Kyuhyun langsung berdiri dan menuju kamar orangtuanya. Ia akan mengatakan lebih dulu pada mereka, agar Sungmin tidak perlu repot besok.
.
.
"Appa, Eomma, besok kekasihku akan datang. Aku mau mengenalkan dia pada kalian dan... kekasihku seorang laki-laki."
.
.
Title : Thanks To My Phone
Rating : T
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other
Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat
Type : Chaptered
Don't Like, Don't Read
.
.
.
-Chapter 3-
"Kyu?" tanya pria yang sedang duduk di kasur. Wanita yang sedang duduk di meja riasnya juga terpaksa menengok ke arah pintu yang terbuka. Kyuhyun langsung masuk saat ia merasa perhatian kedua orang tuanya sudah tertuju padanya.
"Appa, Eomma, ada yang ingin kukatakan," katanya. Sebenarnya ia agak tegang, tapi entah kenapa wajahnya tidak bisa menggambarkan itu.
Orang tua Kyuhyun hanya bisa saling berpandangan bingung. Tidak biasanya anak mereka begini. 'Mungkin nilainya turun atau uang jajannya kurang,' tebak Cho Yeung Hwan selaku ayah dari Kyuhyun.
Kim Hanna, ibu Kyuhyun, mempersilahkan anaknya masuk ke kamar dan duduk di sofa di dekatnya.
"Aku sudah punya kekasih," ucap Kyuhyun terus terang. Well, sebenarnya ia berbohong.
"Bagus, ajak dia kesini dan kenalkan pada kami," balas sang ibu. Suaranya kedengaran sangat senang. Ia kembali sibuk dengan beberapa alat riasnya.
Kyuhyun tetap diam, tidak berniat menanggapi omongan ibunya. Ia sedang bingung bagaimana cara memberitahu tentang gender kekasihnya. Melihat anaknya yang seperti sedang berpikir keras, ayahnya kembali bertanya, "Kau menghamilinya?"
'Jangankan menghamilinya, perempuan saja bukan,' batin Kyuhyun yang masih sempat berpikir.
"Begini, kekasihku sedikit berbeda, apa kalian tidak masalah dengan itu?" tanya Kyuhyun membelokkan arah pembicaraan.
"Eomma tidak masalah asalkan dia perempuan baik-baik," balas Sang Eomma sekenanya.
'Dan sekali lagi, masalahnya dia bukan perempuan.' Kyuhyun memilih diam dan menundukkan kepalanya lalu menggelengkan pelan. Ia kemudian menatap ibunya dan berkata, "Baiklah kalau begitu. Aku akan mengajaknya makan malam disini besok. Kuharap kalian ada di rumah."
'Aku benar-benar tidak sanggup melakukannya,' batinnya sekali lagi.
"Ne, kami akan ada di rumah besok malam, termasuk kakakmu. Kita akan makan malam bersama," jawab ayah Kyuhyun.
Setelah jawaban ayahnya, harusnya Kyuhyun langsung pergi dari sana. Tapi, ia merasa masih harus menyelesaikan sesuatu.
"Bagaimana kalau...kalau...kekasihku...laki-laki?" ucapnya akhirnya. Kim Hanna langsung berdiri dari depan meja riasnya menuju Kyuhyun. Ia menepuk pipi Kyuhyun berkali-kali dan mengulang pertanyaan 'apa kau sakit' sebanyak tiga kali.
Cho Yeung Hwan juga ikut bangkit dari kasurnya mendekati Kyuhyun.
Kyuhyun dengan pelan melepas tangan ibunya dari pipinya. Ia menghela napasnya dengan berat sebelum akhirnya berkata, "Appa, Eomma, besok kekasihku akan datang. Aku mau mengenalkan dia pada kalian dan... kekasihku benar seorang laki-laki."
Orang tua Kyuhyun hanya bisa diam di tempat, terlebih ibu Kyuhyun. Kyuhyun sebenarnya cukup frustasi melihat ibunya shock begitu, tapi ya semuanya sudah terlanjur.
"Hanya itu yang mau aku katakan. Emm...selamat malam," kata Kyuhyun cepat dan berjalan cepat mendekati pintu kamar orangtuanya. Ia berlalu dengan cepat setelah menutup pintu kamar itu dengan pelan.
Meninggalkan orangtua Kyuhyun yang sekarang duduk lemas di sofa.
"Bukankan Kyuhyun pernah bilang dia mau menikahi perempuan?" tanya Hanna pada suaminya yang hanya di balas anggukan singkat.
"Ne. Lalu bagaimana dengan besok?"
"Kau cobalah bersikap baik pada kekasihnya."
"APA? Kau menyetujui hubungan seperti itu?"
"Kita harus melihat dulu apa yang sebenarnya terjadi pada Kyuhyun. Aku yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan," balas Yeunghwan yakin sambil menatap istrinya.
.
.
Sungmin jadi tidak berani menghidupkan televisinya sejak ia melihat berita tentang dirinya dan Kyuhyun tadi pagi. Ia juga menonaktifkan ponselnya dan mengunci apartemennya rapat-rapat. Bel apartemennya ditekan berkali-kali dan ia mendengarnya. Sungmin berani bersumpah kalau ia merasa bersalah pada siapapun yang ada di depan sana. Ia belum siap menghadapi siapapun dan apapun saat ini.
Melangkahkan kakinya mendekati pintu depan dan melihat melalui lubang kecil disana, Sungmin menemukan Leeteuk yang terus menekan bel apartemennya. Ia juga bisa mendengar Leeteuk memanggil namanya.
Tidak tega melihat managernya yang sepertinya sama frustasinya dengan dirinya, Sungmin akhirnya membuka pintunya.
"Min! Syukur kau disini. Jangan pergi kemana-mana dulu hari ini. Wartawan-wartawan sinting itu tidak mau pulang dari depan gedung agensi kita sejak pagi tadi!" Leeteuk mengadu pada Sungmin dengan wajah yang sangat kelelahan.
Sungmin menggigit bibir atasnya cukup keras, ia menyesal membuat Leeteuk menunggunya sangat lama saat ia ingin memperingatkan sesuatu yang baik pada Sungmin.
"Apa Sooman-sajangnim marah padaku, Hyung?" Sungmin sedikit takut. Entah hilang kemana kepercayaan dirinya saat membalas pesan teman-temannya semalam.
Leeteuk menggelengkan kepalanya lalu menepuk bahu Sungmin. "Dia minta kau menyelesaikannya sendiri. Agensi tidak akan bicara sedikit pun atas skandal ini."
"Beliau benar-benar tidak marah?"
"Baiklah, mungkin sedikit, dia juga kelihatan cukup stress."
"Apa mungkin aku ak-"
"Lee Sooman akan sangat bodoh kalau mau memutus kontrak denganmu. Kau penuh bakat, Min." Leeteuk memberinya semangat sambil meremas pelan bahu yang barusan ia tepuk, "Aku akan membantumu. Cho Kyuhyun juga akan membantumu. Aku benar, kan?"
Sungmin menatap Leeteuk sebentar sebelum pamit ke dapur membuatkan minuman untuknya. "Cho Kyuhyun, apa dia membohongiku? Pasti dia membohongiku" katanya pelan sambil menggenggam erat gelas yang ia pegang.
.
.
Leeteuk tertidur dengan pulas di kamar kosong yang ada di apartemen Sungmin. Kamar itu memang bias ditempati Leeteuk kalau dia main kesini. Melihat Leetuk sudah tertidur, Sungmin menyambar ponsel pinknya dengan cepat. Menghidupnya dan langsung menghubungi Kyuhyun. Bagaimanapun, ia tidak mau Leeteuk mendengar pembicaraannya dan Kyuhyun nanti.
"Aku sudah di lantai dasar apartemenmu, Lee Sungmin. Tunggulah sebentar lagi," ucap Kyuhyun saat panggilannya terhubung dengan Kyuhyun. Sungmin ingat kalau ia memang ada janji dengan Kyuhyun sebelum ini. Janji bertemu orangtua Kyuhyun. Tapi, menurutnya itu justru membuat keadaan makin rumit.
"Kau bohong padaku,Cho Kyuhyun. Aku tidak tahu apa alasanmu, tapi yang kutahu aku membencimu. Sangat," Sungmin membalas dengan suara yag tidak bisa dikatan pelan.
"Maksudmu?" balas Kyuhyun singat. Sepertinya kedengaran bingung atas perkataan Sungmin. Bohong kalau Kyuhyun mengatakan ia tidak tahu skandal mereka yang disiarkan beberapa stasiun TV. Ia hanya terlalu pandai menyembunyikan sifat aslinya. Jangan katakan bahwa hanya Sungmin yang stress disini, ia juga berada dalam posisi yang sama.
"Kau tidak menyelesai-" ucapan Sungmin terputus saat dirinya kembali mendengar bunyi bel apartemennya.
Sungmin melihat siapa yang datang melalui lubang kecil di pintunya. Ia menemukan Kyuhyun dengan jaket biru muda disana. Napasnya kelihatan terengah-engah. "Sungmin-ah, buka pintunya," panggil Kyuhyun. Kyuhyun bingung kenapa dirinya harus berlari kesini saat ada lift di depannya. Ia bingung kenapa rasanya sangat tidak nyaman saat Sungmin mengatainya pembohong. Ia juga bingung kenapa dia ingin cepat-cepat bertemu Sungmin saat ini.
Sungmin membiarkan Kyuhyun masuk kemudian duduk di tempat yang sama dengan yang ia duduki kemarin.
"Kau tidak menyelesaikan apapun, Kyuhyun-ah," Sungmin melanjutkan ucapannya yang sebelumnya terputus. Ia menyilangkan tangannya di depan dada dan bersender pada rak sepatu putih disana. Tidak ada niat duduk di dekat Kyuhyun.
"Yang kutahu, orang capricorn tidak mudah membenci orang lain, Sungmin-ah," Kyuhyun akhirnya bisa mengembalikan napasnya dan membalas ucapan Sungmin.
"Berhenti bermain denganku dan katakan apa sebenarnya yang kau mau. Kau membenciku? Kau salah satu antis-ku?" Sungmin akhirnya mendekati Kyuhyun.
"Dan yang kutahu mereka orang yang sabar," Kyuhyun mengingat kembali artikel yang ia baca kemarin malam. Ia memang mencari info tentang ini, karena ia tahu Sungmin berzodiak capricorn. Alasannya? Dia sendiri bilang hanya pensaran.
"Cho Kyuhyun, kumohon katakan apa alasanmu."
Kyuhyun menggaruk tengguknya yang tidak gatal. 'Kau harus tahu kalau aku sendiri bahkan bingung kenapa melakukan ini,' Kyuhyun membatin.
Sungmin duduk di depan Kyuhyun. Menunggu Kyuhyun menjawab pertanyaannya. Baru beberapa hari ia bertemu Kyuhyun dan rasanya hidupnya sudah seperti benang kusut.
"Kau harus bersabar. Aku pernah mengatakan kalau karirmu memang akan sedikit berantakan, kan?" Kyuhyun menegakkan kepalanya dan menatap Sungmin. "Kau tahu kenapa aku bisa setenang ini? Karena aku tahu mana yang benar. Kau harus terus percaya padaku," lanjut Kyuhyun yakin.
"Apa kau yakin?" perlahan Sungmin menurunkan nada suaranya.
"Berapa kali kukatakan, percaya padaku, Sungmin-ah."
Mencoba mempercayai perkataan Kyuhyun, Sungmin akhirnya justru merasa bersalah sudah menuduh Kyuhyun yang tidak-tidak.
"Aku mengerti. Sekarang biarkan aku berbenah sedikit dan kita pergi ke rumahmu," Sungmin beranjak menjauhi Kyuhyun. Meninggalkan Kyuhyun sendirian diruangan itu.
Pemuda yang mengenakan jaket biru muda itu lalu mengeluarkan ponsel hitamnya. Ia segera mencari informasi tentang agensi Sungmin. Ia akan memikirkan cara untuk masuk kesana dan memohon untuk mengatasi masalah. Kalau tidak bisa, ia akan menempuh jalan kotor dengan menyogok mereka.
.
.
"Nah, sekarang kau kekasihku. Jadi, bersikap layaknya kekasihku," pesan Kyuhyun saat mereka sudah berada dalam mobil Kyuhyun. Tidak terlalu sulit keluar dari apartemen Sungmin karena Kyuhyun memarkirkan mobilnya memang bukan tempat terbuka.
"Tunggu, bagaimana skenarionya? Aku tidak tahu harus mengatakan apa," Mau tidak mau Sungmin terbawa kebiasaan pekerjaannya.
"Skenario?" Kyuhyun jadi bingung saat Sungmin menanyakan sesuatu yang aneh. "Aku Cho Kyuhyun, kau Lee Sungmin. Kita pasangan kekasih. Itu bisa tidak?"
"Itu namanya bukan skenario, Kyuhyun-ah," Sungmin memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun yang menyetir di sebelah kiri. "Maksudku seperti, kenapa kita berpacaran, bertemu dimana, sudah berapa lama, pekerjaan orangtuaku apa dan semacamnya," lanjut Sungmin.
"Ah, itu. Kau kebanyakan menonton drama," balas Kyuhyun sambil tertawa pelan. Ia sempat melirik Sungmin sebentar sebelum akhirnya menjawab, "Kita berpacaran enam bulan dan... karena jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu di kereta, bagaimana?"
"Apa itu tidak terlalu klasik?"
"Kita kan memang bertemu seperti itu."
"Tapi, tidak jatuh cinta pada pandangan pertama."
"Yah, ini kan hanya bohongan, Sungmin-ah."
"Baiklah. Lalu, aku anak pertama dari dua bersaudara," lanjut Sungmin.
"Aku tahu. Adikmu laki-laki, bernama Lee Sungjin dan terpaut hampir empat tahun dibawahmu. Kau tidak perlu menjelaskan tentang dirimu. Kau tidak ingat aku punya indera keenam?" jawab Kyuhyun sedikit sombong. Ia kembali mengingat apa saja yang ia temukan kemarin. Latar belakang Sungmin, drama yang dia bintangi, film debutnya, drama musikal yang ia bintangi, iklan yang menjadikannya dirinya ikon, majalah yang memuat tentang dirinya sampai mobil yang dipakai Sungmin.
"Kau benar. Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku anak kedua dari dua bersaudara. Kakak perempuanku bernama Cho Ahra. Ayahku bernama Cho Yeung Hwan, pekerjaannya sudah kukatakan sebelumnya. Ibuku Kim Hanna, seorang guru seni sekaligus aktivis sosial seperti ibumu. Usiaku 17 tahun. Apa itu cukup?"
"WOW, kau bahkan tahu kalau ibuku aktivis sosial, hebat~" balas Sungmin sambil bertepuk tangan.
Kyuhyun jadi tersenyum mendengarnya. Ia memang hebat kalau untuk urusan seperti ini.
"Ah iya, tolong jangan katakan pada orangtuaku kalau aku punya indera keenam ya," pesan Kyuhyun. 'Karena aku memang tidak punya,' lanjutnya dalam hati.
"Baik. Entah kenapa firastku mengatakan kalau malam ini bisa berjalan lancar," Sungmin melanjutkan saat mereka akhirnya berhenti di depan rumah besar bercat putih.
.
.
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida, aku... kekasih Kyuhyun," Sungmin mengenalkan dirinya dengan agak ragu di depan ayah Kyuhyun yang membukan pintu.
"Ah, ya, Kyuhyun sudah menceritakan tentangmu, Sungmin-ah. Silahkan masuk," jawab ayah Kyuhyun sambil tersenyum dan memberi jalan bagi Kyuhyun dan tamu spesialnya. "Langsung ajak ke ruang makan, Kyuhyun," kata ayahnya lagi. Kyuhyun hanya mengangguk sekali sebelum mendorong pelan bahu Sungmin ke arah Sungmin.
"Eomma, aku sudah sampai," sapa Kyuhyun saat melihat ibunya membereskan gelas-gelas di meja makan.
Kim Hanna menengok ke arah suara dan menemukan Kyuhyun dan Sungmin berdiri disana.
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida, aku kekasih Kyuhyun," sapa Sungmin lagi sambil membungkukkan badannya penuh hormat pada wanita paruh baya disana.
"Lee Sungmin? Bukankah kau Lee Sungmin yang main di drama musikal 'Akilla'? Ibu Kyuhyun mendekati Sungmin dan Kyuhyun. Kyuhyun dan Sungmin hanya saling pandang. Mereka bingung.
"Kyuhyun-ah, kenapa tidak mengatakan pada Eomma kalau kau pacaran dengan Sungmin?"
"Ah, aku... mau membuat kejutan," jawab Kyuhyun agak canggung. Ia masih bingung dengan sikap ibunya.
Kim Hanna sekarang berada di depan Sungmin, "Kau tidak ingat? Kita pernah berfoto di belakang panggung setelah kau selesai tampil setengah tahun yang lalu."
Sungmin memutar ingatannya menuju drama musikalnya setengah tahun yang lalu. Wanita yang berfoto dengan Sungmin tidak hanya satu. "Maaf aku belum bisa mengingatnya, Ahjumma," Sungmin sedikit menyesal mengakuinya. Wanita di depannya kemudian menuju ke tempat lain dari rumahnya. Sepertinya kamarnya.
"Kau pernah bertemu Eomma?"
"Aku tidak ingat, banyak ibu-ibu yang pernah minta foto denganku," jawab Sungmin terus terang.
Kim Hanna kemudian kembali sambil membawa selembar foto ditangannya.
"Coba lihat ini," katanya menunjukkan foto di tangannya. Sungmin memerhatikan foto itu dengan cermat, Kyuhyun juga ikut mendekat. Ia penasaran.
"Ah! Aku ingat sekarang. Kita bertemu dua kali, Ahjumma. Anda menonton drama musikalku dua kali dan kita bertemu di parkiran saat kedua kalinya. Maaf aku melupakannya," Sungmin membungkukkan badannya sekali lagi.
"Tidak masalah, Sungmin-ah. Sebenarnya ahjumma menontonnya empat kali. Tapi kita hanya bertemu dua kali," kali ini Kim Hanna membawa Sungmin menjauhi Kyuhyun den membawanya duduk di kursi yang sudah disiapkan.
Kyuhyun jadi merasa tidak dianggap. Apa ini artinya... Sungmin berhasil merebut hati Eommanya?
.
.
"Jadi, ini Sungmin yang kuceritakan padamu, Yeobo. Aku sangat suka drama musikalnya. Sungmin benar-benar hebat," Ibu Kyuhyun justru yang banyak bicara saat mereka sedang makan bersama. Ia menceritakan pengalamannya saat menonton drama musikal Sungmin sebanyak empat kali. Ia bahkan berkali-kali mengulang kalimat 'Aku sangat menyukainya'.
Kyuhyun memakan steak di depannya dengan tidak lahap, bagaimanapun agenda hari ini bukan nostalgia Sungmin dan Eommanya, kan? Lihat saja, bahkan ia tidak duduk di samping Sungmin. Sungmin duduk diantara orangtuanya. Siapa sebenarnya anak mereka?
Berapa kali pun Kyuhyun melihat ekspresi Sungmin, ia bisa merasakan kalau Sungmin sangat menikmati perbincangan ini.
Merasakan sentuhan di tangan kirinya, Kyuhyun menengok ke arah kakak perempuannya yang memang duduk di sisi kirinya.
"Kau dan Sungmin benar-benar berpacaran?"
Kyuhyun kaget dengan pertanyaan kakaknya. Sekali lagi, Cho Kyuhyun tidak suka ketahuan berbohong.
"Tentu saja, Noona. Kau tidak bisa melihat kalau kami sangat cocok?" jawab Kyuhyun akhirnya.
"Maksudku, bukankah kau suka perempuan?" Ahra kembali bertanya. Ia ingat betul kata-kata Kyuhyun saat ia masih sekolah menengah pertama.
Kyuhyun memandang Sungmin yang duduk di depannya . Ia kelihatannya sedang sibuk menceritakan tentang dirinya pada orangtuanya sambil tertawa beberapa kali.
Ia masih ingat benar kalau ia punya daftar wanita yang ia suka. Ia mau menikah dengan perempuan yang tidak lebih tinggi darinya, pintar, memiliki badan model dan wajah manis, pandai memasak, suka wine seperti dirinya, mandiri, tidak manja, sopan, penurut, memiliki mata yang menawan, memiliki dahi yang bagus, latar belakang keluarga yang baik, bisa memainkan alat musik, punya jiwa pemimpin, tidak egois dan pandai memijat.
Kyuhyun seperti mendapat tamparan keras di pipinya, ia baru menyadari kalau semua syarat itu sudah dipenuhi oleh Sungmin, kecuali bagian 'Ia mau menikah dengan perempuan'.
"Sungmin lebih sempurna dari perempuan manapun," katanya lagi sambil tetap menatap Sungmin. Entah kali ini dia berbohong lagi atau tidak.
"Aku mengerti. Lalu menurutmu, Eomma dan Appa akan membiarkanmu berpacaran dengan laki-laki?" Ahra tidak bisa menutupi rasa penasarannya.
"Aku tidak tahu, aku hanya bisa... berharap mereka menerima kami."
Cho Kyuhyun, harusnya ia sadar kalau ia terlalu menghayati skenario yang ia buat.
"Jadi, kenapa kalian bisa sampai berpacaran? Dan berapa lama?" akhirnya Cho Ahra bertanya. Kali ini suaranya keras sehingga bisa didengar semua orang di ruangan itu. Sungmin kontan menoleh ke arah Ahra. Ia sempat melakukan kontak mata dengan Kyuhyun sebelum akhirnya Kyuhyun mengangguk dan menjawab pertanyaan Ahra.
"Kami sudah berpacaran... enam bulan. Kami bertemu di kereta, lalu... jatuh cinta pada pandangan pertama," jawabnya dengan cukup keras. Ia jadi teringat dengan skenario miliknya dan Sungmin. Seperti ini saatnya mereka memainkan skenarionya dengan baik.
"Kenapa kau mau dengan adikku, Sungmin-ah? Kau tahu setengah hidupnya hanya dihabiskan dengan bermain game," Ahra seperti mencoba menjatuhkan harga Kyuhyun dimata Sungmin.
"Dia... sangat pintar dan bisa dipercaya," Sungmin menjawab sambil tertawa kaku. Bagian ini tidak ada dalam skenario dan sepertinya ia harus improvisasi sendiri.
"Lalu maksud dari gosip yang beredar? Kalian tahu... foto itu. Foto kalian tindihan," sambung Ahra lagi.
"Foto apa? Tindihan apa?" Ayah Kyuhyun akhirnya angkat bicara.
"Hahahaha, kau menonton gosip juga, noona. Kukira kau sibuk berpacaran," Kyuhyun menjawab sambil tertawa canggung "Biar kujelaskan. Begini... biar Sungmin yang jelaskan."
'Sialan, dia melakukannya lagi. Apanya yang Aku-akan-menjawab-pertanyaan-yang-nanti-dilayangkan-untukmu. Dasar Bodoh."
"Kami bermain kejar-kejaran lalu aku tersandung dan akhirnya Kyuhyun menindihku," Sungmin tidak sempat memikirkan alasan lain, ia hanya bisa memberi alasan itu lagi.
"Kalian melakukan itu?"
"Kami sering bermain seperti itu. Bagus untuk menghilangkan stress, iya kan, Min?"
"Ne, sangat menghilangkan stress," Sungmin melihat Kyuhyun. Ia sepertinya tidak ikhlas mengatakan itu. 'Kau tahu, Cho Kyuhyun? Hal itu membuatku sanga stress.'
"Sekarang, ceritakan lagi, tentang hubungan kalian berdua," pinta Eomma Kyuhyun. Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang.
.
.
"Ini sudah sangat malam. Kau yakin tidak mau sekalian menginap disini, Min-ah?" tawar Kim Hanna untuk ke sekian kalinya.
"Tidak perlu, Hanna-omonim. Besok aku ada jadwal dari pagi," tolak Sungmin sambil tersenyum manis. Ia membungkukkan badannya lagi pada wanita di depannya.
"Coba kau pikirkan perbincangan kita barusan, Sungmin-ah. Kau kan juga kuliah di Universitas Seoul. Nanti Kyuhyun juga akan kuliah disana, mungkin kalian bisa bekerja sama," kali ini Cho Yeung Hwan yang berpesan pada Sungmin. Walaupun singkat, mereka memang sempat membicaran beberapa hal tadi.
"Ne, Yeung Hwan-obonim, aku akan mendiskusikannya dulu dengan Appa," Sungmin tetap membalas dengan senyum sangat manis di wajahnya.
"Min-ah, mengin-"
"Eomma, kumohon. Sungmin pasti lelah dan ingin pulang sekarang. Biarkan aku, Cho Kyuhyun, selaku kesasihnya, mengantarnya pulang," Kyuhyun mau tidak mau memotong ucapan Eommanya yang sepertinya akan menawarkan hal yang sama. 'Aku bisa gila, sudah lebih dari lima menit kita di depan pintu begini,' batinnya agak kesal.
"Aku sangat berterima kasih atas makan malam hari ini, maaf kalau aku merepotkan," Sungmin membungkukkan badannya sekali lagi. "Annyeong," tutupnya dan menuju mobil Kyuhyun.
"Hati-hati, ya. Sering-sering main kesini, Sungmin-ah." Orangtua Kyuhyun melambaikan tangannya menuju mobil Kyuhyun dan dibalas dengan lambaian tangan Sungmin lewat kaca yang ia buka.
.
.
"Bukankah saat kita bertemu Eomma di ruang makan kau menyebutnya dengan Ahjumma? Bagaimana bisa jadi Hanna-omonim?" Kyuhyun membuka suara. Sejujurnya, banyak yang ingin ia tanyakan.
"Tadi beliau meminta begitu. Kurasa tidak masalah juga, toh ceritanya kita memang pasangan kekasih. Memanggil ibu dari kekasihmu dengan omonim tidak masalah, kan?" jawab Sungmin yang dibalas gumaman pelan oleh Kyuhyun.
"Lalu, kenapa Eomma bisa menonton drama musikalmu?"
"Hmm... karena ibumu orang yang mengerti seni, kurasa wajar kalau ia menonton sebuah drama musikal ," balas Sungmin masih sambil tersenyum. Sepertinya dia sangat senang. "Orangtuamu sangat baik, Kyuhyun-ah. Aku jadi berpikir untuk mengenalkan mereka pada orangtuaku," lanjutnya.
"Memang itu yang akan kita lakukan selanjutnya," Kyuhyun menunggu ekspresi Sungmin.
"Kau tahu, orangtuaku mungkin tidak akan suka dengan ini," Sungmin membalas sambil menatap Kyuhyun.
"Orangtuamu tinggal di Ilsan, kan? Tidak terlalu jauh dari Seoul. Bagaimana kalau lusa kita kesana?"
"Kau tidak mendengarku, ya? Orangtuaku tidak akan suka dengan ini," ulang Sungmin lagi.
"Percaya padaku, kau ingat itu?" Kyuhyun membalas Sungmin. Sepertinya, ia memiliki mantra ajaib untuk membuat Sungmin menuruti kata-katanya.
Kyuhyun punya analisisnya sendiri tentang usul barunya, 'Appa sepertinya suka dengan Sungmin dan mendengar pembicaraan terakhir mereka, kurasa tidak akan jauh-jauh dengan bisnis. Belum lagi, Sungmin membawa-bawa Appanya juga tadi, bisa jadi mereka akan hubungan bisnis setelah ini. Akan baik-baik saja kalau Appanya melakukan segala sesuatunya lewat dirinya, tapi Appanya bisa saja langsung menghubungi Ayah Sungmin. Lalu ayah Sungmin akan bertanya pada Appanya, "ini siapa?" Lalu, Appa akan memabalas "Ayah dari pacar Lee Sungmin." ARGH! Bisa habis hidupku kalau begitu. Lebih baik aku juga bertemu orangtua Sungmin.'
"Terserah kau saja, Kyuhyunie," kata Sungmin menghempas badannya ke belakang. Ia pegal sekali hari ini.
Kyuhyun bisa merasakan pipinya memanas mendengar sebutan Sungmin untuknya. Sekalipun Sungmin memang pernah mengucapkan hal itu... Tetap saja, kedengarannya... itu terlalu manis.
Mobil hitam Kyuhyun akhirnya sampai di apartemen Sungmin.
"Kalau begi-" Kyuhyun harus menelan kembali perkataannya saat ia melihat Sungmin tertidur di tempatnya. Kepala Sungmin bersandar pada pintu mobil. Poninya menutupi mata kanan Sungmin. Mulutnya tertutup rapat. Membuat Sungmin kelihatan manis dan imut disaat yang bersamaan.
"Sungmin-ah," panggil Kyuhyun sambil menyentuh pundak Sungmin.
"Ah, mianhae, aku ketiduran lagi. Terima kasih banyak untuk malam ini," kata Sungmin sambil mengusap matanya pelan. Ia segera merapihkan dirinya dan keluar dari mobil Kyuhyun.
Saat Sungmin sudah tidak terlihat lagi, Kyuhyun kembali berkata, "Malam, Min. Tidur nyenyak."
.
.
Saat Kyuhyun sudah kembali tida di rumahnya, ia mendengar suara ponsel yang berdering. Ia menyusuri bunyinya dan menemukan ponsel pink di sampingnya. Sepertinya Sungmin meninggalkannya. Kyuhyun merasa kalau ia tidak perlu mengangkatnya, sehingga ia berniat meninggalkannya disana sampai ia bertemu Sungmin lagi.
"Kenapa tidak mau berhenti sih?" Kyuhyun akhirnya terpaksa mengangkatnya. Ia kesal, sudah malam begini tidak tahu keadaan.
"Yeoboseyo, Sungmin-ah," sapa orang di ujung sana.
"Ah, mian. Kyuhyun meninggalkan ponselnya beberapa saat yang lalu."
"Kyuhyun? Nuguya?"
"Kekasih Sungmin," balasnya singkat.
"Namja?"
"Ne. Kau ada masalah dengan itu?" Kyuhyun mulai kesal dengan penelepon. Benar-benar menyebalkan.
"Tolong katakan padanya untuk menemuiku di kantor besok. Jam 8.00. Jangan terlambat."
"Maaf kalau aku tidak sopan, Tuan. Tapi, boleh kutahu Anda siapa?"
"Aku Lee Sooman. Direktur dari agensi yang Sungmin tempati. Baiklah kalau begitu, tolong sampaikan pesanku. Annyeong, Kyuhyun-sshi."
Kyuhyun membelalakkan matanya tidak percaya. Ia tidak percaya pada apayang baru ia dengar,
"Jangan main-main denganku. Kebodohan apa lagi yang aku lakukan. Astaga," kakinya rasanya lemas. Ia langsung keluar dari mobilnya dan menuju kamarnya tanpa memedulikan orangtuanya yang menyapanya di tuang keluarga.
.
.
Kyuhyun selesai menulis di kertas putihnya. Ia melihat tulisan yang ia buat di dalamnya.
Yang kubohongi :
Lee Sungmin (completed)
Manager Sungmin-Leeteuk (completed)
Keluargaku (completed)
Agensi Sungmin (on going)
Keluarga Sungmin (on going)
Wartawan (on going)
Fans Sungmin (on going)
"Kau tahu apa berita baiknya, Cho Kyuhyun? Kau tidak bisa mundur sekarang. Silahkan selesaikan ini sendiri," ucapnya pada dirinya sendiri.
Masalah ini sesungguhnya membebani dirinya, tapi semua sudah dimulai dan bersiaplah untuk pertempuran selanjutnya.
"Baik, selanjutnya agensi Sungmin. Besok pagi aku akan membolos dan pergi kesana. Sebelum Sungmin sampai, akan kupastikan kalau aku sudah menginjakkan kakiku disana. Dan mari kita lihat berapa uang yang akan kita keluarkan besok."
.
.
.
To Be Continued
Maaf kelamaan. Makin aneh lagi... maafkan saya.
Saya abis galau gara-gara tau Kyumin ga sekamar lagi #cakar karpet tapiiii ternyata Lee Sungmin punya alasan yang luar biasa. Bias saya emang luar biasa #terharu. Maaf lagi saya jadi curhat :D
Untuk yang review lewat akun, silahkan dicek inboxnya. Insyaallah udah saya balas :D
Tanpa mengurangi rasa hormat saya, ini untuk yang tidak login.
KS : LOL. Kyuhyun emang suka begitu. Semoga dia cepet insaf dan berenti jadi tukang boong XD
Lee Aurin : Kayaknya sih keluarga Kyuhyun nerima :D Makasih reviewnya.
Yunnieah : Nanti kalo ketauan, Sungmin putus sama Kyuhyun terus kawin sama saya XD #digorok
Qniee love nest : Sungmin selain polos, dia juga imut dan super multitalented. Maka,jangan menyesal karena mencintai Sungmin #gaje
Meong : Karena Kyuhyun jadi sangat keren kalo lagi evil. Hahahaha
Kireina : Kayaknya gitu, ga ada yang nolak buat cinta sama Sungmin #ikut nyubit Umin
Vey900128 : Maaf ya yang ketiga kelamaan. Makasih udah review :D
Guest : Oke ini lanjutannya :)
Uname : Hahaha, mang harusnya tbc-nya dimana? :D Karena harga diri seorang Cho Kyuhyun terlalu tinggi. Makasih udah review :D
Dincubie : Karena Kyumin adalah pasangan termanis, jadi kaya gimana pun ceritanya ujungnya pasti manis :D
andin kyuminielf : LOL. Kyuhyun kayaknya udah mulai menempuh jalan yang tidak lurus lagi #manggut manggut
Cho Minna : Makasih komentarnya, chingu-ya :D Tapi maaf agak telat updatenya #sembah sujud
minnieGalz : Aselole... LOL #ikut goyang Maaf ya apdetnya kelamaan. Ga sengaja sih :D
KMS kyuminshiper : Padahal genrenya bukan humor. Apa aku yang salah bikin ya? #bingung. Tetep semangat review ya, chingu. Biar saya semangat lanjutin :D Kyuhyun kayaknya ga bakal bisa nolak pesona Lee Sungmin yang sungguh luar biasa.
aii chan : Reaksinya kayak diatas tuh #nunjuk ff. Semoga suka chap ini ya, chingu.
Fishy : Ne, Fighting! Maaf telat apdet yaa
ExoChan : MAKASIH SEKALEE XD
Revaelf : Thanks for review, chingu :)
Yunnie : Makasih makasih makasih :D
Yooae : Kalo kyumin jadian, saya sama siapa? Saya kan pacarnya Sungmin XD #mati ditembak
Kyuminaiesme : Penasaran tingkat dewa? LOL. Selamat membaca lanjutannya, maaf kalo makin aneh XD
ChoLee KyuMin : Makasih banyak reviewnya. Iya ga masalah, woleees XD
Me Naruto : Diomelin Kyuhyun lho bilang oon. Dia kan makhluk terpintar sejagat raga XD Aku juga cinta Yaoi :D
Tika : Tenang aja, baru dikit kok chapternya :D Makasih ya udah nemuin(?) ff ini XD
Cho Miku : Jangan dilempar! Kasih saya aja #mupeng
Chiikyumin : Iya maaf yaaa telat apdet. Hahahaha #malah ketawa ga tau salah
love haehyuk : Suka gayanya umin juga ga? #gaje
neganugu : Orang ketiga? Ada gak yaaaaa #ngocol Insyaallah ada, biar greget XD
rpshiraa : Sungmin aslinya normal. Kan dia pacar saya #dipasung. Tapi, ya gitu deh #apanya yang gitu deh XD
Fariny : Neeee :D
Dedo : #bawa aer buat madamin. Ampe... kebakar chingu? Ya ampun. LOL. Makanya jangan maen api #gaje
kyurin minnie : Karena Cho Kyuhyun tidak bisa menolak pesona Lee Sungmin XD
Dina LuvKyumin : Kyaaa #ikut jerit. Selamat tahun baru juga :D
Pervywoonie : LOL. Maaf ya telat apdet. Saya khilaf (?)
QQ KyuminShipper : Aje gile emang dia :D Pinter pinter ganteng gimanaaaa gitu #apasih
Sekian dari saya. Semoga chapter ini tetap disukai :)
Jangan lupa reviewnya, biar saya tahu salah dimana :D
