If it's Wrong

Tittle: If it's Wrong

Cast: Baekhyun (girl)

Kris

Hyukjae (girl)

Sungmin (5yo)

Chanyeol

Luhan (girl)

Chapter: 3/?

Disclaimer: Cerita ini asli punyaku!

Warn: ADA NC-NYA, CRACK PAIR, Cerita membosankan, GENDERSWITCH, ooc

.

.

.

Kris hanya memandang mereka aneh, sedangkan Sungmin memandang mereka dengan tatapan polosnya.

"Oh iya Kris, aku tidak mengenal siapa itu Chanyeol dan Luhan" Tanya Hyukjae

"Mereka temanku dan juga Baekhyun, noona memang tidak mengenalnya karena mereka belum pernah berkunjung ke rumah Baekhyun. Memangnya kenapa noona menanyakan mereka?" Jawab Kris.

"Ahh aku mengerti, kalau begitu cepat hubungi mereka dan suruh mereka kesini sekarang." Hyukjae tak menjawab pertanyaan Kris.

"Memangnya ada apa noona? Noona tidak mengenal mereka kan?"

"Ya justru itu, aku ingin mengenal mereka sekarang. Sudahlah, lakukan saja."

"Eomma, aku mau pergi main sama Wookie ya, kalau mataharinya pulang aku juga pulang. Boleh kan eomma?" Ternyata si polos Sungmin masih berada disitu, duduk tenang di pangkuan Baekhyun Noonanya.

Hyukjae langsung mengalihkan pandangannya pada anaknya itu.

"Tentu saja sayang. Tapi jangan main di pinggir jalan ya?"

"eh? Jadi kalau ditengah jalan boleh?" Tanya Sungmin polos.

Ketiga orang itu yang mendengar pertanyaan Sungmin yang kelewat polos itu tak dapat menahan tawanya.

" Tidak boleh juga, sayang." Jawab Hyukjae sambil mencondongkan tubuhnya untuk mencubit pipi gembil anaknya yang berada di pangkuan Baekhyun.

Sungmin berdiri

"Kalau begitu aku pergi ya eomma. Chu Chu CHUUU paii paiii." Pamit Sungmin, setelahnya memberikan ciuman di pipi eommanya, Kris dan ciuman yang panjang di bibir Baekhyun. /Sungmin polos tapi nafsuan ah/

.

Chanyeol dan Luhan tiba di rumah Hyukjae sekitar lima belas menit setelah Kris menghubungi dan mengirimkan alamat rumah Hyukjae kepada Chanyeol. Dan disinilah mereka berdua sekarang, duduk berdampingan dengan kepala menunduk, mereka duduk di tempat Kris dan Baekhyun tadi, sedangkan Kris dan Baekhyun sudah berdiri di samping kiri dan kanan Hyukjae, dan Hyukjae duduk di single sofa yang berada di depan ChanLu. Posisi yang sangat tidak mengenakkan bagi Chanyeol dan Luhan, apalagi ditambah dengan Tatapan tajam dari Hyukjae, tatatapn tajam yang imut dari Baekhyun dan tatapan tajam yang sangat amat tajam dari Kris.

"Apa motif dibalik perbuatan kalian kepada Baekhyun? JAWAB?!" Tanya Hyukjae, dia terlalu banyak menonton kasus persidangan di TV.

"Aah itu, kami tidak bermaksud begitu. Awalnya kami akan memberikan minuman itu pada Kris, tapi Baekhyun langsung merampasnya sebelum kami sempat memberikannya pada Kris, memang apa yang terjadi" Jelas Chanyeol

"Baekhyun melakukannya bersama Kris, kalau sampai Baekhyun hamil, atau eomma Baekhyun memarahiku kalian harus siap jadi tempat pelampiasan amarahku."

"OMO? Baekhyun Kris melakukannya, this and that? Mereka bersetubuh begitu?" Tanya Chanlu shock

"Iya, dan itu gara-gara kalian berdua."

Baekhyun dan Kris merutuki bibir Hyukjae yang kelewat jujur, pantas saja Sungmin jadi begitu polos dan itu tak beda jauh dengan eommanya.

Chanyeol dan Luhan memasang wajah tidak terima mendengar perkataan Hyukjae

"Kenapa begitu? Itu bukan salah kami kan? Baekhyun sendiri yang mengambil minuman itu dari kami. Kami tak salah, yang salah Kris, kenapa dia melakukan itu pada Baekhyun, dia juga bukan pacar Baekhyun kan? Jadi Salahkan Kris" Ucap Luhan tak terima.

"Tapi tetap saja, itu minuman kalian kan? Jadi itu tetap salah kalian. Besok eomma appa Baekhyun akan pulang dari China dan aku harus memberi tahukan hal ini pada mereka, karena Kris yang bodoh itu mengeluarkan cairannya di dalam Baekhyun, aku takut dia hamil, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri."

"Baiklah, kami memang salah. Maafkan kami, kami bersedia dihukum." Ucap chanyeol.

Chanyeol dan Luhan ternyata sangat gampang terharu, mereka tak tega melihat wajah Hyukjae yang sudah hampir menangis itu.

"Eonni jangan, menangis lagi, kita hadapi ini bersama ya" Ucap Baekhyun yang juga tak tega melihat Hyukjae yang hampir menangis.

.

.

.

.

.

Sudah bisa ditebak ekspresi Jaejoong, eomma Baekhyun saat mengetahui hal itu. Dia sangat marah, bahkan sempat pingsan dan tak mau keluar kamar seharian. tak memperdulikan Yunho suaminya yang sudah membujuknya mati-matian. Tapi setelah Kris berkata dengan lantang di depan pintu kamar Jaejoong bahwa dia akan menikahi Baekhyun, dan menyampaikan hal ini pada orang tuanya, Jaejoong langsung keluar dari kamarnya dengan mata sembab dan bertanya "Benarkah?" dan dijawab anggukan oleh Kris.

Jaejoongpun langsung menyuruh Kris menyampaikan hal ini pada orangtuanya, dan mengundang orang tua Kris makan malam bersama di kediamannya.

Orang tua Kris dan Baekhyun setuju untuk menikahkan kedua anaknya tiga hari lagi. Pernikahan yang sederhana, hanya dihadiri keluarga masing masing mempelai dan Chanyeol Luhan Hyukjae dan Sungmin tentunya.

dan disinilah mereka malam ini Kris dan Baekhyun telah berada di rumah mereka, tepatnya di kamar mereka. Kris berbaring dikasur, sedangkan istrinya duduk duduk didepan meja rias, membersihkan sisa makeup yang masih menempel di wajahnya.

"Kris, apa tidak apa?" Baekhyun memulai percakapan, tak pengalihkan tatapannya dari cermin.

"Apa maksudmu?" Tanya Kris balik.

Baekhyun berbalik menatap Kris,

"Maksudku, kita ini hanya sahabat yang terjebak dalam situasi yang tidak pantas untuk dilakukan oleh dua orang sahabat, dan kepergok oleh tetangga dan melangsungkan pernikahan tiga hari setelahnya. Apa ini tidak apa-apa? Maksudku pernikahan bukan untuk main-main, aku dan kau tentu memiliki kehidupan pribadi sendiri, aku bahkan tak menyangka kita akan berakhir begini."

"Kita jalani saja dulu, jangan terlalu dipikirkan" Jawab Kris lempeng.

"Kris, kau tau. Aku dulu sudah memimpikan tentang pernikahanku, menikah dengan orang kau cintai, memasak tiap hari untuk suamiku, melahirkan buah hati kami, memijatnya saat dia kelelahan bekerja"

"Memang siapa orang kau cintai itu?"

"Aku belum menemukannya."

"Lalu apa masalahnya? Lagian tak ada yang mengetahui pernikahan kita kan? Cuma chanyeol dan luhan. Jadi kita hanya perlu menyembunyikan status pernikahan kita."

"Tapi bagaimana jika aku benar-benar hamil seperti yang eonni bilang kemarin, dan kau akan meninggalkanku dengan perutku yang membesar dan pergi bersama orang yang kau cintai." Tanya baekhyun berlebihan.

"Aku tak akan meninggalkanmu, apa aku pernah meninggalkanmu saat kau kesusahan? Apa kau terbukti hamil sekarang? tidak, kan? Jadi berhentilah berpikir yang macam-macam."

"Aaah kau benar. Kau memang baik Kris. Kalau begitu, kau tidur di kamar sebelah saja yah, aku tidur disini." Jawab Baekhyun sumringah.

"Apa maksudmu, ini malam pertama kita dan kau tau kan apa yang orang lakukan saat malam pertama." Tanya Kris sambil meik turunkan alisnya.

"Aku tak mau, aku mau menyisakan punyaku untuk orang yang kucintai nanti. Karena kau sudah mengambil yang pertama, jadi aku tak mau lagi." Tolak Baekhyun, dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Aku ini suamimu, jadi ini sudah kewajibanmu."

"Tapi kita menikah bukan karena cinta tapi karena memang harus dan aku tidak mencintaimu"

"Kalau begitu kau anggap saja aku orang yang kau cintai, gampang kan?" Ucap Kris dan langsung memeluk Baekhyun yang masih berada dalam selimut."

"Lepaskan, Kris. Aku mau tidur, pergi sana." Baekhyun berbalik dan langsung menendang Kris.

"Aaaakkkhhhh" Teriak kesakitan Kris membahana di kamar mereka. Dia sudah meringkuk dilantai, memegangi benda tanda keperkasaannya yang baru saja mendapatkan serangan mendadak dari kaki kecil Baekhyun.

Baekhyun panik, pasalnya dia juga tidak bermaksud menendang selangkangan Kris. Diapun langsung berjongkong didepan Kris. "Omo, Kris?! kau tak apa? Maaf, aku tak sengaja."

"Ini sangat sakit Baekhyun, lihat saja. Pasti sudah bengkak sekarang. Kau sungguh kejam jadi Istri."

"Yak aku minta maaf Kris, lagi pula ini juga salahmu kenapa kau memelukku sembarangan." Ucapnya dan kembali mendudukkan dirinya dipinggiran ranjang sambil melipat tangan di dada.

Kris berdiri menurunkan celananya,

"KRISS APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU TAK TAU MALU"

"Kenapa? Aku membukanya di depan istriku kan? Jadi kenapa harus malu. Lagi pula kalau aku pakai celana akan semakin sakit."

"Tapi aku tak mau melihatnya, Kris bodoh" Ucapnya, kepalanya tertunduk dan kedua tangannya menutupi wajahnya.

"Kau harus bertanggung jawab, Baekhyun. Lihat apa yang kau perbuat pada benda kebanggaanku, jadi bengkak begini." Kris berucap setelah tiba di hadapan Baekhyun, dan membawa wajah baekhyun agar menghadap ke depan, tepat di miliknya.

"Benda kebanggaan? Punyamu kecil, tidak pantas untuk dibanggakan." Ucap Baekhyun kejam dan langsung memalingkan wajahnya kesamping, tak mau menatap milik Kris yang berada didepannya.

"Tapi kenapa waktu itu kau mendesah kalau punyaku tak pantas dibanggakan?"

"..."

"Kau tak bisa menjawab kan?! Hei, lihat! Milikku membengkak karena tendanganmu itu, dan kau harus menyembuhkannya." Ucap kris setelah memutar kepala Baekhyun agar tepat menghadap ke selangkangannya.

'membengkak? apa iya? aku tak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya jadi aku tak tau, tapi sepertinya memang membengkak.' Baekhyun membatin sambil memandangi milik Kris, lalu mendongak menatap Kris.

"Kris, apa itu sakit?" Tanya Baekhyun ragu. Tampak agak khawatir pada kris, biar bagaimanapun Kris itu sahabatnya.

'kena kau Baekhyun' Batin Kris. Ternyata tendangan Baekhyun tadi tidak tepat mengenai selangkangannya, tapi paha kirinya, dan miliknya tidak benar-benar kesakitan.

"Tentu saja. Ini daerah sensitif, tertekan sedikit akan sakit apalagi jika ditendang begitu."

"Maaf, jadi bagaimana menyembuhkan sakitnya?"

Kris tersenyum senang, karena berhasil mengelabui sang istri. Dia kini duduk disamping Baekhyun, masih belum memakai celananya. Dan memasang raut wajah kesakitan. Tangannya bertumpu dibelakang tubuhnya.

"Aku tak tau, yang ku tau ini benar benar sakit" Ucapnya lagi sambil memejamkan matanya, seakan menahan sakit. Padahal dia sedang menahan tawa, ckck.

Baekhyun juga tak tega melihat Kris kesakitan, akhirnya menggeser tubuhnya agar lebih mendekat pada Kris. Dia memandangi wajah kesakitan Kris. Tangannya bergerak mengelus milik Kris.

"Maafkan aku ya, aku tak sengaja." Ucapnya, masih memandangi wajah Kris dan tangannya masih mengelus lembut milik Kris.

Kris yang mendapat elusan lembut pada bagian bawahnya makin memejamkan matanya karena menahan geli.

"Aaah aku membuatmu keaakitan ya, maafkan aku Kris. Kalau begitu kita tidur berdua saja disini, kalau kau perlu sesuatu kau tinggal bangunkan aku saja."

Kris langsung membuka mata dan menegakkan badannya saat elusan Baekhyun berhenti karena mengira dia kesakitan.

"Elus lagi, Baekhyun. Itu membuatku tak terlaku merasakan sakitnya."

"A-ah benarkah?" Baekhyun menatap Kris dengan tatapan tak percaya. Mulai curiga pada kris.

"Tentu saja, dengan kau mengelusnya itu mengalihkankan dari rasa sakitnya. Seperti saat kau menciumku waktu itu untuk mengalihkanmu dari rasa panas, yaa seperti itu."

Baekhyunpun dengan ragu mulai kembali mengelus milik kris yang agak sedikit menegang karena efek sentuhan baekhyun sebelumnya. Menggerakkan tangannya dari ujung ke pangkal, hanya menggunakan jari telunjuk dan tengahnya. Terus seperti itu, Tampak ada cairan yang keluar dari ujung kejantanan Kris.

"Lakukan dengan benar baekhyun, kau membuatku geli kalau kau hanya menggunakan dua jarimu." Ucap Kris menahanan geli.

"eoh? Bagaimana caranya, Kris. Aku tak mengerti."

"kalau kuajari kau berjanji akan melakukannya kan?"

Baekhyun mengangguk sebagai jawaban, dalam hatinya juga terbesit rasa bersalah. Sedangkan Kris sudah tertawa nista dalam hati.

Kris menyamankan posisi duduknya dengan bersandar di sandaran kasur, kemudian menyuruh Baekhyun mendekat.

"Kau masukkan punyaku dalam mulutmu." Perintah Kris.

"HAAAH? KAU MENYURUHKU MELAKUKAN BLOWJOB KAN? IYAKAN? AKU TAK MAU" Ucap Baekhyun sambil berteriak dan memunggungi Kris. Sebelumnya sudah dibahas kan, Baekhyun bukan gadis yang terlalu polos, dia mengetahui sedikit tentang sex, tapi hanya sedikit.

"Kau sudah berjanji padaku kan, yeobo. Kau kan sudah membuatku kesakitan, sekarang saatnya membiatku merasakn nikmat supaya seimbang kan." Kris mencobanmeyakinkan Baekhyun.

"Tapi aku tak mau, Kris. Bagaimana kalau kau lepas kendali dan langsung memperkosaku?" Ucap Baekhyun, kembali teringat perkataan Kris saat mereka melakukan ehm ehm.

"Hei, aku suamimu dan kalau aku melakukannya padamu itu tak termasuk dalam kasus pemerkosaan, Yeobo. Kau tak kasihan padaku, punyaku sudah tegang karena tanganmu. Kau sungguh tidak bertanggung jawab, sudah membuatku kesakitan, sekarang malah berhenti tengah jalan."

"Aish, baiklah. Tapi hanya sampai kau keluar satu kali, mengerti?!"

"Yes, mam. Sekarang ayo mulai, yeobo."

"Berhenti memanggilku seperti itu, Kris."

"Okay, honey. Ayo mulai."

"Aku harus mulai dari mana?"

"Kau masukkan dalam mulutmu, selanjutnya lakukan sesuai ingstingmu."

Baekhyunpun melakukan instruksi Kris, mencoba memasukkan benda panjang itu kedalam mulutnya yang tentu saja tak akan muat, saat Kris merasakan kehangatan didalam rongga mulut Baekhyun, gadis itu langsung menarik kembali kepalanya hingga kehangatan yang baru Kris rasakan itu menghilan.

"Kris, tak akan muat. Kau mau aku mati kalau memasukkan itu dalam mulutku? Punyamu itu besarnya tidak termasuk dalam ukuran 'sangat besar' tapi masih tergolong besar, dan apa kau sadar punyamu itu kelewat panjang, Kris. Sedangkan bibirku kecil." Baekhyun menggerutu dan tanpa sadar dia memuji milik Kris yang sebelumnya dia cela.

"Baiklah, kalau dimulutmu tidak muat, bagaimana kalau kita coba yang di bawah?" tawar Kris.

"Jangan. Baiklah, dimulutku saja."

setelah berkata seperti itu Baekhyun kembali menundukkan kepalanya dan meraih milik kris yang sudah setengah berdiri, memegang dengan tangan mungilnya. Mencoba memasukkan kembali dalam mulutnya, saat dia berniat melepaskannya tangan Kris sudah menahan kepalanya, mendorongnya kebawah hingga dia tersedak

"nghhh..." Kris melenguh pelan saat miliknya masuk menyentuh pangkal tenggerokan istrinya.

Baekhyun yang mendengar suara lenguhan Kris merasa sedikit senang bisa memberikan kepuasan pada pria yang sudah berstatus suaminya itu. Diapun menggerakkan kepalanya naik turun. Tangannya mengurut bagian kejantanan kris yang tidak masuk dalam mulutnya. Sepertinya dia sudah mulai menikmati mainan barunya itu.

Posisi mereka sekarang, Kris duduk bersandar, sedangkan Baekhyun menunggin dengan pantatnya yan terangkat ke atas, sungguh posisi yang sangat menggoda iman Kris.

Kris yang merasa bahwa Baekhyun sudah mulai terbiasa, melepaskan tangannya dari kepala Baekhyun, merambat mencari jalan menuju dada Baekhyun yang masih berlapis piayama tipis yang berbentuk mini dress itu, meremasnya gemas sementara tangannya yang lain mengelus pantat Baekhyun, Menarik ujung bawah piyama Baekhyun keatas, sehingga tampaklah pantat baekhyun yang terlapis underwear putih itu.

Kris merasakan niple Baekhyun yang mengeras dalam remasannya

"Kau tak pakai bra, yeobo?"

"ehmmm hhmmm" Baekhyun menggumam tak jelas dalam kulumannya.

"Kau sungguh nakal." Ucap Kris dan langsung mencubit niple baekhyun dengan sedikit keras.

"akhhh" Baekhyun menjerit tertahan dan kembali melanjutkan pekerjaannya

Tangan Kris yang menganggur menelusuri belahan pantat baekhyun yang masih terlapis underwear, menekan nekan jari tangannya saat ditemukan bagian underwear Baekhyun yang sedikit basah. Melanjutkan kembali perjalanannya hingga di daerah yang tersembunyi nan sensitif itu mengelusnya lagi dengan pelan dan mecubitnya gemas. Merasa kegiatannya terganggu, Kris menurunkan underwear Baekhyun, tapi tak sepenuhnya terlepas karena posisi mereka sekarang tak memungkinkan.

Setelah penghalangnya terbuka, Kris langsung melesakkan jari telunjuk dan jari tengahnya dan langsung menggerakkannya keluar masuk.

Baekhyun yang memang baru tertembus satu kali tentu belum terbiasa dengan permainan begini, apalagi Kris yang memasukkan jari-jari besarnya itu hingga pangkalnya. Baekhyun melepaskan kulumannya karena perasakan sedikit perih di bagian bawahnya.

"Sshhhh pelan-pelan Krish, perih" Rintih baekhyun

"Relax yeobo, kau nanti akan menikmatinya." Ucap Kris, dan dia langsung meremas payudara Baekhyun untuk pengalih perhatian, menggelitiki nipplenya.

Baekhyun yang sudah terbiasa dengan gerakan tangan Kris di tubuh bawahnya, kembali menggoda kejantanan Kris, menjilat ujungnya yang mengkilat karena precum dan salivanya sendiri, mengeluarkan desahan desahan yang membuat Kris menggerakkan tangannya dengan cepat. Memasukkan kembali kejantanan Kris dalam mulutnya, menaik turunkan kepalanya.

Terkadan Baekhyun melepaskan kulumannya hanya untuk sekedar mendesah, hingga saat dirasanya kejantanan Kris terasa membesar dalam kulumannya dia makin mempercepat gerakan kepalanya, tapi tangan Kris menahan gerakannya. Baekhyun mendongak menatap Kris

"Kau yakin tak ingin melakukannya, yeobo?" tanya Kris.

"Lakukanlah, Kris. Tapi ingat, jangan keluarkan didalam, okay? dan pelan pelan."

Tanpanmenunggu lebih lama lagi, kris menarik Baekhyun dalam pangkuannya setelah sebelumnya melepaskan underwear Baekhyun, tubuh mereka saling berhadapan, kaki baekhyun terlipat di samping kiri kanan tubuhnya. Bibir mereka saling bertautan, berlomba untuk saling menndominasi permainan, tubuh bagian bawah mereka sudah sama-sama polos, meski tubuh atas mereka masih tertutup tapi tetap tak mengurangi suasana panas yang tercipta.

Baekhyun memeluk leher Kris, menariknya untuk memperdalam ciuman mereka, sementara tangan Kris sudah kembali bermain di payudara Baekhyun. Gadis itu mendesah disela ciuman panas yang mereka lakukan.

Kris mengangkat pantat Baekhyun, memposikannya tepat diatas miliknya yang sudah berdiri tegak itu.

Menurunkan tubuh Baekhyun perlahan, terdengar rintihan kecil yang keluar dari bibir Baekhyun yang masih dilumat oleh Kris, sementara tangannya mengangkat ujung piyama Baekhyun, setelah terangkat barulah dia melepaskan tautan bibir mereka. Segera melepas piyama Baekhyun, tak lupa Kris juga melepas kaos yang dipakainya sehingga mereka sama-sama telanjang sekarang.

Kris kembali menciumi bibir Baekhyun, melumatnya penuh nafsu.

"Gerakkan badanmu, yeobo." Bisik Kris ditelinga Baekhyun setelah melepas ciumannya.

Kris memeluk pinggul Baekhyun sedangkan Baekhyun memegang bahu Kris. Baekhyun mulai mengangkat tubuhnya perlahan dan kembali menurunkan badannya.

"Ssshhhhh..." Baekhyun mendesis sambil terpejam antara nikmat dan perih yang dirasakannya.

Baekhyun mencobanya sekali lagi, berusaha memfokuskan pikirannya pada kenikmatan yang dirasakannya.

Tangan Kris bertengger di pinggul Baekhyun, membantunya menggerakan badannya.

Dada Baekhyun yang bergoyang berada tepat didepan wajah Kris, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena jika dia memainkanya maka jelas hal itu akan menghambat gerakan Baekhyun.

Desahan nikmat Baekhyun kini terdengar dengan jelas, seiring dengan gerakan badannya yang makin liar.

"Kau menyukainya, yeobo?" Tanya Kris pada Baekhyun yang masih sibuk menaik turunkan badannya, kepalanya mendongak dengan mata terpejam.

"Ahhh ah ah aku..suka...Krishhh ah, milikmu..panjang..nghhh aku suka." Baekhyun menjawab pertanyaan Kris dengan susah payah.

Baekhyun bergerak makin liar, lubangnya terasa makin menyempit tanda dia akan segera sampai puncaknya. Sedangkan Kris yang merasakan miliknya tercengkram kuat, apalagi dengan posisinya yang seperti itu membuatnya tak bisa tahan berlama-lama, dia juga akan segera mencampai puncak kenikmatannya.

Kris membantu Baekhyun menggerakkan badannya.

"Aaakkkhhhh..."

"Nghhhhh..."

Baekhyun dan Kris keluar bersamaan. Baekhyun ambruk diatas tubuh Kris yang masih bersandar. Milik Kris masih berada di dalam liang Baekhyun yang sekarang jelas terasa berkedut-kedut karena efek orgasmenya.

"Apa kau menikmatinya yeobo?" Tanya Kris.

Baekhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kau juga sangat nikmat yeobo." Sahut kris lagi.

"Berhenti memanggilku seperti itu, Kris. Terdengar menggelikan jika kau yang mengucapkannya." Baekhyun menyahut.

"Tapi memang seperti itu kan seharusnya. Kau sudah jadi istriku sekarang."

"Tapi kita menikah bukan karena cinta kan. Oh god Kris, kau mengeluarkannya didalam lagi?" Ucap Baekhyun yang langsung panik setelah teringat hal itu. Dia langsung menegakkan badannya yang sedari tadi bersandar nyaman di bahu Kris dan langasung menatap Kris.

"Maaf, aku lupa lagi." Ucapnya tak menampakkan raut bersalah sedikitpun.

"Ck Kris, bagaimana kalau aku benar-benar hamil? Bagaimana dengan impianku memiliki anak dengan orang yang kucintai?"

"Apa ini masa suburmu?"

"Masa subur? Aku tak tau."

"Ckck, kapan kau terakhir menstruasi?"

"Sudah lebih dari tiga minggu yang lalu, kenapa?"

"Berarti kau sedang tidak dalam masa suburmu sekarang, bodoh. Kau ini perempuan tapi tak mengerti tentang hal itu."

"Aku hanya tak tau Kris. Jadi kalau aku tidak sedang dalam masa suburku artinya apa?"

Kris menggeleng gelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang tidak termasuk bodoh itu tapi tak mengerti tentang masalah seperti ini.

"Berarti kecil kemungkinan kau bisa hamil Baekhyun sayang." Jelas Kris dan langsung mencubiti pipi Baekhyun.

"Eoh?! Jadi kenapa kita menikah kalau begitu Kris pabo."

Gantian Baekhyun yang mencubiti pipi Kris.

"Entahlah, aku juga tak tau kenapa aku tiba-tiba berkata seperti itu pada Jae eomma. Melihatnya sangat terpuruk membuatku merasa bersalah, dan hanya cara itu yang tiba-tiba terbesit di otakku."

"Oh, begitu." ... "Hmm Kris, punyamu bangun lagi?" Tanya Baekhyun ragu saat merasakan milik Kris yang memang masih belum terlepas sedari tadi.

"Itu karena kau yang tak bisa diam. Apa kau lupa kalau milikku masih berada didalammu?" Omel Kris.

"Aku lupa, jadi..?"

"Kita lanjutkan ronde kedua, yeobo."

"Jangan panggil aku yeobo Kris."

"Baiklan sayang. Jadi ayo lanjutkan."

"Tapi aku lelah, Kris. Berada di atas melelahkan." Ucap Baekhyun manja, kembali menyandarkan kepalanya di bahu Kris.

"Baiklah, kali ini aku yang memegang kendali. Kau cukup berbaring dan mendesahkan namaku, sayang." Kris menjilati telinga Baekhyun.

"Kris, kenapa kau tak pernah memberiku Kiss mark?" Tanya Baekhyun. Menegakkan badannya kembali dan menatap Kris

"Karena kita tidak saling mencintai kan? Aku hanya akan menandai orang yang memang benar-benar kucintai." Jawab Kris balik menatap Baekhyun.

"Jadi kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau tidak melakukannya saja bersama orang yang kau cintai?"

"Aku belum menemukan orang yang kucintai. Aku melakukannya padamu karena tubuhmu sudah membuatku kecanduan, sayang." Kris berucap dan langsung menyambar dada Baekhyun.

Kris memeluk pinggang baekhyun sambil terus mengemut dada Baekhyun gemas.

Baekhyun sendiri refleks memeluk kepala Kris karena serangan mendadak Kris membuatnya tak dapat menahan tubuhnya.

Kris mengemut payudara kanannya sedangkan tangan kris meremas payudara kirinya.

"Akkh lebih keras, Krishh."

Baekhyun kembali terlena dengan permainan kris, melupakan berbagai macam pertanyaan yang ingin dia ajukan sebelumnya.

.

.

.

Bersambung...

Pengennya chap ini dipost sebelum puasa tapi apa daya pulsa tak memadai. Kalau postnya sesudah puasa? Kelamaan, jadi aku post sekarang.

Maaf kalau NC-nya pas pasan, entar deh ya kalau akunya udah nikah bakalan bikin yang hot dah. Makanya doain aku dapat jodoh. /dirajam/

Oke, mari balas review chap kemarin

SHY Fukuru: iya nih, HyukMin ganggu aja, padahal baru aja 'masuk'. Makasih udah review :)

ohristi95: iya, hyukjae ganggu. Tapi dia baik kan, udah ngijinin kris ngelanjutin pekerjaannya; Baca ff nc sebelum tidur? Wah patut dicoba tuh. /plak/ Makasih udah review:)

babekyu88: aku ketiknya pakai KingsoftOffice, trus di post dah. Makasih udah review:)

RoseEXOticsFRIEND: iya, mereka ketauan, baek sih teraknya kenceng banget; kalau yeol yang liat udah maen bertiga mereka, aku tak kuasa menulisnya; BaekBaek krispy? Kkkk; makasih udah review:)

majey jannah: Belum, ini masih ada lanjutannya. Makasih udah review:)

AnitaLee: Iya tak apa; HOT, Benarkah? /kedip kedip/ ; AKU JUGA SUKA KRISBAEK, MEREKA LUCU; Makasih udah review:)

Makasih juga buat yang udah review chap satu kemarin

SHY Fukuru ; RoseEXOticsFRIEND ; majey jannah ; TrinCloudSparkyu ; ohristi95 ; hani ; anon ; Ryeolu ; lili.

Makasih juga buat yang udah follow favorit review, sama yang udah baca juga makasih.