"Kau tahu apa berita baiknya, Cho Kyuhyun? Kau tidak bisa mundur sekarang. Silahkan selesaikan ini sendiri," ucapnya pada dirinya sendiri.

Masalah ini sesungguhnya membebani dirinya, tapi semua sudah dimulai dan bersiaplah untuk pertempuran selanjutnya.

"Baik, selanjutnya agensi Sungmin. Besok pagi aku akan membolos dan pergi kesana. Sebelum Sungmin sampai, akan kupastikan kalau aku sudah menginjakkan kakiku disana. Dan mari kita lihat berapa uang yang akan kita keluarkan besok."

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 4-

"Kyuhyun-ah," panggil Kim Hanna pada anaknya yang terlihat makan dengan tergesa-gesa. Yang dipanggil hanya menolehkan kepalanya dan membalas dengan gumaman pelan. Ia memang harus cepat agar misinya bisa ia jalankan.

"Sungmin... Apa kau serius pacaran dengannya?" tanya ibunya. Kali ini Kyuhyun menghentikan makannya. Ia meletakkan sendoknya dan menatap langsung ke arah ibunya. Cho Yeung Hwan juga menatap istrinya. Ia tahu istrinya masih belum bisa menerima hubungan Kyuhyun dengan Sungmin. Sama seperti dirinya–mereka sudah membicaran ini semalam. Ia tidak memungkiri kalau Sungmin memang anak yang baik sekaligus menyenangkan. Ia tidak keberatan kalau Kyuhyun akrab dengan Sungmin dalam konteks sahabat. Tapi, kalau untuk hubungan kekasih... ia sendiri bingung harus menanggapinya seperti apa.

"Jelas saja. Kenapa Eomma masih menanyakannya?" Kyuhyun menjawab dengan serius. Ia masih menduga-menduga alasan Eomma-nya bertanya begitu. Dan kesimpulan yang ia dapatkan adalah, ibunya belum bisa menerima hubungan mereka berdua.

Melihat ibunya tidak membalas apapun, Kyuhyun kembali bertanya, "Bukankah semalam Eomma setuju dengan hubungan kami?"

"Eomma tidak pernah mengatakan itu, Kyu," Hanna sekarang menegakkan badannya. "Kalau kau bertanya pada Eomma apakah Eomma menyukai Sungmin atau tidak, Eomma akan dengan sangat senang hati menjawab iya," lanjutnya.

"Kami sudah memutuskan, Kyuhyun-ah," kini ayahnya ikut dalam pembicaraan. "Kami tidak bisa merestui hubungan kalian."

Kyuhyun bisa merasakan sebagian dari dirinya ingin marah. Ia merasa dibohongi oleh mereka berdua. Memang benar orangtuanya belum mengatakan setuju, tapi melihat yang kemarin... ia merasa sudah berhasil. Sebagian lagi dari dirinya mengatakan untuk tenang, toh memang ia dan Sungmin tidak ada hubungan apa-apa. Tapi, Kyuhyun berani bersumpah ia ingin melempar piring di depannya. Ia sangat marah.

Seperti inikah rasanya dibohongi? Rasanya Kyuhyun ingin membentak kedua orangtuanya. Mereka memberinya harapan palsu.

"Kenapa kalian bersikap seolah kalian menerima Sungmin dengan baik kemarin?" Kyuhyun akhirnya bertanya kembali. Ia meremas kesal sendok yang sekarang ia pegang.

'Kenapa aku kesal? Karena orangtuaku membohongiku? Atau karena mereka tidak merestuiku dan Sungmin?'

"Bukan seolah, Kyu. Kami memang menerima dia dengan baik karena Sungmin memang sangat menyenangkan, sopan, dan baik disaat yang bersamaan," ibunya menjawab. "Tapi bukan sebagai kekasihmu," tambah ibunya. Telak.

Pemuda dengan seragam sekolah yang melekat di tubuhnya sekarang berdiri dari kursinya, "Aku selesai. Aku harus pergi sekarang, sudah sangat terlambat," Kyuhyun membungkukkan badannya sebentar dan langsung berlalu menjauhi ruang makan tanpa menunggu jawaban dari orangtuanya.

.

.

Donghae terkesiap saat Kyuhyun menepuk punggungnya. Rasanya agak aneh melihat Kyuhyun saat sekolah masih sepi.

"Tumben kau datang pagi, Kyu," kata Donghae sambil kembali berjalan menuju kelasnya. Kyuhyun sendiri bingung kenapa akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke sekolah. Niatnya untuk membolos sudah tidak ada sama sekali.

"Menurutmu apa yang akan Sungmin lakukan kalau ia tahu aku membohonginya begini?" tanya Kyuhyun tanpa memedulikan kalimat Donghae barusan.

"Dia pasti marah. Aku yakin itu."

"Lalu? Bagaimana kalau aku mengaku padanya sekarang?"

"Tidak akan ada yang berubah. Tapi, mungkin akan lebih baik sebelum kau memulai kebohongan lain," Donghae akhirnya membalikan badannya dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam dan berjalan mendahului Donghae.

Mereka berdua akhirnya sampai di kelas mereka. Kyuhyun kembali hanyut dalam pikirannya. Ia bingung apa yang harus dia lakukan. Ia tidak tahu apa yang mengganjal di hatinya. Setelah pembicaraan dengan orangtuanya tadi pagi, ia merasa bebannya makin menumpuk. Kyuhyun bisa saja menceritakan semuanya pada Donghae, tapi ia sendiri tidak tahu harus memulai dari mana.

"Hyung, sekarang pilih satu," Kyuhyun memulai kembali pembicaraan sambil mengeluarkan dua ponsel dari sakunya. Miliknya dan Sungmin. "Pink atau hitam?" Kyuhyun butuh dukungan kali ini. Pergi ke agensi Sungmin dan kembali memulai kebohongannya atau tetap disini dan membiarkan Sungmin menyelesaikan semuanya sendirian.

"Aku bingung denganmu. Bisa kau katakan apa maksudmu melakukan ini semua? Kau membuatnya makin rumit."

"Aku tidak mau Sungmin mengecapku rendah."

"Aku tahu. Lalu memangnya kenapa? Toh kalian tidak sering bertemu. Baru beberapa hari, Kyuhyun-ah. Sungmin tidak akan membukanya ke dunia luas. Memang kau pikir kau siapa? Anak Presiden?" Donghae hilang kesabaran. Menurutnya Kyuhyun hanya perlu mengatakan pada Sungmin kalau dia tidak bisa memperbaiki kesalahan yang dia buat. Bisa jadi Sungmin menerimanya dan melupakan semua kebodohan yang dilakukan Kyuhyun.

"Kau tidak mengerti, Hyung. Ini terlalu rumit. Aku tidak mau merendahkan harga diriku sedikitpun didepannya. Rasanya akan sangat rendah. Sungmin pasti akan sangat membenciku."

"Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh, Kyuhyun-ah. Kebohonganmu akan terbongkar. Bukan hanya Sungmin yang akan marah padamu, tapi semua orang yang kau libatkan," Donghae bangkit dari kursinya. Kyuhyun yang ia kenal bukan yang seperti ini. Kyuhyun biasanya selalu membuat masalah jadi kelihatan lebih simpel dan tidak mengerikan. Sungmin membuat Kyuhyun jadi seperti orang bodoh. Seperti orang yang–

"KAU JATUH CINTA PADANYA!" Donghae kembali ke Kyuhyun sambil memukul meja Kyuhyun dengan keras. Beruntung murid dikelas mereka belum banyak dan mereka semua laki-laki, jadi tidak ada yang peduli dengan teriakan Donghae barusan.

"Kau bilang aku apa, Lee Donghae?" Kyuhyun memasang telinganya. Ia merasa Donghae baru mengeluarkan jawaban aneh.

"Kau pasti jatuh cinta pada Lee Sungmin, Cho Kyuhyun."

Kyuhyun menautkan alisnya. Jawaban menjijikkan macam apa itu. Mengakui Sungmin sebagai pacar pura-puranya masih terdengar lebih masuk akal dibanding jatuh cinta padanya. Apa Kyuhyun harus mulai mempertanyakan orientasi seksualnya saat ini?

"Kenapa aku tidak mau Sungmin membenciku?" Kyuhyun memandang ke depan. Menjauhi mata Donghae. Ia mencoba peruntungannya. Apakah kali ini semua pertanyaan yang terus mengganjal pikirannya bisa dijawab oleh kesimpulan menjijikkan dari hyungnya?

"Karena kau jatuh cinta padanya. Kau pasti tidak mau orang yang kau cintai membencimu," Donghae tersenyum disamping Kyuhyun.

"Kenapa aku tidak mau Sungmin memandang rendah diriku?"

"Karena kau jatuh cinta padanya."

"Kenapa aku mati-matian mencari informasi tentang dia?"

"Karena kau jatuh cinta padanya. Kau ingin tahu semua hal tentang pujaan hatimu."

"Kenapa aku sangat ingin mengenalkan Sungmin pada keluargaku?"

"Karena kau jatuh cinta padanya. Kau ingin keluargamu ikut bahagia atas pilihanmu."

"Kenapa aku kesal saat orangtuaku menolak hubunganku dan Sungmin?"

"Sekali lagi, Cho Kyuhyun. Kau. Jatuh. Untuk Seorang Lee Sungmin."

Kyuhyun memandang Donghae sedikit kesal. Hyungnya yang satu ini hanya menambah beban diotaknya. Kesimpulan idiot macam apa itu? Pemuda tampan itu akhirnya memutuskan pergi. Ia lebih memilih menyelamatkan harga dirinya dari pada melakukan perdebatan idiot dengan orang yang sedang tersenyum di sampingnya.

"Tidak sedikit orang yang menyatakan cinta pada Sungmin, Kyu. Banyak laki-laki yang mengirimi buket bunga untuknya," sambung Donghae lagi. Ia senang karena ia akhirnya mendapat jawaban logis atas sikap Kyuhyun.

Mengambil tasnya dan memukul pelan kepala Donghae, Kyuhyun benar-benar akan membolos hari ini. Ia harap dia belum terlambat.

.

.

"Jadi, kau Cho Kyuhyun?"

"Bagini, Tuan Lee Sooman. Aku mohon maaf atas fotoku dan Sungmin yang beredar di internet. Aku tidak bermaksud meruntuhkan citra baik Sungmin di muka umum dengan mengeluarkan kata-kata ambigu begitu," Kyuhyun memulai. Ia harus cepat sebelum Sungmin datang kesini.

Kyuhyun berdiri dari sofa dan membungkukkan badannya, "Kumohon jangan memutus kontrak dengan Sungmin. Kekasihku sangat mencintai dunia hiburan. Menjadi artis adalah impiannya."

"Kenapa kau berpikir begitu?" Lee Sooman menegakkan tubuhnya dibalik meja besar yang menjadi penghalang dirinya dan Kyuhyun.

"Foto kami sampai tersebar di berbagai media, pihak Anda pasti sangat dirugikan kan?"

"Sungmin yang dirugikan. Bukan pihakku," terang Sooman. Memang benar, gosip sekecil itu bukan masalah besar untuk agensinya. Artis dengan banyak skandal sama halnya dengan dompet penuh uang.

Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Sooman, 'Apa itu tidak egois?' batinnya dalam hati.

"Kau dan Sungmin sama saja. Kemarin Sungmin sampai menolak keluar apartemen hanya karena melihat gosipnya di televisi. Kalian berdua masih sama-sama terlalu naif. Foto begitu tidak akan menimbulkan dampak negatif bagiku. Kecuali, kalian tindihan ditempat lain dengan keadaan tanpa busana. Kalau kau mengerti apa maksudku, anak muda."

"Kau kan kekasihnya, memang Sungmin tidak cerita padamu kalau aku tidak mau mengurus masalah ini sedikitpun? Aku akan membiarkan Sungmin menyelesaikannya sendiri. Dia bisa diandalkan," Sooman melanjutkan saat melihat Kyuhyun tidak menampilkan reaksi apapun atas kata-katanya.

Kyuhyun menggumamkan 'aku-tidak-percaya-ini' dengan pelan. Apa ini artinya ia salah tangkap lagi?

"Lalu, maksud Anda meminta Sungmin datang ke kantor pagi ini?"

"Tentu saja masalah pekerjaan. Sebelum kau kesini, Sungmin dan managernya sudah kesini lebih dulu dan kami akhirnya memutuskan waktu untuk peluncuran album solonya," Sooman kembali menjelaskan.

Kyuhyun bisa merasakan satu beban berat di pundaknya terlepas. Ia harus berterima kasih pada sikap santai dari pria tua di depannya.

"Sekarang Sungmin sedang diwawancarai wartawan di lantai dasar. Kenapa kau tidak bantu kekasihmu?"

Kau salah, Cho Kyuhyun. Beban berat di pundakmu belum terlepas.

"Terima kasih banyak. Annyeong," tutup Kyuhyun membungkukkan badannya sekali lagi. Ia harus mencegah Sungmin mengatakan pada media kalau mereka pacaran. Itu hanya akan memperkeruh keadaan dan menghambat peluncuran album solo Sungmin.

Kyuhyun mengumpat kasar sepanjang jalan menuju tempat Sungmin. Ia melakukan kesalahan besar dengan mantra ajaib 'percaya-padaku' miliknya.

"Lee Sungmin... Kenapa kau bisa percaya begitu saja padaku? Memang kau tidak punya otak? Dasar bodoh," umpat Kyuhyun lagi.

Bayangan perkataannya pada Sungmin saat mereka di restoran kembali terbayang.

'Katakan pada semua orang kalau aku pacarmu.'

'Ayolah, Lee Sungmin. Kau tahu kemampuan indera keenamku, kan? Aku tahu mana yang benar. Percaya padaku. Cukup katakan pada siapa pun yang bertanya tentang masalah ini. Apa itu sulit?'

"Kumohon kali ini jangan ikuti saranku, Lee Sungmin. Aku bersumpah akan mengakui semua kebohonganku padamu kalau kau tidak mengatakannya," doanya saat dia sudah berdiri di depan ruangan yang dimaksud.

.

.

Sungmin duduk dengan sedikit gugup di bangku yang memang disediakan disana. Leeteuk berdiri dibelakang kamera. Menatap artisnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Fotomu dan seorang laki-laki tersebar di internet dan mendapat banyak pandangan miring dari para netizen. Kebanyakan dari mereka mengira laki-laki yang menindihmu punya hubungan khusus denganmu. Mengingat ia mengatakan kalimat yang cukup ambigu. Sebenarnya siapa laki-laki yang menindihmu waktu itu?"

Membenahi posisi duduknya sebentar, Sungmin menarik napasnya dengan berat. Wartawan-wartawan di depannya langsung masuk ke inti, tanpa basa-basi. Ia akhirnya memutuskan untuk menjawabnya.

"Benarkah mereka mengatakan begitu? Tapi... itu memang benar. Aku dan laki-laki yang menindihku waktu itu memang punya hubungan khusus. Kami sepasang kekasih," jawab Sungmin mantap.

Kyuhyun membatu di tempat. Ia mendapat kejutan yang luar biasa saat membuka pintu cokelat itu. Jawaban Sungmin kedengaran sangat jelas di telinganya. Semua orang di tempat itu langsung mengarahkan pandangannya ke tempat Kyuhyun berdiri. Bagaimanapun, bunyi pintu yang dibuka itu cukup memecah kesunyian.

"Nah, itu kekasihku," tunjuk Sungmin pada Kyuhyun yang berdiri dengan wajah datar di depan pintu. Sungmin menyunggingkan senyum manis miliknya.

Bisa ditebak apa yang selanjutnya terjadi. Semua kamera mengarah pada Kyuhyun dan keributan tidak bisa dihindari saat itu.

Sungmin berdiri dari tempatnya dan berjalan ke arah Kyuhyun.

"Yeorobun, perkenalkan, kekasihku. Cho Kyuhyun," ucap Sungmin sambil melingkarkan tangannya di bahu Kyuhyun. Sedikit kesulitan mengingat Kyuhyun memang lebih tinggi darinya.

Kyuhyun hanya bisa tersenyum saat kamera menyorot dirinya. Ia mendapat empat pukulan telak yang makin menyudutkan dirinya saat ini. Pertama, ia laki-laki yang ketahuan berpacaran dengan laki-laki. Kedua, ia berseragam lengkap yang sekaligus menunjukan bahwa dirinya adalah murid dari sekolah elit. Ketiga, selain namanya yang diucap dengan lantang oleh Sungmin, wajahnya juga di sorot dengan jelas, cepat atau lambat nama keluarganya akan ikut diseret setelah ini. Terakhir, kesalahan terbodoh yang ia lakukan adalah tersenyum bahagia saat kamera menyorotnya.

Sungmin menuntun Kyuhyun menuju bangku yang tadi ia duduki. Ia tidak bisa menutupi ekspresi bahagia yang terlukis jelas di wajahnya. Kedatangan Kyuhyun pasti akan sangat membantunya. Kyuhyun ternyata datang untuk menepati janjinya. Untuk menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan untuknya.

"Sebenarnya apa yang terjadi saat itu, Sungmin-sshi?" satu pertanyaan langsung datang saat Kyuhyun dan Sungmin sudah duduk bersebelahan.

"Saat itu kami bermain kejar-kejaran lalu aku tersandung dan akhirnya Kyuhyun menindihku."

Kyuhyun menangis dalam hati mendengar jawaban sinting itu kembali dikeluarkan oleh Sungmin. Tidak bisakah Sungmin mengeluarkan jawaban yang lebih manusiawi? Jawaban itu cukup menyiksanya.

"Lalu, Cho Kyuhyun-sshi, kau benar kekasih dari Sungmin-sshi?"

Menarik napasnya dengan berat, Kyuhyun akhirnya kembali tersenyum dan menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya, "Ne. Aku kekasih sah dari Lee Sungmin. Kami sudah pacaran selama enam bulan."

Kyuhyun terpaksa melanjutnya misi 'wartawan (on-going)-nya' saat ini juga. Niatnya untuk mengakui semua kebohongannya hilang begitu saja.

"Apa yang membuat kalian memutuskan untuk berhubungan? Hubungan yang sudah pasti akan mendapat pandangan miring dari masyarakat."

Leeteuk memeberi isyarat pada seluruh wartawan menghentikan sesi pertanyaan ini sebentar, ia meminta kesepakatan dari semua wartawan untuk mematikan kamera film mereka. Hanya mengambil gambar dan merekam suara yang dibolehkan saat ini. Leeteuk tahu kalau sesi ini akan membuahkan sesuatu yang buruk. Wartawan yang ada di ruangan itu mengerti dan memilih mematikan kamera film mereka daripada berhadapan dengan agensi besar tempat Sungmin bernaung.

"Aku dan Sungmin siap menerima risiko apapun dari hubungan kami. Kami siap," jawab Kyuhyun lagi. Ia akan memenuhi janjinya untuk menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan pada Sungmin.

"Kyuhyun-sshi masih murid sekolah, apa tidak terlalu berlebihan kalau mengatakan hal seperti itu? Kau bicara seperti orang dewasa dan seolah kau benar-benar mengerti masalah seperti ini," kali ini pertanyaan pedas dilayangkan tepat untuknya.

"Aku tidak merasa begitu, Kyuhyun memang orang yang seperti ini. Dia selalu bisa mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan," Sungmin membela Kyuhyun. Ia tidak sadar kalau tangan kanannya sudah berada di atas tangan kiri Kyuhyun.

Kyuhyun bisa merasakan keringat yang ada di tangan Sungmin. Ia dengan cepat mengubah posisi tangan kirinya menjadi saling menggengam dengan milik Sungmin. Yang digenggam menatap tangannya yang digenggam oleh Kyuhyun. Ia mengeratkan genggaman mereka dan kembali berkata, "Aku sama sekali tidak menyesali apa yang sudah terjadi antara diriku dan Kyuhyun selama ini."

"Apa yang membuatmu menyukai Sungmin, Kyuhyun-sshi? Apa kau memang...memiliki berorientasi seksual yang berbeda sejak awal?"

Pertanyaan ini sedikit mengusik Sungmin. Harusnya pertanyaan seperti itu tidak perlu ditanyakan. Tapi, ia tidak bisa memungkiri kalau ia penasaran dengan jawaban yang nanti dikeluarkan Kyuhyun.

Kyuhyun lumayan terkejut dengan pertanyaan itu, ia tidak menebak kalau pertanyaan itu akan keluar. Sekelebat ucapan Donghae merasuki pikirannya.

'Kau pasti jatuh cinta pada Lee Sungmin, Cho Kyuhyun.'

'Karena kau jatuh cinta padanya.'

'Sekali lagi, Cho Kyuhyun. Kau. Jatuh. Untuk Seorang Lee Sungmin.'

"Aku normal awalnya. Sampai akhirnya aku sadar kalau kriteria orang yang aku sukai dipenuhi sepenuhnya oleh Sungmin. Aku sendiri tidak percaya, sampai akhirnya seorang teman menyadarkanku. Mengatakan kalau aku memang sudah jatuh pada pesona seorang Lee Sungmin," jawab Kyuhyun. Ia mengatakannya sambil menatap ke arah Sungmin. Merasa dirinya ditatap, Sungmin malah memalingkan wajahnya ke arah sebaliknya. Ia bisa merasakan pipinya memanas sekarang.

"Apa kalian tidak merasa mengecewakan banyak pihak dengan hubungan kalian yang seperti ini? Bukankah ibumu seorang aktivis sosial, Sungmin-sshi?"

"Aku minta maaf kalau hubungan kami membuat banyak orang risih. Kami tidak bermaksud begitu. Aku juga minta maaf pada seluruh fans-ku karena aku membuat mereka jijik dan malu padaku." Kali ini Sungmin berdiri dari bangkunya dan membungkuk di hadapan semua wartawan. Ia tulus minta maaf pada semua orang yang ia kecewakan. Ia membayangkan kalau kejadian ini memang benar terjadi dan ia memang benar sudah mengecewakan semua orang. Sungmin memainkan perannya dengan sangat baik.

Melihat Sungmin yang sampai membungkuk begitu, Kyuhyun akhirnya ikut bangkit dan mengusap punggung Sungmin sebentar sebelum akhirnya ikut membugkuk disampingnya. Ia kembali menautkan jari-jarinya diantara jari Sungmin.

Kyuhyun tidak bisa menutupi senyumnya yang terukir atas keberhasilannya menjalankan dua misi dalam satu hari.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin sekarang di restoran tempat mereka makan pertama kali. Mereka juga hanya memesan segelas jus dan sepotong kue untuk Sungmin.

"Selamat atas album solomu," Kyuhyun membuka suara saat mereka berdua diam cukup lama setelah pesanan mereka datang.

"Kau tahu?" Sungmin cukup kaget Kyuhyun bisa tahu kalau ia akan meluncurkan album solo yang rencananya akan rilis minggu depan. "Ah, indera keenammu," lanjut Sungmin sambil memainkan tangannya di atas meja.

Kyuhyun tersenyum miris mendengar jawaban Sungmin, bagaimanapun agak sulit mengakui semuanya saat Sungmin sudah percaya sepenuhnya pada apapun yang ia akatakan.

"Terima kasih sudah datang dan membantuku hari ini. Kau sampai membolos sekolah begitu, Kyuhyun-ah."

"Ne, bukan masalah besar," Kyuhyun sekarang mengambil ponsel pink Sungmin dari sakunya, "Kau meninggalkannya semalam di mobilku."

"Ah, kukira hilang," Sungmin mengambil ponsel yang disodorkan Kyuhyun padanya. "Sebenarnya aku juga berniat membeli yang baru kalau ponsel ini hilang. Ponsel ini cukup membawa petaka, iya kan?" lanjut Sungmin sambil tertawa.

"Sungmin-ah," Kyuhyun mengabaikan pertanyaan Sungmin dan memulai topik baru, "Orangtuaku tidak merestui hubungan kita," ia menanyakan pertanyaan yang membuatnya resah dari pagi.

"Lalu? Kita memang bukan kekasih kan? Tidak ada masalah dengan itu. Setelah semuanya selesai, kau dan aku tidak akan ada hubungan lagi. Aku bersumpah tidak akan menghubungimu lagi dan mengganggu hidupmu," jawab Sungmin sambil tersenyum lega. Dengan tidak direstuinya hubungan mereka artinya ia jadi tidak punya hutang apapun pada keluarga Kyuhyun.

Kyuhyun merasa mendapat tamparan keras dipipnya. Masalah yang yang mebuatnya galau seharian hanya disikapi dengan jawaban semudah itu.

"Kau...sangat membenciku sampai tidak mau bertemu lagi denganku?"

Sungmin tertawa dengan keras mendengar pertanyaan Kyuhyun yang terdengar polos. "Kau masih menanyakan hal itu padaku? Tentu saja, Cho Kyuhyun. Aku kan sudah pernah mengatakan kalau aku membencimu. Bertemu denganmu bener-benar petaka untuk hidupku," Sungmin menghentikan tawanya dan menjawab pertanyan Kyuhyun dengan mudah. Matanya berkilat menyeramkan.

Selama ini memang banyak orang yang mengatakan Kyuhyun membawa petaka karena ia memang memiliki kepribadaian yang jahil. Tapi dikatai begitu oleh Sungmin...

Kyuhyun memberikan seringaian andalannya setelah Sungmin memberikan jawaban yang menurutnya menyebalkan itu, "Kau benar. Tapi sayangnya, semua ini belum selesai, Sungminnie-hyung."

"Oh! Terdengar lebih baik saat kau memanggilku dengan sebutan itu. Sering-seringlah memanggilku hyung," Sungmin membalas dengan girang. "Bagaimana kalau kau biarkan aku yang menulis sekenario selanjutnya, Cho Kyuhyun?" ucapnya tiba-tiba.

Menautkan alisnya bingung, Kyuhyun bertanya pada Sungmin, "Maksudmu?"

Sungmin tersenyum manis saat dia mengeluarkan sebuah kertas yang dilipat dari saku celananya.

"Aku menemukannya setelah sesi wawancara tadi di bawah bangkumu. Aku sangat yakin ini milikmu," Sungmin perlahan membuka lipatan kertas tersebut dengan senyum manis yang masih terlihat diwajahnya. "Dan, ini kukembalikan," lanjutnya sambil meletakkan kertas yang sudah terbuka itu di atas meja. Membuat Kyuhyun terkejut setengah mati dan tidak berani melihat ke arah Sungmin.

Sungmin hanya bisa menunjukkan senyum miris diwajahnya. Raut kekecewaan tidak bisa dihilangkan dari wajah mulus nan manis itu.

Ia mengambil gelas jusnya yang masih penuh dan menyiramnya ke wajah Kyuhyun. Kejadiannya kelihatan persis seperti beberapa hari yang lalu.

"Dasar bocah brengsek," tutupnya sambil keluar dari ruangan khusus yang mereka tempati.

Kyuhyun tidak sempat membalas perlakuan Sungmin sama sekali. Ia tahu dan sangat sadar kalau ini semua salahnya.

.

.

Kyuhyun keluar dengan gontai menjauhi restoran yang tadi ia dan Sungmin datangi, meninggalkan selembar kertas basah yang terkena tumpahan jus di atas mejanya.

Ia menyumpahi kertas yang sempat-sempatnya keluar dari sakunya tadi. Ia juga menyumpahi dirinya yang sempat-sempatnya membuat kertas bodoh begitu. Kertas bodoh yang sama dengan yang ia tulis semalam. Kertas bodoh yang berisikan :

Yang kubohongi:

Lee Sungmin (completed)

Manager Sungmin-Leeteuk (completed)

Keluargaku (completed)

Agensi Sungmin (on going)

Keluarga Sungmin (on going)

Wartawan (on going)

Fans Sungmin (on going)

.

.

"Aku mengerti sekarang, Hyung. Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Lee Hyukjae sudah menyamankan dirinya di atas kasur milik Sungmin. Tadi ia memang datang kesini karena Sungmin berteriak-teriak padanya meminta teman curhat.

"Aku akan mengatakan pada wartawan kalau aku dan manusia bodoh itu hanya bercanda."

"Nanti kau dibilang hanya mencari sensasi, Hyung."

"ARGH! AKU SANGAT MEMBENCI CHO KYUHYUN!" teriaknya sangat marah. Bayangkan siapa yang tidak akan marah kalau ditipu habis-habisan begitu. Sungmin bersyukur Tuhan membukan jalan baginya untuk mengetahui semua kebohongan Kyuhyun.

"Sungmin-hyung, lebih baik tidak usah kau urus manusia itu. Daripada kau ribet sendiri memikirkan hal tidak penting, biarkan saja dia dengan hidupnya."

"Aku tidak rela! Kau pikir aku tidak dirugikan dengan kebohongannya? Aku akan membalasnya."

Eunhyuk bisa merasakan kemarahan yang Sungmin rasakan. "Baiklah. Aku akan ikut membantumu, Hyung," Eunhyuk rasa jalan terbaik memang membalas dendam dulu baru abaikan.

.

.

"Appa, kumohon biarkan aku pindah ke apartemen. Aku mau mencoba hidup mandiri," pinta Kyuhyun pada ayahnya yang baru pulang dari kantor. Ia sudah meminta izin dari ibunya tapi tidak diizinkan.

"Apa-apaan ini, Kyuhyun-ah?" Yeung Hwan sedikit kesal saat Kyuhyun meminta yang tidak-tidak saat dirinya kelelahan begini.

"Kumohon, Appa. Izinkan aku tinggal di apartemen sendiri."

Ayahnya hanya menautkan alisnya bingung. Angin apa yang membuat anaknya jadi manja begini?

"Nanti kau mau makan apa, Kyuhyun-ah? Tinggal dirumah saja kau jarang makan," timpal ibunya dari arah ruang makan.

"Aku akan selalu delivery setiap hari. Changmin saja tinggal sendiri, Donghae-hyung juga tinggal sendiri. Kenapa hanya aku yang masih menumpang dengan keluarga?"

"Kakakmu yang lebih besar saja tidak meminta apartemen, Kyu. Kenapa kau meminta yang aneh-aneh sekarang?" ayahnya masih bingung dengan motif anaknya yang tampan ini.

"Kenapa tidak boleh? Aku tidak mau kalah dengan Changmin. HAH! Jangan-jangan Appa tidak punya uang untuk membeli apartemen? Apa sekarang kita sudah jatuh miskin dan tidak punya apa-apa lagi?" Kyuhyun mengambil jeda sebentar sebelum kembali melanjutkan kata-katanya, "Atau sebenarnya semua barang dirumah ini sudah digadaikan dan kita hanya tinggal menunggu waktu sampai pihak bank menarik semuanya?"

"Kyu...hyun...ah?" ucap ibunya melihat anaknya tidak berhenti bicara.

"Jangan katakan kalau mobil yang kupakai tadi pagi juga sebenarnya sudah digadaikan? Apa benar kita sudah semisikin itu? ASTAGA! Apa jangan-jangan alasan Appa pulang malam terus karena Appa sibuk memikirkan bagaimana cara melunasi hutang perusahaan?

"Kyu–"

"Jangan potong ucapanku dulu, Appa. YA AMPUN! Jangan-jangan perusahaan Appa sebenarnya sudah bangkrut dan Appa pulang malam karena sibuk luntang-lantung melamar kerja? Dan alasan Eomma jarang ke pusat perbelanjaan akhir-akhir juga karena bingung bagaimana kalau nanti hutangnya ditagih para kreditur? Dan alasan Ahra-noona selalu berdandan karena ia diam-diam selalu keluar malam dan bekerja di tempat yang–"

"EOMMA! APPA! Berikan saja Kyuhyun apartemen daripada dia menghina kita terus," Ahra teriak dari atas tangga saat mendengar omongan Kyuhyun yang makin gila.

Katanya Cho Kyuhyun tidak pernah nonton televisi, tapi omongannya barusan mengindikasikan kalau dirinya sering menonton sinetron -_-

"Yeobo, belikan saja dia apartemen. Kyuhyun-ah! Apa-apaan omonganmu? Kita masih kaya sampai saat ini. Apartemen seperti apapun bisa dibelikan oleh Appamu," Eommanya sedikit membentak.

"Ne. Kyuhyun. Kau tidak boleh mendoakan yang buruk tentang keluargamu. Sekarang kau ke kamarmu dan cari apartemen seperti apa yang kau inginkan," balas Appanya.

Kyuhyun mengeluarkan brosur apartemen yang dari tadi ia selipkan di celananya. "Ini. Aku sudah melingkari apartemen yang aku mau. Sekarang ayo kita beli malam ini juga sehingga aku bisa merasakan rasanya hidup mandiri," kata Kyuhyun sambil memberi senyum termanis yang ia miliki.

Ahra menggelengkan kepalanya tidak percaya atas kelakuan adiknya yang jarang-jarang bersikap menjijikkan begitu. Ia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Appa, Eomma, aku bersyukur keluarga kita masih kaya. Tolong katakan padaku kalau sekiranya kita sudah akan mendekati miskin dan biarkan aku ikut bekerja demi kelangsungan hidup kita," kata Kyuhyun sambil membimbing ayah dan ibunya keluar rumah menuju halaman rumah. Mereka bersiap membeli apartemen yang diminta Kyuhyun.

"Jangan berlebihan, Cho Kyuhyun. Kau cukup belajar yang rajin," kata ayahnya. Ayah yang sangat sabar.

.

.

'Lee Sungmin. Bersiaplah menyapa tetangga barumu,' Kyuhyun tersenyum menyeramkan saat ia sudah berada di depan apartemen yang akan ia beli. Apartemen yang sama dengan yang ditinggali Sungmin.

.

.

.

To Be Continued

Yaaaah... jadi begitulah chapter 4-nya. Saya gak tahu juga mau ngomong apa. Tapi tunggu ada yang mau saya omongin. Omaigot Kyumin di break down luar biasa keren! #fangirlingan gaje

Untuk yang nanya alasan luar biasa Sungmin. Ini jawabannya.

[120802 Sukira] Sungmin: Saat musik dimulai tadi, aku mengatakan, "Jika aku sudah menikah nanti, aku ingin kami memiliki kamar masing-masing supaya terlahir kesan misterius. Aku pikir dengan melakukan itu, perasaan berdebar-debar kami tidak akan pernah hilang."

Sudah jelas kalo mereka udah kawin. HAHAHAHA. SAYA PUAS XD

.

.

Untuk yang kemarin reviewnya gak saya bales, sumpah saya ga sengaja. Mata saya berumur -_- Semoga kali ini ga ada yang kelewatan.

Untuk JOYmin137 : Saya mau bales PM-nya disable. Jadi saya bales disini ya. Kemaren kelewatan kali ya saya baca review. Maaf ya #sujud

Untuk yang non-login. Saya jawab lagi disini ya :D

Han : Oke ^o^ Tapi kayaknya updatenya seminggu sekali deh bisanya. Hehe.

Fariny : Aksi Kyuhyun selanjutnya adalah menikahi saya jadi saya punya dua suami. Sungmin dan Kyuhyun #dibunuh. Silahkan dibaca lanjutannya :)

ChoLee KyuMin : Saya juga gatu kayaknya Sungmin udah terlanjur benci sama Kyuhyun ^^v Yep. They're not roommate, but they're soulmate XD Thanks lagi reviewnya :)

Dincubie : Oh iya saya baru nyadar #plak jadinya judul ama isi nyambung deh XD Thanks for review :D

ming0101 : Hwaiting! Nah, jawabannya diatas, chingu-ya. Keluarga Kyuhyun emang ga segampang itu nerima Sungmin. Chingu pinter nebak ah, jadi malu #apasih

KS : Sekarang jadi makin tambah ruwet gak? #pertanyaan bodoh Sungmin ga mungkin suka Kyuhyun karena dia suami saya #dilempar sayur

love haehyuk : Kan suka gayanya Kyumin, suka gayaku juga ga? #maksa. Ah, maksudnya hubungan Sungmin-Eunhyuk itu kaya hubungan mereka di super junior :)

KMS kyuminshiper : Gapapa ketawa aja lagi kaya saya. Hahahahaha #apasih. Ne, Lee Sungmin terlalu imut untuk diabaikan. Yey kita pumpkiners! #tos bareng KMS kyuminshiper

Lee Aurin : He'eh tinggal keluarga Sungmin doang. Tapi, kayaknya rencananya jadi agak kacau tuh XP tungguin next chapternya ya :D

Tika : Neee :D Makasih udah review, chingu. Nanti main lagi ya #lambai saputangan

Fishy : Saya mah bismilah aja supaya bisa bikin Kyumin moment, suka keringet dingin sendiri kalo ngebayangin kyumin :D Semangat! Makasih reviewnya :)

Cho Minna : Kkkk. Maap ya lama apdet. Seminggu sekali deh diusahakan. Ne, typo itu susah banget ngilangnya. Kaya oksigen selalu ada di mana-mana #alesan kalo dimasukin humor saya takut garing jadi ya...begitulah(?). Thanks for review, chingu :D

Jirania : Gapapa chingu, yang penting baca :D selamat menikmati chapter 4 :)

sparkyumin-08 : Oke sip ^^b makasih reviewnya :D

kyuminnaiesme : LOL. Chingu pinter nebak ah, jadi ga enak #gaje. Maap ya chapter ini ga sepenuhnya sesuai bayangan chingu, semoga tetap memuaskan :D

fuji : Soalnya Kyuhyun diberkahi otak pintar yang mendukung aksi maksiatnya XD Makasih udah review :)

Meong : LOL. Bener, Kyuhyun terlalu sok gaya. Ini lanjutannya. Semoga enggak mengecewakan.

dhianelf4ever : Bener, chingu. Kyuhyun pintar. Saya bangga sebagai pacarnya #digencet Sparkyu

YeyeWooKIM97 : Hai, Lici #sok kenal. Akhirnya kau sadar dan sembuh menjadi sider, nak #puk puk punggung lici. Ini lanjutannya, semoga tetep suka :D

aii chan : Ne, gomawo juga udah review, aii-chan :D Yang bener 'menikah dengan perempuan' bisa diganti sama 'menikah dengan Chisana Yuri' XD piss ah sparkyu ^^v

chanmoody : Cieee Kyuhyun ada yang nyemangatin #ngenggol Kyuhyun. Makasih ya reviewnya, chingu :D

vey900128 : See you juga di kotak review(?) XD Semoga diterima ya, chingu #doa

revaelf : Semoga bisa bikin kyumin momen ya :D Hahahaha, saya baru sadar kalo Kyuhyun selalu bikin masalah #siapa yang nulis coba?

DianJoyer137 : Alasan kyumin ga semakar itu saya tulis diatas ya ;) gara-gara...dia iseng kali. LOL. Ini apdetannya, chingu-ya :D

Song Ji Ra : #ikut nangis guling guling. Itu alesannya saya tulis diatas ya :) Chingu teliri banget ah, saya jadi iri. Semoga chapter ini typo-nya dikit ya :D

Guest : Ne. Semoga ini ga kelamaan dan tetep seru ;)

Rpshiraa : Yah..begitulah. Jawabanya adalah Sungmin benci pake banget. Lagian sih iseng boongin orang XP

I'm minhyun : Ah berarti OOC-kah? Semoga tetep suka sama chapter 4 :D

J.A : Gapapa neng, saya ga marah kok #apadah ini lanjutannya, selamat menikmati :D

GaemgyuimSML : Gomawoyo, chingu :) Itu jawabannya ada di atas ya. Buat tau dari mana itu dari fanpage. Katanya yesung pindah dorm terus ada kamar kosong ya ditempatin deh sama dia.

ExoChan : Ini lanjutannya~ udah ga usah galau yang penting mereka udah kawin XD

keys47 : LOL. Emang dia dongdong. Ini lanjutannya mian kalo ga kilat.

Uname : Hahahaha bener chingu! Sekarang bukan kyuhyunie, tapi bocah brengsek XD

Park Min Rin : Yah tapi sesi innocent!ming mungkin berenti disini. Mungkiiiin :D

nuriHenLau33 : Maaf ya apdetnya kayaknya perminggu. Semoga tetap setia menunggu XD

Andin : Itu si Kyuhyun kayaknya udah mulai timbul benih-benih(?) cinta. LOL

Lian : Alesannya aku taro diatas ya :) Oke ini lanjutannya, semoga suka.

Yunnieah : SIP! Ini lanjutannya. Selamat menikmati :D

.

Semoga chapter ini tetap menghibur. Ditunggu reviewnya~