YunJaeMin Love Story
Author :
Kim Hyokyo a.k.a Revi killan
Maincast :
Jung Yunho
Kim Jaejoong
Kim (Shim) Changmin
Choi Dongwook a.k.a Se7en
Rate : T+ a.k.a PG 15
Warning :
Ini hanya fan fiction, jika ada kemiripan cerita, karangan, tokoh, alur, dll itu tanpa ada unsur kesengajaan karena mungkin daya imajinasi kita mirip aja. Terima flame tapi tidak melayani bashing chara!
This is BL a.k.a boyslove a.k.a yaoi a.k.a boyXboy, many typo, not use good EYD, M-Preg (maybe), DoublePersonality!JaeMin. DON'T LIKE, DON'T READ.
~*~*~*~*~* Happy Reading*~*~*~*~*~
~*~*~Y.u.n.J.a.e.M.i.n~*~*~
Tak memerlukan waktu lama, namja cantik itu telah sampai didepan pintu ruang ekskul basket. Tangannya urung mengetuk pintu dan lebih memilih untuk langsung membukannya. Pemandangan pertama yang disuguhkan padanya sontak membuat doe-eyes itu membulat lebar saking kagetnya. Dia membungkam mulutnya dengan tatapan ingin muntah.
Demi Tuhan, yang masuk dalam jangkauan pandang Jaejoong saat pintu itu terbuka adalah kekasihnya, Jung Yunho sedang berciuman panas dengan yeoja –yang Jaejoong bahkan tidak yakin siapa namanya- dan tangan kekasihnya itu sedang sibuk me-rape tubuh setengah telanjang yeoja itu.
Merasa ada yang masuk, Yunho mendorong lembut pundak yeoja dipangkuannya itu dan Jaejoong bersumpah dia siap mati sekarang juga karena dia bisa melihat dengan jelas kabut nafsu di mata kekasihnya. Yunho-NYA -dia selalu menyebut Yunho adalah miliknya, begitupun sebaliknya- bernafsu pada seorang yeoja? Rasanya hati Jaejoong hancur berkeping – keeping saat itu juga. "mianhae…" gumannya seraya menunduk dengan mata berair.
Yeoja itu- Kwon BoA-dengan santai turun dari pangkuan Yunho dan membenarkan seragamnya. "sepertinya waktuku sudah habis. Oh iya Yun, kalau kau bosan dengan 'mainan'mu ini…" dia melirik tajam Jaejoong yang masih menunduk dan kembali menoleh pada Yunho, "…kau boleh mencariku kapan saja." Lanjutnya seraya keluar dari ruangan itu. Jaejoong meremas dada kirinya yang berdenyut sakit, sakit sekali mendengar olokkan yeoja itu padanya.
Ruangan itu hening, Jaejoong tak tahu harus berbuat apa, dia ingin pergi tapi kakinya tak bisa bergerak. "ARGHH…" erangan itu menyadarkan Jaejoong dari dunianya. Dia mendongak dan mendapati kekasihnya dalam keadaan berantakan. Dari wajahnya Jaejoong tahu Yunho sedang menahan sakit, tapi dia tak tahu harus berbuat apa pada namjachingu-nya itu. Menuruti kata hatinya, Jaejoong mendekati namja tampan-yang kini tampak mengenaskan-itu, "Y-Yun…." Ujarnya ragu.
Tiba – tiba Yunho menarik lengan Jaejoong dan langsung mencium-menabrakkan lebih tepatnya- bibir cherry namja cantik itu dan melumatnya penuh nafsu membuat Jaejoong yang kaget reflek meronta, namun memang tenaganya selalu kalah dari seorang Jung Yunho, jadi dia tak bisa melepaskan pagutan namja tampan itu. "eungh~ Y-Yunhhh… ahh… hen-tihh-kaannhhh…." Rintihnya karena kini Yunho tengah mencoba melucuti seragamnya. "ARGH, Yeoja Sialan!" umpat Yunho berkali – kali. Entah apa yang BoA berikan pada minumannya, tapi tiba – tiba tubuhnya terasa seperti terbakar api dan sangat butuh pelepasan saat ini juga.
Dengan tergesa didorongnya Jaejoong telentang diatas meja, lalu dengan cepat dia mengunci ruang gerak namja cantik itu. "tu-tunggu Yun… ja-jangan disini…." Pinta Jaejoong berusaha menghentikan tindakan Yunho. Namun namja tampan itu seolah tuli dan masih saja menikmati cumbuannya pada leher Jaejoong yang sudah tersekspose, membuat banyak kissmark disana. Dengan agak terburu – buru dia melucuti ikat pinggang Jaejoong dan berniat melepaskan kancing serta zipper-nya namun sebuah cengkeraman ditangannya menghentikan tindakannya.
"tak akan kumaafkan kalau kau berani memperkosa hyung-ku, Jung Yunho!" dibawahnya Changmin menatap namja tampan itu dengan tataan nyalang.
Namja tampan itu mengerang protes. "lepaskan aku, Changmin!"
Changmin menatap dalam – dalam manic mata musang Yunho, "huh, kau dalam pengaruh obat perangsang. Menyingkir dari atasku, Jung Yunho!" ujarnya seraya mendorong dada Yunho agak keras membuat namja tampan itu terhempas ke kursi. Changmin turun dari meja seraya merapikan seragam yang melekat di tubuhnya. "cih, kau tampak sangat mengenaskas." Ujarnya menatap Yunho yang tampak masih mengerang sakit.
Setelah mengumpat beberapa kali, Changmin mendatangi namja malang-menurutnya- itu dan berjongkok didepan Yunho. "biar kubantu, tapi perjanjiannya hanya blowjob. Kalau kau meminta lebih akan kukirim kau ke rumah sakit dengan senang hati!" desisnya seraya membuka zipper celana Yunho dan menurunkan underware-nya hingga penis tegangnya langsung menyembul keluar. "ck! Kau benar – benar namja yang merepotkan. Kau berhutang padaku untuk ini, Jung Yunho!" ujarnya seraya mulai mengulum benda kesayangan hyung cantiknya itu. Dalam hati dia berdo'a semoga Jaejoong tak memusuhinya karena telah menyentuh kekasihnya seperti ini.
"arghh… " namja tampan itu mengerang nikmat saat lidah Changmin dengan lincah membelit batang penisnya.
Changmin terus mengulum dan menghisap – hisap penis itu. Tangan Yunho menekan – nekan tengkuk namja manis itu membuat Changmin nyaris tersedak namun namja manis itu sama sekali tak menghentikan kegiatannya. Dia malah mempercepat gerakannya, seolah mengejar surganya sendiri-dan ingin semua itu cepat berakhir- membuat Yunho kembali mengerang nikmat. "eghhh… ssshhh… fasthh…terrhhh… Minnhhh~" desis Yunho seraya membelai – belai rambut pirang Changmin.
Tak buruh waktu lama, 15 menit dan Yunho mendapatkan surganya. Changmin memang menampung sperma namja tampan itu dimulutnya,tapi begitu namja bermarga Jung itu selesai dengan surga-nya, Changmin langsung mendorongnya dan bergegas ke kamar mandi. Dimuntahkannya sperma itu di wastafel. Jangan berfikir dia akan menelannya -meski Jaejoong pasti akan melakukan hal itu- karena dia merasa tak punya hak meminum sesuatu yang bukan miliknya.
Setelah berkumur beberapa kali, dia kembali ke ruangan itu dan menemukan Yunho sudah mulai merapikan diri. Dia menoleh pada Changmin saat mendengar langkah kaki namja itu, "Min, aku…." Dia terdiam seraya menghela nafas. "maafkan aku, aku tak bermaksud seperti itu dengan Joongie tadi. Aku hanya…. " kata – katanya terputus saat melihat Changmin menggeleng. "berhenti bicara sebelum ku buat kau tak bisa bicara selama – lamanya, Jung Yunho!" ujarnya datar-dan dingin-.
Mereka terdiam dan sepertinya tak ada diantara mereka yang berniat untuk mencairkan suasana ini. Changmin sibuk dengan ponselnya -ponsel Jaejoong lebih tepatnya- sementara Yunho hanya menunduk tak ingin bertatapan dengan bola mata coklat itu. Sesekali Changmin melirik ke atas meja. Ada sebotol air yang tinggal setengah lalu dia beranjak dan mengambil air itu. "siapa yeoja tadi?" tanyanya dingin.
Yunho mendongak melihat Changmin bermain – main dengan botol itu, "namanya BoA, Kwon BoA. Dia anak dari relasi bisnis Appa-ku dan kami pernah berteman saat SMP." Jawabnya. Changmin menoleh pada Yunho, "ini pemberiannya?" tanyanya seraya membuka botol air itu membuat Yunho dengan kelabakan beranjak untuk menahan namja manis itu meminum air itu. "jangan Min!" ujarnya menahan tangan Changmin.
Namja manis itu melirik sinis padanya. "aku bukan dirimu yang bisa lepas kendali karena aprosidiac murahan seperti ini Jung Yunho. Lagipula yeoja itu bodoh sekali, aku rasa bukan dia yang sengaja menaruh bubuk perangsang itu diminumanmu." Ujarnya santai seraya melempar botol itu ke tempat sampah.
Changmin kembali menatap Yunho, "jaga nafsumu sebelum kubuat kau impotensi dan tak bisa menyakiti saudaraku lagi!" ancamnya membuat Yunho menelan salivanya dengan susah payah. Meski slengehan, kalau menyangkut Jaejoong, Changmin akan berubah sama kejamnya dengan penjaga neraka. "kau paham Jung Yunho?"tambahnya seraya menuding tepat pada wajah Yunho.(ck, Minnie tengil sekali pemirsah -_-" #plak author ngerusuh, dibantai readers.)
Yunho mengangguk dan menoleh pada kotak bekal Jaejoong yang tergeletak dikursi, sepertinya kotak merah marun itu jatuh saat tadi dirinya hampir menyerang sang kekasih. "baiklah, ayo makan!" ujarnya seraya membuka kotak bekal berisi makan siang 2 porsi itu.
~*~*~Y.u.n.J.a.e.M.i.n~*~*~
"mianhaeyo Omonim, tapi aku masih bingung. Kenapa Yunho tadi bisa sampai menyerangku seperti itu?" BoA tampak sibuk berbicara dengan ponselnya.
"tenang BoA, omonim memang sengaja menyuruhmu untuk memberikan minuman itu pada Yunho agar dia berbuat sesuatu padamu dan omonim punya alasan untuk memaksa Yunho menikah denganmu dan putus dengan pelacur bar itu." Suara seorang yeoja-umma Yunho- terdengar dari seberang line sana.
BoA menghela nafas. Jadi tadi karena pengaruh obat perangsang? Jadi bukan karena Yunho memang mulai tertarik padanya? Tapi ya sudahlah. "tapi omonim, setahu BoA kekasih Yunho itu Kim Jaejoong. Anak kelas XI disekolah kami. Dan sepertinya dia bukan pelacur karena dia namja."
Pembicaraan ditelepon itu berakhir namun raut bingung masih tercetak jelas diwajah yeoja cantik itu. 'jadi Jaejoong itu bekerja dibar? Ah, tidak rugi aku minta dijodohkan dengan Yunho dan mendekati umma-nya.' Dia tersenyum licik seraya meninggalkan sudut koridor itu.
Jam pulang memang sudah berlalu sejak 15 menit yang lalu, hingga lorong yang biasanya ramai itu memang sudah sepi. Namun yeoja itu tak tahu saja, dibalik tikungan tempatnya menelepon tadi ada seseorang yang mendengarkannya dengan antusias. "daebak, buatlah Yunho oppa putus dengan namja sialan itu dan setelahnya aku akan merebutnya sebelum kau memilikinya, BoA." Ujarnya diiringi dengan kekehan sebelum dia berlalu.
~*~*~Y.u.n.J.a.e.M.i.n~*~*~
Changmin berniat membuka pintu mobilnya tapi sebuah tangan menahan lengannya. Dengan malas dia menoleh, "oh, kau lagi." Ujarnya jengah saat tahu kalau yang mengganggu aktifitasnya adalah Se7en. Namja tampan itu tersenyum teduh, "aku ingin menawarkan sebuah kesepakatan." Ujarnya tenang. Changmin mempunyai feeling tak bagus dengan kata-kata namja ini. Dia mendengus, "baiklah. Dimana kita bicara?" tanyanya begitu saja.
Se7en berjalan melewati gerbang sekolah dan menyeberangi jalan, disana ada sebuah café. Changmin mengikuti namja tampan itu tanpa ada niatan protes. Mereka memilih duduk disisi luar café, kebetulan tempat itu lumayan sepi. Setelah memesan minum, Se7en mulai memperhatikan namja imut -menurutnya- yang kini sedang mengaduk-aduk isi gelasnya dengan tingkah yang menggemaskan.
"aku ingin kau berhenti jadi stripper."
Changmin langsung berhenti mengaduk isi gelasnya, "apa maumu?"
Se7en tersenyum, dia tahu namja manis itu memang tak akan begitu saja menurutinya. "aku tak ingin kau terjerumus lebih dalam lagi Changmin." Ujarnya membuat Changmin beranjak dan… BRAKKK! Menggebrak meja dengan tatapan nyalang, "dengar Se7en-shii, aku mungkin tak akan memukulimu sampai masuk rumah sakit mengingat kau adalah teman Jaejoong, tapi jika tingkahmu yang menyebalkan itu masih kau lajutkan maka aku tak peduli siapapun dirimu, aku akan dengan senang hati menghajarmu. Camkan itu!" ujarnya sambil menuding-nuding wajah Se7en dan setelah itu dia beranjak pergi.
"aku mencintaimu Min!"
TBC~~
Annyeong~~ *muncul bareng Changmomo #plak author sarap*
Ung~~ bagaimana dengan chap ini? Ancurkah? Anehkah? Jelekkah? Gajekah? Semoga saja gak banget – banget ancur dan gaje-nya.
Maafkan Hyu yang update super duper ngaret ini, entah mengapa Hyo jadi males ngelanjutin FF ini. Dan Hyo lagi cedih makanya kayanya berakibat juga pada ketikan ini *curhat* maaf yach buat readerdeul kalau FF ini semakin gaje dan semakin ancur sajah. *deep bow*
Menerima Flame, cacian, makian, kritik, saran, review, dan lain – lain tapi tidak menerima bashing chara.
Jeongmal gomawo sudah mau mampir dan membaca, semoga FF abal Hyo dapet tanggapan yang bagus. Mohon RnR eoh~~ *bow*
