Keramaian langsung tercipta setelah adegan mereka saling tindih. Orang-orang yang tahu bahwa Lee Sungmin adalah orang yang ditindih langsung sibuk mengambil gambar. Sungmin yang tahu kalau sebentar lagi dirinya bisa terlibat skandal langsung meninju pelan perut Kyuhyun. "Minggir, maniak. Orang-orang melihat kemari," desisnya pelan. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, "Minggir lalu membiarkanmu kabur lagi? Jangan bermimpi."

"Kumohon minggir. Aku akan bertanggung jawab," Sungmin memohon. Dengan anggukan sekali, Kyuhyun bangkit dan langsung menarik Sungmin dari keramaian, sayup-sayup ia mendengar beberapa orang meneriakkan nama Sungmin. 'Banyak yang mengenal Sungmin, memangnya dia artis? Atau dia memang terkenal karena merupakan transgender paling keren?' pikirnya.

.

.

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 2-

Kyuhyun dan Sungmin berada di restoran yang sama dengan yang kemarin Sungmin datangi, bedanya kali ini Sungmin memilih ruang khusus. Setelah pergi dari keributan yang tak sengaja mereka buat tadi, Kyuhyun menarik Sungmin ke tempat mereka sebelumnya dan memaksa Sungmin mencari ponselnya. Lalu setelah ponsel itu ditemukan dan, untungnya, dalam keadaan sehat, ganti Sungmin yang menarik Kyuhyun ke restoran yang mereka tempati sekarang.

"Begini, bukannya aku bermaksud sombong atau semacamnya, tapi...kau tau, aku...cukup terkenal belakangan ini," Sungmin memulai percakapan. Kyuhyun hanya mengangguk sebagai balasan kalau ia mengerti.

"Aku minta nomor ponselmu. Kalau-kalau terjadi sesuatu yang buruk pada diriku atau karirku, kau adalah satu-satunya orang yang sangat bertanggung jawab atas itu," ia melanjutkan.

"Kenapa harus aku?" balasnya agak tak terima. Bagaimanapun menurutnya, Sungmin lah yang lebih dulu memulai.

Pemuda di depannya hanya bisa menepuk wajahnya. Orang di hadapannya benar-benar tak merasa bersalah sedikit pun. Selagi dirinya berpikir bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, ponselnya berdering. Sungmin agak cemas melihat managernya menelpon. 'Apa beritanya sudah menyebar?' batinnya pasrah.

Sungmin mengabaikan panggilan tersebut. Seperti teringat sesuatu dia mengarahkan pandangannya pada Kyuhyun. "Kau... Kau punya indera keenam kan?" tanyanya tiba-tiba.

Kyuhyun yang sedang menyesap kopi di depannya menatap langsung ke arah Sungmin.

"Iya kan? Kalau begitu bisa beritahu aku apa yang akan terjadi kalau aku mengangkat telepon ini?"

Menelan kopinya dengan susah payah, Cho Kyuhyun menyingkirkan cangkir kopi dari depan wajahnya.

"Aku...aku bisa saja tapi aku sedang tidak mau." Bohong. Lagi-lagi. Yah, kebohongongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

"Ayolah, kumohon. Setelah ini aku bersumpah akan melakukan apapun yang kau minta," pinta Sungmin dengan wajah manisnya. Tepat sebelum Kyuhyun membalas apapun, dering ponselnya berhenti. Baik Sungmin maupun Kyuhyun hanya diam dan tenggelam dengan pikiran masing-masing.

Selesai berpikir, Kyuhyun akhirnya memutuskan sesuatu.

"Kemarikan dulu ponselmu," katanya. Sungmin merasa dejavu. Dengan jelas bisa dilihat alisnya mengkerut. Ia tak mau kejadian di kereta terulang dan orang ini kembali membawa kabur ponselnya. Dengan cepat Sungmin menggelengkan kepalanya.

"Ayolah, Sungmin-ah, aku mungkin bisa membantumu." Kyuhyun merampas paksa ponsel Sungmin. "Aku pinjam dulu," katanya dan langsung dihadang oleh pemilik. Memberikan ponselnya pada Sungmin sebagai jaminan, Kyuhyun langsung menuju toilet.

.

.

Kyuhyun mengecek panggilan tak terjawab di ponsel pink itu. Ia menemukan kontak Leeteuk-hyung di baris teratas. Mengingat saat ia di taksi beberapa hari yang lalu, ia menduga Leeteuk-hyung adalah rekan bisnis Sungmin dan pasti akan menelpon lagi kalau memang ada urusan penting.

Seperti dugaan Kyuhyun, ponsel di genggamannya kembali berdering, dari orang yang juga sudah ia duga, Leeteuk-hyung.

"Sungmin-ah, kau dimana?"

"Ah, maaf ini bukan Sungmin," jawab Kyuhyun percaya diri.

Terdengar jeda yang cukup lama dari seberang. Kyuhyun menghela napasnya pelan dan langsung mengambil alih, "Begini, barusan Minnie menitipkan ponselnya padaku. Ia bilang siapapun yang menghubunginya, tanyakan ada perlu apa."

"Minnie?"

"Ne. Minnie. Lee Sungmin, kekasihku."

"MWO? Jangan bercanda!"

"Leeteuk-sshi, kumohon dengarkan aku. Kekasihku menitipkan pesan untuk menanyakan ada perlu apa. Tolong katakan ada urusan apa agar kekasihku yang bernama Lee Sungmin tidak marah padaku," balas Kyuhyun dengan serius.

"Tapi...kekasih? Dasar gila. Sungmin kan..." Leeteuk mengoceh cukup lama membuat Kyuhyun jengah.

"Kumohon, Leeteuk-sshi," potongnya akhirnya. Leeteuk mengalah dan mengatakan bahwa Sungmin harus menemuinya sekarang di apartemen dan menjelaskan maksud foto yang barusan tersebar. Foto Sungmin dan dirinya beberapa saat yang lalu. Mendapat info yang dia inginkan, Kyuhyun langsung menutup telepon. Menuju daftar panggilan, ia segera menghapus baris paling atas dari daftar panggilan masuk. Hanya jaga-jaga kalau Sungmin mungkin mengecek dan mengetahui semua kebohongannya.

Matanya menyipit saat mengingat wajah Lee Sungmin, ia benar-benar penasaran siapa orang itu. Dengan cepat ia menjelajah internet dan voila! Akhirnya ia tahu bahwa Lee Sungmin yang sekarang menunggunya di dalam adalah seorang artis yang sedang naik daun. Jangan salahkan Kyuhyun kalau dia tidak kenal Sungmin, separuh hidupnya memang tidak diisi untuk menonton infotaiment atau semacamnya.

Ia juga mencari info tentang Leeteuk yang pasti ada hubungan dengan Sungmin. Dan hasil yang ia dapat adalah Leeteuk, alias Park Jung Su adalah manager Sungmin.

Kyuhyun mendadak pucat. Ia menepuk dan mengusap wajahnya berkali-kali.

Ia ceroboh.

Bukan hanya hidup Sungmin yang dalam keadaan bahaya, dirinya juga bisa-bisa masuk berita, dikejar wartawan, diamuk fans, dan kejadian lainnya yang tak terbayangkan.

Hanyut dalam pikirannya sampai ia tak sadar ponsel yang ia pegang kembali berdering. Dengan malas ia mengangkatnya sambil kakinya ia arahkan menuju tempat Sungmin menunggunya. Wajahnya sedikit lesu.

"Kau tidak sedang mencoba membawa kabur ponselku lagi kan?" tanya Sungmin di seberang. Kyuhyun kembali tersenyum mendengar suara Sungmin. Kekhawatiran Sungmin terhadap ponselnya bebar-benar berlebihan, benar-benar membuatnya geli.

"Jangan habiskan pulsaku hanya untuk menelpon jarak dekat. Dan lagi, aku tidak mau sedikit pun menukar ponsel mahalku dengan milikmu yang norak," balasnya dengan nada yang tenang.

"Kau ini-"

"Kyuhyun."

"Maksu-"

"Namaku Cho Kyuhyun. Jangan panggil aku dengan 'kau' lagi," potong Kyuhyun muak. Ia sadar kalau ternyata sampai sekarang Sungmin tidak pernah memanggil namanya. Kini dirinya sudah berada di depan ruangan khusus yang berisi Sungmin.

"Cho Kyuhyun?" kata Sungmin setelah Kyuhyun memberi tahu namanya. Saat itu pula Kyuhyun tersenyum dan membuka pintu di depannya. "Kau memanggilku?" tanya Kyuhyun masih dengan senyuman di wajahnya.

Sungmin langsung merebut ponselnya dan menatap Kyuhyun tajam. 'Apa saja sih yang di lakukan manusia itu dari tadi?' batinnya sambil memakan cake yang ia pesan. Kyuhyun balas menatapnya. Ia menatapnya cukup lama, hingga Sungmin risih dan memutuskan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

"Lee Sungmin," panggil Kyuhyun akhirnya. "Kemarikan tanganmu. Aku akan mulai meramalmu." Sungmin hanya menurut dan memberikan tangannya untuk digenggam oleh Kyuhyun.

"Hmm... Aku melihat sesuatu yang buruk. Karirmu sebagai artis mungkin akan sedikit berantakan akibat kita saling tindih beberapa saat yang lalu," Kyuhyun memulai dengan nada dan ekspresi serius. Ia menatap Sungmin untuk menangkap ekspresi Sungmin. Sungmin sendiri membelalakkan matanya tak percaya. Ia berniat memotong saat Kyuhyun mengisyaratkannya untuk diam.

Kyuhyun kembali berbicara, "Telepon yang tidak kau angkat dari managermu, bisa kutebak. Kalau kau mengangkatnya tadi, dia pasti akan berteriak padamu meminta penjelasan foto yang sudah beredar di internet."

"Foto kita?"

"Ya, foto kita. Kau dan Aku."

"Foto tadi sudah beredar di Internet? Astaga! Habislah aku," Sungmin menjawab pasrah dan menghempaskan dirinya ke tempat duduk empuk yang a duduki.

"Aku tahu cara menghadapi ini," Kyuhyun menawarkan sebuah solusi pada Sungmin. Sungmin menegakkan tubuhnya kembali dan mulai tertarik dengan tawaran Kyuhyun.

"Kau hanya perlu..."

"Aku hanya perlu?" Sungmin mengulang perkataan Kyuhyun dengan antusias.

"Katakan pada semua orang kalau aku pacarmu," lanjut Kyuhyun tetap dengan muka seriusnya.

"Katakan pada se- YA! Jangan main-main denganku, Cho Kyuhyun!" Sungmin membalas sambil melempar bantalan tempat duduk ke wajah Kyuhyun. Ia tak habis pikir Kyuhyun memberikan ide yang justru menjatuhkannya ke lubang yang lebih dalam.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sebentar, ia juga tidak percaya pada apa yang barusan ia usulkan. Pasalnya, pertama ia normal, kedua ia normal, dan ketiga ia normal. Ia hanya tidak mau ketahuan berbohong. Sudah terlanjur bilang pada Leeteuk kalau ia pacarnya Sungmin, tak mungkin ia melepaskan Sungmin begitu saja kan? Ia meyakinkan dirinya kalau ini tidak berlangsung lama, sampai ia akhirnya bisa menyelesaikan masalahnya dengan Sungmin. Ia akan terus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah yang entah siapa yang mulai ini. Jalan yang ia ambil ini memang ekstrim, tapi mungkin bisa membantu.

Tak mau dirinya terlibat terlalu lama dengan artis yang pasti akan merepotkan dan mengganggu kehidupan remajanya.

"Berikan aku sepuluh alasan logis bahwa usulmu bisa membawa karirku pada keadaan baik-baik saja," kata Sungmin setelah meminum jus di hadapannya.

"Ayolah, Lee Sungmin. Kau tahu kemampuan indera keenamku, kan? Aku tahu mana yang benar. Percaya padaku. Cukup katakan pada siapa pun yang bertanya tentang masalah ini. Apa itu sulit?"

"Tentu sulit, bodoh. Lalu apa yang harus kukatakan? 'Pria yang menindihku di jalanan adalah kekasihku. Kami sedang main kejar-kejaran' begitu? Dasar sinting."

"Itu juga bisa," balas Kyuhyun sambil meminum kopinya yang sudah dingin.

Sungmin diam. Ia benar-benar bingung, jalan mana yang harus ia ambil sekarang. Dengan gusar ia berdiri dan menyiram sisa jusnya tepat ke wajah Kyuhyun. Ia tersenyum dengan imut seakan-akan tidak bersalah sedang Kyuhyun menatapnya sengit.

"Lee Sungmin... Apa maksudnya kau menyiramku? HAH?" Kyuhyun ikut bangkit dan menunjuk wajah Sungmin.

"Dinginkan otakmu. Apa tidak ada hal lain yang bisa kau usulkan padaku?"

"Terserah padamu. Aku memberikan solusi yang cukup bagus. Aku tidak bisa memberi alasan padamu sekarang karena nanti jadi tidak suprise!"

"Surprise," koreksi Sungmin.

"Memang aku bilang apa tadi?"

"Suprice."

"Benar-"

"Berhenti berbelit-belit, CHO. Aku bukan orang yang punya segudang waktu kosong sepertimu."

Kyuhyun menggerakkan bibirnya membentuk kata 'apa' saat mendengar Sungmin. "Dengar, aku juga bukan orang yang tidak punya kerjaan, kau tahu aku akan menghadapi ujian masuk universitas sebentar lagi!" balasnya angkuh.

Sungmin benar-benar tidak peduli lagi dengan manusia di depannya. Ia kembali ke tempatnya dan menundukkan kepalanya sangat dalam. Ia menghela napasnya dengan sangat keras sampai Kyuhyun bisa mendengar dan merasakan betapa stress manusia di depannya. Ia mengelap sisa jus di wajahnya dan pindah untuk duduk di samping Sungmin.

"Kau hanya perlu percaya padaku," Kyuhyun berkata sambil melirik Sungmin.

"Kau tidak tahu apa-apa. Aku ini masih baru. Aku artis baru! Apa kata orang kalau artis baru sudah mencari sensasi seperti itu?" balasnya frustasi. Ia mendongakkan kepalanya untuk bertemu pandang dengan Kyuhyun.

Yang di pandang jadi kembali berpikir, hanya karena ia tidak mau ketahuan berbohong ia harus menyulitkan hidup orang lain. Ia tahu ini namanya egois, tapi...

"Dengarkan aku, Lee Sungmin. Aku berjanji ini akan membantumu. Tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan."

BINGO! Ia memutuskan melanjutkan kebohongannya.

"Kau tidak mau dikatakan artis yang mencari sensasi kan? Katakan saja kalau kita sudah memang sudah lama berpacaran. Aku akan menjawab pertanyaan yang nanti dilayangkan untukmu. Kau cukup...mengikutiku."

"BAIK! Kalau itu maumu, sekarang ikut aku ke apartemen dan kita bicara pada Leeteuk-hyung," balas Sungmin geram sambil menarik tangan Kyuhyun dan keluar dari restoran tersebut tanpa menunggu protes dari Kyuhyun.

.

.

Leeteuk membuka pintu apartemen saat belnya dibunyikan. Ia menemukan dua pemuda berbeda tinggi yang menunggu di depan pintu.

"Nah, Lee Sungmin," kata Leeteuk dengan senyum malaikatnya, "silahkan masuk dan tolong ceritakan padaku apa yang terjadi," balasnya sambil membuka pintu apartemen dengan lebar.

Kyuhyun yang ada di samping Sungmin bisa ikut merasakan betapa tegang partnernya. Ia memberanikan diri mendorong pelan punggung Sungmin untuk membuatnya masuk.

"Kalian duduk dulu dan biarkan aku membuatkan teh supaya obrolan kita bisa lebih santai," manager berlesung pipi itu lalu menjauh dari mereka.

"Rasanya sangat menegangkan," kata Kyuhyun sangat pelan. Sungmin yang mendengarkan hanya bisa melirik tak percaya pada laki-laki disampingnya.

"Benarkah?" balas Sungmin tersenyum senang. Ia tak menyangka Kyuhyun bisa berkata demikian.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya tanpa menatap Sungmin. Matanya tetap mengarah ke depan. Dia melanjutkan, "rasanya seperti meminta restu untuk menikahi seseorang." Jawaban tersebut sukses membuat Sungmin terkikik. Kyuhyun mengatakan hal tersebut dengan wajah yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Wajahnya benar-benar tenang. Sungmin yang tadinya tegang jadi bisa sedikit rileks dibuatnya.

"Seperti kau pernah melamar orang saja," kata Leeteuk cukup mengagetkan. Hal ini jelas membuat dua orang yang sedang duduk itu menegakkan badannya. Setelah meletakkan tiga cangkir teh di meja, ia berkata, "Jadi, ada yang mau kalian katakan?"

Kyuhyun langsung berdiri dengan pasti, "Annyeong, Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih sah dari Lee Sungmin," katanya dengan yakin dan mengundang tawa dari Leeteuk. Sungmin hanya bisa diam sambil menmbuka lebar mulutnya, dengan pelan ia gumamkan ,'apa-apaan dia itu' tanpa melirik Kyuhyun ataupun Leeteuk.

"Kekasih sah?" ujar Leeteuk disela tawanya, "Aku benar-benar tidak bisa percaya ini, Min. Baru beberapa hari yang lalu kau mengirimiku pesan meminta video porno dari ***, sekarang ada yang datang berkata padaku kalau dia pacarmu, dan parahnya dia laki-laki. Kau mengejutkan, Min. Sangat."

Kyuhyun ikut mengangguk. Ia setuju dengan Leeteuk yang mengatakan kalau Sungmin adalah orang yang mengejutkan. Leeteuk tak mau basa basi lagi, ia menujukkan selembar kertas dengan sebuah gambar dan sebaris tulisan dengan ukuran besar didalamnya. Sungmin berniat membacanya sebelum Kyuhyun mengambilnya. Tepat saat ia akan membacanya, Leeteuk kembali menariknya.

"Ini ku-print langsung dari blog yang menge-share foto kalian. Tulisannya, 'Laki-laki yang menindih Sungmin mengatakan "Minggir lalu membiarkanmu kabur lagi? Jangan bermimpi!" Kyaaaaa. Sungmin-oppaaaa'. Kau yang mengatakan ini, Kyuhyun-ah?"

"I..itu aku."

"Dan maksudmu?"

"Aku sudah lama tidak bertemu dengan Sungmin karena ia sibuk dengan jadwalnya. Aku sendiri tidak bermaksud merepotkan kekasihku. Pada saat itu, kami..." Kyuhyun menatap Sungmin, mungkin meminta Sungmin melanjutkan perkataannya. Sungmin membelalakkan matanya sebentar sebelum akhirnya mengikuti kemauan Kyuhyun, "Kami bermain kejar-kejaran lalu aku tersandung dan akhirnya Kyuhyun menindihku."

Kyuhyun menahan tawanya mendengar alasan Sungmin, ia pikir Sungmin tidak akan menggunakan alasan sinting itu. Sungmin malah harap-harap cemas jawabannya membuat Leeteuk percaya pada mereka. Kalau Leeteuk percaya, itu pasti membantunya menghadapi wartawan nanti.

"Sungmin-ah, usiamu dua puluh dan kau masih kejar-kejaran dalam rangka bermain dengan pacarmu?" Leeteuk kembali berkata setelah mencerna perkataan Sungmin.

Kyuhyun sekarang gantian terkejut, 'Sungmin...lebih tua dariku? Kukira...dia masih murid sekolah sepertiku. Wajahnya menipuku,' batinnya tak percaya.

"Itu memang menyenangkan, Leeteuk-sshi. Coba saja lakukan itu dengan kekasihmu," justru Kyuhyun yang menjawab pertanyaan itu. "Benar kan, Minnie?" lanjutnya.

Sungmin tersenyum sambil menatap Kyuhyun, "Ne, Kyunnie. Sangat menyenangkan. Lain kali kita bermain seperti itu lagi ya," balasnya diakhiri kerlingan mata. Dalam hati ia bersumpah akan menonjok mulut Kyuhyun yang sudah memanggilnya dengan sok imut begitu.

Leeteuk menyenderkan badannya di sofa. "Astaga! Min! Kalian berdua benar-benar... Baiklah. Aku bisa mencoba menerima, tapi entah bagaimana reaksi agensi setelah mendengar ini. Tunggu, kalian berniat mengumumkan ini ke publik?"

"Aku akan mengurusnya. Salahku mengajak Minnie bermain kejar-kejaran di tempat umum." Tepat setelah Kyuhyun menjawab, ponsel di sakunya berdering. Ia melihat nama ayahnya tertera disana. Seperti baru mengingat sesuatu, ia langsung mengatakan sesuatu, "Leeteuk-sshi, aku meminjam pacarku dulu," katanya sambil menarik Sungmin keluar dari apartemen.

.

.

"Apa?" kata Sungmin setelah Kyuhyun dan dirinya ada di luar apartemennya. Tepatnya di depan pintu apartemennya.

"Aku lupa sesuatu. Aku masih punya ayah," katanya dengan bodoh.

"Hah? Maksudnya kau lupa kalau kau punya ayah? Dasar durhaka," kata Sungmin tak percaya yang dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun menceritakan tentang ayahnya yang nyatanya orang kaya. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di silsilah keluarganya, Kyuhyun dinyatakan secara sah sebagai pewaris perusahaan keluarganya, maka dari itu nanti ia akan memilih jurusan bisnis pada saat kuliah.

"Begini, Kyuhyun-ah. Pertama, aku tidak peduli kau akan kuliah jurusan apa, kedua aku tidak peduli dengan silsilah keluargamu dan ketiga aku tidak tahu apa hubungan ayahmu dengan menarikku keluar," balas Sungmin memukul kepala Kyuhyun pelan.

"Aku sudah sering ikut pertemuan dengan teman-teman ayahku, kau bisa membayangkan apa yang akan terjadi kalau mereka tahu bahwa aku, Cho Kyuhyun, berpacaran dengan seorang laki-laki," katanya sambil mengelus kepalanya yang kena pukul Sungmin.

Sungmin jadi ikut berpikir, hanya karena mereka tak sengaja tindihan, nama Sungmin dan keluarga Kyuhyun dipertaruhkan.

Catatan untuk hari ini : Kyuhyun melakukan dua kesalahan besar dalam satu hari. Ini bencana.

.

.

"Lebih baik kita temui ayahmu. Dan kenalkan aku sebagai kekasihmu seperti yang kau lakukan barusan," usul Sungmin.

"APA? Jangan gila, Lee Sungmin!" Kyuhyun membalas.

"Apanya yang gila? Barusan kau begitu aku tidak protes. Ayo sekarang kita temui ayahmu."

"Apa bisa menyelesaikan masalah?"

"Kenapa tanya aku? Yang punya indera keenam kan bukan aku. Kenapa tidak kau cek lagi dengan indera keenammu," balas Sungmin sengit.

Kyuhyun sekarang terdiam. Kalau memang ia benar-benar punya indera keenam dia tidak akan bertanya kan?

"Baik, biarkan aku berpikir," kata Kyuhyun.

'Saat Ahra-noona ketahuan berbuat mesum dengan pacarnya, Appa bilang tak masalah mengingat itu wajar. Mengingat itu, aku rasa Appa tidak akan memarahiku karena memang sifatnya santai. Ia selalu mendukung apapun yang terjadi di keluarganya. Tebakanku Appa bukan menelepon untuk menanyakan masalahku dengan Sungmin, tapi hal lain,' Kyuhyun membatin dengan yakin.

Dengan cepat Kyuhyun berjalan menjauhi Sungmin dan menghubungi Appanya, sekaligus menanyakan kenapa tadi dia menelepon. Dan memang benar, Appanya mengatakan untuk mengikuti launching sebuah minimarket dua hari lagi. Kyuhyun lega. Tebakannya benar.

Ia kemudian melihat Sungmin, memang tidak adil kalau ia tidak melakukan tindakan yang sama. 'Aku harus melakukannya juga agar posisiku dan Sungmin sama. Sama-sama dalam bahaya,' lanjutnya dalam hati.

"Lee Sungmin, menurut indera keenamku, Ayahku belum tahu masalah ini, tapi akan jauh lebih baik kalau kita mengumumkan pada keluargaku kalau kau kekasihku," katanya. "Dan pastikan kau bisa mengambil hati ayah dan ibuku," lanjutnya.

"Baik, akhirnya kau bisa melakukan sesuatu yang adil, kekasihku. Kita berdua harus punya risiko yang sama besarnya," balas Sungmin tersenyum manis.

.

.

Sungmin sudah duduk di kamarnya. Leeteuk sudah pulang beberapa saat yang lalu. Kyuhyun juga sudah pergi. Ia tak menyangka hidupnya berada dalam bahaya dalam hitungan jam. Ia mengecek ponselnya. Banyak pesan dari teman-temannya. Semuanya menanyakan masalah ia dan Kyuhyun.

Sungmin pasrah, ia akan mengikuti omongan Kyuhyun yang ia yakin adalah hal yang benar mengingat memang Kyuhyun punya kemampuan yang seperti itu.

Ia mengetik balasan untuk temannya dengan cepat tanpa ragu-ragu.

Foto itu benar aku. Yang menindihku itu kekasihku. Kami sedang main kejar-kejaran lalu tidak sengaja aku tersandung dan kami jatuh dengan posisi begitu. Mohon pengertian dari kalian semua. Maaf kalau ini membuat kalian risih. Tolong mengerti dan dimohon untuk tidak memberi tahu teman-teman media. Terima kasih banyak :)

~Lee Sungmin

.

.

HaeFish : Hai, Kyu :D

GaemGyu23 : Hae-hyung, kau tahu Lee Sungmin?

HaeFish : TENTU! Wajahnya imut dan aktingnya tidak buruk. Kudengar dia juga hebat dalam menari. Kenapa? Kau fans Sungmin juga? Kukira kau tidak tahu Sungmin. Kau ingat tidak waktu aku membawa posternya ke sekolah kau bilang kau tidak kenal?

GaemGyu23 : Dia kekasihku, hyung -_-

HaeFish : JANGAN BERCANDA KYU! Segitu sukanya kau dengan Sungmin sampai mengaku-ngaku begitu? Memang kudengar fans itu ada yang berlebihan -_-

GaemGyu23 : Hyung, kutelepon saja ya, ada yang mau aku ceritakan.

GaemGyu offline

.

.

"Aku mengerti sekarang, lalu kenapa kau harus bilang kalau kau pacarnya? Dilihat dari manapun tidak menyelesaikan masalah," respon Donghae setelah mendengar cerita Kyuhyun tentang dirinya dan Sungmin.

"Kalau aku tidak bilang begitu, managernya tidak akan mau memberi informasi dan aku bisa ketahuan berbohong oleh Sungmin. Kalau sudah begitu, Sungmin akan mengecapku rendah," balas Kyuhyun.

"Kau egois. Hidup artis itu ada ditanganmu sekarang. Kau membohonginya habis-habisan, terlebih dia sangat polos. Lebih baik kau mengaku padanya dan mencari solusi lain yang lebih baik."

"Tidak, aku tidak akan mengaku pada Sungmin," tutup Kyuhyun lalu membanting tubuhnya dikasur empuknya.

"Sungmin memang...terlalu polos. Aku baru sadar. Wajahnya..." Kyuhyun tak bisa menahan untuk tidak membayangkan wajah Sungmin. Saat ia salah mengira Sungmin adalah wanita benar-benar tidak bisa dilupakan, belum lagi saat ia menindihnya dan menatap langsung ke matanya. Ia jadi tertawa sendiri saat mengingat Sungmin mengerlingkan matanya dan memanggilnya 'Kyunnie'. Ternyata Sungmin sangat manis.

Kyuhyun langsung bangkit dari tidurnya dan kembali menuju laptopnya, tiba-tiba ia ingin melihat wajah Sungmin. Langsung ia ketikkan 'Lee Sungmin' di mesin mencari dan... tanpa sadar mengaguminya?

DEG

DEG

Kyuhyun menghentikan senyumnya saat ia mendengar ponselnya berdering.

From : Lee Sungmin

Subject : Aku akan datang

Aku sudah mengosongkan jadwal untuk besok malam. Kita bisa bertemu orangtuamu besok. Jangan lupa jemput aku, aku tidak tahu rumahmu.

~Sungmin

Kyuhyun langsung berdiri dan menuju kamar orangtuanya. Ia akan mengatakan lebih dulu pada mereka, agar Sungmin tidak perlu repot besok.

.

.

"Appa, Eomma, besok kekasihku akan datang. Aku mau mengenalkan dia pada kalian dan... kekasihku seorang laki-laki."

.

.

To Be Continued

Terima kasih banyak buat Cho Kyu Chely, futari chan, ChoHuiChan, lyELF, vnovgyu, Zahra Amelia, nanalee, Cha Rin, mau tau banget p, Guest dan Qhia503 yang udah secara ga langsung ngingetin buat nyantumin 'terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang'. Saya bener-bener lupa, maaf yaaaa #sembah sujud yang belom nonton drama itu tonton aja, seru banget, lumayan ngisi liburan *promosi

Sebagai bentuk hormat saya, saya mau balas reviewer yang gak login #emang harus

Fariny : oke ini dilanjut :) Dibaca ya, hehe

Lee Hyuka : Kyaaaaa...oke...oke...oke ini lanjutannya :D

Jirania : Kyuhyun mulutnya emang tajem, harus diajarin tuh dia #dipukul. Kyuhyun itu selain mulutnya tajem juga ga pernah nonton tipi, ngerusak mata katanya XP

andin kyuminielf : Oke deh, ini udah kilat belom? Makasih udah review :D

uname : Semoga dibalas karena sudah datang dan mereview, datang lagi yaaa #lambai tisu basah

Cho Miku : Ne, ayo baca lanjutannya! Jangan ketawa terus XD

Guest : Oke deh, makasih yaaa :)

Lee Aurin : Iya Kyuhyun ga pernah nonton tipi, kasian dia. Hahaha. Makasih ya udah review :)

Fawl : Gamsahamnida #ga nyambung

Evil Roommate : Alesan kyuhyun naek kereta? Kayanya nanti ada ceritanya, kayaknyaaa XD Makasih ya udah review :)

Kms : Makasih :D Dibaca lanjutannya ya

kyurin Minnie : Iya, Sungmin 20 tahun, Kyuhyun kira-kira 17 lah kalo ga salah inget XD Sayanya ga suka GS soalnya jadi kayaknya ga bisa bikin ff GS :(

mau tau banget p : InsyaAllah cuma prolognya aja yang sama, makasih ya udah ngingetin :D

hyukie : Uming kan emang cantik, ayo kita nikahi! #loh

KS : Iya kasian mas Kyuhyun ga punya tipi, ayo kita sumbang XD

Guest : Ngembaliinnya pake dilempar biar greget #virus MCI :D

Guest : Kayaknya sih gitu, ya enggak bang? #senggol Kyuhyun

Revaelf : Oke deh, SIAP!

Afri : LOL. Ayo kita sembeleh manusia tampan yang bulu kakinya banyak sampe menjalar ke paha itu!
siira137 : Oke deh, ini udah dilanjut. Makasih udah dateng :D

Cha Rin : Iya chingu, ini emang dari drakor itu, makasih ya udah diingetin :)

Nanalee : Iya ini dari drakor itu :) Sungmin mau diapain? Mau dinikahin sama saya #digorok Kyuhyun

love haehyuk : Gamsahae :D

Kireina : Belom, Kyuhyun kan ga punya tipi XD

vey900128 : Ne, gomawo chingu, ini lanjutannya silahkan menikmati :)

rpshiraa : Wah, detil banget riviewnya, senangnyaaa :D oke ini lanjutannya

kyumienaiesme : Ck ck ck, sepertinya begitu chingu, ayo kita tunggu bersama.

Fuji : Ceritanya apa sayanya yang keren? #noel-noel Fuji #dibakar

Oam : Saya? Bukan, bukan. Aku sering juga baca cerita Lee Sunmiina, mungkin ketular gaya bahasanya :D
MinnieGalz : Sekarang ming jadi belom cute dulu, entar dulu nunggu jinak baru cute XD

KMS kyuminshiper : Emang Sungmin wajahnya luar biasa hebat, ckckck, saya juga iri srbagai wanita :D

Kyuro : Iya cari tempat sepi betul banget contoh rumah author XD

kim hyde fujoshi : Ne, Hyde-san(?) Gue juga suka gaya lo :D #sok gaul

.

.

Demikian, sekali lagi terima kasih banyak buat temen-temen semua. Mohon maaf kalo ada yang kelewat, maklum mata saya udah berumur, namanya juga kelahiran 94.