Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.
Author : The Abnormal Kid.
Rated : T.
Genre : Romance, Family.
Pairing : Ichimaru Gin and Matsumoto Rangiku.
Chapter : 01 (Ongoing).
Warning : Typo (s), OOC, alur terlalu cepat, gaje, abal abal, and many more.
Terinspirasi dari : Byousoku 5cm (Anime Movie).
Aired: Feb 11, 2007 to Mar 3, 2007
Producers: ADV Films, Bandai Entertainment, CoMix Wave.
DON'T LIKE DON'T READ!
Dibawah Langit Senja.
"Aku menyukaimu."
Mata biru anak perempuan ini sedikit terbuka ketika mendengar sebuah pernyataan yang agak mengejutkan dari seorang bocah berambut putih (atau mungkin bisa dikatakan perak?) didepannya dengan ekspresi tersenyum lebar sambil menunjukkan gigi-giginya yang putih berseri.
"Eh?"
"Aku menyukaimu, jadi bolehkah aku bermain denganmu?"
"A-um, iya, boleh."
Senja hari di TK Karakura kala itu begitu sepi, sudah tak ada siapapun disana. Tak ada guru, tak ada anak-anak lainnya. Hanya menyisakan dua anak yang bermain pasir bersama. Menunggu seseorang menjemput mereka.
Tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam meluncur di depan TK dengan salah satu jendela dibagian belakang yang sudah terbuka.
Lalu keluar sesorang dari mobil itu, dari fisiknya sudah jelas terlihat sangat tua.
Dengan Jenggot panjang menjuntai dan kepala botak penuh keriput, dia berjalan kearah dua anak yang sedang bermain itu.
"Tuan muda,-"
"Sudah berapa kali kukatakan, panggil saja aku Gin, Yama-jii," belum selesai pak tua itu berkata, bocah berambut putih ini langsung menyela sambil tetap bermain pasir.
"Tapi tuan muda, tuan Toushirou sedang berada dalam mobil itu dan melihat kita. Akan sangat lancang jika saya memanggil anda seperti itu," jawab pak tua ini dengan raut muka cemas.
"Toushirou, Toushirou, Toushirou, selalu saja dia. Cih!"
"Tuan muda."
"Ya ya ya, aku mengerti." Seketika bocah bernama Gin ini berdiri dan keluar dari pasir.
"Maaf ya, bermainnya sampai disini dulu," ucap Gin pada anak perempuan yang baru saja bermain dengannya.
"Ya, tak apa," jawab anak perempuan itu dengan muka yang penuh dengan pasir.
"Ayo, Yama-jii," tanpa basa basi, Gin langsung berjalan -setengah berlari- menuju pada mobil hitam tersebut.
Si pak tua yang sepertinya sudah terbiasa dengan kelakuan tuan mudanya ini langsung berlari kearah mobil, dan membukakan pintu bagi sang majikan.
Saat Gin sudah masuk ke dalam mobil, pintu mobil ditutup oleh Yama lalu segera ia bergegas masuk ke dalam mobil bagian depan untuk menyetir.
Di sebelah Gin yang baru saja masuk, sudah menunggu seorang pemuda berambut putih spike yang tak lain adalah tuan Toushirou yang dibicarakan Yama-jii tadi.
"Ada apa gerangan kau tiba-tiba menjemputku?" tanya Gin.
"Kau tak perlu tahu."
Gin tak menjawab, matanya hanya memandang kearah jendela sambil memasang raut muka kesal.
Dia tahu, kakaknya itu takkan pernah bersikap baik padanya.
Keluarga Ichimaru adalah keluarga yang seluruh anggota keluarganya adalah seorang jenius.
Mereka memanfaatkan kejeniusan untuk menghasilkan uang sehingga bisa sekaya ini.
Bahkan Ichimaru Gin, cucu dari Ichimaru Juushirou -kakek Gin dan Toushirou serta petinggi di keluarga utama- kejeniusannya sudah terlihat sejak masa kanak-kanak.
Lihat saja bagaimana cara bicaranya pada kakaknya yang layaknya seorang dewasa.
Namun dibalik kejeniusan dan kekayaan mereka, keluarga ini juga menerapkan sistem pendidikan yang luar biasa ketatnya.
Seluruh anggota keluarganya akan dipaksa untuk menyelesaikan pendidikan tak lebih dari 10 tahun.
Bahkan jika ada yang menyelesaikannya selama 8 tahun saja, posisinya dalam keluarga akan langsung diturunkan.
Tak terkecuali Gin, dia baru berumur 3 tahun tapi langsung dipaksa masuk kedalam ketatnya peraturan pendidikan keluarga Ichimaru.
"Aku sudah menentukan SD mu, besok Yama akan mengantarmu kesana," ucap Toushirou tiba-tiba di tengah perjalanan.
"Aku masih ingin di TK, jangan seenaknya menentukan pendidikanku," Gin menatap jendela dengan raut muka kesal, tanpa mempedulikan kakaknya yang bicara.
"Aku yang paling mengetahui segalanya tentangmu," tanpa peduli bagaimana reaksi dan perkataan adiknya, sang kakak ini masih tetap melanjutkan perkataannya yang sedingin es.
"Lucu sekali, memangnya kau siapa sampai mengetahui segalanya tentangku?"
"Siapa aku? Aku adalah kakakmu. Hanya orang bodoh yang bertanya hal yang sudah pasti seperti itu."
Kembali, Gin menahan kesal.
Menahan tangannya yang sangat ingin memukul kakaknya itu.
Gigi-giginya semakin menggeretak tak karuan.
Yama yang sedang mengemudi melihatnya dari kaca spion dalam mobil, hanya bisa pasrah dan tak bisa berbuat apa-apa.
Dia sadar bahwa dengan posisinya sekarang, bahkan untuk menatap tuannya secara langsung pun dia tak berani.
"Apa menurutmu, kau tahu segalanya bagiku?" Gin yang masih menahan kesal kembali melontarkan pertanyaan.
"Tentu saja."
"Jadi, suatu saat aku akan menjadi sepertimu? Dingin dan kejam bahkan terhadap adiknya, keluarganya sendiri?"
"Mungkin."
Gin tak bisa berkata apa-apa lagi.
Dia menyandarkan badannya, menutup matanya dan menghela nafas panjang.
- Beberapa hari kemudian -
SD Karakura.
"Hei, lihat. Siapa dia?"
"Yang mana?"
"Itu, anak kecil berambut putih itu. Beberapa hari yang lalu, aku masih melihatnya di TK, tapi sekarang dia sudah berseragam SD saja."
"Bodoh, rambut putih seperti itu hanya bisa dimiliki oleh seorang Ichimaru."
"Keluarga jenius itu?"
"Iya, mereka sudah biasa seperti itu."
"Oh."
Di tengah orang-orang yang banyak membicarakan dirinya, Gin kecil berjalan ke kelasnya dan membulatkan tekadnya.
"Aku akan menyelesaikan semua pendidikan ini dengan waktu yang cepat. Tidak, bahkan terlampau cepat untuk diikuti oleh yang lain! Dan aku akan membebaskan diri dari semua ini. Dari kakak, dari Ichimaru, kota Karakura, dan semuanya!"
- Beberapa tahun kemudian -
- Rumah keluarga Ichimaru -
Sebuah ruangan dengan penuh nuansa kayu.
Dan penuh dengan buku bacaan yang tertata rapi di setiap raknya.
Sebuah lukisan besar bergambar ikan koi kembar yang terletak di belakang sebuah meja kayu besar yang berisi banyak obat disisinya, disertai dengan kursi kayu dengan ukiran indah yang tampak mahal.
Disana duduk seorang yang mempunyai rambut putih panjang dengan alis hitam.
Terkadang dia batuk-batuk untuk sesaat, lalu kembali melayangkan pandangannya kearah cucu kesayangannya itu.
"Aku sudah menetapkan SMA tujuanku," Gin yang kini berusia 5 tahun, telah menyelesaikan pendidikannya di SD dan SMP, dan segera ingin melanjutkannya ke SMA.
Tapi kali ini ada yang berbeda.
Karena kecepatannya dalam menyelesaikan pendidikan begitu luar biasa.
Dia diberi kesempatan oleh kakaknya untuk bisa memilih sekolahnya sendiri.
Dengan syarat, kakeknya menyetujuinya.
Karena itulah, dia disini.
"Ya, aku sudah dengar dari Toushirou, uhuk uhuk. Sungguh prestasi yang sangat luar biasa, kau bisa lulus dari SD dan SMP hanya dalam 2 tahun."
"Tak usah banyak bicara," tanpa mempedulikan perkataan kakeknya, Gin langsung menyerahkan brosur SMA yang ingin ditujunya.
"Ini, bukannya SMA Naruki? Tapi itu diluar kota Karakura."
"Karena itulah aku ingin kesana! Ayolah, izinkan aku untuk memilih masa depanku kali ini saja!"
"Uhuk uhuk, tapi untuk apa? Tak usah di Naruki, di Karakura pun banyak sekolah yang bagus."
"SUDAHLAH, IZINKAN SAJA!" Gin sudah kehilangan kesabarannya pada kakeknya ini, tangannya mengepal dan memukul meja kayu besar itu dan matanya memerah dengan tatapan yang tajam pada kakeknya.
"Baiklah, kuizinkan," Juushirou tak bisa berbuat apa-apa kalau cucunya sudah bersikap seperti itu. Selain itu, dia berpikir mungkin di kota Naruki akan memberikan pengalaman yang berbeda dan bermanfaat bagi cucunya.
SMA Naruki.
Sebuah sekolah yang bisa dibilang cukup biasa, murid-muridnya pun kebanyakan berlatar ekonomi menengah kebawah.
Sekolah ini adalah satu-satunya sekolah SMA di kota Naruki, karena kebanyakan sekolah disini diisi oleh SMK pertanian atau peternakan.
Sawah-sawah masih banyak terlihat, jalanan tak begitu ramai oleh kendaraan, bangunannya pun lebih sederhana dibanding kota Karakura.
Dan tak ada alasan bagi Ichimaru sekelas Toushirou untuk berkunjung kesini, kota yang mungkin akan dianggapnya sebagai sampah. Kota yang tak berguna untuk mengembangkan kejeniusan Gin, mungkin begitu pikirnya.
Dan karena alasan itulah, Gin memutuskan melanjutkan sekolahnya disini.
*Bruk*
"Aduh.."
"Maaf, ini salahku," ucap Gin setelah menabrak seorang gadis yang mempunyai dada cukup besar.
"Ah, tidak apa-apa. Ini salahku karena terlalu ceroboh," balas gadis itu sambil membereskan barangnya yang berserakan.
Selama gadis itu membereskan barangnya, Gin masih memperhatikan gadis itu.
Rambut Blond bergelombang, mata biru, dada besar.
Semua itu seolah mengingatkannya pada seseorang.
"Kau! Kau yang di TK waktu itu kan?! Bagaimana bisa kau disini?! Seragam itu, jadi kau salah satu murid disini?!" Gin yang baru tersadar akan ingatan tentang gadis itu langsung menanyakan berbagai pertanyaan.
"I-iya, aku yang waktu itu. A-aku memang sekolah disini," karena diserang berbagai pertanyaan dengan cepat, gadis itu menjadi sulit berkata-kata.
"Bagaimana mungkin.."
Jelas Gin terkejut, karena gadis itu seharusnya sekarang masih di TK.
Tapi bagaimana dia bisa langsung ada disini, sekolah di SMA Naruki.
"Tidak mungkin ada orang lain yang bisa menyusulku, bagaimana dia bisa?"
- To Be Continued -
Author's note : seperti biasa, karya saya yang satu ini juga masih buruk, ancur, gaje dan abal-abalnya tak karuan.
Mohon Reviewnya, tapi jangan di Flame -_-
Chapter 02 mungkin lama keluarnya.
