"Appa, Eomma, aku bersyukur keluarga kita masih kaya. Tolong katakan padaku kalau sekiranya kita sudah akan mendekati miskin dan biarkan aku ikut bekerja demi kelangsungan hidup kita," kata Kyuhyun sambil membimbing ayah dan ibunya keluar rumah menuju halaman rumah. Mereka bersiap membeli apartemen yang diminta Kyuhyun.

"Jangan berlebihan, Cho Kyuhyun. Kau cukup belajar yang rajin," kata ayahnya. Ayah yang sangat sabar.

.

.

'Lee Sungmin. Bersiaplah menyapa tetangga barumu,' Kyuhyun tersenyum menyeramkan saat ia sudah berada di depan apartemen yang akan ia beli. Apartemen yang sama dengan yang ditinggali Sungmin.

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 5-

Sungmin menyikat gigi sambil menatap dirinya di cermin. Dia tidak habis pikir separuh waktu tidurnya dihabiskan hanya untuk memikirkan cara membalas dendam laki-laki pembual yang sukses membodohi dirinya.

"Menjijikkan," selanya saat otaknya tanpa sadar kembali bekerja untuk memikirkan pemuda yang lebih muda beberapa tahun di bawahnya. Sungmin menggosok giginya lebih keras dan menyelesaikannya dengan cepat.

"Dia pikir aku ini apa? Dasar manusia menjijikkan," katanya lagi. Kali ini Sungmin berjalan menuju kamarnya dan menghidupkan laptop pink-nya.

Sambil menunggu laptopnya menyala, ia mengecek ponselnya. Managernya mengingatkan untuk bersiap-siap shooting iklan barunya bersama Choi Siwon dan ia menunggu di tempat parkir di apartemen Sungmin.

Melempar ponselnya ke kasur, Sungmin beralih ke laptopnya. Ia ingin memastikan sesuatu.

Pewaris Tunggal UPI Corporation dan Artis Manis, Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin, Terlibat Cinta Terlarang

Sungmin menutup laptopnya dengan kasar tanpa repot-repot melakukan proses yang seharusnya, tepat setelah ia mendapatkan apa yang diinginkan. Gosip itu benar-benar sudah menyebar. Namanya benar-benar tercoreng saat ini. Kyuhyun benar-benar membuatnya nyaris menenggak racun tikus saat ini.

"Apanya yang cinta terlarang?! Ya Tuhan, kenapa kau tidak cabut saja nyawaku kemarin!" Sungmin beranjak dari kasurnya menuju lemarinya. Ia mengambil jaketnya dan bersiap keluar apartemennya.

"Aku bersumpah akan membuatmu menyesal. HAH CHO KYUHYUN!" teriak Sungmin saat lagi-lagi ia mengingat bagaimana Kyuhyun membohonginya.

.

.

Sungmin bisa merasakan semua mata memandang ke arahnya ketika ia turun dari mobil. Hari ini ia akan memulai pengambilan gambar untuk projek iklan barunya bersama Choi Siwon.

"Min, kita langsung ke ruang ganti," ajak Leeteuk saat merasa Sungmin sedikit risih dengan pandangan semua orang.

Di tengah-tengah perjalanannya menuju ruang ganti, ia melihat Siwon tersenyum dan berjalan ke arahnya.

"Kukira Lee Sungmin adalah laki-laki subur dengan hormon yang sehat," katanya pada Sungmin.

Pemuda manis yang hari ini memakai jaket cokelat itu hanya memandang Siwon sebentar sebelum akhirnya menjawab sambil menghela napas berat, "Haruskah kau membahas itu sekarang?"

"Kenapa? Kau malu, Hyung? Kalau kau malu kenapa kemarin membeberkannya dengan gamblang begitu?" tanya Siwon sambil tetap berjalan mengikuti Sungmin.

"Kurasa ada hal yang tidak harus kau tahu, Siwon-ah."

Siwon tertawa sebentar sebelum kembali melanjutkan percakapan, "Mianhae, tapi ini sedang jadi perbincangan hangat sekarang. Sungmin-hyung, semua orang meminta padaku untuk berhati-hati saat bekerja denganmu."

Sungmin mengerucutkan bibirnya sebelum akhirnya berjalan lebih cepat dan memasuki ruang gantinya. Sepertinya ia harus siap menghadapi ocehan seperti itu beberapa hari ke depan.

.

.

"Jadi, begitukah akhirnya, Cho Kyuhyun yang pintar?" tanya Dongahe saat mereka berdua sekarang berada di ruang musik. Mengurung diri dari tatapan tajam dan penasaran dari semua penjuru sekolah.

"Aku kan sudah mengaku salah, apa kau tidak bisa mengerti, Hyung?"

"Sampai mana ceritamu tadi? Jus tumpah?"

Kyuhyun memandang kesal pemuda yang menurutnya tidak membantu menyelesaikan masalahnya sedikitpun.

"Apa akan lebih baik kalau minta maaf padanya?"

"Aku tidak heran kalau kau jadi pusing karena masalah ini. Yah, bagaimanapun kita tahu bahwa kau, Cho Kyuhyun yang pintar, mencintai Lee Sungmin."

"Ayolah, Donghae-hyung, aku tidak mencintainya. Aku hanya merasa tidak enak padanya. Aku masih suka perempuan."

"Tidak mencintai Sungmin? Coba katakan siapa yang sedang kau pikirkan sekarang?"

Memilih tidak menjawab, Kyuhyun tidak bisa memungkiri kalau ia memang sedang memikirkan Sungmin. Tapi menurutnya bukan dalam konteks yang Donghae pikirkan melainkan dalam konteks bagaimana menghilangkan rasa tidak enak yang sampai saat ini terus menghantuinya.

"Jadi bagaimana aku seharusnya bersikap? Kau tidak membantuku sedikitpun."

"Kau mau aku mengatakan apa?" Saat ini Lee Donghae sudah bersiap keluar dari ruang musik dan membiarkan temannya memikirkan sendiri cara apa yang akan membantunya keluar dari masalah pelik ini.

"Aku punya saran untukmu," katanya sambil menoleh ke arah Kyuhyun. Kyuhyun memandang ke arah Donghae sebelum akhirnya ia melanjutkan perkataannya.

"Orangtuamu tidak merestui hubunganmu dengan Sungmin, Sungmin membencimu, orang-orang yang kenal dengan Sungmin pasti juga akan memandang rendah dirimu, orangtua Sungmin juga pasti akan membencimu –mengingat kau pernah mengatakan kalau sulit menaklukan orangtua Sungmin dan yang terakhir, kau mengaku masih suka perempuan," Donghae mengambil jeda sebentar sebelum kembali melanjutkan, "Tidak ada alasan untuk dekat dengan Sungmin. Lebih baik berhenti memikirkan ini dan menjauh dari Sungmin," tutup Donghae sambil keluar dari ruang musik.

"Tapi... Aku sudah...membeli apartemen tepat disebelah miliknya," kata Kyuhyun sambil menepuk wajahnya. Ia sendiri bingung apa yang mendorong dirinya untuk melakukan hal nekat itu. Ia bahkan sudah tidur di apartemen miliknya tadi malam. Merasakan bagaimana rasanya tinggal sendiri dan menjadi tetangga Sungmin. Untungnya, mereka berdua belum sampai bertatap muka. Kalau sudah, mungkin Kyuhyun sudah gila sekarang.

Kyuhyun memandang ponselnya, ia terus berpikir untuk menghubungi Sungmin dan mengajaknya bertemu untuk membicarakan ini.

"Apa sekarang aku kelihatan seperti orang yang sedang putus cinta?" gumamnya pelan dan akhirnya mendudukkan diri di depan piano, mungkin memainkan sebuah lagu bisa sedikit membuatnya tenang.

.

.

"Kau terus mengikuti kemanapun aku pergi. Apa kau sadar itu, Siwon-ah?" Sungmin akhirnya membuka suaranya saat Siwon mengikuti dirinya ke sebuah caffe. Entahlah, sebenarnya Sungmin juga tidak keberatan, toh rasanya ia memang butuh seseorang untuk menemaninya sekarang.

"Ya," Siwon menjawab singkat. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana dirinya dan Sungmin menyelesaikan pengambilan gambar mereka yang nyaris seharian penuh ini. Menurutnya, Sungmin adalah orang yang profesional. Ia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik tanpa terpengaruh dengan tatapan aneh dari semua orang yang ada di lokasi.

"Bisakah aku menjadi muridmu, Hyung?" tanya Siwon saat mereka sudah duduk di meja yang sama.

"Mwo? Lalu aku jadi gurumu? Lalu apa yang akan kuajarkan?" tanya Sungmin sedikit terkejut.

"Cara menjadi sempurna. Sesempurna dirimu," balas Siwon.

Sungmin tidak bisa menahan tawanya setelah itu. Ia tertawa dengan suaranya yang khas dan itu berlangsung cukup lama. Siwon sendiri bingung kenapa Sungmin tertawa seperti orang kesurupan begitu.

"Hyung, gwaenchana?" tanya Siwon panik.

"Ah, ya," Sungmin tertawa lagi, "Apa barusan kau menggombaliku, Siwon-ah?" kali ini Sungmin sudah berhenti tertawa dan menormalkan napasnya yang jadi sedikit kacau karena tertawa.

"Tidak, aku serius. Maksudku, kau memang sempurna."

"Aku tersanjung, tapi kau harus tahu, aku punya kekurangan di banyak sisi," balas Sungmin sambil tersenyum.

"Contohnya... orientasi seksualmu, Hyung?"

Sungmin memilih tidak menjawab dan membiarkan Siwon mendeskripsikan sendiri jawabannya.

"Kalau aku tahu orientasimu seperti ini sejak awal, aku mungkin sudah mendekatimu sejak dulu."

"BENARKAH?" balas Sungmin tidak bisa menutupi perasaan terkejut. Ia hanya... tidak menyangka.

"Aku bercanda, Hyung," kata Siwon sambil tersenyum di hadapannya.

"Padahal aku akan sangat senang kalau seorang Choi Siwon yang tampan mau mengencaniku."

"Oh! Lalu akan kau kemanakan kekasihmu yang sekarang?"

"Hmm... Katakan saja kau jadi kekasihku gelapku."

Mereka berdua bertatapan sebentar sebelum akhirnya tertawa keras mengingat lelucon bodoh yang barusan keluar dari mulut mereka.

"Selera humormu tidak buruk, Siwonnie."

"Kau juga, Sungminnie-hyung."

"Setelah ini kau ada jadwal lagi, Hyung?"

"Tidak. Aku langsung pulang. Kau?"

"Masih ada. Mungkin sekarang Zhoumi sedang bingung mencariku."

Setelah menghabiskan pesanan mereka, Sungmin dan Siwon keluar berbarengan dan memutuskan untuk berpisah setelahnya.

"Sayang sekali kau sudah punya pacar, Hyung. Tadinya mau aku antar pulang," kata Siwon sebelum mereka benar-benar berpisah.

Sungmin hanya bisa kembali tertawa dan memukul pundak Siwon pelan tanpa menjawab apapun. Ia memilih untuk berjalan ke arah mobilnya dan melambaikan tangannya pada Siwon sambil tetap tertawa.

"Dah, Choi Siwon! Sampai bertemu lagi!" kata Sungmin dengan keras. Ucapannya membuat semua orang menatap ke arahnya dan Siwon. Mendengar nama Siwon disebut seperti aba-aba untuk mulai mendekati Siwon dan meminta tanda tangan. Dan yah...begitulah.

"Kyaaaaaaa. Choi Siwon~ Lee Sungmin~" koar beberapa orang disekitar caffe itu.

"Kau berhutang padaku, Sungmin-hyung!" teriaknya pada Sungmin yang juga sedang berlari menjauhi kejaran fans.

.

.

Sungmin masih senyum-senyum sendiri saat dirinya sedang berada dalam sebuah lift di dalam gedung apartemennya. Dia tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi pada Siwon setelah ia tinggal kabur begitu saja.

"Pasti dia kewalahan," ucapnya lagi. Dia langsung masuk ke apartemen miliknya begitu lift yang ia naiki sampai dilantai 11.

Setelah mengunci pintunya, Sungmin melihat selembar kertas di bawah kakinya. Sepertinya kertas itu masuk lewat tempat surat di bawah pintu apartemennya.

Mengambilnya lalu membacanya di sofa adalah yang Sungmin lakukan setelahnya. Ia sempat bingung kenapa kertas seukuran kertas A4 itu hanya berisikan satu kalimat.

Sungminnie-hyung. Maafkan aku.

Sungmin meremas kasar kertas putih itu. Rasanya ia yakin bahwa yang menulis kertas itu adalah Cho Kyuhyun.

Sungmin berniat ke kamarnya sebelum bel apartemennya dibunyikan. Ia bergegas membukanya karena siapa itu Kyuhyun. Ia pasti akan menghajarnya kali ini. Kesalahan terbodoh yang ia lakukan saat di restoran kemarin adalah hanya menyiram jus ke wajah Kyuhyun disaat ia bisa saja memukul telak wajahnya.

Lumayan terkejut saat ia tidak menemukan siapapun di depan pintu, Sungmin menggelengkan kepalanya sekali sebelum akhirnya kembali menutup pintu di depannya. Saat ia berbalik, sebuah kertas berukuran A4 kembali tergeletak di lantai apartemennya.

Kau sudah memaafkanku, Hyung?

"Dalam mimpimu!" kata Sungmin cukup keras. Ia kembali meremas kertas itu dan langsung membuangnya ke tempat sampah.

.

.

Kyuhyun yang daritadi bermain PSP dalam diam sambil bersender pada pintu apartemennya langsung bangkit dan mematikan PSPnya. Ia menempelkan telinganya pada pintu untuk mencoba mendengar apa yang terjadi di luar. Yang barusan ia dengar memang suara pintu dibuka. Dan Cho Kyuhyun sangat yakin kalau kali ini Sungmin sudah pulang. Katakan dia tidak punya kerjaan, tapi memang itu yang dilakukan Kyuhyun daritadi. Ia sudah salah tebak tiga kali sejak tadi. Dan sekarang, karena ia sudah yakin, ia memutuskan keluar dari apartemennya.

Kyuhyun benar. Ia yakin itu. Ia melihat seberkas cahaya dari dalam apartemen Sungmin. Kyuhyun mengambil kertas putih yang sudah ia siapkan di sakunya. Ia menuliskan sebuah kalimat di atasnya.

Kau sudah memaafkanku, Hyung?

Kyuhyun berjongkok di depan pintu itu. Berjaga-jaga kalau Sungmin mungkin melihatnya lewat lubang kecil di pintunya. Ia menunggu sebentar sebelum memasukkan kertas itu lewat tempat surat yang sama. Kyuhyun harus menunggu dan yakin kalau surat pertamanya sudah dibaca Sungmin.

Setelah benar-benar yakin, Kyuhyun membunyikan bel apartemen Sungmin dan berlari menuju apartemennya dengan cepat. Kalau ketahuan Sungmin... mungkin ia akan babak belur.

"Huah. Mendebarkan," katanya sambil tersenyum.

Kyuhyun kembali mendengar suara pintu yang dibuka lalu tertutup. Kali ini Kyuhyun beralih menempelkan telinganya di dinding sebelah kanan. Dinding yang menempel dengan milik Sungmin.

"Dalam mimpimu!"

Ia tertawa tanpa suara saat mendengar Sungmin membalas suratnya dengan ucapan begitu. Kyuhyun kembali bergegas keluar pintu dan melancarkan aksi yang sama lagi.

Benarkah? Kalau begitu sampai bertemu di mimpiku malam ini. Min-Hyung :D

Kyuhyun langsung berlari ke apartemennya setelah membunyikan bel apartemen Sungmin.

.

.

"Sampai bertemu di mimpinya? Menjijikkan," kata Sungmin sambil tertawa mengejek. Ia tidak tahu dimana Kyuhyun atau kenapa ia bisa tahu apa yang Sungmin katakan.

'Apa dia memasang kamera CCTV?' pikir Sungmin.

"YA! Cho Kyuhyun manusia menjijikkan! Dimana kau?! Dasar pengecut!" kata Sungmin keras. Pasti Kyuhyun mendengarnya sekarang. 'Oh! Kertasnya," pikir Sungmin lalu bergegas ke arah pintu. Ia pasti menangkap Kyuhyun kali ini.

Sebuah kertas memang benar datang setelah itu. Sungmin melihat ke lubang kecil di pintunya dan tidak menemukan siapapun didepan sana. Ia mulai takut kalau ada hantu yang menggodanya.

Aku di dekatmu. Tadi pagi aku bunuh diri dan mulai saat ini aku akan menggentayangimu :P

Sungmin mengerutkan alisnya dan tertawa mengejek setelahnya. Ia tidak habis pikir, kapan bocah itu akan berhenti main-main dengannya.

"Dasar bodoh," katanya pelan masih dengan senyum mengejek di wajahnya. Sungmin kali ini keluar dari apartemen dan menutup pintunya. Ia akan menunggu Kyuhyun di sini.

.

.

Saat Kyuhyun kembali mendengar bunyi pintu yang dibuka lalu ditutup dari apartemen sebelahnya, ia kembali bangkit dan langsung keluar dari apartemennya.

Keberadaan Sungmin yang sedang berdiri di depan apartemennya membuatnya terkejut dan lansung memutuskan untuk masuk kembali ke apartemennya.

"HA!" kata Sungmin dengan keras saat dirinya melihat Kyuhyun keluar dari apartemen di sampingnya. Ia langsung mengejar Kyuhyun tapi tidak berhasil menangkapnya karena Kyuhyun lebih dulu masuk dan mengunci apartemennya.

"Ya! Cho Kyuhyun! Berhenti main-main denganku. Buka pintunya!" kata Sungmin keras. Apa dia lupa kalau suaranya bisa mengganggu istirahat penghuni apartemen lain mengingat ini sudah sangat larut?

Sungmin melihat selembar kertas kembali keluar dari lubang yang sama.

Cho Kyuhyun sedang bersiap untuk tidur karena besok ia harus sekolah.

"Aish! Apa-apaan itu. Katanya Cho Kyuhyun sudah mati, kenapa besok harus sekolah? Kenapa pula dia bisa berada di sebelah apartemenku?" Sungmin sekarang duduk bersender di pintu Kyuhyun dan tanpa sadar menunggu jawaban dari Kyuhyun.

Karena arwah Cho Kyuhyun harus tetap pintar supaya tidak membuat orangtuanya malu.
Karena Kyuhyun sekarang adalah tetanggamu jadi bersikap baiklah padanya.

Sungmin tersenyum dan meremas kertas yang lagi-lagi ia dapatkan.

"Kau benar-benar membuatku kesal, kau tahu? Apa kau tahu seperti apa seluruh dunia memandangku saat ini? Rendah. Menjijikkan. Kau tahu itu? Hah!" balas Sungmin yang sekarang menundukkan wajahnya mengingat betapa berat ia menjalani harinya hari ini.

"Mianhae," kata Kyuhyun yang sekarang juga sudah bersender di pintu. Ia memilih untuk menghentikan acara surat menyuratnya. Ia bisa mendengar Sungmin tertawa setelah itu.

"Kenapa tidak pakai kertas lagi? Apa kertasmu habis?" balas Sungmin sengit.

"Aku benar-benar tidak ada maksud membuatmu jadi seperti itu. Maafkan aku," kata Kyuhyun lagi. Ia tidak mendengar Sungmin tertawa atau membalas ucapannya. Ia hanya bisa mendengar suara pintu apartemen yang dibuka lalu ditutup setelah itu.

Kyuhyun hanya bisa mengacak rambutnya dan bangkit menuju kamarnya. Mungkin ia memang harus tidur sekarang.

.

.

"Sungmin-ah. Kapan kau bisa pulang? Atau Eomma dan Appa saja yang datang ke Seoul?" tanya Kang Kyeong Suk pada anaknya lewat telepon. Sungmin baru selesai mandi saat Eommanya menelepon beberapa saat yang lalu.

Ia hanya bisa menghela napasnya berat. Sungmin merasa masalah tidak berhenti menghujamnya sejak ia kenal dengan Kyuhyun.

"Aku akan pulang nanti malam, Eomma. Tidak masalah kan?"

"Ne, kami akan menunggumu. Eomma merindukanmu, Sungmin-ah," kata ibunya setelah itu.

Sungmin yakin kalau ibunya pasti sudah mendengar gosip tidak mengenakkan tentang dirinya dan Kyuhyun. Ibunya pasti sangat kaget mendengar itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi ayahnya saat mendengar gosip itu.

"Aku juga merindukanmu, Eomma." Dengan itu Sungmin memutus hubungan teleponnya dengan ibunya. Sungmin sudah memutuskan kalau ia akan mengaku bahwa hubungannya dan Kyuhyun hanyalah rekayasa dan ia akan menceritakan semuanya pada mereka.

.

.

Kyuhyun masih sempat menulis surat lagi pada Sungmin pagi ini –tepat sebelum ia berangkat sekolah– Ia hanya ingin mengucapkan selamat pagi padanya.

Pagi, Sungminnie-hyung. Semoga harimu menyenangkan. Semangat!

Ia merasa komunikasi seperti itu sangat tepat untuk mereka berdua. Ia masih belum berani melihat wajah Sungmin.

Kyuhyun lalu pergi dari depan pintu Sungmin dan bersiap menuju sekolahnya.

.

.

Sungmin kembali melihat kertas putih di lantai yang sama dengan semalam.

"Apa semalam aku melewatkan kertas ini?" tanyanya.

Ia merendahkan dirinya dan mengambil kertas itu. Membacanya lalu meremasnya seperti biasanya.

Pagi, Sungminnie-hyung. Semoga harimu menyenangkan. Semangat!

"Mana mungkin hariku bisa kembali menyenangkan. Harusnya ia bertanggung jawab, bukan kabur begitu saja," katanya. Ia jujur kalau dirinya kecewa pada tingkah Kyuhyun.

"Kalau dia serius minta maaf padaku, harusnya ia mengadakan konfrensi pers dan katakan bahwa ia memaksaku mengaku sebagai pacarnya. Kalau ia melakukan itu baru kumaafkan," lanjutnya sambil keluar dari apartemennya. Jadwalnya cukup padat hari ini.

"Tapi bagaimanapun, kau memang harus semangat, Lee Sungmin. Hwaiting!"

.

.

"Hyung, apa wawancaranya bisa dimajukan jadi siang ini saja? Aku harus ke Ilsan dan menemui orangtuaku nanti malam," kata Sungmin saat dirinya sedang di make-up untuk pemotretan majalah pada managernya yang sedang sibuk di teleponnya

"Jadwal Sungmin untuk tanggal 5 sampai 12 sudah penuh. Bisakah kita-"

"Hyung," potong Sungmin saat Leeteuk tidak membalas perkataannya.

"Akan kuusahakan, Min," jawab Leeteuk dengan cepat. Tepat setelahnya, ponselnya yang satu lagi berdering. Manager tampan itu punya tiga ponsel, jadi bersiaplah pada keadaan seperti ini.

"Annyeonghaseyo. Leeteuk-sshi, aku ingin tahu apa Sungmin punya jadwal malam ini?" tanya penelpon.

"Annyeong, tunggu sebentar," kata Leeteuk beralih ke ponsel satunya, "Maaf, maksudku, bisakah kita mengubahnya jadi tanggal 13 jam 12 siang. Sungmin belum ada jadwal saat itu," lanjut Leeteuk. Sungmin hanya bisa memandang takjub pada kemampuan Hyung-nya menghadapi situasi seperti itu.

Leeteuk akhirnya kembali ke ponsel yang satunya lagi, "Maaf menunggu lama, Sungmin sepertinya tidak akan ada jadwal untuk nanti malam. Ia mau mengunjungi orangtuanya di Ilsan."

"Begitukah? Terima kasih," balas si penelepon lalu memutus panggilan.

"Aku bahkan belum sempat menanyakan dia siapa. Baiklah, kuhubungi lagi saja," kata Leeteuk saat ia ingat ia tidak tahu sedang berbicara dengan siapa tadi. Tapi, ia mengurungkan niatnya saat ponsel lain miliknya kembali berdering.

"Aish. Tidak ada habisnya," kata Leeteuk. Ia tidak menyangka bahwa gosip Sungmin dan Kyuhyun tidak menyurutkan tawaran pekerjaan untuk Sungmin.

.

.

Kyuhyun menatap ponselnya dengan tatapan horor. Barusan ia hanya iseng menelepon manager Sungmin karena takut kalau menelepon Sungmin langsung. Ia hanya ingin tahu jadwal Sungmin malam ini karena ia berniat benar-benar berbicara empat mata dengan Sungmin. Tapi, jawaban yang ia dapat...

"Sungmin mau ke Ilsan? Dia pasti akan mengatakan pada orangtuanya bahwa aku yang menyebabkan masalah ini. Tunggu, apa lebih baik aku ikut ke Ilsan bersamanya?" tanya Kyuhyun.

Kyuhyun takut Sungmin membeberkan semuanya dan akhirnya dirinya akan diolok habis-habisan oleh keluarga Sungmin. Belum lagi kalau keluarga Sungmin membukanya ke publik...

"Astaga! Orangtuaku pasti akan malu punya anak sepertiku."

Kyuhyun sudah memutuskan dan memantapkan hatinya. Ia tidak akan membiarkan Sungmin membeberkan kejelekannya dan akan ikut ke Ilsan.

.

.

Sungmin berniat langsung ke Ilsan setelah ia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 5 sore. Tapi, akhirnya ia kembali ke apartemennya untuk mandi dan ganti baju dulu.

Rasanya ia sudah tidak terkejut saat melihat selembar kertas putih kembali tergeletak di lantainya.

Bagaimana harimu, Hyung? Menyenangkan? Kalau mau berkendaraan malam-malam jangan lupa minum vitamin dulu supaya tidak mengantuk :D

"Hariku buruk! Kau dengar itu?! Hariku buruk!" balasnya keras.

.

.

Kyuhyun yang mendengar balasan Sungmin langsung bergegas keluar dan menuju tempat parkir. Ia akan membuntuti Sungmin sampai ke Ilsan.

Sebelum meuju lift, ia kembali memasukkan kertas lagi ke dalam apartemen Sungmin.

Benarkah? Mianhae. Jeongmal Mianhae, nae namjachingu, Lee Sungmin :)

Sungmin bisa merasakan pipinya memanas setelah membaca kertas itu. Bisa-bisanya Kyuhyun menulis seperti itu.

"Apanya yang 'nae namjachingu'? Dasar bodoh," kata Sungmin sambil bersiap-siap ke kamar mandi.

.

.

Saat mobil Sungmin sudah bergerak keluar dari tempat parkir, Kyuhyun langsung bergegas menghidupkan mobilnya. Ia tidak boleh kehilangan jejak. Bagaimanapun, ia tidak tahu sama sekali tempat yang akan ia tuju.

Sungmin sepertinya tidak sadar kalau ada sebuah mobil sedan hitam yang membuntutinya dalam jarak pandang 10-15 meter. Buktinya, ia masih tetap melajukan mobil silver miliknya dengan kecepatan yang sama.

Mobil Sungmin akhirnya terparkir di dalam rumahnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua setengah jam. Setelah mengunci mobilnya, Sungmin langsung keluar dan menuju pintu masuk.

Kyuhyun terpaksa memarkirkan mobilnya di luar gerbang rumah Sungmin. Setelah memastikan mobilnya akan aman disana, Kyuhyun langsung keluar dan merapikan rambutnya.

"Mau bagaimana lagi, kalau mau beretemu calon mertua harus rapi, kan?" tanyanya pada kaca spion kiri di hadapannya. Cho Kyuhyun... calon mertua katamu?

.

.

"Sungminnie," kata ibunya saat Sungmin sudah berdiri di depan pintu. Ia langsung memeluk Sungmin dengan erat. "Eomma benar-benar merindukanmu."

Sungmin tersenyum dan membalas pelukan ibunya, "Aku juga, Eomma." Sungmin lalu melepas pelukan ibunya saat melihat ayahnya sudah mendekati mereka.

"Annyeong, Appa," katanya lalu memeluk ayahnya. Pertemuan terakhir mereka memang baru dua bulan yang lalu, tapi rasanya sudah seperti setahun yang lalu.

"Kau sendirian, Sungmin-ah?" tanya ayahnya.

"Ne. Bagaimana kabar Appa?"

"Appa baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?"

"Aku juga baik."

Kyeong Suk membawa dua laki-laki itu menjauhi pintu masuk dan menuju ruang tamu, "Bicaranya di dalam saja supaya tidak dingin," lanjutnya.

Saat mereka sudah mulai berbincang didalam, bel di rumah itu berbunyi.

"Biar Eomma yang buka," kata Kyeong Suk menuju pintu.

.

.

Kyuhyun berdiri dengan sedikit gugup di depan pintu putih itu. Ia akhirnya memberanikan diri menekan belnya. 'Bersiaplah, Cho Kyuhyun,' batinnya.

Saat pintu itu teruka, Kyuhyun bisa melihat seorang wanita dibaliknya.

"Annyeonghaseyo. Cho Kyuhyun imnida. Aku... kekasih Lee Sungmin," kata Kyuhyun sambil membungkukkan badannya.

Ia bisa melihat wajah terkejut dari wanita yang ia yakini sebagai ibu Sungmin. Tapi, hal itu tidak lantas membuat dirinya langsung lari dan meninggalkan semuanya begitu saja.

"Cho...Kyuhyun?"

"Ne, Ahjumma."

"Ah, silahkan masuk."

.

.

Sungmin membelalakkan matanya melihat tamu yang berjalan beriringan dengan ibunya. Wajah tamunya itu dipenuhi senyum.

'Apa dia gila? Bagaimana dia bisa...' kata Sungmin tidak percaya melihat Kyuhyun sekarang masih tersenyum didepannya.

"Annyeonghaeyo, Lee Chunhwa-ahjussi. Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih Sungmin," kata Kyuhyun kembali membungkukkan wajahnya. Kyuhyun tahu bahwa pria yang ada di samping Sungmin adalah ayahnya. Ia pernah melihatnya di internet.

"Kau jahat sekali, Min. Tidak membangunkanku. Kan sudah kukatakan untuk membangunkanku," kata Kyuhyun saat kali ini ia sudah bertemu pandang dengan Sungmin.

"Apa?" tanya Lee Chunhwa.

"Ah, mianhae, Ahjussi. Barusan kami bersama di mobil, tapi aku tertidur. Sepertinya Sungmin tidak enak kalau harus membangunkanku, jadi ia memutuskan untuk masuk kesini sendiri. Benar kan, Min?"

.

.

.

To Be Continued

Hyehehe seperti yang saya janjikan ya tiap minggu, soalnya banyak gangguan dari sana sini :D

Semoga chapter ini tidak mengecewakan, saya agak galau ngerjainnya, takut makin ngebosenin. Eih, selamat ya buat Super Junior yang menang 3 awards sekaligus tanggal 15 kemarin. Sama happy birthday Kim Young Woon! Chukkae~

.

.

Saya minta maaf lagi ya sama yang reviewnya lagi-lagi gak saya bales. Mianhanda. Untuk yang review pake akun, saya balesnya agak maleman dikit yah soalnya internet lagi lemot.

Ini saya bales dari chapter 1-3 dulu ya.

Dina LuvKyumin : Makasih ya udah review, padahal review dari chapter 1 tapi aku baru ngecekin lagi. Maaf ya #bungkuk Semoga tetep mau baca dan review :)

Det : Mianhae reviewnya baru aku bales. Wah makasih banyak pujiannya, chingu-ya. Semoga masih tetep ngelanjutin baca ya :D

Saya : Ne, udah saya lanjutin sampe chapter 5. Maaf baru saya bales ya.

Evilevigne : Mianhae ya. Jangan nangis dong :o saya nggak sengaja nih T.T Makasih banyak ya reviewnya. Semoga masih mau baca lanjutannya :)

KyuLoveMin : Sungmin pake baju cewek soalnya disuruh sama Leeteuk supaya ga dikenalin sama fans. Maaf ya baru saya bales. Semoga masih tetep suka cerita ini :)

Beemm : SIP. Makasih ya :D Maaf reviewnya baru aku bales #sembah sujud

Evil Roommate : Makasih banyak reviewnya, chingu :) Maaf baru saya bales.

Citra1307 : Hehe #ikutan ketawa. Padahal saya ga masukin ke genre humor. Mungkin Kyuhyun emang lucu di cerita ini XD

Nah ini buat yang chapter 4 :D

Fariny : Ini lanjutannya, semoga suka. Makasih udah review :D

Hyukie : FF-nya apa sayanya? #ketawa serem. Hehe bener loh, Sungmin emang istri yang...ga bisa dideskripsiin deh XD

Dincubie : Ne! Kyuhyun itu nggak suka sama Sungmin, katanya masih suka sama perempuan. Katanyaaaa XP

aii chan : Aii chan, dari pada berebut Kyuhyun yang udah jelas sukanya sama Sungmin. Mending kita aja ya yang jadian :p #aduhaduh

love haehyuk : Haaaa, tuh kan. Saya seneng sih, tapi maaf ya bisa apdet kilat-kilat amat.

Kyuti : Okeeee #ikutan ditimpuk

keys47 : Yah, itulah yang dilakukan manusia bernaama Cho Kyuhyun. Menggentayangi Sungmin XD

Cho Minna : He eh. Dia yang ngomong gitu kenapa saya yang jadi berdebar-debar tapinya. Gak normal XD Amin deh, semoga saya gak ikutan keluar dari :D

Guest : Hehehe, iya abisan saya gak tega kalo Sungmin dikibulin mulu. Ini lanjutannya. Yeah!

Me Naruto : LOL. Namanya juga Evil!Kyu kalo ga bikin onar bukan dia namanya. Jangan dijitak, chingu. Nanti jadi idiot dianya XD Bales PS: Lagunya juga enak :D

KMS kyuminshiper : Tuh Kyuhyun pindah supaya bisa surat-suratan sama Sungmin. Kekeke #ikutan ketawa kaya Heechul Tapi dia ngakunya masih suka perempuan tuh. Ngakunyaaaa XP Ini lanjutannya chingu-yaaaa :D

baby ming101 : Jangan pundung dong, chingu, nanti siapa yang mau baca ff saya :D Gak papa kok saya suka yang panjang-panjang(?) nanti review lagi ya. Semoga chapter ini ga bikin bosen :)

It's Min : YOHA! Apa maksudnya coba sepatu aja makenya barengan. Apa kalo udah nikah harus begitu ya? Kyaaaaa #otak deluasional aktif. Itu tuh kayaknya mau dilanjutin lagi #spoiler

Cheyzee : LOL. Soalnya Kyuhyun suka nonton sinetron jadi suka ngomong lebay gitu #dikeplak Sparkyu

Evilevigne : Semoga chapter ini tetep suka ya. HUA BUKAN BUKAN. Bukan gitu T.T aku sumpah baru ngebacain lagi yang review chapter 1. Kukira gak nambah soalnya :( Mianhaeeeeee #tereak sambil lari-lari. Kamu sampe review 2 kali, jadi ga enak banget.

GamerPink males login : LOL. Apa susahnya login? # korban iklan Itu tuh dia kaget sampe mau mukulin Kyuhyun. Karena benci dan cinta hanya dibatasi benang tipis XD #apasih

sparkyumin-08 : LOL. Aku juga. Jadi, ini lanjutannya :D

And : Dapet dari... Kyumin. Mereka penuh inspirasi soalnya :D Ini mungkin yang paling cepet. Seminggu sekali ya :)

minnieGalz : He eh, saya jadi penasaran dimana honeymoon-nya ya? #OOT

Meong : Tau tuh Kyuhyun. Moduuuus. LOL. Eunhae? Masih nunggu momen yang pas buat mempertemukan dua orang ini. Hehe.

vey900128 : Oke! Ini lanjutannya dan begitulah reaksi Sungmin :D

KyuLoveMin : Ne, gapapa, chingu-ya. Maaf ya chapter 1 kemarin baru saya bales. Sungmin naek kereta itu kayaknya nanti ada ceritanya deh :) kalo alesan pake aju cewek, gara-gara disuruh Eeteuk :D

KS : Jangan lempari sayur, lempari saja saya uang #sekarang malah digebukin SEMANGAT! Ini lanjutannya ya :D

Nhia Petals : Ne, gapapa, chingu :D Dia tuh kayaknya mau deket-deket Sungmin deh #spoiler Dan semoga chapter ini sesuai harapan :)

Tika : Tuh, gitu tuh kelakuan si Kyuhyun #nunjuk chapter 5

Evil Roommate : Saya tungguin kok XD Saya juga yang ngetik jadi pusing. Hahaha. Ini lanjutannya ya :D

citra1307 : Ah, masa sih? Jadi ga enak #padahal ga dipuji Ini lanjutannya, semoga tetep sukaa :D

Guest : Tau Kyuhyuuun #nyurakin Kyuhyun. Ini lanjutannyaaaa :)

I'm minhyun : Itulah lagi-lagi kehebatan Sungmin, dalam keadaan apapun tetep manis semanis saya :p #dibakar Kyuhyun emang kalo ga evil ga seru sih :D

Revaelf : Iya deeeh #sokimut Kyuhyun selain cerewet juga tampan, Kyaaaaa #fangirlingan

KimShippo : Walah ada lagi yang minta Mpreg. Dari ide awalku sih belom kepikiran mpreg, tapi gak tau deh bisa dijadiin mpreg apa enggak. Kalo banyak yang minta mungkin aku arahin kesana. Tapi, mungkin enggak soalnya nanti plotnya jadi beda o.O #JADI MAU LU APA

dhianelf4ever : Hahahaha. Yah jadi gitu deh, chingu #apanya

ChoLee KyuMin : Padahal saya ga niat nipu soalnya nanti Sungmin jadi benci sama saya. Kyuhyun-sshi, ada yang ngatain busuk tuuuh #ngadu mode: on Eih iya ya. Ayo tos! Apapun yang nanti terjadi sama couple ini, mereka pasti... tetep saling cinta #nangis sesengukan. Ini lanjutannya :D

Neganugu : tetep ngakak baca penname-nya. Situ aja bilang 'neganugu' lah terus saya panggil apa? Neganugu-sshi? LOL. Gapapa chingu, saya tungguin kok. Amiiiin. Nanti saya bilangin dulu ke kyumin :D

Song Ji Ra : HUAH review panjang lagi. Asiiiik :D Ne, Ji Ra-sshi, panggil aja Yuri. Aduh kompleks ah reviewnya jadi tersanjung sayaa. Beneran nih sukanya jangan cepert-cepet? Nanti kalo bosen gimana? Saya ga tau mau bales gimana lagi, spechless banget-lah pokoknya. Semoga chapter ini tetep menyenangkan buat dibaca :)

.

Sekian dari saya, semoga chapter ini masih menyenangkan :D