YOYOYO... saya kembali melanjutkan parodi ini...

sudah beberapa hari(bahkan berminggu-minggu) saya tidak membuka fanfiction. karena masalah finansial...hehehehehehe T.T

chapter ini dipersembahkan untuk menyambut idul fitri yang akan tiba... (Lebay -_-)

nah bagaimana klo langsung saja baca fic ini,

Disclaimer : Kingdom Hearts series punya disney dan SE, aku hanya pinjam.

Idea Story : SKET DANCE

WARNING : typo, abal-abal, garing, dll...


Chapter 3 : Daily Day's 2

Jam sudah menunjukan jam 4 sore, bagi sebagian murid ini sudah waktunya pulang atau bermain dengan sahabat mereka di lapangan. Namun bagi sebagian lagi, masih ada tugas sekolah yang menumpuk, atau adanya kegiatan klub.

Sore ini, untuk klub cheerleader Twilight High School merupakan hari yang penting, dimana hari ini mereka akan menghadapi kompetisi antar kota. Saat ini mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke Radiant Garden.

"Sepertinya mereka bersemangat sekali..." gumam seorang lelaki yang berada tidak jauh dari gerombolan para anggota cheerleader yang sedang mengangkut peralatan ke bus sekolah. Lelaki ini adalah Roxas, yang merupakan siswa yang suka membantu siswa lain bila ada masalah, dia berada dekat dengan klub cheerleader karena salah satu anggotanya meminta bantuannya. Bantuannya adalah menjaga hewan peliharaan kesayangannya Bonny, si Babi Kecil.

Bzzzzt, Bzzzzt terdengar suara benda bergetar, Roxas pun langsung memeriksa saku celana dengan sebelah tangan, karena yang sebelah lagi sedang menggendong Bonny. Ternyata ada tanda telepon masuk ke handphone Roxas, dan itu dari Namine.

"Halo ? ada apa ?" tanya Roxas.

"Misi pencarian guru buat Zack sudah selesai. Bagaimana dengan lo ?" tanya dengan nada riang.

"Sebentar lagi mereka berangkat. Kalian mau iku ?"

"Boleh-boleh... ke mana ?"

"Radiant Garden, kom—"

"BUSET DAH ! Jauh bener!" potong Namine sambil berteriak. Roxas pun mengorek-ngorek kupingnya yang sakit karena mendengar Namine bertriak.

"Jadi kalian mau ikut tidak ?" tanya Roxas sekali lagi. Tak ada respon untuk beberapa detik, sepertinya mereka sedang berunding dahulu.

"Oke gue kesana, Riku juga ikut, sampai ketemu di sana" telepon pun terputus.

"Kayanya Riku di palak besar-besaran" kata Roxas iba. "Sekarang tinggal SMS Zack, tapi aku ga punya nomernya..." Roxas pun berpikir.

"Roxas, kami mau berangkat, mau ikut naik bus ?" tanya seseorang dari depan Roxas. Roxas pun yang sedang berpikir tiba-tiba teringat salah satu temannya yang sekelas dengan Zack. "Roxas ?"

"AH ! yah maaf, ada apa ?" tanya Roxas.

"Kau ngapain sih ngelamun ? aku tanya... kau mau ikut naik bus tidak ? kami mau berangkat" katanya kesal, dia perempuan berambut merah panjang, dia sedang mengenakan seragam cheerleadersnya yang berwarna orange dengan garis putih. Dia adalah Kairi, teman semasa kecil Roxas.

"Memang ada tempat kosong ?" tanya Roxas kembali. Kali ini Kairi menyetil dahi Roxas dengan kerasnya. "AAWW... kau kenapa sih ? aku kan nanya doang !" keluh Roxas.

"Kau bego atau apa ? kali aku nawarin mau naik.. bearti ada kursi kosong" kata Kairi.

"Iya deh aku ikut" kesal Roxas sambil mengusap-usap dahinya yang memerah.

"Hei ! aku mau meluk Bonny" pinta Kairi.

"Ga mau, sekarang dia milikku" goda Roxas.

"Apa maksudmu ? dia kan peliharaanku !" Kairi mencoba merebutnya, namun usahanya gagal, Roxas terus menjauhinya, Kairi pun mencoba lagi dan hasilnya sama. Perebutan Bonny berlangsung cukup lama. Sampai akhirnya...

"HEI KALIAN BERDUA ! APA YANG KALIAN LAKUKAN ? CEPAT MASUK !" teriak salah satu anggota cheerleaders, yang ternyata dia adalah kapten anggota cheerleaders. Roxas dan Kairi pun masuk ke bus dengan lesu.

Radiant Garden High School, Gerbang sekolah...

Rombongan Cheerleaders plus Roxas pun tiba. Radiant Garden High School merupakan sekolah unggulan di Radiant Garden, namun kebanyakan siswa yang lulus dari sekolah tersebut menjadi ilmuwan. Ini terbukti dengan siswa bernama Xemnas telah mendapatkan piagam Fisika tingkat dunia tahun kemarin.

Untuk tahun sekarang, kepala sekolah Radiant Garden High School mengirimkan siswanya yang bernama Saix.

"Aaaaahhhh... akhirnya sampe jugaaa" kata salah satu anggota cheerleaders.

"Kita liat-liat sekolahnya dulu yuk !" ajak teman yang satu lagi.

"Sekolahnya lebih gede dari pada sekolah kita..." Roxas melihat keseluruhan sekolah tersebut. Dia dan Bonny pun tampak kagum melihat gedung sekolah.

"Permisi... apa kau yang bernama Roxas ?" kata seseorang dari belakang Roxas. Roxas pun melihat kebelakang, ternyata dia adalah kapten cheerleader Twilight Town High school, Yufie.

"Ah kapten, ada apa ?" tanya Roxas.

"Bisa bantu angkatin barang-barang kami. Kebetulan saya harus bertemu dengan panitianya jadi ga bisa bantu. Maaf" pinta Tufie.

"Baiklah, taro dimana barangnya ?"

"Kairi akan menunjukannya, barang-barangnya ada di belakang bus. Maaf membuatmu repot, aku pergi dulu. Daaahh..." Yufie pun pergi menuju ruang panitia.

Roxas pun mengambil handponenya dan mencari nomer Namine, dia pun menelponnya.

"Oi Nam ! kalian di mana ?" kata Roxas.

"Kami bentar lagi sampe koq..." jawab Namine.

"Hmmm... di tunggu, kita banyak kerjaan nih" Roxas pun menutup handphonenya dan mencari bus yang tadi ditumpangi.

Sesampainya di sana, sudah beberapa barang bawaan berada di luar. Ternyata sudah ada yang menurunkan barang-barang sebelum Roxas diminta mengambil barang. Roxas yang penasaran melihat kedalam, siapa yang melakukan semua ini. Sebelum dia menaiki tangga bus, ada seseorang yang memanggilnya dari kejauhan.

"Roxas-sama ? sedang apa anda disini ?" tanya. Sontak Roxas yang sedang serius terkaget melihat Zack yang tiba-tiba bertanya dari belakang.

"AH ! ZACK ! sedang apa kau disini ?" tanya Roxas cepat dengan napas yang tak beraturan.

"Maaf 'kan saya mengejutkan anda. Saya kemari karena ada pertandingan persahabatan klub Kendo. Baru saja selesai. Anda sendiri sedang apa disini ?" tanya Zack dengan penuh sopan santun. "Bener-bener seorang samuria, kagum gue" batin Roxas.

"Biasa, ada yang minta tolong ngejagain babi ini" sambil menunjukan Bonny pada Zack. "Babi ini punya temanku, dia anggota cheerleaders"

"Hmmm... anda memang baik hati. Klo begitu ada yang bisa saya bantu ?" Zack pun menawarkan bantuanya.

"Ah ! Roxas. Kebetulan kau ada, bantuin aku nurunin barang-barang dong !" tiba-tiba dari belakang Roxas muncul Kairi dengan mentengteng koper berwarna pink.

"Ternyata kau ! kirain siapa... tapi untuk apa barang sebanyak ini ?" mengingat barang yang udah diturunin sudah kurang lebih lima tas olahraga besar plus satu koper yang di bawa Kairi.

"Anggota cheers kurang lebih ada sepuluh orang, untuk propertinya hanya ini" Kairi pun menaruh koper tersebut di samping tumpukan tas olahraga tadi. "Sisanya ada di atas"

"Roxas-sama ! ijinkan saya membantu anda !" teriak Zack dengan semangat.

"Hmm.. klo itu mau mu, terserah saja. Aku akan menjaga barang-barang ini" Zack pun berlari secepatnya kedalam bus dan mengambil tas satu persatu.

"Dia siapa ?" bisik Kairi.

"Zack, seorang samurai" Roxas pun tersenyum menjawabnya.

"Seorang samurai ? memang dia hidup di jaman apa sih ?" kata Kairi penasaran.

"Tak peduli orang mau menjadi apa, tapi yang penting adalah 'apa yang telah dilakukan untuk menjadi apa yang diinginkan'" kata Roxas sambil melihat Zack yang sedang menurunkan tas yang super besar. "Kau tau, untuk menjadi samurai, dia memengan prinsip konyol keluarganya, mungkin jika aku menjadi dia, aku bakalan keluar dari keluarga terebut. Namun dia menjalaninya dengan bangga, seolah dia berkata 'Aku akan menjadi samurai terhebat sepanjang masa'. Lalu dia giat berlatih dengan klub kendonya, bahkan klo kau tau, disedang menanggung harga diri yang terjatuhkan oleh Namine" jelasnya.

"Namine ? apa hubungannya ?" tanya Kairi.

"Yaaaa... Zack kalah melawan Namine. Namun dengan prinsip samurainya, dia meminta bantuanku untuk berlatih. Jika dia menerima kekalahannya, dia harus seppuku ato semacam itulah. Dalam hal itu, dia berpendapat bahwa kekalahan bukan hal yang patut untuk diterima begitu saja, tapi harus mencari kesalahannya dimana dan mencoba lagi"

"Kau ini. Selalu saja mendapatkan teman yang aneh, namun kau selalu mengambil sisi positifnya" kata Kairi sambil tertawa kecil. "Itu lah yang membuat aku kagum padamu" gumam Kairi pelan.

"HAH ? kau bilang apa ?" kata Roxas.

"AAAAAHHHH BUKAN APA-APA !" Kairi pun menonjok Roxas dengan keras sampai terpental jauh.

Zack yang melihat Roxas terpental langsung pergi menolongnya. Kairi yang memukulnya berteriak "Zack ! jika sudah selesai bawa barang-barang ini ke gedung olahraga yaaa ! aku akan ambilkan minum untuknya" dan dia pun pergi.

Gedung olahraga Radiant Garden High School...

Roxas dan Zack pun membawa barang-barang cheerleaders ke ruang ganti. Ruang ganti tersebut berada di sebelah kanan gedung olahraga. Di depan pintu sudah ada Yufie yang menunggu Roxas. Yufie sangat berterima kasih kepada Roxas, dan dia mengundangnya makan-makan sehabis kompetisi. Roxas hanya bisa bilang 'nantiku pikirkan' karena dia sedang bersama Zack. Setelah mereka pergi meninggalkan Yufie dan menuju kursi penonton, Roxas mengatakan bahwa dia sudah menemukan guru untuk Zack. Zack pun berterima kasih sebanyak mungkin kepada Roxas. Beberapa menit kemudian muncul Riku sendirian...

"Namine mana ?" tanya Roxas sambil mencari sekeliling Riku.

CTEK CTEK CTEK "Dia tiba-tiba lari terbirit-birit, setelah melihat kau dengan Zack" kata Riku.

"Ah, begitu" kata Roxas singkat. NGUIK NGUIK tiba-tiba Bonny bersuara dari atas kepala Roxas, dia tampak heboh melihat ke arah lapangan. Dan ternyata para anggota cheerleader sedang memasuki lapangan. Terdapat lima sekolah yang berpartisipasi, diantarnya Twilight Town, Radiant Garden, Disney Town, Agrabah dan Tranvese Town.

"Sepertinya mereka bakalan mulai" Bonny pun ikut bersemangat.

CTEK CTEK CTEK "Pesaing kita sepertinya berat" kata Riku.

"Karena...?" tanya Roxas kebinggungan.

CTEK CTEK CTEK "Lihat, pesaing berat kita hanya dua Radiant Garden dan Tranvese Town" jelas Riku dengan cepat. CTEK CTEK CTEK "Radiant Garden punya kapten yang bernama Yuna, sedangkan Tranvese Town punya idol yang bernama Shiki"

"Shiki ? siapa dia ?" tanya Roxas.

"Shiki-sama adalah idol terkenal, dia sudah melakukan konser besar-besar beberapa hari kebelakang, dan dia sudah membintangi beberapa film terkenal" jelas Zack.

CTEK CTEK CTEK "Bukan itu saja, menurut info yang kudapat. Cara cheerleader's Tranvese Town menggunakan intrumen R&B, dan anehnya gerakan mereka lebih kepada cover dance. Itu semua karena Shiki yang jago dalam hal dence, jadi semenjak dia masuk anggota cheerleader's Tranvese Town, konsep mereka berganti. Jika kita satu peringkat dibawah ato lebih baik diatas mereka, cheerleader's kita bisa dipastikan menjadi sorotan" jelas Riku yang panjang dan jelas.

"Sehebat itukah ?" kata Roxas ga percaya. Riku dan Zack hanya mengangguk cepat tanda itu semua benar. "Tapi, kita hanya bisa percaya kemampuan klub sekolah kita. Aku harap mereka bisa menang"

Kompetisi Selesai...

"Yaaahhh... kita cuman dapet peringkat ketiga" kata Roxas yang sedang senderan di gerbang sekolah.

"Tak kusangka Radiant Garden berada di peringkat empat" tambah Zack.

CTEK CTEK CTEK "Seperti yang aku kira, Tranvese Town menjadi juara, namun tak kusangka Disney Town menjadi yang kedua" kata Riku.

"Hmmm... sudahlah, sudah sore... kalian pulang duluan, aku masih harus menjaga Bonny" Bonny sedang tertidur dipelukan Roxas. "Dan Zack, besok kau datang saat istirahat oke. Ke kelasku" katanya.

"BAIK !" teriak Zack. "Saya pegang janjinya dengan sepenuh hati"

"Hahahaha... baiklah. Riku beri aku nomer Cloud-san" perintah Roxas.

Bzzzzt, Bzzzzzt handphone Roxas pun bergetar tanda SMS masuk, isi SMS tersebut adalah nomer telepon Cloud-san.

"Dan juga Namine. Sepertinya dia sudah pulang, apa dia setakut itu ?" kata Roxas. Beberapa saat kemudian gerombolan cheerleader's Twilight Town datang. Zack dan Riku pun berpamitan pulang, mereka berdua sudah cukup akrab.

"Roxas, kau bisa pulang duluan. Kami masih ada yang harus dikerjakan, kau taulah, banyak anggota kami melakukan kesalahan. Aku akan mengadakan observasi terhadap mereka" kata Yufie sang kapten klub.

"Observasi ? kau terlalu berlebihan kapten. Namun aku masih harus menjaga Bonny milik Kairi. Jadi bisa dibilang klo aku harus ikut" kata Roxas.

"Klo begitu, bawa dia sekalian. Menurutku dia sudah melakukan yang terbaik" Yufie mendorong Kairi yang berada disampingnya dari tadi. "Jaga dia sekalian" Yufie memberikan acungan jempol pada Roxas. Kairi hanya diam saja, dia kelihatan lesu dan kurang percaya diri.

"Ayo Kairi, kita pulang !" ajak Roxas sambil menjulurkan tangan kanannya. Kairi pun menyambut tangan tersebut dan mereka berdua pun bergandengan tangan.

Esok harinya...

Sekarang jam sedang menunjukan jam istirahat pertama, Roxas dan Namine tampak kelelahan di kelas, mereka berdua sedang duduk di bangku masing-masing.

"Oi Naminee..., kenapa lo kemarin ga bersama kami ?" tanya Roxas.

"Lo tau sendirikan, kalo dia sampe ketemu gue, bisa perang di sana" jawab Namine.

"Dan lebih penting dia mau kemari, gue yang nyuruh dia datang kemari" kata Roxas. Namine langsung berdiri dan memukul Roxas dengan tumpukan buku miliknya.

"Bilang dari tadi dong ! klo gitu gue pergi dulu" Namine pun pergi dengan cepat. Roxas pun hanya mengusap-ngusap kepalanya yang benjol akibat menerima amukan dari Namine. Roxas pun berdiri dan keluar kelas mencari udara segar. Di saat dia keluar, dia bertemu lelaki tegap dengan rambut blonde seperti Roxas, namun dia sedikit lebih tua darinya.

"Apa kau Roxas ?" tanya lelaki itu.

"Ah, benar. Dan anda siapa ?" Roxas balik nanya.

"Cloud Strife" katanya.

"Cloud-san ! jadi anda seperti ini rupanya" kata Roxas tanpa basa-basi."Tunggu sebentar ya, Zack akan segera kesini" tak lama kemudian, orang yang dibicarakan pun datang, tetap dengan berpakaian kimono dengan pedang kayu yang dia bawa.

"Selamat siang Roxas-sama, maaf saya terlambat, karena ada seseuatu hal yang tidak bisa dihindari" katanya sambil berpose meminta maaf yaitu sujud.

"Ah sudah tidak apa-apa, aku menyuruhmu kemari hanya akan memperkenalkan seseorang yang akan mengajarkan ilmu berpedang kepadamu" Roxas pun menunjukan Cloud kepada Zack. Zack yang melihatnya, langsung berdiri dengan rasa optimis. Dia pun langsung memperkenalkan diri kepada Cloud.

"Dengan begini, tugasku sudah selesai. Zack ! kau harus lebih kuat dari pada yang sekarang, agar harga dirimu kembali lagi"

"Terima kasih Roxas-sama. Lain kali saya akan lebih sering membantu anda" kata Zack.

"Daaaahhh! Berlatihlah yang keras" Roxas pun melambaikan tangannya. Zack dan Cloud langsung pergi ke klub Kendo berlatih. "Sekali lagi aku berhasil membantu orang"

"HEI KAU YANG DISANA !" tiba-tiba seseorang berteriak dari belakang Roxas. Roxas yang penasaran langsung mencari orang yang memanggilnya. Dia seorang lelaki yang sepantar dengan Roxas, dia berambut spiky dan berwarna coklat, wajahnya penuh dengan aura positif, sehingga membuat Roxas berpikiran bahwa dia bertemu orang aneh lagi. Namun yang mengalihkan perhatiannya adalah warna bola mata yang sama dan gelang merah yang terpasang di bahu kirinya.

"Anooo... kau siapa ?" tanya Roxas.

"AKU, AKU ADALAH WAKIL KETUA OSIS, SORA EUSTASS" teriaknya dengan menyilang kedua tangannya dengan mantap.

"Eustass ? kaya nama salah satu dari anime terkenal tuh" batin Roxas. "Jadi ada perlu apa kau bertemu denganku ?"

"Sebagai wakil ketua OSIS, aku perintahkan klub kalian untuk dibubarkan !" perintahnya sambil menunjuk Roxas.

"EEEEEHHHHH ! DI BUBARKAN ?" teriak Roxas.

TO BE CONTINUE...


Nah Beginilah chapter 3... gimana ? ku harap sih bisa diterima...

INFO :

Shiki,

Shiki adalah karakter yang aku ambil dari game yang muncul di Kingdom Hearts 3D, Shiki Misaki.

Eustass,

Nama belakang seorang bajak laut di serial One Piece, Kid Eustass.

Sora,

Sora di sini berperan sebagai, wakil OSIS di serial SKET DANCE, Tsubaki

Nah mohon kritik dan sarannya... .-b