BECAUSE OF SHOES

Author: Ophiepoy [~Ovay~]
Pairs: ChanHan/YeolHan/ChanLu
Lengh: Chapter 2
Genre: romance

Warning: BOY LOVE, YAOI,,CRACK PAIRS,DON'T LIKE just DON'T READ, Typo berserakan mohon pengertiannya.

NO PLAGIAT
NO SPAM
NO COPAS

HAPPY READING


" Xi Luhan kau lama sekali,,,,,," teriak chanyeol sambil bersilang dada di sofa depan televisi kamar hotelnya itu,

Tooook

" Yakkkkk" ringis chanyeol sambil memeganggi kepalanya

" Sebelum berteriak liat kanan kiri dulu makanya" cibir luhan setelah sukses menggetok kepala chanyeol dengan mulusnya

" Kau kira aku mau menyebrang jalan apa!Aishhh kau benar_benar monster, sungguh berbanding terbalik dengan wajah cantikmu itu"

" Bukan urusanmu" balas luhan cuek dan berlalu keluar dari kamar hotelnya yang mewah chanyeol mengikutinya di belakang.

Dengan susah payah chanyeol merayu luhan agar tidak membatalkan liburannya di seol dan kembali ke negara asalnya, dengan perdebatan yang sudah tidak asing lagi untuk mereka tentunya, akhirnya luhan mau juga ia ajak jalan_jalan. Agar liburan luhan sedikit berkesan, yah walaupun kebanyakan kesan yang tidak mengenakan bagi luhan pastinya.

" Mobil siapa ini,,," tanya luhan saat chanyeol menghampirinya dengan sebuah mobil sport warna merah di depan pintu masuk hotel itu

" Jangan cerewet, naik saja,,," ucap chanyeol dari dalam mobil sambil memakai kaca mata hitamnya , so cool banget.

" Cihhh,, aku tidak mau" jawab luhan dan berlalu meninggaalkan chanyeol

" Yahh yahh kau mau kemana?" Teriak chanyeol keluar dari dalam mobilnya itu dan mengejar luhan

Greeep

Chanyeol berhasil mengejar luhan dan menarik tanganya" kau mau kemana? Kau bilang mau berlibur bukan, ayoo naik dan kita jalan_jalan"

Luhan menghempaskan tangan chanyeol kasar dan menatap tajam chanyeol
" Aku tidak mau, aku lebih suka memakai kendaraan umum dari pada meminjam kendaraan orang lain, itu memalukan, kita memakai barang mewah tapi milik orang, aku tidak sudi" dan luhan kembali melangkah

chanyeol kembali menarik tangan luhan" heyy itu mobil ku,," chanyeol keceplosan.

" Maksudmu?" Tatapan luhan seolah menelanjangi chanyeol, dan di balas cengiran garing oleh chanyeol sambil menggaruk tengkuknya

" Hehhe,, ani,, itu mobil hotel" jawabnya,ngeles. dan luhan hanya menatap malas chanyeol dan berlalu

" Yahh yahh tunggu aku.. Istri macam apa kau ini Xi Luhan,,,"

Dan pada akhirnya chanyeol juga yang mengalah dan mengikuti langkah luhan tanpa menggunakan mobil pribadinya, dan ini adalah pengalaman pertama seorang park chanyeol..

...

" Aduhh _aduhh chanyeol_shi kita beristirahat dulu sebentar bisa!, kakiku sakit sedari tadi berkeliling kota seol ini" ucap luhan sambil memeganggi pergelangan kakinya

Chanyeol memutar bola matanya malas" tadi kan aku bilang naik mobil saja, kau itu sungguh keras kepala, liat kakimu sampai merah begini" ucap chanyeol saat memeriksa pergelangan kaki luhan, luhan mempoutkan bibirnya,

" Kajja lebih baik kita istirahat dan makan dulu, kau lapar bukan?" Dan luhan menganggukan kepalanya imut membuat chanyeol menelan ludahnya sendiri. Ohh hell sepertinya chanyeol mulai jatuh hati

Chanyeol dan luhan memesan jumblah makanan yang terlalu besar dan banyak untuk ukuran 2 orang, dan jangan lupakan restoran yang chanyeol pilih adalah restoran berkelas, awalnya luhan menolak, tapi setelah perdebatan kecil(lagi) di antara mereka akhirnya luhan pasrah juga,

Chanyeol menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu sehingga makanan yang di pesannaya terbengkalai
" kau tidak makan berapa hari xi luhan?" Tanya chanyeol tanpa mengedipkan matanya melihat cara makan luhan

" Makananya enak sekali, aku pernah dengar dari temanku katanya makanan di korea itu enak_enak dan ternyata , ceke thui-ah hen hao che ce (benar ini sangat enak)" ucap luhan dengan makanan yang penuh di mulut mungilnya itu, chanyeol yang melihatnya hanya bisa menelan ludahnya, malu juga ..iyah karna beberapa pasang mata di restoran itu menatap dengan pandangan aneh ke arah mereka,

" Pantas saja kau berat, makanmu sebaanyak ini, dan walaupun makanan di sini enak bukan berarti kau makan sebanyak ini,, makanlah dengan benar, lihatlah orang_orang disini menatap ke arah kita

Luhan mengedikan bahunya seolah tak peduli" aku tidak peduli,,, kapan lagi aku makan gratis di restoran sebagus ini" dan chanyeol hanya bisa menghela nafas pasrah, bagaimana bisa appanya akan menyukai luhan jika kelakuannuya saja urakan seperti ini,

...

Luhan dan juga chanyeol meneruskan perjalanan mereka siang itu, menatapi kota seol yang terik. Ramai dan jangan lupakan polusi dan suara bising kendaraan yang berlalu lalang, luhan si senang_senang saja karna memang ini yang ≈îЎªãª≈ inginkan, berkeliling kota seol, namun saat manik matanya menatap ke arah namja menyebalkan yang selalu mengikutinya itu, hati luhan luluh juga

Di lihatnya wajah chanyeol yang memerah karna panas dan keringat yang bercucuran " ni wei seme?(Kau tak apa ?)" Tanya luhan, dan chanyeol hanya menganggukan kepalanya tanpa bersuara, luhan yakin sekali chanyeol pasti lelah dan juga kepansan,

" Lai(mari), kita berteduh sebentar" luhan menarik tangan chanyeol ke bawah sebuah pohon rindang dan mendudukan chanyeol di salah satu kursi di bawah pohon itu

" Kau pasti lelah, tidak biasanya kau diam seperti ini, luhan mengeluarkan sapu tangan dari dalam sakunya untuk mengelap peluh di wajah chanyeol namun saat luhan menyentuh pelipis wajah chanyeol , chanyeol memegang pergelangan tangan luhan, dan mata merekapun bertemu,

Mereka saling tatap dalam, lama mereka terdiam, namun suara chanyeol memecah keheningan
" gumawo,,," mendengar suara berat itu luhan tersadar dari fantasinya

" Ah,, mei khun si (tidak masalah) , kau pasti haus,, aku beli minuman dulu yah" alih_alih luhan untuk menghindari tatapan chanyeol,

Baru beberapa langkah luhan pergi , ia menatap miris sepatunya" ahhh sialll sepatuku,,"umpat luhan, chanyeol menatap luhan heran dan menghampirinya

" Rusak yah?, kajja kita beli yang baru, " ucap chanyeol setelah melihat sepatu luhan jebol(?), dan langsung menarik tangan luhan,luhan terdiam dan menggeleng

" Kita jahit saja" ucap luhan membuat chanyeol membelalakan matanya

" Kau bercanda"

" Aku serius"

" Ini sudah rusak, lebih baik kau membuangnya"

" Sepatu ini hadiah ulang tahun dari papahku,, mana boleh aku membuangnya di seoul begitu saja" ucap luhan sambil berjongkok membenahi sepatunya

" Kajja kita cari tukang jahit sepatu" luhan menarik tangan chanyeol namun chanyeol terdiam, ia pandangi kaki pucat milik luhan, kasihan juga melihat luhan tidak memakai sepatu

Chanyeol lansung membungkuk membelakangi luhan
" Ni cuo semo?(Kamu ngapain?" Tanya luhan

" Kajja, naik punggungku" chanyeol menepuk pundaknya

" Kau yakin? Bukankah kau bilang bahwa aku ini berat?"

" Jangan banyak bicara, telingaku sudah panas mendengar ocehan_ocehanmu dari kemarin ,apa kau mau kaki mulusmu itu terkena kotoran di jalan, lebih baik cepat naik ke punggungku,"

Luhan terdian, benar juga kata namja mesum ini, mana mungkin luhan berjalan mengitari jalanan kota tanpa memakai sepatu, melepuh(?) nanti kaki

" Lama sekali, cepat naik"
Perintah chanyeol tidak sabar, dan luhan akhirnya menurutinya juga.

" Kenapa tidak membeli yang baru saja" ucap chanyeol yang kini tengah menggendong luhan di punggungnya mengacuhkan tatapan_tatapan aneh dari orang2 sekitar

" Sudah kubilang tidak mau, "luhan mengerti mungkin chanyeol terus memaksanya untuk membeli yang baru karna ia tidak biasa menjahit sepatunya yang rusak , dan bukanya luhan tak mampu dan juga berhemat luhan hanya ingin menjaga pemberian orang lain apalagi itu dari sang ayah.

" Apa kau tidak pernah menjahit sepatumu yang rusak"

" Ani, untuk apa aku menjahitnya, lebih baik aku beli yang baru" jawab chanyeol cuek dengan membenarkan sedikit kaca matanya, namja ini masih saja sok cool membuat luhan geraam dan ingin menimpuk wajahnya dengan sepatu yang ada di genggamannya itu, namun sepertinya kali ini luhan memiliki belas kasihan karna namja menyebalkan ini telah berbaik hati mau menggendongnya. Ck

...

Chanyeol menyerah,,kakinya pegal menggendong luhan mencari tukang jahit sepatu,,ia mendudukan tubuh luhan di taman kota, chanyeol. Menghela nafas sejenak dan membuka kaca mata hitamnya, ia alihkan pandangannya ke arah luhan yang kini tengah menatap sendu sepatu di tangannya itu

" Mau bagaimana lagi, kita sudah berkeliling namun tak menemukan tukang jahit sepatu,,"

" Ini pemberian appaku, aku tidak bisa membuangnya begitu saja tapi ini sudah Rusak, dan sepatuku tidak Ada lagi,,,"

" Memangnya kau bawa sepatu berapa?" Tanya chanyeol menatap luhan khawatir juga, tidak ada perdebatan di antara mereka untuk saat ini

" Dua" jawab luhan sendu

" Lalu,,,"

Luhan menatap chanyeol horror , bagaimana bisa chanyeol bertanya datar_datar saja seperti itu, jelas2 chanyeol_lah yang membuang sepatu luhan yang satunya lagi pas di bandara

" Arrrghhhhhh" ringis chanyeol

" Kenapa kau menjewerku,,,"protes chanyeol

" Kau itu bodoh sekali, kau lupa apa pura_pura lupa eoh, bukankah kau sendiri yang membuang sepatuku saat di bandara" chanyeol diam sejenak

" Tapi cuma sebelah, dan yang sebelahnya lagi kau yang membuangnya" bela chanyeol

" Dan itu gara_gara kau menepuk bokongku seenaknya, dan aku tidak membuangnya hanya melemparna ke wajahmu" luhan juga tak mau kalah debat

" Sama saja bodoh" gemas chanyeol dan menatap luhan mengejek

" Baiklah aku akan menggantinya" chanyeol bangkit dan menyeret luhan begitu saja,

" Tunggu sepatuku ketinggalan" luhan berbalik dan mengambil sepatunya yang sudah rusak itu,,

...

niat awal mereka berdua hanya akan mencarikan sepatu untuk luhan , namun jiwa shoping chanyeol muncul saat memasuki pusat perbelanjaan itu,,

" Yahh kau itu seperti yeoja saja,,apa kau tidak lihat belanjaanmu ini sudah banyak" oceh luhan geram karna ia di suruh bawa belanjaan yang chanyeol beli, dan itu tidak sedikit

" Sebentar lagi,,," jawab chanyeol cuek dan masih sibuk memilih_milih aksesoris

" Sebentar lagi_sebentar lagi, dari tadi kau bilang sebentar lagi" luhan menggerutu

Bruuuuk

Luhan geram bukan main , ia melempar semua belanjaan yang mereka beli dan pergi meninggalkan chanyeol begitu saja.

" Yahh kenapa kau melemparnya, kau mau kemana xi luhan,,," chanyeol berlari mengejar luhan

DEG

Langkah luhan terhenti setelah mendapati sosok yang selalu mengisi hatinya itu dan meninggalkannya begitu saja tanpa kabar dan sekarang setelah luhan menemukannya kembali malah sakit yang luhan terima, luhan tak menyangka ia akan bertemu lagi dengan namja itu disini," Kris" lirih luhan, dan OOoOo°˚°˚OOoO, lihatlah namja itu kini tengah memeluk pinggang namja lain " nappeun namja" lanjut luhan dengan air mata yang mulai menggenang

PUUuuuk

" Hoshh hoshh hosshhh" chanyeol menepuk pundak luhan, membuat luhan sedikit terkesiap, luhan melirik chanyeol tanpa expresi, datar .chanyeol ngos-ngosan. Langkah luhan cepat juga

" Kenapa kau meninggalkanku Luhan" teriak chanyeol membuat beberapa orang yang tak jauh dari mereka menoleh ke arah mereka berdua, luhan langsung membekap mulut lemes chanyeol

" Kau berisik sekali, dia bisa mendengarnya bodohh" bisik luhan sedikit geram di telinga chanyeol

" Hmmmmp" chanyeol tak bisa berkata apa_apa. Dia hendak bertanya 'siapa?'karna mulutnya di bekap, jadi hanya gumaman tak jelas yang luhan dengar

" Luhan / yeolli " koor kris dan namja di sebelahnya itu bersamaan.

DEG

" Terlambat" lesu luhan.

Luhan dan chanyeol menatap sosok di depanya itu sendu, setelah mereka mendengar suara seseorang yang sangat di kenalnya itu memanggil nama mereka masing_masing, ani lebih tepatnya hanya luhan saja yang memasang wajah sendunya, sedangkkan chanyeol! Ia hanya memutar bola matanya malas, sejujurnya chanyeol sama seperti luhan,tapi ia hanya menutupi suasana hatinya yang kacau sama seperti luhan dengan cara berlaga cuek dan acuh

" Yeolli siapa namja cantik ini?" Tanya namja mungil yang bersama kris itu , OOoOo°˚°˚OOoO, sungguh chanyeol sagat tidak ingin bertemu dengan namja yang telah menghianatinya itu

"..." Chanyeol terdiam , ia hanya menatap luhan yang nenatap lurus ke arah namja di hadapannya itu dengan pandangan kosong, chanyeol mengacuhkan pertanyaan namja itu.

Sedangkan kris hanya bisa mematung mendapatkan tatapan dari luhan,
" Ahh ne, yeoli , bulan depan kita akan bertunangan , kau harus datang yah" ucap namja mungil itu sambil bergelayut manja di lengan kris, luhan melirik sejenak dan membuang pandangannya malas, kris hendak menyingkirkan tangan namja mungil yang akan menjadi tunangannya itu namun tidak bisa, mata kris terus menatap ke arah luhan,

" Aku tidak janji,, masih banyak urusan yang lebih penting dari pada harus menghadiri pesta pertunanganmu itu baekhyun_shi,,aku harus pergi bulan madu dengan anaeku ini, benarkan changi?" jawab chanyeol cuek sambil merangkul pundak luhan, luhan masih diam dan masih menatap kris mengacuhkan ucapan chanyeol yang seenaknya saja itu , kris terbelalak tak percaya, ia hendak menepis tangan chanyeol dari pundak luhan , namun namja yang di panggil baekhyun itu menghentikanya, mungkin baekhyun pikir kris geram karna chanyeol tanpa sengaja melecehkannya, Salah, kris geram karna chanyeol seenaaknya saja menyentuh pundak luhan dan menyebut luhan sebagai anaenya.

" Lu_luhanie,," ucap kris terbata,luhan menatap ia sendu namun bibirnya tetap bungkam,

" Kris kau mengenalnya?" Tanya baekhyun, kris diam dan chanyeol semakin mengerutkan keningnya

" Luhanie, kenapa kau disini" tanya kris pada akhirnya mengacuhkan pertanyaan baekhyun, baekhyun menatap kris heran, namun tak di hiraukan kris, matanya masih terfokus terhadap luhan, chanyeol hanya bisa mengerutkan dahiny' pasti ada sesuatu antara luhan dan tunangan mantan kekasihnya itu,

" Kenapa kau bisa ada disini," lanjut kris , luhan berdecih melepaskan tangan chanyeol yang mengalung di pundaknya dan mendekati kris dan namja itu

Chanyeol terdiam' apa yang akan luhan lakukan ?' Di llihat dari gellagat luhan dan tatapan mata luhan terhadap namja yang bersama baekhyun itu membuat hati chanyeol yakin bahwa suasana hati luhan tidak baik_baik saja,

" Ni_men (kalian),," ucap luhan santai sebelum melanjutkan ucapannya, sambil menatap kris dan baekhyun bergantian,

Tubuh kris bergetar chanyeol hanya bisa menatap heran mereka, ' apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka" batin chanyeol was_was

" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kris, sedang apa kau disini dan bersama namja ini?" Tanya luhan , baekhyun mempoutkan bibirnya saat mendengar ucapan luhan, kris terdiam tak bisa menjawab

" Yahh dia ini calon tunanganku" sela baekhyun menjawab pertanyaan luhan

" Jadi kau berselingkuh di belakangku,," luhan tak menghiraukan ucapan baekhyun

" Jika berselingkuh di depan dan terang_terangan begitu mana bisa di sebut selingkuh, poligami itu namanya changi" ucap chanyeol cuek

" Yeolli kenapa kau tak membelaku" kesal baekhyun
" Siapa kamu?, aku tidak mengenalmu, changi kajja kita tinggalkan mereka" ucap chanyeol membuat baekhyun bertambah geram , dan menyeret tangan luhan namun luhan menepisnya ' ck keras kepala' cibiir chanyeol kepada luhan.

" Jadi!, apa benar yang di ucapkan namja ini kris? Apa kau akan bertunangan dengannya?"

" Ne,," jawab kris lemah

" Jadi, apakah kau akan bertunangan dengan namja lain di saat kau meninggalkan kekasih yang kau pacari sekian lama yang menunggumu tanpa lelah walau tanpa kabar sama sekali'' lagi_lagi kris terdiam, chanyeol menggenggam tangan luhan mencoba menenagkan saat di lihatnya nada bicara luhan tidak cukup baik di dengar,

" Luhan kau bahkan sudah menikah dengan namja itu,,," tunjuk kris ke arah chanyeol yang di balas chanyeol dengan tatapan datarnya

" Sudah lama kau bersama namja ini? " Tanya luhan lagi mengalihkan pertanyaan kris, sedangkan chanyeol terlihat memaainkan handphoonya

" 2 tahun"

Luhan menarik nafas dalam mencoba membendung perasaannya yang mulai sesak dan berakibat berderaian air mata nantinya.

" Jadi, selama itu kau menduakanku, membohongiku, dan mempermainkanku.." Kris menunduk

" Tak pernah membalas pesanku dan juga telphoneku, cihh jangankan untuk membalas, menghubungiku saja kau tak pernah" geram luhan melanjutkan ucapannya.

" Tui pu chi,," ucap kris yang hanya bisa bersikap pasrah walau di hatinya tak rela

" Hao_lah,, wo cetaule ,, bersenang senang lah, semoga kalian bahagia " luhan melangkah melewati kris dan baekhyun,

" Changi ,, tunggu" chanyeol yang menyadari luhan berlalu dengan kesedihan segera menyusulnya, cukup dia yang merasakan sakit hati karna baekhyun memilih kris untuk hidup bersamanya, chanyeol tidak bisa membiarkan luhan merasaan hal yang sama seperti yang ia rasakan dulu.

" Lupakan saja dia hyung, saya tidak peduli sepenting apa dirinya di hati hyung dulu,yang jelas sekarang kau akan menjadi miliku seutuhnya," langkah luhan dan chanyeol terhenti saat indera pendengarnya menangkap suara baekhyun, chanyeol menggenggam tangan luhan erat, luhan masih diam tak merespon, biasanya luhan akan heboh sendiri jika chanyeol sudah menyentuhnya

" dan kau park chanyeol, jaga istiru baik_baik sangan sampai ia merebut pasangan orang lain"

DEG

Ucapan baekhyun barusan sukses membuat sakit hati luhan semakin parah, chanyeol mengeratkan genggamannya di tangan luhan, giginya gemeletuk ,geram dengan ucapan baekhyun akhirnya chanyeol membalikan tubuhnya menyeret luhan dan menghampiri kris dan baekhyun kembali

" Kau tahu aku kan baekhyun shi" ucap chanyeol setelah sampai di hadapan kris dan Baekhyun.

" Nde.." Ucap baekhyun sambil bersilang dada

" Kau tahu bagaimana aku kalau sudah kesal"

" Yahh karna kau adalah mantan kekasihku, jelas aku sangat tahu,,," luhan menatap chanyeol dan baekhyun secara bergantian ' bagaimana bisa ' batin luhan ' jadi mereka , chanyeo dan namja ini pernah berpacaran,! Hell ..'

" Kau tahu apa yang akan aku lakukan jika aku sudah kesal,, " baekhyun terdiam, ia sangat hapal orang seperti apa chanyeol itu

" Kau baru saja menyakiti perasaanku dengan menghina istriku baekhyun_ah, ,," chanyeol memandang remeh baekhyun

" Kau hanya massa laluku, jadi jangan pernah kau mencampuri urusanku, luhan sekarang adalah istriku dan luhan hanya masalalu kris begitupun juga denganmu, kau hanya masalaluku yang hitam.

Chu :*
Chanyeol mengecup kening luhan

" Ch_chanyeol" lirih luhan, biasanya luhan akan memukul atau menimpuk chanyeol jika chanyeol berbuat sesuatu yang aneh, namun tidak untuk kali ini, chanyeol menatap luhan dengan senyum manisnya, mengenggam tangan luhan dan mengelusnya, luhan balas menumpukan tangannya membalas sentuhan chanyeol dan tersenyum, tak ada lagi tatapan saling mengejek di antara mereka, luhan tahu posisinya sekarang tak jauh beda dengan chanyeol, luhan juga tahu chanyeol hanya ingin membantunya.

" Sepertinya, kau harus berhati _ hati dengan namja ini kris_shi, ayo changi kita pulang,, " chanyeol menarik kembali tangan luhan, namun luhan malah balik menarik tangan chanyeol sehingga chanyeol membalikan tubuhnya dan

Cup

Luhan mencium bibir chanyeol, melumatnya dan menghisapnya, chanyeol terdiam , ia tidak membalas ataupun menolak, ini terlalau cepat, namun chanyeol mengerti maksud luhan, ia merangkul pingang luhan dan memperdalam ciuman mereka,

Kris mengepalkan tangannya geram

Pluuup

Chanyeol melepaskan ciumannya dengan luhan, dilihatnya luhan yang kini terengah, chanyeol mengecup kembali kening luhan
" Kajja kita pergi dari tempat ini, " ajak chanyeol, luhan mengangguk

" Dan untuk kalian, semoga hubungan kalian bisa lebih manis dari hubungan kami. Ucap chanyeol dan berlalu dari tempat itu meninggalkan kekesalan yang tiada tara di hati kris dan baekhyun

'''''''

Saat ini chanyeol dan luhan berada di dalam mobil sport warna merah milik chanyeol yang tadi pagi chanyeol gunakan, namun kali ini luhan tidak menolak atau juga banyak omong, ia hanya menurut saja saat chanyeol menuntunnya memasuki mobil itu yang sudah terparkir indah di depan pintu keluar mall itu. Kenapa bisa mobil itu berada di situ?, tentui saja chanyeol menyuruh seseorang mengantarkannya.

" Ciumanmu tadi boleh juga" ucap chanyeol sambil memegangi bibirnya yang basah

" Diam kau, hiks jika tidak ada mereka hiks aku juga takan sudi menciummu namja pervert hiks hiks" luhan berucap sambil sesenggukan karna ia menangis tersedu_sedu saat meninggalkan kris dan baekhyun tadi

" Ulljima, tak seharusnya kau menanggisi namja seperti itu, posisiku sama sepertimu Xi luhan, tapi aku biasa saja"

" Itu karna kau tak punya perasaan ,, "

" Yahh ,, galakmu kumat lagi" cibir chanyeol
Tangis Luhan semakin kecang saja

" Yahh yahh uljima, kau tidak boleh terpuruk begitu saja di buang oleh kekasihmu itu, sadarlah, mereka bahkan akan bertunangan dalam waktu dekat, lupakan dia"

" Kau benar" luhan mengusap air matanya kasar
" Aku seorang namja yang kuat, bodohnya aku yang selalu menunggunya, menunggu cinta pertamakuu yang jelas_jelas sangat menyakitkan,, bahkan dia selalu merejeck telphonku, hiks hisk" luhhan kembali menagis, chanyeol menghela nafasnya entah sudah yang keberapa kalinya

" Tapi setidaknya , ada beberapa hal yang harus kau waspadai dalam menjalin hubungan bukan!" Luhan menatap chanyeol sejenak

" Maksudmu?" Tanya luhan

" Semua orang yang ku kenal selalu mengatakan padaku,,," mata chanyeol terus menatap jalanan sambil berucap, mengenang betapa sakitnya cinta yang dulu ia jalin bersama baekhyun , hingga ia sadar akan suatu hal

" Bahkan ketika dunia berada dalam kekacauan, aku masih bisa duduk santai sambil makan, begitu juga dengan cinta, di saat cintamu berada di ujung tanduk, berfikirlah jauh, bahwa masih banyak cinta yang lain di luar sana" ucap chanyeol bijak

" Yahhh, kau itu berucap seenaknya saja, apa kau tidak pernah berfikir satu hal juga park chanyeol yang Bodoh,,, ketahuilah meskipun phonsel bisa di tukar dan sepatuku yang rusak itu bisa di ganti dengan yang baru, tapi tidak dengan cinta, cinta. perasaan hati seseorang mana bisa di tukar bodoh,," geram luhan sambil mempoutkan bibirnya

"Tidak peduli bagaimana dan sebesar apa harapanmu tentang cinta, yang jelas cinta tidak bisa menjadi harapan" ucapan chanyeol sukses mebuat bibir luhan kelu, luhan tertegun,

" Terbukti, cinta kini membuatmu sakit bukan" dan luhan menunduk mendengar kalimat itu dari bibir chanyeol

" Di sini " luhan menyentuh dada kirinya " aku menyayangi dan mencintainya dengan setulus hati" chanyeol menatap miris luhan.

" Dan di sini pula" kini giliran chanyeol yang menyentuh dada kirinya sama seperti yang luhan lakukan, menyambung ucapan luhan " cinta membuatnya sakit disini"

" Huweeeee , mengapa kita senasibbb hisk hiks" dan luhan kembali menangis kencang, chanyeol menutup sebelah kiri telinganya dan berdecih

" Berisik sekali kau ini, apa kau mau aku turunkan di jalan eoh" ancam chanyeol

Plaaakk

Dan chanyeol sukses mendapat timpukan sayang di kepalanya

" Kau ini hobby sekali memukul kepalaku, "oceh chanyeol

" Bukankah tadi di mall itu aku memukulmu di bibir,"

Bluss

Chanyeol merona ia mengalihkan pandangannya
Sedangkan luhan, ia mengatakan itu tanpa sadar tentunya karna suana hatinya sangat kacau saat ini

" Bagaimana mungkin kau menurunkan istrimu ini di jalan park chanyeol. Dan luhan manyun, ia bersilang dada menatap lurus jalanan, chanyeol tersenyum, akhirnya luhan mengikuti permainanya juga,'istri, aku berjanji akan menjadikan kau istriku yang sebenarnuya Xi luhan' batin chanyeol,,

" Baiklah, lebih baik kita lupakan kejadian tadi, anggap saja itu hanya mimpi, dan mari kita bersenang_senang untuk malam ini Xi Luhan,," chanyeol menyeringai

" Kau akan membawaku kemana bodoh?" Tanya luhan dengan raut wajah takut_takut

" Kau akan tau nanti sayang" seringaian chanyeol membuat bulu kuduk luhan merinding

" Lindungi aku Tuhan" doa luhan dalam hati sambil terus menatap chanyeol yang menyunggingkan seringaian kejam

Luhan menatap tajam ke arah Chanyeol, luhan tak habis fikir dengan namja jangkung nan bodoh di hadapannya itu, bisa_bisanya ia mengajak melakukan hal yang menurut luhan bodoh juga.

" Kau Gila park chanyeol kau gilaaa,,," chanyeol nyengir melihat luhan seperti orang gila berteriak_riak seperti itu.

" Ayolah, ini akan menyenangkan luhan apalagi kita melakukannya di tepi pantai seperti ini,di malam yang dingin angin yang menghempas wajah dengan lembutnya di tambah bintang di atas sana yang berkelip indah, aku berani jamin malam ini juga kau akan melupakan kris"

" Pu yao(tidak Mau),, aku belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya" tolak luhan

" Kau bilang ingin melupakan masalahmu dengan kris, kajja ini tidak terlalu buruk , sedikit juga tidak masalah, aku jamin kau akan melupakan kris malam ini, dan bersenang_senang bersamaku" chanyeol hendak meraih tangan luhan , namun luhan malah menjauh

" Kau namja mesum, pikiranmu pervert sekali,,,"

" Itu tidak masalah bagiku, karna kau sudah sering memanggilku seperti itu"

" Yahhh"

" Kajja changi, jangan banyak membantah apa kata suamimu,," dan dengan paksa chanyeol menarik luhan untuk duduk di hamparan pasir putih itu, luhan terdiaam menatap chanyeol yang tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam tas plastik yang ia dapatkan di salah satu minimarket,

Luhan penasaran juga," bagaimana rasanya yah?"

" Bersulang,,," teriak chanyeol sambil meminum minumannya, dan mengelap sudut bibirnya dari sisa minuman itu, ia mellirik luhan yang sedang menjulurkan lidahnya dan mengipasinya dengan tangannya, chanyeol terkikik, sungguh luhan polos juga pikirnya

" Minuman macam apa ini? kenapa rasanya aneh sekali, dan juga panas,, huekkk"

" Kau seperti itu karna kau baru merasakannya luhan, coba kau meminumnya sambil mengingat hal buruk yang kris lakukan padamu, kau pasti akan menikmati minuman ini,," jawab chanyeol mengompori luhan.

Luhan berfikir sejenak, apa salahnya di coba,

" Sebenarnya ini minuman apa bodoh,,?" tanya luhan
" Ini arak beras,, tidak terlalu buruk untuk tubuhmu, bahkan sebagian orang menggunakannya untuk obat" luhan mengangguk

" Baiklah, untuk kali ini tak apa lah aku meminumnya toh ini juga obat" dan luhan menyodorkan botol minumannya ke arah chanyeol " chanpent" ucapnya chanyeol menyeringai dan mengadukan botol minumannya dengan botol minuman luhan " dasar bodoh, ini baik untuk kesehatan jika kau meminumnya sesuai takaran, jika kau maminumnya terlalu banyak itu sama saja bohong" batin chanyeol dan meminum minumanya sendiri

" Namja itu , dia pura pura peduli di awal saja,," ucap luhan dan kembali meminum minumannya

" Tapi kemudian, begitu dia sudah memiliki kamu dia akan memulai aksinya membuat kamu percaya padanya, " tambah chanyeol dan meneguk minumannya juga

luhan mengangguk " dan membuatku merasa berarti" luhan menghabiskan satu botol arak beras itu, chanyeol tersenyum dan memberikan satu botol lagi pada luhan " kau benar luhan" ucap chanyeol mengomentari ucapan luhan

" Nasib kita sama seperti sebungkus makanan ringan yah , ,," racau luhan

" Setelah habis di buang begitu saja kapan saja yang kita inginkan" tambah chanyeol

" Sungguh benar_benar seperti sampah,," luhan geram dan meneguk habis minuman di botolnya, chanyeol menatap takjub luhan , kuat juga dia menghabiskan satu botol dalam sekali tenggak,

" Meskipun dia mengatakan mereka akan selalu berada disisimu bersamamu,,"

" Tapi itu semua bohong.." Teriak luhan memotong ucapan chanyeol,merebut minuman di tangan chanyeol dan segera meminumnya

" Teman senasib, kau benar sekali, itu semua bohong" teriak chanyeol sambil mengguncang pundak luhan membuat luhan tersedak minumannya

Bruuuusss

" Yahhh kau ini " chanyeol mengelap wajahnya yang kena semburan luhan dengan agak_agak jijik

Luhan nyengir " ћϱћϱ"̮he'. Thui bu ji (maaf) " sambil membentuk hurus "V"

Chanyeol menghela nafas dan menatap ke arah laut lepas setelah membersihkan wajahnya

" Cerita cinta kita hancur" lirih chanyeol
" Dan menyedihkan" tambah luhan
" Bahkan ini sangat menyakitkan" ucap chanyeol lagi, luhan menyandarkan kepalanya di pundak, chanyeol melirik luhan,

"Ayoo huks kita minum lagi,huks" ucap luhan sambil menyodorkan botol minuman, chanyeol menarik botol minuman luhan karna luhan sudah cegukan, luhan pasti sudah merasakan kepalanya berkunang

" Kau sudah mabuk, jangan teruskan" ucap chanyeol sambil mengelus rambut luhan.

" Pabbo, mana bisa ini di hentikan, bukankah kau yang mengajakku dan menyuruhku meminum minuman ini, ayoo kita lanjutkan" luhan mempoutkan bibirnya dan mulai meracau

" Biar aku minum sendiri kalau begitu" luhan merebut kembali minuman yang ada di tangan chanyeol dan meminumnya kasar saat dilihatnya chanyeol tak bereaksi.

" Uhukk uhuuk" luhan kembali tersedak dengan cekatan chanyeol langsung menepuk pungung luhan

" Aku bilang hentikan bukan"

" Aku tidak apa_apa" luhan nyengir dengan mata sayunya,mengerti bahwa chanyeol menghawatirkannya melihat dari raut wajah namja tampan itu.

" Pabbo namja" cibir chanyeol

Luhan menatap chanyeol dengan mata rusanya itu, dan saat mata itu saling bertemu, seolah terikat sesuatu , mereka tak bisa menghindar dari tatapan masing_masing, chanyeol terdiam, begitupun luhan dengan mata yang saling memandang

" Apakah aku boleh untuk menempatkan diriku disini?" Chanyeol menyentuh dada kiri luhan,luhan terdiam dengan masih menatap dalam manik kelam chanyeol

" Kau tahu, rasanya itu sangat tidak nyaman ketika kau sudah menyerahkan ini pada seseorang" luhan balik menyentuh dada kiri chanyeol

" Aku akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi padanya dan itu karnaku" ucap chanyeol

" Jadi kau akan bertanggung jawab jika dia sakit nanti,,dan," luhan menggantung ucapannya sambil meremas dada kiri Chanyeol

" Apa kau rela mati untuknya?" lanjut luhan dan menatap chanyeol tajam, chanyeol terdiam sejenak, ia menundukan wajahnya membuat luhan berdecih

" Kau sama saja" cibir luhan

" Aku janji , demi kamu luhan" chanyeol menggenggam tangan luhan yang meremas dadanya itu,

" Cen te ma? (Sungguh)"

" Tentu saja " jawab chanyeol mantap

" OKE,, "luhan tersenyum dan menggesekan hidungnya dengan hidung chanyeol manja,chanyeol tersenyum ia menangkup kedua pipi luhan membuat pergerakan luhan tertahan, mata mereka saling bertemu dan perlahan jarak di antara merekapun terkikis , nafas mereka saling menerpa wajah satu sama lain, hingga ciuman di antara merekapun tak terelakan lagi,,,

"""

Chanyeol kembali menggendong luhan memasuki kamar hotelnya, luhan terlihat tertidur pulas di gendongannya, dan chanyeol sama sekali tidak keberatan

" Apa perlu kami bantu tuan" ucap salah satu pegawainya menawarkan diri

" Tidak usah, tolong bukakan pintunya saja"

"Nde" jawab pegawai itu
Chanyeol kembali meneruskan langkahnya , namun. Saat melewati meja reseptionis lagi-lagi langkahnya terhenti saat seorang yeoja cantik yang bertugas di situ memanggilnya

" Waeyo apakah ada hal yang penting?" Tanya chanyeol

" Mianhe sajangnim, " pelayan itu menunduk hormat" tadi tuan besar menyuruh anda untuk segera pulang, ada satu hal yang ingin beliau bicarakan, " ucapnya hormat

" Biar aku urus dia nanti" dan chanyeol kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya dan juga luhan,

bruuuk

Luhan mengeliat saat chanyeol membaringkannya di ranjang, menyamankan posisi tidurnya" chanyeol-ah,, apa kita sudah pulang, rasanya tubuhku remuk semua". Racau luhan yang masih memejamkan matanya

Chanyeol yang tengah menyelimuti luhanpun akhirnya terkikik

" Kau ini sedang mengigau eoh? hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. .Kau lucu sekali"

" Aku tidak mengiggau dan aku masih bisa mendengar apa yang kau ucapkan park chanyeol, hanya saja mataku sulit untuk terbuka lebar, ini terlalu berat,,

Chanyeol langsung berjongkok menghadap wajah luhan " sungguh, apa kau juga mendengar apa yang di ucapkan reseptionis itu tadi,,?" Tanya chanyeol was_was

" Bisa jadi" dan luhan membalikan tubuhnya perlahan ia membuka matanya yang terasa berat itu.

" Aku ingin ke kamar mandi" dan luhanpun melangkah dengan sempoyongan ke kamar mandi sedangkan chanyeol hanya terdiam di posisinya

' Ahh bagaimana ini jika luhan tahu aku juga menganggapnya sebagai istri sahku di depan appa, luhan pasti merajamku' chanyeol ngebatin dan menggulingkan tubuhnya di kasur

Klekkk

Luhan keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dari sebelumnya, sepertinya luhan habis membersihkan dirinya yang kacau itu. Luhan menatap chanyeol yang kini tengah tengkurap di atas ranjang, perlahan luhan mendekatinya

" Chanyeol-ah" luhan menguncang tubuh chanyeol, lama_lama luhan sebal juga karna chanyeol sama sekali tak bergeming

" Yahh park chanyeol" teriak luhan geram , namun yang luhan dengar hanya sebuah dengkuran halus dari namja menyebalkan itu.

" Yahhh park chanyeol ayo bangun, jika kau tidur di sini lalu aku tidur dimana, masa aku harus tidur di sofa, ayoo cepat bangun" luhan mengguncang tubuh chanyeol kasar

Bruuuk

Greeep

Mata luhan membelalak sempurna saat chanyeol menarik tangannya hingga jatuh ke ranjang dan chanyeol juga mendekap erat tubuh mungilnya itu

" Malam ini kita tidur bersama, bukankah kau sudah menjadi miliku sekarang" ucap chanyeol lirih masih memejamkan matanya

Luhan berkedip beberapa kali mencerna ucapan namja mesum yang tengah mendekapnya itu

" Shiroo,, kau bukan suamiku" luhan meronta namun itu malah membuat dekapan chanyeol semakin erat saja

" Yahh lepaskan aku, pindah sana,," ronta luhan,chanyeol langsung menindih tubuh luhan yang tidak bisa diam itu dan mengunci pergerakannya. Luhan mematung saat mata chanyeol menatap tajam matanya

" Kau akan menjadi istriku, aku janji"
Setelah mengatakan itu tubuh chanyeol ambruk di atas tubuh luhan dan luhan hanya bisa terdiam otaknya tidak bisa berfikir lagi,, ini terlalu memusingkan.

Luhan terbangun saat ia merasa ada yang menggelitiki hidungnya
" Eunghh" lenguh luhan tak nyaman, perlahan ia mengerjapkan matanya imut

" Sudah bangun sleeping beauty" terdengar suara berat chanyeol memasuki indera pendengarannya,jujur luhan masih ngantuk , namun suara itu sangat menganggunya

" Ayoo bangun ini sudah siang, lihatlah matahari bahkan sudah hampir ke atas(?), bukankah kau ingin berlibur sayang" luhan membalikan tubuhnya, chanyeol sungguh berisik dan jangan lupakan tangannya yang tidak mau diam menggelitiki tubuh luhan

" Kau itu selalu mengangguku , pergi sana, aku mau tidur, ucap luhan sambil menarik selimut dan menutupinya keseluruh tubuhnya, membuat tubuh luhan seperti kepongpong

Chanyeol menarik selimut luhan

CHU :*

Mata luhan langsung melebar dan bangkit menatap tajam ke arah chanyeol saat bibir mungilnya di kecup singkat.
" Apa yang kau lakukan" teriak luhan

" Apakah tidurmu nyenyak changi" sepertinya chanyeol sudah terbiasa dengan teriakan_teriakan luhan dan kali ini ia tidak membalasnya dengan teriakan lagi melainkan dengan sentuhan sayang di pucuk kepala luhan, luhan terdiam melihat senyum tulus chnayeol yang baru kali ini luhan lihat,
" Ehh ,yah,, eumm lumayan" luhan menggaruk rambutnya asal hingga menjadi acak_acakan, sebenarnya luhan melakukan itu untuk menggurangi perasaan aneh di hatinya ,gugup.

Pikiran luhan menerawang kejadian semalam bagaimana mungkin dia bisa mempunyai ide untuk menerima park chanyeol sebagai pengganti kris , dan bagaimana pula sekarang ia bisa tidur satu ranjang dengan namja jangkung itu, luhan menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan pikirannya yang tidak_tidak

" Gwemchana?" Tanya chanyeol saat melihat luhan terdiam, luhan melirik pakaiannya " ahh, masih sama dengan yang semalam dan masih rapih(?), berarti chanyeol tidak melakukan apa_apa padaku semalam" batin luhan

" Kamu tidur nyenyak sekali. Apa kau lelah ? Aku lihat malam ini kau tidur dengan tenangnya tak ada lagi keributan yang kau ciptakan akibat menendang2 ranjang hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. . " Chanyeol terkikik dan luhan meliriknya hanya bisa berdecih " rahasiaku terbongkar" pikirnya

Luhan kembali menggulingkan(?) Tubuhnya di ranjang, chanyeol terkikik sepertinya luhan ngambek, lalu chanyeol merangkak mendekati luhan

" Wo ai ni, Xi Luhan" bisiknya di telinga luhan, luhan membalikan tubuhnya dan

TAP

Tepat sekali perbuatan luhan berhasil menggunci pergerakannya sendiri, kini ia terkurung di antara lengan kekar chanyeol, di lihatnya chanyeol yang menyeringai, " me_menjauh dari tubuhku" ucap luhan gugup

" Tidak mau, jawab dulu ucapanku" tolak chanyeol

" Aku kesini untuk berlibur, bukan untuk mencari cinta park chanyeol, ,," tegan tegas luhan mengucapkannya, namun chanyeol masih menaggapinya dengan sebuah senyuman

" Kau lupa yang semalam" otak luhan langsung mem_Flassback(?) Kejadian semalam, dan itu sukses membuat wajahnya memerah, "kita jadian" lirih luhan

" Yaps, tepat sekali manis" tangan chanyeol menjelajahi bibir luhan " bibirku selalu manis saat aku mencicipinya

Plaaak

Luhan lansung menampik tangan chanyeol " waeyo?"Kaget chanyeol

" Jangan sentuh"

" Aku bahkan sudah mencicipinya, kenapa tidak boleh sentuh, kau ini dasar istri durhaka" okok chanyeol terlalu mendramatisir

" Chanyeol sebaiknya kau jangan memberiku harapan kosong, aku cuma turis disini, dan kau dengan seenaknya masuk mengacaukan liburanku, sekarang kau bilang kau mencintaiku, hubungan kita cukup sebatas perkenalan saja, setelah liburanku selesay, aku pasti akan kembali ke china," luhan menatap dalam mata chanyeol yang kini masih memerangkappnya, meninih tubuh mungilnya, chanyeoll terdiam mendengar perkataan luhan

" Lebih baik sekarang kita menjaga jarak , agar kita tidak terlalu berat hati saat kita berpisah nanti, pergilah dari kehidupanku" lanjutnya

" Kenapa kamu bilang seperti itu luhan,,,?"

" Chanyeol aku mohon kamu mengerti, kita bersama hanya untuk sementara, setelah liburanku selesay kita akan berpisah, dan kau lebih baik pulang ke rumahmu, " luhan mengatakan itu dengan sungguh sungguh namun chanyeol malah tersenyum

" Luhan changi,," ucap chanyeol . Luhan terkejut melihat reaksi chanyeol atas ucapannya barusan

" Chanyeol, sudah ku,,,"

" Ssssst" chanyeol menempelkan jari tangannya ke bibir mungil luhan, menyatukan keningnya dengan kening luhan. Dan mengesekan hidung mereka

' Ini salah ini salah, ini seharusnya tidak ada di jadwal libiranku di seol, ini seharusnya tidak terjadi, aku bahkan baru mengenalnya 3 hari ini' batin luhan

Chanyeol sudah tidak menggesekan hidungnya lagi di hidung luhan, namun kening mereka masih merapat
" Luhan,, aku tidak tau apa yang terjadi dengan hatiku aku juga tidak tahu kenapa aku bisa merasa begitu sayang padamu dan ingin terus melindungimu, " chanyeol menangkup kedua pipi luhan memisahkan pautan kening mereka ia tatap dalam mata rusa itu
"Luhan,, sejak pertemuan partama kita di bandara , saat dimana aku tersenyum padamu dan kau membalas senyumanku saat dimana sebelum aku menepuk bokongkmu dan kau ,,,"

" Jangan bahas itu bodoh" sela luhan geram

" Ah baiklah, ," ralat chanyeol melanjutkan kembali ucapannya

" Saat dimana kita saling lempar senyuman, saat itulah pertama kali aku tahu kalau aku tertarik padamu, kau tahu aku sangat kecewa saat kita perpapasan dan kau hanya diam saja, maka dari itu aku menepuk bokongmu" jelas chanyeol, membuat luhan merengut, sudah luhan bilang jangan di bahas malah di bahas lagi, luhan malas jadinya mendengarkan cerita namja mesum yang masih setia menindih tubuhnya itu

" Yah karna aku ingin kau memperhatikanku lagi makanya aku menepuk bokonmu, berharap pertemuan kita tidak hanya sepintas lewat, aku ingin pertemuan pertama kita berkesan , dan aku bisa mengenalmu sampai sejauh ini"

" Apa kau bilang! berkesan? " Luhan mulai geram bagaimana chanyeol bisa bilang pertemuan mereka berkesan dengan cara seperti itu

" Yah, dan kau tahu aku senang sekali saat kau memanggilku namja mesum, aku kira aku akan mendapatkan ciuman di pipi dari mu , ternyata sepatumulah yang mencium wajahku" chanyeol berucap sedikit greget di akhir, membuat luhan terdiam

" Kau,," lemah luhan

" Yahh aku mencintaimu, XI luhan, sarangheo,"

" Kau tahu cahnyeol_ah, selama 3 hari ini isi kepalaku hanya ada kamu, karna kau terus menghantui perasaanku, sungguh menganggu"

Chanyeol tersenyum" jangan membuat saya kecewa dengan perasaanku luhan,aku belum pernah merasa senyaman ini saat berhubungan dengan seseorang bahkan saat bersama baekhyunpun aku tak merasa sampai senyaman ini, selama ini saya hanya sibuk dengan urusan appa di kantor tanpa memikirkan urusan pribadi, dan sekarang saya tahu satu hal"

" Ap_apa?"

" (wo hen ai ni )"ucap chanyeol

" Cha_chanyeol" luhan terdiam chanyeol menatap mata luhan dalam luhan langsung membuang wajahnya yang bersemu,

" Apa ini semua tidak terlalu cepat?"

" Aku tahu, mungkin ini takdir, dan aku serius dengan ucapanku luhan"

" Kenapa"

" Karna aku takut segalanya akan menjadi terlambat"

Luhan terdiam , dan chanyeol malah terkekeh melihat mimik wajah luhan yang terlihat begitu serius

CHUP

Chanyeol mengecup kening luhan
" Sudah mandi sana , kau bau sekali, dan hari ini kita akan memulai perjalanan kita sebagai sepasang kekasih sayang "

" Gombal". Luhan mendorong tubuh chanyeol dan melesat kekamar mandi

" Tampilah secantik mungkin hari ini sayang" teriak chanyeol

Brakkk

Dan di balas luhan dengan memnutup kencang pintu kamar mandi

" UKE yang galak, menarik, dan aku suka "

Hari ini chanyeol dan luhan menghabiskan harinya dengan berlibur ke taman bermain, tak ada lagi pertengkaran di antara mereka, mereka terlihat seraasi hari ini, chanyeol selalu menggenggam tangan luhan dan luhan tak menolak, sepertinya luhan sudah mulai terbiasa dengan kehadiran chanyeol, senyum tak pernah lupus dari bibir mereka hingga kini mereka pulang larut ke hotel dengan tangan yang masih terpaut dan senyuman yang seolah tak ada habisnya

" Chanyeol, aku ketoilet sebentar yah, kau tunggu disini, aku tak akan lama" ucap luhan, chanyeol tersenyum dan mengusak rambut luhan

" Baiklah, aku tunggu" dan luhanpun berlari kecil ke arah toilet yang tak jauh dari loby hotel

Chanyeol menyandarkan tubuhnya ke senderan(?) Kursi tunggu yang berada di loby hotel itu dengan santainya, sesekali ia mengangguk membalas hormat dari para pegawai di hotel itu, yah biar bagaimanapun tampilan chanyeol seantero hotel itu tahu chanyeol adalah anak tunggal dari bosnya, pemilik hotel ini

TAP

Chanyeol mendongak menatap seseorang yang berdiri tepat di hadapannya, matanya langsung membelalak saat tahu siapa oranga itu

" Aa_appa,,,"

Luhan berlari kesana kemari mencari sosok namja jangkung yang telah berjanji untuk selalu menemaninya dan menjaganya itu, setelah ia keluar dari toilet ia tidak menemukan chanyeol dimanapun,
Akhirnya luhan memutuskan untuk bertanya pada reseptionis yang bertugas di situ

" Chogi,, apa kau melihat namja jangkung yang datang bersamaku tadi"

" Ahh, luhan_shi" reseptionis itu membungkuk hormat kepada luhan, dan luhanpun membalasnya

" Maaf, tuan muda park tadi di jemput tuan besar untuk pulang karna tunangannya datang"

JGEEEEEEEER

Bagai tersambar petir hati luhan begitu tertohok

" Tu_tunangan,,maksud anda apa, bukankah anda tahu bahwa aku adalah istrinya" jawab luhan dengan wajah yang sudah memerah menahan tangis

" Tuan muda? Tuan Besar?cihh,,, Apa itu!, aku sama sekali tidak mengerti, kau pasti salah orang" luhan tak bisa lagi mengontrol emosinya, ia berteriak di hadapan reseptionis itu, ini terlalu cepat dan memusingkan.

" Maaf..." Ucap reseptinis itu

Luhan jadi teringat ucapan chanyeol tadi pagi kepadanya" Karna aku takut segalanya akan menjadi terlambat"

'Bodoh' luhan merutuki dirinya

"Sebelum semuanya terlambat"

*

TBC

Mianhe Ovay update telaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sekale,, semoga chap ini tidak mengecewakan ne ,,,, #Boww

BALaaaaaasss Reviewww dulu akh,,, ^_^

hunhanie :: ok ini ovay lanjut,, di tunggu review selanjutnya heheh

ByunnaPark:: iyaa iya,, sengsara membawa berkah wakwakwak

ockta1810:: ahhh chingu mian gak bisa nambahin copel,, ini ff sebenaernya udah end,, Ovay Cuma repost aja dari page Ovay di fb,,maaf ne, maaf sekali jika mengecewakan karna ini ff awalnya SF ,,,,makasih banyak udah mau baca ff ovay #

chuapexo31:: aduuhhh aduhhh mianhee ovay update telaaaaatttttt

Unnamed EXOstand :: heheh makasih udah mau baca

ryeofha2125:: mianhe,,,aduhh ovay update telat bgt yahhn,,ughh begimane moment chanlunya,, kurang kah,,atau malah mengecewakan ,, akhhh ovay rela ajah di komplent wakwkawka

ParkImA :: ok ini ovay udah lanjutin,, begimane,, chanlu nya mengecewakan kagug,, heheh maaf otak pervert ovay jalannya setengah-setengah wkwkwkkw , eh gomawoo udah baca

lisnana1:: ne gomawo chinguu,,, ne udah ovay lanjutin,, maaf lama update ya ...

ps exoticshawol:: ne chingu, sebelumnya makasih banyak udah baca lagi, ovay Cuma coba post disini aja,,,dan apa itu suka pas chanyeol nepuk pantat luhan ,,jiahhhhhh #pervert ckck

sudah yahh semoga gada yang kelewat balas reviewnya,,, heheh ovay tunggu review selanjutnya,,,,,,,

#KISS N #HUG