If its Wrong

Tittle: If its Wrong

Cast: Baekhyun (girl)

Kris

Hyukjae (girl)

Sungmin (5yo)

Chanyeol

Luhan (girl)

and other.

Chapter: 5/?

Disclaimer: Cerita ini asli punyaku!

Warn: NC, CRACK PAIR, Cerita membosankan, GENDERSWITCH, ooc

.

.

.

Dipagi yang cerah ini, pasangan pengantin baru kita ini duduk menikmati pagi mereka dengan menonton acara tv, ah lebih tepatnya hanya Kris yang sibuk menyaksikan tingkah konyol benda kuning, kotak, berpori di layar tv mereka. Sedangkan sang istri cuma menatap malas pada layar datar tersebut sambil mengunyah camilannya.

"Kris, aku baru tau kalau kau penggemar SpongeBob. Padahal jika diperhatikan wajahmu, kau ini lebih cocok dengan genre film seperti SAW dan sejenisnya." Baekhyun berucap cuek, tapi mengandung makna yang mengejek.

"Apa maksudmu membandingkan wajahku dengan genre film pembunuhan sadis seperti itu, hah?" Jawab Kris sengit.

(bagi yang belum tau, SAW itu film bergenre horror suspense)

"Tak bermaksud apa-apa." Balas Baekhyun cuek, kembali memasukkan camilan ke mulutnya.

"Kau mau bilang wajahku seperti wajah-wajah pembunuh sadis begitu?"

"Kau ini sensitif sekali. Aku hanya heran melihatmu, kau ini sedang menonton kartun lucu Kris, tapi kau memandangi layar televisi dengan wajah tegang begitu."

"Tentu saja. Apa kau tak lihat, hampir saja Plankton mencuri resep Krabby Patty milik Mr. Krab tapi dia malah terinjak. Siapa yang tidak tegang hah. Justru kau yang aneh, kenapa kau memandangi televisi itu tanpa ekspresi?"

"Tentu saja, tuan Kris Wu. Episode ini bahkan sudah sering kali kulihat sejak aku masih duduk kelas 3 highschool." Ucap Baekhyun gemas.

"Oh, aku bahkan baru dua kali menonton kartun SpongeBob." Ucap Kris lemas, karena merasa sangat ketinggalan dari Baekhyun.

Baekhyun tak menanggapi, masih sibuk dengan camilannya. Sedangkan Kris kembali duduk manis dan menyaksikan Kartun yang sejak kemarin dia nobatkan sebagai acara tv favoritnya itu.

Keheningan berlangsung cukup lama, sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hingga Baekhyun tak tahan dan mencoba membuka topik pembicaraan.

"Kris, aku tak pernah tau kalau kau itu sangat mesum. Aku bahkan baru tahu sejak saat 'insiden' itu terjadi."

"Aku lelaki normal Baekhyun Sejak kau menggodaku hari itu, wajahmu saat sedang terangsang dan tubuhmu tanpa busana selalu berkeliaran di otakku." Jawab Kris, matanya memperhatikan hidung Squid.

Baekhyun sedikit malu mendengar ucapan Kris, menyesal telah menanyakan hal itu pada Kris.

"Kau sendiri juga sangat menikmati saat kita melakukannya kan?" Kris mengalihkan pandangannya, memicingkan matanya dan tersenyum menggoda ke arah Baekhyun.

"Aku kan bilang aku hanya terbawa suasana." Baekhyun berusaha berkilah.

"Aku tahu, tapi kau tetap suka kan? Lupakah kau saat kau mendesah, aku suka Krish, milikmu panjang." Kris mencoba meniru desahan Baekhyun saat terakhir kali mereka melakukannya.

Baekhyun yang tak tahan digoda langsung menerjang Kris, mendorongnya hingga terjungkal kelantai dan langsung mendudukkan dirinya diatas paha Kris, tangannya sudah mencubit perut Kris.

"Kris pabbo pabbo pabbo..." Umpatnya lucu dan masih tetap mencubit sayang perut Kris.

"auh...auh, ampun Baekkie sayang, aduh sakit auu au." Rintih Kris.

"Tak mau. Siapa suruh kau menggoda ku hah?"

"Iya, aduh aku minta maaf Baekkie. auh hentikan atau aku akan memasukimu dengan kasar."

Uh wow, ancaman yang ampuh. Baekhyun langsung menghentikan gerakan tangannya dan beranjak dari atas tubuh Kris.

"Sudahlah, aku harus siap-siap. Aku ada janji dengan Kai jam 10 nanti." Ucap Baekhyun pada akhirnya dan bergegas ke kamar mereka.

Kris terdiam dilantai. Mendengar Baekhyun menyebut nama Kai, membuatnya teringat insident tiga hari yang lalu saat Baekhyun pulang dalam gendongan Kai. Perbincangannya dengan Kai kala itu terlintas di pikirannya.

"Sama-sama, Kris-ssi. Hmm tapi apa disini kalian tinggal berdua? Kenapa kau bisa tinggal di rumah yang sama dengan Baekhyun? Kalian hanya sahabat kan?"

"Ah, itu karena Baekhyun berniat tinggal terpisah dengan orang tuanya, tapi eommanya menyuruhku menginap bersamanya pada malam hari untuk sekedar menjaganya."

Dia juga sempat bingung harus menjawab apa, untunglah, otaknya bisa menemukan jawaban yang cukup masuk akal.

Beberapa menit setelahnya, Baekhyun sudah tampak rapi dengan tas kecil di tangannya.

"Kau mau kemana bersama Kai?" Tanya Kris pada Baekhyun yang lewat di belakangnya.

"Tak jadi, dia sedang sibuk. Aku mau ke rumah Hyuk eonni saja."

"Kuantar?" tawar Kris.

"Tak usah, kau ada kelas hari ini kan? Aku akan naik taxi." Putus Baekhyun dan langsung melenggan pergi.

.

"Eonniiieeeee... Sungmiinnnnieeee" Teriak Baekhyun saat telah sampai di kediaman Hyukjae, Baekhyun berjalan masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Baekkieee.. eonni merindukanmu." Hyukjae berlari dari dalam dapur saat mendengar teriakan melengking Baekhyun dan di balas dengan teriakan tak kalah melengking darinya. Untunglah hanya mereka berdua yang berada di rumah itu, jadi tak ada orang lain yang beresiko tuli seketika.

Hyukjae langsung memeluk erat Baekhyun dan berjingkrak-jingkrak kecil, Baekhyun yang dipeluk juga balas memeluk Hyukjae dan berjingkrak-jingkrak dengan semangat.

"Aku juga sangat merindukanmu eonni."

Setelah selesai dengan acara pelukan sambil melompat itu, kini mereka telah duduk manis di ruang tamu sambil menikmati kue yang dibuat Hyukjae.

"Eonni, Sungminnie kemana? Eonni sendiri?" Ucap Baekhyun.

"Dia sedang main di rumah temannya, Wookie. Donghae oppa sedang di kantor."

"Huh padahal aku merindukannya."

"Kau tak bersama Kris?"

"Tidak, dia sedang kuliah. Oh iya eonni memberikan hukuman apa pada Chanyeol dan Luhan?"

"Hanya menyuruh mereka menjaga dan membersihkan pekarangan samping rumah eonni selama satu minggu. Tapi katanya mereka ada jam kuliah hari ini, jadi besok baru datang lagi."

"EOMMMAAAA HUWEEE" Tangis Sungmin terdengar dari arah depan.

Sungmin berlari dengan wajah berlinangan air mata, dan langsung mendudukkan dirinya dipangkuan Baekhyun dan memeluknya. Padahal dia menangis memanggil eommanya, tapi malah memeluk Baekhyun.

"Minnie kenapa?" Tanya Hyukjae yang duduk di samping Baekhyun.

Baekhyun sendiri sudah mengelus sayang rambut Sungmin.

"Wooki marah sama Minnie huweee." Tangis Sungmin, dan menenggelamkan wajahnya di belahan dada Baekhyun. /Minnie pervert mode on/

"Apa Minnie nakal?" Tanya Baekhyun.

"Tidak, hiks. Minni tidak nakal Baekki Noona. Hueee Wooki mau nikah sama Minni hiks tapi Minni mau nikah sama Baekki noona hiks dan Wooki nangis." Jelas Sungmin sambil terisak.

Hyukjae dan Baekhyun berusaha menahan tawanya agar tak membuat tangis Sungmin semakin menjadi.

"Tapi Baekki noona sudah menikah sama Kris Hyung kan, Minnie?" Ucap Hyukjae, mengerjai anaknya.

Sungmin mendongak dengan mata sembab, hidung memerah, bibir manyun dan wajah penuh air mata.

"Hiks..Begitukah? Kalau begitu aku menikah sama Wooki saja ya umma."

Hyukjae mengangguk.

"Tapi Wooki marah sama Minnie. Wooki tidak mau menikah sama Minni eomma Hueee..." Tangis Sungmin kembali pecah dan kembali menangis, menenggelamkan wajahnya di dada Baekhyun yang sudah basah karena air mata serta ingusnya.

.

Kris sedang duduk malas di sudut belakang ruang kelasnya, memandang malas pada Pria tua berkumis yang berceloteh di depann kelas. Sesekali menguap untuk meyakinkan bahwa dia sudah amat sangat malas berada di kelas itu. Salahkan Chanyeol dan Luhan yang menyeretnya.

Saat sedang asyik dengan acara malas-malasannya kursi sampingnya terasa bergeser, dan seorang perempuan cantik bermata bulat telah duduk di sampingnya.

Kris hanya meliriknya sebentar dan kembali ke acara malas-malasannya.

Perempuan itu terus menatap Kris sambil tersenyum kecil, Kris yang ditatap begitu agak risih.

"Maaf, apa ada yang salah denganku?" Tanya Kris, sambil meraba wajah dan rambutnya.

"Tidak tidak, kau hanya sangat tampan Kris." Jawab perempuan itu dengan senyum manis di bibirnya.

"Ah, kau seperti baru melihatku saja. Kau juga cantik Kyungsoo."

Kyungsoo terkikik pelan, "Terimakasih, Kris. Mm apa sore nanti kau ada acara?"

"Tidak, kenapa?"

"Aku hanya ingin mengajakmu ke Cafe sore nanti. Bisakah?"

"Terdengar seperti ajakan kencan." Canda Kris.

Kyungso hanya tersenyum lebar, "Kau boleh menganggapnya seperti itu Kris. Kalau begitu aku tunggu di Cafe nnn jam 3 sore, ok. Jangan terlambat."

"Kau tak mau ku jemput?" Tawar Kris.

"Kau tau rumahku?"

"Tentu saja Do Kyungsoo."

"Baiklah kalau begitu."

.

"Yeol, kurasa Kris marah padamu karena telah memaksanya mengikuti pelajaran. Kau tau dia sangat membenci pelajaran itu kan?" Tanya Luhan, dia sedang menyandarkan tubuhnya di sofa apartement Chanyeol. Apartment mereka berdekatan, jadi tak jarang mereka saling mengunjungi apartment.

Chanyeol menuangkan minuman kedalam gelas, dan membawanya di meja ruang depan tempat Luhan bersantai.

"Terimakasih, Yeol." ucap Luhan dan langsung meneguk minumannya.

"Hmm. Aku tak peduli, sebagai sahabatnya yang baik, aku hanya membantu memperbaiki citranya." Balas Chanyeol. Mendudukkan dirinya di samping Luhan.

"Ooh kau sungguh baik, Yeolli." Luhan berucap dengan nada lucu dan wajah yang dia buat seimut mungkin. Bermaksud untuk mengejek Chanyeol. Chanyeol hanya meliriknya sekilas.

"Terimakasih. Dan kau juga sangat cantik jika kau bertingkah imut seperti itu, Lulu." Ucap Chanyeol tanpa menatap Luhan.

Luhan sontak memalingkan pandangannya, mencoba mengatur degub jantungnya.

Selalu seperti ini. Setiap pujian yang Chanyeol ucapkan padanya, sungguh sangat berpengaruh terhadap jantung dan pipinya, sekalipun Chanyeol mengucapkannya dengan nada yang terkesan main-main.

"Berhenti menggombaliku Park Chanyeol. Aku tak seperti Lizzy yang akan berteriak kegirangan bahkan saat kau hanya menatapnya." Melipat tangan di depan dada. Cemburu.

"Aku serius dengan ucapanku, dan aku bersyukur kau tak pernah mengurai rambutmu jadi tak ada yang menyadari kecantikanmu. Sehingga aku tak punya saingan." Ungkap Chanyeol masih dengan nada cuek.

Luhan terperangah, dia menatap Chanyeol dengan bibir sedikit menganga dan matanya membulat.

"M-maksudmu?"

"Aku menyukaimu Xi Luhan." Chanyeol menatap Luhan, mencoba menampilkan mimik muka serius, tapi gagal. -.-"

"Tapi wajahmu tidak serius, Park Chanyeol. Kau hanya mempermainkanku."

.

"Bagaimana kehidupanmu dengan, Kris?" Tanya Hyukjae.

"Baik-baik saja. Tapi aku tak tau bagaimana kami kedepannya, aku dan Kris bersahabat sudah lama, hampir tiap hari bersama, dan langsung menjalani kehidupan pernikahan secara mendadak tentu cukup sulit untuk dijalani, apalagi dengan pernikahan tanpa ada cinta. Apa hal seperti itu bisa berlangsung lama eonni? Lalu aku harus bagaimana? Mencoba mencintai Kris, menjalani kehidupanku dengan Kris tanpa cinta, ataukah berpisah? Aku juga punya impian sendiri tentang pernikahanku kelak, tapi apa sekarang aku tak bisa mewujudkannya eonni?"

Baekhyun mencurahkan isi hatinya sambil tertunduk, setetes air matanya telah jatuh mengalir, tangannya masih mengelus rambut Sungmin yang sudah tertidur dipahanya setelah puas menangis.

"Eonni tak tau, Baekki. Tapi apa kau tak bisa mencintai Kris?"

"Aku tak pernah mencobanya. Lagi pula apa benar cinta sesimple itu?"

"..."

"Aku belum pernah jatuh cinta, tapi apa aku boleh jatuh cinta? Aku sudah menikah, bahkan sebelum sempat merasakan yang namanya cinta. Bukankah hidupku sangat tidak indah, eonni?"

"Kau salah, Baekkie. Indah atau tidaknya hidupmu itu tergantung dari sudut pandang mana kau melihat dan menilainya, kau cukup bersyukur dan menjalani kehidupanmu sekarang. Jangan mengeluh, karena mengeluh hanya akan membuatmu semakin lemah. Baekkie, eonni sangat menyayangimu. Kau tau itu kan?"

Baekhyun mengangguk.

"Eonni mau kau bahagia, Baekkie. Jangan terlalu memikirkan tentang insident mendadak ini, cukup jalani dan bahagia. Mengerti Baekki?" Jelas Hyukjae, menampilkan senyum manis diwajahnya.

Baekhyun mendongak, lalu perlahan menganggukkan kepalanya.

"Aku juga menyayangimu eonni." Ucapnya, dan dia menangis, haru.

.

.

"Kris, aku menyukaimu." Ungkap Kyungsoo mantap, tersenyum manis menatap wajah Kris yang tampak kaget mendengar pengakuannya.

Mereka sekarang telah berada di Cafe yang mereka bicarakan sebelumnya.

"Kau yakin, Kyungsoo? ah maksudku aku tak tau, pengakuanmu terlalu mendadak." Kris menggaruk tengkuknya.

"Tak apa Kris. Aku hanya ingin menyampaikan ini padamu. Kau tau, memendamnya terus sungguh tak nyaman."

"Aku mengerti, tapi jika aku menjawab aku juga menyukaimu apa itu berarti kita sudah jadi sepasang kekasih?" Tanya Kris

Kyungsoo terkikik geli mendengar pertanyaan Kris.

"Itu tergantung dirimu, apakah kau mau menjadi kekasihku atau tidak. Saling menyukai juga belum tentu harus menjadi sepasang kekasih, kan?"

"Entahlah, aku juga belum bisa memahami perasaanku. Aku mungkin juga menyukaimu, Aku nyaman bersamamu. Tapi aku juga belum yakin dengan perasaanku."

Kyungsoo sedit bersemu mendengar perkataan Kris, tapi tak begitu terlihat, dia sangat bisa mengontrol perasaannya.

"Kita jalani saja dulu, soal perasaanmu, mmm kita hanya perlu berpisah jika kau ternyata tak sungguh menyukaiku. Bagaimana?" Tawar Kyungsoo.

"Kau yeoja yang baik dan juga manis Kyungsoo, jadi kurasa tak ada ruginya." Jawab Kris sambil tersenyum.

"Jadi apa sekarang aku boleh memanggilmu, Oppa~?"

Kris tertawa, "Kau sangat lucu Kyungsoo-yaa. Kurasa aku akan benar-benar menyukaimu kalau kau selalu bertingkah seperti itu."

"Aku akan sangat gembira jika hal itu benar-benar terjadi, Kris Oppa."

.

.

.

Bersambung

Maafkan aku, chap ini pendek trus gak ada NC-nya soalnya aku lagi anemia, kurang darah. Kebanyakan mimisan gegara nulis NCannya KrisBaek.

Ada yang rindu sama Sungmin tah? hihihii...

Balasan Review:

- CheftyClouds: ya namanya juga udah nafsu, cinta gak cinta urusan belakangan. Makasih udah review.

- BLUEFIRE0805: Iya, aku juga gak suka liat kai deket-deket baekhyun.; kris: aku memang suaminya kan, jadi wajar kan? Iya kan?; Makasih udah review.

- AnitaLee: Kaibaek shiper?; hah iya nih, aku rasa juga gitu nanti. Makasih udah review

- askasufa: Sungmin lagi main ama wookie, jadi gak tau kalau dia lagi kedatangan noona cantik; entahlah, saya sukanya KaiHun yaoi ver sih. Mkasih udah review

- SHY Fukuru: Iya nih, si kris mesum banget soalnya, bisanya cuma ngatain orang mesum aja dia; rated tinggi yang bagaimana itu?; Makasih udah review.

- indi1004: Kaibaek? Entahlah, akunya juga masih bingung si item mau digimanain. Makasih udah review.

- lili: tapi gak janji yah, soalnya aku masih polos kan. lili: /shock/ ; makasih udah review.

- EXOSTics: iya ini ada Kaitem; aduh, dirimu mendukung Kris atau Kai sih? Haduuhh... Kalau aku dukung Sungmin aja. Makasih udah review

- ohristi95: apanya yang begitu nyata hayooo, Nc-nya? Wah kamu readers fic ini yang paling yadong, selamat. Kkkk; Dilanjut sampe maut memisahkan? Ok, next chap aku tinggal bikin baek mati ketabrak mobil, trus kris bunuh diri, cerita berakhir dan authornya disantet hohohoo. Makasih udah review.

- cindyshim07: Iya, ini udah lanjut ya. Semoga suka.; makasih udah review.

- majey .jannah: kkk tapi si Baek gak protes, malah semangat dia. Haduh dasar; ganti sehun? Aduh, maapin ya, aku uke sehun shiper tapi makasih udah review.

- Lia ok: entahlah aku juga tak tau apa kai cinta baek atau tidak. Mari tanyakan pada rumput yang ngedance; makasih udah review.

- TrinCloudSparkyu: kris masih bimbang, masih labil dia. Maklum, kan masih abg(?) /shock/ ; baekki dikelilingi orang mesum yah. Makasih udah review chap ini sama chap sebelumnya.

- Kim Eun Seob: aaah kamu suka liat kris cemburu yaah. Hihihii; makasih udah review chap ini sama chap sebelumnya.

Terimakasih Readers ^^

Sorry for typos

*Chuu~~