Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rating: T
Warning: OOC, AU, CrackFic, gaje dan hal absurd lainnya.
Pairing: NaruSasuNaru
Note: Hanya sebuah drabble simple dari author stres
All About Us
By: CrowCakes
~Enjoy~
.
.
Fluff/Romance/Sweet
Sweet Moment
Menurut Shikamaru, sweet moment itu adalah dimana dia bisa tidur sepuasnya tanpa diganggu rengekan Kiba yang minta cium.
Sedangkan menurut Neji, sweet moment itu adalah saat dirinya mengucapkan 'selamat ulang tahun' pada Gaara di sebuah restoran mahal dan romantis.
Tetapi menurut Sasuke, sweet moment itu adalah ketika dirinya dan Naruto bermain kejar-kejaran di taman bunga.
.
Sai yang kebetulan berada di dekat taman langsung berteriak, "HEI KALIAN BERDUA! BERHENTI BERAKTING LAYAKNYA FILM BOLLYWOOD!"
.
.
.
First Kiss
Bagi Sakura, impian setiap cewek adalah melakukan ciuman pertamanya dengan lelaki pujaan hati.
Sedangkan bagi Hinata, ciuman pertama harus dilakukan di tempat yang paling romantis, misalnya di hotel mewah atau di perayaan kembang api.
Tetapi bagi Naruto, ciuman pertama itu yang penting adalah bagaimana melakukannya dengan baik dan benar.
"Hmmph—Naruto—Sudah—Hmphh—Cukup—"
"Oh ayolah Sai—aku ingin latihan ciuman dulu denganmu sebelum melakukannya dengan Sasuke."
.
.
.
Chocolate
Kalau kau bertanya pada Choji apa itu cokelat, dengan lantang dia akan menjawab, "OH—MAKANAN!"
Tapi kalau kau bertanya apa itu cokelat pada Sasuke, cowok itu akan menjawab, "Maksudmu—Naruto yang berjemur di pantai seharian? Dia memang seksi—"
.
.
.
Anjing
Kakashi menyukai anjing—benar-benar suka! Dia bahkan menamai seluruh anjing ninjanya dengan nama-nama artis Adult Video yang terkenal.
Berbeda dengan Sasuke—dia pembenci anjing! Benar-benar benci!
"Teme—Woof—Woof—" Seru Naruto yang bergaya mirip anjing lucu dengan aksesoris telinga anjing dikepalanya. Sasuke terdiam.
"Dobe—aku suka anjing—mulai detik ini juga!"
.
.
.
Surat Cinta
Neji yang menerima setumpuk surat di lokernya hanya tersenyum geli sambil berpikiran, "Ini pasti surat cinta dari Gaara."
.
Tetapi kalau Shikamaru yang menerima setumpuk surat cinta di loker, dia akan langsung membuangnya di tong sampah tanpa berpikir panjang—yang tentu saja disambut teriakan histeris Kiba, "KENAPA KAU MEMBUANG SURAT CINTAKU! BACA BODOH!"
"Cih—Mendokusei!"
.
Sedangkan kalau Naruto yang menerima surat cinta, dengan tangan gemetar dia berlari menuju Sasuke kemudian berteriak, "TEME! KAU MENANTANGKU BERKELAHI YA?! GAK USAH PAKE SURAT-SURATAN SEGALA!"
Yang dijawab Sasuke sambil menyeringai, "Dobe—surat cinta mewakili rasa sayangku padamu." yang ditanggapi Naruto dengan merindingnya bulu kaki.
.
.
.
Sekolah
Menurut teori Shikamaru, sekolah adalah rumah keduanya yang berarti boleh tidur dimana saja dan kapan saja.
Lain halnya dengan Gaara, sekolah adalah tempat dimana dia bisa memandang Neji dengan tatapan kagum sambil bergumam, "Neji-senpai—"
Tetapi bagi Naruto, sekolah adalah tempat dimana dia bisa mengintip Sasuke di ruang ganti sambil menyiapkan kamera videonya.
"Wohh—Sasuke—hari ini pun tubuhmu masih terlihat seksi dan mulus."
.
.
.
Kakak
Seorang kakak bagi Sasuke merupakan hal yang penting. Tanpa seorang kakak, Sasuke yakin dirinya masih lemah dan tidak bisa apa-apa.
Begitupun Naruto, dia juga berpendapat bahwa seorang kakak mengajarkan segala hal yang penting bagi adiknya, seperti yang dilakukan Kurama sekarang.
"Nah Naruto—jangan lupa—masukkan bubuk tidur ini ke dalam minuman Sasuke dan 'Rape' dia sesukamu, mengerti?"
Naruto hanya mengangguk dengan seringai iblis, "Kau memang kakak yang terhebat, Kyuubi-niichan."
"Ho—ho—ho—"
.
.
.
Santa Claus
Dulu Sasuke percaya pada makhluk bundar berbaju merah yang menggendong sekantong mainan untuk anak-anak adalah santa claus.
Tetapi sekarang dia paham bahwa santa claus itu hanyalah seorang cowok mesum berkulit tan, berambut pirang dan memiliki wajah tampan.
"Nah Teme—karena hari ini, hari natal, aku akan berikan 'hadiah' spesial bagimu. Sekarang buka pahamu lebar-lebar ya, manis—"
.
.
.
Belajar
Rock Lee suka olahraga, dia selalu bersemangat sambil berseru, "MASA MUDA YANG CERAH!"
Berbeda dengan Shikamaru, cowok itu benci belajar dan lebih suka tidur.
Sedangkan Kiba menyukai pelajaran matematika, karena pada saat itu dia bisa melihat Shikamaru yang tertidur.
Lain halnya dengan Naruto, dia suka belajar bahasa inggris, karena saat itu—
"SASUKE-SENSEI—I LOVE YOU!"
Sasuke hanya tersenyum tipis, "I Love You Too—"
.
.
.
Hyuuga
Siapa sih yang tidak kenal si kembar dari keluarga Hyuuga?—Hinata dan Neji. Mereka sama-sama memiliki mata lavender dan berambut panjang hitam. Bahkan Naruto saja harus melototkan mata ketika melihat si manis Hinata berjalan ke arahnya.
"A—Ano, Naruto-Senpai. Se—selamat pagi." Sapa Hinata yang sedikit pemalu. Naruto menjadi salah tingkah, dia ingin membalas sapaan Hinata tetapi langsung terdiam ketika melihat Sasuke yang berjalan angkuh ke arahnya.
"Dobe—ayo pergi." Kata Sasuke dengan nada dingin seakan-akan mengatakan—berani selingkuh, jangan harap besok masih bisa melihat matahari terbit.
Dan Naruto hanya menurut—dia mengerti bahwa keluarga Hyuuga merupakan keluarga yang paling kuat, tetapi masih kalah kuat dibandingkan sikap angkuh keluarga Uchiha.
.
.
.
Pacaran
Sebelum memulai pacaran, setiap orang pasti harus menyatakan cintanya dulu pada orang yang disukai. Contohnya saja Neji yang dengan suara gugup mengatakan suka pada Gaara. Atau Kiba yang dengan lantangnya berteriak dari lantai dua bahwa dia ingin pacaran dengan Shikamaru—yang tentu saja diterima dengan santai oleh pemuda pemalas itu.
Tetapi berbeda dengan Naruto dan Sasuke. Mereka tidak pernah saling menyatakan cinta atau berpuisi romantis layaknya remaja ababil di tivi. Mereka hanya saling mengejek dengan panggilan 'Dobe' atau 'Teme' dan berakhir dengan pukul-pukulan atau tonjok-tonjokan. Bahkan Sakura yang melihat pun harus bersusah payah untuk melerai pertengkaran mereka.
Kakashi mencoba menghentikan Sakura sambil berbisik misterius, "Kadang-kadang cinta juga harus diselingi dengan pertengkaran... Manis—bukan?"
Sakura berdehem, "Kakashi-sensei—kau tidak nyambung!"
.
.
.
Kecoa
Semua orang benci kecoa! Makhluk kecil yang imut dan ajaib itu merupakan serangga yang dibenci oleh Naruto juga. Pernah suatu kali Sasuke marah-marah pada Naruto karena masalah kecoa yang berlalu lalang di dapur.
"DOBE! APA YANG KAU LAKUKAN?!"
"Membunuh kecoa, Teme." Jawab Naruto santai sambil memasukka kecoa mati tadi ke tong sampah. Sasuke makin menggeram kesal.
"ITU HADIAH DARI SHINO DI PERTUNANGAN KITA! KENAPA KAU BUNUH!"
"Bisa tidak, dia memberikan hadiah yang biasa saja? Jangan kecoa menjijikan seperti ini?!"
.
.
.
Selingkuh
Bagi Neji, Selingkuh itu ibarat barang curian, boleh diambil tidak boleh sampai ketahuan.
Sedangkan bagi Choji, selingkuh itu ibarat cemilan, hanya dimakan diwaktu senggang.
Tetapi bagi Naruto selingkuh itu adalah kiamat, sekali ketahuan, kau akan disiksa sampai akhir dunia.
"DOBE! JELASKAN PADAKU! SIAPA WANITA INI?!" Teriak Sasuke sambil menunjuk Sakura.
Naruto panik, "Di—dia hanya teman, kok."
"TEMAN TIDAK MESRA-MESRAAN DI LOVE HOTEL! APALAGI SAMPAI TELANJANG BEGINI!"
"Nah—itu dia teme. Aku dan Sakura sedang mengerjakan PR biologi tentang reproduksi manusia."
.
.
.
Bohong
Semua orang pasti sering berbohong—benar? Mau bohong kecil sampai bohong besar pun, tetap saja dianggap bohong. Begitu juga yang dialami oleh Shikamaru, dia sering berbohong pada Kiba mengenai kesukaannya pada anjing. Padahal sejujurnya Shikamaru sangat alergi anjing, tetapi rasa cintanya pada Kiba, mau tidak mau membuatnya harus berbohong agar pemuda kesayangannya itu tidak sedih.
Lain halnya dengan Sasuke, seberapa keras dia ingin jujur, tetap saja yang keluar dari mulutnya adalah kebohongan besar.
"DOBE! AKU MEMBENCIMU!" Teriak Sasuke suatu kali pada Naruto yang sibuk menggoda Hinata.
Malamnya, Naruto datang sambil membawa bunga mawar, "Ne—Teme, maafkan aku ya sudah membuatmu marah. Aku mencintaimu—"
Dan kebohongan Sasuke tenggelam bersama ciumannya di bibir pemuda pirang itu.
.
.
.
Baju Baru
Setiap orang pasti ingin baju baru yang mewakili dirinya. Misalnya baju yang terkesan manis atau imut, maupun yang terkesan keren dan hebat. Sama halnya dengan Naruto, dia juga selalu merubah pakaiannya yang dulu berjacket warna jeruk cerah, kini dia lebih memilih jacket berwana hitam walaupun masih ada warna jingga menyala.
Lain halnya dengan Sasuke. Dulu dia berpakaian rapi dengan baju biru dan lambang Uchiha di belakang bajunya, kini dia memilih baju tradisional jepang warna putih dengan belahan dada panjang.
Naruto hanya berceletuk singkat, "Teme—dadamu mulus. Aku suka."
Dan esoknya, Sasuke memilih baju dengan belahan dada yang lebih terbuka lagi sambil memekik girang dalam hati, "Oh Mai Goat! Naruto melirik dadaku! DADAKU!—"
.
.
.
Gaya
Kalau kau bertanya apa itu gaya pada Shikamaru, kemungkinan besar dia akan menjelaskan rumus-rumus gaya gravitasi bumi dan gaya tarik magnet.
Tetapi kalau kau bertanya apa itu gaya pada Rock lee yang suka olahraga, kemungkinan dia akan menjawab beberapa gaya senam, gaya lari, bahkan sampai gaya renang.
Lain halnya kalau kau bertanya pada sasuke, pemuda raven itu dengan cepat akan menjawab, "Maksudmu—Gaya doggy style? Atau gaya on top?" See?—Sasuke tetap mesum sampai sekarang.
.
.
.
Sosial Media
Neji suka menulis di sosial medianya dengan kata-kata puitis yang dicomotnya dari baris-baris puisi orang, tanpa tahu makna sebenarnya.
Choji suka memotret makanan yang dimakannya kemudian meng-upload nya ke sosial media, biar terlihat keren atau eksis.
Shikamaru lebih suka menulis memakai lirik lagu berbahasa inggris atau jepang atau bahasa lain biar terkesan pintar.
Sedangkan Naruto lebih suka menulis dengan kata-kata yang singkat dan tidak penting, misalnya saja—
'Hari ini hujan'—berpuluh-puluh orang comment dengan tidak penting juga.
atau—
'Ihh, Bete!'—beratus-ratus orang nge-like jempolnya.
atau—
'S4ShuKe H4r1 iNi 1m03t BaN6et'—dan yang balas comment pun sama alay nya dengan Naruto.
.
.
.
Dirty Talk
Sebagian besar orang suka bermain kata-kata dan merangkainya untuk membuat libido pasangan naik seketika. Seperti halnya Kiba yang menggoda Shikamaru dengan mengatakan—
"Malam ini, aku punya 'kejutan' untukmu." Suara menggoda dan bernada misterius dari Kiba membuat Shikamaru harus memikirkan kata-kata pemuda penyuka anjing itu dengan wajah memerah.
Berbeda dengan Neji, dia langsung mencium pipi kenyal Gaara kemudian berbisik, "Gaara-chan, milikku sudah 'berdiri'—" Yang ditanggapi Gaara dengan tersentak malu.
Lain lagi dengan Sasuke, dia memilih rebahan di atas ranjang sambil tersenyum menggoda ke arah Naruto, "Dobe—ayo katakan sesuatu. Misalnya yang berbau dirty talk?"
Naruto tersenyum, kemudian berbisik, "Sampah, toilet, dapur—"
"DOBE! KAU BODOHNYA MINTA DIBUNUH!"
.
.
.
Jatuh cinta
Saat Shikamaru jatuh cinta, dia tidak bisa tidur dan hanya memikirkan orang yang disayanginya.
Saat Neji jatuh cinta, dia tiba-tiba selalu tersenyum bahkan saat di hukum oleh Kakashi-sensei.
Saat Sasuke jatuh cinta—
"Dobe! Aku akan pergi bersama Orochimaru. Kau tidak perlu mengejarku atau membawaku pulang, mengerti?!"
"Baiklah—pulangnya bawa oleh-oleh ya." Sahut Naruto tidak peduli.
Sasuke geram dan marah-marah sendiri layaknya gadis tsundere, "KAU BODOH, NARUTO! AKU INGIN DIKEJAR! AKU INGIN KAU BILANG 'JANGAN PERGI, TEME!'—BEGITU!"
Naruto ngupil, "Oh—oke."
.
.
.
Pertarungan
Bukan rahasia lagi kalau Naruto selalu berniat membawa Sasuke kembali ke Konoha. Sampai mati pun, pemuda pirang itu ingin agar Sasuke kembali.
"TEME! KAU HARUS KEMBALI KE KONOHA!—SEKARANG JUGA!"
"Kalau aku tidak mau?"
Naruto mengepalkan tangannya, "Aku akan menyeretmu paksa, tetapi kalau kau tetap tidak mau kembali juga, aku akan mematahkan kakimu dan menggendongmu ke Konoha, dan kalau itu belum cukup membawamu ke Konoha, aku akan mematahkan kedua tanganmu dan memotong lidahmu agar kau tidak bisa berontak untuk dibawa pulang—karena kau temanku."
Sasuke terdiam dengan wajah kaku, kemudian menjauh pergi meninggalkan Naruto yang berteriak marah.
Di kediaman Orochimaru, Sasuke langsung masuk ke kamar kemudian menulis sesuatu di diary nya.
.
Dear Diary, aku sedih deh—Naruto tidak mengerti perasaanku. Padahal aku hanya ingin dia bilang 'aku cinta padamu' dan aku pasti akan langsung kembali ke Konoha. Aku tidak meminta persaudaraan ataupun teman. Aku hanya ingin dia menjadi kekasihku.
.
Dan seharian itu Sasuke galau berat di markas Orochimaru.
.
.
.
Cinta Sakura
Sakura, si gadis berambut pink memang sangat mengidam-idamkan Sasuke. Memujanya layaknya cewek-cewek ababil memuja boyband mereka. Memasang poster segede babon di pintu kamar, menyembah-nyembah boneka idola mereka bahkan curhat-curhatan dengan foto idola yang disimpan di saku dompet.
Tetapi saat Naruto yang dulu bodoh, nakal dan usil berubah menjadi seorang cowok dewasa yang kuat, tampan dan dewasa. Sakura langsung jatuh hati pada Naruto.
"Naruto, aku menyukaimu." Terang Sakura saat mereka berdua duduk ditaman. Naruto tersenyum.
"Maaf—aku sudah menyukai seseorang. Dia yang dari kecil terus bersamaku, berkelahi denganku, bertengkar denganku, dan dia yang selalu mengerti pederitaanku tanpa melihat status diriku sekarang maupun wajahku. Karena itu aku akan terus menyukainya."
Sakura terdiam, "Walaupun aku sudah menjadi cantik seperti sekarang, kau masih tidak mau bersamaku?"
Naruto menggeleng lemah, "Aku tidak butuk pendamping yang cantik, aku hanya butuh orang yang mengerti diriku—permisi Sakuan-chan."
.
.
.
Cinta Hinata
Gadis pemalu yang manis itu selalu menunduk malu ketika Naruto lewat didepannya. Dia hanya bisa memandang Naruto dari jauh dan menganggumi cowok pujaannya itu. Sampai dimana perasaannya sudah meluap-luap dan ingin segera mengutarakannya pada Naruto, karena itu dengan cepat Hinata menarik tangan Naruto kemudian berbicara dengan lantangnya.
"Naruto-kun, aku menyukaimu." Kata Hinata dengan wajah memerah.
Naruto terpaku sejenak kemudian menggaruk belakang kepalanya salah tingkah, "Aku senang kau menyukaiku—tetapi aku sudah menyukai seseorang."
"Siapa itu?" Tanya Hinata langsung.
Naruto menggaruk pipinya kemudian menyeringai lebar, "Dia orang yang selalu membuatku terus berusaha maju, orang yang selalu menyemangatiku, dan orang yang membuatku kuat, walaupun dia sangat sombong."
Hinata menunduk, "Oh—" Dan gadis itu sudah tahu siapa yang disukai Naruto tanpa harus mengucapkan nama.
.
.
.
Cinta Sasuke
Kalau Naruto disuruh mendiksripsikan Sasuke, pemuda pirang itu akan mengucapkan selusin kata sumpah serapah yang ditujukan untuk Uchiha bungsu itu. Seperti—Teme, Angkuh, Sombong, Sok keren, Sok seksi, Rambut gagak tapi ingin dibilang emo, Menyusahkan terlebih lagi saat diculik Orochimaru, Keras kepala karena tidak mau pulang, remaja ababil yang selalu memakai baju terbuka, dan kata-kata tidak pantas lainnya.
Tetapi walaupun begitu, Naruto tetap saja berusaha mengajak Sasuke pulang. Memohon padanya, menyumpahinya durhaka pada guru, dan berteriak marah saat Sasuke seenaknya mengatakan bahwa dia akan pulang saat dirinya mati.
"Teme—Bisa kau sudahi sandiwara murahan ini dan cepat pulang ke Konoha?" Tanya Naruto saat mereka berdua saling berhadapan.
"Aku ingin jadi kuat. Karena itu aku tidak bisa kembali." Jawab Sasuke dingin. Naruto mengurut keningnya yang berdenyut. Pemuda pirang itu marah.
"Kau tidak perlu kuat—" Sahut Naruto lagi yang ditatap gusar oleh Sasuke, "—kau hanya perlu bersamaku." Lanjutnya yang membuat sang Onyx terbelalak lebar.
Naruto membuka mulutnya lagi, "Kalau kau terluka, aku akan berkelahi untukmu, kalau kau menangis aku akan meminjamkan bahuku untuk kau bersandar, jadi—kembalilah. Aku akan menjagamu, dan menjadi kuat untukmu."
Sasuke mendengus kesal, "Itu saja tidak cukup, Nar—"
"Karena aku mencintaimu, Uchiha Sasuke." Potong Naruto yang tidak memberi kesempatan Sasuke untuk protes. "Kembalilah—karena aku membutuhkanmu."
Sasuke terpaku diam, kemudian menunduk menatap tanah, "Padahal kau hanya cukup mengatakan begitu, dan aku pasti akan kembali—tapi kau malah menghabiskan beratus-ratus episode dengan kata-kata pahlawan seperti 'Sasuke itu temanku' atau 'Aku harus membawanya kembali dengan darahku'. Padahal kau hanya perlu mengucapkan satu kata itu. Satu kata yang membentuk kalimat 'Aku mencintaimu dan membutuhkanmu.'"
Naruto berusaha menarik bibirnya membentuk sebuah senyum tipis, "Maaf—karena aku terlalu bodoh."
Sasuke bergerak perlahan menuju Naruto, menarik kerah jacket pemuda pirang itu kemudian menciumnya tepat dibibir, "Kau tahu Naruto—aku hanyalah seorang cowok biasa yang jatuh cinta dan tidak tahu berbuat apa agar kau terus mengingatku selain mencoba membuat keonaran."
Naruto memeluk Sasuke erat, "Maaf karena aku baru mengerti sekarang dan—aku mencintaimu, Teme."
"Aku membencimu, Dobe—" Ucap Sasuke lagi yang kembali mencium bibir Naruto.
.
.
.
RnR Pelase ^O^
Maaf kalau drable nya agak gaje dan chara nya trlalu OOC... XD... aku harap minna-san suka *bungkuk hormat*
