"Annyeonghaeyo, Lee Chunhwa-ahjussi. Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih Sungmin," kata Kyuhyun kembali membungkukkan wajahnya. Kyuhyun tahu bahwa pria yang ada di samping Sungmin adalah ayahnya. Ia pernah melihatnya di internet.

"Kau jahat sekali, Min. Tidak membangunkanku. Kan sudah kukatakan untuk membangunkanku," kata Kyuhyun saat kali ini ia sudah bertemu pandang dengan Sungmin.

"Apa?" tanya Lee Chunhwa.

"Ah, mianhae, Ahjussi. Barusan kami bersama di mobil, tapi aku tertidur. Sepertinya Sungmin tidak enak kalau harus membangunkanku, jadi ia memutuskan untuk masuk kesini sendiri. Benar kan, Min?"

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat

Type : Chaptered

Don't Copas Please. Saya merasa tidak dihargai kalo dicopas atau di share tanpa seizin saya :(

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 6-

"Ah, mianhae, Ahjussi. Barusan kami bersama di mobil, tapi aku tertidur. Sepertinya Sungmin tidak enak kalau harus membangunkanku, jadi ia memutuskan untuk masuk kesini sendiri. Benar kan, Min?"

Sungmin hanya melotot ke arah Kyuhyun. 'Apanya yang semobil?' batinnya.

"Benarkah, Sungmin-ah?" tanya ibunya.

Kyuhyun masih menunjukkan senyum manisnya di hadapan Sungmin. Saat melihat mata Kyuhyun, Sungmin bisa melihat ada perasaan cemas. Ia jadi bingung sekarang.

'Tidak. Sungmin-ah, berhenti mengasihani makhluk itu!'

"Ne, itu benar, Eomma," balas Sungmin akhirnya. Ia kalah dengan mata Kyuhyun. Pemuda di depannya kelihatan sangat polos dan tidak berdosa. 'Manusia dengan dua wajah, menyeramkan,' batin Sungmin.

Kyuhyun terlihat makin mengembangkan senyumnya saat ini.

"Ahjussi, Ahjumma, kedatangan kami kemari..." Kyuhyun menatap Sungmin sebentar sebelum melanjutkan, "Kami... ingin meminta restu dari kalian."

Kyuhyun bangkit dari sofanya dan kembali membungkuk. Ia tidak tahu kenapa ia sampai melakukan itu... rasanya ia memang harus begitu.

"Hmmm," Lee Chunhwa menegakkan badannya di sofa dan memandang lekat tubuh Kyuhyun yang sampai membungkuk seperti itu di depannya.

"Lalu... Bagaimana kalau aku tidak merestui kalian?" tanyanya pada akhirnya.

Sungmin melihat bahu Kyuhyun sedikit tersentak. Mungkin dia kaget dengan jawaban ayahnya. Tapi, Sungmin tidak salah, ia kan memang sudah mengingatkan tentang hal ini pada Kyuhyun.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya. Ia menatap pria di samping Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia kembali merasakan penolakan seperti yang dilakukan orangtuanya pada dirinya beberapa hari yang lalu. Dia merasa semuanya sangat salah. Semua yang ia lakukan adalah kesalahan.

'Kau egois.'

'Lalu kenapa kau harus bilang kalau kau pacarnya? Dilihat dari manapun tidak menyelesaikan masalah.'

'Orangtuamu tidak merestui hubunganmu dengan Sungmin, Sungmin membencimu, orang-orang yang kenal dengan Sungmin pasti juga akan memandang rendah dirimu, orangtua Sungmin juga pasti akan membencimu –mengingat kau pernah mengatakan kalau sulit menaklukan orangtua Sungmin dan yang terakhir, kau mengaku masih suka perempuan.'

'Tidak ada alasan untuk dekat dengan Sungmin. Lebih baik berhenti memikirkan ini dan menjauh dari Sungmin.'

Kyuhyun menghela napasnya dengan berat. Ia mengatupkan bibirnya. Mungkin kali ini saatnya kau melakukan sesuatu yang tidak kekanakan, Cho Kyuhyun.

"Aku dan Sungmin...akan mengakhiri hubungan ini," jawab Kyuhyun dengan senyum di wajahnya. Donghae benar, tidak ada alasan baginya untuk meanjutkan ini semua. Segala sesuatu yang dimulai dengan kebohongan...tidak akan berakhir bahagia.

.

.

Sungmin yang daritadi menunduk, kini akhirnya menatap ke arah Kyuhyun berdiri. Ia bisa melihat senyum di wajah pucat itu. Ia sering melihat Kyuhyun tersenyum begitu, tapi, kali ini... memang agak berbeda.

Akhirnya ia ikut tersenyum. Ia tahu kalau ini mungkin yang terbaik. Artinya, dengan begini dirinya tidak akan dipandang rendah lagi. Dan Kyuhyun akan menjauh darinya.

"Kyuhyun benar. Kami akan mengakhiri hubungan kami kalau Eomma dan Appa tidak bisa merestui kami," ia menimpali dengan yakin. Orangtuanya tidak punya alasan untuk merestui mereka, kan?

Kyuhyun kini menatap Sungmin agak lama, senyumnya perlahan menghilang.

"Jadi, tidak merestui kami adalah jawaban Anda, Ahjussi?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Ne. Aku tidak bisa merestui kalian. Sampai kapanpun. Sungmin tidak akan kuizinkan berhubungan dengan laki-laki. Apalagi dengan anak sekolah sepertimu," jawab Chunhwa tegas. Seakan ia tidak mau mendengar bantahan atau penolakan.

Sungmin melihat Kyuhyun kembali tersenyum sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali. Ia bingung harus bersikap seperti apa kali ini. Kyuhyun kelihatan sangat depresi. Ia yakin Kyuhyun hanya berpura-pura depresi, tapi...

"Aku mengerti. Aku sangat mengerti jawaban Anda, Ahjussi," ucap Kyuhyun. Ia memandang Sungmin sebentar sebelum akhirnya beranjak dari tempatnya, lebih baik ia pulang sekarang.

"Kalau begitu aku pulang. Maaf mengganggu kalian semua. Annyeong," tutup Kyuhyun sambil membalikkan badannya.

Sungmin hanya bisa menggigit pelan bibirnya. Ia merasa seperti orang jahat yang sedang mengusir Kyuhyun. Apa dia memang sejahat itu? Maksudnya... Apa Kyuhyun memang harus sudah pulang sekarang?

"Kyuhyun-ah," panggil ibu Sungmin. Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang. "Biar Sungmin mengantarmu. Bukankah kau kesini dengan mobil Sungmin?"

Ayah Sungmin kelihatan tidak suka dengan usul istrinya dan Kyuhyun bisa melihatnya. Ia tidak mau dirinya dibenci lebih dari ini.

"Ah, tidak perlu, Ahjumma. Aku bisa pulang naik taksi."

Sungmin tidak terima. Rasanya Kyuhyun seakan menolaknya juga.

"Biar aku antar," ucap Sungmin akhirnya.

.

.

"Terima kasih sudah meluruskan semua. Yah, walaupun tidak semulus itu juga," kata Sungmin saat mereka sudah di depan pintu rumah Sungmin.

Kyuhyun diam. Ia tidak tahu harus membalas apa. Ada bagian dari dirinya yang merasa hancur. Melihat Sungmin, ia menemukan pemuda yang lebih tua darinya itu tersenyum dengan manis di depannya.

"Ne, bukan masalah," jawab Kyuhyun tanpa melirik Sungmin. Sungmin kelihatan bahagia dengan keputusannya. Senyum Sungmin kelihatan sedikit berbeda –namun sama disaat yang bersamaan. Ia sebenarnya ingin ikut tersenyum. Sama-sama merayakan berakhirnya skenario bodoh mereka.

Tapi, ia tidak bisa.

Menggerakkan sudut bibirnya untuk sekedar terangkat sedikit saja terasa sangat berat. Ia menolak untuk tersenyum. Sebagian dirinya menolak untuk tersenyum diatas kebahagian yang Sungmin lukiskan di wajahnya.

Ia makin sadar kalau selama ini dia memang menyusahkan Sungmin.

Mereka diam cukup lama tanpa menatap satu sama lain.

"Mau kuantar sampai Seoul?" tawar Sungmin memecah suasana.

"Ah, tidak... Aku sebenarnya membawa mobil," kata Kyuhyun sambil tertawa canggung. Rasanya atmosfer diantara mereka sedikit berubah. Terasa sedikit kaku.

"Jangan bilang kalau kau...membuntutiku?"

Kyuhyun hanya tertawa pelan sambil menggumamkan kata maaf berkali-kali. Ia bersumpah kalau sekarang ia merasa banyak melakukan kesalahan pada Sungmin.

"Kalau begitu...aku pulang sekarang. Selamat malam, Hyung. Sekali lagi aku minta maaf sudah merepotkanmu selama ini," tutup Kyuhyun sambil melangkahkan kakinya menjauhi rumah Sungmin.

...

...

"Kyuhyun-ah," panggil Sungmin lagi.

"Ne?" Kyuhyun menolehkan kepala ke arah Sungmin.

"Biar aku antar pulang. Tidak baik membiarkan pelajar pulang malam-malam begini sendirian."

Kyuhyun hanya menggeleng sebagai jawaban. "Seoul-Ilsan bukan masalah besar untuk dilalui, Hyung. Aku bisa menyetir sen-"

"Kumohon. Biar...kuantar," potong Sungmin cepat sambil berjalan ke arah Kyuhyun. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Kyuhyun di depannya seperti bukan Kyuhyun. Dan ia merasa itu salah. Kyuhyun yang ia tahu, Kyuhyun yang ia kenal beberapa hari ini, bukan yang seperti ini.

.

.

Lee Chunhwa melihat anaknya dan Kyuhyun sedang berbincang di depan pintu. Ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Yang ia tahu, Kyuhyun kelihatan cukup lemas dan anaknya menunjukkan gestur yang mengarah pada gerakan berusaha menahan Kyuhyun.

Pria ini tidak bisa menepis rasa kecewanya saat ia mendengar berita bahwa anaknya sedang menjalin hubungan dengan laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah. Ayah mana yang tidak akan kecewa seperti dirinya kalau mengetahui anak kebanggaannya ternyata seperti itu?

Ia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mengepalkan tangannya saat melihat Sungmin mendekati Kyuhyun.

Apa benar mereka sudah berhubungan selama enam bulan? Apa hubungan mereka sudah sejauh itu? Kenapa ia tidak tahu? Kenapa Sungminnya tidak mengatakan apa-apa? Kenapa Sungmin bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa saat ia sedang menyembunyikan sesuatu yang besar? Apa yang terjadi selama Sungmin di Seoul? Apa membiarkan Sungmin menjadi artis dan hidup bebas di Seoul adalah sebuah kesalahan besar?

Pria itu tidak bisa melepaskan berbagai pikiran negatifnya saat ia melihat dua pemuda itu sedang saling tatap di depan rumahnya. Seperti ada yang mereka sampaikan hanya dengan tatapan seperti itu.

Apa keputusannya untuk tidak merestui hubungan mereka adalah sebuah kesalahan? Apa Sungmin merasa bahagia saat bersama Kyuhyun? Apa mereka berdua sebenarnya sakit hati dengan keputusannya?

Chunhwa akhirnya memutuskan untuk keluar dan menemui mereka.

.

.

Kyuhyun melihat Chunhwa berjalan ke arah dirinya dan Sungmin. Ia refleks menundukkan kepalanya ke arah pria itu.

"Ini sudah malam. Lebih baik kau menginap disini. Masih ada kamar kosong dirumah ini, Kyuhyun-ah," ucap Chunhwa setelah berada di hadapan mereka.

Dua laki-laki muda di depannya terlihat kaget dengan ajakannya.

"Ah... Tidak, terima kasih, Ahjussi. Aku tidak mau merepotkan."

"Anggap saja pertemuan terakhirmu dengan Sungmin," kata Chunhwa cepat.

Kyuhyun membuka mulutnya sebagai penggambaran dari perasaan kaget yang ia rasakan.

Ia kesal.

Cho Kyuhyun tidak tahu kenapa, tapi ia benar-benar kesal saat ini. Bisa saja ia mengumpat dan menyumpahi pria di depannya, tapi ia tahu itu bukan hal yang tepat.

"Tidak perlu, Ahjussi. Sekali lagi terima kasih atas tawarannya," kata Kyuhyun lagi sambil membungkukkan badannya dan menjauhi tempat itu. Sungmin mengikuti Kyuhyun sambil memanggil namanya.

"Kyuhyu-"

"Lee Sungmin, Appa kira kedatanganmu kemari untuk bertemu dengan keluargamu," potong Chunhwa saat anaknya justru memilih mengejar Kyuhyun.

Sungmin menolehkan kepalanya ke arah ayahnya dan Kyuhyun bergantian. Ia menarik napas penuh sebelum kemudian memutuskan untuk membungkukkan badannya ke arah ayahnya dan berlari mengejar Kyuhyun.

.

.

"Ya! Cho Kyuhyun!" Sungmin akhirnya berteriak saat dia sudah berada di dekat mobil Kyuhyun.

"Apa lagi, Sungmin-hyung?" tanya Kyuhyun yang sekarang sedang membuka pintu mobilnya.

"Biar kuantar."

"Kau cukup mengantarku sampai sini, Hyung."

"Tidak bisa begitu. Aku tidak enak padamu."

"Kalau begitu temani aku sampai Seoul."

Sungmin berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

.

.

'Kami sudah memutuskan, Kyuhyun-ah, kami tidak bisa merestui hubungan kalian.'

'Apa yang membuat kalian memutuskan untuk berhubungan? Hubungan yang sudah pasti akan mendapat pandangan miring dari masyarakat.'

'Tentu saja, Cho Kyuhyun. Aku kan sudah pernah mengatakan kalau aku membencimu. Bertemu denganmu benar-benar petaka untuk hidupku.'

'Ne. Aku tidak bisa merestui kalian. Sampai kapanpun. Sungmin tidak akan kuizinkan berhubungan dengan laki-laki. Apalagi dengan anak sekolah sepertimu.'

Semua bayangan kejadian yang menimpanya beberapa hari ini langsung berputar di otaknya. Kyuhyun tidak bisa mengalihkan pikirannya bahkan saat ia sadar bahwa Sungmin sedang bicara padanya.

'Ne. Aku tidak bisa merestui kalian. Sampai kapanpun. Sungmin tidak akan kuizinkan berhubungan dengan laki-laki. Apalagi dengan anak sekolah sepertimu.'

Kyuhyun tertawa dengan keras sekarang. Mengingat apa yang sudah ia lakukan selama ini rasanya sangat konyol. Dirinya konyol. Terlalu konyol sampai rasanya ia ingin menangisi kekonyolan yang ia lakukan.

Sungmin menatap ngeri Kyuhyun yang terus tertawa dengan keras di mobilnya. Untung Kyuhyun masih melajukan mobilnya dengan kecepatan normal, kalau tidak, Sungmin pasti sudah yakin kalau orang di sebelahnya gila. Kyuhyun benar-benar kelihatan seperti orang depresi.

Sungmin akui kalau perkataan ayahnya mungkin sedikit kasar pada Kyuhyun. Itu bisa jadi penyebab Kyuhyun jadi begini. Ia jadi merasa bersalah pada Kyuhyun.

"Aku tidak percaya kalau aku bisa begitu, Hyung. Apa...menurutmu aku cocok menjadi aktor?" tanya Kyuhyun setelah puas tertawa.

Sungmin terkejut dengan kalimat Kyuhyun. Jadi... daritadi Kyuhyun...

"Aish dasar. Kau membuatku berpikir yang tidak-tidak, dasar bocah."

Kyuhyun kembali tertawa keras. Tidak ada yang lucu, Cho Kyuhyun. Tidak ada satupun yang lucu.

"Kau yang lucu, Lee Sungmin," ia tertawa lagi. "Kau gila. Kau benar-benar gila. Dasar bodoh, bisa-bisanya kubohongi begitu."

"Kau tertawa secara berlebihan, Cho Kyuhyun. Sampai mengeluarkan airmata begitu."

Pemuda yang berusia 17 tahun itu mengusap airmata yang keluar dari sudut mata kanannya. Ia kemudian menepikan mobilnya di pinggir jalan.

"Tolong gantikan aku menyetir, Hyung. Aku mengantuk."

Sungmin menatap bingung pada Kyuhyun. Barusan tertawa sekarang mengantuk.

'Dasar makhluk ajaib,' batin Sungmin yang sekarang mengambil alih kemudi. Bukannya pindah ke sebelahnya, Kyuhyun malah pindah ke bangku belakang dan merebahkan dirinya disana.

"Kali ini, aku serius. Bangunkan aku kalau kita sudah sampai," pesan Kyuhyun setelah ia memejamkan matanya. Mungkin Sungmin benar, ia tertawa berlebihan sampai airmatanya tumpah begini. Padahal ia sudah tidak tertawa, tapi kenapa airmatanya tetap keluar?

"Hyung, mataku rusak, airmatanya tidak mau berhenti keluar," kata Kyuhyun yang masih memejamkan matanya dengan suara yang lebih pelan.

"Apa? Kau bilang apa? Keraskan suaramu."

Kyuhyun diam sebentar sebelum menjawab pertanyaan Sungmin.

"Aku bilang, Hyung, apa kau sudah memaafkanku?" balas Kyuhyun dengan suara yang lebih keras.

"Tentu saja belum. Aku akan memaafkanmu kalau aku sudah puas menyiksamu, sampai kau menangis karenaku," balas Sungmin sambil tertawa. Harusnya ia sadar kalau sampai saat ini dia belum melakukan penyiksaan dalam bentuk apapun pada Kyuhyun.

"Sampai kau menangis, kau dengar itu, Cho Kyuhyun?" ulang Sungmin.

"Kalau begitu Cho Kyuhyun tidak akan berhenti mengganggumu sampai kau melihatnya menangis di depanmu. Aaah, padahal tadinya aku mau pindah dari apartemen dan kembali ke rumahku kalau kau memaafkanku," kata Kyuhyun yang sekarang membuka matanya dan menatap punggung Sungmin. Ia perlahan menyeringai. Kalau Sungmin masih mau menyiksanya, artinya Sungmin masih ingin bertemu dengannya, kan?

"Mwo?! Kalau begitu kutarik ucapanku."

"Maksudnya kau memaafkanku?" Kyuhyun makin melebarkan seringaiannya. Bercakap-cakap dengan Sungmin seakan bisa meredakan segala macam emosi yang meluap-luap di dadanya. Melihat Sungmin ada di dekatnya seperti ini membuatnya merasa damai. Ia menyukai waktu-waktu seperti ini. Ia menyukai waktu yang ia habiskan bersama Sungmin.

"Tidak juga sih!" balas Sungmin dengan cukup cepat.

"Kau tidak mau memaafkanku?"

"Tidak."

"Tidak apa? Tidak mau untuk tidak memaafkanku?"

"Iya."

Kyuhyun tertawa lagi dengan keras saat mendengar Sungmin yang terjebak dengan ucapannya. Sungmin benar-benar bodoh, menurutnya.

'Kami sudah memutuskan, Kyuhyun-ah, kami tidak bisa merestui hubungan kalian.'

DEG

Kyuhyun memejamkan matanya lagi. Kata-kata itu seakan selalu mengingatkannya kalau ia melakukan sebuah kesalahan. Atau Sungmin yang membuatnya melakukan semua ini?

Bukan bersama Sungmin dalam konteks itu. Ia yakin. Bukan bersama Sungmin.

"Biarkan aku tidur, mantan kekasihku, Lee Sungmin," tutup Kyuhyun. Ia akan mencoba membuang semua perasaan aneh di dadanya saat ini. Perasaan yang ia yakin adaIah perasaan bersalah. Secepatnya ia harus memperbaiki hubungannya dengan Sungmin.

.

.

"Biarkan aku tidur, mantan kekasihku, Lee Sungmin."

Ucapan Kyuhyun tadi ternyata membuat Sungmin tanpa sadar menginjak rem secara perlahan.

Kenapa, Lee Sungmin? Sebutan mantan pacar terdengar tidak pas ditelingamu?

.

.

"Kita sudah sampai," ucap Sungmin setelah mematikan mesin mobil Kyuhyun. Ia melihat ke bangku belakang dan menemukan Kyuhyun masih tidur disana.

"Kalau kau tidak bangun, akan kubiarkan kau tidur disini dengan AC menyala, Cho."

"Benar juga, dengan begitu setan ini pasti mati membeku," kata Sungmin yang sekarang menepukkan tangannya di pahanya. Ia sudah akan bersiap dari mobil sebelum Kyuhyun menimpalinya.

"Apa pernah kau dengar cerita setan membeku, Lee Sungmin? Kurasa tidak ada sejarahnya," tanya Kyuhyun yang bangun tiba-tiba dan mengejutkan Sungmin.

"Panggil aku dengan hyung."

Kyuhyun mengabaikan perkataan Sungmin. Ia tidak peduli dengan sebutan begitu sebenarnya.

"Matamu kenapa merah begitu?"

"Kedinginan."

"Memang mata bisa kedinginan? Jangan membohongiku lagi."

"Tentu saja bisa. Kalau terlalu lama terendam air, mata siapapun akan kedinginan lalu merah. Seperti halnya telinga atau hidung yang kedinginan."

Sungmin menggelengkan kepalanya dan berjalan mendahului Kyuhyun. Tidak mengerti apa yang sedang Kyuhyun coba jelaskan padanya.

Ia tidak jadi kembali ke Ilsan seperti niat awalnya. Ia memang berniat kembali ke Ilsan setelah mengantar Kyuhyun. Tapi, ia terlalu lelah.

Orangtuanya pasti bisa mengerti.

.

.

Sungmin memasuki apartemennya tanpa memedulikan Kyuhyun yang berjalan di belakangnya sambil menguap. Beberapa saat yang lalu ia masih menjelaskan fenomena mata terendam air yang tidak dia mengerti sama sekali.

Entah sadar atau tidak, sekarang Sungmin melihat ke arah kakinya. Mengecek apakah ada kertas lagi untuknya. Kyuhyun terlalu sering mengiriminya kertas sampai rasanya ia jadi terbiasa.

Saat dirinya meletakkan sepatunya di rak sepatu, seseorang menekan bel apartemennya. Sungmin membalikkan badannya dan menemukan kertas putih di lantainya.

Ia tersenyum sebelum membaca kertas di dalamnya.

Jaljayo, hyung :)

"Kalau mau mengucapkan selamat malam, kenapa tidak ucapkan dari tadi? Dasar Pengecut!" balas Sungmin keras.

.

.

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar Sungmin berteriak dari apartemen sebelah.

"Tetangga yang berisik," komentar Kyuhyun dengan suara pelan. Karena ia malas mengganti pakaiannya dengan piyama, ia langsung merebahkan dirinya di kasur. Kyuhyun lelah dan ingin tidur sekarang.

Ia sudah nyaris tidur sebelum perutnya mengeluarkan suara khas orang lapar.

"Kapan terakhir aku makan? Sepertinya tadi pagi di sekolah," kata Kyuhyun lalu ia bangkit dan menuju dapurnya.

"Semoga ramenku tidak gagal malam ini. Kumohon Tuhan, biarkan aku makan ramen yang enak malam ini. Hambamu ini sangat lapar."

Setelah ia menyiapkan panci beserta airnya, ia malah dipusingkan dengan cara menghidupkan kompor di depannya.

"Kenapa bentuknya berbeda dengan yang dirumah? Bagaimana cara menghidupkannya?" tanya Kyuhyun sambil membuka laci. Ia mencari buku petunjuk. Siapa tahu ada buku petunjuk penggunaan kompor di dalamnya.

"Kenapa tidak ada? Bagaimana caranya? Tuhan, cobaan apa lagi yang kau berikan?"

Kyuhyun akhirnya menuju ponselnya. Ia akan mencari cara menghidupkan kompor lewat internet. Setelah mendapatkannya, Kyuhyun langsung memulai mendekati kompornya.

"Apa yang dibuka? Yang diatas ini?" Kyuhyun memulai eksplorasinya. Tapi ia justru kaget setelah mendengar bunyi aneh dari kompornya.

"Huah! Apa? Apa yang bunyi?" Kyuhyun panik. Ia takut akan ada yang meledak, sehingga ia keluar dan menuju apartemen Sungmin.

.

.

"HYUNG! Buka pintunya!" teriak Kyuhyun sambil menekan bel apartemen Sungmin berkali-kali. Tidak lupa ia mengirim lima lembar kertas sekaligus lewat tempat surat Sungmin.

Pintu itu terbuka dan memunculkan Sungmin dengan baju tidur –onepiece– pink di tubuhnya. Poninya juga di jepit ke samping. Kelihatannya Sungmin baru selesai membersihkan wajahnya.

"Berisik! Ini sudah malam, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun tidak menjawab apa-apa dan langsung menarik Sungmin menuju apartemen miliknya.

"Komporku mengeluarkan bunyi yang tidak-tidak, Hyung!" adu Kyuhyun dengan raut wajah panik.

.

.

Kyuhyun sedang duduk dengan tenang di dapur Sungmin. Sungmin sendiri sedang memasakkan ramen untuk Kyuhyun.

"Dasar bocah, gas habis saja seperti orang mau melahirkan," omel Sungmin setelah tahu apa yang membuat Kyuhyun menggedor-gedor pintunya begitu.

"Aku tidak pernah memegang kompor, asal kau tahu, Hyung."

Sungmin hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya. Masih ada saja makhluk seperti Kyuhyun.

"Ini. Kenapa kau tidak pesan makanan saja kalau memang tidak bisa memasak?" Sungmin meletakkan ramen buatannya di depan wajah Kyuhyun.

"Apa aku membuatmu marah lagi, Hyung?" tanya Kyuhyun sambil menatap ramen di hadapannya. Wajahnya terlihat tidak berdosa.

"Menurutmu?"

'Kau benar-benar membuatnya marah, Cho Kyuhyun. Lebih baik kau diam.'

Kyuhyun tidak menjawab Sungmin, ia lebih memilih makan dalam diam sekarang. Melihat Kyuhyun yang tidak menjawab pertanyaannya, Sungmin memilih pergi dari dapur. Ia menemukan banyak kertas berserakan di depan pintunya.

Hyung, kenapa komporku bunyi saat ingin kupakai?

Hyung, komporku akan meledak!

Hyung, komporku!

Aku hanya ingin makan ramen T_T

Lee Sungmin, bantu aku!

Sungmin menatap Kyuhyun yang sedang makan ramen setelah membaca kertas-kertas tersebut.

"Bodoh. Benar-benar kekanakan."

.

.

"Cuci pancinya," perintah Sungmin pada Kyuhyun yang sedang minum.

Kyuhyun hanya mengangguk. Ia menghidupkan keran air terlalu besar, sehingga membasahi beberapa perabotan di dekat situ.

Sungmin yang melihat itu langsung berlari ke arah wastafel dan mematikan keran air.

"Tidak adakah pekerjaan rumah yang bisa kau lakukan, Cho Kyuhyun?" Ia berdiri di samping Kyuhyun sambil menatap sengit pemuda tampan yang sedang tertawa itu.

"Mian, Hyung. Kubantu meletakkan panci bersihnya saja ya?" tawar Kyuhyun pada Sungmin.

"Tidak. Diam saja kau. Lihat dan perhatikan supaya kau bisa." Kyuhyun hanya menurut dan tetap diam di samping Sungmin yang sibuk mencuci piring. Mungkin kalau ada yang sempat memotret mereka, hasilnya akan seperti sepasang pengantin baru yang sedang mencuci bersama.

"Bagaimana kalau kita damai saja, Hyung? Jadi, kita bisa berteman dengan normal. Tanpa dendam atau semacamnya."

Sungmin diam. Ia tidak berniat menghadapi omongan tidak bermutu milik Kyuhyun. Tidak ada niatan juga dalam dirinya untuk berteman dengan Kyuhyun.

.

.

Kyuhyun terbangun saat ia merasakan ada sesuatu yang membebani bahu kirinya. Ia menemukan Sungmin tertidur di sampingnya, dengan baju tidur pinknya, dengan semua hal yang masih sama dengan semalam. Ia ingat kemarin Sungmin menyuruhnya pulang setelah makan ramen, tapi mereka malah berakhir di depan televisi dan menonton sebuah film aksi. Mungkin yang terjadi selanjutnya adalah mereka tertidur saat sedang menonton dalam keadaan duduk.

Perlahan Kyuhyun bangun dari tempatnya dan meletakkan kepala Sungmin untuk bersender di sofa. Kembali ke apartemennya mungkin lebih tepat sebelum Sungmin bangun dan mengomelinya.

Kyuhyun sempat melihat wajah Sungmin, ia tidak heran Sungmin bisa begitu terkenal. Saat dilihat dari jauh, wajahnya memang mulus tanpa cela, tapi saat di didekati, wajahnya menjadi terlihat lebih mulus dan lembut. Bagaimana mungkin seorang laki-laki memiliki kulit semulus itu? Apa Sungmin kelainan?

'Kenapa bisa semulus itu? Maksudku, dia kan laki-laki sama sepertiku. Tapi kulitnya...'

DEG

Kyuhyun merasa jantungnya bergetar saat tanpa sadar ia menggerakkan tangannya ke arah pipi Sungmin.

SRET

'Apa yang kau pikirkan, Cho Kyuhyun? Dilihat saja sudah semulus itu, tidak perlu kau sentuh.'

Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali sebelum akhirnya mengendap mendekati pintu. Sebelum ia keluar, ia menuliskan lagi pesan untuk Sungmin di kertas yang selalu ada di sakunya.

Terima kasih ramennya, Hyung. Kau baik sekali seperti malaikat. Ayo kita berteman~ :D

Ia tersenyum lebar saat membuka pintu dan menemukan seorang pemuda kurus berdiri dengan tangan yang hendak menekan bel.

"Cho Kyuhyun?" kata orang itu.

"Oh, Leeteuk-hyung," balas Kyuhyun .

"Kau sedang apa disini?" tanya Leeteuk heran. Tapi ia buru-buru melanjutkan, "Ah... Sepasang kekasih. Bebas berkeliaran di apartemen milik pasangan dan melakukan apapun. Aku benar kan?"

"Tidak seperti yang kau bayangkan, Hyung. Hanya makan ramen, nonton film, dan tidur bersama."

"Tidur bersama? Sudah sampai sejauh itu? WOW!"

Kyuhyun hanya menjelaskan fakta yang ada tapi ia yakin Leeteuk berpikir ke arah yang lain. Apa yang Leeteuk pikirkan adalah dirinya dan Sungmin...bercinta?

"Bukan tidur begitu, Hyung. Bukan yang di kasur."

"Jadi kalian tidak melakukannya di kasur?"

"Betul. Di atas karpet tepatnya. Bersandar pada sofa."

Leeteuk tertawa mendengar jawaban Kyuhyun. Ia terus tertawa sambil masuk ke dalam apartemen, membiarkan Kyuhyun berdiri disana dengan kebingungan.

.

.

"Memang benar, hubungan antar laki-laki akan lebih kinky," kata Leeteuk saat sedang melepas sepatunya, masih diselingi tawa khasnya.

Ia melihat Sungmin tertidur sambil bersandar di sofa. Ia baru akan membangunkannya ketika Sungmin justru membuka matanya dan menatap kaget pada kehadiran managernya.

"Loh...kan apartemennya kukunci, Hyung. Hyung, masuk lewat mana?" tanya Sungmin sambil mengusap matanya dengan pelan. Terlihat sangat imut.

Leeteuk menjelaskan kalau ia bertemu Kyuhyun di depan pintu.

"Bocah itu, setelah minta yang aneh-aneh langsung pergi begitu saja. Tidak tahu terima kasih."

"Aku mengerti perasaanmu, tapi itu mungkin risiko menjadi...kau tahu...yang di bawah."

Sungmin menatap managernya dengan tatapan heran, ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan olehnya.

"Lalu, bukankah jadwalku baru mulai jam 10, Hyung?"

"Iya, aku hanya mau memberi tahu kalau ada acara baru yang memintamu menjadi bintang tamu. Aku hanya butuh kesepakatan darimu."

"Aku tidak masalah."

"Tapi, acara ini meminta kau datang dengan Kyuhyun."

Sungmin kaget. Ia bisa menerima kalau dirinya yang diminta sebagai bintang tamu. Bukan sombong atau apa, tapi kan memang ia artisnya. Kyuhyun...apa perannya? Pewaris perusahaan? Tidak masuk akal.

"Jangan bilang WGM?!" Sungmin takut tebakannya benar.

Leeteuk menggeleng. Itu tidak mungkin karena acara itu memang hanya diperuntukkan bagi sesama selebritis.

"Love's Family," balas Leeteuk. "Kau tahu...acara menjaga anak. Hanya satu episode."

Sungmin berdiri dan menggeleng keras. Menghidupkan kompor saja tidak bisa, apalagi mengurus anak.

"Kenapa tidak mau? Kau sedang ada masalah dengan kekasihmu?"

'Kekasih?'

"Aku..." Sungmin berpikir sebelum menjawab.

'Sudah bukan kekasihnya,' lanjutnya. Dalam hati. Ia menolak mengatakannya.

"Hanya satu episode, Min. Kumohon, Lee Sooman yang menyarankan."

"Loh? Untuk apa?"

"Jelas saja supaya Kyuhyun dan Sungmin, Kyumin, tidak dibenci dan menjadi pusat perhatian. Kau artis, dia anak pengusaha. Kalian berdua sama-sama tampan. Kalian pasti punya penggemar setelah ini. Pasar kita remaja perempuan. Aku sudah membayangkan, mereka..." Leeteuk mengambil jeda sebentar.

"...akan menamai diri mereka Kyumin Shipper. Kau dan Kyuhyun akan punya banyak pendukung. Selain bisa memperkuat hubungan kalian, agensi tidak akan dihujat oleh banyak orang, lalu... pekerjaan disana sini. Uaaaaaaang~" tutup Leeteuk dengan tawanya.

"Orangtuaku tidak menyetujui hubunganku dan Kyuhyun. Mereka bisa saja langsung menarikku keluar dari dunia hiburan kalau itu terjadi."

"Setelah mereka melihat kalian menjaga anak di acara itu, kurasa mereka akan memikirkan lagi tentang hal itu. Ayolah, Sungmin," ajak Leeteuk lagi. Ia bisa melihat banyak keuntungan dari acara ini.

.

.

Ke apartemenku. Sekarang.

Setelah membaca pesan dari Sungmin di ponselnya, Kyuhyun langsung keluar dan menuju apartemen Sungmin dengan cepat. Apa Sungmin butuh bantuannya?

"Ada apa?" tanya Kyuhyunpanik pada Sungmin dan Leeteuk yang sedang mengobrol di depannya.

"Oh, Kyuhyun. Sungmin baru mengirim pesan padamu dan...cepat sekali," jawab Leeteuk kaget melihat sosok Kyuhyun.

"Aku kan-"

"Kekasihnya," potong Leeteuk sambil tersenyum di depannya. "Aku tahu itu, berhenti mengatakan hal itu. Kalian membuatku iri."

'Padahal aku mau mengatakan kalau aku kan tetangganya,' batin Kyuhyun.

"Langsung saja, Hyung. Aku mau mandi," kata Sungmin.

"Baiklah. Kyuhyun, kau dan Sungmin akan mengikuti variety show berjudul Love's Family. Dalam acara ini, kalian akan mengunjungi tempat anak-anak yang berkebutuhan khusus. Kalian akan mengurusnya selama satu hari."

Kyuhyun terpaku di tempatnya. Kenapa harus dengan dirinya? Dia kan bukan artis seperti Sungmin.

"Dia itu bodoh, Hyung. Kalau tidak kau jelaskan alasannya dia tidak akan terus diam disana dengan tampang begitu," ejek Sungmin.

"Aku tidak bodoh. Kau yang bodoh, Lee Sungmin. Mana ada laki-laki yang tidur memakai onepiece pink?"

"Memang itu bodoh? Kau yang bodoh. Asal masuk ke rumahku dan mengatakan hal aneh di depan orangtuaku."

"Kau lebih bodoh. Memakai baju wanita di kereta, katanya artis terkenal tapi kenapa kau naik kereta?"

"Apa pedulimu? Kau juga sama, katanya pewaris perusahaan besar malah naik kereta. Itu kan bodoh."

"Loh? Memang salah kalau aku menjadi orang kaya dan sikap rendah hati begitu? Aku mencoba merakyat."

Leeteuk hanya tertawa memandang dua pemuda di depannya saling mengejek begitu. Apa yang mereka ributkan sebenarnya?

"Hei, lovey-dovey couple, jadi kalian mau ikut acara itu kan?"

"Tidak mau. Aku tidak mau kalau ada Kyuhyun!" bentak Sungmin. Ia menghentakkan kakinya keras menuju kamar mandi sambil memasang wajah cemberut.

"Selalu mengataiku bocah padahal lebih kekanakan dariku," cibir Kyuhyun kesal. Sungmin lebih keras kepala dari yang ia bayangkan.

"Tidak usah dipikirkan. Aku bisa membujuknya. Lalu bagaimana denganmu?"

"Aku kan bukan artis."

Leeteuk menjelaskan semuanya. Sama persis dengan yang ia ceritakan pada Sungmin.

"Bisa punya penggemar? Apa dengan begitu hubunganku dan Sungmin akan diterima umum?"

"Kita akan mencobanya."

'Loh, bukankah kau sudah memutuskan untuk menghentikan ini? Lalu bagaimana dengan tekadmu menjauhi masalah? Kau kan sudah mengatakan untuk mengakhiri hubunganmu dengan Sungmin.'

'Lalukan saja, Cho Kyuhyun. Kalau kalian punya banyak pendukung, kalian akan bebas berpacaran.'

"Bebas berpacaran?"

"Benar. Itu yang selalu diidamkan pasangan yang sedang jatuh cinta kan?"

'Jatuh...cinta? Aku dan Sungmin-hyung?'

"Aku ikut," kata Kyuhyun yakin. Mungkin benar kata Donghae-hyung dan Leeteuk-hyung.

Mungkin ia memang sedang jatuh cinta.

.

.

.

To Be Continued

Ilang gak sih feelnya? Saya kok ngerasa gitu ya? Semoga bisa tetap dinikmati dengan baik. Fishy kece, minta panjang kan? saya kasih 4k+ nih. Semoga ga males bacanya :D

Ah, kalau ada yang nemu ff saya di tempat lain, kasih tau saya yah. Soalnya saya cuma publish di sini. Terima kasih (:

Yang nanya twitter, twitter saya baru sih tapi... etjoyers yah #promo XP

Balesan review silahkan di cek PMnya besok aja deh (saya masih dalam proses ngebales soalnya sekarang XD) dan yang lain di bawah ini :)

.

Chapter 1-4:

LabuManis : Asiiiik. Makasih reviewnya~ Semoga tetep terhibur :D Kyuhyun bukan licik dia pinter #disogok Kyuhyun. Iya tuh waktu chapter 3 ga saya cek soalnya. Maaf ya pasti mengganggu banget. Kekekeke Kyuhyun disuruh mampus sama Labu (?)

Didot Ming alias Sider imnida : Saya bales lewat PM aja ya semua reviewnya :D

.

Chapter 5 :

Yunnieah : Okeee. Kayaknya. Malah lebih parah kayaknya ada yang lope-lope nih :o

Guest : LOL. Kasian amat singanya di lemparin setan. Apdet seminggu sekali ya :D

Tika : Iyaaaaa apalagi pipinya Sungmin(?)

vey900128 : Tanda-tanda? Wkwkwkwk tuh Kyu. Sahin sana.

KS : *ngasih kertas dari KS ke Kyuhyun* tuh disumbangin kertas. Sana nulis lagi! LOL. Uming emang suka blushing-blushing gaje gitu. Hahahaha. SEMANGAT! :D

Fuji : Syukur deh kalo adegan itu bagus. Kan ga rugi buang-buang kertas, ya kan Kyu? XD

SunMi : Aduuh / makasih banyak ya Sunmi-chan~ saya Cuma mau nunjukkin Kyuhyun yang masih sma disini jadi semoga pas dan ga kelewat jalur (?) Tapi, Saasy Girl yang drama itu cuma aku ambil pas bagian nginjek ponsel doang sih. Lebih keren dramanya sih XD Makasih udah review yaa. Sampe ketemu lagi~

Guest : Hahahaha Kyuhyun emang slebor(?) #digiles. Makasih reviewnya chingu :D

aii chan : Saya ditolak. Yaudah sama Sandeul aja lah~ Yang minta Kyuhyun mikirin perasaan Ming, semoga di chapter ini bisa ketemu(?)

Nhia Petals : Yah jangan dong, dia kan evil-evil itu tapi ganteng. Waduh pencemaran nama baik nih saya. Gawat.

Kyuti : Kilat nih kilat #ditabok. Saya bisanya seminggu sekali nih. Nyari ilham dulu soalnya :D

Sungmin Lee : Wah Lee Sungmin review aku XD Kyuhyun tuh emang moduuuus :p Oke! Ini lanjutannya ya~

I'm minhyun : Hai juga minhyun :D Saya sudah membaca semua unek-uneknya. Hahahaha. Surat-suratan itu sebenernya gara-gara Kyuhyun penakut :p LOL. Padahal Kyuhyun udah pengen jadi menantu tuh sebenernya XD *dari pembantu Kyumin yang suka ngeliat Kyumin mesra-mesraan.

KMS kyuminshiper : LOL. Gapapa chingu saya juga ketawa mulu kalo bacain review XD Uming jatuh cinta sama Kyu? Hmmmmm tergantung giatnya Kyuhyun ngejar Sungmin XD

Me Naruto : Amiiiiiin terus mainnya sama Sungmin ya? Harus! APDET! Ps : Dan brosnya unyuk bagus~

Fitrianiputri : Ini lanjutannya~ Makasih reviewnya :D

CkhLsm : Huwaaaa ini lanjutannya yaaa. Saya juga ngakak baca reviewnya, chingu :D Semoga chapter ini tetep menghibur ya :)

zaAra chan : Gapapa, chingu :D Siwon jangan jadi orang ketiga? Kita liat jalan ceritanya aja yah XD

Choi Youmin : Itu jawabannya di atas *nunjuk chapter 6. Tadinya dia nganggep yaoi itu tabu, tapi kenal sama Sungmin kayaknyaaaaaa liat sendiri deh ya hehehe :D

LabuManis : SEMANGAT! Namanya juga orang kaya, biasanya orkay kan berani #apasih Kekeke juga deh XD

Shelly : Haiii Shelly :D Semoga terhibur sama chapter ini ya. Makasih reviewnya~ HWAITING!

rima kyumin elf : tumben ga login XD Oke oke oke :D

And : Perlukah saya membawakan dokter ahli jantung? XD Semoga chapter ini tetep menghibur ya :D Sama-sama, makasih juga udah review~

Kyuminsimple : Lanjuuuuut :D Kyuhyun telah jatuh, LOL. Kasian Kyuhyun XD

Dincubie : Hehe masih dong dia tuh kalo deket Sungmin maunya boong mulu soalnya. Hohohoho. Makasih reviewnya :D

Fariny : ^^b tuh saya bantuin ngacung jempol XD Kyuhyun kan pemberani kayak pendekar :D

Meong : Saya ragu Sungmin mau hajar Kyuhyun. Abis dia baik banget kaya malaikat sih XD

ChoLee KyuMin : Semangat! Hehehehe Kyuhyun kan IQ-nya tinggi jadi idenya ga bakal abis, ga kaya saya. Bentar-bentar mentok XD Ini lanjutannyaaaaa :D

Song Ji Ra : Dae...daebak reviewnya d*_*b bales lewat mana ini saya? He eh... he eh saya ngerti #manggut manggut bloon. Semoga saya ngerti deh #plak. Tapi musuh terbesar saya itu typo. Graaah! Gerah banget liatnya. Kenapa ga mau ilaaaaang! As always Jira (lebih akrab lagi :D) reviewnya sangat-sangat mengagumkan. Bikin ff deh sekalian XD

Partofreaders : Haaaai :D Ini lanjutannya semoga suka~ Makasih banyak reviewnya #bungkuk-bungkuk

Guest : Saya selalu merasa bahagia kalo ngeliat review panjang XD Wah maaf deh di chapter ini Sungmin belom bisa ngilangin image kekanakannya Kyuhyun nih. Mian~ Saya insyaallah ga ada niat hiatus. Semoga aja enggak ya :) Makasih banyak review-nya~ Semoga chapter ini tetep menghibur :D

Dina Luvkyumin : Orangtua Sungmin...mereka... #nunjuk chapter 6 Ini apdetannya semoga masih kilat #ditabok gara-gara ga tau diri

love haehyuk : Ngomong suka gayanya Kyuhyun mulu nih, chingu XD Kyuhyun emang saya bikin jadi tukang onar disini. Mianhae Dx

babyCHO : Iya gak ya? #ditumpuk rambutan Saya nunggu banyakan mana nih yang minta Simin :D Sampe guling-guling? LOL. Ngakak banget saya jadinya XD Lup yu juga ya #bikin lambang lope

casanova indah : Ini udah S-E-C-E-P-A-T-N-Y-A belom? Kayaknya belom ya? XD Kyuhyun pasti tetep ganteng kok sekalipun akting konyol #ganyambung

dhianelf4ever : Kyuhyun pinter banget soalnya XD Semoga chapter ini tetep menghibur :D

Evil Roommate : Untung belom dikutuk XD Nanti dia ga ganteng lagi kalo dikutuk soalnya. Ini lanjutannya~

Guest : Sip ini lanjutannya :D Moga makin seru XD

.

SEKIAN. Hehehe. Semoga chapter ini tetep...sesuai keinginan temen-temen semua ya :D Tetep review ya~