BECAUSE OF SHOES / CHAP 3 / END
BECAUSE OF SHOES
Author: Ophiepoy [~Ovay~]
Pairs: ChanHan
Lengh: Chapter 3 END
Genre: romance humor(Mungkin), Hurt
Warning: BOY LOVE, YAOI,,CRACK PAIRS,DON'T LIKE just DON'T READ, Typo bersebaran harap maklum,
NO PLAGIAT
NO SPAM
NO COPAS
SILEND READER, Ovay ucapin makasih BANGET karna udah baca, tapi alangkah baiknya tinggalin jejeak, jangan seperti HANTU.
HAPPY READING
Luhan berjalan tanpa arah di sepanjang jalanan kota seol , pikirannya sedang kacau, ia terus berjalan kemanapun kakinya membawanya,tanpa ia sadari ia sudah berjalan jauh dari hotel dan tiba di sungai Han. Ia terduduk lemas dengan pandangan yang kosong, ia tatap pantulan bulan yang memantul di sungai itu, meratapi dirinya sendiri, pikiranya masih penuh tentang namja bernama lengkap park chanyeol itu,,,
" Maaf sebelumnya luhan_shi, saya merahasiakan ini dari anda karna tuan muda chanyeol yang meminta, ia adalah anak tunggal dari pemilik PARK CORP ia kabur dari rumah karna ia akan di tunangkan dengan rekan bisnis tuan besar, ia juga tidak mau meneruskan perusahaan tuan besar, dan kabar ,terahir yang saya dengar ia akan bertunangan,,," kurang lebih seperti itulah kabar yang luhan dapat dari reseptionis yang ia temui di hotel .
" Dasar sampah, kau memang bodoh xi Luhan, bodoh, kenapa kau mempercayai ucapan namja itu" teriak luhan sambil melempar pasir yang ia genggam,
" Hiks hiks, mama papa, aku ingin pulang, aku rindu kalian hiks hiks,,wo siang nimen" luhan menagis pilu di pinggiran sungai Han tersebut meratapi nasibnya yang ia rasa selalu tertipu , baru saja ia mempercayai chanyeol setelah kris membohongi dan menghianatinya, dan sekarang apa, chanyeolpun meninggalkannya,
Luhan kembali mengenang saat_saat bersama dengan chanyeol saat dimana ia di pertemukan untuk pertama kalinya di bandara, saat dimana chanyeol menepuk bokongnya, saat dimana chanyeol menghentikan taksinya dan masuk seenaknya, saat dimana chanyeol menggendongnya , menggenggam tangannya erat bahkan mendekap tubuh mungilnya, dan saat pertama kalinya ia berciuman dengan chanyeol di hadapan kris dan baekhyun,
" Wo hen ai ni" itulah kalimat cinta terakhir yang chanyeol ucapkan padanya pagi tadi,
" Karna aku takut segalanya akan menjadi terlambat"
" Arrggggghhhhhhhh" luhan menjerit sakit di dalam hatinya dan itu karna chnyeol
" Ini sakit_sakit sekali, dan ini karena mu park chanyeol, kau berjanji akan bertanggung jawab jika ia sakit karnamu hiks, bahkan kau rela mati untuknya,dan sekrang dimana dirimu park chanyeol bodoh dimana, hiks" luhan menangis dan berteriak sambil memukul mukul dada kirinya,
"Tidak ada yang benar_benar menyayangiku , mereka hanya mengasihiku, tidak ada yang peduli lagi pada ku hiks..."
" Mama,,,papa,, hanya kalian yang benar_benar menyayangi saya,aku merindukan kalian hiks" luhan menenggelamkan wajahnya di antara lututnya, menagis terisak tanpa ada yang mendengar pilunya hati luhan,
Greeeeep
" Uljima,, aku masih menyayangimu luhanie"
DEG
Luhan langsung mengangkat wajahnya saat seseorang memeluknya dari belakang, Suara itu, luhan masih ingat betul suara itu, mata luhan langsung membulat sempurna saat menyadari siapa pemiliknya
" KRIS" teriak luhan langsung mendorong tubuh kris hingga terjungkal, luhan bangkit dan mundur beberapa langkah
" Sedang apa kau disini eoh, apa kau mengikutiku" tanya luhan menyelidik. Kris bangkit dan menepuk pakaiannya yang kotor karna pasir
" Kau tahu aku Tidak bisa melihatmu bersama chanyeol, dan sekarang kau sampai menagis karna namja itu hingga seperti itu luhan, dan aku tidak terima, " ucap kris dingin begitu menusuk hati luhan, kris melangkah maju, dan luhan semakin mundur
" Tapi apa urusanmu,," ucap luhan sedikit takut
" Karna aku masih menyayangimu" langkah luhan terhenti dan langsung menatap tajam kris ' namja brengsek' pikirnya
" Kau bahkan akan bertunangan dengan baekyun minggu depan, kenapa kau seperti ini" teriak luhan , air mata kembali mengalir
" Karna aku mencintaimu"
" Persetan dengan cintamu" teriak luhan lagi " aku sudah muak mendengarnya aku muak"
Luhan hendak berlari meninggalkan kris namun lengan kris terlebih dahulu menahanya dan mendekap erat tubuh luhan, kris membenamkan wajahnya di ceruk leher jenjang luhan " lepaskan aku , aku mohon lepaskan aku kris" luhan meronta sekuat yang ia bisa , namun itu tak berarti apa2 saat kris semakin liar mencumbu lehernya membuat tubuh luhan lemas, luhan menagisi dirinya yang lemah.
Setelah dirasa luhan tak meronta dalam dekapannya kris membalik tubuh luhan dan manangkup kedua pipinya, di hapusnya air mata luhan dengan ibu jarinya , lembut" uljima, , maafkan aku," tangis luhan malah semakin kencang mendengar kata maaf itu dari kris, sekarang maafpun percuma, tak ada artinya dan takan mengobati sakit hati luhan.
" Aku mencintaimu"
Chuu :*
Awalnya kris melumat halus bibir luhan namun lama kelamaan kris melakukannya dengan brutal tak membiarkan luhan melepaskan tautan bibirnya, itu membuat luhan pengap karna ia butuh pasokan udara untuk paru parunya, luhan memukul_mukul kasar dada kris berhara ciuman itu terlepas sungguh luhan bisa mati jika seperti ini, luhan terus mendorong dada kris dan berhasil melepaskan ciuman mereka, luhan meraup udara sebanyak_banyaknya namun kris ia malah pindah mencumbu leher luhan dan di rasa kris mulai melangkah jauh hingga tanganya bermain di daerah pribadi luhan ,luhan berteriak kembali. Ini tidak boleh terjadi
" Kriss ,apa yang kau lakukan lepaskan aku,, akh" teriak luhan saat kris meremas adik kecilnya di bawah sana,
Brukk
Kris mendorong tubuh luhan hingga terjatuh, luhan terjatuh,,, sungguh luhan takut menatap namja bekas kekasihnya itu sekarang, luhan merangka mundur saat kris mendekat dengan seringaiannya
" Kris,, aku mohon, hiks, jangan"
" Aku tahu kau dan chanyeol belum menikah luhan, aku tidak mau tubuhmu itu dimuliki namja lain, maka dari itu aku akan memilikimu terlebih dahulu,,"
Bruuuk
" Mmphhh.." Luhan melenguh saat kris menindih tubuhnya dan menciumnya kasar, kaki luhan meronta di pasir itu, namun kaki panjang milik kris malah menahannya, " tolong siapapun tolong aku"
Plaaaaaak
" DIAM,,," Panas dan sakit, yah itulah yang luhan rasakan saat tangan namja yang pernah ia sayangi itu menamparnya keras, sungguh luhan tak pernah menyangka sebelumnya,
" Akh,,mmph"luhan hanya bisa berdoa dalam hatinya agar Tuhan dengan belas kasihnya mau mengirimkan seseorang untuk menyelamatkannya saat ini juga.
" Brengsek kau "
BUUUGH
BUGH
Mata luhan masih terpejam, karna sakit di ujung bibir dan pipinya, walau begitu , luhan masih bisa mengenali suara namja yang memukul kris
" Beraninya kau menyentuh luhan,, BRENGSEK KAU"
Bughh
" Kau juga telah menyebabkan luhan menangis karnamu bodoh,, cih, apa salah aku mencoba menenagkannya dengan caraku sebagai kekasihnya"
" Kau telah mencampakannya, berani_beraninya kau menyentuhnya lagi "
BUGH
" HENTIKAN PARK CHANYEOL"
Dan teriakan di ujung jalan sana membuat luhan sadar siapa namja yang tengah memukuli kris itu,
" Cha_chanyeol,, park chanyeol" lirih luhan memandang sendu chanyeol
Chanyeol melihat ke sumber suara, dan melihat baekhyun dengan beberapa maid mendekat ke arahnya
BUGH
"Uhukk" kris muntah darah,karna chanyeol memukulnya teramat keras sebelum ia menyeret luhan untuk lari
" Kajja lu,,, kita pergi dari sini,,,"chanyeol langsung menggandeng tangan luhan mengajaknya berlari, chanyeol melirik kebelakang, dilihatnya baekhyun yang menagis menangkup wajah kris dan beberapa maid yang kini tengah mengejarnya.
.
FLASSBACK
" Appa, aku kan sudah bilang, aku tidak mau , kenapa appa terus memaksaku," geram chanyeol
" kau tahu, jika bukan kamu siapa lagi yang bisa appamu ini harapkan park chanyeol, kau satu_satunya anakku"
" aku tahu, tapi luhan pasti menungguku atau bahkan mencariku di luar sana appa" rajuk chanyeol
" Appa tahu luhan bukan istrimu, dan,,," tuan park mengalihkan pandangannya sejenak untuk membuang kuntung rokok yang ia pegang
" Kenapa kau begitu peduli dengan namja bernama xi luhan itu, ia bahkan bukan warga negara kita, kau juga hanya bertemu dengannya saat di bandara, appa juga mencari dan menunggumu saat kau kabur dari rumah, apakah kau memikirkan bagaimana perasaan appamu ini" ucap tuan park santai namun mampu membuat chanyeol terdiam,ia menunduk lemah,
" Tapi aku sungguh_sungguh menyayanginya appa" lirih chanyeol, tuan park tertawa kecut
" Dulu, kau juga merajuk seperti itu saat appa menyuruhmu menjauhi baekhyun, dan setelah appa merestui kalian mengijinkan kalian untuk segera bertunangan , kalian malah menolak begitu saja"
" Tapi luhan dan baekhyun berbeda" sentak chanyeol sambil melirik sengit baekhyun yang sedari tadi diam saja di sudut ruangan
" Apa bedanya,,? Baekhyun namja, luhan juga"
" Baekhyun meninggalkanku, dan minggu depan dia akan bertunangan dengann kris, kenapa appa masih memaksaku untuk bertunangan dengannya"
" Benar apa yang dikatakan chanyeol ajussi,aku yang meninggalkan dia dan memilih kris" ucap baekhyun membenarkan ucapan chanyeol
" Cinta yang rumit, kalian tahu, sebuah hubungan itu tak bisa di permainkan, kalian bukan anak kecil lagi" lagi_lagi tuan park tertawa mengejek
" Aku serius dengan luhan appa,,, kumohon mengertilah" tak hentinya chanyeol terus merajuk meminta restu ayahnya itu
" Dan semua persiapan pertunanganku dan krispun sudah siap ajussi, maka dari itu aku kesini untuk meluruskan semuanya,,,dan menyerahkan undangan ini langsung pada ajussi karna appaku sedang keluar negri" sambung baekhyun sambil menyerahkan sebuah undangan berwarna biru langit
Tuan park menerima undangan itu dan melihatnya sejenak" baiklah, appa akan memberikan pilihan padamu park chanyeol karna sepertinya tuan byun sudah menyebar luas undangan ini dan jika aku tetap memaksamu bersama baekhyunpun percuma, karna dia telah menetapkan pilihanya" mata chanyeol langsung menatap tajam ayahnya, ayahnya benar2 keras kepala
" Apa itu?" dengan berat hati chanyeol bertanya
" Tinggalkan Xi luhan dan kau akan tetap bisa bermain musik tanpa menyabut semua fasilitasmu dan perusahaan tetap jatuh ketanganmu walau kau tak menjalankannya atau,,"chanyeol melirik tajam appanya
" Kau akan tetap bersama XI luhan, menjalankan perusahaan appa sebagai seorang penerus dan tinggalkan dunia musikmu"
Mata chanyeol membulat, sungguh appanya benar_benar licik, ia tahu bahwa chanyeol tidak bisa jauh dari dunia musik karna menurut chanyeol musik adalah belahan juga luhan,pilihan yang sulit.
Chanyeol terdiam, ia berfikir sejenak sambil menatap lantai granite yang dingin itu, baekhyun memandang chanyeol iba, baekhyun tahu chanyeol tidak bisa melepaskan hobynya akan musik, baekhyun juga tahu bahwa chanyeol kini di hadapkan pada pilihhan yang berat
Baekhyun mendekat kearah chanyeol dan menepuk pundaknya, chanyeol menatap baekhyun sejenak ia tersenyum hambar ke arah baekhyun seolah berkata 'puas kau membuatku menderita'
Chanyeol menatap tajam appanya yang tengah menghirup rokoknya itu
" Aku tidak mau appa" ucap chanyeol dan berlari keluar dari ruangan appanya itu
" Chanyeol_ah" teriak baekhyun memandang khawatir chanyeol
" Suruh para maid untuk mengejarnya" ucap tuan park santai pada asistenya
" Adjussi saya undur diri,," ucap baekhyun dan segera berlari menyusul chanyeol.
Tuan park berdecih" keras kepala"
...
Chanyeol berlari dengan tergesa_gesa saat dirinya sampai di hotel tempatnya dan luhan tinggal
" Anyeong tuan muda,, tuan xi,,,"ucap reseptionis itu terputus saat melihat chanyeol masuk dengan gusar dan terus berlari tergesa tak menghiraukan sapaanya
BrAkkk
" Xi luhan,,"
Nihil, kamarnya kosong, tak ada tanda_tanda luhan disana chanyeolpun kembali keluar saat dirinya tidak menemukan luhan dimanapun,,
TAP
Langkahnya terhenti di depan meja reseptionis, " anyeong ,,," sapa reseptionis itu sopan
" Dimana luhan,, DI MANA XI LUHAN" teriak chanyeol tanpa memperdulikan sapaan reseptonis itu
" Ahh dia tadi mencari anda, dan Maaf,," chanyeol melirik tajam kearah yeoja itu
" Aku mengatakan kalau anda di jemput tuan besar karna tunangan anda datang, setelah itu tuan Xi keluar dan sampai sekarang belum pulang"
" BODOH KALIAN" chanyeol langsung melesat keluar dan menjalankan mobil sport merahkan untuk mencari luhan, walau ia tidak tahu luhan berada dimana sekarang, yang ia pikirkan hanya luhan dan memastikan namja yang di sayanginya itu baik_baik saja,
Mobil chanyeol terhenti di jembatan sungai Han, dia sudah mengelilingi jalanan kota seol namun nihil, luhan tak di temukannya, dan entah kenapa ia malah terhenti di jembatan itu
" Siapapun tolong aku" suara itu. Chanyeol kenal suara itu , bahasa korea yang hancur, LUHAN. Chanyeol langsung keluar dari mobilnya dan berlari mendekati sungai han, betapa terkejudnya chanyeol saat melihat seorang namja mungil yang meronta tak berdaya di bawah kauman namja yang sangat ia Benci.
" LUHAN" teriak chanyeol dan berlari mendekati mereka
" BRENGSEK KAU"
BUUUGH
BUUGH
.
FLASBACK END
.
Chanyeol dan luhan berlari secepat yang mereka bisa, menghindari para maid yang mengejarnya,
" Tunggu dulu,, hoshh hosh,, aku_aku sudah kehabisan nafas" ujar luhan menahan lengan chanyeol
raut wajah chanyeol langsung panik,ia menoleh kebelakang, sukurlah para maid yang mengejarnya sudah tidak ada ia pandangi luhan yang tengah menunduk memegangi lututnya dan mengatur nafas,"Kamu tidak apa sayang,,," chanyeol menegakkan tubuh luhan agar dapat melihat wajah cantik iti, ia sentuh wajah luhan yang membiru dan sudut bibirnya yang terluka, di dekapnya tubuh luhan dengan erat, namun luhan malah mendorongnya, chanyeol kaget dengan perubahan sikap luhan, baru tadi pagi mereka akur dan hubungan mereka baik baik saja.
" Wei semo(waeyo)?" Tanya chanyeol
" Berhentilah berpura_pura baik padaku, aku tidak butuh belas kasihanmu, dan jangan panggil aku sayang lagi" teriak luhan membuat chanyeol membelalakan matanya bertambah bingung,,
" Tapi kenapa luhan?"
" Kamu itu bodoh atau pura_pura tidak tahu eoh,," teriak luhan lagi,
" Aku sungguh tidak mengerti ada apa sebenarnya,,"
" Kau masih mau mengelak sebelum aku bilang bahwa kau adalah anak tunggal dari pemilik perusahaan PARK CORP yang kabur dari rumah karna akan ditunangan minggu_minggu ini dan kau menjaddikanku istri bohonganmu untuk membebaskanmu dari pertunangan itu, apa kau masih mau mengelak, atau kau tidak mengerti, cihh BODOH, brengsek kau park chanyeol"
chanyeol menunduk merutuki kebodohannya yang sempat berfikir untuk memanfaatkan luhan,dan perkataan luhan semuanya benar, namun chanyeol sadar kali ini dengan perasaanya, ia tidak main_main dengan luhan, ia bersungguh, sunguh sampai_ sampai ia mengelak dari appanya lagi .
" Jadi " ucap chanyeol lemah
" Jadi, mulai sekarang lebih baik kita tidak ada hubungan lagi dan kau pulanglah kerumahmu, aku juga akan kembali kenegaraku,"
" ANDWE,,," chanyeol langsung menarik bahu luhan , luhan mengalihkan tatapannya ke arah lain tidak mau melihat manik chanyeol karna akan membuat hatinya luluh kembali
" Luhan kumohon, jangan seperti ini,,," chanyeol merajuk namun luhan malah melepaskan tangan chanyeol dari pundaknya dan melangkah pergi dengan langkah lunglai,,,
" XI LUHAN" teriak chanyeol
Luhan berjalan lunglai memasuki kamar hotelnya, ia mengganti bajunya dan langsung tidur di atas ranjang itu, luhan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuh.
Kleeek
Tak lama kemudian ia mendengar suara langkah kaki memasuki kamarnya, luhan yakin itu chanyeol karna hanya dia yang tahu kata sandy kamar hotelnya.
luhan mendengar bunyi sesuatu yang berbenturan dengan meja nakas di sebelahnya, luhan yakin chanyeol membawa sesuatu, luhan memejamkan matanya pura_pura tertidur.
" Luhan,, aku tahu kau belum tidur,, makanlah dulu, aku tahu kau belum makan sayang" ujar chanyeol sambil mengusap punggung luhan yang terbalut selimut
"..." Luhan diam tak bergeming.
" Apa kau masih marah, aku mohon, jangan seperti ini, maafkan aku luhan"
Chanyeol memijat pelipisnya pelan karna luhan sama sekali tak meresponya.
" Baiklah jika memang kau marah padaku, aku trima, tapi aku mohon, jangan pernah sekalipun kau melepaskan aku" mendengar chanyeol mengucapkan ituu, sungguh ingin sekali luhan bangkit dan memeluk erat tubuh namja jangkung itu.
" Luhan, makanlah biarpun hanya sedikit,, aku takut kau sakit"
"..." Lagi , luhan hanya membisu menahan sesak di hatinya
Perlahan chanyeol membuka selimut yang membalut tubuh mungil itu, dilihatnya luhan yang terpejam dengan damainya ' ah ,, mungkin luhan benar_benar tertidur' pikirnya, ia pandangi wajah luhan , ia usap lembut pipi mulus itu, melihat wajah luhan begitu damainya membuat hati chanyeol yakin dengan keputusan yang akan ia pilih nanti, chanyeol membuka layar Iphon_nya
" Aku menyetujuinya appa, aku akan pulang, siapkan tiket pesawatnya" sungguh luhan ingin menagis saat chanyeol bilang ia akan pulang namun hatinya sudah bulat untuk melepaskan chanyeol, dan apa itu , tiket pesawat, memangnya chanyeol mau kemana' luhan menekan habis_habisan perasaan takut kehilangan chanyeolnya itu demi egonya, namun akankah luhan menyesali perbuatannya itu..
Chanyeol mendekat ke arah luhan dan mengecup kening luhan cukup lama, "aku mohon tunggu aku sampai aku kembali"
Blaaam
Chanyeol meninggalkan luhan sendiri di hotel malam ini, setelah memastikan chanyeol benar_benar pergi, perlahan luhan bangkit , luhan pandangi bingkisan yang chanyeol bawa tadi, luhan yakin itu adalah makanan, luhan menagis dalam diam, " maafkan aku chanyeolli,, maafkan aku hiks"
'''''''''
Paginya, luhan mengeliat tak suka karna tidurnya terganggu, bagaimana tidak, sepagi ini sudah ada yang menekan bell kamar hotelnya,,
Luhan melirik jam 08:15 , OOoOo°˚°˚OOoO, ayolah luhan masih ingin tidur, lagipula luhan juga tidak tahu akan melakukan apa hari ini,
Dan dengan malasnya luhan berjalan untuk membukakan pintu itu
KlEk
" Anyeong" sapa seeseorang di hadapan luhan sambil membungkukan tubuhnya hormat
" Anyeong, ,,, nuguseyo?" Tanya luhan sambil menggaruk tengkuknya dan menguap #tidaksopan
Namja itu tersenyum ke arah luhan sambil memberikan sebuah bingkisan kepada luhan,
" Apa ini, ?" Tanya luhan bingung
" Tuan muda menyuruh saya untuk memberikanya pada anda" mata luhan menyipit
" Tuan muda" pikirnya, mungkin karna efek bangun tidur sehingga otaknya tidak berkerja cepat. Lemoot.
" Ah , baiklah, tugas saya selesay saya pamit" dan namja itupun pergi, luhan masuk kembali kedalam kamarnya ' tuan muda,,,park chanyeol, yah ini pasti dari chanyeol' luhan langsung membuka Bingkisan itu dan matanya langsung membulat sempurna saat ia mendapati sepucuk surat dan sepatunya yang telah rusak itu kembali, namun ada sedikit perbedaan pada sepatu tersebut, di ujung tumit sepatu itu ada ukiran 3 PARK CHANYEOL luhan mengingat kembali kapan terakhir kali ia melupakan sepatunya, di mall , yahh di mall saat chanyeol belanja sangat banyak dan luhan melemparnya dan berujung dengan pertemuannya dengan kris dan baekhyun.
Luhan langsung mengambil surat tersebut dan membacanya secara rinci,,
" Cau an my prince,,, apakah tidurmu nyenyak semalam?, ah ≈îЎªãª≈. Apakah kau memakan makanan yang aku bawa semalam? Dan aku harap iya, aku tidak ingin kau sakit selama aku tidak ada"
DEG
Jantung luhan langsung berdetak tak sesuai porosnya, luhan tatap bingkisan yang chanyeol bawa semalam dan itu masih utuh , luhan sama sekali tak menyentuhnya
"Aku juga sudah menjahit sepatumu sesuai keinginanmu karna kamu sangat menyayangi sepatu pemberian ayahmu itu bukan,, dan maaf aku menambahkan namaku di sana karna aku ingin kau mengingatku sama seperti kau mengingat ayahmu, karna aku ingin kau menyayangiku sama seperti kau menyayangi ayahmu, dan semoga kau suka hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. . " Luhan melirik sepatu yang masih berada di kardus itu dan tersenyum
" Kau tahu, aku sangat menyayangimu, dalam kondisi apapun, aku masih ingat janjiku padamu untuk rela mati demimu, dan sekarang, aku bahkan rela pergi jauh demi menggapaimu dan terus bersamamu"
Perasaan luhan semakin tak menentu saat membaca surat dari chanyeol pandangannya mulai kabur karna linangan air matanya, 'apa maksud chanyeol'
" Maaf kan aku, aku mohon maafkan aku, jangan pernah mencoba untuk melepasku walau sekali saja, aku bahkan rela melepaskan jiwaku untukmu, dan maafkan aku, aku harus meninggalkanmu,,namun yakinlah satu hal Xi luhan, akan tiba saatnya untukku bisa meraihmu, menggenggammu, bersamamu, tuk meraih mimpiku dan mimpi kita bersama, kelak saat itu tiba aku ingin kau ada disisiku dan bersamaku untuk waktu yang tak terhingga, aku mencintaimu XI luhan"
Tes
" Bodoh" luhan mengusap air matanya dan langsung memakai sepatu itu. Dan berlari keluar hotel tanpa memperdulikan tampilannya yang masih acak_acakan, baju tidur yang berantakan, rambut yang acak_acakan, namun malah membuatnya terlihat sexy, dan jangan lupakan luhan juga belum mencuci wajahnya, dan tampilanya itu sukses membuat orang yang berada hotel itu menatap aneh ke arah luhan, " masa bodo dengan apa yang orang katakan , yang jelas sekarang luhan harus cepat bertemu dengan chanyeol"
" Dimana chanyeol , dimana Tuan muda Bodoh itu,, tolong kasih Tau saya dimana dia" tanya luhan pada salah seorang pegawai , namun pegawai itu malah menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu,
" Aishh Bodoh." Luhan hendak berlari keluar namun ada seseorang yang memanggilnya
" LuHan_shi,, Tuan Muda baru saja pergi , dia akan pergi ke new york hari ini,,, "luhan melirik orang itu. Ternyata orang yang tadi pagi.
" APA,,,kau tidak nercanda bukan" tanya luhan panik, tak percaya dengan apa yang orang itu katakan
" Pesawatnya lepas landas jam 9 pagi ini"
" XI Luhan kau benar_benar Bodoh,,," dan luhanpun berlari, melesat menuju dimana chanyeol berada sekarang. Bandara.
...
Chanyeol baru saja melewati petugas imigrasi dan mengecek paspor miliknya, sungguh chanyeol tidak ingin pergi, tapi ini demi luhan, ia harus bisa mendapatkan pelajaran tambahan di new york untuk dapat meneruskan bisnis appany, dan meninggalkan musik selama_lamanya, dengan berat hati chanyeol memilih pilihan yang pertama itu, namun sekali lagi, ini demi luhan.
Chanyeol menyeret kopernya menuju tempat dimana ia harus menunggu pesawatnya lepas landas, ia melirik jam 09:40 itu berarti sebentar lagi ia akan meninggalkan korea,
" Chanyeol _shi ,, park chanyeol" teriak luhan saat tiba di bandara , ia llangsung menerobos petugas yang menanggani paspor
" Tuan maaf anda tidak bisa masuk, anda tidak membawa paspor dan tiket"ucap petugas itu sambil melirik luhan dari atas ke bawah, yah luhan memang kacau, ia kebandara hanya menggunakan baju tidur dan bawahnya , ohkai itu lebih .
" Tapi aku harus menemui seseorang aku mohon pesawatnya akan lepas landas sebentar lagi aku mohon"
" Maaf tuan anda,,, yahh berhenti" luhan malah menerobus para penjaga disitu dengan tubuhnya yang mungil tidaklah sulit untuk itu.
" Park chayeol,, chanyeol bodoh,," teriak luhan lagi , chanyeol baru saja belok ke arah kiri tempat menuju pintu dimana ruang tunggu penerbangannya, dan bodohnya lihan ia malah belok ke kanan tempatnya dimana dulu ia mendarat untuk pertama kalinya di korea, " chanyeol_shi,, pArk chanyeol" luhan hampir putus asa memanggil_manggil nama chanyeol namun tak menemukannya, bagaimana bisa menemukan chanyeol begitu cepat di bandara sebesar itu seorang diri, di tambah para petugas yang sudah mulai mencarinya karna informasi yang di sebar lewat pusat informasi bahwa ' ada orang gila yang menerobos masuk kedalam bandara' ahh rasanya luhan ingin menagis sejadi jadinya, jika bukan karna chanyeol mana mungkin ia melakukan hal bodoh seperti ini.
Chanyeol mengedikan bahunya cuek mendengar informasi yang disiarkan di bandara itu, ia terus melangkah menuju tempat tujuannya"chanyeol_shi park chanyeol bodoh"
DEG
Suara itu, apa mungkin'pikir chanyeol " chanyeol_shi"
" Luhan" chanyeol langsung balik arah dan mencari sumber suara itu,
" Park chanyeol bodoh dimana kamu hiks" luhan sudah menyerah ia terduduk di ujung pintu salah satu ruangan ia menangis.
" Luhan,,Xi lihan "luhan langsung bangkit mendengar suara itu dan berlari , sampai ia belok di. Salah satu lorong dan luhan menemukan sosok itu " chanyeol bodoh" luhan langsung berlari sekuat yang ia bisa
Bruuuk
Luhan langsung memeluk chanyeol erat begitupun chanyeol " kenapa kau meninggalkanku. Kenapa hiks"
" Uljima changi, ini semua demi kita, berjanjilah kau akan menungguku sampai aku kembali"
" Tapi aku pasti sudah pulang kenegaraku"
" Aku akan menyusulmu" luhan kembali menangis,
" Tinggalkan alamatmu pada reseptionis hotel, kelak aku akan menjemputmu"luhan menekan punggung chanyeol semakin erat dan menagis sejadinya,
"Uljima" chanyeol menagkup wajah luhan, ia lihat penampilan luhan dari atas sampai bawah, chanyeol tersenyyum mengejek " lihatlah penampilanmu, apakah yang di maksud orang gila itu kamu" tanya chanyeol , luhan mempoutkan bibirnya " ini gara_gara kamu, jika tidak mana mungkin aku melakukan hal bodoh seperti ini", chanyeol kembali membawa luhan kedalam dekapannya," jagalah sepatu itu baik_baik, " luhan mengangguk
" Aku pergi, dan tunggu aku" ucap chanyeol karna pesawatnya akan lepas landas 5 menit lagi, luhan menagis kembali saat chanyeol menghilang di balik belokan yang menuju tempat penerbangannya.
" Aku akan menunggumu, menunggu kau menepati janjimu, dan kembali padaku" lirih luhan sambil melirik nama yang terteera di tumit sepatunya.
Seol korea, kota yang indah dan tak ada matinya, di sanalah tempat luhan menghabiskan liburan musim panasnya dan mendapatkan cintanya, walau banyak hal yang harus ia lewati, pahit manisnya ia jalani , ia sabar dan akan menunggu cintanya kembali, park chanyeol.
...
SKIP TIME (1 year later Beijing,china)
Luhan kini tengah berjalan santai di tempat parkir kampusnya, bercengkrama dengan sahabat_sahabatnya
" Apakah kamu masih menunggu pemuda bodoh itu" tanya sahabatnya, luhan tersenyum " yah" jawabnya
" Ayolah , bahkan sekarang sudah satu tahu dia meninggalkanmu, apa kamu masih mau menunggunya,"
" Aku percaya padanya, dia tidak seperti kris, aku akan menunggu sampai ia menepati janjinya"
" Kau yakin, kau itu termasuk populer di kampus kita apakah kau tak ingin mencoba berpacaran dengan salah satu dari mereka yang mengaggumimu"
" Mereka hanya mengagumiku, bukan mencintaiku dengan tulus"
" Kau akan menyesal,," luhan tersenuum dan merangkul pundak sahabatnya itu
" Kajja , lebih baik kita pergi ke mall, aku ingin jalan_jalan" ucap luhan yang malah melencenga dari pertanyaan. Sahabatnya itu
'''
" Hey cantik, boleh aku minta no telpone mu" tanya seorang namja pada luhan dengan menari_narik baju luhan
" Lepas,," luhan menapik kasar tangan namja itu dan berlaru pergi
" Woww sombongnya,"
Puuk
Luhan di timpuk dengan sebuah gulungan snak oleh namja nakal itu, luhan geram ia langsung menarik sebelah kanan sepatunya bersiap untuk menimpuk balik namja iti
" Luhan sudah jangan hiraukan mereka" ucap sahabatnya, namun luhan tak menggubrisnya dan tetap melayangkan sepatunya
Puuuk
Bagus, dan luhan salah sasaran karna pemuda yang menjahilinya itu menunduk, dan berlari
" Aishh kau itu, ayo lari, kau bisa di marahi pemida yang kau salah timpuk tadi" ucap sahabatnya dan menarik tangan luhan
" Jja,," luhan berlari kecil karna dengan terseok karna ia hanya memakai sebelah sepatunya
" Aishh siapa yang menimpukku" ucap namja yang luhan timpuk, ia menoleh kebelakang namun ia tak bisa melihat siapa yang menimpuknya , akhirnya ia berjongkok dan melihat ada seseorang yang berlari kecil dengan menggunakan sebelah sepatu itu, ia melirik sepatu itu dan menemukan ukuran nama
" 3 PARK CHANYEOL, senyum langsung merekah di bibir namja itu dan menyusul pemilik sepatunya
Langkah luhan terhenti saat sepatu yang tadi ia lempar ada di hadapan wajahnya ' mati aku' batin luhan
" Sien sen(tuan) ,, aku rasa sepatu ini milik kamu"
" Xie_xie ni" luhan langsung merebut sepatu itu tanpa memandang namja yang berbicara padanya,
" Tapi kau harus memberiku penjelasan mengapa kau menimpukku" namun sial namja itu tidak mau melepaskan sepatu itu begitu saja dari tangannya dan malah menariknya membuat luhan mau tak mau harus menatap namja itu
DEG
Luhan terdiam , namja itu tersenyum, air mata luhan jatuh, " park chanyeol bodoh" dan memeluk namja itu " kenapa kau pergi lama sekali" isak luhan dalam pelukan namja itu menghiraukan orang2 di mall itu yang memandang heran ke arah mereka,begitupun lay selaku sahabat luhan,
" Tapi , aku kembali dan menyusulmu kesini bukan" luhan mendongakan wajahnya
" Yahh , dan sekarang aku menagih janjimu"
" Baiklah" chanyeol mundur selangkah dari luhan dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Luhan terdiam menunggu apa yang akan chanyeol lakukan
" Dengan sepatu ini kau menimpuk wajahku, dan itu adalah awal pertemuan kita" chanyeol menyodorkan sepatu kanan luhan yang dulu luhan gunakan untuk menimpuk wajahnya di bandara, luhan tersenyum
" Dan dengan sepatu ini, kau marah padaku karna aku membuangnya" chanyeol mengambil sebelah kiri pasangan sepatu sebelumnya, luhan terkikik, ia jadi teringat saat dimana ia dan chanyeol berdebat di dalam taksi
" Dan dengan sepasang sepatu ini, aku memintamu untuk menjadi pandamping hidupku" luhan terdiam,'apakah ini sebuah lamaran,tapi mana bisa melamar seseorang dengan menggunakan sepatu, apalagi itu sepatu milik luhan sendiri' pikirnya
" XI luhan, maukah kau menikah denganku" chanyeol bersimpu di hadapan luhan dengan menyodorkan sepasang sepatu miliknya
" Bodoh, mana bisa melamar dengan menggunakan sepatuku" ledek luhan dan terkikik
" Aishh, sudah jawab dulu,," geram chanyeol karna merasa risi di tatap oleh berpasang_pasang mata yang menyaksikan acara lamar melamarnya itu
" hi•̃⌣•̃ hi•̃⌣•̃ hi.. . , baiklah, aku bersedia"
" Yes," teriak chanyeol sambil mengepalkan tangannya dan memeluk jangan lupakan suara riu tepuk tangan dari orang_orang yang ada di situ, menyaksikan lamaran gila chanyeol. Namja bodoh.
...
Kini luhan dan chanyeol tengah duduk di salah satu kursi taman kota di beijing itu, chanyeol menyandarkan kepalanya di bahu luhan, chanyeol menyentuh dada kiri luhan" aku menepati janjiku untuk menjaganya dan meindunginya hingga akhir hayatku" ucap chanyeol
Luhan merangkul pinggang chanyel dan balik menyentuh dada kiri chanyeol " aku juga akan menjaganya, karna ia sudah menjadi bagian dari hidupku" chanyeol dan luhan saling pandang dan tersenyum satu sama lain.
" Bulan depan kita menikah, siapkan dirimu"
" Secepat itukah" jawab luhan tak percaya
" Bagiku itu sudah terlalu lama, aku bahkan meminta orangtuamu untuk melakukan acara resepsi pernikahan kita minggu depan, tapi appaku dan orang tuamu menolak , mereka bilang itu terlalu terburu_buru karna mereka harus menyiapkan segala sesuatunya"
" Bodoh, jadi kau sudah menyiapkan semuanuya tanpa memberitahuku" chanyeol mengangguk
" jahat, " luhan mempoutkan bibirnya, chanyeol terkikik
Chu:*
Mengecup kilat bibir luhan dan memeluk luhan
" Tapi kau mencintaiku bukan " luhan mengangguk
luhan tersenyum " Sangat" jawabnya
Akan tiba saatnya untukku bisa meraihmu, menggenggammu, bersamamu, tuk meraih mimpiku dan mimpi kita bersama, kelak saat itu tiba aku ingin kau ada disisiku dan bersamaku untuk waktu yang tak terhingga, aku mencintaimu XI luhan"
END
ohkai ini ff udahan beneraaaaaa,,, hahhhaaaahha makasih buat yang udah nyempetin baca terutama review KISS N HUG untuk kalian hhheheheh
Dan sampai jumpa di FF ~Ovay~ yang lainnya,,,
ANYEONG #BOWW
