IF IT'S WRONG

Tittle: If it's Wrong

Cast: Baekhyun (girl); Kris.

Chapter: 9/?

Disclaimer: Cerita ini asli punyaku!

Warn: CRACK PAIR, CERITA ANEH, GENDERSWITCH, OOC, NC

Tubuh Baekhyun sudah sangat lemas, ia bersyukur Kris sudah membebaskan vaginanya. Tapi dia menarik kembali rasa syukurnya saat melihat Kris sudah mengocok penisnya sendiri.

Baekhyun menelan ludahnya kasar, "Kris~" Lirihnya. Ia memandang takut pria dihapannya yang terlihat sangat menakutkan, wajah dinginnya tambah dingin dan itu membuat Baekhyun ketakutan.

Saat Kris sudah mengarahkan penisnya pada bagian bawah tubuhnya, ia menarik nafas dalam.

"Aaak" Baekhyun memekik keras. Bagian bawahnya sakit, bukan vagina tapi rektum-nya. Kris memasukkan penisnya dalam rektum Baekhyun yang basah karena cairan orgasmenya sendiri, meski basah tapi tetap terasa menyakitkan karena Kris tak memberikan persiapan apapun sebelumnya.

Baekhyun merintih, Kris masih memaksa penisnya masuk. Rektumnya sendiri sudah terasa sangat perih, dan mungkin sudah mengeluarkan darah sekarang. Rektumnya perih saat bergesekan dengan penis Kris, perih seperti diris. Ia ingin menagis meraung dengan keras tapi takut Kris memarahinya dan berlaku semakin keras terhadapnya. Jadi ia hanya menggigit ujung bantal untuk meredam sakit.

Kris menggerakkan pinggulnya, sedikit sulit karena hole butt Baekhyun yang sangat sempit. Seiring dengan pergerakannya hole Baekhyun sudah sedikit melonggar, gerakan pinggulnya juga semakin cepat.

Kris dapat mendengar dengan jelas Baekhyun merintih di bawahnya, tapi kenikmatan pada penisnya membuatnya seakan tuli.

Amarah membutakannya. Dia tak bertemu dengan Baekhyun selama satu minggu, dan dia mengaku dia begitu merindukan gadis itu. Selama satu minggu itu juga dia disuguhi moment KaiBaek setiap harinya. Puncak emosinya saat ia tak sengaja melihat Baekhyun duduk di paha Kai saat lampu merah. Sebegitu horny-nya kah Baekhyun sampai ia tak segan menggoda Kai di tengah jalan begitu? Begitu pikirnya.

Kris juga sangat yakin kalau Baekhyun dan Kai sudah sering melakukannya karena mereka tinggal bersama. Ia tak tau kalau sebenarnya Baekhyun tinggal di tempat Luhan.

Kris menggeram marah karena pemikirannya sendiri. Dia mempercepat gerakan pinggulnya, mencengkram pinggul Baekhyun lalu menggerakkannya dengan arah berlawanan. Ia mendesah pelan merasakan kenikmatan saat hole sempit itu mengurut kejantanannya.

Baekhyun tak lagi merintih, ia menangis dalam diam sambil terus menggigit sudut bantal. Hole-nya sangat perih, pinggulnya juga sakit karena remasan tangan Kris, kepalanya masih sangat berat karena pengaruh alkohol tapi kesadarannya sudah pulih.

Ia lupa bagaimana awalnya kenapa dia bisa berada disini bersama Kris yang sedang bertindak gila terhadapnya. Ia sudah terlalu lelah bahkan untuk sekedar merintih sakit apalagi untuk mengerahkan otaknya untuk mengigat. Harapannya hanya semoga Kris cepat mencapai orgasmenya dan segera menghentikan penyiksaan ini.

Kris menusuk keras hole Baekhyun dan menyemburkan spermanya. Ia berbaring di samping Baekhyun setelah melepaskan penisnya. Ruangan kembali hening, hanya deru nafas Kris yang terdengar.

Baekhyun bernafas lega saat Kris sudah mencabut penisnya, back hole-nya terasa kosong. Ia mencoba mengatupkan kakinya yang masih mengangkang lebar, selangkangannya sedikit sakit karena terlalu lama mengangkang. Baru saja ia mencoba mengangkat kedua kakinya untuk mengatup, rasa perih kembali mendera back holenya. Ia refleks meringis.

Kris membuka matanya mendengar ringisan Baekhyun. Ia berbalik menatap gadis di sampingnya.

"Kau sudah baikan kan? Kalau begitu ayo kita lanjutkan lagi." Ucapnya dengan smirk.

Baekhyun sontak saja membelalakkan kedua matanya, lalu menggeleng pelan dan menatap Kris memelas.

"Lubang yang lain belum, kan?" Lanjut Kris.

Kris membalik tubuhnya, ia meluruskan kedua kaki Baekhyun hingga gadis itu memekik keras.

Kris masih tetap dengan sikap acuhnya. Ia dengan santai menindih tubuh mungil itu dan mencumbu dadanya. Menjilati seluruh permukaan kulit payudaranya.

Baekhyun kembali merinding, ia ingin mendesah tapi ia masih ingat kejadian sebelumnya saat Kris memperlakukannya dengan lembut dan saat ia mendesah pria tinggi itu langsung bersikap kasar lagi.

Kris mulai mengulum nipple Baekhyun, menggerakkan lidahnya memutar lalu menghisapnya. Ia meremas sebelah payudara Baekhyun pelan, ujung telunjuknya ia gunakan untuk menggoda nipple Baekhyun yang mengeras karena terangsang. Tangannya yang lain turun mengelus perut rata Baekhyun, terus turun menyusuri tiap jengkal kulit Baekhyun hingga permukaan tangannya menyentuh bulu-bulu halus tapi tak berhenti sampai di situ, tangannya terus bergerak turun.

"J-jangan, Kris" Baekhyun menginterupsi pergerakan tangan Kris.

Kris mendongak, menatap marah pada Baekhyun.

"Heh, kau menolakku. Apa karena kau lebih menginginkan Kai?" Kris membawa wajahnya berhadapan dengan wajah Baekhyun. Tangannya bertumpu di samping kepala Baekhyun.

"Apa maksudmu, Kris?" Tanyanya heran.

Kris mendengus, "Sudah kukatakan kau mi-lik-ku." Tekannya.

Baekhyun menggeleng tapi Kris langsung mencengkeram kuat rahangnya dan langsung melahap bibir itu.

Kris kembali menciumnya dengan ganas, melumatnya dan menghisapnya dengan keras. Ia sebenarnya akan berlaku lembut kali ini, tapi penolakan Baekhyun membuat amarahnya terpancing.

Baekhyun mencoba menggerakkan kepalanya untuk melepaskan ciuman Kris, tapi cengkeraman tangan Kris terlalu kuat. Dan itu hanya menambah daftar rasa sakit di bagian tubuhnya jadi ia kembali pasrah.

Setelah puas dengan bibir Baekhyun, ia kembali mencumbui leher dan dadanya.

Cukup lama, Kris mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Baekhyun. Tangannya kembali membawa kaki Baekhyun untuk mengangkang tapi kali ini tak terlalu lebar. Baekhyun meringis.

Kris langsung memasukkan penisnya dalam vagina basah itu. Ia kembali mendengar pekikan keras dari Baekhyun tapi ia tetap menggerakkan penisnya keluar masuk. Ia membungkukkan tubuhnya untuk menggapai payudara Baekhyun dan langsung melahapnya ganas sambil terus mempercepat gerakan pinggulnya.

Baekhyun meremas sprei kasur dengan erat. Dia tak tau harus mengekspresikan rasa sakit di tubuhnya seperti apa, tapi ini benar benar menyakitkan. Ia memang pernah melakukan yang seperti ini dengan Kris tapi kali ini rasanya sangat berbanding terbalik. Dulu Kris selalu berhasil membuatnya mendesah nikmat dengan setiap gerakan dan sentuhannya, tapi kali ini dia hanya bisa merintih sakit. Ia bisa saja merasakan nikmat jika back-holenya tidak perih.

Kris menggerakkan pinggulnya dalam vagina basah Baekhyun, menyentaknya dengan keras, tak lama ia akhirnya menyemprotkan spermanya di dalam vagina Baekhyun. Dia menindih tubuh Baekhyun karena kelelahan.

"Aku membencimu Kris." Gumam Baekhyun sambil menitikan air matanya. Ada sisi dari hatinya yang memprotes ucapannya, membuat hatinya ngilu, sakit, entah apa namanya.

Kris memjamkan matanya sejenak. Ia lalu bangkit setelah melepaskan kontak mereka. Ia memakai celanya asal dan berlalu tanpa mengucapkan apapun pada Baekhyun.

Seperginya Kris dari kamar itu, Baekhyun mencoba menggeser tubuhnya ke samping, ke tempat yang bebas dari cairan mereka. Ia menggulingkan tubuhnya dengan gerakan cepat berharap sakit di tubuhnya tak terlalu terasa.

Baekhyun memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Sedikit dingin tapi ia tak bisa bangkit mengambil selimut yang telah tergeletak di lantai. Ia hanya ingin cepat terlelap, tak ingin mengingat apa yang terjadi pada dirinya beberapa menit lalu. Tak butuh waktu lama ia akhirnya tertidur dengan keadaan polos, bahkan seluruh tubuhnya masih lengket.

Kris menenggak air dalam gelas secara brutal. Nafasnya terengah, ia merutuki emosinya yang sedang labil gara-gara Baekhyun. Tapi sekarang Baekhyun telah membencinya, dia bahkan belum mengatakan pada yeoja itu kalau ia mencintainya.

Kris mengacak rambutnya frustasi. Jadi sekarang apa yang harus ia lakukan? Meminta maaf pada Baekhyun dan mengatakan 'aku mencintaimu. Aku cemburu melihatmu bersama Kai.'. Tapi setelah melakukan hal seperti tadi kepada Baekhyun apakah gadis itu masih mau menerima cintanya.

Kris menghela nafas pasrah. Ia berjalan kembali menuju kamar mereka, mengintip sedikit pada cela pintu yang memang tak ia tutup rapat saat keluar.

Baekhyun tengah tertidur dengan tubuh meringkuk, tanpa selimut. Dia dapat melihat darah pada hole butt Baekhyun karena gadis itu tertidur dengan posisi menyamping membelakangi pintu. Ia juga dapat melihat sisa spermanya pada pangkal paha Baekhyun.

Kris seperti ingin menenggelamkan dirinya di Sungai Amazon melihat keadaan "istrinya" yang menyedihkan seperti ini, dan itu karena perbuatannya.

Kris kembali menjauhi pintu kamar itu, ia berjalan menuju dapur. Mengisi baskom dengan air hangat, dan mengambil kain yang berbahan lembut agar tak membuat kulit Baekhyun yang luka tambah sakit.

Kris membersihkan bagian bawah Baekhyun dengan sangat perlahan. Ia meringis melihat keadaan istrinya. Pasti sangat sakit. Ia menyelimuti Tubuh Baekhyun.

Kris memilih untuk tidur di kamar tamu, ia takut jika ia nanti menyakiti Baekhyun –secara tidak sengaja– saat tertidur.

Kris terbangun saat matahari belum sepenuhnya menampakkan diri. Ah lebih tepatnya terbangun lagi. Ia baru bisa tidur jam tiga. Ia terbangun dari tidurnya sekitar jam empat, kembali tertidur setengah jam setelahnya, tapi ia lagi lagi terbangun saat jam lima lewat beberapa menit.

Aaah kepalanya sedikit sakit. Ia ingin kembali tidur tapi ia berpikir lagi, kalau nanti Baekhyun bangun dan merasa lapar? ataukah tubuhnya kembali sakit? Siapa yang akan mengurusnya? Jadi dia lebih memilih berbaring sampai saat sinar matahari terlihat di kamarnya.

Ia lagi-lagi merasa sangat brengksek, setelah mengambil masa pertama Baekhyun ia lagi-lagi mengamip masa kedua dan ketiganya. Lalu ia menerima Kyungsoo menjadi kekasihnya saat hubungannya dengan Baekhyun sedikit membaik, dan meninggalkan gadis bermata bulat itu saat ia sadar ia mencintai Baekhyun. Ia jadi merasa bersalah pada Kyungsoo. Dan yang terkhir ini adalah perbuatannya yang paling brengsek. Ia menyetubuhi Baekhyun dengan kasar hanya karena merasa cemburu pada Kai.

Tapi apa haknya cemburu, dia tidak mengatakan bahwa ia mencintai Baekhyun, Baekhyun tidak menyatakan bahwa ia mencintanya. Ia yang lebih dulu memiliki kekasih, tapi ia malah marah saat Baekhyun bersama Kai.

Kris menarik rambutnya frustasi.

Baekhyun membuka matanya. Kepalanya masih sakit , punggungnya sakit dan bagian bawahnya tambah sakit. Baekhyun ingin membalik tubuhnya, tapi sepertinya lehernya juga sakit.

Baekhyun menghela nafas, dan menarik selimut yang sedikit melorot.

"eh?" Baekhyun tak ingat kalau dia tidur dengan selimut semalam. Ia menghela nafas. Pasti Kris, pikirnya.

Mengingat hal itu hatinya kembali sakit. Terlalu banyak rasa sakit yang dirasakan Baekhyun pagi ini. Ia ingin tidur lagi rasanya.

Tapi saat memejamkan matanya, ia mendengar pintu berderit. Pasti Kris. Ia kembali memejamkan matanya pura-pura tidur.

Baekhyun mendengar Kris bergumam "Maafkan aku."

Detik berikutnya ia merasakan tangan Kris mengelus rambutnya lembut, disusul dengan kecupan di dahinya. Baekhyun gugup sendiri jadinya. Ia sangat ingin tersenyum senang. Ah ia lupa kalau Kris punya Kyungsoo. Ia kembali lesu mengingat hal itu.

"Maaf~" Lirih Kris lagi.

Baekhyun membuka matanya perlahan, lalu menatap Kris penuh tanya.

"Aa-ah maaf kalau aku mengganggu tidurmu. Kau bisa tidur lagi karena tubuhmu pasti sakit, aku akan keluar sekarang." Ucapnya gugup

"Kau pikir seluruh tubuhku sakit itu karena siapa?" Baekhyun berujar sinis.

Kris menghela nafa, "Maaf." Ia berdiri dan hendak melangkahkan kakinya.

"Setelah kau membuatku begini lalu apa yang akan kau lakukan hah?" Ucapnya sinis.

Kris memandang heran Baekhyun yang masih tak mengubah posisinya.

"Kau membuatku kesakitan dan tak ingin mengurusku? Seluruh tubuhku sakit dan aku tak bisa bangun. Berbalik pun sangat susah." Lanjutnya. Ia berteriak, suaranya sedikit bergetar pada akhir kalimatnya.

Kris semakin merasa bersalah.

"Tunggu sebentar, aku akan membawakanmu makanan. Aku sudah memesan makanan tadi." Ujar Kris. Ia lalu melangkahkan kakinya keluar.

Setelah menyantap makanannya, ia menyuruh Kris untuk mengambilkannya pakaian karena merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang telanjang. Ia juga takut kalau Kris kembali kalap dan memperkosanya.

"Kau belum mebersihkan tubuhmu kan? Tunggu disini, aku akan membersihkan tubuhmu." Jawab Kris dan langsung berlalu di balik pintu meninggalkan Baekhyun yang menatapnya dengan mata melebar.

Kris mendekati Baekhyun dengan membawa peralatan yang sama dengan semalam saat ia membersihkan tubuh Baekhyun. Ia menyimpan peralatannya di meja samping kasur.

"Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa kali ini." Ujarnya pada Baekhyun yang menatapnya ragu.

Ia lalu menyingkap selimut Baekhyun dan dengan sangat hati-hati ia membersihkan seluruh permukaan tubuh istirnya. Ia menatap miris tubuh Baekhyun melihat banyaknya bekas gigitan dan hisapannya semalam.

Baekhyun menguap bosan. Sakit di bagian bawahnya membuatnya jadi tak bisa beraktifitas. Kris sedang keluar membeli susu strawberry untuknya. Tubuhnya sudah bersih dan Kris juga sudah memakaikannya baju.

Hari sudah siang, dan Baekhyun sangat bosan sekarang. Sepanjang pagi Kris selalu menemaninya di kamar, meski pria itu hanya duduk di sofa sudut ruangan tapi setidaknya dia punya mainan. Dia bisa menyuruh Kris melakukan apapun untuknya, seperti mengambilkannya buku, mengambilkannya minum atau apa saja hingga pria itu lelah dan hal itu membuat Baekhyun senang.

Jika semalam ia mengatakan bahwa ia membenci Kris, sekarang rasa benci itu sudah tak ada lagi. Ia tak mengerti, ia sangat ingin membenci Kris karena memperlakukannya sesuka hati tapi ia tidak bisa.

Pintu terbuka, menampakkan sosok Kris dengan segelas susu Strawberri ditangannya. Kris memberikan susu itu pada Baekhyun yang disambut dengan antusias. Ia lalu berjalan menuju sofa sudut ruangan. Ia sengaja selalu berada di kamar itu karena jika Baekhyun membutuhkan sesuatu Baekhyun tak perlu susah payah berteriak.

Kris memejamkan matanya. Ia lelah karena sejak pagi Baekhyun menyuruhnya ini itu. Ia ingin menanyakan sesuatu pada Baekhyun, tapi ia juga sedikit ragu. Saat dilihatnya wajah ceria Baekhyun yang sedang menyeruput susunya, ia akhirnya memberanikan dirinya.

"Eumm Baekhyun?" Panggilnya

Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada Kris, ia mengangkat kedua alisnya. "eumm?" gumamnya.

"Apa kau benar-benar membenciku?" Tanya Kris takut-takut.

"Kau sungguh-sungguh ingin ku benci ya?"

"Aaah tidak tidak begitu Baekkie. Aku hanya bertanya karena semalam kau berkata seperti itu dan waktu aku minta maaf pun kau tak pernah meresponku."

Baekhyun menghela nafas. "Aku tak membencimu. Mana mungkin aku mau berada di ruangan yang sama denganmu jika aku membencimu. Kita sudah bersahabat sejak lama kan? Mungkin karena itu aku tak bisa membencimu."

"Tapi Kris, kenapa kau melakukan hal itu semalam?"

Kris memejamkan matanya sejenak. "Aku tak suka melihatmu bersama Kai." Akunya.

"Kenapa? Kai orang yang baik. Dia selalu menjagaku, jadi apa yang salah dengannya?" Tanya Baekhyun heran.

"Tidak ada yang salah pada Kai, aku yang salah karena telah mencintaimu."

Baekhyun memandang sedih pada Kris. "Jadi kau beranggapan bahwa mencintaiku adalah hal yang salah?" Baekhyun sebenarnya bahagia saat mendengar bahwa Kris mencintainya, tapi mendengar nada suara Kris yang seperti itu membuatnya patah semangat.

Kris tak menjawab.

"Baiklah, kalau begitu aku akan melupakanmu. Kau juga tak suka kalau kau mencintaiku, jadi buat apa aku mencintaimu." Ucap Baekhyun menggerutu karena Kris yang tak menjawab pertanyaannya.

"Jadi maksudmu kau juga mencintaiku?" Tanya Kris penuh harap.

Baekhyun memalingkan wajahnya dari Kris. "Itu tadi, sekarang tidak lagi."

Kris mendekat, merangkak mendekati Baekhyun.

"Jadi kau tak mencintaiku lagi, begitu?" Bisik Kris di telinga Baekhyun.

Baekhyun mengangguk.

Kris melingkarkan lengannya pada perut Baekhyun. Kepalanya ia sandarkan pada bahu Baekhyun.

"Hhhh, kau membuatku patah hati, yeobo." Bisik Kris di leher Baekhyun.

Baekhyun bergidik geli. Ia tak menjawab perkataan Kris.

"Masih tidak mengaku juga yaa." Gumam Kris.

Kris menampilkan smirknya. Ia mencium perpotongan leher Baekhyun. Hanya menciumnya tak menghisap atau menggigit. Ia menciumnya berkali-kali.

Baekhyun mulai kegelian, ia mencoba mendorong Kris yang berada di belakannya dengan menggerak-gerakkan pundaknya. Tapi tak berhasil, Kris malah semakin gencar menciuminya.

Baekhyun mencoba mendorong Kris dengan sikunya tapi belum sempat sikunya menyentuh perut Kris, tangannya sudah di tahan oleh Kris dari depan.

Baekhyun tak menyerah, ia kini menggerakkan kepalanya untuk menghalangi Kris. Tapi lagi-lagi usahanya sia-sia, Kris malah memindahkan ciumannya pada bagian lehernya yang lain.

Baekhyun menghembuskan nafas berat.

"Baiklah Kris, kau menang. Sekarang berhenti melakukan itu."

"Jadi?"

"Okay, aku mencintaimu. Sekarang lepaskan aku, Kris." Rengeknya.

Kris tersenyum senang. Ia berhenti menciumi leher Baekhyun tapi tak melepaskan pelukannya.

"Aku juga mencintaimu, yeobo." Kris mengeratkan pelukannya pada Baekhyun.

Baekhyun tersenyum bahagia. Ia bahagia karena ternyata Kris juga mencintainya.

"Lulu chagi~" panggil Chanyeol manja.

"hmmm"

"Chagi~~"

"Apa?"

Chanyeol geram mendengar respon Luhan. Ia berdiri dan menghampiri Luhan yang sedang berkutat dengan pulpen dan kertas di meja belajarnya. Chanyeol mengangkat tubuh Luhan tanpa permisi hingga kursi yang diduduki kekasihnya itu terjungkal.

"TURUNKAN AKUU CHANYEOL BODOHH" Luhan meronta.

Chanyeol tak menghiraukan teriakan Luhan. Ia berjalan lurus menuju kamar Luhan dan duduk di kasur dengan Luhan di pangkuannya.

"Kau mengabaikan kekasihmu ini chagi~" Rajuk Chanyeol.

Luhan menghela nafas menghadapi kekasihnya yang sedikit bodoh dan sangat kekanakan dengan suara berat menakutkan dan tinggi badan yang mengerikan.

"Maaf~" Ucapnya.

"Baiklah, aku memafkanmu tapi aku boleh mendapatkan ini kan?" Chanyeol menunjuk bibir Luhan.

Luhan ingin menunduk tapi bibir Chanyeol sudah melumat bibirnya dengan lembut. Ia pun mulai membalas ciuman itu.

Cukup lama, akhirnya Chanyeol melepaskan ciumannya.

"Chagi~ lain kali kau jangan memakai jeans lagi, ne. Aku kesulitan membukanya. Kalau pakai rok kan gampang." Tutur Chanyeol.

Luhan membulatkan matanya dengan pipi memerah. "Dasar mesum."

"Apakah aku harus melakukan 'itu' padamu supaya bisa menikahimu? Seperti Baekhyun dan Kris." Ucap chanyeol lagi.

Luhan berdiri dari pangkuan Chanyeol. "JANGAN COBA-COBA ATAU AKU TAK AKAN PERNAH MAU BERTEMU DENGAMU."

Kai sedang berjalan menyusuri rak di dalam sebuah toko buku, karena terlalu memperhatikan isi rak ia tak sengaja menabrak seseorang.

"Aa maaf. Saya tidak sengaja. Apa anda baik-baik saja?" Tanyanya pada gadis yang ia tabrak.

Gadis itu tak menjawab ia mengamati Kai dari atas sampai bawah dengan senyum tipis di bibirnya.

Kai menatap heran pada gadis tinggi berkulit putih di depannya ini. Sangat aneh, tapi sangat cantik. Pikirnya.

"Kau sangat tampan, tubuhmu tinggi, kulitmu coklat seksi, bibirmu juga seksi dan matamu sangat indah. Sepertinya aku menyukaimu." Ucapnya sambil menatap Kai.

Kai melongo sejadinya. ia shock.

"Ah aku Oh Sehun. Sampai jumpa." Pamitnya, memberikan senyum manis pada Kai dan langsung pergi begitu saja.

Kai mengerjabkan matanya. Sedetik kemudian senyum terpatri di bibirnya.

"Apakah aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertama?"

"Tapi bagaimana dengan hubunganmu dengan Kyungsoo?" Tanya Baekhyun.

"Aku dan dia sudah berpisah. Dia menyadarkanku bahwa aku memang mencintaimu, aaah dia memang gadis yang sangat baik."

"hmm.." Baekhyun menggumam pelan. Ia tak suka cara Kris memuji Kyungsoo, ia tidak membenci gadis itu ia hanya benci Kris karena memuji perempuan lain saat ia sudah mengatakan cinta pada dirinya.

"Kau cemburu yeobo?" Goda Kris, ia mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher istrinya.

"Tentu saja, bodoh."

Kris terkekeh. Ia sangat bahagia sekarang. Ternyata keputusannya untuk menikahi Baekhyun sudah sangat tepat.

"Aku sangat mencintaimu, yeobo."

"Hmm aku juga mencintaimu, Kris."

"Panggil aku yeobo."

"Sudahlah, jangan meminta yang macam-macam."

"Maaf aku telah menyakitimu semalam."

"Tak apa, Kris. tapi sebagai balasannya kau tak boleh menciumku, menyentuh bagian tubuhku yang sensitif dan tidak ada acara buka baju dan mendesah selama dua bulan."

END

Maaf karena ini updatenya kelamaan, sampai satu minggu lebih. Siapa suruh KaiBaek selalu bikin moment yang manis-manis, dan Kris yang selalu jauh-jauh dari Baekhyun. Moment KrisBaek yang aku temuin cuma yang Kris nyium trophy trus trophy itu ia sodorin ke Baek dan Baek nyium trophy itu juga.

Maaf juga kalau NC-nya aneh, Ini pertama kali bikin NC model beginian. Biasanya kalau tidak penuh cinta ya penuh nafsu.

OK, INI UDAH END END END. Mendadak ya? Soalnya aku takut teman-teman readers pada bosan. Aku sendiri juga merasa kalau semakin kesini ff ini makin membosankan jadi endingnya dipercepat.

Balasan Review:

bynbkyoung: iya si Kris udah sadar kok. Terimakasih sudah review

miszshanty05: kkk udah dilanjut. Chap ini bagaimana? Terimakasih sudah review

AnitaLee: si Kris kasar karena cemburu. Aah maaf chap kemarin tidak dijelaskan, malah jadi aneh. Terimakasih sudah review

berlindia: TaoLay? Ah saya masih takut bereksperimen dengan banyak couple. Sejauh ini saya baru bikin KrisBaek Kaihun. Terimakasih sudah review

MidnightDragon1728: Maafkan daku yang menggantung chap kemarin. Kris kasar karena cemburu. Terimakasih sudah review

park soohee: Maafkan updatenya yang lama ya. Udah gak gantung kan? Terimakasih sudah review

yenque yunjae rill: baek belum hamil soalnya mereka do it bukan dalam masa suburnya Baekkie. Maaf updatenya lama hiks. Terimakasih sudah review

BLUEFIRE0805: Kris sedang dibutakan api cemburu /cieee/ huaaa jangan frustasi. Ini Nc-nya usah lanjut kan. Terimakasih sudah review

Kim Eun Seob: Iya udah end ini. Dulu memang niat mau nambahin konflik, tapi gak tau konflik apa jadi aku mau finish-in ini secepatnya aja. Terimakasih sudah review

Mrs. LeeHyukjae: Udah dilanjut ini. Terimakasih sudah review

ohristi95: Kris begitu soalnya cemburu gara-gara liat posisi KaiBaek di mobil yang uuuh banget. Tidak penasaran lagi kan? Terimakasih sudah review

babyryou: Benarkah ini seru? Terimakasih. Si Kris cemburu liat KaiBaek soalnya. Terimakasih sudah review

utsukushii02: ini sudah dilanjut. Semoga tidak mengecewakan. Terimakasih sudah review.

majey. jannah: Kai tidak suka Baek kok. Ini sudah dilanjut. Semoga tidak mengecewakan. Terimakasih sudah review

lili: Cieeee-in Kris. Udah baca? Sabar aja ya, soalnya aku lagi ngerjain ff request-an jadi hello teacher masih lama update-nya. Terimakasih sudah review

dewo1804: si Kris udah bilang cinta sama Baek kok. Aaa maaf updatenya lama. Terimakasih sudah review

TrinCloudSparkyu: maaf ya, gantung. Tapi ini udah dilanjut kan. Maaf updatenya lama. Ini udah happy end kan? Terimakasih sudah review

vhaamii: Dari semua yang review cuma kamu yang bilang suka Kris begitu, hihii. Ini sudah dilanjut. Terimakasih sudah review

itu. akuuu: Gimana NC-nya? Maaf kalau mengecewakan. Terimakasih sudah review

Blacknancho: cup cup jangan nangis ya, itu krisbaek-nya sudah cinta-cintaan. Aku juga baru sadar loh kalau Kris ternyata nyakitin semuanya. Terimakasih sudah review

CheftyClouds: iya, si Kris kasar karena cemburu liat KaiBaek. Terimakasih sudah review

Guest: maaf update-nya lama, ini KrisBaek-nya udah bahagia kan? Terimakasih sudah review

jibyung: Sevulgar itu kah? Aaaaa aku malu; Terimakasih sudah review

askasufa: hihii maaf pemutusan chap kemarin yang gantung. Ini udah dilanjutkan kegantungannya. Terimakasih sudah review

Ryeolu: maaf disini tidak ada KaiLu :( Luhannya di ambil chanyeol. Ini udah dilanjut. Terimakasih sudah review

loliloli: aku tidak setega itu kok membiarkan KaiBaek NC-an di tengah jalan. Terimakasih sudah review

fishyelf: Iya ini sudah dilanjut chingu. Terimakasih sudah review

mr. minniya: sudah dilanjut. Maaf update-nya lama. Terimakasih sudah review

Tidak ada yang tertinggal kan?

Maafkan typo-typo yang ada.

Terimakasih buat yang udah review follow favorit. Makasih buat yang cuma baca. Terimakasih semua. Aku cinta kalian :* Sampai jumpa di FF lain.