If it's Wrong

Tittle: If it s Wrong

Cast: Baekhyun (Girl)

Kris

Hyukjae (girl)

Sungmin (5yo)

Disclaimer: Cerita punyaku!

Warn: GS, Out of Character, typo(s), ada NC

.

.

Kris sepertinya sudah mulai bosan bermain di payudara Baekhyun, ia kembali menciumi bibir Baekhyun, menghisap bibir bawahnya sedangkan Baekhyun menghisap bibir atas Kris. Terkadang Kris menggigit lembut bibir Baekhyun yang dibalas Baekhyun dengan desahan nikmat. Cukup lama bertautan hingga Kris menghentikan ciumannya, hal itu digunakan Baekhyun untuk menghirup oksigen. Kris yang berada diatasnya menopang kedua tangannya di samping Baekhyun, dan menatap Baekhyun intens.

"Kau yakin ingin melanjutkannya Baekhyun?" Tanya Kris, berniat menggoda yeoja di bawahnya itu.

"Apa maksudmu? Kita sudah full nacked begini, dan kau malah bertanya begitu. Kau sungguh sangat merusak suana. Kalau kau mau berhenti, yasudah pulang sana. Aku bisa meminta Chanyeol, atau Luhan, atau juga Kai." Omel Baekhyu. Sebenarnya dia juga tidak serius dengan ucapannya, dia hanya sebal pada Kris. Diapun langsung mendorong Kris yang masih berada di atasnya, sehingga laki-laki itu kini terbaring di sampingnya dan segera beranjak ke kamar mandi di kamarnya itu, sebelum

"Kau sudah tidak panas lagi, Baekkie?" Tanya Kris yang heran melihat reaksi Baekhyun yang tidak sesuai dugaannya. Dia mengira yeoja itu akan kembali merengek minta disentuh karena tubuhnya yang 'panas'.

Baekhyun membalik tubuhnya menghadap Kris

"Masih, dan sudah sangat PANAS sekarang. Tapi panas dalam artian yang lain lagi." Jawabnya ketus, sambil melipat tangan di dada. Lupa kalau sekarang dia sedang mempertontonkan tubuh nackednya di hadapan Kris.

Kris yang mengerti arti panas yang dimaksud Baekhyun adalah dia sedang marah langsung berdiri, berjalan menghampiri yeoja itu. Menarik tangannya yang dilipat didada untuk dia genggam.

"Maafkan aku, aku hanya menggodamu. Kau tidak melihat penisku sudah bangun karena kau goda, dan aku yakin vaginamu juga sudah basah. Kau tidak mau merasakan milikku, hm?" Ucap Kris sambil menarik tangan Baekhyun yang semula digenggamnya, sehingga Baekhyun kini berada dalam dekapan hangatnya.

"Tapi kau sudah menolakku tadi, dan sekarang kau malah bertanya begitu dan itu membuatku sedih, Kris. Kalau kau tidak mau aku bisa bermain sendiri tanpamu." Gadis itu mulai merajuk ternyata, tapi tetap tak melepaskan pelukan Kris.

"Aku hanya menggodamu, sayangku. Kau jangan sedih lagi, kita lanjutkan?"

"Tapi kau sudah merusak suasana, Kris."

"Aku bisa membuat suasana makin panas jika kau mau"

Tanpa menunggu jawaban Baekhyun, Kris langsung menciumi lagi bibir Baekhyun, mengajak lidah yeoja itu bermain, saling mendorong, melilit, menghisap. Tangannya juga sudah kembali merangsang payudara Baekhyun. Masih dengan posisi berdiri, Kris membawa tangannya menyelinap di antara paha yeoja itu, megelus bagian yang sudah sangat basah, menyibak bibir vaginanya lalu mengelus benda mungil yang berada ditengah-tengah sambil sesekali menekan nekannya, membuat gerakan memutar, hingga membuat Baekhyun mendesah tak karuan. Kris belum berani menyentuh lubang surga Baekhyun, mungkin dia ingin adik kecilnya yang langsung menjamah lubang tersebut. Sedangkan Baekhyun merasa tubuhnya lemas karena sentuhan Kris, memberikan kenikmatan yang menjalar keseluruh tubuhnya.

Beberapa menit setelahnya, Kris menghentikan permainan mereka, menjilati saliva yang tertinggal di bibir yeoja itu.

"Bagaimana kalau kau bermain sendiri di depanku?" tanya Kris.

"Untuk apa aku bermain sendiri? KAU MAU BERHENTI LAGI?"

"Tentu tidak, sayang. Aku hanya berpikir pasti kau akan sangat sexy jika bermain sendiri dan memohon ku sentuh. Bukankah ini idemu tadi?"

"Tapi aku tidak serius tadi dan juga aku malu."

"Tidak usah malu. Ayo mulai, aku sudah tak sabar melihatmu bermain." Ucap Kris sambil menuntun Baekhyun duduk di kasur, sedangkan dia menyaksikan dari sudut lain kasur itu.

"Ayo mulai sayang."

Baekhyun menyamankan posisinya dengan menumpuk bantal pada sandaran kasur kemudian bersandar. Tangan lentik Baekhyun mulai mengelus pahanya dengan gerakan erotis sambil memejamkan matanya, membayangkan tangan Krislah yang mengelusnya. Tangannya terus merayap dari paha menuju perut, melalui belahan dadanya, naik menuju leher jenjangnya, lalu kembali ke payudaranya, mendaki menuju puncaknya, mencubit niple merah kecoklatan itu, bahkan menarik nariknya pelan lalu memelintirnya. Bosan, dia langsung meremas payudaranya yang kenyal itu, sedangkan tangannya yang lain juga mulai meremas yang lainnya.

Acara meremas itu tak berlangsung lama, Baekhyun mumbuka pahanya sehingga terpampang jelas di hadapan Kris. Tangan kanannya mulai turun mengelus elus kitorisnya, sedangkan bibirnya tak bisa berhenti mendesah, kadang mendesahkan nama Kris hingga membuat namja itu sekuat tenaga menekan nafsunya, agar bisa menyaksikan Baekhyun bermain lebih lama. Sesekali dia mengelus batangnya yang sudah sangat terangsang itu, 'sabar nak, nanti kau juga merasakannya' Kris membatin.

.

Lima menit berlalu, Baekhyun melihat Kris masih belum bergeming. Ia kemudian membuka pahanya lebih lebar, lalu tangan kirinya menyibak bibir vaginanya sendiri, sehingga terpampang jelas di hadapan Kris vagina mememerah kebasahan miliknya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Tangannya yang lain mulai mengelusnya sekilas, dua jarinya sudah akan mencoba masuk kedalam liang tersebut, tapi

"Biar kubantu, sayang" Ucap Kris, sambil menundukkan kepalanya dan langsung menjilati vagina Baekhyun. Melesakkan lidahnya kedalam liang sempit tersebut. Sesekali juga dia menggoda klitorisnya. Tangannya juga sudah kembali meremas kedua payudara Baekhyun. (jadi posisinya kepala Kris di sela paha Baek, trus tanganna naik ke atas gitu, ngerti kan?)

'Ini bahkan lebih nikmat saat jari Kris yang bermain di vaginaku.' Pikir Baekhyun.

Kris menarik tangan kanannya dari dada Baekhyun, kemudian memasukkan dua jarinya kedalam liang tersebut. Baekhyun awalnya tersentak dan sedikit meringis, beberapa detik kemudian dia kembali mendesah.

Kris memaju mundurkan tangannya tapi tak terlalu dalam, kadang juga berputar-putar, klitoris Baekhyun juga sedang digoda habis-habisan oleh lidah dan bibir kris, sedangkan Baekhyun meremas sendiri dadanya karena tangan kiri Kris yang semula berada didadanya sudah beralih ke pahanya, menahan agar dia bisa diam.

Beberapa detik kemudian, Kris bisa mendengar desahan Baekhyun yang makin menggila, dia memepercepat gerakan tangannya dan makin gencar menggelitiki klitoris Baekhyun, sehingga,

"aaaahhhhh..." Baekhyun memekik keras. Dia telah mencapai puncaknya, dirinya serasa melayang, jantungnya berdetak sangat cepat, denyutan di urat urat nadinya terasa sangat jelas, semua persendiannya melemas, sungguh sensasi yang sangat menyenangkan.

Baekhyun masih menikmati sensasi orgasmenya, lupa kalau Kris masih berada disela pahanya.

Kris beranjak mencium bibir Baekhyun, bibirnya sedikit belepotan karena cairan Baekhyun, sehingga Baekhyun dapat merasakannya dan dia langsung menjauhkan bibirnya dari jangkauan Kris.

"Apa itu kris? Rasanya aneh." Ucap Baekhyun sambil memasang wajah aneh.

"Itu cairanmu sendiri, Baekkie. Hmm kau benar, rasanya memang aneh tapi itu membuatku ingin merasakannya lagi"

Baekhyun memerah malu mendengarnya, 'Itu berarti Kris berniat melakukannya lagi dengannya kan? jadi ini bukan terakhir kalinya kan? ah kenapa aku jadi mengharapkannya sih. tapi kalau dia meminta aku akan berikan dengan senang hati.' pikir Baekhyun.

"It's show time, baby." Bisik Kris di telinga Baekhyun.

Kris mengocok sebentar penisnya, lalu mengarahkannya ke Vagina Baekhyun yang sudah sangat basah karena cairan sisa orgasmenya. Mendorong kejantanannya pelan berharap Baekhyun tidak terlalu kesakitan.

"Ini akan terasa sakit, jadi kau tahan sedikit ya. Tapi sakitnya tak terlalu terasa jika kau rileks. Kau cium bibirku, kau boleh menggigitnya kalau kau merasa kesakitan, oke. Aku akan memulainya." Instruksi Kris pada Baekhyun.

Baekhyun menarik tengkuk kris dan langsung menciumi bibir Kris sementara Kris hanya membiarkan Baekhyun mendominasi bibirnya karena dirinya sedang berjuang menerobos masuk ke dalam vagina Baekhyun. Sekali hentakan keras, penis Kris sudah masuk sepenuhnya ke dalam vagina Baekhyun. Dia merasakan Baekhyun menggigit bibirnya, lalu melumatnya lagi. Kris balas melumat bibir Baekhyun dengan lembut, tak ingin menyakiti Baekhyun lebih. Baekhyun tidak menangis, tapi dia tau rasanya pasti tetap sakit. Kris pun mulai meng-in-outkan kejantanannya degan sangat perlahan. Kalau kau menyaksikannya langsung kau akan melihat jelas ada darah mengalir dari dalam kewanitaan Baekhyun.

.

.

Sementara itu dilain tempat:

"aaahhhhh..." seorang perempuan yang berada di pekarangan rumahnya mendengar suara pekikan Baekhyun. Salahkan kamar Baekhyun yang tidak kedap suara, atau salahkan saja pekarangan rumah orang itu yang berada tepat di samping kamar Baekhyun.

'Eh itu suara Baekhyun kan? apa terjadi sesuatu dengannya? Orang tuanya kan menitipkan dia padaku, aku lebih baik segera memeriksanya.' perempuan itupun berjalan tergesa gesa menuju rumah tetangganya itu.

"eomma mau ke rumah Baekhyun noona? aku ikut eommaaaa" Teriak bocah laki-laki yang bisa diperkirakan sebagai fans Baekhyun, ia segera berlari mengejar eommanya.

Perempuan itu langsung masuk tanpa mengetuk pintu, dia tidak takut dituduh pencuri karena pemilik rumah itu memang memeberi kepercayaan padanya. Saat tiba di ruang tamu, dia mendapati benda yang terbuat dari kain, memiliki dua cup mengerucut. Tepat, itu bra Baekhyun yang dilempar Kris.

'Setauku Baekhyun anak yang rapi, kenapa benda ini ada disini?' pikirnya lalu mengambil benda tersebut.

"eomma, kenapa kantung dada eomma dibuka di rumah Baekhyun noona?" Tanya bocah itu pada ibunya sambil menunjuk benda yang disebutnya 'kantung dada' itu, bocah yang polos.

"ini bukan punya eomma Sungminnie, ini punya Baekhyun noona mungkin. Ayo kita cari dia" Jelasnya.

mereka pun melangkah menuju kamar Baekhyun, asal suara teriakan tadi.

Ditengah perjalanan, dia mendengar suara desahan yang diyakininya sebagai suara Baekhyun. Dia pun mempercepat langkahnya sambil terus menyeret anaknya. Dia pun tiba tepat di depan kamar Baekhyun yang pintunya terbuka lebar karena Kris yang tidak menutupnya.

"OMO, BBAEKHYUN KRIS?" Teriaknya dengan mata membulat, dan segera menutupi wajah sungmin anaknya dengan bra Baekhyun yang sedari tadi dipegangnya. Ckckck..

Sedangkan kedua orang yang diteriaki tersebut berbalik tanpa mengubah posisi mereka. Posisi mereka sekarang, Kris menindih Baekhyun, sedangkan Baekhyun berada dibawah Kris dengan posisi mengangkang lebar, tentu saja dengan kondisi yang masih 'terhubung'.

"Hyuk eonni/noona" Teriak mereka bersamaan.

Mereka menatap horor Hyukjae, ibu Sungmin, yang dibalas dengan tatapan tak kalah horror dari Hyukjae.

'Tenang Hyukjae, tarik nafas, buang, tarik, buang. Fuuuuhhhh' Batinnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Sementara sang anak masih berdiri terdiam dengan wajah masih tertutup bra.

"Silahkan lanjutkan, kalian jelaskan padaku nanti, aku tunggu di rumahku." Ucapnya sambil membawa sungmin dalam gendongannya, dan segera melangkah pergi.

Tak sampai lima langkah, dia kembali dan melihat dua orang itu masih dalam keadaan shock hebat.

"Kris, jangan keluarkan di dalam, dan cukup satu ronde saja. Aku pulang."

Setelah itu dia benar benar pergi, dan tak lupa menutup pintu kamar Baekhyun. Kalau kalian bertanya kenapa Hyukjae membiarkan mereka melanjutkan 'kegiatan' mereka, maka jawabannya adalah:

'Toh Baekhyun juga sudah terlanjur kebobolan, yang pentingkan sperma Kris tidak dikeluarkan di dalam.' Itulah yang ada di pikiran perempuan itu. aah yeoja yang pengertian.

Kembali ke kamar Baekhyun.

"Bagaimana ini, Kris"

"Kau tidak dengar tadi, Hyuk noona menyuruh kita melanjutkan. Nanti setelah selesai kita memikirkan ini bersama, oke" Ucap Kris dan kembali menggerakkan pinggulnya dan meraup bibir Baekhyun.

"nghh... Krish..." Desah Baekhyun yang tampaknya telah melupakan kekalutannya dan kembali terlarut dalam kenikmatan yang diberikan kris.

Sementara itu, tangan kiri Kris sudah kembali menggoda payudara Baekhyun, Kris menghentikan aksi melumatnya pada bibir Baekhyun dan memandangi Baekhyun yang tak hentinya mendesah, Kris semakin menyodok lubang Baekhyun dengan brutal saat Baekhyun mendesahkan namanya. Mulutnya kini beralih ke payudara Baekhyun, kembali memberikan kenikmata pada yeoja itu tanpa mengurangi tempo sodokannya.

Beberapa menit kemudian,

"lebih...cepat... krish aku hampir...sampai" ucap Baekhyun susah payah karena tubuhnya yang tersentak-sentak karena 'goyangan' kris.

Mendengar itu, Kris mempercepat gerakannya. Tangannya yang tadi menggoda payudara Baekhyun kini turun dan menggoda klitoris Baekhyun

"aaaahhhhh..." Baekhyun sampai pada puncaknya. Nafasnya tersengal sengal, sensasi yang dirasakannya jauh lebih nikmat dibanding dengan orgasme pertamanya.

Kris berhenti bergerak sejenak, membiarkan Baekhyun menikmati orgasmenya. Dia merasakan cairan hangat Baekhyun merembes keluar memberikan sensasi berbeda pada kejantanannya yang masih berada didalam liang Baekhyun.

Kris mengelus membelai rambut Baekhyun, menyampirkan rambut yang menghalangi wajahnya.

"Kris, kau belum sampai kan?" Tanya Baekhyun, nafasnya sudah mulai teratur.

"Ya, kau bisa merasakan milikku di dalam vaginamu yang masih mengeras kan?"

"Kalau begitu, ayo lanjutkan. Aku masih mau merasakannya milikmu"

"Kau mulai menggodaku Baekhyun? Sekarang kau mau bermain kasar atau lembut?"

"Aku mau yang lembut saja, kris. Aku kan masih pemula"

"Baiklah, jadi apa lain kali kita boleh bermain kasar?"

"A-apa? lain kali? mm maksudmu apa Kris? Kita begini cuma untuk mengobatiku kan?" Tanya Baekhyun, padahal katanya dia akan langsung memberikannya dengan senang hati bila Kris minta lagi, sekarang dia malah malu-malu begitu.

"Iya, tapi kau sudah membuatku ketagihan sayang dan aku sangat suka ekspresimu saat aku memaju mundurkan penisku dalam vaginamu dan kau mendesahkan namaku dengan sangat sexy. Lagi pula ini juga salahmu, kau kan yang menggodaku duluan"

"Iya tapi aku juga terpaksa me.."

"Kau terpaksa atau apa aku tak peduli, lagi pula kalau kau tak mau aku bisa memperkosamu kan?"

Baekhyun baru melihat sisi lain dari Kris yaitu frontal dan mesum. Dia baru saja akan membalas ucapan Kris, tapi Kris sudah terlanjur menggerakkan pinggulnya, memaju mundurkan dengan lembut seperti permintaan Baekhyun. Kris juga menciumi bibir Baekhyun dengan sangat lembut, tangannya membelai wajah Baekhyun.

Baekhyun memejamkan matanya, menikmati setiap gerakan Kris, menikmati tangan Kris yang menyentuhnya dengan sangat lembut, menikmati bibirnya yang dipagut oleh Kris, membiarkan Kris bermain dengan tubuhnya sesuka hati.

"Faster..." instruksi Baekhyun

"you're so tight honey, ngghh"

Kris sekarang bertumpu pada kedua payudara Baekhyun sambil meremasnya, menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat, mendongakkan kepalanya sambil memejamkan mata, menikmati bagaimana kewanitaan Baekhyun yang seakan menremas miliknya seakan memaksanya mengeluarkan cairannya segera, menikmati setiap desahan yang Baekhyun keluarkan, menikmati namanya yang mengalun dari bibir Baekhyun disela desahan nikmat yang dilantunkannya.

Kris mendengar suara Baekhyun meneriakkan namanya, Kris yakin Baekhyun sudah orgasme lagi, dia juga merasakan cairan hangat Baekhyun merembes keluar, tapi dia tidak memperdulikannya dan tetap menggenjot Baekhyun. Ia terus berjuang mencapai puncak kenikmatannya sendiri.

Kris menarik keluar sebagian kejantannya dan menghentakkannya dengan keras, seiring dengan keluarnya cairan Kris hingga membanjiri vagina Baekhyun.

Kris mendindih Baekhyun, dia merasa lemas setelah mencapai orgasmenya yang pertama. Baekhyun yang masih menikmati orgasmenya serta kehangatan cairan Kris hanya membiarkan Kris menindihnya. Mereka sama sama lemas, sama-sama merasakan nikmat, dan juga sama-sama terengah.

Kris masih terpejam menindih Baekhyun, wajahnya berada di cerucuk leher Baekhyun, saat membuka matanya dia melihat dada Baekhyun yang 'bergoyang-goyang' karena terengah, dia menggerakkan kepalanya menuju puncak dada Baekhyun dan langsung menggigitnya pelan, lalu mengemutnya.

Baekhyun yang merasakan pergerakan Kris langsung membuka matanya, dia merasakan Kris lagi-lagi menggoda dadanya langsung menangkup wajah Kris dengan kedua tangan, menghdapkan kewajahnya.

"Sudah kris, kita ditunggu hyukjae eonni, apa kau tidak takut?"

"Aku juga takut, kalau begitu ayo kita mandi."

Mereka pun bangkit dari posisi itu, tak lupa melepaskan tautan bagian bawah tubuh mereka.

"Kita? Aku mandi duluan dan kau mandi setelahku, mengerti?"

"Kalau kita mandi bersama akan lebih hemat waktu kan, jadi ayo." Ucap Kris dan langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun hingga mau tak mau Baekhyunpun harus menurut.

Ckck, sepertinya mereka lupa kalau masih ada kamar mandi di bawah.

"Tapi tak ada ronde kedua mengerti?" tegas Baekhyun saat telah sampai di kamar mandi.

"Aku memang tidak berniat begitu. Jadi apa kau berpikiran kalau aku akan melanjutkan ronde kedua di kamar mandi, hm?" Goda Kris sambil mengimpit Baekhyun di dinding tepat di bawah shower.

"Ah tidak, aku hanya memikirkan kemungkinan yang mungkin terjadi."

"Sama saja, kan?"

Kris menyalakan shower, menarik pinggang Baekhyun hingga mereka berdua berdiri di bawah shower.

"Kau mau membantu menggosok punggungku?" Bisik Kris dengan suara sexynya.

Baekhyun mengangguk, dan menyuruh Kris berbalik lalu langsung menggosok punggung Kris.

"Sudah, sekarang kau gosok badanmu dan cepat keluar." Ucap Baekhyun garang.

"no no no dear, sekarang giliranku."

Kris menempelkan tubuhnya dengan Baekhyun, mereka saling berhadapan. Kris melingkarkan tangannya pada punggung Baekhyun dan mulai menggosok punggungnya, sebenarnya bukan menggosok tapi lebih tepatnya mengelusnya, dengan gerakan yang sesual.

Baekhyun menunduk menggigiti bibirnya, menahan geli yang ditimbulkan tangan Kris. Dia tak berani menatap Kris yang diyakininya tengah menatapnya sekarang.

"Hentikan, kris. Jangan menggodaku, kita ditunggu Hyukjae eonni." Cicit Baekhyun masih belum menatap kris.

"Aku tidak menggodamu, apa kau merasa tergoda?"

Baekhyun terdiam.

"Kau mau membantuku, Baekhyun. Punyaku bangun melihat tubuhmu" Bisik Kris.

Baekhyun menatap horor kris, lalu memukul dadanya.

"Apa kubilang tadi? Aku sudah menyuruhmu menunggu kan? punyaku sudah terasa ngilu." Baekhyun berkoar, tapi suaranya mengecil di ujung kalimatnya.

"Aku tidak berniat memasukkannya kesitu kok, kau bisa membantuku dengan tangan dan mulutmu."

"a-aku tak tau caranya dan ... AKU TAK MAU. SUDAH KELUAR SANA" Ucap Baekhyun dan langsung mencubit perut Kris keras sambil mendorongnya keluar dan langsung menutup pintu kamar mandi dari dalam.

Sedangkan kris? Dia sedang mengelus perutnya yang terkena cubitan attack dari Baekhyun dan meratapi adik kecilnya yang terlanjur bangun 'Hah kalau begini aku menyesal sudah menggodanya, aku harus main sendiri kan sekarang?' batinnya.

Baekhyun yang sedang asyik membersihkan badannya tak sengaja mendengar Kris yang mendesahkan namanya langsung merinding.

.

.

Setelah mereka selesai membersihkan diri, mereka bergegas berangkat ke rumah Hyukjae yang berada tepat disamping rumah Baekhyun. Baekhyun sempat takut tapi Kris bisa menenangkannya. Sebenarnya dia sendiri juga takut tapi dia harus gentle didepan Baekhyun kan?

Fyi, Hyukjae mengenal Kris karena Kris selalu berkunjung ke rumah Baekhyun yang nota benenya sudah bersahabat dengan Baekhyun sejak Junior High School.

Setelah tiba di depan rumah Hyukjae, Kris langsung menekan bell. Tangan mereka saling bertautan.

"Langsung masuk saja Kris, Baekkie" Teriak Hyukjae dari dalam rumahnya.

Mereka mengikuti instruksi Hyukjae, dan langsung mendudukkan diri mereka di sofa ruang tamu.

"Sekarang jelaskan padaku Kris, Baekkie" Hyukjae tiba tiba muncul di belakang KrisBaek dan langsung memposisikan dirinya di depan mereka, bak polisi yang sedang mengintrogasi tersangka pencurian.

.

Setelah Baekhyun dan Kris menceritakan semuanya, sebenarnya tidak semuanya juga sih, tidak mungkin kan mereka menceritakan saat mereka bergumul dikasur, toh Hyukjae juga sudah melihatnya langsung.

"Kalian benar-benar..." Hyukjae tidak tau kata apa yang cocok untuk mendeskripsikan ulah KrisBaek.

"Maafkan kami eonni, jadi apa eonni akan mengatakan hal ini pada eomma?" tanya Baekhyun pelan.

"Kau mengeluarkan spermamu dimana? Apa kau mengeluarkannya di dalam Baekhyun?" Tanya Hyukjae, tak menghiraukan pertanyaan Baekhyun.

Satu kalimat itu mampu membuat Krisbaek panas dingin. Kris bisa merasakan tangan Baekhyun yang sudah sedingin es di genggamannya.

"didalam" Jawab Kris sambil menunduk.

"Kau tidak mendengar ucapanku tadi, hah?!" Ucap Hyukjae pelan tapi sarat dengan emosi.

"Baekhyun terlalu nikmat noona, itu membuatku hilang kendali." Kris membela diri, yang membuat Baekhyun memerah karena malu dan membuat Hyukjae memerah karena marah.

"Tck.. Aku terpaksa harus menyampaikan hal ini pada eonni, meski aku yakin kalau eonni akan marah besar padaku nanti. Hhhhh.. Orang tuamu pasti akan membunuhku kau tahu?! Mereka menitipkanmu padaku sebelum berangkat ke China, saat pulang anaknya sudah tidak virgin lagi tentu bukan kabar membahagiakan, kan?"

"Maafkan kami eonnie, aku akan tetap membela eonni kalau nanti eomma memarahimu. Ini salah kami bukan salah eonnie." Baekhyun bersuara.

"NOONAAAAaaaa, ini kantung dada noona kah?" Sungmin berlari ke pangkuan Baekhyun sambil membawa benda yang dimaksudnya tadi.

Baekhyun hanya bisa mengangguk sambil menahan malu, mengambil benda itu dari tangan Sungmin. Dia menatap Kris tajam. Dibalas Kris dengan cengiran bodoh.

"Tadi eonnie menelponku dan bilang dia akan tiba besok sore. Kalian harus menyiapkan mental kalian, dan Kris, jangan coba-coba kabur karena ini SALAHMU. Andai kau tak mengeluarkannya di dalam aku mungkin tak akan melaporkan ini pada eomma Baekhyun yang sudah kuanggap eonnieku sendiri."

"Kami mengerti noona/eonni" Jawab krisbaek bersamaan.

"Baiklah, kita tidak tau apa yang akan kita hadapi besok. Kita harus berjuang bersama, Fighting." Ujar Hyukjae semangat.

"FIGHTING" Seru kedua wanita diruangan tersebut.

Kris memandang mereka aneh. Sungmin hanya diam memandangi orang dewasa itu dengan tatapan polosnya.

.

.

.

Bersambung...

:-:

Terimakasih banyak buat yang udah review, favorit dan follow. seneng banget ada yang baca first fic bikinan aku. /nangisharu

Ini udah aku edit, kalau masih ada typo abaikan aja ya. /digetok

Ah iya, aku pakai krisbaek soalnya tampang Kris yang mesum itu pas banget, trus muka Baekhyun yang pasrah itu bikin gemes sumpah. Gak pakai Chanyeol soalnya gak tega bikin Chanyeol jadi orang mesum.

ChanBaek disini cuma sahabatan ya, maaf kalau ada yang gak suka.

Awalnya sih pengen lanjutin lagi yang di kamar mandi, tapi takut kepanjangan, di chap lain aja yah.

Reviewer yang login udah pada di balas kan? Akhir kata saya ucapkan, Terima Kasih.

:-: