Senin. 24/07/20**
Hari pertama ditahun ajaran baru. Semua yang gue pake baru. Mulai dari tas, buku, kaus kaki, sampe baju seragam pun baru. Udah tradisi Kaasan yang ngebeliin yang baru-baru setiap tahun ajaran baru. Jadinya kayak rutinitas tahunan.
Yang nggak baru hanyalah sarapannya tetap nasi goreng. Oke, gue nggak mau masalahin nasi goreng. Sebelum-sebelumnya Kaasan suka bergantian antara mie instant sama nasi uduk yang dijual sama tetangga gue -karena kebetulan tetangga sebelah rumah gue blasteran Jepang-Indonesia, dan sempet tinggal di Indonesia lumayan lama.-
Tapi, mie instant paling dulu dieliminasi dari awal.
Usulan pertama datang dari kakak gue, Itachi.
"Mie Instant nggak bagus buat pencernaan. Merusak usus dan lambung," Begitulah ucap Itachi, kakak gue yang imut-imut karena kebanyakan keriput.(?)
Gue setuju bukan karena alasan Itachi. Tapi Kaasan itu selalu kelamaan kalo masak mie instant. Akhirnya yang dihidangkan adalah bubur mie.
Kalo nasi jadi bubur masih enak dimakan. Kalo mie jadi bubur….. Yiaks!
Lihat aja nih, resep dari Kaasan tersayang.
— Bubur mie ala Sasuke's mum —
1. Remas-remas mie instant,
2. Didihkan air 500 ml,
3. Masak hingga air meresap seluruhnya,
4. Bubuhkan bumbu dan … this is it!
~*~ ocha-ocha ~*~
Suatu pagi gue disuruh beli sama Kaasan nasi uduk. Maka gue ngajak kakak gue yang imut-imut kayak marmut *hoek*, Itachi.
"Sas, gue punya teka-teki nih." Ucap Itachi waktu kami antri untuk mendapatkan lima bungkus nasi uduk.
"Apaan?" tanya gue ogah-ogahan.
"Benda apa yang paling enak buat menggaruk betis berbulu yang kudisan?"
Gue diem aja. Males nanggepin pertanyaan dari kakak gue yang kadang-kadang rada sedeng ini. Tapi ngeliat mukanya yang ngarep banget gue buat jawab pertanyaannya, akhirnya gue jawab ngasal aja. "Jari mungkin."
"Salah. Yang bener itu centong nasi uduk. Lihat aja tuh!"
Wuaaaaaah! Gue langsung mundur dari antrian begitu melihat ke arah pak Orochi, tetangga gue yang jualan nasi uduk, yang blasteran Jepang-Indonesia.
Rupanya kakinya eksim! Dan sesekali kalo gatal, dia menggaruknya dengan centong nasi uduk. Gue langsung mengusulkan Kaasan untuk mencoret nasi uduk dari daftar sarapan. Itachi sempat protes, karena menurutnya nasi uduk Pak Orochi adalah sarapan paling enak di dunia dan akherat.(?)
Tapi lihat aja nih, bukti forensik yang gue dapet:
1. Rambut kaki
2. Kulit kering
3. Nasi uduk
"Kita udah makan 289 bungkus nasi uduk Pak Orochi, nggak pernah tuh sembelit atau diare. Masa sih, masih dibilang nggak higienis?" Protes Itachi. Tapi nggak ada yang menggubrisnya. Akhirnya, selama beberapa hari dia marah sama gue. Gue sih cuek aja. Besok kalo dia butuh dianterin buat beli cream anti angine juga baik-baikin gue lagi.
Sejak saat itulah sarapan kami hanya nasi goreng. Kadang-kadang Corn Flake atau sandwich.
Setelah sarapan, gue langsung tancap gas menuju sekolah gue tercinta Konoha High School.
Sampai di sekolah tercinta gue, gue nggak mau langsung ke kantin. Teman-teman gue biasanya udah ngerubungin stand punya Teuchi-jiisan yang terkenal dengan ramennya. Selain terkenal dengan ramennya, disana juga terkenal karena anaknya Teuchi-jiisan yang cantik. Ihiy~ Asek~
Karena belum waktunya istirahat di kantin, gue ceritain dulu hari pertama di kelas baru. Seperti biasa semua saling rebutan tempat duduk. Gue suka banget duduk deket dinding yang ada jendelanya. Biar kalo kentut bisa langsung ketiup angin dan nggak menyebabkan global warming. Dan dari 39 anak, belum ada yang mau duduk sebangku sama gue. Shikamaru yang sebelumnya sebangku sama gue, disuruh ibunya sebangku sama Neji. Alasannya, ibunya Shika sama ibunya Neji ternyata sama-sama berbintang virgo. Alasan macem apaan tuh. Nggak bermutu banget. Harusnya alesan tuh kayak gini. Mereka duduk sebangku karena ayah mereka sama-sama laki-laki. Itu baru alesan yang bagus dan bermutu!
Kalo gue sih ogah banget sebangku sama si Neji. Kami menjulukinya "Si Selalu Ingin Duduk di Depan dan Tuan Mencari Muka Guru." Gue menambahkannya "Si Pantat Lem." Soalnya dia nggak pernah bergeser dari duduknya walaupun pelajaran kosong sekalipun. Sementara siswa lainnya rebutan ngacir ke kantin, atau ada yang ngorok hebat di lantai. (if you know who I mean)
"Biar nggak ada guru, bukan berarti kita nggak belajar." Begitulah ucapnya sambil mencatat kegiatan setiap siswa selama pelajaran kosong dan melaporkannya ke kepala sekolah saat pulang nanti.
Begitu bel masuk berbunyi kami menebak-nebak murid baru yan akan masuk kelas. Tahun lalu Naruto adalah murid baru. Tahun ini gue nggak tahu karena nggak pernah ada beritanya di televisi. Lagipula gue kan cuman nonton Bleach sama Fairy Tail doang di TV. Bukan berita!
Semenit kemudian, wali kelas kami, Kakashi-sensei masuk. "Selamat pagi anak-anak."
"Selamat pagi sensei." jawab kami kompakan.
"Baiklah semuanya, kalian akan mendapatkan teman baru hari ini. Masuklah Sai." kata Kakashi-sensei. Dan nggak lama kemudian, masuklah seorang anak cowok. Yang jelas semua cewek langsung membuka mulut dan matanya. Malah ada yang sampe jejeritan, nangis, ngiler, bahkan nyakarin tembok terdekat secara berjamaah.(?)
Gue juga kegirangan. Sudah lama gue pengen banget punya temen kayak Sai, matanya onyx, kulitnya putih, rambutnya item. Persis kayak gue! Pokoknya keren. Dan gue seneng banget bisa punya temen kayak Sai. Bukannya apa-apa, tapi gue udah cukup bosen tiap hari liat cewek pingsan gara-gara terpesona sama gue. Nah, sekarang kan seenggaknya kalo ada cewek pingsan bukan cuma gue tersangkanya. Tapi Sai juga!
Tapi gini-gini gue juga nggak kalah keren sama Sai. Gue punya satu rahasia besar biar cewek-cewek bisa klepek-klepek sama gue, yaitu Rambut Pantat Ayam gue yang fenomenal dan cetar membahenol! Gyahahaha.
Gue rasa satu-satunya yang nangis di kelas ini adalah Sasori. Karena selama ini dia menempati posisi nomer 1 cowok favorit di kelas. Sebentar lagi posisinya digeser menjadi nomer 2.
1. Rank 1, Ditempati oleh Shimura Sai.
2. Rank 2, ditempati oleh Akasuna Sasori.
3. Rank 3, ditempati oleh Deidara.
4. Rank 4, ditempati oleh Sabaku Gaara.
5. Rank 5, ditempati oleh Namikaze Naruto.
6. Rank 6, ditempati oleh Naara Shikamaru.
7. Rank 7, ditempati oleh Inuzuka Kiba.
8. Rank 8, ditempati oleh Uchiha Sasuke. (Gue dong!)
9. Rank 9, ditempati oleh Yahiko Pein.
10. Rank 10, ditempati oleh Neji. (Gue bingung, kenapa si pantat lem ini bisa masuk daftar!)
Kakashi-sensei kemudian meminta Sai untuk memperkenalkan dirinya. "Hai I'm Sai. Let's be a good friend." Wuueezzz...! Bahasanya bule coy!
Kakashi-sensei menyuruh Sai untuk duduk sebangku sama gue. Gue tersenyum menyambut kedatangannya. Baru beberapa menit, gue melihat mukanya berubah pucat. Hm, jangan-jangan dia takut dikerjain karena murid baru. Gue mengambil kertas dan menuliskan: "Elo nggak usah takut gitu dong. Murid baru di kelas ini nggak akan dikerjain."
Sai membalas menulis dibawahnya: "Gue nggak takut dikerjain."
Gue membalas dibawahnya: "Terus, muka elo kenapa pucet begitu?"
Sai membalas panjang banget: "Perut gue mules banget. Gara-gara tadi makan nasi goreng buatan mami, kepedesan."
Gue langsung membalas: "Nih batu kecil, kantongin aja. Ampuh kok. Try it."
Gue menyodorkan batu kecil yang emang gue simpen di kolong meja buat kalo-kalo perut gue mules karena ngelihat muka Neji. Sai pun masukin tuh batu ke kantong celananya.
Semenit kemudian Sai menulis: "Heran, kok bisa ilang ya mulesnya? Thanks, ya."
Gue buru-buru menjawab: "Enggak ngerti gue juga. Gue dapet tuh cara dari kakak gue. Gue punya tetangga orang blasteran Jepang-Indonesia. Dan kakak gue yang lumayan sarap itu sering gaul bareng sama dia, dan tetangga gue ngasih tips begituan. Katanya sih, itu Indonesian jamu. Real Ampuh. Sukur deh kalo ilang mulesnya."
Gue sih beneran nggak tahu emang mujarab atau nggak tuh cara, tapi hari ini gue punya tiga catatan penting:
1. Berterima kasih kepada Kaasan yang seumur hidup belum pernah bikin gue mules karena nasi gorengnya.
2. Sedia batu sebelum mules. (Indonesyan Jamoo is Real Ampuh!)
3. Makan sel-sel kudisan nggak bikin mules. (don't try this at home xD)
- TBC -
minta Review boleh? saya newbie di sini dan masih butuh banyak bimbingan dari senpai semua :D
