IF IT'S WRONG
Tittle: If it's Wrong
Cast: Baekhyun (girl),
Kris (man)
Luhan (girl)
Kai (man)
etc.
Disclaimer: Cerita ini asli punyaku!
Warn: CRACK PAIR, CERITA MAKIN ANEH, GENDERSWITCH, ooc, NC
•
•
•
Kai berjalan dengan santai menuju apartmentnya, dia langsung membuka pintu setelah memasukkan sandi terlebih dahulu. Ia melangkahkan kakinya menuju salah satu kamar, setibanya di kamar itu, ia mendapati Baekhyun yang sedang menatap kosong ke arah langit-langit kamar itu.
"Baek, aku membawakanmu makanan. Cuci mukamu terlebih dahulu, aku menunggumu di luar." Ucapnya dan langsung meninggalkan kamar itu.
•
Baekhyun makan dengan semangat, ia bahkan tak menghiraukan tuan rumah yang sedang berbicara padanya.
"Baekhyun, aku bicara padamu." Gumam kai dengan wajah datar.
Baekhyun menghentikan acara makannya, menatap wajah Kai dengan cengirannya.
"Kubilang, kenapa kau bisa mabuk seperti itu?" Ulang Kai.
Cengiran di wajah Baekhyun langsung hilang.
"Kau menghancurkan mood-ku Kai-ah. Aku selesai." Jawabnya, meninggalkan meja makan.
Kai hanya melongo, tapi dia segera menyusul Baekhyun setelahnya.
"Baek, maafkan aku okay. Tak usah di jawab kalau kau belum siap." Bujuk Kai pada Baekhyun yang sudah duduk di sofa.
Baekhyun mendongak menatap Kai, "Kau tau jatuh cinta itu seperti apa, Kai?" Tanyanya.
Kai yang duduk di depan Baekhyun menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu apa kau tau rasanya patah hati?" Tanya Baekhyun lagi.
"Hmm patah hati? Aku pernah patah hati, hal itu sangat menyakitkan tapi sekarang aku sudah melupakannya." Jawab Kai. Ia masih belum berani bertanya pada Baekhyun, biarlah Baekhyun yang menceritakannya langsung.
"Bagaimana ceritanya?"
"Yaah, aku dulu punya seorang kekasih. Dia sangat baik pada semua orang dan aku sangat senang bisa menjadi kekasihnya, tapi saat hubungan kami jalan sebelas bulan dia mengaku bahwa dia memiliki kekasih lain. Saat kutanya apakah kau lebih mencintainya, dia menjawab iya. Jadi kita berpisah, padahal aku sangat mencintainya. Tapi sekarang aku sudah bisa melupakannya."
Baekhyun menghela nafas berat mendengar cerita Kai.
"Hal itu lumayan bagus, jika dibandingkan denganku." Ucapnya.
Kai memberanikan diri bertanya. "Memangnya apa yang terjadi? Aku tak mengerti."
"Aku baru sadar aku telah jatuh cinta pada saat aku patah hati. Aku jatuh cinta pada Kris, hiks tapi dia sudah punya kekasih. Namanya Kyungsoo, tampaknya Kris sangat menyukainya. Ia bahkan menceritakan tentang Kyungsoo panjang lebar padaku. Kyungsoo baik, Kyungsoo lucu, Kyungsoo cantik hiks. Aku juga cantik tapi kenapa dia tak menyukaiku." Baekhyun bercerita panjang lebar, diselingi isakan kecil. Ia menghapus air matanya.
Kai beranjak mendekati Baekhyun, mengusap punggungnya lembut. Ia tak pandai menangani perempuan yang sedang menangis.
"Jadi kau tak mau pulang? Apa kau mau menginap disini? Tenang saja, aku tak tinggal disini, aku hanya kesini saat bertengkar dengan orang tuaku."
Baekhyun menggeleng. "Terimakasih, tapi aku akan menginap di tempat Luhan saja. Kau mau mengantarku kesana kan Kai?" Pinta Baekhyun.
Kai menelan ludahnya kasar melihat wajah Baekhyun sekarang, wajahnya memelas, air mata masih menggenang di pelupuk matanya, pipinya dan ujung hidungnya memerah karena menangis, bibirnya juga mengerucut sedikit.
Kai berdehem menutupi rasa gugupnya. "Tentu saja."
Baekhyun menunduk lagi.
"Kenapa?" Tanya Kai heran
"Tapi bagaimana dengan mobilku, Kai?" Baekhyun mendongak menatap Kai.
Kai semakin salah tingkah melihatnya, wajah Baekhyun sekarang jauh lebih menggemaskan dari sebelumnya. Kai langsung berdiri dengan cepat.
"Biar aku yang mengurusnya." Kai langsung berjalan menuju pintu.
"Kai, kau mau kemana?" Tanya Baekhyun sedikit berteriak.
Kai berbalik. "Mengantarmu ke tempat Luhan, ayo." Ajaknya.
Baekhyun akhirnya menyusul Kai setelah mengambil tasnya di dalam kamar Kai.
•
"Kau darimana saja Baekkie? Aku menunggumu sejak tadi. Kenapa kau baru pulang tengah malam begini? Aku mengkhawatirkanmu, kau tau. Aku bahkan menghubungi Kris dan dia bilang dia tidak bersamamu, dia juga sedang mencarimu sekarang. Kau harus mengabarinya sekarang, Baekkie." Luhan meghujani Baekhyun dengan serentetan kalimat saat Baekhyun sudah melangkahkan kakinya memasuki apartmen Luhan.
"Lu, kau saja yang mengabarinya ya. Aku lelah. Kita tidur berdua kan? Chanyeol tak ada di dalam kan?" Tanya Baekhyun. Ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Luhan saat mendapat jawaban berupa anggukan dari Luhan.
Luhan sendiri sedang mencoba menghubungi Kris, berkali-kali tetapi tetap tak mendapat jawaban dari pria tinggi itu. Akhirnya ia mengirimkan pesan singkat pada Kris dan menyusul Baekhyun.
•
"Permisi, apa anda melihat perempuan ini di bar ini?" Tanya Kris pada seorang pelayan di bar tempat mobil Baekhyun terparkir. Saat sedang mencari Baekhyun ia tak sengaja melihat mobil Baekhyun, awalnya ia agak ragu tapi setelah ia memastikannya akhirnya ia memasuki bar itu. Ia terus mencari, tapi tak menemukan sosok Baekhyun di manapun. Ia berinisiatif menanyakannya kepada salah satu pelayan di bar itu dengan memperlihatkan foto Baekhyun di handphone-nya.
"Maaf tuan saya tidak melihatnya, coba anda tanyakan pada pelayan itu." Ucap pelayan itu dan menunjuk seorang pelayan lain dengan poni yang menutupi dahinya.
Kris pun menghampiri pelayan itu, "Maaf, apa anda pernah meihat orang ini di bar ini? Saya melihat mobilnya terparkir di luar tapi saya tak menemukan orangnya."
Pelayan itu mengerutkan keningnya. "Iya saya melihatnya. Anda siapa?"
"Oh, saya Kris. Bisa anda antarkan saya ke tempat wanita ini?" Tanya Kris.
"Kris? Aaah jadi anda yang bernama Kris. Nona yang anda perlihatkan fotonya itu terus bergumam Kris jahat Kris Jahat. Tapi sekarang dia sudah pulang. Sayang sekali." Jawab Sungjae.
"Dia pulang bersama siapa? Kenapa mobilnya masih ada di luar kalau begitu?"
"Ah dia pulang bersama Kai." Sungjae menjawab dengan sedikit acuh, malas melayani Pria yang terlalu banyak tanya ini.
"Kai?"
Sungjae menghela nafas menahan emosi. "Kai yang di sana, Tuan." Sungjae menampilkan senyum di bibirnya, tapi matanya melotot tak sabar.
Kris sedikit ngeri melihatnya. Dia pun berterimakasih dan segera menghampiri Kai.
"Kai, mana Baekhyun?" Kris bertanya dengan tak sabarnya, tangan dilipat di dada angkuh.
Kai melilrik Kris lalu mendengus, "Heh, dia ada di apartment-ku. Kenapa?" Jawab Kai yang tentu saja berbohong. Baekhyun sudah bersama Luhan sekarang.
"Apa yang kau lakukan padanya?" Kris sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Aku? Ah aku tak melakukan apa-apa. Kalaupun aku melakukan sesuatu pada Baekhyun, apa urusannya denganmu?" Seringaian terpasang di bibir Kai.
Kris menggeram kesal. "Aku sahabatnya, tentu saja itu urusanku."
Kai menenggak minumannya sampai tak tersisa, lalu berdiri di hadapan Kris.
"Kau hanya sahabatnya, Kris. Baekhyun punya urusan pribadinya sendiri." Balas Kai, menekankan kata Hanya Sahabat.
"A-..." Kris tak dapat melanjutkan ucapnnya, tenggerokannya tercekat. Ucapan Kai benar, dia hanya sahabat Baekhyun. Dia ingin berkata Aku suaminya, tapi dia juga tak pantas di sebut sebagai suami.
Seringain Kai makin melebar. "Sudahlah, Kris. Urus saja urusanmu dengan kekasihmu, biar aku yang mengurus Baekki-ku."
Mata Kris melebar saat mendengar Kai mengklaim Baekhyun sebagai miliknya
Kai berlalu, menyenggol bahu Kris dengan sedikit keras.
'Sangat mudah di tebak, dan sangat tidak peka. Tenang saja Baekhyun, aku akan dengan senang hati membantumu menyadarkannya. ' Batin Kai.
•
Kris merenung di kamarnya dengan Baekhyun. Ia berbaring di kasur yang selalu mereka tempati bercinta, tapi sekarang tak ada Baekhyun di situ.
Dia tak dapat melupakan ucapan Kai yang menyebut nama Baekhyun dengan sebutan Baekkie-ku, dia tidak setuju.
"Baekhyun hanya milikku." Gumamnya.
Apa yang kupikirkan, aku sudah memiliki Kyungsoo. Batinnya lagi. Kepalanya menggeleng keras.
•
•
•
Seminggu sudah Baekhyun tak pernah pulang ke rumahnya dan Kris. Dia hanya menginap di apartment Luhan dan sekali di apartmen Kai. Kai pernah berkata padanya bahwa dia akan membantunya. Tapi Baekhyun sendiri tak menanggapi hal itu dengan serius, dia mengira Kai akan membantunya melupakan Kris.
Kris juga kadang melihat Baekhyun bersama Kai, hal itu tentu saja membuat otak dan hatinya kembali bereaksi, dan jika sudah seperti itu dia akan menemui Kyungsoo dengan begitu dia dapat melupakan insiden Kai dan Baekhyun. Baekhyun juga menghindarinya sekarang.
Kyungsoo dan Kris sedang berada di sebuah cafê, Kyungsoo menyadari Kris sedikit berubah. Sepertinya ia menyadari sesuatu, dan sekarang dia akan memastikannya.
"Kris, kau setuju kan?"
Kris langsung mendongak kaget saat Kyungsoo menyebut namanya "Aah ya. Iya, setuju." Kris hanya menjawab bahkan ia tak mendengar apa yang Kyungsoo ucapkan sebelumnya.
Kyungsoo menghela nafas, dan menyunggingkan senyum pahit.
"Kau tak memperhatikanku. Aku tak berkata-apa sebelumnya" Ucap Kyungsoo.
Kris merasa seperti orang bodoh sekarang. "Maaf, aku hanya sedang memikirkan sesuatu."
"Kris, kita akhiri saja hubungan kita." Kyungsoo mengucapkannya sambil menunduk.
Kris terbelalak, "Apa maksudmu, kita bahkan tak sedang bertengkar kenapa kau bicara seperti itu?"
"Kau tak mencintaiku, Kris. Aku bisa merasakannya, berhenti membohongi hatimu."
Kris menghela nafas, "Aku tak tau. Aku bingung."
Kyungsoo menatap Kris, ia mengelus kepala Kris yang sedang tertunduk.
"Kau mencintainya, kau hanya tak menyadarinya Kris. Meski aku tak tau siapa orangnya, tapi aku bisa merasakan bahwa kau mencintainya. Ungkapkanlah." Gumamnya bijak.
"Terimakasih, Kyungsoo. Kau sangat baik, dan maafkan kebodohanku." Balas Kris.
"Tak apa, Kris. Aku juga bersalah atas hal ini."
•
"Halo, Kai. Temani aku ke bar lagi." Pinta Baekhyun pada Kai melalui line telpon.
"Haah, memang sekarang apa lagi yang terjadi?"
"Aku melihatnya lagi tadi siang bersama kekasihnya, Kai. Cepatlah jemput aku di tempat Luhan. Kalau aku pergi sendiri siapa yang akan mengantarkanku pulang kalau aku mabuk? Kalau aku kecelakaan? Kalau seseorang memperkosaku? Kau mau bertanggung jawab?"
"Yasudah, aku kesana sekarang." Jawab Kai pasrah.
•
Baekhyun sudah menenggak beberapa gelas minuman, tampaknya ia sudah mabuk.
"Kai, kau juga minum. Temani aku." Rengek Baekhyun, ia bergelayut pada lengan Kai.
"Kalau aku mabuk kau mau kuperkosa, hah. Sudahlah, ayo kita pulang. Sekarang sudah jam sepuluh malam. Kau harus tidur." Kai menarik tangan Baekhyun untuk berdiri.
•
"Kai, apa aku cantik?" Baekhyun bertanya pada Kai yang sedang menyetir.
"Iya" Jawab kai seadanya.
"Lalu, kenapa Kris tak mencintaiku dan lebih memilih Kyungsoo?"
Kai menginjak rem mobilnya karena traffic light yang menunjukkan waran merah.
"Dia hanya belum menyadarinya." Kai lagi-lagi menjawab dengan singkat. Bicara dengan orang mabuk percuma, menurutnya.
"Lalu apa Kai mau jadi kekasihku?" Tanya Baekhyun. Ia membuka sabuk pengamannya, dan merangkak menuju pangkuan Kai. dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kai.
Kai tentu saja terkejut dengan tingkah Baekhyun. Kalau kaca mobilnya tak transparan mungkin ia hanya membiarkan Baekhyun dengan posisi itu, tapi dengan kaca transparan seperti ini, itu sama saja mempermalukan diri sendiri. Dengan susah payah ia mecoba memindahkan Baekhyun.
Suara klakson bersahut-sahutan dan Kai baru sadar traffic light sudah kembali hijau tapi Baekhyun masih di pahanya. Dia hanya menggeram kesal dan kembali mencoba memindahkan Baekhyun yang kembali meracau tak jelas.
dok dok dok
Seseorang menggedor kaca jendela mobil Kai, saat ia berbalik pintu mobilnya sudah terbuka, dan orang itu mengambil Baekhyun dari pangkuannya. Entah bagaimana cara orang itu mengangkat Baekhyun keluar, yang Kai tau hanya pipinya yang sakit karena kaki Baekhyun menendangnya saat orang itu mengangkatnya keluar.
"Jangan ganggu Baekhyun." Ucap orang itu, yang ternyata adalah Kris. Kris berlalu, dan membawa Baekhyun menuju mobilnya yang berada di belakang mobil Kai.
Suara klakson masih terdengar jelas di telinga Kai, bahkan ada beberapa yang berteriak memaki karena telah membuat keributan di tengah jalan.
Ia menutup pintu mobilnya dan segera menginjak pedal gas. Kai menyeringai karena berhasil membuat Kris bertindak. Usahanya memperlihatkan kedekatannya dengan Baekhyun ternyata membuahkan hasil.
•••
Kris menggendong tubuh Baekhyun masuk ke dalam rumah mereka. Wajahnya mengeras. Dia tak suka melihat Baekhyun bersama Kai, apa lagi posisi Baekhyun dan Kai saat ia memergoki mereka itu sangat tidak enak dipandang.
"Kris, kenapa kau menggendongku?"
"Kris, kenapa wajahmu begitu?"
Baekhyun terus begumam tidak jelas tapi Kris tetap tak menghiraukan Baekhyun. Ia tetap serius menapaki tangga menuju kamar mereka.
"Kris apa aku jelek?"
"Kris~ Kris~ Kris~ Suamiku~"
"Kris kenapa kau tak mencintaiku?"
Ucapan terakhir Baekhyun membuat Kris menghentikan jalannya. Dia tak mengerti kenapa Baekhyun bertanya demikian, apa Baekhyun mencintainya?
"Aku mencintaimu tapi kau tak mencintaiku. Kau mencintai Kyungsoo." Gumam Baekhyun lirih, matanya sedikit terpejam dan jangan lupakan keadaannya sekarang yang masih di bawah pengaruh alkohol.
Wajah Kris kembali mengeras, dia tak suka mendengar ucapan terakhir Baekhyun. Dia juga mencintai Baekhyun, dia hanya baru menyadarinya sekarang. 'aku bodoh.' Ucapnya dalam hati.
Kris kembali melanjutkan langkahnya. Setelah sampai di kamar ia langsung membaringkan Baekhyun di kasur mereka.
Kris berjalan keluar kamar, beberapa saat kemudian dia kembali dengan susu ditangannya. Ia membantu Baekhyun duduk, Baekhyun tidak tertidur, dia sedang bersenandung. Meski mabuk tapi tetap terdengar indah.
Kris memegang rahang Baekhyun, menekan pipi Baekhyun agar bibirnya terbuka dan segera menempelkan gelas itu di bibir Baekhyun. Karena dipercaya susu dapat menghilangkan mabuk.
Baekhyun meminum habis susu itu.
"Kris jahat~"
Kris tak memperdulikan ucapan Baekhyun, ia menduduki paha Baekhyun lalu menyambar bibir Baekhyun setelah menyimpan gelas itu di meja. Tangannya kembali mencengkram pipi Baekhyun agar bibirnya terbuka, ia melesakkan lidahnya kedalam mulut Baekhyun, mencoba menarik lidah Baekhyun keluar.
Baekhyun tak membalas tindakan Kris, ia hanya terdiam. Entahlah apakah ia sudah sadar atau tidak.
Kris mengulum lidah Baekhyun, menghisapnya keras dan menggigitnya. Baekhyun melenguh.
Tangan Kris mencoba membuka kancing baju Baekhyun. Ia meremas kedua payudara Baekhyun yang terlapis bra dengan keras hingga Baekhyun memekik sakit.
Bibirnya sendiri masih mengulum bibir Baekhyun. Ia menggigit bibir Baekhyun hingga berdarah karena kesal Baekhyun tak merespon ciumannya. Lalu kembali melumatnya. Tangannya sendiri masih meremas payudara Baekhyun dengan sangat keras.
Kris melepaskan ciumannya, membuka semua kain yang menutupi tubuhnya.
"Kau milikku, Baekhyun. Jangan mendekati namja bernama Kai itu lagi." Kris berucap penuh emosi.
Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Tidak, Kris. Kau punya Kyungsoo. Jangan lakukan ini." Ia sudah sedikit sadar, meski kepalanya masih sangat berat.
"Kau, milikku Baekhyun." Ucap Kris penuh penekanan.
Sejurus kemudian ia melepas seluruh pakaian Baekhyun dengan paksa. Baekhyun berusaha menahan lengan Kris tapi percuma, Kris terlalu Kuat.
"Hentikan Kris. Kumohon." Baekhyun mengiba, air matanya kembali jatuh.
Kris tak peduli, yang ia pedulikan hanya tubuh telanjang Baekhyun di depannya ini. Kris mendekatkan wajahnya di bibir Baekhyun, tapi dalam jarak Baekhyun menampar pipinya keras.
"Hentikan Kris." Pinta Baekhyun lagi.
Kris memegang pipinya yang memerah perih. Matanya berkilat marah. Ia lalu mencengkeram pergelangan tagan Baekhyun dengan kuat dan menempelkan bibirnya pada bibir Baekhyun.
Kris kembali menggigit bibir Baekhyun hingga berdarah lalu kembali menghisapnya kuat.
Bibir Baekhyun sudah terasa sangat ngilu, gigitan Kris tak main-main. Ia hanya bisa menangis, ciuman yang biasanya manis kini terasa sangat pahit. Ciuman yang bercampur darah dan air mata.
Kris melepaskan cengkeramannya pada tangan Baekhyun. Tangannya beralih meremas payudara Baekhyun, kali ini tak terlalu keras.
Baekhyun mendesah. Ciuman Kris pada bibirnya melembut, ia melumatnya dengan sangat pelan. Baekhyun mencoba membalas ciuman Kris. Tangannya sudah bertengger di pundak Kris. Desahan halus juga sudah keluar dari bibirnya.
Kris mengangkat pinggul Baekhyun, otomatis pelukan Baekhyun pada leher Kris mengerat. Kris membaringkan tubuh Baekhyun, dan langsung menindihnya.
Kris kembali meremas payudara Baekhyun dengan keras, Bibirnya kembali melumat bibir Baekhyun yang masih perih karena gigitannya itu dengan kasar.
"Akkhh.." Baekhyun mendesah, bukan mendesah nikmat tapi mendesah karena rasa perih dan sakit.
Ciuman Kris berpindah di leher Baekhyun, ia menggigit kulit leher Baekhyun dengan kuat. Tak sampai mengeluarkan darah tapi tentu hal itu tetap terasa sakit. Kris menghisap bekas gigitannya, menjilatinya dan kembali melakukan hal yang sama pada daerah leher Baekhyun yang lain.
Baekhyun sendiri hanya mampu terisak, ia tak mengerti kenapa Kris bertindak seperti ini padanya. Kris terus menggiti setiap inci lehernya, bahkan daerah dadanya juga tak luput dari gigitan Kris.
"Kris, kumohon. Ini menyakitkan hiks~"
Kris tak suka melihat Baekhyun menangis, tapi bukannya menghentikan kegiatannya ia malah menggigit nipple Baekhyun.
Baekhyun memekik kesakitan.
"Berhenti menangis." Tutur Kris dingin.
Kris membuka lebar paha Baekhyun. Ia lalu menenggelamkan wajahnya pada vagina Baekhyun. Kris menjilati klitoris Baekhyun, belahan vaginanya juga tak luput dari jilatannya.
Baekhyun memejamkan matanya, harapannya hanya semoga Kris tak menggigit bagian vaginanya.
Kris memasukkan lidahnya dalam vagina Baekhyun, menggerakkannya dengan cepat. Ibu jarinya menggosok klitoris Baekhyun.
Baekhyun tak tahan ingin mendesah, tapi dia cukup sadar, Kris sedang memperkosanya sekarang. Tapi rasanya memang sangat nikmat, tak ada gigitan kasar. Baekhyun akhirnya mengeluarkan desahannya.
Kris mempercepat gerakan lidah dan jarinya. Desahan Baekhyun makin menggila dan dia mengeluarkan cairannya. Tubuhnya lemas, nafasnya terengah.
Kris tak mempedulikan wajahnya yang sudah belepotan, dia tetap mengerjai vagina Baekhyun. Bahkan sekarang empat jarinya sudah keluar masuk vagina Baekhyun. Dia terus melakukannya sampai Baekhyun mengeluarkan cairannya kembali.
Tubuh Baekhyun sudah sangat lemas, ia bersyukur Kris sudah membebaskan vaginanya. Tapi dia menarik kembali rasa syukurnya saat melihat Kris sudah mengocok penisnya sendiri.
•
•
•
Bersambung~
—
Maaf bersambungnya di tempat yang tidak mengenakkan. Tapi ini sudah kepanjangan sepertinya, jadi dilanjut di next chap.
Maaf juga karena ceritanya yang semakin tidak jelas dan aneh. Feel saya sama ff ini sedikit berkurang, ini juga udah maksain diri buat ngetik. Updatenya lama soalnya ALLOGGIO juga udah masuk konflik. Tapi tenang, saya tetap lanjut sampai end. Happy ending kah? Haa entahlah.
—
Balasan Review:
lili: kangen NC-nya KrisBaek? Baca Hello Teacher aja. ini juga udah ada NC-nya tapi kepotong. Makasih udah review
emii: ini si Baek galaunya nambah. Ini udah lanjut. Makasih udah review.
dewo1804: aduh jangan marahin kris lah, entar dia ngambek trus bunuh diri. kai disini jadi jomblo merana, hihii makasih udah review.
vavavava: iya, silakan dibaca. Makasih udah review.
pinzame: Cerita kamu manis dong ya kalau mirip ChanLu. makasih udah review.
askasufa: kris memang bodoh, dia aja ngakuin kalau dirinya bodoh. Apa aja yang ChanLu lakuin di belakang layar tentu hanya diriku yang tau hohohoo. Kai baik kok, dia gak suka Baek. Makasih udah review
AnitaLee: kamu ibunya Baek? Aku ibunya Kris. Jadi kita besanan /ngimpi/; Kris udah sadar nih, berterimakasihlah pada Kyung dan Kai. Makasih udah review
EXOSTics: review kamu ramai banget udah kayak pasar malam, hihihii. Ini kris udah sadar kok, jangan dibunuh. Eh kyung juga jangan ditendang, dia bantu nyadarin Kris kok itu. Ini udah update. Makasih udah review.
Siapapun: maapin, bukan HunHan soalnya aku sukanya KaiHun, aku suka sehun jadi uke huweee. Makasih udah review.
park soohee: Iya, dia udah cinta ama Kris. Ah entar kalau Kris udah selese NC-an ama Baek, baru aku suruh Baek buat tes kehamilan. Makasih udah review.
miszshanty05: udah dilanjut kok ini. Maafin, ini malah makin aneh. Makasih udah review.
ohristi95: Kris udah sadar ini, disadarin ama Kyungsoo. Makasih udah review.
Kim Eun Sob: iya, baek nyesek huweee; makasih udah review.
nvyptr: reader baru? Aah welcome ^^… Kris juga cinta sama Baek, buktinya dia cemburu liat Kai sama Baek. Makasih udah review.
berlindia: no, tidak ada KaiBaek. Baek kan istrinya Kris. TaoXing? Aku juga suka tao jadi seme. Makasih udah review.
BLUEFIRE0805: kalau menurutku sih Baek galaunya lucu, kkk. Kyungsoo emang udah nyerah. Makasih udah review.
hyona21: aduh, reviewnya pake english, aku ngerti english kalau disuruh baca tapi kalau disuruh ngomongnya udah gak bisa, jadi aku balasnya pake bahasa ya. Aduh aku malu. Dibaca aja aku udah seneng, apalagi kalau di review; Ah aku terharu, semoga jaringannya selalu lancar biar bisa review lagi.. Makasih udah review
majey. jannah: Baek innocent-nya kalau lagi mabok doang, kalau udah ama Kris innocent-nya melebur. Makasih udah review.
TrinCloudSparkyu: ada kok, Kris suka Baek juga. Ini udah ada, tapi moment-nya bukan sweet moment. Makasih udah review.
bynbkyoung: iya, udah lanjut ini. Makasih udah review.
baekggu: iya kasian Baekkie-nya, gara gara kris sih. Kyungsoo gak maksa banget kok, maksa dikit sih iya. Hihihii. Makasih udah review.
MidnightDragon1728: Aah aku kena capslock attack. Ini udah lanjut. Makasih udah review.
Mrs. LeeHyukjae: Iya, udah dilanjut ini. Makasih udah review.
loliloli: sama, aku juga mikir gitu. Makasih udah review.
—
Terimakasih buat yang udah review, favorit, follow. Terimakasih buat yang cuma sekedar baca dan tidak meninggalkan jejak, terimakasih. Kalian sumber semangatku. Terimakasih ^^
