-Your Love is All I Need-
a YunJae fanfiction
©Cherry YunJae
Pairing : YunJae. Slight!ChunJae
Genre : Mystery-Romance
Rate : T-M
Length : 4/5
.
.
WARN! Out of characters, misstype.
Better you out from my home, if u don't like.. I've warned u… :)
Inspirated from a manga which I read when I sat in elementary school, such an old one ? hahaha..
Tidak semua isi fanfic ini menjiplak situ karena pada dasarnya saya juga lupa… kekeke~
.
.
Chapter NC sekaligus chapter ke4 series ini update.. sebelumnya saya mau minta maaf buat kalian yang minta NC, saya emang bikin disini tapi amatir banget kesannya mengecewakan, harap maklum yah.
Makasih banyak lagi buat kalian yang mau koreksi aku, dan mau nulis pendapat kalian di kolom review.. aku sayang kalian, readers ;)
Nakahara GrillHimawari Ezuki yoon HyunWoonzheryaniaquarius05| guest | toki4102| dianaes | Minhyunni1318jae sekundesabcdefghij123cindyshim07KimRyeona19irengiovannydaisyYuyaLoveSungmin| liendhanesia | fujoloverate-mdzdubunny
Lady Ze, kamu yadong~ haha.. anak-anakku & yyyjjj5 makasih selalu nyemangatin, umma sayang kalian :)
Ok, hope u like it, readers.. enjoy reading..
.
.
.
[ Just get off if u don't like my fanfic, easy rite ? ^^ ]
.
.
"Yunhooh~!"
Jaejoong memukul kuat bahu Yunho.
Berharap pria itu sadar dan menghentikan perbuatannya.
Jaejoong yang masih dalam kungkungan kedua lengan Yunho kini mulai terisak, ia takut pada sosok Yunho yang tiba-tiba tak ia kenali ini.
Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya sendiri, terisak jelas dan membuat Yunho terdiam.
"Kau benar-benar telah merebut semua kebahagiaanku, apa semua itu masih kurang ?" Jaejoong berbicara disela isakannya, membuat hati Yunho gentar, ia menyesal telah membuat Jaejoong begini.
"–Mian, Jae..."
"Hikkss.. Jahat.. Bagaimana bisa aku begitu mempercayaimu... Bagaimana bisa secepat ini aku menyukai orang sepertimu..." Di akhir kalimatnya Jaejoong kembali menangis, sedangkan Yunho menatap dengan perasaan kaget atas apa yang baru diucapkan Jaejoong.
"Kau bilang apa, Jae ?" Yunho menggenggam kedua pergelangan tangan gadis itu dan menjauhkannya dari wajah cantik Jaejoong.
Bisa ia lihat pipi Jaejoong yang basah, ia sungguh menyesal.
"Aku menyukaimu Jung Yunho-ssi.. hikks tapi kau selalu membuatku tidak mengerti... kau membuatku ketakutan.." Jaejoong tak mampu menghentikan airmatanya yang meluap bersama perasaan cintanya pada pria itu.
.
Grepp~
Tubuh Jaejoong didekap erat Yunho kini, Yunho tak sanggup lagi menyembunyikan perasaannya setelah begitu lama menunggu.
Isak Jaejoong terhenti karena kaget.
Ia terdiam di dalam pelukan Yunho, meski airmatanya masih berjatuhan.
"Maaf, maafkan aku Jae.. Aku selalu lepas kendali setiap memikirkan bahwa kau akan direbut oleh'nya', Aku hanya tidak ingin kau lepas dariku.."
Yunho mencium puncak kepala Jaejoong, lagi-lagi Yunho berubah.
Namun kata-kata yang baru saja menyapa telinga Jaejoong mampu membuat dadanya menghangat.
apa kata-kata Yunho itu berarti...
"Aku mencintaimu, Jae.. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu, lebih dari perasaanmu padaku..."
Jaejoong tak mampu berkata-kata lagi, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Yunho dan menangis sepuasnya.
'Ya Tuhan.. aku benar-benar mencintainya sekarang.' batin gadis itu.
.
.
Tak ada pembicaraan yang berarti setelah kedua perasaan yang sama itu berhasil diungkapkan.
Yunho masih memeluk erat Jaejoong, sedangkan Jaejoong terlihat begitu nyaman memejamkan mata, menikmati suara detak jantung Yunho yang teratur.
"emhh~ Yun-Yunho..." Jaejoong membuka matanya.
"humm? Wae, lady ?" Yunho mengecupi puncak kepala Jaejoong lagi.
"Ki-kita akan bertunangan kan ?"
"As you hear before... Why, baby?"
"umm.. Lalu.. Bagaimana dengan istrimu ?"
Yunho melepas pelukannya, "Siapa yang kau maksud, baby? Apa kau pernah melihat aku memperkenalkan orang lain sebagai istriku ?"
Yunho memegang bahu Jaejoong, menatap langsung kedalam mata indah itu untuk meyakinkan Jaejoong.
"Ta-tapi.. Perempuan berambut hitam itu–mphh"
Kalimat Jaejoong terhenti karena ciuman tiba-tiba dari Yunho yang menarik tengkuknya.
Jaejoong awalnya kaget, bahkan kesal karena Yunho seolah tak ingin mendengar kata-katanya.
Namun perlahan ia menikmati sentuhan Yunho, mengusir semua logika dan pikirannya yang lain, ia hanya ingin Yunho bersamanya, persetan jika Yunho memang sudah memiliki istri.
Jaejoong merasa perasaannya kini sungguh tak tertahankan.
"euhmmh~" erang Jaejoong di sela lumatan Yunho.
Yunho membawa tubuh ramping Jaejoong semakin merapat padanya, dan membiarkan gadis itu melingkari lengan dilehernya.
"Ahngghh~" tiba-tiba saja Yunho sudah berpindah spot menuju ke leher mulus Jaejoong, mencium dan menjilati setiap inchi leher itu.
Jaejoong memejamkan matanya erat, namun semua tak berjalan lama seperti yang dia harapkan karena tiba-tiba ia kehilangan sentuhan Yunho, dan itu memaksanya membuka mata.
Yang pertama kali ia dapatkan adalah wajah Yunho yang tersenyum lembut, tangannya terulur membelai pipi Jaejoong yang sehalus porselen.
"Percayalah padaku, tak ada orang yang kau maksud itu dan aku sama sekali belum pernah atau bahkan tak ingin menikah dengan orang selain dirimu, Kim Jaejoong.. " Kalimat Yunho berakhir dengan ciuman di dahi Jaejoong.
Jaejoong sendiri tersenyum, sungguh ia tak peduli lagi pada status Yunho.
"ne.. Aku percaya.. Aku mencintaimu.." gadis itu memeluk Yunho erat.
Jaejoong merenggangkan pelukannya untuk menatap wajah Yunho.
Seperti sudah saling mengerti, mereka mendekatkan paras untuk menyentuh bibir masing-masing.
Tangan Yunho terulur mendekap erat gadis yang begitu dicintainya itu, sementara Jaejoong mencengkram bagian belakang kemeja Yunho.
Pelan, begitu pelan Yunho membaringkan Jaejoong di ranjang itu lagi tanpa memutus ciuman mereka.
Yunho membawa tangan Jaejoong untuk memeluk lehernya masih sambil memagut bibir manis Jaejoong.
"hungg..." Jaejoong membuka sedikit mulutnya seakan mengundang lidah Yunho untuk bertamu.
Dan hal itu langsung disambut oleh Yunho, semua berjalan begitu pelan, tidak tergesa-gesa ataupun dengan paksaan seperti sebelumnya.
Jaejoong tak ingin munafik, ia juga menginginkan sentuhan Yunho saat ini.
Mereka melepas kontak itu sesaat dan saling bertatapan mengirim sejuta perasaan.
Jaejoong tersenyum, ketika Yunho hendak menciumnya kembali ia meletakkan jari telunjuknya di bibir pria tampan itu.
"Kau tahu, laki-laki yang berharga bagiku di dunia ini adalah kau dan orang yang menyelamatkanku ketika kebakaran dulu.. Sebelumnya Yoochun juga berharga bagiku, tapi kau berhasil menyingkirkannya..." Jaejoong memeluk gemas leher Yunho.
Yunho tersenyum penuh makna, didekatkannya bibirnya dengan telinga kanan Jaejoong.
"unghh~" keluh Jaejoong.
"Dan kuharap aku bisa menyingkirkan pria 'penyelamat'mu itu juga seperti aku menyngkirkan Park Yoochun." bisik Yunho kemudian menjilat seduktif salah satu bagian sensitif milik Jaejoong itu.
Jaejoong meremas kuat bahu Yunho, ada perasaan yang begitu bergejolak karena godaan Yunho.
Jaejoong kembali mengusap punggung Yunho saat pria itu menciumi garis rahang, pipi, dan lehernya.
rasanya begitu menyenangkan.
Srekk~
Jaejoong terdiam sesaat ketika mengetahui ada yang aneh di belakang bahu Yunho.
Mereka kembali terhenti dan Yunho menatap Jaejoong.
"So, what you've found again, baby~?"
Dahi Jaejoong berkerut samar lalu tangannya dengan cepat membuka kemeja Yunho.
Yunho hanya terdiam sambil menunduk, tersenyum samar ketika bahu kanannya berhasil ter-ekspose.
Jaejoong menatap tak pecaya.
"Yun... ini.." Jaejoong menatap nanar pada pria itu.
.
.
"heii... heii.. bangunlah!"
"hukk.. uhukk"
Mataku terbuka saat merasakan tepukan-tepukan dk pipiku.
Panas.
Kenapa udara terasa begitu panas?
Perlahan mataku mampu menangkap warna merah-oranye yang begitu dominan di sekitarku.
Ah, kenapa aku masih ada disini?
Kenapa aku belum menyusul orangtuaku?
"Syukurlah kau masih hidup, bertahanlah..Kita akan segera keluar.." Mataku sedikit perih, namun aku mampu melihat wajah orang dihadapanku seorang 'kakak' dengan rambut hitam kelam dan mata yang indah bagiku.
Dia bermaksud menyelamatku ?
Tuhan, kenapa kau mengirimnya untuk menyelamatkanku? Bukan membawaku pada orangtuaku?
Aku hanya terdiam saat laki-laki itu menggenggam tanganku, menuntunku berjalan menghindari api yang semakin besar.
Beberapa kali ia sempat terbatuk karena asap semakin banyak, tapi aku bisa melihat kami hampir sampai di pintu keluar dari rumah ini.
Brukk~
"Ukhh hukk~"
Aku terjatuh.
Tenggorokanku terasa begitu sakit, begitu pula mataku semakin perih.
"Yah! Cepat bangun, kita harus keluar!" teriaknya sambil menarik tanganku, namun aku menggeleng lemah.
Aku tak sanggup lagi.
Ssrakk~
Aku masih terbatuk ketika ia menatap keatas dan tiba-tiba memelukku erat.
"ANDWAEE!"
Brakkk!
Aku terbelalak ketika kayu atap yang terbakar menjatuhi bahu laki-laki yang memelukku ini.
"akhh~"
Ia merintih, bisa kulihat baju bagian bahunya yang sobek dengan luka bakar yang tidak kecil.
Tapi sepertinya ini bukan waktu menangis, ia menggendongku dan melindungiku dari kobaran api.
Ia benar-benar membawaku keluar dari tempat mengerikan itu.
Berkatnya, Kami berhasil keluar dengan selamat.
Ia menaruhku di ranjang ambulans, dan terakhir yang kulihat ia meringis memegangi bahunya.
"Ba..hu-muhh.." lirihku sebelum seseorang memberikan alat bantu nafas padaku dan membawaku kedalam mobil mereka.
.
.
"Yu-Yunho? Kaukah itu?"
Jaejoong menatap penuh pertanyaan pada Yunho, luka yang samar di bahu pria itu membuatnya begitu terkejut.
Yunho balik menatap lembut pada Jaejoong.
"Apa yang ingin kau ketahui? Seorang anak laki-laki yang berusaha menyelamatkan gadis kecil di rumahnya yang terbakar ?"
"Yunn~!"
Sontak saja Jaejoong segera menghambur untuk memeluk erat Yunho.
Airmatanya menetes lagi, terlalu banyak kejutan yang ia dapat seharian ini.
"Gomawo Yun.. Gomawo untuk hari itu.. dan hari ini..." Jaejoong memeluk Yunho seerat yang ia bisa.
Mengetahui kenyataan itu, Jaejoong semakin tak mampu menahan perasaannya.
Yunho tersenyum dan mengusap rambut panjang Jaejoong.
"I love you... I love you, Jung Yunho..." Jaejoong menenggelamkan wajahnya di bahu Yunho.
"And i love you more, my little lady~" mereka terlibat ciuman yang tak lagi selembut sebelumnya kini.
Banyak perasaan yang perlu disampaikan, namun bukan lagi dengan kata-kata.
.
.
.
Intensitas keintiman mereka berdua semakin meningkat.
Yunho tak sedikitpun melepas Jaejoong dari kurungannya, ia terus 'menjerat' gadis itu agar semakin mencintai dirinya.
"unghh~" desahan seksi dari Jaejoong membuat Yunho semakin menggila.
Ditelusurunya lembut garis rahang hingga leher Jaejoong dengan bibir dan juga lidahnya.
Jaejoong tak lagi mampu berpikir saat Yunho perlahan membawanya kedalam kenikmatan yang sulit ditolak.
"Aku menginginkanmu, sayang~" lirih Yunho dengan tatapan sayu.
Jaejoong tersenyum, "So, what are you waiting for, my lord ?" Goda Jaejoong dan membuat Yunho segera menyerangnya lagi.
Jaejoong memeluk erat punggung Yunho yang sudah polos, sementara diatas tubuhnya, Yunho sibuk menciumi leher dan bahu gadis itu.
Tangan nakalnya terus membelai paha seksi itu, membuat Jaejoong frustasi.
Dress Jaejoong tak lagi sempurna terpakai, bagian atas dress itu semakin turun, sedangkan bagian bawahnya terus terangkat.
"urmhh~"
Jaejoong menikmati dinginnya udara saat Yunho berhasil melepas dress miliknya.
Yunho terus menyusuri tubuh mulus Jaejoong, kali ini Yunho bermain dengan dada gadis itu.
"auhh~ Yunhh" secara otomatis Jaejoong mencengkram bahu Yunho karena sentuhan tangan panas pria itu di dadanya.
Ada desiran yang menyebar ke seluruh tubuhnya saat Yunho mengulum puncak dadanya, sementara tangan lain Yunho bermain meremas bagian lain dada Jaejoong yang terasa begitu kenyal.
"akkhh... nghh~" Jaejoong mendongak karena kenikmatan yang luar biasa ini.
Yunho mampu memanjakannya hingga tubuhnya terasa meleleh.
Yunho mengecupi dan menghisap daerah di sekitar dada Jaejoong, memberi banyak tanda yang bisa mengikat Jaejoong hanya padanya.
Jaejoong membuka matanya saat pria diatasnya itu beranjak sesaat untuk melepaskan semua pakaian terakhir yang tersisa ditubuh mereka.
Wajah Jaejoong memerah karena kini ia disuguhkan pemandangan tubuh Yunho yang begitu menggoda.
Yunho menyeringai saat melihat rona di wajah Jaejoong, gadis itu sungguh menggemaskan.
Tak ingin berlama-lama diam, Yunho kembali menyatukan bibir mereka, ciuman panas antara keduanya pun tak ter-elakkan lagi.
Saling mengulum, menjilat bahkan battle-tongue membuat saliva membasahi dagu Jaejoong.
Yunho kembali bergerak turun untuk menyusuri tubuh Jaejoong, memastikan setiap inchi tubuh itu hanya miliknya.
Leher, bahu, dada, perut.
Semua tak luput dari ciuman dan sapuan lidah Yunho.
"anghh~!" Jaejoong sedikit menjerit ketika Yunho mencium pusat gairahnya.
nafas mereka semakin memburu, terutama Yunho yang sudah sampai di titik puncak libido-nya.
Ia membuka lebar kedua kaki Jaejoong, memposisikan dirinya tepat di depan kewanitaan Jaejoong.
Lembut, Yunho menciumi sesaat bagian luar surga-nya itu lalu menjilatnya.
Jaejoong menggeliat resah, tangannya mencengkram erat sprei yang kini mulai berantakan itu.
"Pleasehh, Yuhnhh~" erang Jaejoong frustasi sambil menatap pria itu.
Yunho tersenyum, "With my pleasure, baby~"
"ouhh~!"
Jaejoong kembali menghentak kepalanya jatuh diatas bantal saat Yunho tiba-tiba memasukan benda kenyal –lidahnya ke dalam lubang Jaejoong.
Bisa ia rasakan bagaimana lidah Yunho yang nakal bermain di dalamnya, dan bagi Jaejoong itu sangat nikmat.
"Yuhnn~ Yunnhh~" lirih Jaejoong.
Rasanya ia tidak kuat jika terus digoda oleh Yunho seperti ini.
Yunho pun memutuskan untuk melepas sesaat mainannya dan menatap Jaejoong.
"Why, my lady ?"
Jaejoong membuka matanya dan menatap sayu pada Yunho.
'Damn! She's damn sexy!' batin Yunho mengerang.
Dengan nafas tersengal, Jaejoong mencoba mengeluarkan suaranya.
"a-akuh sudah cukup basah.. Masukan saja milikmu sekarang, please~ I just can't hold it back anymore..." Kalimat nakal Jaejoong membuat kesabaran Yunho juga habis.
Hasratnya juga sudah tak terbendung lagi.
"Jika itu yang kau mau, my princess~"
Yunho mengecup bibir Jaejoong sesaat, sementara tangannya berusaha memindahkan kedua kaki Jaejoong keatas pundaknya.
"akhh~"
"umhh~"
Mereka berdua sama-sama mendesah saat kedua bagian sensitif tubuh mereka bertemu.
Yunho menggesekkan sesaat kejantanannya yang sudah mengacung tegak di bibir kewanitaan Jaejoong.
"Inside mehhh, Yunn~" Jaejoong menaruh tangannya di kedua paha Yunho yang kini memenjara pinggulnya.
"Ok, i feel can't holding back too~" Yunho meraih kejantanannya sendiri dengan tangan kirinya, mengocoknya cepat di depan kewanitaan Jaejoong.
"umhhh~" Jaejoong kembali memejamkan mata, menikmati sesasi saat ujung kepala kejantanan Yunho menyentuh permukaan lubangnya.
"Be prepare, honeyhh~" deru nafas Yunho juga mulai tidak stabil, tanda ia tak mampu lagi menguasai dirinya.
"eunghh~" Jaejoong mencengkram kuat pada Yunho saat kejantanan Yunho perlahan memasuki lubangnya.
Jaejoong meneteskan airmata yang sungguh ia tak mengerti karena sakit atau justru karena begitu nikmat?
"Lagiihh, Yunhh~" pinta Jaejoong agar Yunho kembali bergerak memasukkan kejantanannya yang bahkan belum masuk setengahnya.
"Arghhh!" kali ini perasaan sakit mendominasi Jaejoong.
Jelas saja, kewanitaannya kini tengah dibobol milik Yunho yang ukurannya tidak kecil.
Jaejoong menggigit bibirnya untuk meredam teriak kesakitannya meski itu justru menambah rasa sakitnya.
"urmhh~ " Yunho menggeram karena nikmat yang kini menghampirinya.
Damn! Lubang Jaejoong begitu ketat melingkuoi kejantanannya, ia masih virgin.
Airmata Jaejoong masih berguguran, ia masih berusaha menahan rasa sakit itu.
"Sakit ?" tanya Yunho yang kemudian mengecupi paha kanan Jaejoong yang ada di pundaknya.
"Sedikith.. Bergeraklah.."
Mendengar itu, Yunho tersenyum lalu mulai menposisikan diri untuk bergerak.
"ahhh~" gerakan pertama begitu lembut dan pelan, Yunho bisa melihat darah yang mengotori miliknya.
Ternyata Jaejoong benar-benar belum pernah 'disentuh' sebelumnya, dan itu membuat Yunho merasa begitu senang.
"nghh~" Yunho mulai mencoba bermain cepat.
Sambil sesekali menciumi paha bagian dalam Jaejoong, ia terus bergerak mengeluar-masukkan kejantanannya di dalam Jaejoong.
Jaejoong mendesah tak karuan karena sensasi gesekan antara kulit kejantanan Yunho dan dinding kewanitaannya.
"Ahh~ umhh~ Moree... Pleasehh~" peluh mulai semakin banyak membasahi tubuh mereka.
Namun tak sedikitpun mengganggu pergumulan panas yang kini sedang mereka lakukan.
Yunho menatap Jaejoong yang terus mendesah seksi.
Gadis itu begitu indah saat seperti ini, tubuhnya terhentak oleh gerakan Yunho, mulutnya sedikit terbuka, mata terpejam, keringat yang terlihat turun melalui pelipisnya, dan yang membuat Yunho semakin bergairah adalah tanda yang ia ciptakan sendiri di leher serta dada Jaejoong.
"Eunghh~" Yunho semakin mempercepat tusukannya.
"Ahh! Anghh! Disana, Yun... Disanahh~"Yunho segera menusuk tempat yang dimaksud Jaejoong yang ia yakin pusat kenikmatan wanita itu.
"Ahh... Kau sungguh nikmat sayanghh~" puji Yunho yang seperti tak ingin berhenti dari kegiatannya ini.
"ouhhh~" Jaejoong menegang "More~ a little morehh~" ia seolah memperingatkan Yunho.
"With me, honeyhh~ ughh.." Yunho semakin brutal menyodok kewanitaan Jaejoong, membuat gadis itu menjerit berkali-kali.
"Yuhnnn~!" Jaejoong menjerit ketika orgasme menghantamnya.
"Arghh! Feel it, baby.." begitupun Yunho yang kemudian melesakkan kejantanannya dalam-dalam saat menyemburkan cairannya.
Mereka sama-sama mengatur nafas untuk beberapa saat.
Yunho bisa merasakan kewanitaan Jaejoong yang masih berdenyut karena kenikmatan yang baru saja melanda mereka.
Jaejoong membuka matanya perlahan untuk melihat pria yang begitu dicintainya itu.
Yunho, dengan nafas yang masih belum teratur tersenyum lembut, lalu menarik Jaejoong untuk duduk dipangkuannya.
"Akkhh~!" Jaejoong meringis karena posisi ini membuat kejantanan Yunho melesak semakin dalam.
"Jangan bergerak.." pinta Jaejoong sambil memukul bahu Yunho.
Pria itu terkekeh ketika melihat wajah Jaejoong kembali memerah.
"Arasseo.. Thank you baby, aku bahagia..." Yunho mencium lembut dahi Jaejoong.
Mata Jaejoong memanas.
"Aku lebih bahagia lagi, Jung Yunho... " dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, Jaejoong mengecup bibir seksi pria itu.
.
.
Suara nafas teratur Yunho menandakan pria itu sudah terlelap.
Yunho tertidur sambil memeluk pinggang Jaejoong dari belakang karena posisi Jaejoong yang membelakanginya.
Jaejoong merasa begitu hangat karena pelukan ini, padahal mereka masih dalam keadaan polos hanya dengan selimut yang menutupi sebatas pinggang.
Jaejoong belum bisa tertidur.
Lelah luar-biasa memang setelah akhirnya mereka melalui beberapa ronde setelahnya.
Namun justru rasa sakit di kewanitaannya membuatnya susah tidur.
Ia tersenyum samar mengingat betapa hebatnya Yunho tadi.
Terlebih, ia merasa begitu bahagia.
Ia bahagia karena merasa begitu diinginkan oleh Yunho.
Ia bahagia karena Yunho memeluknya, erat menjaga dan menghangatkannya.
Ia bahagia karena mampu memuaskan Yunho.
Ia bahagia karena Yunho juga mencintainya sampai di level itu.
Yunho benar-benar menjadi kebahagiaannya kini.
Jaejoong menggenggam tangan Yunho di perutnya mengusapnya pelan agar pria itu tidak terusik.
Jaejoong masih dengan sejuta kebahagiaannya ketika ia tiba-tiba mendengar suara pintu kamar itu terbuka.
Karena posisi tidur Jaejoong tepat menghadap pintu itu, ia bisa melihat siluet yang mengintip dibalik pintu.
Jaejoong terkejut, matanya terbelalak menatap kearah pintu.
Meski kamar itu kini gelap, tapi ia berani bersumpah kalau ia melihat wanita itu!
Wanita berambut panjang itu, sebelum kemudian ia pergi meninggalkan pintu yang sedikit terbuka.
Jaejoong bangun dari posisinya, menyingkirkan tangan Yunho perlahan.
Ia begitu penasaran dengan sosok itu, sungguh.
Dan akhirnya Jaejoong memutuskan turun dari ranjang, memakai gaun tidur miliknya memutuskan untuk mencari tahu karena rasa penasaran yang begitu menguasainya.
Ia menatap sesaat Yunho yang masih terlelap.
"Mianhae, Yun..."
Setelahnya, ia beranjak keluar dari kamar itu.
Ia tahu dimana harus menemukan wanita tadi.
LANTAI 3.
.
.
To Be continued
Kan, NC nya kacau banget.. T.T
Maaf karena emang cuma segitu kemampuan saya. *deepbow
Chapter depan final terakhir yah, baca juga fanfic saya –SECRETIVE J- *PROMO*
Hehe..
Ohya, cukup saya panggil Cherry aja yah jangan 'thor' rasanya aneh :p
.
.
Last, see ya in the next chapter ^^
.
.
Find me on twitter :: CherryYunJae
