-Your Love is All I Need-
a YunJae fanfiction
©Cherry YunJae
Pairing : YunJae. Slight!ChunJae
Genre : Mystery-Romance
Rate : T-M
Length : 3/?
.
WARN! Out of characters, misstype.
Better you out from my home, if u don't like.. I've warned u… :)
Inspirated from a manga which I read when I sat in elementary school, such an old one ? hahaha..
Tidak semua isi fanfic ini menjiplak situ karena pada dasarnya saya juga lupa… kekeke~
Ok, hope u like it, readers.. enjoy reading..
Yoo~ saya balik...
adakah yang bosen sama fanfic ini?
ehehe, mayoritas readers nebak perempuan itu hantu yah...belom bisa dibocorin disini sih.. hehehe
:D
well... again, super-special thanks buat readers yang review, kalian semangat buat saya..
:)
| White bubble | Minhyunni1318 | toki4102 | KimRyeona19 | evialifia11 | guest | irengiovanny | dianaes | Missy84 | ryaniaquarius05 | Kim-Aizh | Airuma Yuichi | guest | kitybear | Vivi| I Was a dreamer | liendhanesia | yoon HyunWoon |
and exactly dear Lady Ze... :)
ok, here's 3rd chapter..
hope you like it, enjoy reading..
.
.
.
.
Don't Like Don't Read
.
.
"KYAAAAA~!"
.
.
Jaejoong jatuh terduduk diatas lantai saat Yunho membuka pintu kamar gadis itu dengan raut panik.
"Jaejoongie...?! ada apa ?"
begitu menyadari kedatangan Yunho, Jaejoong segera memeluk tubuh pria bermata musang itu.
meski sempat terkaget-kaget, tapi Yunho segera merengkuh tubuh mungil Jaejoong.
wajah gadis itu pucat, padahal sebelum berpisah tadi Yunho ingat betul rona wajah Jaejoong.
tubuh kecil gadis dalam pelukannya itu bergetar, menggigil ketakutan.
"why, Jaejoongie ?" Yunho memegang bahu Jaejoong sambil terus bertanya dengan tatapan serius.
tangan kanan Jaejoong terangkat, telunjuknya mengarah ke tempat tidur besar itu.
Yunho mengikuti arah telunjuk Jaejoong, dan tertegun ketika melihat bahwa diatas tempat tidur beralas putih itu terhampar banyak kelopak bunga.
.
.
Kelopak bunga mawar merah.
.
"singkirkan.. singkirkan darah itu... kumohon..." Jaejoong memejamkan matanya, ketakutan.
bisa Yunho lihat setetes dua tetes airmata yang meluncur dari ekor mata Jaejoong.
keadaan yang sungguh membuat hatinya teriris.
Yunho pun menuntun Jaejoong untuk meninggalkan ruangan itu.
"aku mengerti, kajja.. kita keluar dulu... tenanglah Kim Jaejoong, I'm here..." Yunho mengusap surai lembut Jaejoong, sambil merengkuh bahunya.
.
.
Diruang tengah, Yunho masih berusaha menenangkan Jaejoong, tak henti mengusap lembut rambut halus itu.
"Mianhae...aku refleks karena ketakutan tadi..." setelah merasa lebih tenang, Jaejoong memberanikan diri menatap Yunho dan meminta maaf.
Yunho tersenyum lembut.
"Gwaenchana, lady... aku mengerti kau begitu ketakutan tadi.".
mereka duduk berdampingan di sofa mewah ruangan besar itu.
Jaejoong merasa nyaman karena tahu didekatnya ada Yunho yang bisa diandalkan, ia tersenyum lega.
"Aku... aku benci mawar merah... mereka mengingatkanku pada kematian orangtuaku..."
tatapan mata doe Jaejoong menerawang, ada kesedihan mendalam di tatapan itu.
"bagaimana bisa ada yang kelopak mawar disana.. pasti ada maid yang usil..." desis Yunho.
Jaejoong hanya terdiam, pikirannya belum tenang, siapa yang menakut-nakutinya seperti ini ?
setelah kamar dibersihkan, Jaejoong pun setuju untuk kembali istirahat.
Yunho sempat menjaga gadis itu hingga yakin bahwa ia benar-benar terlelap, ia tak ingin terjadi hal lain lagi pada Jaejoong.
setelah merasa semua aman, Yunho memutuskan untuk keluar dari kamar itu, namun tidak kembali kelantai 3, ia memilih tidur di kamar tamu yang letaknya tak jauh dari kamar Jaejoong.
supaya ia bisa mengawasi keadaan gadis cantik itu..
.
.
esok paginya
Jaejoong keluar dari kamarnya dan berniat untuk memasak seperti pagi-pagi sebelumnya.
ia pun menghampiri bibi Kang di dapur.
"ah, nona Kim... anda sudah bangun.. bagaimana tidur anda?" sapa bibi Kang.
Jaejoong tersenyum, "kurasa cukup baik meski aku masih sedikit takut" gadis itu tersenyum polos.
bibi Kang pun ikut tersenyum.
"tuan muda Yunho terus menjaga anda, ne ?"
.
blushh..
.
ah, ya Jaejoong jadi teringat kalau semalam Yunho menjaganya.
bagaimana pria itu terus menjaganya, dan membelai rambutnya hingga ia merasa begitu nyaman.
ada desir samar ketika mengingat sikap lembut nan manis Yunho malam itu.
"ngg~ apa Yunho belum bangun, bibi Kang ?"
"sepertinya belum, nona bisa memeriksanya karena semalaman tuan muda Yunho tidur dikamar dekat ruang piano..."
"Y-ye?" Jaejoong agak terkejut, ah.. ia pasti banyak menyusahkan Yunho.
tak ingin membuang banyak waktu, akhirnya Jaejoong memilih untuk membantu bibi Kang yang sibuk.
rasanya ia ingin memasakan sesuatu yang spesial untuk Yunho.
dan ketika gadis itu menata makanan di meja makan, ia melihat banyak maid yang sibuk berlalu-lalang membawa bermacam-macam properti.
"bibi Kang, kenapa sepagi ini mereka sudah sibuk sekali ?" tanya Jaejoong begitu menyadari sosok kepala maid itu disampingnya.
"nona lupa ? nanti malam akan ada pesta untuk nona, tuan muda meminta kami mempersiapkan segalanya mulai dari pagi ini.."
wanita paruh baya itu tersenyum.
Jaejoong sendiri terdiam.
Yunho tidak bilang kalau pestanya benar-benar formal.
ia menatap dekorasi bunga-bunga yang mulai ditata di sudut-sudut ruangan, juga kursi dan meja-meja mewah yang di tata rapih.
'seperti resepsi pernikahan saja...' Jaejoong sedikit memajukan bibir cherry-nya.
.
.
.
Jaejoong bingung, jam sudah menunjukan pukul 7.15 pagi tapi Yunho belum juga keluar dari kamar itu.
ia bingung harus membangunkan pria itu atau tidak, di satu sisi ia khawatir dan di sisi lain ia merasa memasuki kamar itu dan membangunkan Yunho itu tidak sopan.
"aishh..." mengingat bahwa harusnya Yunho berangkat ke kantor seperti biasa, Jaejoong pun nekat melangkahkan kakinya menuju ruangan itu.
.
.
tok tokk..
.
ia mengetuk pelan pintu berwarna putih itu sebelum kemudian meraih handle pintu.
membuka pintu perlahan dan menampakkan kamar luas dengan segala jenis perabot klasik yang mewah.
Jaejoong ragu ketika melihat kearah ranjang.
bisa ia lihat Yunho yang masih tertidur dengan selimut sebatas pinggang.
'ah... dia pasti lelah, dan sialnya.. itu karena aku...' batin Jaejoong.
kakinya kembali melangkah mendekati ranjang dimana Yunho tidur.
.
"Yunho... aku sudah menyiapkan makanan, bangunlah.."
sunyi.
"bukankah kau harus kerja?"
masih sunyi.
'haishh..' Jaejoong pun hendak menyentuh bahu Yunho, namun aksinya terhenti.
.
.
untuk sepersekian detik, Jaejoong termangu menatap wajah damai Yunho.
tatapan Jaejoong melembut saat memperhatikan wajah itu.
.
hidung mancung, bulu mata yang panjang, mata musang yang masih tertutup namun ia ingat bagaimana mata itu selalu menatapnya lembut.
garis rahangnya tegas, dan bibir yang menggoda.
oh, damn..
Jaejoong jadi ingat saat pertama dan terakhir kali bibir itu menyentuh bibirnya.
tatapan Jaejoong sungguh terpaku pada bibir itu.
diluar kontrol pikirannya, Jaejoong mendekatkan wajahnya ke paras pria itu.
nafas hangat Yunho menerpa pipinya..
ia penasaran dengan manis bibir itu.
ia ingin merasakannya sekali lagi.
ia memutuskan untuk menutup matanya.
.
.
dan jarak hampir sukses dieliminasi oleh gadis cantik itu saat tiba-tiba logika menarik kesadarannya.
ia tersentak dan kembali berdiri.
wajahnya memerah sempurna.
Jaejoong menutup bibirnya dengan punggung tangannya sendiri sambil menatap nyalang pada pria tak bersalah yang masih terlelap itu.
ia tak percaya, bagaimana bisa ia berani berbuat sejauh itu.
sungguh ia malu dan ingin menceburkan dirinya ke danau terdekat.
dengan langkah cepat akhirnya Jaejoong meninggalkan ruangan itu.
pikirannya berkecamuk kacau.
blam~
begitu suara pintu tertutup itu terdengar, mata musang Yunho terbuka perlahan.
.
menatap sayu ke langit-langit ruangan itu.
ia menarik nafas sesaat lalu menutup mata dengan lengan kanannya.
"kenapa berhenti?" lirihnya dengan nada kecewa.
.
.
Tak berapa lama, Yunho memutuskan untuk keluar dari kamarnya.
dan segera menuju meja makan.
"Pagi, bibi.." sapa Yunho.
bibi Kang yang sedang membersihkan guci besar di ruang makan pun tersenyum kearah tuan mudanya.
"pagi lady Jaejoongie, menungguku euhm ?" Yunho tersenyum seperti biasa.
namun Jaejoong tentu tak melihat itu karena atensinya terus tertuju kebawah
ia tak sanggup menatap Yunho, mendengar suara bass pria itu saja sudah membuat jantungnya terasa seperti mau meledak.
"ne.. pa-gi... makanlah, kau harus kerja kan..?" Yunho nyaris terkekeh melihat sikap canggung Jaejoong, betapa manisnya gadis ini.
"kau juga makanlah yang banyak, wajahmu memerah.. apa kau demam?" goda Yunho.
Jaejoong pun menutupi pipinya dengan kedua telapak tangannya.
masih dalam posisi menunduk malu.
haha... Kim Jaejoong begitu imut, ne?
dan sarapan pagi itupun tak mengundang banyak percakapan.
Jaejoong lebih sibuk merutuki sikap mesumnya tadi, sedangkan Yunho sibuk memperhatikan gadis cantik itu sambil mengulum senyum.
.
.
Dan malam yang dijanjikan pun datang.
.
.
puri mewah milik Jung Yunho terlihat mulai kedatangan beberapa tamu, padahal jam masih menunjukan pukul 7.17.
sang pemilik rumah sendiri sibuk menyapa beberapa kenalannya yang mulai datang
entah apa maksud Yunho menggelar pesta semeriah ini untuk Kim Jaejoong.
merasa bebrapa tamu sudah nyaman berbincang satu sama lain, Yunho pun beranjak menuju kamar Jaejoong, penasaran dengan keadaan gadis itu eoh?
kriett~
pintu dibuka perlahan, dan mata Yunho menangkap pemandangan yang begitu menakjubkan.
bagaimana tidak ?
Jaejoong kini tengah berdiri menghadapnya-sepertinya siap keluar dari kamar-dengan gaun sutera tanpa lengan berwarna krem, menonjolkan sisi tenang dari seorang Kim Jaejoong.
Yunho harus berterimakasih pada perias Jaejoong.
Gadis itu terlihat begitu anggun dengan rambut panjangnya yang diikat sedikit kebelakang, dan selebihnya dibiarkan tergerai. gaun berpiita dibagian pinggang rampingnya itu membuat dirinya terlihat begitu manis.
dan serentetan pujian yang tak mampu lagi dituang melalui kata-kata.
sungguh, Kim Jaejoong makhluk terindah yang pernah ada.
"ngg~ apa sudah ramai..?" tanya Jaejoong canggung.
ia terus memainkan jari-jarinya karena gugup dengan penampilannya yang terus ditatap Yunho seperti ini.
"ah, ne.. beberapa sudah datang, keluarlah bersamaku.." Yunho mengulurkan tangannya.
oke, Jaejoong semakin merasa pesta ini seperti resepsi pernikahannya dengan Yunho.
dan itu membuatnya lebih gugup 3 kali lipat.
ia menatap tangan kanan Yunho yang terulur kearahnya.
dan seakan memberi penegasan, Yunho menarik tangan kanan Jaejoong, dan membawa gadis cantik itu keluar dari kamar.
Jaejoong tertegun ketika merasakan tangan besar Yunho yang hangat menggenggam tangan kecilnya.
ah, ia penasaran.. apa Yunho juga merasakan debaran yang sama sepertinya ?
ditatapnya wajah tegas Yunho lekat-lekat.
gadis itu begitu mencintai Yunho sekarang.
.
.
suasana riuh khas pesta meramaikan rumah Yunho.
beberapa orang terlihat sibuk menikmati makanan mereka, sementara yang lain sibuk berkelompok sendiri-sendiri dan berbincang selama acara.
musik klasik melantun indah, membawa suasana terasa begitu nyaman, dan yang dilakukan Jaejoong kini hanya duduk tenang di sebuah kursi tak jauh dari para pemain musik.
Yunho disampingnya, dan kemudian mengajaknya berbincang dengan beberapa rekan-rekannya.
setelah bebrapa sat beranjak, Yunho menarik tangan Jaejoong.
"ikut aku.."
"eh..?"
Jaejoong hanya mampu mengikuti tarikan di tangannya, Yunho membawanya ke samping pemain musik di panggung mini itu.
"ehemm~ "
dan semua perhatian tersita pada dua orang yang berdiri didepan sana.
"sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena kalian semua sudah bersedia hadir di pesta ini.. dan tujuan saya mengadakan pesta ini adalah merayakan kehadiran wanita disamping saya, Kim Jaejoong.. sebagai anggota keluarga saya.." Jaejoong menunduk ke arah tamu begitu mereka memberi tepuk tangan.
"dan..."
Yunho menatap Jaejoong.
Jaejoong pun ikut menatap Yunho, hei.. ada tujuan lain dari pesta ini ?
Jaejoong kembali menatap para undangan dan tersenyum semanis mungkin.
.
.
"sebagai perayaan pertunangan kami.."
.
sontak Jaejoong menoleh dan menatap tidak percaya pada pria disampingnya ini.
mereka terlibat adegan saling tatap untuk beberapa saat, tak peduli dengan riuh tepuk tangan di sekitar mereka.
Yunho menatap lembut pada Jaejoong, berbeda dengan Jaejoong yang menatap bingung.
ia memang ingin dicintai oleh Yunho.. tapi bukan dengan cara seperti ini.. Yunho bahkan belum pernah mengatakan kalau ia menyukai Jaejoong.
tiba-tiba saja pria itu justru melamarnya di depan banyak mata seperti ini.
Jaejoong bingung berekspresi.
ia senang, namun rasa kecewa mengalahkan rasa senang itu. Jaejoong tak mengerti..
dan semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran Yunho.
apa maksud semua ini..?
Yunho memberi isyarat kepada pemain musik untuk melanjutkan permainan mereka "semoga kalian bisa menikmati pesta ini.." Yunho mengangkat gelas wine yang sejak tadi berada di tangannya. sementara Jaejoong akhirnya melangkah menjauh dari Yunho.
Jaejoong mengankat sedikit gaun cantiknya agar bisa melangkah lebih cepat, dan akhirnya ia sampai di balkon luar yang terletak di samping puri itu.
ia sungguh kecewa dengan perbuatan Yunho.
selalu sepihak, dan tidak memberitahu Jaejoong tentang apa maksudnya.
Jaejoong mengepalkan tangannya diatas pagar balkon itu.
perasaannya merasa disakiti, sama sekali bukan ini yang ia mau.
apalagi jika memikirkan kalau ternyata Yunho berniat memperistrinya hanya untuk sebuah status.
Jaejoong tahu, Yunho begitu baik padanya.
dan kebaikan itu semakin lama semakin menyakitkan.
Jaejoong menggigit bibirnya menahan emosi yang membuncah.
pesta nyaris berakhir dan Jaejoong hanya berdiri di balkon itu sejak tadi.
ia bersyukur karena Yunho sibuk, sehingga tak punya kesempatan sedikitpun untuk menemuinya.
Jaejoong butuh ketenangan saat ini.
"Jae..? kaukah itu ?"
Jaejoong merasa mengenal suara ini, dan segera.. ia menoleh.
"Yu-Yoochunah.."
matanya melebar saat melihat sosok Yoochun dengan tuksedo hitam yang berdiri tak jauh darinya, ia merasakan segalanya semakin rumit.
namun Yoochun tersenyum dan mendekati Jaejoong.
"ternyata benar. aku hampir tak percaya kalau yang tadi berdiri di depan sana adalah Jaejoong-ku.. kau terlihat sangat cantik, Jae.." andai saja Jaejoong bisa lebih jeli melihat bahwa senyum Yoochun kini berubah menjadi senyum miris dengan tatap yang begitu sedih.
Jaejoong tak mampu menjawab, lidahnya kelu..
airmata nyaris saja menetes karena perasaan yang begitu sulit ia jelaskan.
"ternyata walimu Jung Yunho, euhm ?" Jaejoong mengangguk.
"well..." Yoochun menghela nafas
"maaf Jae, aku harus mengingkari janjiku.."
Jaejoong terpaku menyelami arti kalimat Yoochun.
"maaf.. kau tahu kalau walimu itu orang paling berpengaruh di kota ini ?"
Yoochun berbicara perlahan, supaya Jaejoong-nya mau mengerti.
"maaf.. batalkan saja janji kita untuk pergi ke paris bersama.. tempatmu disini..." ucap Yoochun susah payah, namun terdengar begitu lirih.
sangat lirih sampai Jaejoong hampir tak mendengarnya.
mereka terdiam beberapa detik hingga akhirnya Yoochun yang memutuskan untuk bicara.
"jja.. au revoir(selamat tinggal) Jaejoongie..." Yoochun berbalik hendak meninggalkan Jaejoong, namun tiba-tiba tubuhnya ditahan oleh pelukan Jaejoong.
"ANDWAE! JANGAN TINGGALKAN AKU.. KUMOHON BAWA AKU, PARK YOOCHUN...!" pinta Jaejoong.
hati Yoochun tak tega sebenarnya, dan mungkin ia akan berbalik memeluk Jaejoong kalau saja ia tak melihat sosok yang paling ia segani berdiri tak jauh dari mereka.
menatap datar adegan yang mereka lakukan.
"Jae.. tolong lepaskan, aku harus pulang.." pinta Yoochun baik-baik.
ia merasa begitu takut saat Jung Yunho, yang menatap mereka sejak tadi kini berjalan tenang kearah mereka.
"SHIREOO!" Jaejoong terisak di belakang tubuh Yoochun, namun sial ia harus meringis ketika Yunho menarik paksa tangannya yang semula melingkar erat di tubuh Yoochun.
"akhh~" rintih Jaejoong karena pergelangan tangannya digenggam erat oleh Yunho.
"Pergilah.." ucap Yunho pada Yoochun masih dengan ekspresi datar.
"Yoochunaah~!"
"DIAM, KIM JAEJOONG !" bentak Yunho.
Jaejoong tersentak kaget, perasaan takut kini menyergapnya.
dan entah sejak kapan Yoochun meninggalkan mereka karena Jaejoong hanya mampu terdiam menatap tak percaya pada Yunho.
Yunho segera menarik tangan Jaejoong meski gadis itu meronta sekuat tenaga.
"lepass..! lepaskan aku..!"
Jaejoong sempurna ketakutan kini ketika Yunho membawanya ke kamar tamu tempat Yunho tidur tadi malam, dan mengunci pintu itu.
"JUNG YUNHO ! LEPAS!" Jaejoong belum menyerah, ia masih terus mencoba melepas tangan kanannya yang disakiti Yunho namun perlawanannya terhenti saat Yunho dengan tiba-tiba mendorong tubuh gadis itu ke tembok.
ekspresi Yunho sungguh tak terbaca bagi Jaejoong.
dan hal itu justru sangat menakutkan.
"apa maumu tuan Jung..? setelah memaksa Yoochun meninggalkanku, merebut paksa ciuman pertamaku, memutuskan pertunangan sepihak, apa yang kau inginkan sekarang? memperkosaku, humm..?" Jaejoong menatap penuh marah pada pria dihadapannya ini.
sementara Yunho masih tak mengeluarkan ekspresi yang berarti.
"You'd better careful with anything you say, lady~"
kali ini terasa aura yang begitu mengintimidasi dari kalimat Yunho.
belum sampai keterkejutan Jaejoong terjawab, ia kembali harus mengerang
kesakitan karena Yunho menjatuhkannya ke ranjang.
"dare you, JUNG YUNHO..!" maki Jaejoong saat Yunho mengunci pergerakan kedua tangan Jaejoong yang kini berada dalam kendalinya.
"jika memperkosamu satu-satunya cara agar kau mau menerimaku, aku akan melakukannya.."
Jaejoong mukul-mukul bahu Yunho saat pria itu menciumi lehernya.
"ANDWAEE..!"
.
.
.
.
To Be Continued
Yosh~ CHAP 3 akhirnya bisa diupdate juga..
mian buat yang penasaran ama perempuan misterius itu, chapter depan atau chapter 5 mungkin baru bisa kejawab.
dan mungkin fanfic ini juga cuma 5/6 chapter aja :)
ok, done~
btw, next chapter baiknya kasih NC gak nih ? :p
then, gomawo for all.. and review please...
