'Loh, bukankah kau sudah memutuskan untuk menghentikan ini? Lalu bagaimana dengan tekadmu menjauhi masalah? Kau kan sudah mengatakan untuk mengakhiri hubunganmu dengan Sungmin.'
'Lalukan saja, Cho Kyuhyun. Kalau kalian punya banyak pendukung, kalian akan bebas berpacaran.'
"Bebas berpacaran?"
"Benar. Itu yang selalu diidamkan pasangan yang sedang jatuh cinta kan?"
'Jatuh...cinta? Aku dan Sungmin-hyung?'
"Aku ikut," kata Kyuhyun yakin. Mungkin benar kata Donghae-hyung dan Leeteuk-hyung.
Mungkin ia memang sedang jatuh cinta.
.
.
.
Title : Thanks To My Phone
Rating : T
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other
Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat
Type : Chaptered
Don't Copas Please. Saya merasa tidak dihargai kalo dicopas atau di share tanpa seizin saya :(
Don't Like, Don't Read
.
.
.
-Chapter 7-
Perdebatan Sungmin dan manajernya akhirnya menemukan titik terang malam ini. Sungmin, yang menolak keras ikut dalam acara itu selama ada Kyuhyun, tidak mau mengubah kemauannya sedikitpun.
"Oke. Kyuhyun tidak akan datang besok. Kau harus datang besok. Janji padaku," kata Leeteuk dengan nada final yang membuat Sungmin tersenyum senang dibuatnya. "Janji," balasnya singkat.
"Biar aku katakan pada Kyuhyun untuk tidak datang besok. Aku minta nomor ponselnya."
Meraih ponsel pinknya yang ia letakkan di meja restoran dengan riang, Sungmin menyebutkan nomor Kyuhyun dengan cukup keras.
Leeteuk menyentuhkan tangannya di ponsel miliknya. Menunggu sambungannya terhubung dengan Kyuhyun.
"Yeobosseo."
"Ah, Kyuhyun-ah. Besok kau tidak perlu datang untuk syuting Love Family. Sungmin akan menanganinya sendiri," Leeteuk menjawab sapaan Kyuhyun tanpa basa basi. Sebagai balasannya, Kyuhyun tidak menjawab apapun diujung sana.
"Kau mendengarku, Kyuhyun-ah?"
"Ah...Leeteuk-hyung? Sungmin masih marah denganku ya?" balas Kyuhyun dengan pelan.
"Ya, seperti itulah."
"Tidak bisakah kau membiarkanku ikut acara itu, Hyung? Aku harus berbaikan dengan Sungmin. Dia tidak mau menjawab pesanku dari tadi."
Sungmin menatap manajernya yang sedang berbicara dengan Kyuhyun melalui ponsel. Rasanya ia mau merebut ponsel itu dan meneriaki kalau ia tidak mau—benar-benar tidak mau—Kyuhyun ikut syuting besok.
"Kumohon, Hyung," suara Kyuhyun kembali terdengar. Kali ini lebih memelas dari sebelumnya.
"Mianhae, Kyuhyun-ah. Sungmin benar-benar tidak mau," jawab Leeteuk. Ia akui Kyuhyun sepertinya sungguh-sungguh saat ini. Sekalipun ia tidak tahu masalah apa yang terjadi antara artisnya dan Kyuhyun, ia merasa tidak seharusnya mereka begini.
"Aku mengerti. Tapi, tolong kirimkan aku alamat dan jadwal Sungmin untuk besok, Hyung. Aku mau melihat kekasihku saat dia sedang bermain dengan anak-anak. Aigo...sayang sekali aku tidak akan membantunya besok. Dia pasti...ah, sudahlah. Tolong sampaikan padanya untuk tidak tidur terlalu larut malam ini. Tolong jaga kekasihku, Hyung. Mengingat dia memiliki penyakit anemia, aku tidak mau dia kelelahan," kata Kyuhyun panjang lebar. Leeteuk menggigit bibirnya pelan. Kyuhyun terdengar...
"Kyuhyu—"
"Leeteuk-hyung, tolong katakan padanya kalau aku minta maaf atas kesalahanku selama ini. Aku tidak berniat menyakiti hatinya sama sekali," lanjut Kyuhyun lagi. Suaranya terdengar lebih sedih sekarang.
"Aku..."
"Aku sangat menyayanginya, Hyung. Tolong katakan itu padanya. Kumohon," kata Kyuhyun lagi.
Leeteuk terlihat sangat tersentuh dengan ucapan Kyuhyun. Ia tidak menyangka perasaan Kyuhyun begitu dalam terhadap Sungmin. Ia melihat Sungmin yang sekarang memainkan ponsel pinknya. Wajahnya kelihatan tidak peduli sama sekali. Sebenarnya ada masalah apa dengan mereka berdua?
"Akan kusampaikan. Dan aku akan kirim alamatnya," tutup Leeteuk. Ia memanggil Sungmin untuk bicara dengan serius sekarang.
"Sungmin-ah, kau benar-benar tidak mau Kyuhyun ikut besok?"
"Tidak. Sedikitpun tidak. Aku tidak mau melihat wajahnya. Sedikitpun."
"Tadi Kyuhyun menitipkan banyak pesan untukmu. Dia memintaku menjagamu supaya anemiamu tidak kambuh, dia minta maaf padamu dan..." Leeteuk berhenti sebentar. Ia mendapati Sungmin malah tersenyum mengejek di depannya.
"Dasar pembual," gumam Sungmin kesal.
'Sebenarnya apa yang dikatakan Kyuhyun pada Teuki-hyung?' pikir Sungmin.
"Dia mengatakan kalau dia menyayangimu, Sungmin-ah," lanjut Leeteuk.
Sungmin tertawa dengan keras mendengar itu. Ia tidak tahu kenapa kata-kata itu terdengar begitu lucu di telinganya. "Menggelikan."
"Tidakkah kau tersentuh dengan ucapan kekasihmu, Min? Dia benar-benar perhatian."
"Leeteuk-hyung, kau ditipu habis-habisan oleh Kyuhyun. Dia manusia dengan lidah yang diciptakan untuk berbohong. Jangan percaya apapun yang dia katakan, Hyung."
Leeteuk menggelengkan kepalanya sebagai balasan. "Sungmin-ah, berbaikanlah dengannya. Dia kekasih yang baik."
"Teuki-hyung. Kyuhyun itu bukan... Terserahlah."
.
.
Kyuhyun melempar ponselnya ke kasur setelah membaca pesan dari Leeteuk yang berisi alamat syuting besok. Seringai khas miliknya terlihat di wajah tampannya. Berbohong sedikit lagi tidak akan membuat masalah, kan?
Ia sudah menduga Sungmin akan sekeras kepala ini dan pasti akan menolaknya habis-habisan. Bersyukur Leeteuk orang yang...yah mudah diboho— diajak bicara. Rencana pertama yang ia susun sepertinya berhasil.
"Aku tidak akan mundur sekarang, Sungmin-hyung," kata Kyuhyun mantap sambil matanya tetap memandang layar laptop miliknya. Ia lalu bangkit dan mengambil kembali ponselnya. Mengetikkan sederet nomor disana.
"Yeobosseo," suara laki-laki diseberang kedengaran lumayan halus di telinganya.
"Lee Sungjin-sshi?" ucap Kyuhyun sebagai balasan.
"Ne? Nuguseyo?"
"Cho Kyuhyun imnida... Bisa kita bertemu? Ada yang mau kubicarakan denganmu. Ini tentang kakakmu," Kyuhyun memandang layar laptopnya lagi, memandang foto orang yang ia hubungi saat ini.
"Cho Kyuhyun? Ah. Kekasih Sungmin-hyung. Maksudku, mantan kekasih Sungmin-hyung."
"Ani. Aku kekasihnya. Kami baru berbaikan kemarin. Apa Chunhwa-ahjussi yang mengatakan kalau aku dan Sungmin sudah...putus?"
Jeda sekitar lima detik sebelum Sungjin menjawab 'ya.'
"Kau keberatan kalau kita bertemu lusa?"
Kyuhyun memutus hubungan teleponnya dengan Sungjin setelah Sungjin setuju untuk bertemu dengannya lusa.
.
.
"Noona, kau tahu tempat kencan yang bagus?" tanya Kyuhyun, masih melalui ponselnya.
"Kau mau mengajak Sungmin kencan?"
"Ayo jawab saja, Noona," desak Kyuhyun.
Ahra memberikan beberapa alternatif tempat yang bisa dikunjungi.
"Noona, kau mendukung hubunganku dan Sungmin, kan?" tanya Kyuhyun cukup tiba-tiba.
"Kyuhyunie, apa kau tahu kalau kau dan Sungmin tidak seharusnya bersama?"
"Aku tidak tahu dan tidak mau memikirkannya."
Jeda sebentar.
"Baiklah, aku menyerahkan semuanya padamu. Aku tahu kau masih terlalu muda untuk sebuah hubungan serius, tapi...entahlah. Kau pasti akan menyadari kesalahanmu suatu saat nanti."
"Noona, apa...tidak jadi."
"Akan butuh waktu untuk meyakinkan Eomma dan Appa. Aku benar, kan?"
"Ini mungkin pertama kalinya aku meminta tolong padamu, Noona. Tolong bantu aku sekali ini saja."
.
.
Keluar dari mobilnya bersama Leeteuk, Sungmin langsung menyapa beberapa staf di dekatnya. Sungmin memang terkenal dengan kesopanan dan tata krama yang baik.
"Kenapa tidak berangkat bersama dengan Kyuhyun, Sungmin-sshi?" tanya salah satu staf perempuan yang berjalan di samping Sungmin. Ia membimbing Sungmin menuju ruang make up. Leeteuk sendiri pergi ke toilet barusan.
"Ah~ Cho Kyuhyun? Dia—"
"Kyuhyun-sshi sudah menunggu di ruang make-up sejak lima belas menit yang lalu. Mungkin sebentar lagi dia akan selesai," potong perempuan itu.
"Dia...Noona, kau yakin?"
Staf itu hanya tersenyum ke arah Sungmin dan membuka pintu ruangan yang dimaksud. Sungmin hanya membelalakkan matanya terkejut saat melihat Kyuhyun sudah duduk tenang di hadapannya dengan senyum di wajahnya. Kyuhyun sepertinya sudah selesai dengan urusan make up.
Riasan di wajahnya dan pakaian yang dia pakai memang kasual, tapi itu sangat pas dengan Kyuhyun, Sungmin mengakui itu.
"Aku datang duluan. Mianhae, Sungmin-hyung. Sekarang giliranmu untuk di-make up, kan?" ucap Kyuhyun sambil berdiri dan menyentuh bahu Sungmin.
.
.
"Aku ingin sekali memukul wajahnya saat ini, Hyung. Kau bilang dia tidak akan datang hari ini, Teuki-hyung," Sungmin mendengus kesal setelah ia selesai dengan riasan wajahnya. Kyuhyun tidak tertangkap dalam pandangannya saat ini.
"Dia bilang hanya mau melihat kau syuting hari ini. Aku tidak tahu kenapa dia justru disini sekarang," jawab Leeteuk.
"Sudah kukatakan dia pembohong, Hyung. Apapun yang dia katakan jangan kau percayai."
"Benarkah?" timpal Kyuhyun dari arah belakang. Sungmin mendelik marah kearah Kyuhyun yang sekarang berjalan mendekati mereka.
"Tadi aku memang kesini hanya untuk melihat. Disana. Aku hanya melihat dari pagar yang ada diluar sana," tunjuk Kyuhyun pada pagar pembatas yang bisa dilihat melalui jendela di ruangan itu. "Tapi, ada staf yang melihatku dan memaksaku masuk. Padahal kukatakan aku tidak bisa ikut karena ada seseorang yang menolak kehadiranku," sindir Kyuhyun.
"Kau pasti membohongiku lagi."
"Kyuhyun-ah, kalau aku tahu kau berbohong begini, kemarin tidak akan kuserahkan alamat syuting hari ini," tersirat nada kecewa dalam suara Leeteuk.
"Hyung, aku serius. Aku memang berniat hanya melihat tadinya," bela Kyuhyun tak terima. Dia tidak boleh kehilangan pendukung, kan?
"Pembohong," ucap Sungmin dingin.
Kyuhyun menaikkan bahunya, menyatakan 'terserah apa katamu' dengan bahasa tubuhnya.
"Kau bisa bertanya pada orang yang memaksaku kesini. Ah, itu dia. Ahjussi! Maaf bisa kita bicara sebentar?" Kyuhyun sedikit berlari menuju seorang pria yang berjalan santai di depan mereka.
"Ah, Kyuhyun-sshi. Kau tampak lebih segar daripada saat kau menunggu di depan pagar seperti tadi. Aku penasaran siapa yang tidak mau kau datang ke Love Family. Wajahmu benar-benar tampan. Kuharap kau dan Sungmin bisa menaikkan rating acara ini," kata pria itu memuji penampilan Kyuhyun sekarang. Sungmin mendengar percakapan mereka. Pria itu yakin sekali mengatakan jawabannya. Sungmin sedikit ragu, tapi sepertinya Kyuhyun memang mengatakan hal yang benar kali ini.
"Sungmin-sshi ingin menanyakan sesuatu padamu, Ahjussi."
Saat mereka berhadapan dengan Sungmin dan manajernya, Sungmin segera menundukkan tubuhnya, "Ah, Annyeonghasimnikka."
"Aku mau menanyakan kapan kita akan mulai syuting, Kim-ahjussi," ucap Sungmin. Ia memilih tidak mempersoalkan masalah kehadiran Kyuhyun. Kim Hyung Suk bukan tipe orang yang akan berbohong. Ia sudah cukup lama mengenal PD yang satu ini.
"Lima menit lagi kita akan mulai. Kalian berdua bersiaplah," jawab pria itu menepuk bahu Sungmin sebagai tambahannya. Selanjutnya pria itu meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Kyuhyun yang tersenyum penuh kemenangan disampingnya.
Kyuhyun menatap lokasi syuting di depannya dengan penuh konsentrasi. Matanya tidak melepas pandangannya sedikitpun dari tempat itu. Ia segera bergegas beranjak dari tempatnya saat melihat seorang pria yang baru saja keluar dari mobilnya.
"Ah, Kim Hyung Suk-ahjussi. Tolong tunggu sebentar," panggil Kyuhyun saat ia sudah berada di belakang pria itu.
"Cho Kyuhyun imnida."
"Cho Kyuhyun? Ah, bintang tamu hari ini."
"Apa tidak masalah kalau aku mengundurkan diri dari acara ini?"
"Tidak masalah. Masih ada Sungmin," jawab pria yang berprofesi sebagai PD di acara ini sambil tersenyum ramah.
Kyuhyun terkejut dengan jawabannya yang tenang begitu. 'Harusnya kan dia mencegah supaya aku tidak mundur. Gawat, ini diluar rencanaku.'
"Kumohon paksa aku untuk ikut acara ini, Ahjussi. Kumohon." Sebuah permintaan tidak masuk akal diucapkan oleh Kyuhyun.
"Apa maksudmu?"
Kyuhyun menjelaskan semua hal yang harus dikatakan. Ia menceritakan sebuah cerita karangannya dengan wajah memelas.
"Bisa kumengerti. Lagipula rating acara ini bisa naik kalau ada pasangan fenomenal seperti kalian berdua. Bukan masalah besar." Pria itu tersenyum ramah sebagai respon dari permintaan Kyuhyun. Kyuhyun membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasihnya.
"LOVE FAMILY!" teriak pembaca acara Love Family saat syuting dimulai.
"Hari ini, seorang artis muda yang tampan akan menemaniku. Ini dia...Lee Sungmin!"
Dengan aba-aba itu, Sungmin masuk dan berjalan mendekati pembawa acara itu diiringi senyum manis dan memukau miliknya, ia membungkukkan badannya sopan dan menyapa melalui kamera di depannya.
"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida."
"Ah, Sungmin-sshi, seseorang mengatakan padaku kalau kau membawa orang yang sangat spesial bersamamu hari ini."
'Kau artis yang profesional, Sungminnie. Jangan terpengaruh pada urusan pribadi,' batinnya meyakinkan.
Sungmin memaksakan senyum di wajahnya. Sebenarnya alisnya bertautan kesal saat itu. "Ne, seseorang yang sangat spesial. Biar kupanggilkan," Sungmin mengambil jeda sebentar sebelum matanya menatap sosok Kyuhyun yang tertawa di belakang kamera. 'Apa-apaan dia? Mengejekku?' batin Sungmin.
"Cho...Kyuhyun!"
Kyuhyun masuk dan membungkukkan badannya seperti yang dilakukan Sungmin sebelumnya. "Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih Lee Sungmin," sapa Kyuhyun dengan senyum di wajahnya. Sungmin memaksakan dirinya tertawa atas sambutannya. Ia berharap bagian itu di-cut sebelum disiarkan minggu depan.
"Aigo...pasangan muda yang sangat unik. Baiklah. Apa kalian tahu tempat apa yang ada di samping kita?" tunjuk sang pembawa acara pada sebuah tempat
Kyuhyun dan Sungmin serempak menjawab tidak.
"Di tempat ini, kita bisa menemui malaikat-malaikat kecil."
Sungmin menunjukkan ekspesi antusiasnya. Kyuhyun menangkapnya dan mencoba menunjukkan ekspresi yang sama. Tidak gagal memang, tapi kelihatan sekali kalau Kyuhyun hanya meng-copy apa yang Sungmin lakukan.
"Kalau begitu, kita temui mereka. Ayo pergi!" ujar pembawa acara itu disambut senyuman Kyuhyun dan Sungmin.
.
.
"Kakak-kakak tampan disini akan menjadi Eomma dan Appa kalian selama sehari. Apa kalian senang?"
Tepuk tangan dan sahutan dari malaikat-malaikat kecil disana membuat Kyuhyun tersenyum senang. Kebanyakan dari mereka terlihat memiliki kekurangan dalam hal fisik, tapi tepuk tangan mereka menggambarkan kalau mereka bahkan lebih bahagia daripada manusia dengan keadaan sempurna.
"Ne, aku appa. Dia eomma," timpal Kyuhyun menunjuk dirinya kemudian Sungmin. Semua orang yang ada disana tertawa mendengarnya. Apalagi melihat Sungmin yang sepertinya tidak setuju dengan perkataan Kyuhyun. Dimata orang lain, Sungmin kelihatan sangat manis saat sedang kesal begitu.
"Kenapa Sungmin-sshi menjadi eomma?"
"Karena...aku tidak pernah berurusan dengan masalah seperti ini. Tapi, Sungmin-sshi sangat handal mengurus anak-anak."
"Kau terbiasa dengan anak-anak, Sungmin-sshi?"
Sungmin menganggukkan kepalanya dan menjawab 'ya'. Dia sering bergabung dalam kegiatan sosial, mengingat ibunya memang seorang aktivis sosial.
Dengan jawaban itu, seorang anak perempuan manis menghampiri Sungmin dan memeluknya. Sungmin tertawa dengan kelakuan anak itu, selanjutnya anak-anak yang lain mulai menghampiri Sungmin dan Kyuhyun.
Saat dihadapkan dengan seorang balita di depannya, Kyuhyun agak kikuk sebenarnya. Tapi, ia mengusahakan yang terbaik yang bisa dia lakukan. Ia memegang tangan balita yang sedang duduk didepannya dan mengajaknya bersalaman. Ia mengatakan 'Kyuhyun appa' berkali-kali sambil menunjuk dirinya sendiri. Sepertinya dia bermaksud mengatakan pada anak itu untuk memanggilnya Kyuhyun-appa.
Sungmin tidak sengaja melihat Kyuhyun yang tertawa di sebelahnya. Dia tidak menyangka Kyuhyun bisa dekat dengan anak kecil. Perlahan ia ikut tertawa dan kembali memfokuskan dirinya pada anak kecil yang ada di dekapannya.
Pada sesi perkenalan mereka dengan malaikat-malaikat kecil disana, Sungmin dan Kyuhyun tertawa dengan keras saat seorang anak laki-laki menari-nari dengan lincah di depan mereka. Mereka sangat tersentuh saat seorang anak perempuan mencium tangan Kyuhyun dan tertawa lagi saat seorang anak perempuan berlari dan memeluk Sungmin dari belakang.
Diberikan anak perempuan yang berusia kurang dari satu tahun, Kyuhyun hanya tertawa canggung saat anak itu tidak mau duduk di pangkuannya. Ia melirik Sungmin yang sibuk dengan anak lain. Merasa diperhatikan, Sungmin melihat kearah Kyuhyun dan melihatnya kewalahan dengan anak itu.
Ia bergegas mengangkat anak itu dan menggendongnya.
"Biarkan dia duduk dipangkuanku," pinta Kyuhyun pada Sungmin.
"Kalau begitu kau jangan tegang. Santai saja. Dia takut dengan wajah tegangmu," timpal Sungmin yang kembali memberikan anak perempuan itu ke pangkuan Kyuhyun. Dibantu Sungmin, akhirnya anak itu mau duduk dengan tenang dipangkuan Kyuhyun. Dengan senyum kemenangan di wajahnya, Kyuhyun mengacungkan jempolnya ke arah kamera.
"Aku memang hebat," ucapnya yang diselingi tawa dari orang-orang yang melihat interaksi Sungmin dan Kyuhyun sebelumnya.
.
.
Tugas pertama : Mencuci selimut
"Bukan masalah besar. Benar kan, Kyuhyun-ah?" tanya Sungmin pada Kyuhyun saat mereka diberikan tumpukan selimut.
"Aku tidak pernah mencuci selimut."
Sungmin membimbing Kyuhyun keluar dari ruangan itu dan memulai tugas mereka. Mencuci secara manual seperti ini sudah lama tidak dilakukan oleh kebanyakan orang di korea.
Kyuhyun menuangkan detergen dengan sembarangan diatas cucian mereka. Setelah itu anak-anak datang. Mereka mengatakan akan membantu Kyuhyun dan Sungmin.
Dengan senang hati Kyuhyun mengangkat tiga anak itu satu persatu masuk ke dalam bak untuk menginjak-injak selimut seperti dirinya dan Sungmin lakukan.
Sungmin memegangi anak perempuan yang paling kecil supaya tidak jatuh kedalam cucian mereka sehingga berakhir dengan keadaan basah kuyup. Mereka memainkan busanya, beberapa busanya mulai mengotori baju mereka.
"Kyuhyun-ah, berhenti. Mataku kemasukan busa," keluh Sungmin sambil mengusap matanya.
"Coba kulihat. Sini kutiup," ujar Kyuhyun sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Sungmin. Ia memegang pipi kanan Sungmin dan mengarahkan mulutnya menuju mata Sungmin. Mendekatinya dengan mata terpejam. Ia meniupnya secaraperlahan.
"Perih!" kata Sungmin. Mana ada kemasukan busa ditiup, Kyuhyun-ah?
"Mianhae, Hyung!"
Kyuhyun bergegas mengambil air bersih dan menyodorkannya pada Sungmin. Setelah membersihkan matanya, Sungmin berniat mengomeli Kyuhyun. Tapi, melihat Kyuhyun yang malah bermain busa dengan anak-anak disana, ia mengurungkan niatnya.
Melalui perjuangan keras, akhirnya selimut-selimut itu selesai mereka cuci.
"Ah, maaf, selimutnya masih ada lagi," kata seorang perempuan. Ia memberikan setumpuk selimut lagi pada Sungmin.
"Aduh, pinggangku," keluh Kyuhyun. Tidak pernah berolahraga mungkin menjadi alasannya. Sungmin tertawa mengejek setelah itu. 'Manja,' pikirnya.
Sekalipun mengeluh, mereka tetap melakukannya dengan baik. Bahkan mereka bernyanyi bersama-sama dengan sangat riang.
"Saatnya menjemur. Yeah!" kata Sungmin diikuti teriakan 'Yeah' lain dari anak-anak itu dan Kyuhyun. Setelah itu mereka tertawa lagi. Sungmin menggendong anak yang paling kecil dan berputar-putar dengan anak itu. Kyuhyun lagi-lagi hanya bisa melakukan hal sederhana, bersalaman dengan mereka satu persatu sambil mencubit pipi mereka. "Aigo...lucu sekali. Mau tidak jadi anakku?" tanya Kyuhyun yang dijawab dengan gelengan bercanda dari mereka.
.
.
Tugas kedua : Memandikan anak
"Tidak pernah, aku tidak pernah memandikan siapapun sejak dulu. Bahkan hewan peliharaanku tidak pernah kumandikan," kata Kyuhyun saat ditanya pengalamannya memandikan anak.
Kyuhyun tertawa lagi, "Aku sebenarnya juga tidak punya hewan peliharaan. Aku berbohong. Tapi, aku yakin Sungmin bisa memandikan mereka. Aku juga pasti bisa. Fighting!" ucap Kyuhyun sambil mengepalkan tangannya dan menunjukkan di depan kamera.
Seorang petugas yang bekerja disana mulai menjelaskan cara memandikan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Kebanyakan dari mereka memang harus ditangani dengan spesial.
"Kalian harus hati-hati dengan selangnya. Nah dipegang seperti ini," petugas perempuan itu menunjukkan cara memegang selang yang ditempelkan sepanjang pipi kanan seorang anak laki-laki yang duduk di kursi roda. Selang itu dihubungkan pada hidungnya dan sebuah kantung yang berisi sesuatu yang tidak diketahui Sungmin atau Kyuhyun.
Memperhatikan dengan serius, Sungmin sekarang menjawab pertanyaan yang sama dengan yang ditanyakan pada Kyuhyun sebelumnya.
"Aku pernah memandikan adikku. Karena aku seorang kakak, aku pernah memandikan adikku beberapa kali."
Kyuhyun memandang anak laki-laki yang duduk di kursi roda itu. Usianya baru delapan tahun, tapi ia menderita penyakit yang Kyuhyun tidak tahu apa itu. Memaksanya duduk di kursi roda dan dihubungkan dengan selang yang entah berguna untuk apa.
Ia meletakkan tangannya di paha anak itu dan mengusapnya. "Kau pasti anak yang sangat hebat. Kalau aku jadi ayahmu, aku akan sangat bangga padamu," ucapnya serius.
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padanya, Sungmin kembali ke tempatnya dan melihat Kyuhyun yang sekarang mengusap kepala anak itu dengan pelan. Ia melihat senyum tulus Kyuhyun disana.
"Waktunya mandi~" seru Sungmin yang membuat Kyuhyun menarik tangannya dan membiarkan Sungmin mendekati anak itu dan menggendongnya.
"Aigo...pasti kau sudah ingin sekali mandi," ucap Sungmin saat menggendong anak itu.
Kyuhyun melihat Sungmin yang bekerja begitu keras saat ini. Ia hanya bisa mengekor dibelakang Sungmin dan berusaha tidak mengganggu.
Sungmin membaringkan anak laki-laki itu di bak mandi. Ia terlihat cekatan saat membuka pakaian anak itu. Kyuhyun lagi-lagi hanya memperhatikan disampingnya. Ia sebenarnya ingin melakukan sesuatu, tapi takut salah.
Merasa mengerti apa yang dipirkan Kyuhyun, Sungmin menatapnya dengan tatapan yang tenang. Kyuhyun cukup terkejut saat Sungmin menatapnya begitu.
'Aku tidak melakukan apa-apa, kan?'
"Cho Kyuhyun, bantu aku melepas celananya," kata Sungmin. Kyuhyun menurut dan mulai membuka celananya.
Selesai dengan celana, Kyuhyun mulai membasahi badan anak itu dengan air. Ia tertawa dengan bangga saat melihat Sungmin tersenyum atas inisiatifnya.
"Nah, aku akan menyabunimu. Rileks ya," ucap Sungmin lagi. Ia memulai mengusap tubuh bagian kanan, sedang Kyuhyun yang mengurus bagian kiri. Berkali-kali Sungmin mengibaskan poninya yang sedikit mengganggu.
"Apa ponimu sangat mengganggu, Hyung?" tanya Kyuhyun disela pekerjaannya.
"Ne. Bisa tolong jepit poniku? Aku punya penjepit rambut di kantung celanaku." Sungmin meluruskan kakinya yang daritadi ditekuk karena mereka memang memandikan anak dengan cara jongkok. Sungmin yang sedang sibuk mengusapkan shampo ke rambut anak laki-laki itu jelas tidak bisa meraih penjepit rambutnya.
Kyuhyun mengambil jepit rambut yang dimaksud dan menggerakkan tangannya menyentuh rambut Sungmin. Entah apa yang salah, Kyuhyun merasa sentuhan tangannya pada rambut Sungmin yang halus membakar pipinya.
"Kurang kencang," komentar Sungmin saat Kyuhyun menjauhkan tangannya.
"Aish, baiklah," kata Kyuhyun yang mengulang pekerjaannya menjepit rambut Sungmin.
"Nah, lebih baik." Sungmin tersenyum kearah Kyuhyun dan memperlihatkan dahinya yang bagus.
'Bahkan dahinya bagus. Laki-laki yang menakjubkan,' puji Kyuhyun dalam hati saat matanya tidak mau mengalihkan pandangannya dari dahi Sungmin.
Selesai memandikan anak laki-laki itu, Sungmin meminta Kyuhyun mengambil anak lain untuk dimandikan.
"Anak yang mana?"
"Yang mana saja."
"Perempuan boleh?" tanya Kyuhyun saat dirinya sudah berada di ambang pintu kamar mandi. Ia menyeringai seram saat itu.
"Perempuan? Ya! Dasar Pedo!" teriak Sungmin keras. Membuat semua mata mengarah pada mereka berdua. Kyuhyun hanya memberikan cengiran kakunya. Kau tahu rasanya dikatai pedo di depan banyak orang, kan?
.
.
Sungmin menggendong anak yang mendapat giliran terakhir mandi. "Handuknya, Kyu."
Mencari handuk yang diminta Sungmin, Kyuhyun langsung melilitkan handuk yang ia bawa ke tubuh makhluk mungil di gendongan Sungmin.
Memakaikan pakaiannya dengan hati-hati, Sungmin mengakhirinya dengan kecupan manis di dahi. "Muah. Selesai."
Ia melakukannya pada setiap anak yang ia mandikan. Kyuhyun hanya memperhatikan Sungmin yang terus menerus mengulangi kecupan yang sama pada setiap anak. "Aku juga mau," ucapnya tak sadar. Sungmin mendelik tak percaya ke arah Kyuhyun. "Kau mau apa?"
"Dici—Mencium juga. Dari tadi kau terus yang melakukannya. Aku juga mau mencoba," jawab Kyuhyun gugup. Ia memalingkan wajahnya dengan cepat.
"Ya sudah cium saja," ucap Sungmin setengah tak peduli. Ia membaringkan badannya di karpet.
"Bagaimana perasaan kalian sekarang?" Sebuah pertanyaan kembali dilayangkan untuk mereka berdua.
"Aku mau makaaaan. Kapan aku boleh makaaaan?" jawab Sungmin mendengar pertanyaan yang diajukan pada dirinya dan Kyuhyun. Wajahnya sangat memelas.
Kyuhyun mengikuti Sungmin dengan berbaring di atas paha Sungmin. Bukan hal yang dipusingkan Sungmin juga, ia terlalu kelelahan untuk mengomel.
"Pinggangku. Astaga, rasanya...Argh!" jawab Kyuhyun dengan wajah yang tidak terdefinisi.
Kyuhyun akhirnya memilih bangkit dan mulai memijat kaki Sungmin. Ia yakin Sungmin lebih kelelahan daripada dirinya.
"Aigo...enak sekali. Yang kiri juga ya, Kyuhyunie," ucap Sungmin yang memejamkan matanya. Menikmati pijatan Kyuhyun di betisnya. "Nanti gantian, Hyung."
Sungmin lalu bangkit dan mengubah posisi menjadi duduk membiarkan Kyuhyun memijat bahunya.
"Ne? Aku sedang memijat. Daritadi Sungmin-hyung sudah bekerja sangat keras. Dia pantas mendapatkan pijatan spesial dariku," jawab Kyuhyun saat ditanya mengenai apa yang sedang dia lakukan. Senyum kelelahan sempat ia berikan ke arah kamera sebelum akhirnya Sungmin yang ditanya.
"Anak ini pijatannya lumayan enak," jawab Sungmin diselingi tawa. Tubuhnya sedikit terdorong ke depan karena pijatan Kyuhyun. "Ne. Dia bisa diandalkan untuk yang seperti ini. Tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan dengan benar. Hahahaha. Aw, sakit!" Sungmin berbalik saat Kyuhyun menekan pundaknya keras menunjukkan ketidaksetujuan atas ucapan Sungmin.
Saat giliran Kyuhyun, dia meminta dipijat dalam posisi tengkurap supaya Sungmin memijat pinggangnya yang rasanya mau patah.
Menggunakan kesempatan emas yang ada, Sungmin mencubit pinggang Kyuhyun berkali-kali. Bukannya kesakitan, Kyuhyun justru mengeluh geli dan tertawa dengan keras. Ia menggerakkan tubuhnya tidak nyaman karena Sungmin mengunci gerakannya. Mendengar suara tawa Kyuhyun. Anak-anak di sekitar mereka mulai mendekat. "Kyuhyun-appa bilang ia ingin ditindih. Ayo lompat di punggungnya~" seru Sungmin semangat.
"YEEEY~" adalah balasan dari anak-anak itu dan mereka mulai menaiki punggung Kyuhyun dan melompat di punggung Kyuhyun. Mereka tertawa dengan riang saat mendapatkan mainan baru.
"Hyu...hyung...Bantu...AH!...Aku...mati," ucap Kyuhyun putus-putus. Sungmin masih ikut tertawa dengan anak-anak kecil disana sebelum akhirnya membantu Kyuhyun bangkit dan memijit punggungnya dengan benar.
.
.
Tugas Ketiga : Memasak
"Kami menamainya Kyumin Ddeokbokki Dua Porsi," kata Kyuhyun saat ditanya masakan apa yang mereka masak untuk anak-anak. Sungmin tertawa dan memukul pelan bahu Kyuhyun. Seenaknya saja Kyuhyun menamai makanan mereka.
"Karena siapapun yang memakan ddeokbokki ini akan minta tambah sehingga mereka akan makan sampai dua porsi."
Sungmin tertawa lagi. Ia setuju dengan Kyuhyun. "Karena sangat lezat, mereka pasti akan minta tambah. Jadi aku dan Kyuhyun sengaja membuat banyak."
"Oh tentu saja. Masakan yang dimasak Sungmin-hyung selalu lezat dan membuat ketagihan. Aku selalu memuji masakannya," jawab Kyuhyun saat ditanya mengenai masakan Sungmin. Padahal ia hanya pernah mencoba ramen buatan Sungmin. Tapi, ia yakin Sungmin pasti bisa memasak makanan lezat.
Kyuhyun melirik Sungmin sambil mengacungkan jempolnya dan menganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Ini dia... Kyumin Ddeokbokki Dua Porsi!" ucap Kyuhyun dan Sungmin berbarengan saat menghidangkan makanan yang mereka buat. Anak-anak yang mencium aroma masakan lezat dari arah Kyuhyun dan Sungmin langsung berlarian dan membuat Sungmin sedikit kewalahan karena ia yang bertugas membagikan mangkuk pada semua orang disana.
"Kau benar, Kyu. Ddeokbokki Dua Porsi," ucap Sungmin tertawa senang saat semua orang menikmati masakan mereka.
"Kyumin Ddeokbokki Dua Porsi, Hyung. Jangan sembarangan mengubah namanya," protes Kyuhyun.
"Oke, Kyumin Ddeokbokki Dua Porsi. Tolong foto aku bersama Ddeokbokki Dua Porsi yang kita buat."
"Aku harus ikut. Ini kan Kyumin Ddeokbokki Dua Porsi, bukan Sungmin Ddeokbokki Dua Porsi," protesnya lagi dengan nada kesal.
Mereka lalu meminta tolong kepada seorang staf untuk mengambil gambar mereka berdua dalam keadaan sedang makan dengan wajah menghadap kamera.
"Sekali lagi," kata Kyuhyun. Ia sekarang menurunkan mangkuk yang dipegang Sungmin dan dirinya. Ia melingkarkan tangan kirinya pada bahu Sungmin. Tangan kanannya membentuk pose "peace". Sungmin ikut-ikutan membentuk pose "peace" dengan kedua tangannya. Mereka sama-sama tersenyum bahagia saat foto itu diambil.
Kenangan yang sangat manis.
.
.
Tugas keempat : Meminumkan susu dan menidurkan anak-anak
'Astaga ada berapa tugas yang harus dikerjakan?' batin Kyuhyun pasrah saat ia memegang sebuah botol susu di tangannya.
Saat seorang balita di letakkan di hadapannya, Kyuhyun meraihnya untuk di letakkan di pangkuannya, tepat seperti yang ia lakukan sebelumnya. Tapi, anak itu menggeliat tidak suka saat Kyuhyun mencoba mendudukkannya di pangkuan Kyuhyun.
"Wae..wae..wae? Tidak mau dipangku? Lalu bagaimana minumnya?" tanya Kyuhyun masih canggung saat menghadapi balita. Ia menggoyang-goyangkan botol susu yang ia pegang di hadapan balita itu dan mendapat respon positif sebagai balasannya.
"Hehehe. Mau ini? Biarkan Kyuhyun-appa menggendongmu dulu."
"Lebih sulit dari kelihatannya. Tapi, kurasa aku sudah siap menjadi seorang pengantin pria kalau begini caranya. Hahahaha," jawab Kyuhyun saat ditanya mengenai meminumkan susu pada anak-anak. Ia akhirnya berhasil membuat balita yang sebelumnya menolak dipangku berada dalam gendongannya.
"Pendapatku melihat bayi? Aku jadi ingin cepat-cepat menikah dan punya banyak anak. Hahahaha," jawab Sungmin serius sambil tertawa.
Sungmin kelihatannya sudah selesai dengan tugasnya dan sekarang ia berdiri dan menepuk-nepuk punggung bayi di gendongannya.
"Harus seperti ini supaya dia bersendawa," ucap Sungmin keras sambil melirik Kyuhyun. Sepertinya memberi petunjuk pada Kyuhyun tentang apa yang harus dilakukan setelahnya. Dan Kyuhyun memang mengikuti petunjuknya.
Kerja sama diantara keduanya benar-benar terlihat. Seakan semua yang mereka lakukan sudah terencana dari awal. Yang nyatanya...mereka bahkan setuju untuk syuting bersama pagi ini.
Tugas mereka ditutup sempurna dengan tidurnya anak-anak yang ada di tempat itu. Dengan Sungmin dan Kyuhyun yang berada di tengah-tengah mereka.
.
.
Tugas kelima : Bermain bersama
Terdengar dentingan piano diruangan yang berisi anak-anak itu. Kyuhyun dan Sungmin memainkan lagu-lagu ceria sambil menyanyi bersama. Sungmin sempat terkejut saat mendengar suara Kyuhyun ketika mereka bernyanyi bersama. Lembut dan menyenangkan disaat yang sama adalah pendapat Sungmin tentang suara Kyuhyun.
"Sungmin-eomma sekarang akan memberikan penampilan spesial. Beri tepuk tangan yang meriah untuk Sungmin-eomma yang akan memualai...Pertunjukan Bubble-Bubble!" seru Kyuhyun sambil meletakkan baskom berisi air sabun yang cukup banyak di samping Sungmin. Anak-anak yang ada disana memberikan tepuk tangan yang paling meriah untuk menyambut penampilan Sungmin. Sungmin hanya melambaikan tangannya bak model saat Kyuhyun memberinya tempat untuk atraksi kecil-kecilannya.
Membuat gelembung kecil sampai gelembung besar, Sungmin melakukan semuanya diiringi musik dari piano yang dimainkan oleh Kyuhyun.
Semua mata yang memandang Sungmin terpaku saat Sungmin membuat gelembung di dalam gelembung.
"Hebaaaaat."
Aksi Sungmin ditutup dengan gelembung kecil yang berjumlah sangat banyak yang tersebar di penjuru ruangan. Semua anak-anak mulai berdiri dan berusaha menangkap gelembung yang dibuat Sungmin. Membuat Kyuhyun tertawa dan menghentikan permainan pianonya.
"Sekarang Kyuhyun-appa akan menyanyikan Gwiyomi lengkap dengan gerakannya. Ini dia Gwiyomi Kyuhyun!" kata Sungmin lantang kali ini. Kyuhyun membelalakkan matanya ke arah Sungmin. Barusan, saat rapat dadakan dengan Sungmin, ia sudah mengatakan kalau akan menyanyikan lagu Tiga Beruang.
'Gwiyomi? Astaga!'
"Sepertinya Kyuhyun-appa tidak tahu caranya. Ada yang mau bantu menunjukkannya?" tanya Sungmin disambut teriakan dari semua anak yang tahu bagaimana menyanyikan Gwiyomi.
"il deo ha gi il eun gwiyomi!" ujar mereka semua serempak. Telunjuk kanan dan kiri mereka di letakkan di pipi mereka.
"Aku akan melakukannya kalau Sungmin-eomma mau menunjukkan caranya," kata Kyuhyun tak mau kalah ke arah Sungmin. Mendapat dorongan dari semua orang, akhirnya Sungmin bersedia melakukan gerakan di lagu itu dengan syarat lagu itu dinyanyikan bersama-sama.
Il deo ha gi il eun gwiyomi
Sungmin menggerakkan telunjuk kanan dan kirinya menyentuh pipi. Sekalipun malu, Sungmin tetap melakukannya dengan senyum yang merekah.
Ee deo ha gi ee eun gwiyomi
Kali ini jari telunjuk dan tengah milik Sungmin berada di atas kepalanya dan digerak-gerakkan. Kyuhyun menatap Sungmin tidak percaya.
'Dia...imut sekali. Ini keterlaluan. Dia terlalu imut. Wajahku...panas.'
Sam deo ha gi sam eun gwiyomi
Sa deo ha gi sa eun gwiyomi
Oh deo ha gi oh eun gwiyomi
Yuk deo ha gi yuk eun gwiyomi
Dan lagu itu terus terdengar sampai selesai. Sungmin mengakhiri gerakan terakhir dengan pipi merah. Ia sangat malu melakukan gerakan-gerakan itu. Melihat Kyuhyun, Sungmin malah heran menemukan Kyuhyun berdiri mematung dengan pipi yang memerah seperti dirinya. 'Aku yang menari kenapa dia yang malu?'
Giliran Kyuhyun akhirnya tiba dan ia dengan sangat terpaksa melakukan tarian yang sama dengan yang Sungmin tunjukkan. Bedanya...kalian pasti tahu dimana letak perbedaannya karena memang tercetak jelas dari pribadi Kyuhyun yang berbeda dengan Sungmin.
Kyuhyun mengakhirinya dengan tangan yang menutupi wajahnya. Ia sangat malu. Tapi, anak-anak yang melihat Kyuhyun justru bertepuk tangan dan memuji Kyuhyun.
Dengan wajah Kyuhyun yang masih ditutupi tangan, Sungmin menghampirinya dan mengelus punggungnya dan berbisik di telinganya.
"Mereka bertepuk tangan untukmu, Kyu."
Kyuhyun lalu menjauhkan tangannya dari wajahnya dan memamerkan tawa bahagianya dihadapan semua orang yang melihatnya. Termasuk Lee Sungmin yang ikut tersenyum hangat di sampingnya.
.
.
Sungmin merasa sangat terharu saat dirinya diberikan bunya anyelir buatan anak-anak yang bermain bersama mereka hari ini.
"Ini untuk Sungmin-eomma yang sudah bekerja keras dan sempat datang kesini saat sedang sibuk bekerja sebagai artis." Seorang anak laki-laki memberikan bunga anyelir yang dibuat dari kertas origami. Sungmin langsung menempelkan bunga itu di dadanya.
"Gomawo," ucapnya singkat. Diikuti kecupan di dahi anak itu yang diberikan oleh Sungmin.
"Dan ini untuk Kyuhyun-appa yang juga sudah bekerja keras."
"Aku juga dapat? Wah. Terima kasih banyak," balas Kyuhyun tersenyum. Ia kemudian mencubit pelan pipi anak laki-laki itu. Menepuk-nepuk bunya anyelir yang juga ia tempel di pakaiannya dengan bangga sebelum kembali mengacungkan jempolnya ke arah kamera.
.
.
"Pertama kalinya bagi kami mendapat bunga anyelir seperti ini. Rasanya benar-benar hebat."
"Aku dan Sungmin merasa sangat bahagia hari ini."
"Kami bersyukur diundang ke acara ini. Sungguh pengalaman berharga. Kami akan datang kesini lagi kalau bisa," jawab Kyuhyun saat ditanya kesan mengenai Love Family.
"Aku sangat berterima kasih pada Eomma dan Appa. Ternyata menjaga dan merawat anak itu sungguh bukan hal mudah."
"Rasanya sangat menyenangkan menghabiskan waktu dengan anak-anak," ucap Kyuhyun yang disertai anggukan oleh Sungmin yang duduk disampingnya.
"Ahahahaha, aku sudah tahu Kyuhyun tidak bisa mengurus anak. Sudah bisa ditebak dari kebiasaannya. Tapi, memang lumayan terkejut karena pada akhirnya banyak anak-anak yang berebut ingin digendong olehnya," lanjut Sungmin kembali saat ditanya kesannya mengenai Kyuhyun. Jawabannya terdengar mengejek awalnya, lalu ditutup dengan bangga oleh Sungmin.
"Aku senang dia ikut bersamaku di acara ini."
Kyuhyun memandang Sungmin kaget. Ia sampai membuka mulutnya. Saat sadar ia pasti terlihat bodoh, Kyuhyun akhirnya tersenyum dan mengelus-elus bahu Sungmin.
"Mereka benar-benar malaikat yang hebat. Perjalanan mereka memang masih panjang. Kami juga begitu. Jadi, kita harus bejuang bersama," kata Kyuhyun.
"Kalian harus menyebarkan senyum cerah kalian ke semua orang yang kalian temui. Jangan pernah menyerah pada kekurangan kalian," lanjut Sungmin dengan wajah serius.
"Aku dan Sungmin juga tidak akan menyerah. Kami akan terus meyakinkan semua orang dan membuat mereka menerima kami. Chunhwa-ahjussi, Kyeongsuk-ahjumma, Eomma, Appa, Fans Sungmin, semuanya...Tolong dukung kami," tutup Kyuhyun sambil tersenyum lebar dan menatap Sungmin dalam.
Sungmin ikut tersenyum lebar disamping Kyuhyun. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia tersenyum seperti itu. Entah euforia dari bermain dengan anak-anak masih terasa olehnya, atau malah kata-kata Kyuhyun yang membuatnya tersenyum.
Ia tahu, Kyuhyun berubah sedikit demi sedikit. Ia menyadarinya dengan sangat jelas sebenarnya. Kyuhyun tidak mau melepasnya begitu saja. Hanya itu yang bisa ia tangkap. Sebelum akhirnya sebuah kalimat penutup dari Kyuhyun membuat pipinya merona dan jantungnya berdetak tidak normal.
"Karena aku mencintai Sungmin."
.
.
.
Dadanya terasa hangat saat itu. Rasa hangat itu juga ia rasakan di tangannya. Dimana Sungmin memegang tangannya dan meremasnya pelan. Ia meliriknya dan merasakan seluruh tubuhnya terbakar, Sungmin tersenyum dengan luar biasa manis di sampingnya.
.
.
.
FIN/TBC?
Saya ngerasa kalo ditulis FIN disitu cocok banget deh. Ngegantung-gantung gimana gitu. Wkwkwk. Boleh kah?
Tapi saya bercanda, saya berniat ngelanjutin sampe semuanya jelas kok.
Mianhae saya telat banget updatenya. Padahal janjinya seminggu sekali. Maaf sekali lagi #sembah sujud. Dari kemaren sakit mata soalnya. Maaf ya #tebar anyelir
Alesan saya make Love Family supaya temen-temen semua bisa banyangin latarnya (tempat dan suasananya). Saya masukin gwiyomi di dalem ya soalnya saya lagi tergila-gila sama keimutan Sungmin yang tiada tara XD #gaadayangnanya
Yang minta panjangin... Sampe 20k+...Ampun deh saya. ini udah saya tambahin 1k+ yaaaa XD #pelit. Otak saya ga mau kerja sama soalnya DX
.
Balasan Review~
-Chapter 1-5-
leesangjin imnida : Aigo...makasih banyak reviewnya. Silahkan dibaca lanjutannya^^
KyuLoveMin : Oke deh. Chapter selanjutnya silahkan dibaca. Saya juga suka Kyuhyun yang kaya gini :D
-Chapter 6-
SunMi : LOL. Bener banget summon yang mana aja tergantung mood XD
Kihyunaiesme : Santai aja, chingu-ya :D Aduh maaf banget ini super telat updatenya #bow Saya tampung dulu sarannya ya. Makasih banyak masukannya dan reviewnya. Sampe ketemu di...sini XD
aii chan : LOL. Gara-gara ditolak saya jadi ngejomblo nih :9 Saya juga bingung kenapa butuh enam chapter dulu buat sekedar nulis 'Mungkin ia memang sedang jatuh cinta.' Itu baru mungkin loh padahal :D
KS : Saya juga jleb nulisnya. Tapi, liat tampang bapaknya Sungmin yang asli...kayaknya karakternya emang tegas banget sih. Hahaha. Yah kita doakan mereka cepat bersatu dan menjalin rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah (?)
nene137 : Beneran nih? Ai lop yu dah kalo gitu XD Semoga apa yang kita doakan bersama beneran kejadian. Hehehe.
kim nuri shfly : Hai Nuri, saya Yuri :D Makasih banyak udah ngikutin ff ini dari awal :) Kyumin emang kalo apa-apa maennya pake hati #ganyambung. Sekali lagi makasih reviewnya :D
zaAra evilkyu : Se...selalu ditunggu? #terbang Gamsahamnida :D Semoga ff ini tetep bisa ngasih kesan sampai akhir :D
Sungmin Lee : Lanjuuut^^ Mianhae telat update. Hehehe. Kyuhyun itu...ternyata punya sisi lemah juga, ya? #ketawa seneng
Dincubie : Dia buta banget. Pati. Saya yakin. Wahahaha. Anyway. Kekeke juga baca reviewnya #apasih XD
nova137 : Wah mian chingu jadi ngebut-ngebutan gitu bacanya XD Kyuhyun ada lagi yang suka sama karakternya nih #nyenggol Kyuhyun Makasih banyak reviewnya :D
Cho Minn : Cho Minna kah? o.O Ati-ati nyemplung ke kloset hapenya. Saya pernah loh dan itu langsung mati total #curhat Maaf ya chapter ini telat. Ada gangguan dari kanan kiri depan belakang DX
Kyuanae : Saya harus banyakin nulis Leeteuk nih. Soalnya tiba-tiba kangen banget. Hahaha. Wah, aduh maaf ya ini telat. Semoga chapter ini sesuai keinginan dan makasih banyak reviewnya :D
love haehyuk : SETUJU! Emang evilKyu lebih kerasa gimanaaaa gitu XD Maklum dia kan... ga jadi deh. ngomong yang jelek-jelek entar dibantai Sparkyu. Kekeke. Sabar aja deh Kyu #ikut tepuk pundak
MinnieGalz : Harus! #maksa XD
Minoru : Iya nih belom bisa masuk ke bagian perasaan. Semoga bisa cepet tereksplor di chapter selanjutnya. Dan...semoga chapter ini...yah begitulah #helanapaspanjang. As always, makasih banyak reviewnya :D
KMS kyuminshiper : Kalo Sungmin nyadar...artinya dia udah maafin Kyuhyun dan permainan akan berhenti :D Semoga apa yang ingin dilanjut(?) tidak mengecewakan #apacobainimaksudnya
vey900128 : Dan saya akan mencoba membuatnya :D Gosip apah yang mana? Mereka banyak gosipnya sih #lebay Udah peluk saya aja XD
And : And sorry for late update. Makasih banyak masukannya buat Sungmin. Tuh, Min jangan jaim-jaim jadi orang. Kekeke
Tika : Tuh kan feelnya ilang. Udah parah nih saya DX Semoga chapter ini bisa mengembalikan yang sudah hilang :)
KyuLoveMin : Dan...menjaganya supaya ga ngecewain sampe akhir bakal jadi tantangan berat buat saya. Mohon dukungannya :D
dhianelf4ever : Dan semoga adanya chapter ini ga ngilangin ke-sweetan(?) asli dari acara itu XD Kyuhyun pasti berjuang, soalnya dia bukan tipe pantang mundur, ya kan, Kyu? #nyolek Kyuhyun. Kekeke
Yunnieah : LOL. Itu yang mau saya tunjukin. Ga semua hal bisa didapet sama Kyuhyun. Semoga ini jadi pelajaran hidup buat dia :D LOL. Semangat 69? Itu pasti jenis semangat yang hot banget. Wakakakak #masih ngakak
Shelly : Aigo..jinjja? Gamsa gamsa gamsa #nada sorry sorry XD Tergantung rating deh. Kalo ratingnya bagus entar mereka ga cuma diminta jaga anak, tapi bikin anak sekalian XD #yadongkambuh
Neganugu : Kasian kau, neganugu-sshi. Ne ne ne neganugu #nyanyi XD Dan semoga most waited part itu ga adakn jadi zonk besar-besaran di fic ini. Dan saya berharap rating fic ini berakhir di M supaya ada adegan ranjang XD
casanova indah : Gi...gimana sama update yang sekarang L-A-M-B-A-T banget ya? Mianhae #bow Semga tetep menghibur :D
Me Naruto : Saya juga penasaran kapan mereka bakalan kissu #ikut jabat tangan Leeteuk itu sebenernya ga angel-angel banget XD PS : Break down korea gimana chingu? Pendapatnya maksud saya. Bakal dibikin MV ga ya tuh?
Revaelf : Dia masih labil itu. Sungmin terlalu sayang untuk ditinggalkan :D
Kyuti : Dia harus sadar supaya ff ini bisa jalan ke akhir. Hehehe.
I'm minhyun : Hello juga Minhyun :D rang benci itu 99% idupnya dipake buat mikirin orang yang dibenci #analisa ngaco XD
Cho Channie : Channie? Jadi inget Gongchan. Kekekeke. Dan...saya persembahkan lanjutannya :D
Song Ji Ra : Ji...Jira-ya... Dan saya minta maaf atas keterlambatan saya buat chapter ini #bow SAYA JUGA! Rasanya mau masukin semua fakta Kyumin di sini. Apa saya harus nyoba drabble-drabblean fakta terpisah gitu ya? Hahaha, itu pasti susah deh. Mungkin kapan-kapan kalo saya udah berbakat saya bikin drabble yang banyak XD Dan ini lanjutannya. Makasih banyak ketelitiannya tentang typo. Bakalan dicoba buat dikurangin tiap chapter :D
Meong : He'eh! Pasti kulitnya mulus tiada tara XD Ini lanjutannya...mian lama :(
cloudYS : Makasih banyak udah nemuin ff ini disekian banyak ff yang ada #lebay XD Tuh, Min. Banyak yang minta supaya cepet baikan. Sana baikan #dorong Sungmin
Evil Roommate : Dan itu kehebatan Kyuhyun. Dia bisa menjerat siapapun dengan keimutan, kedewasaan, kebloonan dan apapun itu :D
Nurmakyuminelf : Saya juga gemes. Penasaran kapan Sungmin mau maafin Kyuhyun. Kekekeke.
.
Dan sekali lagi terima kasih atas partisipasi temen-temen semua :D Semoga chapter ini tetap memberikan kesan yang berbeda :) Babaiiii~ Jangan lupa reviewnya :D
