YunJaeMin Love Story
Author :
Kim Hyokyo a.k.a Revi killan
Maincast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Kim (Shim) Changmin
Rate : M (I think like that, hope I'm not wrong)
Warning :
Ini hanya fan fiction, jika ada kemiripan cerita, karangan, tokoh, alur, dll itu tanpa ada unsur kesengajaan karena mungkin daya imajinasi kita mirip aja. Terima flame tapi tidak melayani bashing chara!
This is BL a.k.a boyslove a.k.a yaoi a.k.a boyXboy, many typo, not use good EYD, M-Preg (maybe), DoublePersonality!JaeMin. DON'T LIKE, DON'T READ.
~*~*~*~*~* Happy Reading*~*~*~*~*~
~*~*~Y.u.n.J.a.e.M.i.n~*~*~
Jaejoong meringkuk diranjang dengan frustasi karena rasa nikmatan dan sakit yang dirasakan tubuhnya secara bersamaan. Dia ingin mendapatkan 'surga'-nya –sangat ingin malah- tapi cock-ring sialan itu menahan jalannya membuat penisnya mengacung tinggi karena menahan ereksinya yang tak selesai.
Ah, ini benar – benar sakit. "enghh…" lenguhnya-entah yang ke berapa kali- saat vibrator itu dengan mulusnya menghantam titik kenimatannya-lagi-. "aghhh… Yunniehhh… Yunniee… Yunhhh…" rintihnya merapalkan nama Yunho berulang – ulang berharap hal itu dapat meringankan rasa sakit dan nikmat yang menderanya.
Jaejoong sadar didalam otaknya Changmin berkali – kali memaksa menggantikan tempatnya, tapi namja cantik itu menolak karena dia telah berjanji akan menjadi milik Yunho sepenuhnya mala mini. "ber-hen-tihh… mem-be-ron-takkhhh…ahh… Minnie…" desisnya.
"biar kugantikan, hyung. Kau tampak berantakan." Suara Changmin dalam pikirannya.
Jaejoong menggeleng berulang – ulang seraya menggigit bibir bawahnya. Dia tahu kalau 'saudara lain'-nya itu adalah pribadi yang gigih, tapi dia juga tak mau mengecewakan namjachingu-nya. Jadi dia tetap berusaha memegang kesadaran dan kendali tubuhnya.
Entah sudah berapa lama Jaejoong menggeliat – geliat tak nyaman seperti cacing yang disiram garam diatas ranjang king size itu, bed cover-nya dan bantalnya sudah berantakan dilantai sementara bed site-nya acak – acakan dibawah namja cantik itu lantaran dia sedang menungging dan membenamkan wajahnya di satu – satunya bantal yang terseisa dibawahnya.
"ahhh… Yunnieeehhh…" desahnya lagi. Dia harus bersyukur karena ruangan itu kedap suara, karena kalau tidak, setiap rintihan dan jeritannya akan terdengar sampai lantai satu dan itu akan sangat memalukan.
Tiba – tiba pintu kamar itu terbuka membuat Jaejoong berusaha menoleh untuk mengetahui siapa yang datang. Tatapan melasnya makin terlihat saat mengetahui kalau itu adalah sang kekasih. " Yunniehhh…" desahnya. Yunho tersenyum seraya meletakkan paper bag-nya dan menghampiri ranjang yang sudah dibuat berantakan oleh namjachingu-nya itu."sudah tak tahan eoh?" ujarnya ringan.
Jaejoong mengangguk dengan rona dipipinya, peduli setan jika Yunho akan mengejeknya habis – habisan besok, yang jelas sekarang yang dia butuhkan adalah lepas dari siksaan kenikmatan ini. "Yunnhh…" pintanya mengiba. Yunho membelai paha dalam nan putih itu, "hm… sensitive sekali." Komentarnya ringan. Jaejoong meremas bed site lagi untuk melampiaskan rasa sakit dan nikmat yang menderanya karena gerakan sensual yang dilakukan oleh namja tampan itu. "jadi mysweet sluty boy, apa yang kau inginkan? hm?" bisiknya dengan suara bass yang membius itu.
Jaejoong menggeleng dan menggigit bibir bawahnya kuat – kuat menahan desakkan gila dari dalam tubuhnya. Dia tak yakin bisa berbicara dengan benar dalam kondisi seperti ini. "tidak mau bilang eoh? Yakin?" Tanya namja tampan itu dengan sengaja membelai – belai penis Jaejoong yang sudah sekaku batu karena menahan orgasme beberapa kali. "agghhh, hen-ti-kannhhh…" jeritnya tertahan.
Yunho menoleh ke Jaejoong, "um? Yakin mau dihentikan? Baiklah." Jawabnya langsung meremas penis itu mendatangkan jeritan Jaejoong."arghh! se-sakk… hiks." Sebuah isakkan lolos dari bibir cherry itu. Yunho membelai tengkuk Jaejoong dan mengusap airmata dipipi namja cantik itu. "sepertinya sakit sekali, mau aku bantu menuntaskannya?" tanyanya ringan seolah dia bukan tersangka yang membuat namja cantik itu serasa di neraka jahanam karena alat terkutuk yang dipasang pada penis dan hole-nya. "aghh… Yunh…agh, jang-an… emh… meng-go-dahh…kuhhh…" lenguhnya.
"hm?lalu aku harus bagaimana chagi?"
"ce-pathhh…lahhh…"
"memohonlah!" Yunho memilin nipple namja cantik itu.
"aghhh…. Pleaseehhh…"
"ne 'please' apa Boo?"
"please fuck me!"
"hm? Maaf?" Yunho menaikkan sebelah alisnya, sepertinya namja tampan itu memang sengaja membuat Jaejoong merasa kesal.
Namja cantik itu mulai mengisak, "please fuck me with your big cock, more and more!" jeritnya frustasi, dia tahu Yunho memang berniat menghukum-nya malam ini. Tapi ini benar – benar sakit dan dia butuh pelepasan sekarang juga. Melihat hal itu membuat Yunho jadi tak tega, seraya tersenyum dibelainya peluh yang membenjiri wajah cantik Jaejoong. Tangan kirinya yang bebas bergerak ke manhole namja cantik itu dan dengan hati – hati dilepasnya vibrator itu dari manhole Jaejoong yang selalu ketat berapa kalipun dia membobolnya. "enghhhh…. Emh…." Rintihan keluar dari bibir manis itu.
"feel better,hm?"
Jaejoong mengangguk " nehh…"
Yunho menjilati peluh disekitar wajah Jaejoong. Namja tampan itu mulai melucuti kancing bajunya sementara bibirnya masih betah menari – nari diwajah namja cantik itu. Jaejoong terlihat sudah lemas, tentu saja, dia saja belum orgasme sejak namja tampan itu meninggalkannya bersama dengan cock ring terkutuk yang masih setia bertengger di penisnya. Dia menatap wajah Yunho dengan tatapan memohon, "Yunh… emh… je-ballhhh…"pintanya menyentuh tangan Yunho. Namja tampan itu tersenyum dan menggeleng, "kau akan bebas saat aku telah selesai, Boo." Bisiknya seraya meneruskan kegiatannya-melepas kancing kemejanya-yang tertunda dengan santai.
Jaejoong hanya pasrah dengan ucapan namjachingu-nya itu. Apa yang bisa dia lakukan? Tubuhnya saja sudah benar – benar lemas. Oh ayolah dia sudah orgasme kering selama 3 jam! Yunho meraih lengan Jaejoong dan mengalungkannya ke pundaknya. "mengeranglah sayang!" bisiknya seraya menjilat cuping telinga Jaejoong.
Namja cantik itu menggeliat, "agh… enghhhh~ ta-pihhh… emhh… a-kuhh… ahh~ se-sakkhh… Yunhhh… " rintihnya. Yunho mengusap pipi Jaejoong yang merona dan basah oleh peluh dengan lembut. "arraseo, karena kau sudah jadi anak baik selama aku pergi, kau boleh cum chagiya." Ujarnya seraya melepas cock ring itu dari penis Jaejoong dengan lembut dan hati – hati. Setelahnya hanya dengan beberapa kali remasan lembut dari tangan Yunho, Jaejoong lansung mendapatka surge-nya yang sudah tertahan selama 3 jam itu. "AGGGHHH…" lenguhnya antaran nikmat dan lega.
Tubuhnya yang melengkung indah membuat Yunho menatap dengan sabar menunggu sang kekasih menikmati sisa orgasmenya dan perlahan terkulai lemah karena kehabisan tenaga. "apa sebegitu nikmatnya Boo?" bisiknya seraya mengusap peluh yang masih setia menghiasi wajah manis Jaejoong. Namja cantik itu mengangguk dengan tatapan sayu. "sepertinya little Joongie sudah puas ne, tapi little Yunnie masih meronta – ronta, Boo. Kukira dia pasti merindukan untuk mengubek – ubek lubang surge-mu chagi." Desahnya dengan dirty talk yang sukses membuat Jaejoong tergetar hebat.
Namja cantik itu mengeratkan pelukkannya pada pundak Yunho, nafasnya yang masih sedikit tersegal – segal pun dengan lembut menerpa dada bidang Yunho, memberikan sensasi nikmat tersendiri pada namja tampan itu. "emh…" Yunho melenguh tertahan saat penis Jaejoong tak sengaja bergesekan dengan penisnya yang masih terbungkus jeans tipisnya.
Seolah mengerti kewajibannya, tangan Jaejoong bererak ke jeans itu dan mulai melucuti kancingnya. Bibirnya yang menganggur dengan lembut mulai mengecupi dada bidang dihadapannya. "engh… bagus Boo,terus…" lenguh Yunho. Dengan ragu Jaejoong menarik Yunho seolah mengisyaratkan agar namja tampan itu membalik posisi mereka.
Yunho yang memang sudah hafal dengan semua bahasa tubuh Jaejoong segera membalik posisinya sekarang membuat Jaejoong berada diatasnya. Namja cantik itu melanjutkan kegiatannya mengecupi dada bidang dan abs Yunho yang sangat sempurnya itu, kegiatannya terhenti saat sampai pada jeans Yunho yang kancing dan zipper nya telah terbuka. "yunnie, jeans-mu mengganggu sekali…" rengeknya seraya mem-pout-kan bibirnya. Namja tampan itu terkekeh melihat raut kesal sang namjachingu. "ahahhahaa, kalau begitu buang saja Boo!" tanggapnya.
Jaejoong mendengus lalu dengan sekali sentak jeans beserta CD Yunho lepas dari tungkai jenjang namja tampan itu, entah darimana keahlian itu didapat namja cantik itu, padahal celana jeans itu cukup ketat. Senyum terkembang dibibir cherry-nya yang selalu mampu menggoda seorang Jung Yunho.
"see, little Yunnie sudah tegang eoh~" ujarnya girgang seraya membelai penis yang sudah ereksi sempurna itu. "apa ini terasa enak?" dia memijat lembut penis Yunho.
"engh… janganhh menggodahh-kuhh, Boo…" Yunho tampak mati – matian menahan diri agar tak langsung menerkam kekasih manisnya yang sangat nakal diranjang itu.
Mensengar ucapan Yunho membuat Jaejoong terkekeh dan dengan lembut mengecup ujung penis big size itu, mengecup dan menjilatinya dari ujung sampai pangkalnya, mengulum twis-ball-nyan dan menggesek – gesekkan pipi mulusnya ke paha dalam namja tampan itu membuat Yunho terus mengerang nikmat karena servis yang diberikan oleh Jaejoong. "come on Joongie, jangan… Cuma se-perti itu…" desisnya diantara usahanya menahan nikmat dan mengontrol libido-nya yang sudah sampai ubun – ubun.
Tanpa menjawab, Jaejoong langsung menenggelamkan penis besar itu kedalam mulut kecilnya. Rasa pre-cum Yunho memang selalu menjadi candu tersendiri untuknya. "emh… hhmptt… hhmmpptt… " desahnya seraya memaju-mundurkan kepalanya. Yunho hanya membiarkan Jaejoong berbuat sesuka hatinya, dia menikmati semua sentuhan kikuk namja cantik yang sudah mengisi hari – harinya itu.
Tangan Yunho malah sibuk membelai – belai pipi chubby Jaejoong yang makn terlihat chubby saat mengulum penisnya. Dia mengerang karena Jaejoong menusuk – nusukkan lidah kecilnya pada lubang diujung penisnya. Jaejoong makin semangat meng-oral penis itu saat merasakan penis Yunho berkedut dalam mulutnya. Dia sungguh ingin merasakan air mani namja itu dalam mulutnya saat ini juga.
"AGGHHH!"
Cairan putih kental bernama sperma itu tumpah dalam mulut Jaejoong, namja cantik itu berusaha menelan semua cairan itu, namun memang karena cairan itu terlalu banyak hingga sebagian merembes keluar dari sudut – sudut bibir seksi Jaejoong. Yunho menggapai lengan Jaejoong dan menarik namja cantik itu menaiki tubuhnya. Mereka kembali menautkan bibirnya dan dengan sangat rakus Yunho menghisap – hisap lidah Jaejoong. Namja cantik itu harus mati – matian mempertahankan sisa oksigennya jika tak ingin jatuh pingsan, apa lagi dia benar – benar letih.
Merasa nafas sang kekasih kian memendek, Yunho melepaskan tautan bibir mereka. Jaejoong berusaha mengais udara sebanyak – banyaknya. "engh… ahh… yunnie~ apa servisku memuaskan?" tanyanya dengan tatapan sayu penuh nafsu. Namja tampan itu tersenyum seraya membelai pinggang ramping Jaejoong.
"mulutmu memang yang terbaik chagi, tapi sepertinya little Yunnie tidak akan puas hanya sebatas oral sex." Jawabnya membuat pipi Jaejoong merona heboh.
Yunho mengangkat tubuh Jaejoong dan membuat tubuhnya sendiri setengah duduk bersandar pada night-stand lalu mendudukkan tubuh Jaejoong di pangkuannya menyebabkan penisnya tertekan ke belahan pantat namja cantik itu. "Engghhhh…" Jaejoong melenguh karenanya membuat Yunho terkekeh. "tidak sabaran eoh? Baiklah, karena lubangmu sudah bermain dengan vibrator selama 3 jam, pasti dia sudah relaks kan, jadi sekarang carilah surgamu sayang!" desahnya lembut seraya membelai pipi putih Jaejoong yang sekarang sudah berangsur memerah lagi.
Namja cantik itu mengangkat tubuhnya dan menumpukan kedua rangannya ke pundak Yunho. Setelah yakin penis Yunho berada tepat didepan lubang kecilnya, perlahan dia menurunkan tubuhnya sementara tangan Yunho memeluk pinggangnya agar posisi Jaejoong tak melenceng. "engghhh….sshhh… appo…" rintihnya saat ujung penis Yunho membobol anusnya. Salahkan ukuran penis Yunho yang bisa dibilang big size itu! Bulir – bulir airmata meluncur membasahi kedua pipi cubby-nya.
Karena tak ingin merasakan sakit lebih lama lagi, Jaejoong langsung menjatuhkan tubuhnya dalam sekali hentak. Hal itu membuat penis Yunho langsung melesak masuk dan secara tak sengaja menghantam prostatnya. "AKKHH… " lenguhnya antara sakit dan nikmat. Dia terduduk lemas dipangkuan Yunho sementara kepalanya sudah bersandar pasrah dipundak namja tampan itu.
Yunho membelai punggung Jaejoong dengan lembut, "Boo…." Bisiknya lirih. Jaejoong menggesekkan rambutnya ke tengkuk namja tampan itu. "ung… aku masih ingin merasakan aromamu, Yunnie~" regeknya sekarang mulai memainkan hidung mancungnya ke sepanjang pundak namja tampan berkulit tan itu.
Setelah puas dengan kesenangannya, dia mulai menopangkan tangannya ke pundak Yunho dan menaikkan tubuhnya membuat penis Yunho hanya tersisa ujungnya dan dengan cepat dia menghempaskan tubuhnya membuat prostatnya terhantam lagi. "agh…." Rintihnya. Dia terus menaik turunkan tubuhnya membuat Yunho mendesis – desis dan sangat menikmati ekspresi nikmat Jaejoong serta kenikmatan penisnya yang serasa diremas – remas oleh otot – otot rectum namja cantik itu. Tangannya membantu Jaejoong untuk menaik turunkan tubuh namja cantik itu.
"aghh… emhh… enghh… aghhh… ahh… " rintihan Jaejoong seperti music yang mengalun indah ditelinga Yunho.
Tak ingin bibirnya menganggur, Yunho segera meraup putting Jaejoong yang sudah mencuat tegak itu. "slup, slup, slup… emh… terus Boo… good boy…"
"aghhh… e-nakhh… emh… ahh… YUNNIEHH… " jeritan Jaejoong membawa namja cantik itu orgasme untuk kedua kalinya dan tubuhnya langsung ambruk di pelukkan Yunho. "hah… hah… hah… a-ku… le-lah yunnie…" dia merengek dengan suara seraknya.
"tapi aku belum tuntas sayang…" dia membelai rambut hitam Jaejoong dengan lembut.
"ahh… a-ku tak sanggup diatas lagi… let me bottom, jebal…"
Yunho tersenyum lalu memutar tubuh Jaejoong hingga memunggunginya. "menungginglah, gunakan lututmu sebagai penyangga!" perintahnya yang langsung dituruti oleh namja cantik itu. Yunho langsung memaju-mundurkan pinggangnya mendatangkan erangan dan desahan dari mulut Jaejoong. Namja cantik itu melampiaskan segala kenikmatan yang mendera tubuhnya pada bed-sheet yang sudah berantakan. "Agghh,emh… ahhh… morehhh… ahh… fast…ahh…terhhh… aghh… yunnhhh…" Jaejoong mendongak melampiaskan kenikmatan yang menderanya karena penis Yunho menghantam prostatnya terus menerus.
Namja tampan itu menggeram berulang – ulang lantaran lubang Jaejoong yang makin mengetat dan meremas – remas penisnya. Dikecupinya pundak Jaejoong, tangan kanannya memilin – milin putting namja canrik itu sementara tangan kirinya meremas – remas penis mungil sang kekasih yang entah sejak kapan sudah kembali menegang sempurna. "akkhhh… enghh… yunhh… ahhh… morehh… " rintihnya karena sodokan pada lubangnya ternyata tak berhenti hingga tiga titik kenikmatan tubuhnya benar – benar dikerjai oleh Yunho.
Erangan namja cantik itu membuat libido namja tampan itu. Dia makin mempercepat sodokan – sodokan akuratnya. "ahh… a-kuhh… mauhh… ahh… ARGHH!" erang Jaejoong protes karena sang namjachingu tercinta dengan teganya menutup ujung penisnya dengan ibu jarinya membuat Jaejoong tak bisa orgasme. "jangan terlalu cepat, chagi… kau sudah keluar dua kali…" bisiknya makin mempercepat sodokannya sementara tangan – tangannya juga tak tinggal diam memainkan putting dan penis namja cantik itu membuat Jaejoong makin tak tahan untuk orgasme.
Lima belas menit dalam siksaan kenikmatan itu akhirnya Jaejoong merasakan penis Yunho berkedut dalam lubangnya. Dia pun mengetatkan otot – ototnya agar Yunho segera orgasme dan dalam 3 sodokan terakhir namja tampan itu melepaskan ujung penis Jaejoong dan keduanya orgasme hampir bersamaan setelah saling mengerangkan nama sang kekasih. Keduanya langsung ambruk begitu saja. "ah, nikmat sekali." Bisik Yunho ditelinga Jaejoong membuat namja cantik itu menggeliat geli.
"engh… Yunnie… keluarkan…"
"ung? Apa yang harus aku keluarkan Boo? Bukankah tadi sudah kukeluarkan semua didalam lubangmu?"
"ah?" Jaejoong menatp horror Yunho yang ada dibelakangnya lantaran dia merasakan penis namja tampan itu kembali menegang dalam lubangnya. "Y-Yunnie… tu-tunggu dulu!"
Yunho langsung membalik posisi Jaejoong jadi telentang. "tidak ada penolakkan sayang. Malam ini kau adalah milikku sepenuhnya!" ujarnya riang seraya kembali menyodok – nyodokkan penisnya ke lubang kenikmatan Jaejoong membuat namja cantik itu bergelinjangan hebat dibawahnya.
"aghh… emhh… Yunniehh… aghh… morehhh…."
Rintihan dan desahan itu memenuhi ranjang king size itu hingga beberapa jam kemudian. Entah apa yang akan terjadi padanya besok, Jaejoong tak ingin membayangkannya karena yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah mengerang sekeras – kerasnya untuk melampiaskan rasa nikmat yang diberikan oleh namjachingu pervert-nya itu.
Yunho terbangun karena dering poselnya. Dilihatnya LCD berukuran 4 inchi itu, 'umma chagiya calling…' kira – kira begitulah yang tertera dalam LCD itu. Seraya mendecak sebal dia menjawab panggilan itu, "annyeong umma," sapanya berusaha sesopan mungkin, hey dia memang Bengal, tapi bukan berarti dia akan dengan kurang ajarnya tak sopan pada orang tuanya kan. " Yunho, hari ini kau ada acara?" suara seorang yeoja yang adalah ummanya. "memangnya ada apa umma?" tanyanya.
" Appa ingin mengajakmu untuk makan malam bersama rekan bisnis barunya."
"ck! Pasti acara perjodohan bosoh itu lagi. Malam ini aku ada les bahasa Jerman, Umma. Umma tahu sendiri aku payah dalam pelajaran itu."
"tapi apa kau tak bisa minta izin tak masuk sehari saja, chagi? Kata Appa rekan bisnis ini sangat penting untuk perusahaan kita."
Yunho menghela nafas. "umma, aku tidak akan mengorbankan pendidikanku untuk perjodohan konyol itu. Sudah ya umma, aku ngantuk. Annyeong." Dan tanpa menunggu protes umma-nya lagi dia langsung memutuskan telepon itu lalu me-non-aktif-kan ponselnya.
Namja tampan itu melihat ke sekelilingnya dan tak menemukan sosok seksi yang baru saja menghabiskan malam bersamanya sampai jam 4 pagi tadi. Tiba – tiba pintu kamar mandi terbuka membuatnya langsung menoleh tapi senyumnya langsung lenyap begitu mendapati tatapan dingin nan menusuk dari sosok atletis berbalut bathrobe itu. "hoh, sudah bangun rupanya." Ujar Changmin datar. Yunho beranjak. "nama Jongie?" tanyanya sok tak tahu.
Changmin menatapnya sinis, "kau masih sempat bertanya sementara kau lah orang yang membuatnya hamper mati karena ulah mesummu itu?" tanyanya sarkastis. Yunho angkat bahu cuek,"ya sudahlah. Aku mandi dulu. Di paper bag itu ada beberapa baju yang mungkin akan cocok denganmu." Dan Yunho beranjak ke kamar mandi. Tubuhnya sudah lengket dan sangat tak nyaman karena sisa sperma yang bercampur peluh mereka semalaman.
Setelah Yunho memasuki kamar mandi, Changmin duduk diranjang dan mulai menyalakan sepuntung rokok. Dihisapnya asap bernikotin itu dengan santai seraya memainkan pemantiknya. "hah!" sesekali terdengar dia menghela nafas. Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan nampaklah Yunho yang keluar dengan santai. "Lho? Kenapa bajunya tak kau pakai? Kau ingin pulang dengan kemeja yang kau pakai perform semalam?" tanyanya karena namja manis itu masih memakai bathrobe nya.
Changmin menoleh malas, "itu bukan urusanmu. Sudahlah!" tanggapnya tak peduli. Yunho melirik rokok yang ada ditangan Changmin. "kau belum berhenti merokok?" tanyanya. Ada nada tak suka dari pertanyaannya. Dia memunguti baju – bajunya yang berserakan dan mulai memakainya. Changmin meliriknya sesat.
"Apa Jae hanya budak seks untukmu?"
TBC~~
Annyeong~~ *muncul bareng Changmomo #plak author sarap*
Ung~~ bagaimana dengan chap ini? Ancurkah? Anehkah? Jelekkah? Gajekah? Semoga saja gak banget – banget ancur dan gaje-nya.
Oh iya Hyo seneng banget pada penasaran sama cerita abal ini. Hehehe, ini sudah dilanjut readerdeul. Semoga tidak mengecawakan. *pray*
Menerima Flame, cacian, makian, kritik, saran, review, dan lain – lain tapi tidak menerima bashing chara.
Jeongmal gomawo sudah mau mampir dan membaca, semoga FF abal Hyo dapet tanggapan yang bagus. Mohon RnR eoh~~ *bow*
