kepada mantan shadow-nya, "TETSUUUU! NENANGIN AKASHI DOOOONG! NGGAK KASIAN NAPA, PADA UKE GUEEEE? !"
Kiyoshi cuma bisa mesem-mesem nggak jelas, masih nggak sadar dengan aura gelap yang ditebarkan dengan indahnya oleh Akashi dan Kagami itu.
Riko cuma bisa nyolek-nyolek Kuroko yang udah bebas dari guntingnya dengan muka mual, "Kuroko-kun… Hentikan cowok berambut merah itu… Plis… Gue masih mau idop dan kawin sama Hyuuga-kun… Ya? Ya?"
Sontak Hyuuga cuma bisa bermuka merah mendengar omongan nggak awesome-nya sang pelatih itu.
Kuroko, yang didemo massal oleh berbagai pihak di sana, akhirnya ngomong dengan panjang lebar seluas Istana Buckingham (lha), "Kalian tahu siapa yang mengusulkan rencana mengerjai ini? Aku. Kalian tahu siapa yang memanggil Generation of Miracles buat mengerjai Kagami-kun? Aku. Kalian tahu siapa yang dengan perkasanya membujuk Akashi-kun bergabung mengerjai Kagami-kun? Aku. Kal–."
"IYA IYA! KAMI PERGI DOLO! POKOKNYA KAMI MAU SELAMAT DARI SIKSAAN AKASHI YANG SADIS ITU!" teriak semua orang di dalam kamar Kagami minus Akashi, Kagami dan Kuroko, kabur berjamaah.
DRAP DRAP DRAP DRAP!
Semua orang di sana, kabur dengan indahnya, meninggalkan Akashi, Kuroko, Kagami dan Kiyoshi di sana. Lho tunggu, kenapa Kiyoshi ada di sana juga? !
Si center Seirin ini lalu berkata dengan muka licik banget, "Aku nggak menyangka kalau Kuroko-kun bisa memberikan ide sehebat ini. Beruntung sekali… Dan aku baru kali ini lihat muka Akashi sebegitu sadisnya… Pantas saja dia suka sama kau…"
"Aku cinta sama milkshake ini kok. Mau dilamar sama Akashi kek, atau diperkosa sama Momoi kek, aku bersumpah akan mencintai milkshakeini sampai mati." bantah Kuroko masih tanpa ekspresi.
Kiyoshi cuma bisa nelen ludah melihat keseriusan dan ke-bling-bling-an sang junior paling unyuu dan moenya selagi si phantom player-nya ini meminum milkshake yang menjadi candunya. Ia jelas nggak bisa membayangkan bahwa di dalam otaknya itu ternyata berisi hal-hal yang sangat bulus… Ia jadi ingat semua rencananya beberapa jam lalu…
=Flashback=
"Besok ulang tahun Bakagami kan?" ujar Riko bling-bling.
Sekarang, mereka semua plus sang tutor paling seksi se-KuroBasu alias Alex berkumpul di Maji Burger minus si ace andalan itu. Kuroko yang masih meminum milkshakenya, lalu mengangkat tangannya sambil berkata dengan tenang, "Aku punya ide. Ide yang sangat baik untuk MENGERJAI Kagami-kun."
Sontak semua pandangan mata geng basket Seirin itu, beralih ke phantom player itu. Hyuuga dengan antusias dan keseniorannya yang mendadak nongol, lalu bertanya dengan serius, "Kayak apa? Kayak apa? Aku mau mengerjai si bodoh Kagami itu!"
"Begini…" Kuroko mulai berhenti meminum milkshakenya.
Semua yang merapat di sana, cuma bisa dag dig deg dug menantikan rencana yang akan dilancarkan sang phantom player itu.
"Pertama. Air di apartemen harus diblok pada pagi hari. Bilang pada pengurus apartemen untuk menyuruh semua penghuninya buat bangun jam empat pagi, biarkan si Kagami-kun tertidur. Kedua, aku akan meminta Generation of Miracles buat menyembunyikan peralatan dapur, kartu-kartu dan uang yang dimiliki Kagami-kun, serta Midorima untuk sengaja kasih ramalan palsu kepadanya. Ketiga, alihkan air di toilet di sekolah ke selokan. Aku kenal baik Wakil Kepala Sekolah yang sama-sama suka iseng. Keempat, aku akan meminta Ahomine dan Kise untuk membawa beberapa monyet, dengan izin Wakil Kepala Sekolah. Kelima, aku akan meminta wali kelasku buat memindahkan semua murid kelasku ke kelas kosong di lantai tiga dengan cara bertahap, mengikuti alur Kagami-kun. Keenam, aku yang akan membawa empat puluh anak anjing Siberian untuk mengepung Kagami-kun di dekat pohon. Kalian tahu kalo di kelasku deket dengan jendela dan ada tiga pohon yang berada di dekatnya kan? Kelima, aku akan mengundang-coret-memancing Akashi untuk berantam dengan Kagami-kun di dekat lapangan. Aku yang akan melakukannya. Keenam, Hyuuga, Kiyoshi. Kalian membuat lubang yang diisi lumpur dan menaruh batu besar kira-kira seukuran kepalan tangan ini, dan pastikan jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi lumpur itu. Ketujuh, aku akan meminta Ahomine untuk meneplok muka Kagami-kun dengan kue pie ukuran raksasa. Kedelapan, aku akan meminta Murasakibara-kun untuk menyemprotkan air selang ke tubuh Kagami-kun. Ada masalah?" ujar Kuroko panjang lebar.
Sontak semua anak Seirin di sana cuma bisa kicep mendengar penjelasan super panjang dan detail milik Kuroko tersebut. Dasar cowok licik, begitulah pikiran mereka semua. Nggak kebayang kan, si bayangan minim aura ini ternyata selicik ini?
"Kau abis menonton Home Alone kan? Kok isi kepalamu bulus semua…" komentar Riko ngeri.
Bayangkan, pagi-pagi hari Kagami udah harus meladeni kesialan yang akan datang menggempurnya bagaikan jutaan panzer yang siap menyerbu apartemennya. Apalagi kalo idenya berasal dari si partnernya sendiri. Bisa mencak-mencak selevel Super S*iya dia.
Tiba-tiba Hyuuga langsung mengangkat tangan kanannya, membantahnya dengan serius, "Tunggu, besok kan UTS lho? Gimana ini? Kita semua kan harus ikut ujian tengah semester tahun ini."
Justru itu… Kuroko cuma bisa menyeringai. Menyeringai brutal, lebih tepatnya. Ia lalu menambahkannya dengan mata super bling-bling, "Nah itu. Kita jadikan minggu ini sebagai 'minggu pembantaian habis-habisan Kagami-kun', oke? Di akhir minggu itu, persiapkan kue seukuran raksasa sebagai ucapan terima kasih dari kita plus Generation of Miracles."
Sontak semua anak Seirin menarik pendapat yang sempat dialamatkan kepadanya di dalam hati. DIA ITU NGGAK BULUS. MALAHAN… DIA ITU JAUH LEBIH BRUTAL DAN TAK BERPERIKEMANUSIAAN DARIPADA SI KAPTEN RAKUZAN NYEREMIN ITU!
Merasa di atas angin dewa (?), Kuroko lalu mengganti mode ke yandere, dan melanjutkannya, "Nee, mari kita mulai."
CTAAARRR CTAAAARRR. Hari-hari neraka pem-bully-an Kagami-kun, resmi dimulai!
=Flashback=
Dan hari itu berakhir dengan Kagami dirawat untuk sementara oleh tetangga sebelahnya alias Pak Zwingli, berhubung ternyata Akashi nggak cuma berniat menjatuhkan dirinya, melainkan juga main pisau dan segala senjata tajam di balik muka sinisnya.
Kau nggak berhak deket-deket sama Tetsuya-ku! Paling nggak, begitulah pikiran nista Akashi tersayang ini. (A/N : *dilempar dengan jutaan gunting*)
-xXx-
Hari kedua
Kagami lagi-lagi dibuat repot oleh tingkah ababil bin brutalnya sohib-sohib geng basketnya.
Kali ini nggak cuma semua anak klub basket yang dikenalnya, tetangga sebelah pun diprovokasi juga! Oh, ternyata Kuroko ada dendam ya, sama si alis dobel ini? Mungkin iya, mungkin juga nggak. Pokoknya, mau tahu apa aja kesialan yang terjadi pada Kagami pada hari kedua ini?
Hari itu, Kagami ternyata salah masuk kelas pada saat mau ikut midtest Biologi pada jam ketiga. Pas dia masuk kelas yang diberitahukan secara licik oleh sang phantom player itu, tahu-tahu dia ternyata duduk di antara… Para murid kelas dua. Bahkan Hyuuga dan Riko juga duduk di sana!
Dia berakhir dihukum mengerjakan soal ujian di kelas bekas dijajah sama monyet itu.
Nggak cuma itu, Pak Zwingli yang selama ini berbaik hati mau membagi suvenirnya, ternyata malah memberinya detonator yang untungnya nggak aktif. Merasa dikerjai, dia mencoba protes ke tetangga sebelahnya, dan tahu-tahu ternyata dia salah orang. Yang memberinya detonator ternyata… Orang bule lain yang diajak secara diam-diam oleh Pak Zwingli atas ancaman gunting sakti.
"Dibilangin juga apa, minggu ini nasibmu buruk, Kagami." Midorima menceramahinya.
Si ace asal Seirin ini nggak mau tahu tentang ramalan dan tetek bengek lainnya.
-xXx-
Hari ketiga
Hari itu lebih brutal lagi.
Bahkan Kagami sempat curhat pada sobat sekaligus rivalnya, Himuro, tentang kesialannya pada hari itu.
Bayangkan, pada hari itu, semua seragam Seirinnya raib tak bersisa meski semua peralatan dapur dan duitnya udah balik kepada hatinya (lha). Akibatnya, Kagami terpaksa pergi ke sekolah pake seragam bekas dipake di SMPnya waktu di Amerika. Dan, coba Anda bayangkan betapa semua murid Seirin, ngakak sampe berjumpalitan melihat sang ace kebanggaan Seirin itu berjalan dengan muka kayak tomat mau direbus, saking malunya.
Dan dengan liciknya Kiyoshi memotret muka Kagami berikut seragam ohok-bekas pake di Amerika-ohok, serta mengirimnya ke Hyuuga. Bak tongkat estafet, foto memalukan itu dikirimnya ke Riko, Riko ke Koganei, Koganei ke Tsuchida, Tsuchida ke Mitobe, Mitobe ke Izuki (Izuki sampe menyebarkannya ke seluruh murid Seirin, bayangkan!), Izuki ke Kuroko, Kuroko ke Kise (Kise bahkan menyimpannya untuk dijadikan bahan lawakan), Kise ke Aomine (Aomine sampe syok dan tak percaya, kemudian menyimpannya untuk dijadikan bahan godaan nantinya), Aomine ke Midorima, Midorima ke Murasakibara dan taraaa… Foto memalukan itu berakhir di tangan Akashi.
"Kau bakal dipermalukan di Rakuzan lho, Taiga."
Check mate.
-xXx-
Hari keempat
Entah itu benar-benar kesialan yang disengaja atau tidak.
Bayangkan, Pak Zwingli yang selama ini nggak pernah mengundang sobatnya, justru membikin repot sang ace asal Seirin itu. Dan semua anak basket juga tidak pernah membayangkan keadaan kamar apartemen Kagami bakal separah itu.
Saat Kuroko dan kawan-kawan berakal bulus dan berwujud setan di balik muka manusia ini hendak menjebak Kagami untuk terus berlatih sampe tengah malam, kamar milik Kagami tiba-tiba dijajah oleh para makhluk bule yang sangat asing baginya. Mereka mengacaukan seisi kamarnya, bahkan kamar pribadinya ditempeli banyak burung bulat berwarna kuning berspesies 'Gilbird'.
Dan Pak Zwingli cuma bisa bilang begini, "They got me. I apologize you for these accidents. Apparently, I am tricked by those f***ing bastards, and to be the truth, August 1st was my birthday."
Kagami ternyata senasib dengan Pak Zwingli, dikerjai habis-habisan. Dan Kagami penasaran, apa tetangganya yang baik tapi aneh dan hobi bawa-bawa senapan laras panjang itu juga dikerjai selama seminggu ini? Hanya Author dan Tuhan yang tahu.
Oh ya, Alex berteriak-teriak maho serta menangis lebay, meratapi barang-barang pribadinya yang tiba-tiba raib nggak jelas rimbanya setelah kamar milik Kagami dan dirinya sukses dijajah sama makhluk alien itu. Mungkin ini adalah karmanya, ikut ngilangin-coret-nyembunyiin kartu-kartu penting dan duit punya Kagami. Kasian deh elu, Aleeeex!
-xXx-
Hari kelima
Kali ini benar-benar masterpiece banget.
Masterpiece dari kekacauan paling berbahaya dan luar biasa yang didapat oleh Kagami beserta tetangga sebelahnya.
Coba bayangkan, sekembalinya dari latihan (Kagami sempat mengira kesialannya sedang merosot drastis dan sujud syukur atas berkurangnya kesialan tersebut), Kagami dibuat jantungan plus kesal selevel Amaterasu abis melihat Susano'o ngrusak keseimbangan alamnya. Oke, mulai ngawur ini.
Di luar dugaan, ia nggak menyangka bahwa Kuroko ce-es malah beradu senjata beneran sama para makhluk astral (?) yang bergerak dengan mencurigakan di kamar tetangga sebelahnya. Oke, lebih spesifiknya lagi, mereka beradu lempar piring dan barang antik lainnya di dalam kamar mereka berdua, yang di mana tembok pembatasnya udah sukses hancur berkat tendangan oh-sangat-maut milik salah satu dari makhluk astral itu. Spesifiknya lagi, ditambah dengan kue pie.
"SERU BANGET NIH! GUE BISA NGAMUK NGLAWAN SI ALIS TEBAL ITU!" seru Aomine bling-bling.
"Cih! Ternyata gue ada musuh yang jauh lebih kuat! NIH, MAKAN NIH! EMPEROR EYEEEE!"
SNIP! PLOK!
Yang bermata hetero dengan si raksasa bersyal dan gemar ber-kolkohz ria, saling adu tanding. Spesifiknya, adu gunting dan adu kue pie, dengan gunting kena tusuk pada kepala si kolkohz (Yang hetero sampe merinding ngeri, gimana caranya dia bisa bertahan hidup dengan lima gunting nusuk kepalanya), dan kue pie menempel dengan nggak elitnya pada muka dan sekujur tubuhnya.
PLOK! GYAAAHHH!
Si cowok berambut biru malam kena karma, dilempari panda yang sangat gede!
"TIDAAAKKK!"
"Nggak adil! Nih, makan nih! Perfect Copy! EMPEROR EYEEEE!"
PLOK! PLOK!
Yang ada kue pie-nya malah diteplok balik ke muka si manja itu. Sontak yang melakukan kopi dan paste, langsung nangis. Nangis buaya, lebih tepatnya.
PLOK!
Kena pada makhluk maniak Oha-Asa, dan dia cuma bisa berdiri dengan nggak elit, karena sekelilingnya udah dikerubungi oleh burung berwarna kuning nggak jelas dan jumlahnya bisa melampaui jumlah keseluruhan rambut Pemirsa sekalian.
"Kesesesesese~ gue emang awesome! Si hijau lumut itu nggak awesome~!"
CRUSH! CRUSH!
Mendadak tubuh si ace Touou yang hentai tapi brutal banget itu dikepung oleh jutaan bunga mawar yang tau-taunya meluncur dari salah seorang dari gerombolan makhluk astral yang seneng banget mengerjai dan menyebarkan tjinta yang nggak wajar sama sekali.
Yang maniak mesum dan sama-sama hentai dengan Aomine ini, lalu ngedipin matanya dengan genit, "Main sama Francais, yuk, yang di sana dan berkulit tan? Ohonhonhonhon~"
Oke, ini karmanya karena udah mikirin yang mesum-mesum pada Kagami. Basian elu, Aomine!
"H-HIIII! LU MESUUUUM!" Aomine serasa menjadi uke. Nah, inilah keajaiban dunia!
"Nggak, huh? Oke, aku 'main' di sini aja, mi amor~ yang berkulit tan di sana~"
Seketika Aomine menjadi gila, baru seumur-umur idup ini dia menjadi uke. Nasib, nasib.
Ace asal Kaijou? Dia dengan suksesnya tewas, diteplok bukannya dengan kue pie, malah dengan scone milik si alis tebal yang sama berbahayanya dengan masakan nggak jelas dan menakutkan punya manajer Touou sekaligus Teikou dulu, alias Momoi. Inilah karmanya karena udah bawa monyet-monyet tsundere (?) ke Kagami.
Ace asal Rakuzan? Dia udah keburu di-kolkohz-in oleh makhluk astral itu, dan baru kali ini seumur hidupnya, dia nggak bisa melawan sesama pengintimindasi. Coba bandingkan, Akashi yang baru tiga tahun ditambah setahun di SMA-nya udah mengintimindasi lima orang ditambah empat orang di Rakuzan ini, melawan makhluk asal Russia yang mengintimidasi tiga-ohok-empat negara ditambah sejumlah negara jajahan ditambah the awesome Preussen ditambah sejumlah uke ditambah kehadiran sang adik paling berbahaya miliknya? Bisa mati si ace asal Rakuzan itu lho~ (A/N : *dicekek oleh Russia dan dibacok dengan gunting oleh Akashi*)
Benar-benar brutal deh, isi kamar mereka berdua. Dan… Pffff!
"HAHAHAHAHA! YOU DESERVE THIS, BASTARD! GUE MENANG! YAAAAY! GUE MENANG! NIH, BALASAN DARI GUE KARENA LU SEMUA NGERJAIN GUE! JIAHAHAHAHAHA! GUE POTRET AH! PFFFFF… INI KEAJAIBAN DUNIA KE SEMBILAN!" Mendadak sang ace asal Seirin, Kagami, mengganti mukanya ke muka licik yang satunya. Dan dia ngakak dengan tak berperikemanusiaannya.
Spontan, dia ngeluarin hapenya dan memotret yang ng-bully dirinya satu-satu.
Akashi yang sesak napas, dicekik oleh makhluk bersyal pink.
Kise 'mati' dengan sejumlah scone tergeletak pada mulutnya (Jangan tanya kenapa bisa tepat di mulut, hanya Author dan Tuhan yang tahu).
Aomine berakhir… Disensor deh. Kau pasti tahu siapa pelakunya.
Midorima dipergok oleh jutaan burung nggak jelas punya si awesome Preussen.
Dan…
"Lho? Murasakibara mana neh?"
Kagami celingak-celinguk kanan-kiri atas bawah serong, dan menemukan bahwa… Si jumbo asal Yosen itu malah tewas dilempari tomat, dicambuki (?) dan diemut kepala ungunya oleh seorang gadis asal Belgia. Ditambah pada pelukan tangan jumbo center asal Yosen itu, seorang cowok bermuka beler, sedang teriak-teriak nangis setengah mampus.
Terdengar suara omongan mereka yang mem-bully si kepala ungu itu…
"Dasar makhluk jumbo! Beraninya memeluk N. Italy! Dasar!"
"Jangan, Ludwig! Enak nih lho, makan rambut nih! LEBIH ENAK DARI WAFFLE-KUUUU!"
"BASTARD! BASTARD! LEPASIN FELI! LEPASIIIIIN! CHIGIIIIIIIIII!"
"Udah, ud–."
PLOK!
"DIAM KAU! CHIGIIII!"
Dan Kagami memutuskan untuk memotretnya, nggak peduli kalo mereka semua bakal protes setelahnya. Pokoknya, hari kelima ini kujadikan mimpi paling indah, mem-bully Generation of Miracles sialan itu! UWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA! GUAHAHAHAHAHAHA!
Kagami tak mengira, hari kelima ini bakal menjadi hadiah paling indah untuk dikenang. Dan dia buru-buru mengirimnya ke homeland-nya di Amerika dan meminta keluarganya menjaga foto-foto itu dengan baik. Dia masih butuh foto-foto memalukan itu untuk dijadikan kenangan super manisnya selama berada di Jepang.
Si ace asal Seirin itu lalu berkata sambil berbalik mencari perlindungan ke tetangga lain, "Ahahahaha, gue ga bisa berenti ngakak… Makasih ya, Pak Zwingli."
Sontak tetangganya yang suka bawa senapan itu, cuma bisa mengedipkan matanya sebagai bentuk penghormatannya. Siapa nggak sangka nih, Kagami bakal minta tolong kepada Pak Zwingli untuk memanggil makhluk astral dan menyerang balik Generation of Miracles yang bersiap mengerjainya untuk hari selanjutnya?
Sedangkan di tempat lain, seorang cowok berambut baby blue, cuma bisa menggumam pelan selagi dia berhasil kabur dari apartemen partner-nya, "Kagami-kun. Aku akan pastikan diriku selamat dari siksaanmu pas ulang tahunku nanti."
.
.
.
[ End ]
