BUKAN DIA TAPI AKU

By : Rikha VR

Pairing : Kyumin and other cast

Genre : Romance, sad

Rate : T

Summary : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.

Declaimer : They are belongs to God and themselves..

Typo dimana-mana.. don't be silent reader please…

Happy reading… :D

Don't Bash please, if you don't like my story, don't read it.. easy right?

Chapter sebelumnya.

"aku mencintaimu hyung." Ungkap kyuhyun lembut

"mi.. mianhae kyu." Lirih sungmin.

"waeyo? Kau tidak mencintaiku?" tanya kyuhyun sedih.

"mianhae, aku tidak mencintaimu…. Aku…" guman sungmin ragu-ragu.

"aku apa hyung?" tanya kyuhyun..

"aku mencintai siwon."

HAPPY READING

Kyuhyun terdiam saat ucapan sungmin sampai ke pendengarannya. Tangannya sudah terkepal sempurna membuat urat-urat tangannya terlihat jelas. Harapannya musnah saat itu juga. Sungmin mencoba menyentuh pipi tirus kyuhyun, namun kyuhyun segera berdiri dan menjauhi sungmin.

"mi..mianhae kyu." Cicit sungmin takut saat melihat wajah kyuhyun yang memerah menahan amarahnya.

Tanpa memandang wajah sungmin, Kyuhyun segera pergi dari taman itu, tidak memperdulikan sungmin yang terus berteriak memanggilnya. Ia terus berjalan ke atap sekolah dengan wajah yang menahan amarah. Ia tidak memperdulikan sapaan teman-temannya atau pandangan takut-takut mereka pada kyuhyun.

AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGHHHHHHHH! teriak kyuhyun frustasi.

BUUUGHHH!
BUUGGGHHH!

BUUUGGHHHHHH!

AAAAARRRRGGGGHHHH!

Kyuhyun terus memukul dinding beton dan berteriak di atap itu, menyalurkan rasa sakit yang tidak mampu lagi di bendung oleh hatinya. hatinya benar-benar hancur. Air mata sudah mengalir membasahi kedua pipinya, darah segar sudah mengalir dari jari-jari tangannya. Penolakan sungmin sudah membuatnya tidak mampu bernafas, namun pernyataan sungmin tadi membuat kyuhyun benar-benar ingin mati saja.

"aku mencintai siwon."

Tubuh kyuhyun merosot disudut atap itu. Ia memendamkan kepalanya di antara kedua lututnya. Tangannya yang terus mengeluarkan darah terasa sangat perih, terlebih hatinya yang benar-benar sakit. Kyuhyun terus menangis hatinya tidak sanggup lagi menahan rasa sakit itu.

"waeyo hyung? Kenapa kau lebih memilih dia?"gumam kyuhyun.

"aku mencintaimu hyung. Sangat mencintaimu." Lirih kyuhyun sambil terus menangis.

Cintaku lebih besar dari cintanya…..

Mestinya kau sadari itu….

Bukan dia tapi aku…..

…..

Sungmin Pov

aku mengikuti kyuhyun yang terus berjalan ke atap sekolah sambil menangis. Entah mengapa hatiku sakit saat melihat kyuhyun begitu terluka dengan penolakanku. Aku tidak ingin menyakitinya, aku tidak mengerti dengan perasaanku. Aku yakin aku mencintai siwon, tapi hatiku sakit mengatakan itu.

AAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRGHHHHHHHH.!

BUUUGHHH!

BUUGGGHHH!

BUUUGGHHHHHH!

AAAAARRRRGGGGHHH!

Aku terkejut saat mendengar teriakan kyuhyun, teriakan yang sarat akan luka yang mendalam. Aku lebih terkejut lagi saat kyuhyun memukul dinding dengan brutal, darah mengalir dari tangannya. Aku menutup mulutku dengan tanganku, sekuat tenaga menahan suara tangisku, tidak ingin kyuhyun mengetahui keberadaanku.

"mianhae kyunnie, hikss.."

Kyuhyun menangis, ini pertama kalinya aku melihat ia menangis. Aku berjalan perlahan mendekatinya, berjongkok di depannya. Ia sepertinya tidak menyadari kedatanganku. Cukup lama aku menatap kyuhyun yang tertunduk di hadapanku, tubuhnya bergetar, darah menetes dari tangannya. Aku menyentuh lembut pucuk kepala kyuhyun, membelai lembut rambutnya. Ia mengangkat kepalanya menatap mataku dengan mata penuh air mata. Aku menghapus air mata di kedua pipinya dengan tanganku. Luka itu jelas terlihat di matanya, luka yang sangat dalam.

"mianhae kyu, jeongmal mianhae." Lirihku sambil terus menangis.

Kyuhyun hanya diam saja sambil tetap menatap mataku dalam. Ia menghapus air mata di pipiku dengan tangannya yang tidak terluka.

"jangan sakiti dirimu seperti ini, hikss,, kau membuatku sakit juga kyu." Lirihku lagi, ya aku merasakan sakit juga saat melihat kyuhyun terluka. Kyuhyun tiba-tiba memelukku, aku berusaha melepaskan pelukannya, namun ia tetap tidak bergeming, justru memelukku semakin erat.

"biarkan seperti ini sebentar saja ming." Gumam kyuhyun lemah.

Aku membiarkan kyuhyun memeluknya, aku mengusap lembut punggung kyuhyun, berusaha menenangkan kyuhyun yang masih terisak.

"minnie."

Tiba-tiba suara siwon terdengar, membuatku melepaskan pelukanku pada kyuhyun. Kyuhyun menatap siwon dengan tatapan tidak suka.

"wonnie." Panggilku lirih.

"kajja kita pulang minnie." Ajak siwon lembut.

Aku menatap kyuhyun, namun kyuhyun mengalihkan wajahnya. Aku memandang ragu-ragu antara kyuhyun dan siwon, akhirnya Aku beranjak untuk pulang bersama siwon, namun langkahku terhenti saat kyuhyun menahan tanganku. Aku tatap mata kyuhyun yang benar-benar terlihat sangat terluka. Aku ingin tetap di sini, memeluknya erat, namun aku melawan hatiku sendiri. Aku melepaskan tangannya dan berjongkok untuk menatap lagi matanya, mengusap lembut pipi tirusnya.

"mi..mianhae kyu. Kau juga pulanglah. Obati lukamu ne." ucapku lembut.

Kyuhyun langsung menghempaskan tanganku dan mengalihkan wajahnya. Aku menghembuskan nafas beratku, kemudian berjalan meninggalkan kyuhyun. Hatinya menolak untuk pergi, namun aku tetap tidak bergeming. Aku melangkah pulang bersama siwon. Lagi dan lagi aku kalah.

AAARGGGHHH! BUUUUGHHHHHHH!

Teriakan dan suara pukulan itu terdengar saat aku hampir sampai di tangga terakhir. Aku memejamkan mataku menahan rasa sakit yang terus menggerogoti hatiku.

maafkan aku kyunnie, batinku.

Sungmin Pov End

SKIP TIME

Seminggu sudah sungmin tidak melihat kyuhyun, bahkan kyuhyun tidak masuk sekolah. Ia mencoba menghubungi namun ponselnya tidak pernah aktif. Sungmin sudah berkali-kali ke rumah kyuhyun untuk membujuknya, namun hasilnya tetap nihil.

Siang itu sungmin mencoba ke rumah kyuhyun lagi. Membujuk kyuhyun untuk keluar. Sungmin bertekad untuk membuat kyuhyun keluar dari kamarnya.

"kyu, keluarlah minnie datang mencarimu." Lirih heechul berusaha membujuk kyuhyun.

"…..". kyuhyun tetap diam dan tidak ingin keluar dari kamarnya.

"hikss.. keluarlah kyu." Tangis heechul pecah juga saat kyuhyun tidak juga membuka pintu kamarnya.

"boleh minnie mencoba membujuk kyunnie, eomma?"

"ne, cobalah."

TOK TOK

Sungmin mengetuk pintu kyuhyun, mencoba membujuk kyuhyun, namun kyuhyun tidak juga membuka pintu kamarnya.

TOK TOK..

"kyunnie," panggil sungmin. namun tidak ada suara dari dalam kamar kyuhyun. Sungmin mencoba menahan air matanya. Namun air mata itu tidak mampu ia bendung lagi.

"kyunnie, jebal keluarlah. Hikss.." sungmin terus berusaha membujuk kyuhyun, namun kyuhyun tidak juga keluar dari kamarnya. Sudah seminggu kyuhyun tidak keluar dari kamarnya, bahkan ia tidak menyentuh makanan yang di taruh eommanya di depan pintu.

"YA CHO KYUHYUN BUKA PINTUNYA!" teriak sungmin frustasi.

DUGH DUGH DUGH

Sungmin menggedor keras pintu kyuhyun, namun kyuhyun tidak juga membuka pintunya. Sekelebat pikiran buruk tiba-tiba menghantui pikirannya.

DUGH DUGH

"…"

"YA! CHO KYUHYUN BABOO BUKA PINTUNYA! KAU INGIN MELIHAT AKU MATI DISINI KARENA MENCEMASKANMU HAH?" teriakan sungmin terdengar menggelar di rumah kyuhyun. Namun pintu kamar kyuhyun tidak juga terbuka.

"…."

"hikss kyunnie, jebal keluarlah. Jangan membuatku khawatir seperti ini." Isak tangis sungmin kembali keluar. Ia benar-benar mencemaskan kyuhyun saat ini.

"…."

"baiklah jika kau tidak ingin keluar, teruslah disana. Tidak usah memperdulikanku lagi!"

….

Kyuhyun Pov

Aku terus terdiam mendengar teriakan-teriakan dan gedoran sungmin di depan kamarku. Aku ingin keluar dan memeluknya, namun entahlah egoku terlalu tinggi saat ini. Masih peduli dia padaku, batinku.

"baiklah jika kau tidak ingin keluar, teruslah disana. Tidak usah memperdulikanku lagi!" teriak sungmin.

Suara sungmin tiba-tiba menghilang, di gantikan kesunyian yang aneh bagiku.

"cih, hanya segitu saja dia sudah menyerah.!" Umpatku kesal saat tidak lagi mendengar teriakkan sungmin. namun tiba-tiba suara eomma terdengar petir di siang hari di telingaku.

"MINNIEEEE!"

teriakan eommaku yang tiba-tiba membuatku langsung keluar dari kamarku, dan menemukan sungmin dengan tangan kiri yang berdarah sangat banyak dan tangan kanannya memegang pisau. Aku langsung membuang pisau di tangannya, dan mengobati luka di tangannya. Ia menyayat urat nadinya sendiri, beruntung luka itu tidak terlalu dalam. Eommaku sudah menangis melihat darah yang membanjiri tangan sungmin.

"tenanglah eomma, dia baik-baik saja." Ucapku lembut.

"hikss.. eomma akan memberitahu Leeteuk ahjumma dulu ne." eommaku langsung beranjak pergi meninggalkan kami berdua.

….

Ia hanya diam saja sambil terus menatapku saat aku mengobati lukanya. Terkadang meringis pelan saat perih terasa di lukanya.

"awww.." ringisnya pelan.

"cih cengeng sekali kau ini." Rungutku sebal. Dia hanya memproutkan bibir mungilnya dengan sangat menggemaskan.

"AWWW! YA BISA TIDAK KAU LEBIH PELAN CHO? Teriaknya kesal saat aku tidak sengaja terlalu kencang menekan lukanya.

"mianhae."

Setelah itu keheningan kembali menyelimuti kami berdua. Kami sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

"kau ingin membunuhku eoh?" desisku kesal saat teringat tindakan bodohnya.

"ani." Ucapnya santai.

"kau benar-benar gila, bagaimana bila aku tetap tidak keluar." Tanyaku kesal.

"kau pasti keluar." Jawabnya santai.

"aish, kau menyebalkan sekali Lee Sungmin." Desisku kesal.

"mwo? Ya cho kyuhyun yang menyebalkan itu kau!" teriaknya kesal. Ia memproutkan bibirnya dengan sangat menggemaskan membuatku sulit menahan diri untuk tidak menciumnya.

"jangan melakukan tindakan bodoh seperti itu lagi, kecuali jika kau ingin melihatku mati." Ucapku mutlak. Sungmin hanya diam saja sambil terus menatapku, membuatku ikut menatap matanya. Mata itu terlihat sangat lelah. Aku mendekatkan wajahku untuk mencium kedua matanya, Sungmin memejamkan matanya. Ciumanku turun ke kedua pipinya yang terasa sedikit lebih tirus. Ia masih terus memejamkan matanya, membuatku nekat mencium bibir lembutnya. Aku lumat bibir lembutnya, namun tiba-tiba ia mendorong dadaku, membuat aku mengakhiri ciuman kami.

"mianhae." Kataku.

Sungmin menyentuh kedua pipiku, mengusap lembut kedua pipiku.

"jangan terus membuatku khawatir kyu."gumamnya sambil terus menatap mataku.

"salah siapa aku seperti ini." Ucapku ketus.

"berhentilah bersikap menyebalkan cho!" ucapnya tak kalah ketus.

"tak bisakah kau mencintaiku ming?" tanyaku lembut.

"mianhae kyu, jeongmal mianhae." Lirihnya pelan.

"wae? Apa karena kuda sialan itu?" tanyaku kesal.

"aku mencintainya kyu, dan dia….." ucapan sungmin terputus sesaat, ia mengambil nafas dalam sebelum melanjutkan ucapannya.

"dia kekasihku sekarang." Ucapnya. Kata-kata yang seolah mencapkan pisau berkali di hatiku yang sudah hancur.

Aku memaksakan diriku untuk tersenyum meskipun hatiku benar-benar hancur tak berbentuk. Aku sudah selesai mengobati lukanya, Aku langsung berdiri dan beranjak pergi meninggalkan sungmin.

"pulanglah." Kataku sambil melangkah menuju kamarku.

TBC

Umin masih ga mau jujur juga.. apa bener sungmin ga cinta sama kyuhyun? Maaf yaa kalo di rasa mengecewakan. I just do my best.. :D