Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T

Warning: OOC, AU, CrackFic, gaje dan hal absurd lainnya.

Pairing: NaruSasuNaru

Note: Hanya sebuah drabble simple dari author stres


All About Us

.

By: CrowCakes

~Enjoy~


My Fairy Tale


Snow White

Naruto menenteng sebuah apel ditangannya, kemudian matanya melirik Sasuke yang sedang bersih-bersih di ruang tamu.

Naruto tersenyum jahil lalu melempar apel tadi sekuat tenaga.

-DUAGH!-

Strike!—Tepat menghantam kepala Sasuke.

"APA KAU MAU MATI, DOBE?!" Teriak Sasuke kalap sambil menghajar Naruto dengan gagang sapu.

.

Esoknya, Naruto sudah terbaring dengan perban diseluruh tubuhnya di rumah sakit.

.

.

Cinderella

Cinderella: Sepatu kaca diberi oleh ibu peri.

Sasuke: Minjem sama Sakura.

.

Cinderella: Menari-nari kecil kemudian bergegas masuk ke dalam kereta kuda.

Sasuke: Mencoba menari—Sepatu kacanya pecah—masuk ke dalam ambulance.

.

"Teme, Kau kenapa?"

"Terkena pecahan beling." Jawab Sasuke masam.

.

.

Rapunzel

Sasuke berpikir, mungkin kalau rambutnya panjang pasti terlihat keren seperti Neji.

"Dobe, menurutmu, aku bagus rambut panjang tidak?"

"Kalau kau mau seperti Orochimaru sih... Silahkan saja." Jawab Naruto enteng .

Sejak saat itu Sasuke menghentikan obsesinya pada rambut panjang.

.

.

Beauty and the Beast

Sasuke berjalan dengan Rock lee, semua orang menatap aneh.

Esoknya, dia berjalan dengan Choji, semua orang masih menatapnya aneh.

Besoknya lagi, dia berjalan dengan Sakura, pandangan semua orang masih sama—yaitu pandangan aneh.

Tiba-tiba Naruto datang, "Wah, Sasuke... Setiap hari pembantu-mu berbeda-beda ya? Orang kaya memang hebat!" Celetukan cowok pirang itu membuatnya harus koma di rumah sakit karena dihajar Sakura.

.

.

Sleeping Beauty

Sasuke tidur dengan nyenyak di kasur, tetapi sebuah suara kecupan di bibir membuatnya terbangun.

Naruto sedang tersenyum lembut ke arahnya, "Selamat pagi, My Sleeping Beauty." Ucap cowok pirang itu mesra yang membuat Sasuke merona merah, membuatnya menarik tubuh cowok berkulit tan itu dan 'bermain' di bawah selimut dengannya.

.

.

Red Riding Hood

Konon katanya, di dalam hutan hidup seorang serigala yang akan memangsa gadis bertudung merah. Sasuke tidak percaya hal itu, cerita itu hanya mitos dan legenda belaka, bahkan baginya itu hanya dongeng pengantar tidur.

Tetapi sekarang Sasuke yakin cerita itu nyata, karena kini dirinya sedang 'dimakan' oleh serigala berambut pirang dan berkulit tan.

"Naruto, hentikan—kita masih latihan didalam hutan, bagaimana kalau ketahuan Kakashi-sensei?"

"Karena itu, pelankan desahan-mu, Teme."

.

.

The Princess And The Frog

"Teme! Teme! Coba kau cium Gamabunta." Kata Naruto sambil menunjuk kodok ninjanya.

"Tidak sudi!" Tegas Sasuke kesal.

"Kalau... Cium aku?" Pertanyaan polos dari Naruto membuat Sasuke harus memukul-mukul bahu cowok pirang itu dengan malu.

"Ahhh~Dobe, Kau bisa saja bercandanya~"

.

.

Hansel and Gretel

Naruto dan Sasuke tersesat dihutan. Tiba-tiba mereka menemukan sebuah gubuk yang agak reot—dimakan usia.

"Teme, Ayo kita menginap disana malam ini."

"Tidak mau, Dobe... Katanya ada penyihir."

"Argh, bullshit!" Seru Naruto sok berani, kemudian dia mengetuk pintu—dan kayu datar itu pun membuka perlahan.

Orochimaru melongokkan kepalanya, "Ya?" Tanya dengan suara serak.

Naruto dan Sasuke langsung kabur tunggang langgang sambil berteriak 'PENYIHIR!'

Dari dalam, suara Jiraiya terdengar, "Orochimaru-chan, Ada apa?"

"Hanya dua ekor serangga nakal yang mengganggu 'aktifitas senang' kita."

.

.

Alice in Wonderland

Naruto menari-nari di sekeliling taman bungga, menghentak-hentakkan kakinya ceria dengan beberapa kupu-kupu disekitarnya. Didepannya seekor kelinci dengan memakai jas dan memegang arloji jam ikut bernyanyi bersama Naruto.

Sasuke mendesah berat, "Itachi-san, hentikan memakai genjutsu mu pada Naruto...Dia seperti orang bodoh yang menari-nari di halaman belakang."

Itachi hanya tertawa kejam.

.

.

Pinokio

Naruto memperlihatkan sebuah boneka kayu yang dibuatnya susah payah. Sasuke hanya menatap boneka itu horor.

"Dobe, apa yang akan kau lakukan?"

"Tentu saja bermain, Teme." Timpal Naruto yang menyuruh Sasuke duduk dihadapannya.

Naruto mulai menyanyi dengan riang, "Jelangkung—jelangkung—disini ada pesta—"

.

.

Aladin

Naruto mendengar cerita tentang dongeng Aladin dan lampu ajaib. Besoknya dia menggosok seluruh lampu di rumahnya dengan semangat.

"Dobe, hari ini pun, kau masih rajin ya?...Pembantu yang hebat."

.

.

The Little Mermaid

Naruto senang akhirnya dia bisa berenang juga. Esoknya, dia berencana untuk berenang di laut.

"Dobe, hati-hati... Di laut banyak hiu."

Satu kenyataan pahit yang disebutkan Sasuke, membuat harapan Naruto hancur lebur.

.

.

PeterPan

Sasuke tahu ada yang tidak beres hari ini. Terlebih lagi Naruto menyerahkan sebuah pakaian berwarna hijau dan memiliki sepasang sayap dibelakangnya.

"Teme, ayo kita bermain..." Serunya senang, "Aku jadi Peterpan dan kau Tinkerbell..."

Saat itu juga, Sasuke membanting Naruto beserta pakaian yang diberinya.

.

.

Tarzan

Naruto meminjam anjing Kakashi, mencuri beberapa serangga dari Shino, menculik Tonton—babi kesayangan Tsunade, dan membawa kabur ular milik Orochimaru.

"Dobe, Kau ingin melakukan apa dengan semua hewan-hewan itu?"

"Membuat kebun binatang."

.

.

A Little Match Girl (Gadis penjual korek api)

Musim salju kali ini membuat Sasuke dan Naruto berjualan korek api untuk membantu misi Tsunade— yaitu membayar hutang-hutangnya yang menumpuk.

Sasuke yang kedinginan berusaha berteriak keras, "Korek api—belilah korek api ini—" tetapi tidak ada satu pun yang membelinya.

Kini giliran Naruto yang berjualan, "Petasan—Ayo dibeli petasan—Beli lima gratis tiga korek api—" Detik itu juga penjualannya langsung laris.

Naruto nyengir, "Aku hebat'kan, Teme—"

.

.


My Special Day: SasuNaru vs NaruSasu


.

.

/Marry Christmas/

Kalau seandainya ini SasuNaru:

Sasuke memakai syalnya kemudian segera berangkat menuju taman, disana sudah ada Naruto yang menunggunya sejak tadi.

Naruto yang berwajah manis langsung menoleh ketika Sasuke melambai ke arahnya.

"Teme—Kau kemana saja sih?" Protes Naruto dengan pipi yang mengembung—menandakan dia sedang kesal. Sasuke tersenyum menawan sambil menyerahkan syalnya ke Naruto kemudian mengecup hidung ukenya itu.

"Maaf membuatmu menunggu, rubahku—" Ucapnya dengan nada yang membuat Naruto memerah seketika.

.

Kalau seandainya ini NaruSasu:

Naruto mengambil jacketnya yang tebal kemudian bergegas keluar dari rumahnya. Tubuhnya yang tinggi berusaha menerobos kerumunan orang ditaman untuk menuju ke arah Sasuke yang sedang menunggunya di kursi taman.

"Kau lama, Dobe!" Protes Sasuke kesal. Naruto hanya nyengir.

"Maaf—tadi macet—" Jawabnya singkat.

.

.

/Valentine/

Kalau Seandainya ini SasuNaru:

Naruto berlari terburu dengan membawa sekotak cokelat untuk diberikan pada Sasuke. Mata saphire nya melirik sang pujaan hati sedang duduk dibawah pohon. Dengan tergesa-gesa Naruto segera berlari, tetapi batu yang berada dibawah kakinya membuatnya langsung terjerembab ke tanah.

Naruto terisak menangis—bukan karena kakinya terkilir melainkan kotak cokelatnya berhamburan di tanah. Sasuke yang melihat segera berjalan khawatir ke arahnya.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Sasuke cemas. Naruto menggeleng pelan dengan isakan tangis.

"Cokelat untukmu—hancur. Maafkan aku Sasuke—huweeee!" Pemuda pirang itu menangis keras sedangkan Sasuke hanya tersenyum lembut.

Cowok raven itu mengambil potongan cokelat yang terjatuh tadi, kemudian memasukkan ke dalam mulutnya, Sasuke tersenyum lembut, "Cokelat buatanmu sangat enak, Dobe. Jadi jangan menangis lagi—oke?" Kecupan di kening membuat wajah Naruto memerah.

.

Kalau Seandainyan ini NaruSasu:

Naruto yang termasuk anak berandalan di sekolah langsung meggebrak masuk ke kelas Sasuke.

"SASUKE! COKELAT UNTUKKU MANA?!" Raungnya kesal. Sedangkan Sasuke—si pemuda cuek hanya mendesah lelah.

"Aku tidak bikin—" Jawabnya santai.

Naruto hampir saja membalikkan meja kalau tidak ditahan oleh Iruka-sensei. "CEPAT BIKIN! AKU INGIN COKELAT BUATANMU SEKARANG!" Teriaknya emosi. Pemuda pirang itu kesal karena cuma dia saja yang tidak diberi cokelat oleh kekasihnya ini. Sedangkan teman-temannya sudah diberi cokelat oleh para kekasih mereka—hal itu membuat Naruto iri.

Sasuke hanya menghela napasnya kemudian berjalan ke arah Naruto, membuka kemeja atasnya, kemudian melilitkan pita merah ke leher dan tubuhnya, membuat teman-teman sekelas langsung menahan napas karena kaget.

"Kalau aku yang jadi 'cokelatmu' saja bagaimana?" Tanya Sasuke yang membuat Naruto terdiam.

Naruto menggaruk belakang kepalanya malu-malu, "A—Ano—Ba—Baiklah. Aku tidak akan marah lagi." Ucapnya sambil mengembalikan meja yang hampir dibantingnya.

Sasuke mendesah—menjinakkan Naruto memang mudah, semudah membuatnya naik darah.

.

.

/Hallowen/

Kalau Seandainya ini SasuNaru:

Ting-Tong—Bel depan rumah Naruto berbunyi, membuat cowok manis itu segera membukkan pintunya.

Naruto memutar kenop pintunya kemudian membukanya dengan cepat, Tiba-Tiba...

"GWAAARRGG!—" Sasuke yang memakai topeng hantu berusaha menakuti Naruto, membuat cowok itu berteriak ketakutan.

"KYAAAA—" Naruto terjatuh dengan karena kaget, sedetik kemudian dia menangis karena takut. Sasuke panik dan membuka topengnya.

"Na—Naruto, Maaf. Kau pasti kaget ya?" Jelas Sasuke sambil menepuk-nepuk kepala Naruto. Pemuda pirang itu berusaha menahan tangisnya.

"Teme! Kau jahat—" Jerit Naruto yang tidak terima ditakuti seperti itu. Sasuke tersenyum, berusaha menahan tawanya, kemudian—

"Happy Hallowen—" Ucap Sasuke mesra sambil mencium bibir Naruto. Pemuda pirang itu menghentikan tangisnya kemudian membalas ciuman Sasuke.

"Happy Hallowen—Teme."

.

Kalau Seandainya Ini NaruSasu:

Naruto sudah menyiapkan topeng serigalanya, dia berniat menakuti Sasuke saat datang kerumahnya itu. Didalam hati Naruto sudah cekikikan tidak karuan. Dia ingin melihat momen dimana wajah Sasuke yang stoic berubah menjadi wajah ngeri dan pingsan. Pasti sangat memalukan—pikir Naruto lagi.

Ting-Tong—Naruto memencet bel.

1 detik—tidak ada jawaban

2 detik—masih belum ada jawaban.

Dengan kesal Naruto harus mendobrak masuk sambil berteriak, "SASUKE! DIMANA KAU!—"

Hening—ruangan apartemen pemuda raven itu kosong. Naruto yang bingung berusaha beranjak menuju kamar Sasuke.

-Cklek- pintu kamar dibuka oleh Naruto. Mata birunya terbelalak kaget, mulutnya ternganga dan tangannya menunjuk takut-takut pada Sasuke yang masih telanjang di atas tempat tidur.

Sasuke terkejut, "Dobe—Jangan masuk sembarangan. Aku belum memakai baju—Astaga, kau menakutiku!" Ujar Sasuke sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Bibir Naruto langsung membuat seringai aneh.

Sasuke waspada, "Ma—mau apa kau?"

Naruto menjilat bibir atasnya—layaknya serigala yang kelaparan, "Happy Hallowen, Teme—" Bisiknya sambil merangkak menuju ranjang Sasuke.

Detik selanjutnya, sudah tidak ada gumaman protes Sasuke karena suaranya sudah tenggelam oleh desahan mereka berdua.

.

.

/Happy New Year/

Kalau Seandainya ini SasuNaru:

Naruto menarik-narik Sasuke untuk melihat perayaan kembang api di taman kota. Senyum cerianya terus menghiasi bibir cowok manis itu, bahkan Sasuke pun hanya bisa mendesah pelan menuruti permintaan Naruto.

"Ne—Ne—Teme... Aku mau permen kapas, boleh?" Tanya Naruto sambil bergerak menuju stand yang menyediakan berbagai makanan manis. Sasuke berdecak kesal.

"Bukankah kau kesini hanya untuk melihat kembang api? Jadi kita tidak perlu membeli apapun, mengerti?" Jelas Sasuke lagi. Naruto memperlihatkan mimik cemberutnya.

"Oh ayolah, Teme—satu permen kapas, ya?" Rengek pemuda pirang itu sambil menarik lengan Sasuke, meminta persetujuannya.

"Baiklah—Baiklah—cuma satu saja, nanti gigimu sakit." Kata Sasuke yang mengambil satu permen kapas berwarna merah muda kemudian menyerahkannya pada Naruto.

Cowok pirang itu tersenyum riang, "Terima kasih, Sasuke."

"Hn—ayo kita lihat perayaan kembang apinya—" Ucap Sasuke yang menarik lengan Naruto.

Di jembatan kecil, Naruto dan Sasuke bisa melihat jelas letupan-letupan warna-warni di langit dari petasan. Bahkan mata biru Naruto tidak bisa membedakan mana yang lebih indah antara kembang api itu atau bintang yang terang.

Sasuke tersenyum melihat kekasihnya itu terkagum-kagum melihat perayaan tahun baru. Dengan lembut pemuda raven itu menyentuh pundak Naruto kemudian mengecup pipinya pelan.

"I Love You, Dobe—" Ucap Sasuke yang mengalihkan perhatian Naruto ke arahnya.

Naruto tersenyum lebar, "I Love You Too, Teme—"

.

Kalau Seandainya ini NaruSasu:

"Astaga Dobe! Ayo cepat berangkat! Nanti kita telat ke perayaan tahun baru—" Seru Sasuke sambil menjitak kepala Naruto yang sibuk bermain game.

"Iya—Iya—kau itu cerewetnya mirip tante-tante saja." Rutuk Naruto yang mengambil jacket orange kebanggannya. Sasuke berdecak kesal.

"Pakai yukata donk—Lihat, aku juga memakai yukata-ku." Ujar Sasuke sambil memutar badannya, memperlihatkan yukata berwarna biru gelap. Naruto memutar bola matanya malas.

"Aku cukup jacket saja—" Ucapnya lagi tidak peduli.

"Gaah—Kau menyebalkan, Dobe!" Gerutu Sasuke yang berjalan melewati Naruto. Pemuda pirang itu hanya mendesah lelah.

.

Di taman kota, beberapa stand makanan berjejer di kiri-kanan dengan lampu-lampu berwarna-warni yang menghiasi sekitarnya. Naruto terlihat girang sambil membeli beberapa permen kapas dan topeng rubah di kepalanya. Sasuke mendengus sebal.

"Kau bisa sakit gigi kalau memakan permen kapas sebanyak itu." Ucap pemuda raven itu. Naruto hanya memperlihatkan cengiran khasnya.

"Mau bagaimana lagi—aku suka yang manis." Jawab Naruto sambil menyodorkan satu permen kapasnya pada Sasuke.

"Sudahlah—ayo kita melihat kembang apinya. Sebentar lagi dimulai." Ucap Sasuke yang langsung menarik Naruto menuju sebuah bukit yang bisa melihat pemandangan taman dari atas sana.

Dari atas, Naruto bersiul takjub melihat pemandangan kota dibawah mereka. Lampu-lampu kota, gemuruh riuh warga yang bersorak ketika kembang api pertama meluncur ke langit dan—bintang jatuh.

"Teme—kau tahu, aku suka tahun baru kali ini." Kata Naruto yang mendapat tatapan bingung dari Sasuke.

"Kenapa?" Tanya pemuda raven itu sambil memakan sedikit permen kapas ditangannya.

Naruto berbalik ke arah Sasuke kemudian menampilkan cengiran lima jari khasnya, "Karena kali ini dirayakan bersamamu, Teme." Sambungnya lagi.

Sasuke hanya terdiam kemudian tersenyum, "Aku membencimu, Dobe—" Bohong Sasuke. Naruto tertawa kemudian menarik leher Sasuke, membuat wajah mereka semakin mendekat.

"Aku juga mencintaimu, Teme—" Dan ucapan Naruto tertelan oleh ciumannya di bibir pemuda raven itu.

.

.

/Happy Fanfiction Day/

Kalau Seandainya ini SasuNaru:

Jari-jari Naruto mengetik dengan cepat di keyboard komputernya matanya terus menatap layar dengan pandangan serius. Sasuke yang berada dibelakangnya hanya meliriknya malas.

"Kau sedang apa sih, Dobe?" Tanya pemuda raven itu. Naruto memutar badannya untuk menatap Sasuke.

"Oh Astaga, Sasuke—Kau tidak akan percaya ini." Kata Naruto sambil menunjuk layar komputernya yang bertuliskan 'SasukexNaruto in Action: Rated M'.

Sasuke mengangkat alisnya bingung, "Memangnya ada apa dengan itu?"

Naruto mengerang, "Di dalam cerita itu aku berperan sebagai 'Uke'!"

"Oh ya—coba praktekan seperti apa 'uke' itu?" Tantang Sasuke dengan seringai misterius. Dengan semangat Naruto melepaskan bajunya kemudian bergerak menuju Sasuke.

Pemuda raven itu yakin—malam ini pasti pantat Naruto akan sakit.

.

.

Kalau Seandainya ini NaruSasu:

"Teme—Teme!" Naruto berteriak memanggil nama kekasihnya sambil membawa laptop kesayangannya. Sasuke yang berada didapur hanya menatap pemuda itu bingung.

"Ada apa?" Tanya Sasuke yang terkejut ketika Naruto memperlihatkan sebuah fanfic rated M dengan pairing NarutoxSasuke.

"Dalam cerita ini kau terkesan hebat— maksudku—lekukan tubuhmu." Ujar Naruto sedikit bersemangat. Sasuke berdecak malas.

"Lupakan—itu hanya fanfic tidak penting. Lebih baik kau membantuku memasak." Jawaban dari Sasuke membuat wajah Naruto berubah masam.

Pemuda pirang itu meletakkan laptopnya di meja makan kemudian berjalan menuju Sasuke—memeluk pemuda itu dari belakang.

"Ne—Teme. Aku ingin melihat lekuk tubuhmu." Goda Naruto sambil memasukkan tangannya ke dalam baju Sasuke.

Pemuda Uchiha itu mendesah—Hahhh—makan malam kali ini pasti akan terlambat lagi.

.

.

RnR Pleae ^^/

Lagi-lagi author bingung mau nerusin fic yang mana, jadinya malah bikin drabble aneh ini lagi =='

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T

Warning: OOC, AU, CrackFic, gaje dan hal absurd lainnya.

Pairing: NaruSasuNaru

Note: Hanya sebuah drabble simple dari author stres