BUKAN DIA TAPI AKU

By : Rikha VR

Pairing : Kyumin and other cast

Genre : Romance, sad

Rate : T

Summary : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.

Declaimer : They are belongs to God and themselves..

Typo dimana-mana.. don't be silent reader please…

Happy reading… :D

Don't Bash please, if you don't like my story, don't read it.. easy right?

Chapter sebelumnya.

"aku akan menunggumu disini sampai kau datang"

"pulanglah kyu, udara sangat dingin."

"aku akan menunggumu"

BRUUKKK!

HAPPY READING

"aku senang sekali, gomawo minnie." ungkap siwon, raut wajah bahagia terlihat jelas di wajahnya.

"aku juga bahagia sekali wonnie." ungkap sungmin sambil tersenyum manis.

hari itu sungmin dan siwon menghabiskan waktu bersama, seharusnya sungmin berkencan dengan kyuhyun namun ia membatalkannya. sesekali bayangan wajah kyuhyun menganggu pikirannya, namun lagi-lagi siwon berhasil membuatnya melupakan kyuhyun.

mereka kini tengah makan malam bersama di sebuah restaurant. siwon menggenggam lembut jemari tangan lembut, sesekali mengusap lembut punggung tangan sungmin. sungmin hanya membalas dengan senyum terbaiknya setiap perlakuan siwon kepadanya. pikirannya sedikit mengkhawatirkan kyuhyun.

bagaimana jika ia benar-benar menunggu disana, batin sungmin.

"minnie, gwenchana?" tanya siwon menyadarkan sungmin yang tengah melamun.

"ah, ne gwenchana wonnie." kata sungmin tersenyum manis.

mereka berdua terus menghabiskan waktu bersama, tanpa mengetahui seseorang tengah menunggu sungmin di tengah salju dan udara yang sangat dingin.

...

Sungmin kembali ke rumah dengan wajah gembira, ia baru saja pulang berkencan dengan siwon. Sungmin menautkan alisnya binggung saat Ia melihat eommanya yang duduk di ruang tamu dengan wajah cemas.

"eomma gwenchana?" tanya sungmin lembut.

"darimana saja kau minnie, kenapa ponselmu tidak aktif." Tanya Leeteuk eomma sungmin dengan raut wajah cemas.

"aku habis kencan dengan siwon eomma. Ponselku mati eomma, Waeyo?"

"dengan siwon? Bukannya kau akan pergi dengan kyuhyun?" tanya leeteuk.

"aniyo eomma, aku membatalkannya, tiba-tiba siwon mengajakku kencan. Waeyo eomma? Apa terjadi sesuatu dengan kyuhyun?" tanya sungmin panik.

"…..". leeteuk tidak menjawab kyuhyun, ia justru menelpon seseorang.

"dia sudah kembali? Sungmin membatalkan kencannya dengan kyuhyun. Kau sudah mencoba menghubunginya?" tanya leeteuk dengan suara bergetar, ia berusaha menahan tangisnya.

"…"

"ne, kabari kami jika kau sudah menemukannya." Leeteuk mematikan ponselnya dan menatap sungmin sedih.

"ada apa eomma, apa yang terjadi dengan kyunnie?" tanya sungmin panik.

"duduklah dulu min." kata leeteuk sambil membelai lembut rambut puteranya itu.

"katakan ada apa eomma?" tanya sungmin yang sudah menangis kini. Air mata sudah membasahi kedua pipi chubbynya. Pikiran buruk sudah merasuki pikirannya membuat ia semakin tidak tenang.

"kyuhyun hilang. Ia belum kembali sejak tadi siang. Kami pikir dia pergi bersamamu." Leeteuk mencoba menahan tangisnya meskipun ia sangat khawatir pada kondisi kyuhyun. Apa lagi cuaca sangat dingin malam itu.

Sungmin semakin terisak, ini salahnya. Ia yang membuat kyuhyun hilang. Tak seharusnya ia pergi dengan siwon dan membatalkan janjinya dengan kyuhyun.

"aku akan menunggumu"

Kata-kata kyuhyun tadi membuat sungmin segera beranjak dari rumahnya. Ia mengambil jaket dan kunci mobilnya.

"mau kemana kau minnie?" tanya leeteuk heran.

"aku tau dimana kyunnie eomma, aku akan membawanya pulang."

"hati-hati minnie." Sungminpun memeluk leeteuk singkat lalu berlari keluar rumah. Ia membawa mobilnya dengan laju kencang tidak peduli licinnya jalanan karena salju.

"bertahanlah kyunnie." Gumam sungmin sambil menangis. Ia tak akan memaafkan dirinya bila terjadi sesuatu pada kyuhyun.

….

Sungmin segera berlari memasuki taman tiu, ia berlari menyusuri taman itu mencari kyuhyun yang ia yakin ada disana.

"KYUNNIEEEEEEE." Sungmin berteriak keras saat melihat kyuhyun yang pingsan di sudut taman. Tubuh kyuhyun sangat dingin, bibirnya sudah membiru akibat udara dingin malam itu.

"Hikss,, ya Tuhan tubuhmu dingin sekali kyunnie." Sungmin menyentuh tubuh kyuhyun yang sudah sangat dingin. Ia segera membawa kyuhyun ke dalam mobilnya. Mengenakan jaketnya ke tubuh kyuhyun. Menggosokkan tangannya ke tangannya untuk memberikan sedikit rasa hangat.

"hikss,, babo kyunnie, mengapa kau menungguku disana." Sungmin menangis dan mendekap tubuh dingin kyuhyun, menyalurkan sedikit rasa hangat dari tubuhnya yang juga sedikit dingin. Ia mengecup singkat dahi kyuhyun. Sungmin melepaskan pelukannya saat merasakan tangan dingin menyentuh pipinya.

"aku tau kau akan datang hyung." Lirih kyuhyun sangat pelan sambil mencoba tersenyum. Lalu kyuhyun jatuh pingsan kembali.

"Hiks.. bertahanlah kyunnie. Jangan tinggalkan aku.."

Sungmin segera menjalankan mobilnya, membawa kyuhyun ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, sungmin langsung menghubungi Leeteuk dan heechul yang sudah sangat mengkhawatirkan kyuhyun.

….

Sudah 2 jam mereka menunggu di rumah sakit, namun lampu ruangan itu belum juga padam, menandakan dokter masih berjuang di dalam sana. Heechul terus menangis dalam pelukan Hangeng. Hangeng hanya diam saja meskipun ia sama khawatirnya seperti Heechul, namun ia harus kuat demi istri dan anaknya.

Leeteuk terlihat menenangkan sungmin yang masih terus menangis. Tubuhnya dingin, sama seperti hatinya entah mengapa terasa dingin. Sungmin berjalan mendekati heechul yang menangis dalam pelukan hangeng.

"mianhae heechul eomma, maafkan minnie." Guman sungmin sambil menangis. Heechul melepaskan pelukan dan memeluk sungmin erat. Ia tau ia tidak akan bisa marah pada sungmin. ia tau kyuhyun sangat mencintai sungmin.

"uljima chagi, kyuhyun akan baik-baik saja." Heechul membelai lembut surai rambut sungmin. sungmin terus menangis dalam pelukan Heechul.

Pintu itu terbuka membuat semua langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.

"bagaimana keadaan Kyuhyun dok?" tanya hangeng

"ia terlalu lama berada di suhu yang dingin, dan tubuhnya juga tidak mampu menahan dingin. Saat ini ia sudah berhasil melewati masa kritisnya, namun ia masih belum sadarkan diri." Jelas dokter itu. Sungmin kembali menangis saat mendengar kyuhyun yang masih tak sadarkan diri.

"apa kami boleh melihatnya?" tanya heechul.

"ya silakan." Lalu dokter itupun meninggalkan mereka.

Mereka langsung masuk ke dalam untuk melihat kondisi Kyuhyun. Sungmin menangis melihat kyuhyun yang berbaring tak berdaya. Wajah pucatnya semakin pucat saat ini. Ia mengenggam tangan kyuhyun, mengecup lembut punggung tangan itu.

"mianhae kyunnie, maafkan aku. Bangunlah." Lirih sungmin pada kyuhyun yang tentu saja tak bisa menjawabnya.

Love give you a live

But love can take a live from you.

SKIP TIME

Sungmin terus menjaga kyuhyun di rumah sakit, sudah 1 minggu kyuhyun di sana, namun ia belum juga sadar.

"kyunnie, sadarlah. Aku merindukanmu." Guman sungmin pada kyuhyun. Sungmin selalu mengajak kyuhyun bicara meskipun kyuhyun tidak pernah membalasnya.

Sungmin membelai surai rambut kyuhyun, memgusap lembut pipi tirus kyuhyun dan juga bibir tebal kyuhyun. Ia sangat merindukan kyuhyun, merindukan saat mereka menghabiskan waktu bersama-sama. Lebih dari 12 tahun mereka bersama-sama, tak pernah kyuhyun meninggalkannya. Sungmin meremas dada kirinya yang terasa sangat sesak. Rasa sakit itu begitu terasa saat ,melihat kyuhyun yang begitu tak berdaya, dan itu karena dirinya.

Maafkan aku kyu, batin sungmin.

...

sungmin tidak pernah lelah, setiap hari ia mengunjungi kyuhyun, mengajak kyuhyun berbicara meskipun kyuhyun tidak pernah membalas setiap ucapannya. seperti siang itu, sungmin kembali datang ke rumah sakit untuk menemani kyuhyun. mencoba mengajaknya berbicara.

"kau tidak lelah tertidur terus seperti ini kyu?" tanya sungmin mengajak kyuhyun bercanda.

"..."

"kau tau kyu, donghae, hyukkie, wookie merindukanmu."

"..."

"aku juga merindukanmu kyu." ucap sungmin sedih, ia kembali menangis. raut wajah sungmin terlihat sangat lelah, mata cantik itu tidak lagi bersinar seperti dulu. di gantikan dengan mata bengkak dengan sorot mata penuh luka.

"bangunlah kyunnie, hikss.." sungmin terus menangis sambil menggenggam tangan kyuhyun. ia terus menangis hingga akhirnya ia tertidur karena lelah.

...

Sungmin yang sedang tertidur terbangun saat merasakan tangan yang di genggamnya bergerak, ia menatap kyuhyun yang kini sudah sadar. Ia kembali menangis dan memeluk kyuhyun erat saat melihat kyuhyun sadar.

"Hikss… syukurlah kau sudah sadar kyunnie, aku merindukanmu."lirih sungmin sambil menangis.

Ia begitu bahagia saat melihat kyuhyun sadar. Kyuhyun hanya diam saja saat sungmin memeluknya. Tubuhnya terasa lemah, terlebih hatinya. Sungmin melepaskan pelukannya saat kyuhyun tidak juga membalas pelukannya. Ia menatap kyuhyun, tatapan mata itu terasa berbeda. Tidak ada lagi cinta yang sejak kecil dulu ia rasakan di mata kyuhyun. Hatinya sangat sakit, entahlah rasanya ia seolah tidak bisa bernafas saat kyuhyun terus mengacuhkannya.

"kau marah padaku kyunnie?" tanya sungmin dengan suara yang bergetar. Ia berusaha menahan tangisnya. Matanya sudah sangat bengkak karena terus menangis. Namun air mata itu tidak juga bisa ia bendung. Kyuhyun terus saja berdiam diri, membuat sungmin tidak kuasa menahan tangisnya.

"hikss.. jangan mendiamkanku kyunnie.. katakan sesuatu. Hikss.."

Kyuhyun memejamkan matanya, hatinya terasa sakit melihat sungmin yang terus menangis, namun hatinya juga terasa hancur saat mengingat sungmin yang lebih memilih siwon daripada dirinya. Kyuhyun merasakan sentuhan di wajahnya, sentuhan dari tangan bunny kesayangannya. Air mata membasahi dada kyuhyun, sungmin terus menangis sambil memeluk kyuhyun. Ingin rasanya kyuhyun memeluk dan mencium orang sangat ia cintai itu. Namun tubuhnya mengkhianati hatinya. Ego mengalahkannya kali ini.

Kyuhyun bangkit dari tempat tidur rumah sakit itu, menatap tajam mata sungmin yang sangat bengkak. Ia mengenggam tangan sungmin yang sedang mengenggam tangannya, ia menghempaskan tangan sungmin begitu saja. Sungmin terbelalak terkejut dengan perlakuan yang baru saja ia terima. Rasa sakit itu kembali terasa di hatinya, tak pernah kyuhyun memperlakukannya seperti itu.

"pergi." Guman kyuhyun

"nde?"

"pergilah, aku tidak ingin melihatmu." Kata kyuhyun sambil menatap tajam ke arah sungmin. lalu kyuhyun mengalihkan wajahnya saat melihat air mata sungmin kembali mengalir. Rasanya sakit melihat sungmin kembali menangis dan itu karena dirinya.

"kau marah padaku kyu? Hikss."

Kyuhyun hanya diam saja, dan tetap tidak ingin menatap sungmin. sungmin menyentuh kedua pipi tirus kyuhyun, membuat kyuhyun menatapnya. Tatapan tajam kembali yang sungmin terima saat menatap mata hitam itu. Ia dapat melihat amarah juga luka yang terlihat jelas di mata itu. Luka yang tidak sungmin sadari jika dialah yang menciptakannya kepada kyuhyun.

"aku membencimu." Desis kyuhyun

TBC

Apa yang terjadi dengan kyuhyun? Lalu bagaimana dengan sungmin? apa benar kyuhyun membenci sungmin?