Disclaimer : Bleach © Kubo Tite.

Author : The Abnormal Kid.

Rated : T.

Genre : Romance, Family.

Pairing : Ichimaru Gin and Matsumoto Rangiku.

Chapter : 02 (Ongoing).

Warning : Typo (s), OOC, alur terlalu cepat, gaje, abal abal, and many more.

Terinspirasi dari : Byousoku 5cm (Anime Movie).

Aired: Feb 11, 2007 to Mar 3, 2007

Producers: ADV Films, Bandai Entertainment, CoMix Wave.

"Bagaimana bisa kau disini?" Rasa penasaran Gin masih belum usai, dia masih tak mengerti bagaimana caranya gadis itu bersekolah disini.

"A-anu, karena kau bilang kalau kau menyukaiku di TK waktu itu, aku akhirnya mengikutimu, kemanapun sekolahmu, aku selalu mengikutimu."

"Hah? Apa maksudmu? Bagaimana mungkin kau menyusulku kesini?"

"Pada saat kau masuk SD itu, aku juga masuk dan mengikutimu dari belakang, bahkan kita sekelas waktu itu. SMP juga, dan begitu pun sekarang."

"A-apa?! Ta-tapi bagaimana mungkin?! A-aku bahkan tidak melihatmu disana?!" Kini giliran Gin yang terbata-bata.

"Karena aku yang menyembunyikan kehadiranku darimu, soal itu, tak terlalu susah kok untuk mengikutimu," dengan entengnya gadis itu membalas pertanyaan Gin.

Tapi Gin sepertinya masih belum percaya akan pernyataan gadis di depannya itu.

Lalu Gin melihat sekelilingnya, dan dia baru sadar kalau dia sudah diperhatikan banyak orang sedari tadi.

"Ayo," sadar akan situasi, Gin langsung menarik tangan gadis itu dan membawanya ke atap sekolah.

Sesampainya diatap sekolah, keduanya kemudian duduk dan beristirahat setelah lelah menaiki puluhan anak tangga.

Karena tubuh mereka masih kecil, butuh kerja keras untuk melalui tangga-tangga tersebut.

"Jadi, kau mengikutiku hanya karena aku berkata menyukaimu? Tak ada alasan lain?" Pertanyaan Gin akhirnya terlontar kembali setelah beberapa saat diam kehabisan nafas.

"Iya."

"Tapi bagaimana kau tahu informasi tentang sekolahku?"

"Keluargaku dari dulu dekat dengan keluarga Ichimaru, jadi bukan masalah bila aku meminta informasi tentang dirimu."

"Tunggu sebentar, keluargamu dekat dengan Ichimaru? Jangan-jangan, Matsumoto?!"

"Memangnya kau tidak tahu kalau aku ini berasal dari keluarga Matsumoto? Aku saja langsung tahu kok kalau kau itu dari Ichimaru," berbeda dengan Gin yang dipenuhi penasaran, gadis ini malah dengan santainya mengeluarkan sebuah kotak cemilan lalu memakannya dengan lahap.

"Aku tak pernah bertemu dengan keluarga Matsumoto. Memang keluarga kami dekat, aku juga pernah mendengar tentang keluarga Matsumoto tapi aku masih terus dikekang oleh kakak. Jadi begitulah," mendadak Gin menundukkan wajahnya, teringat akan ketatnya peraturan sang kakak.

*Slupp*

Sebuah coklat berhasil mendarat di mulut Gin, pelakunya tak lain tak bukan adalah si gadis Matsumoto yang memasukkan coklat ke mulut Gin secara langsung dengan tangannya.

"Kalau begitu mari berkenalan, aku Matsumoto Rangiku!" ucap Rangiku dengan ekspresi yang hampir sama dengan Gin ketika pertama kali mereka bertemu.

Gin tak langsung menjawab, dia mengarahkan telapak tangannya ke wajah Rangiku, mengisyaratkan bahwa dia masih mengunyah coklat yang tiba-tiba masuk ke mulutnya itu.

"Tadi itu berbahaya sekali, kalau coklatnya masuk terlalu dalam bagaimana? Lagipula aku akan lebih senang bila kau memberi permen daripada benda pahit-manis atau apalah itu namanya!" Protes Gin yang telah berhasil menelan sebongkah (?) coklat tadi.

"Permen itu akan membuat gigimu yang bagus itu menjadi berlubang, coklat lebih baik karena memberikan efek kesenangan pada yang memakannya."

"Bodoh! Coklat juga bisa menyebabkan gigi berlubang!"

"Hah? Iyakah? Aku belum pernah mendengarnya," dibentak seperti itu, gadis ini malah tetap santai dan tetap memakan coklat kesukaannya.

"Benar-benar, bagaimana bisa seseorang sepertimu bisa menyusulku seperti ini."

"Karena aku jenius! Ingat, tak hanya keluarga Ichimaru yang jenius, keluarga Matsumoto juga!" ucap Rangiku sambil mengangkat telunjuknya keatas dan mengedipkan sebelah matanya.

Gin yang melihatnya hanya bisa Shock, dia tak habis pikir seorang dengan sikap seperti itu mampu menyusulnya.

Saat ini sudah memasuki musim semi.

SMA Naruki seolah bernuansa merah muda karena bunga-bunga sakura disekeliling sekolah bermekaran dan bertebaran kemana-mana.

Dan begitu pula dengan Gin dan Rangiku yang sedang menikmati indahnya sakura dibawah pohon sakura.

Matahari sudah mulai terbenam sekarang, Gin belum kembali ke rumahnya -rumah di Naruki, yang ia beli setelah masuk ke SMA Naruki yang bertujuan untuk jauh dari kakak dan keluarganya. Rumahnya berdekatan dengan sekolah, jadi setiap hari dia hanya berjalan kaki untuk pergi ke sekolah. Selain itu, dia tinggal sendirian, jadi tak ada seorang pun yang membantunya - sementara Rangiku belum pulang karena masih ingin melihat bunga sakura.

"Hei, pulanglah. Sebentar lagi gelap, tak baik kalau terus berlama-lama disini," bujuk Gin pada Rangiku sambil berdiri di depan Rangiku yang sedang duduk.

"Kau sendiri bagaimana?" Balas Rangiku yang sepertinya masih ingin tinggal disana.

"Rumahku dekat, kau lihat rumah itu? Itu adalah rumahku," jari telunjuk Gin diarahkan kearah rumah dibelakang pohon sakura dimana mereka berada.

"Oh, ternyata disitu rumahmu. Kau tinggal sendiri?" Tanya Rangiku yang masih menatap rumah Gin.

"Ya, aku tinggal sendiri. Memang merepotkan sih, tapi lebih baik daripada di rumah," muka Gin yang tadinya tegak, sedikit menunduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ngomong-ngomong, di semester dua nanti aku akan pindah," kali ini pandangan Rangiku telah beralih pada Gin, tapi raut mukanya yang ceria sudah tak ada.

"Hah? Kenapa?" Gin yang masih tak percaya dengan kalimat yang diucapkan Rangiku tadi, sedikit memajukan badannya kearah lawan bicaranya itu.

"Ayahku ingin aku mendapat pendidikan yang lebih baik, daripada disini yang menurutnya dibawah standar."

Gin masih terdiam, pernyataan Rangiku itu mungkin di luar dugaannya.

Disaat dia sudah mulai akrab dengannya, Gin harus berpisah dengan temannya itu.

"Tapi apa boleh buat, aku tak bisa menolak sih. Tapi kita masih punya waktu untuk bermain bersama sebelum aku pindah. Bukan begitu Gin?"

"Aku menyukaimu," akhirnya sebuah kata terucap dari Gin setelah dia diam beberapa saat.

"Hah?"

"Tidak, aku mencintaimu!" Tanpa ragu-ragu, Gin langsung menyatakan pernyataan cintanya.

"A-apa?!" Sebuah rona merah tampak di wajah Rangiku.

"Ya, karena kau akan pindah, aku tak bisa menunda waktu lagi. Cinta pada pandangan pertama, itulah yang kurasakan pada saat di TK waktu itu. Aku suka rambutmu yang bergelombang, aku suka matamu yang indah dan cantik, aku suka wajahmu yang polos, aku suka segalanya tentang dirimu!"

Rangiku diam membisu.

Wajahnya merah keseluruhan, tangan dan kakinya bergetar sampai tak bisa bergerak kemanapun.

- To Be Continued -