BUKAN DIA TAPI AKU
By : Rikha VR
Pairing : Kyumin and other cast
Genre : Romance, sad
Rate : T
Summary : berulang kali kau sakiti, namun aku tetap mencintaimu. Sadarkah kau cintaku lebih besar dari cintanya.
Declaimer : They are belongs to God and themselves.. FF ini murni punya saya.
Typo dimana-mana.. don't be silent reader please…
Happy reading… :D
Don't Bash please, if you don't like my story, don't read it.. easy right?
Chapter sebelumnya.
"yeoboseyo eomma."
"minnie, kau bersama kyuhyun sekarang?"
"ani eomma, ada apa?"
"hmm,, apa kyunnie memberitahu sesuatu padamu?"
"memberitahu apa eomma? Kyunnie tidak memberitahuku apa-apa."
"bagaimana mana ini"
"ada apa eomma?" tanyaku sedikit panik
"kyunnie akan pindah ke Jepang malam ini."
"mwo?"
"dan pesawatnya berangkat 1 jam lagi. "
TRAK!
Ponselku jatuh begitu saja di lantai, air mata sudah menggenang di kedua mataku. Dadaku sesak, aku benar-benar tidak bisa bernafas. Semua yang di katakan Heechul oemma bagai petir bagiku.
"tidak mungkin.." lirihku sambil terus menangis.
HAPPY READING
Kyuhyun POV (FLASHBACK)
"aku menyerah eomma?" ucap kyuhyun.
"nde?" tanya heechul tidak mengerti.
"aku menyerah terhadap sungmin hyung eomma." Ucap kyuhyun sedih. Ia menghela nafas beratnya saat merasakan sakit di hatinya. Heechul memandang sendu wajah anaknya jelas tersirat guratan luka di wajah tampan kyuhyun.
"aku ingin pergi ke jepang eomma."
"eoh? Kau yakin?" tanya heechul.
"ne eomma, tapi bisakah kau membantuku? Aku ingin mengetahui perasaan sungmin hyung yang sebenarnya." Jelas kyuhyun.
"apa yang harus eomma lakukan?"
…
Sungmin masih terus menangis di kamarnya, pembicaraannya dengan heechul sukses membuat air matanya mengalir seketika. Sesaat setelah sadar dari lamunannya sungmin langsung beranjak ke kamar mandinya, membasuh wajah kusutnya, lalu segera beranjak pergi entah kemana.
"mau kemana kau minnie malam-malam begini?" tanya Leeteuk heran melihat sungmin yang berlari keluar rumah dengan tergesa-gesa.
"aku harus pergi sekarang eomma, aku akan jelaskan nanti. Aku pergi ne." ucap sungmin sambil memeluk singkat eommanya, lalu langsung beranjak pergi tidak menghiraukan raut heran di wajah eommanya.
Sungmin segera membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak memperdulikan umpatan pengendara lain yang memprotes cara sungmin membawa kendaraan.
"jangan tinggalkan aku kyu." Gumam sungmin lirih.
FlashBack On
"yeoboseyo eomma."
"minnie, kau bersama kyuhyun sekarang?"
"ani eomma, ada apa?"
"hmm,, apa kyunnie memberitahu sesuatu padamu?"
"memberitahu apa eomma? Kyunnie tidak memberitahuku apa-apa."
"bagaimana mana ini"
"ada apa eomma?" tanyaku sedikit panik
"kyunnie akan pindah ke Jepang malam ini."
"mwo?"
"dan pesawatnya berangkat 1 jam lagi. "
FLASHBACK OFF.
Sungmin melirik jam tangannya, 30 menit lagi pesawat kyuhyun akan lepas landas. Sungmin semakin mempercepat laju mobilnya, beberapa kali ia hampir menabrak mobil di depannya, namun ia tidak peduli. Air mata sungmin sudah mengalir kembali membasahi kedua pipinya, sedikit mengganggu jarak pandangnya. Sejak kecil mereka hidup bersama tidak pernah sekalipun kyuhyun meninggalkannya. Kyuhyun sudah menjadi bagian di hidupnya. Ia tidak bisa membayangkan hidup tanpa kyuhyun di sampingnya.
Sesampai di bandara sungmin segera berlari mencari kyuhyun di tengah ramainya bandara malam ini. Sungmin berlari ke sana ke mari tidak memperdulikan tatapan aneh orang-orang sekitarnya. Cukup lama sungmin berlari di bandara itu mencari keberadaan kyuhyun. Tetapi kyuhyun tidak juga ia temukan. Ia merasa sangat frustasi.
"KYUHYUN!" teriak sungmin frustasi kala sosok kyuhyun tidak juga ia temukan.
"CHO KYUHYUN PABO DIMANA KAU!" teriak sungmin semakin keras. Orang-orang di bandara sudah melihat sungmin dengan pandangan kasihan, aneh, dan sbgnya. Penampilan sungmin yang acak-acakan dan jangan lupakan air mata yang benar-benar membasahi wajahnya.
Sungmin jatuh terduduk di tengah-tengah lobby bandara sambil menangis keras. Ia sudah terlambat, kyuhyun sudah berangkat ke jepang. Ponsel di saku celana sungmin bergetar, dengan terburu-buru ia mengambil ponsel itu dan menjawab panggilannya tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Kyunnie, di mana kau?" tanya sungmin langsung tanpa menyapa seseorang di sebelah sana.
"aku siwon minnie." Ucap siwon di seberang sana.
"aah, mianhae wonnie, aku pikir kyuhyun." Ucap sungmin dengan nada kecewa jelas terdengar.
"aku ingin bertemu denganmu, apa kau bisa?"
Sungmin terlihat berpikir cukup lama. Ia harus menemukan kyuhyun tapi ia juga tidak mungkin menolak ajakan siwon.
"minnie kau masih sana?" tanya siwon saat sungmin tidak juga menjawabnya.
"aah ne wonnie." Jawab sungmin cepat.
"bagaimana kau bisa? Ada hal penting yang harus aku bicarakan."
"baiklah."
"aku tunggu di taman biasa ne."
FLIP..
Sungmin mematikan panggilan itu, kemudian beranjak bangkit dari duduknya. Memandang sekilas ke setiap sudut di bandara itu berharap bisa menemukan kyuhyun. Namun akhirnya sungmin melangkahkan kakinya pergi saat ia sadar kyuhyun tidak lagi disana.
Tanpa sungmin sadari seorang namja memantaunya dari kejauhan, raut kecewa dan terluka jelas terlihat di wajahnya saat melihat sungmin pergi.
"sepertinya kau benar-benar mencintainya minnie ah." Ucap kyuhyun sambil menahan nyeri di hatinya.
Kyuhyun lalu duduk di tempat yang sungmin duduki sebelumnya saat bayangan sungmin tidak lagi terlihat di bandara itu. Ia kemudian menelepon seseorang.
"eomma, aku sudah mendapatkan jawabannya."
"benarkah."
"ne, dia pergi eomma."
"kau harus kuat kyu."
"mungkin memang seharusnya aku pergi eomma."
"eomma berdoa yang terbaik untukmu kyu, mianhae eomma tidak bisa membantumu."
"gwenchana eomma, eomma sudah sangat membantuku. pesawatku akan berangkat 1 jam lagi. Jaga dirimu eomma, saranghae."
"jaga dirimu kyu."
Kyuhyun mematikan panggilan itu, kemudian memejamkan matanya. Memutar kembali kenangan indah bersama sungmin, berusaha mengubur cintanya.
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya sakitnya oh sakitnya
"semoga kau bahagia hyung." Lirihnya tanpa sadar air matanya mengalir di kedua pipinya.
Cintaku lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia jangan dia
Cukup aku
…
Siwon sedikit berlari menghampiri sungmin yang sudah duduk di taman itu menunggunya. Raut wajah sedih membungkus wajah cantik sungmin.
"minnie." Panggil siwon lembut saat sudah berada di samping sungmin.
"wonnie, ada apa memanggilku ke sini?" tanya sungmin lemah.
"kau sakit minnie? Kau pucat sekali." Tanya siwon khawatir.
"aniyo. Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya sungmin langsung ke point pembicaraannya.
"hmm.. mianhae minnie. Tapiii… hmm.." ucap siwon ragu-ragu membuat sungmin mengerutkan alisnya.
"tapi apa wonnie?"
"aku ingin kita putus." Ucap siwon.
Sungmin memejamkan matanya saat mendengar perkataan siwon. Hatinya tidak sakit saat mendengar itu, namun ia marah pada dirinya sendiri. Ia meninggalkan kyuhyun hanya demi siwon yang jelas-jelas tidak ia cintai.
Siwon yang melihat sungmin hanya diam saja sambil terus memejamkan matanya merasa sangat bersalah namun ia tidak ingin membohongi perasaannya.
"mianhae minnie, tapi aku tidak ingin membohongi perasaanmu. Tapi aku jatuh cinta pada seseorang. Meskipun dia belum jadi milikku, namun dia terus ada di pikiranku. Jeongmal mianhae." Jelas siwon dengan raut wajah penuh penyesalan.
Sungmin membuka matanya dan menatap siwon. Sungmin menyadari betapa ia sangat bodoh selama ini. Dia tidak mencintai siwon, ia bahkan tidak merasakan apa-apa saat siwon memutuskannya seperti ini. Sungmin tersenyum kepada siwon.
"gwenchana wonnie, terima kasih sudah menyadarkanku. Berjuanglah demi seseorang yang kau cintai itu. Aku pergi dulu ne." ucap sungmin lembut sambil melangkah pergi meninggalkan siwon yang masih diam saja mencerna ucapan sungmin. ia tidak menyangka sungmin terlihat baik-baik saja saat ia putuskan.
….
Sungmin membawa mobinya sambil menangis. Ia menangis bukan karena siwon memutuskannya namun karena merutuki kebodohannya. Kini kyuhyun telah pergi meninggalkannya, dan ia baru menyadari betapa ia sangat mencintai kyuhyun.
"aku memang bodoh kyu." Lirih sungmin.
"mengapa kau meninggalkanku kyu." Sungmin terisak didalam mobilnya. Ia merindukan kyuhyun. Selalu bersama kyuhyun membuat sungmin tidak pernah menyadari bahwa cinta itu terus tumbuh di hatinya, dan kini saat kyuhyun ia baru menyadari semua itu.
Sebuah pesan masuk ke ponsel sungmin membuat sungmin menghentikan sebentar mobilnya di tepi jalanan kota seoul.
|From : heechul eomma|
Minnie, di mana kau? Pesawat kyuhyun akan lepas landas 30 menit lagi.
Sungmin mengernyit tidak mengerti saat membaca pesan dari heechul eomma. Bukankah kyuhyun sudah berangkat sejak tadi?, batin sungmin. sungmin lalu mendial nomor heechul. Setelah menunggu beberapa saat, panggilan itu segera di jawab.
"yeoboseyo"
"apa maksud eomma? Bukankah pesawat kyuhyun sudah berangkat sejak tadi? Lalu mengapa eomma mengatakan pesawatnya berangkat 30 menit lagi?" tanya sungmin berturut-turut tanpa menjawab sapaan heechul.
"mianhe minnie, eomma berbohong tadi pagi, kyuhyun yang meminta eomma untuk memberitahumu seperti itu, dia ingin melihat perasaanmu yang sebenarnya. Dan pesawatnya akan berangkat 30 menit lagi. Jeongmal mianhae." Jelas heechul. Sungmin hanya terdiam mendengar penuturan heechul. Ia merasa sangat jahat dan juga sangat sangat sangat bodoh. Sungmin segera memutuskan panggilan itu.
Sungmin segera membawa mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Ia tidak memperdulikan berbagai pertanyaan yang muncul di benaknya. Yang ia pikirkan hanya harus sampai di bandara secepatnya.
Tunggu aku kyu, berikan aku kesempatan Tuhan, batin sungmin.
…
Kyuhyun Pov
Aku melangkahkan kakiku dengan gontai menuju ruang tunggu. Hatiku masih terus berharap sungmin akan kembali, meskipun sungmin jelas-jelas pergi meninggalkanku. Sesekali aku menoleh ke belakang berharap sungmin muncul saat ini, namun aku hanya mendapatkan rasa kecewa saat sungmin tidak juga terlihat.
"CHO KYUHYUN!"
Teriakan yang sangat keras dari suara yang sangat ku kenal membuatku membalikkan badanku. Melihat namja cantik yang sangat ku cintai sedang menangis dengan nafas yang terengah-engah di tengah-tengah ruangan itu. Aku bisa melihat ia sedang menangis. Penampilannya sungguh berantakan. Nafasnya terengah-engah membuatnya sangat seksi. (kyu always pervert… wwkkw). Aku juga dapat melihat Ia menatapku dengan sangat tajam. Pandangan yang tak pernah ku lihat sebelumnya.
"KAU MAU PERGI EOH?" teriaknya keras dari posisi yang tetap di tengah-tengah ruangan itu membuat semua mata memandang ke arahnya.
"KAU BILANG KAU MENCINTAIKU, TAPI KAU MENINGGALKANKU?"
"APA ITU YANG KAU SEBUT CINTA EOH?"
"YA! CHO KYUHYUN AKU MEMBENCIMU!"
Sungmin terus berteriak dengan sangat keras. Aku tersenyum sambil melangkah mendekatinya. Menatap wajahnya dari jarak cukup dekat. Aku bisa melihat mata bengkaknya, bisa melihat raut lelah di wajah cantiknya. Dan aku bisa melihat cinta di tatapan matanya meskipun dia belum mengatakannya.
"PERGI SAJA, KAU PIKIR AKU AKAN MENCEGAHMU?" sungmin terus berteriak meskipun jarak kami sudah dekat. Aku hanya tersenyum saja sambil terus mendekatinya. Kini jarak kami sangat dekat.
"UNTUK APA KAU TERSENYUM CHO? KAU PIKIR KAU TAMPAN?"
"aku mencintaimu." Ucapku lembut.
Sungmin mendengus mendengar perkataanku, ia terus saja menatapku tajam.
"KAU PIKIR AKU MENCINTAIMU JUGA OEH? DALAM MIMPIMU CHO!" jawabnya ketus sambil terus berteriak. Dia benar-benar manis jika sedang marah seperti ini.
Aku memeluk tubuh sungmin, mendekap semakin erat setiap kali ia berusaha melepaskan pelukanku. Akhirnya ia berhenti protes dan membiarkanku memeluknya, ia pun membalas pelukanku dan menangis. Tubuhnya bergetar di dalam pelukanku. Aku melepaskan pelukanku dan menatapnya. Menghapus aliran air mata yang membasahi kedua pipi chubbynya.
Aku mengecup singkat dahinya, kedua matanya dan juga bibir lembutnya. Aku sedikit melumat bibir mungil itu. Bibir yang sangat ku rindukan. Aku melepaskan ciumanku dan melihatnya masih terus memejamkan mata.
Aku mengelus lembut pipi chubby dan menatap lembut kedua mata yang kini terbuka itu.
"kau jahat kyu." Kata sungmin sambil memukul dada bidangku.
"kenapa kau ingin meninggalkanku kyu?" tanyanya sedih.
"kau yang menyuruhku ming." Jawabku santai sambil menahan kedua tangannya yang masih terus memukuliku. Hei jangan lupakan dia itu namja dan pukulannya sakit.
"kapan aku menyuruhmu meninggalkanku?" protesnya.
"saat kau menolakku."
"mianhae kyu."
"aku tau kau sangat mencintaiku hyung."
"cih percaya diri sekali kau cho."
" oh, jadi kau tidak mencintaiku. Baiklah aku akan pergi." Aku lalu membalikkan tubuhku dan ingin beranjak pergi. Namun sungmin memeluk tubuhku dengan erat sambil menangis.
"kajima kyunnie. Aku mencintaimu." Ucapnya sambil terus menangis. Hati bahagia saat kalimat cinta itu akhirnya terlontar dari bibir mungilnya. Aku melepaskan pelukannya dan menangkup kedua tanganku di kedua pipinya. Menatap wajah sembab itu, wajah namja yang sangat sangat sangat ku cintai.
"kau mengatakan apa? Aku tidak dengar?" godaku.
"aish, sudahlah kalau tidak dengar. Lupakan saja." Rutuknya kesal.
"aku pergi saja." Kataku sebal. Aku mencoba merajuk padanya.
"aish, kau benar-benar menyebalkan sekali cho." Ucapnya kesal.
"aku mencintaimu." Ucapnya lagi.
"apa? Aku tidak dengar." Aku terus menggodanya.
"YA! Jangan terus menggodaku. Aku tau kau mendengarnya." Sungmin memproutkan bibirnya dengan sangat menggemaskan.
"sudahlah kalau tidak mencintaiku."
"AKU MENCINTAIMU CHO KYUHYUN!"
Aku terkejut mendengarnya teriak dengan sangat kencang. Aku tersenyum menatap wajahnya yang sangat kesal saat ini.
"kau puas eoh?" tanyanya sebal.
"kajja kita pulang cho sungmin, eomma sudah menunggu kita." Aku menggenggam tanganya membawanya melangkah meninggalkan bandara itu. Orang-orang di sana masih terus memandang kami hingga kami keluar dari bandara itu. Sungmin diam saja tidak menyadari perubahan nama yang aku gunakan.
….
Sungmin Pov
Eommaku dan eomma kyuhyun terus tersenyum memandangi tangan kami yang saling terpaut sejak tadi membuatku sedikit malu dengan pandangan itu. Sementara itu kyuhyun hanya diam saja sambil memakan makanannya.
"eomma pikir kau akan benar-benar di campakkan kyu." Goda heechul eomma.
"aku ini sangat tampan eomma mana mungkin aku di campakkan." Ucap kyuhyun narsis. Aku hanya mendengus sebal mendengar jawabannya.
"cih sekarang saja kau percaya diri sekali, kemarin kau sampai menangis saat sungmin lebih memilih siwon." Cibir heechul eomma.
"aish eomma jangan katakan itu."
Aku hanya tertawa mendengar pertengkaran itu, aku sudah sangat hafal dengan pertengkaran kecil heechul eomma dengan kyuhyun seperti itu.
"leeteuk eomma." Panggil kyuhyun kepada eommaku.
"ne, waeyo kyunnie?"
"hmm.. apa aku boleh menikahi minnie?" tanya kyuhyun lantang yang sukses membuat aku, heechul eomma, juga eommaku tercengang.
TBC
Aneh ga sih? Duuh mian ya udah mulai sibuk nih.. semoga bisa cepet update ya.. gomawo buat dukungannya, review-reviewnya, semangatnyaa..
Aku berusaha ngasih cerita yang terbaik dan pastinya tentang KYUMIN yang selalu bikin envy.. maaf kalo ceritanya ga sesuai harapan kalian.. maklum masih amatir.. heheh
DO NOT BE PLAGIAT PLEASE!
REPLY REVIEWS
KobayashiAde : hehehe… ke jawab di chap ini kan pertanyaannya.. gomawo ne udah setia baca.. ^^
Cho Yooae : hahah awas di seruduk kuda loh.. #plaaakkk.. ^^
Winecouple : udah ke jawab kan? Hehehe ^^
km137 : hehe mianhae ne bnyak typo.. hehehe maunya gitu tapi di bikin agak singkat deh.. mulai sibuk soalnya..
sissy : kyumin always together.. ^^
kyuqie : hehe yang bikin lebih nyesek lagi ngbayanginnya.. hahaha ^^
SSungMine : hehehe gomawo.. Hwaitiingg.. tetep semangat bacanya.. ^^
fitriKyuMin : heheh lanjutannya dataang.. ^^
danactebh : annyeong ^^… updateee… gomawo udah setia baca.. ^^
abilhikmah : hehe ^^
kyuminsaranghae : cup cup uljima ne.. ^^
