"Aku dan Sungmin juga tidak akan menyerah. Kami akan terus meyakinkan semua orang dan membuat mereka menerima kami. Chunhwa-ahjussi, Kyeongsuk-ahjumma, Eomma, Appa, Fans Sungmin, semuanya...Tolong dukung kami," tutup Kyuhyun sambil tersenyum lebar dan menatap Sungmin dalam.

Sungmin ikut tersenyum lebar disamping Kyuhyun. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia tersenyum seperti itu. Entah euforia dari bermain dengan anak-anak masih terasa olehnya, atau malah kata-kata Kyuhyun yang membuatnya tersenyum.

Ia tahu, Kyuhyun berubah sedikit demi sedikit. Ia menyadarinya dengan sangat jelas sebenarnya. Kyuhyun tidak mau melepasnya begitu saja. Hanya itu yang bisa ia tangkap. Sebelum akhirnya sebuah kalimat penutup dari Kyuhyun membuat pipinya merona dan jantungnya berdetak tidak normal.

"Karena aku mencintai Sungmin."

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 8-

Satu minggu sudah berlalu sejak terakhir kali Kyuhyun dan Sungmin berinteraksi di acara Love Family. Bukannya tidak ada kesempatan untuk mereka bertemu, hanya saja... Sungmin agak tidak enak bertatap muka dengan Kyuhyun. Dia tidak takut, jelas saja untuk apa takut pada Kyuhyun? Dia hanya sedikit—mungkin banyak—merasa malu pada pemuda itu.

Katakanlah begini, laki-laki bernama Kyuhyun itu menyatakan perasaannya padamu didepan kamera, dihadapan banyak orang, dan saat itu kau justru tersenyum ke arahnya. Bukankah itu menyiratkan sesuatu yang bodoh dan memalukan? Dia benar-benar tersenyum seakan menyetujui semua yang diucapkan Kyuhyun. Sangat memalukan.

"Aku benar-benar bodoh. Maksudku...kenapa harus tersenyum? Kenapa harus tersenyum? Astaga!" Sungmin mengaduk minumannya gusar. Eunhyuk hanya meliriknya sekilas dan kembali sibuk dengan buku pelajarannya. Pemandangan yang cukup jarang bagi seorang Lee Hyukjae. Ia cukup tahu diri untuk akhirnya memutuskan menjadi anak rajin paling tidak sampai ujian selesai.

"Hyung, apa aku sudah mengatakan padamu kalau kau terus mengulang kalimat yang sama dalam kurun waktu yang sangat...berulang?"

"Menurutmu, kenapa saat itu aku tersenyum?" Menjawab dengan pertanyaan baru, Sungmin sekarang memainkan pensil Eunhyuk sambil mencoret-coret di selembar kertas. Eunhyuk seharusnya bersyukur karena Sungmin mau menemaninya belajar disela jadwal sibuknya—Album baru Sungmin dirilis lebih cepat daripada rencana karena berbagai pertimbangan—Tapi, entahlah, kalau hyung manisnya ini terus mengoceh ia jadi sedikit risih.

"Aku saja belum lihat seperti apa kau tersenyum setelah Kyuhyun mengatakan 'Karena aku mencin-'"

"Jangan katakan lanjutannya. Itu menggelikan," potong Sungmin karena ia sudah mengingat kalimat itu sepenuhnya. "Dan sebaiknya jangan ditonton." Ia mengutuk Kyuhyun yang sudah mengatakan kalimat aneh itu dan membuatnya melekat kuat diingatannya.

Eunhyuk meletakkan pensil yang dari tadi ia pegang dan menatapnya. Tatapannya mengatakan kalau ia kesal sekaligus bingung.

"Apa?" Sungmin mendelik. Cukup terkejut dengan tatapan Eunhyuk. "Dia bohong," kata Eunhyuk akhirnya.

"Dia pasti berbohong saat mengatakan itu padamu, Hyung. Kau sendiri bilang dia tukang bohong. Kenapa tidak coba lihat dari sisi lainnya? Mungkin Kyuhyun ingin mengerjaimu atau semacamnya karena kau sudah merusak ponselnya dan membuatnya dicaci maki oleh ayahmu," lanjut Eunhyuk . Ia bukannya benci dengan Kyuhyun sampai rela mengatainya begitu, bertemu dengan Kyuhyun saja Eunhyuk belum pernah. Tapi, ocehan Sungmin membuatnya tidak bisa berkonsentrasi. Apapun akan ia lakukan agar Sungmin tidak mengoceh panjang lebar saat dirinya sedang belajar pelajaran yang membutuhkan konsentrasi kelas dewa seperti matematika.

"Kau pikir begitu?"

Eunhyuk menggedikkan bahunya dan menaikkan alisnya. "Kurasa begitu."

"Kau pikir dia tidak benar-benar...cinta padaku?" balas Sungmin lagi. Ia merasa gugup. Adukannya pada minumannya perlahan makin pelan. Rasa kesal dan gusarnya tadi entah kenapa menjadi perasaan gelisah. Tangannya meraih pensil dan kembali mencoret-coret kertas yang sebelumnya memang sudah ia coret-coret.

"Hyung tanyakan saja padanya. Kalau saat kau bertanya dia tertawa berarti dia berbohong. Kalau dia menatapmu dan diam saat kau tanya begitu artinya dia serius, Hyung. Lagipula, Hyung, bukankan lebih bagus kalau dia berbohong? Artinya dia tidak cinta padamu, kan?" Ucapan Eunhyuk terdengar seakan dia sangat paham dengan masalah ini. Tepat seperti pakar cinta.

.

Setelah menemaninya belajar, hyung manisnya memilih pulang dan memikirkan wejangan yang barusan ia berikan. Eunhyuk sendiri tidak yakin apa yang dia katakan pada Sungmin benar-benar hal yang tepat. Jujur saja ia hanya asal bicara agar hyungnya itu tidak ribut. Kalau dipikir-pikir bisa jadi Cho Kyuhyun yang dari tadi hyungnya ributkan itu benar-benar cinta padanya. Mana mungkin Kyuhyun, yang hanya ingin balas dendam karena ponselnya dirusak, sampai rela membeli apartemen dan tinggal di samping Sungmin. Mempermalukan dirinya sendiri di depan orangtua Sungmin juga bukan pilihan tepat untuk sekedar balas dendam. Ditambah lagi ponsel yang dirusak Sungmin ternyata sudah diperbaiki.

"Mungkin Kyuhyun itu benar suka pada Sungmin-hyung. Seandainya aku tidak sayang nyawa dan mau membiarkan diriku malu di depan keluarga Sungmin-hyung, mungkin aku juga sudah menyatakan cintaku padanya," celetuk Eunyuk sambil merapihkan meja belajarnya. Tangannya kemudian menarik kertas putih yang berisi banyak coretan. Ini kertas yang dicoret-coret Sungmin barusan.

CHO KYUHYUN! Cho Kyuhyun maniak. Kyuhyun makhluk aneh! Manusia titisan setan. Pembohong. Pembawa sial! Kyuhyun bodoh.

Terlalu banyak tulisan disana. Eunhyuk bisa menyimpulkan kalau Sungmin-hyungnya benar-benar serius memikirkan masalah yang dibuat Kyuhyun. Kertas itu penuh dengan nama Kyuhyun. Lengkap dengan umpatan kasar yang jarang Sungmin gunakan. Benar-benar nyaris tidak terlihat seperti Sungmin-hyungnya yang manis.

Pemuda yang dikenal dengan gummy smilenya itu terkikik pelan. Ia terkejut sekarang. Tidak terpikir olehnya kalau sebuah kesimpulan gila akan muncul di otaknya. Ia seakan memikirkannya secara acak saat ini. Tapi, entahlah, mungkin...

Sungmin suka pada Kyuhyun, atau paling tidak tertarik padanya.

Mungkin saja.

"Ah, mungkin aku terlambat memberikan spekulasiku yang ini, mianhae, Hyung."

.

Kyuhyun bersender di depan pintu apartemen Sungmin. Dia sudah disana sejak pulang sekolah dan sekarang pukul 8 malam. Seragamnya masih melekat di tubuhnya. Seakan ia ingin memamerkan betapa muda dirinya saat ini. Ia menegakkan tubuhnya saat melihat Sungmin berjalan ke arahnya. Kyuhyun menangkap ekspresi kaget Sungmin disana.

Sungmin tetap melangkahkan kakinya menuju apartemennya. Itu memang apartemennya, kan? Untuk apa tidak berani kesana. Tanpa memedulikan kehadiran Kyuhyun, Sungmin menundukkan pandangannya dan meraih kartu yang berguna sebagai kunci apartemennya. Sungmin sedang tidak mau bertemu Kyuhyun sekarang, mungkin untuk selanjutnya juga. Ia sangat malu.

Merasa tidak dipedulikan, Kyuhyun menepuk pundak Sungmin. "Hyung," katanya.

"Aku lelah, jangan ganggu," ujar Sungmin pelan.

Kyuhyun menunjukkan senyum manisnya saat Sungmin memutuskan meliriknya. "Hyung...sibuk ya?"

Mengerutkan keningnya bingung, Sungmin kemudian membalikkan badannya dan mencoba meladeni Kyuhyun. Dia akan langsung meninju wajahnya kalau Kyuhyun membuatnya kesal nanti.

"Aku...hanya mau minta tanda tangan," kata Kyuhyun sambil mengeluarkan sebuah kotak CD dari tasnya. "Aku sudah mendengar semua lagumu, Hyung. Suaramu sangat bagus dan cover albummu juga lucu. Aku berebut dengan banyak orang saat membeli albummu di toko," adu Kyuhyun. Wajahnya terlihat sangat antusias saat menjabarkan betapa ia menyukai album pertama Sungmin. Walaupun senyum yang ditunjukkan Kyuhyun terlihat sedikit kaku sebenarnya.

"Terima kasih sudah membeli albumku," balas Sungmin sekenanya. Ia kemudian menerima spidol yang diulurkan Kyuhyun padanya. Ia baru akan menandatangainya saat Kyuhyun kembali menanyakan pertanyaan yang sama.

"Hyung, kau sibuk?"

Sungmin hanya menggumam cukup keras sebagain jawaban. Ia memang benar sibuk, hanya saja hari ini jadwalnya sedikit lebih longgar.

Tiba-tiba ia ingat perkataan Eunhyuk. Apa memang harus ia tanyakan masalah itu pada Kyuhyun? Sekarang?

"Kyuhyun, kau..."

Sebelum Sungmin melanjutkan, Kyuhyun memotongnya. "Setiap aku mengirim surat, kau tidak pernah membalasnya lagi. Kau...sesibuk itu?" tanya Kyuhyun. Astaga, Kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa nada bicaranya memelas begitu. Ia benar-benar penasaran kenapa Sungmin tidak membalas suratnya setelah mereka tampil di acara Love Family. Padahal ia yakin sekali kalau Sungmin sudah mau berbaikan dengannya. Sungmin bahkan mengatakan kalau dirinya menikmati saat-saat bersama Kyuhyun saat itu.

"Aku benar-benar sibuk. Peluncuran albumku, iklan, pemotretan, dan semacamnya," jawab Sungmin dan menyerahkan album yang sudah ia tanda tangani pada Kyuhyun. Ia kemudian menatap Kyuhyun dan melemparkan senyumnya. "Terima kasih sudah membeli albumku," ulangnya. Saat ia akan membuka pintu apartemennya, Kyuhyun menahan tangannya. Mata Kyuhyun mengarah pada tempat lain, tapi tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Sungmin.

"Tanganku," Sungmin memberi peringatan pada Kyuhyun. Ia benar-benar akan menghadiahkan pukulan mautnya kalau Kyuhyun mulai melakukan hal yang tidak-tidak pada dirinya.

Kyuhyun mengatupkan bibirnya keras. 'Astaga, apa yang kulakuan?' batin Kyuhyun tidak tenang. Tangannya bergerak sendiri tanpa diperintah. Ingin ia melepaskan tangan Sungmin tapi rasanya ada yang masih ingin ia lakukan. Entahlah, seminggu tidak meihat Sungmin langsung, ia merindukannya.

"Aku mau minta tolong, Hyung."

"Apa lagi? Tadi kan aku sudah bilang aku sibuk."

"Apartemenku...saluran airnya rusak. Kamar mandiku tergenang air sampai ke kamar tidur. Boleh aku menumpang mandi di apartemenmu?" pinta Kyuhyun sambil tersenyum lagi. Kali ini ia melepas genggaman tangannya pada Sungmin. "Hanya mandi, atau mungkin sekalian makan malam, hehe."

Sungmin menggelengkan kepalanya cepat. "Biar kulaporkan pada petugas apartemen supaya mereka memperbaiki kamar mandimu sekarang juga. Nanti kupesankan makanan supaya kau bisa makan sendiri di apartemenmu. Bagaimana?" tawar Sungmin. Ia merasa jantungnya berdetak lebih cepat mendengar permintaan Kyuhyun. Apa itu artinya Kyuhyun berniat mandi di apartemennya? Di kamar mandinya? Tiba-tiba pikirannya kacau dan telinganya terasa terbakar.

"Aku sudah melaporkannya tapi pagi sebelum berangkat sekolah, tapi mungkin baru bisa selesai besok. Boleh aku mandi di kamar mandimu dan mungkin...menumpang belajar juga? Aku belum mandi sejak tadi pagi dan besok aku juga ada ujian," kata Kyuhyun lagi. Ia menatap mata Sungmin penuh. Dengan senyum tampannya disana. Dengan segala feromon yang ia miliki, pesonanya terpancar begitu saja.

Sungmin mengangguk tanpa sadar.

"Hanya...mandi saja. Setelah itu kau harus keluar."

.

.

Walaupun Kyuhyun sempat terkejut dengan kebohongan yang baru saja meluncur mulus dari mulutnya, nyatanya sekarang otaknya langsung bekerja. Dengan cepat ia kembali ke apartemennya untuk mengambil pakaian bersih dan laptop. Terserah kalau Sungmin mau protes padanya, toh ia sudah mengizinkannya.

"Aku hanya bilang kau boleh mandi. Untuk apa membawa laptop segala?" Benar, kan? Sungmin pasti protes.

Setelah meletakkan laptopnya diatas meja, Kyuhyun memandang Sungmin dan menjawab pertanyaannya, "Sekalian belajar ya, Hyung. Apartemenku sangat tidak nyaman untuk dipakai belajar. Aku tidak bisa konsentrasi." Jawaban Kyuhyun langsung mendapat gelengan keras dari Sungmin. Sungmin tidak setuju sama sekali. Ia mau istirahat dan tidak ingin diganggu. Apalagi oleh Kyuhyun.

"Aku tidak akan mengganggumu. Aku tipe orang yang diam saat sedang belajar. Benar-benar hanya menumpang belajar. Tenang saja," respon Kyuhyun seakan dirinya bisa membaca kegelisahan di wajah Sungmin.

"Cepat mandi lalu pulang," kata Sungmin final. Ia melangkahkan kakinya ke kamar dan meninggalkan Kyuhyun sendirian. Bukannya kesal karena mendapat penolakan dari Sungmin, Kyuhyun justru dengan santai melangkah ke kamar mandi dan benar-benar mandi. Ia memang butuh guyuran air untuk membenarkan cara berpikirnya yang terlalu spontan.

Selesai mandi Kyuhyun langsung menghidupkan laptopnya dan memulai belajar. Entahlah benar belajar atau tidak.

"Hyung, aku belajar disini ya. Boleh kuambil camilan dari kulkasmu untuk menemaniku belajar?" tanya Kyuhyun di depan pintu kamar Sungmin sambil mengetuk pintu putih itu. Tidak ada balasan sama sekali dari dalam, membuat Kyuhyun kembali mengetuk dan memanggil Sungmin.

Pintu itu terbuka dengan cepat dan menampilkan Sungmin di baliknya. Rambutnya benar-benar khas orang baru bangun tidur. "Tolong kembali ke alammu, setan," balasnya sebal.

"Aku mau minta c—"

Omongan Kyuhyun terputus karena bel apartemen Sungmin yang ditekan seseorang. Sungmin memandang Kyuhyun kesal sekali lagi lalu bergegas membuka pintu apartemennya. Kyuhyun melongok sebentar ke arah Sungmin pergi. Karena tidak mau dicap tukang ikut campur, ia hanya memilih duduk di atas karpet dan mulai belajar melalui laptopnya daripada mengekor Sungmin.

Setelah cukup lama sendirian, Kyuhyun kemudian mengalihkan pandangannya dan melihat Sungmin yang membawa tamu malamnya masuk. Sungmin langsung duduk di sofa, tidak memedulikan keberadaan Kyuhyun dan menuai tatapan heran dari tamunya.

"Dia..." tanya Sang Tamu. Sungmin memandang Kyuhyun kaget. 'Astaga! Kenapa aku tidak ingat bocah ini masih disini?' batin Sungmin. Sejujurnya kedatangan Siwon malam-malam begini ke apartemennya cukup membuatnya senang sampai ia lupa Kyuhyun masih belum berhasil ia usir dari apartemennya.

"Ah, ne, Cho Kyuhyun imnida. Kekasih Sungmin," respon Kyuhyun cepat sambil memandang Siwon. Sungmin yang daritadi masih dalam mode terkejutnya menepuk dahinya, kesal karena keduluan Kyuhyun dalam merespon Siwon.

"Ah." Sungmin tertawa. "Bukan, dia hanya tetangga sebelah yang menumpang mandi," bantah Sungmin akhirnya.

"Eih jangan berbohong, wajahnya mirip kekasihmu. Kau tahu aku sudah melihat siaran Love Familymu dan kekasihmu tadi siang. Aku tahu dia kekasihmu dalam sekali lihat," Siwon menjawab dengan cukup detail, membuat Sungmin kembali tertawa canggung dibuatnya. Daripada menanggung malu lebih besar, Sungmin lebih memilih untuk menyiapkan minuman untuk tamu tampannya.

Kyuhyun memandang Siwon dari atas sampai bawah. Dalam satu kedipan Kyuhyun bisa menyimpulkan kalau Siwon tampan. Oh, ia juga tinggi. Gaya berpakaian bagus. Kakinya juga lebih panjang darinya dan ia sepertinya sudah bekerja.

Tidak, ia tidak iri. Dilihat dari sisi manapun ia lebih unggul dari Siwon, kan? Ia lebih muda dan...pernah mandi di apartemen Sungmin. Kyuhyun sedikit tersenyum, Siwon pasti tidak bisa mengalahkannya dalam hal yang terakhir ia sebut.

Merasa ditatap dengan tatapan tajam, Siwon menjadi sedikit tidak nyaman dan kemudian balas memandang Kyuhyun. Ia melemparkan senyum pada Kyuhyun, "Annyeong, Choi Siwon imnida, maaf mengganggu malam-malam begini," ujarnya merasa tidak enak. Yang disapa hanya menganggukkan kepalanya dan menjawab dengan 'ya' pelan dan kembali fokus pada laptopnya.

Saat Sungmin kembali dengan secangkir teh di tangannya, Siwon menatap Sungmin, menanyakan letak kamar mandi. Sepertinya panggilan alam.

"Kau pakai yang di kamarku saja, yang satu itu belum kubersihkan," kata Sungmin menunjuk kamar mandi yang tadi dipakai Kyuhyun.

'Apanya yang belum dibersihkan, tadi aku kesana baik-baik saja,' cibir Kyuhyun dalam hati.

Tunggu, apa kau pernah masuk ke kamar Sungmin, Kyuhyun-ah?

Kyuhyun menatap Sungmin tidak percaya. Apa ini artinya ia hanya menang lebih muda dari Siwon?

"Aku mau ke kamar mandi juga, biarkan aku duluan," ucap Kyuhyun sambil bangkit dari posisinya. Sungmin menunjuk kamar mandi yang sebelumnya dipakai Kyuhyun mandi, mengisyaratkan padanya untuk memakai kamar mandi tersebut. "Tidak jadi," ucapnya kesal saat melihat Siwon sudah terlanjur masuk ke kamar mandi di dalam kamar Sungmin.

Sungmin kemudian duduk di sofa sambil memerhatikan kuku kakinya. Kyuhyun sendiri hanya memandang layar laptopnya dan merogoh kantung celananya, meremas pelan dua lembar kertas didalamnya.

Rekomendasi tempat kencan yang Ahra berikan padanya dan juga ide untuk ke taman bermain dari Sungjin beberapa hari yang lalu membuahkan hasil dua lembar tiket ke taman bermain di kantungnya. Ia berniat memberikannya pada Sungmin kalau saja Sungmin tidak sedingin ini padanya.

Kyuhyun memandang Sungmin lagi, ia ingin sekali memberikan tiket di kantungnya ini pada Sungmin, tapi kalian harus tahu kalau dadanya mulai bergemuruh tidak benar. Membayangkan dirinya berduaan dengan Sungmin di taman bermain, bermain di bianglala, memakan permen kapas, berfoto bersama, makan siang bersama, masuk rumah hantu, dan... itu lebih dari cukup untuk manusia sekelas Kyuhyun yang belum pernah berkencan sekalipun dalam hidupnya. Dia single dan sangat pemilih, ingat?

Ia bangkit dari duduknya dan langsung muncul di depan Sungmin, membuat pemuda manis didepannya kaget dan memundurkan tubuhnya. Sungmin hanya memandangnya heran sambil mendorong badan Kyuhyun menjauh darinya, "Apa-apaan sih kau ini? Pergi sana, kau panas tahu!" kata Sungmin saat tangannya menyentuh dada Kyuhyun, mencegah tubuh Kyuhyun lebih maju dan mendekat padanya. Ia membelalakkan matanya saat merasakan getaran di dada Kyuhyun. Bagian yang ia sentuh berdetak dengan sangat cepat sampai rasanya getarannya menggelitik tangan Sungmin.

Kyuhyun menggerakkan tangannya untuk menepis tangan Sungmin di dadanya. Akan sangat memalukan kalau Sungmin tahu ia sedang dalam keadaan nervous.

Kalau dia menatapmu dan diam saat kau tanya begitu artinya dia serius, Hyung.

Sungmin bangkit dari sofa dan mencoba menjauh ke dapur sebelum Kyuhyun menarik tangannya dan menatap matanya.

Kalau dia menatapmu dan diam...

Tangan Sungmin mulai gemetar saat Kyuhyun memaksa dirinya mendekat. Apa maksud Kyuhyun sebenarnya?

...artinya dia serius, Hyung.

Sebuah emosi tidak terdefinisi membuat wajah Sungmin memerah. Entah marah atau malu, atau campuran keduanya?

"Dasar gila! Manusia kelainan. Ya, Cho Kyuhyun! Kau memangnya tidak sadar kalau aku dan kau sama-sama laki-laki? Seharusnya kau berpikir dulu kalau mau mencintai orang. Berhenti mencintaiku dan hiduplah dengan normal!" teriak Sungmin keras. Yang diteriaki hanya membelalakkan matanya tidak percaya dengan mulut terbuka. Apa Sungmin baru saja memaki dirinya disaat ia hanya memandangnya?

Sungmin sebenarnya boleh saja memaki Kyuhyun kalau hanya ada mereka berdua disana. Tapi, keberadaan Siwon dan ekspresi terkejutnya sungguh harus menjadi pertimbangan bagi Sungmin untuk memaki orang lain. Siwon tidak bisa menutupi ekspresi menyesal yang tercampur dalam perasaan terkejutnya. Rasanya ia sudah masuk dalam daerah yang tidak menyertakan dirinya didalamnya.

"Aku rasa aku harus pulang, Min-hyung. Besok aku ada jadwal," kata Siwon pamit sambil membungkuk di depan pasangan muda di depannya. Sungmin mencegah Siwon.

"Kenapa kau yang pulang? Kau yang seharusnya pulang, Cho Kyuhyun. Kau tidak sadar daritadi sudah kuusir?" kata Sungmin marah pada Kyuhyun. Memang benar ia sudah mengusir Kyuhyun daritadi. Kyuhyun harus bertanggung jawab karena sudah membuat dirinya marah dan meledak seperti sekarang.

"Memangnya aku melakukan apa? Aku kan hanya minta camilan untuk menemaniku belajar. Memang itu salah?"

Sungmin bergegas maju mengahadap Kyuhyun, "Sudah kubilang untuk pergi setelah mandi, kau malah tetap disini dan berlagak seakan ini apartemenmu." Kyuhyun menatap Sungmin tajam, rasa marah tiba-tiba menghinggapi dirinya. "Kau seenaknya mengataiku kelainan, dasar maniak celana dalam pria! Berhenti mencintaimu? Memang siapa yang jatuh cinta padamu, eoh? Percaya dirimu terlalu tinggi, Lee Sungmin," balas Kyuhyun sengit sambil menunjuk-nunjuk bahu Sungmin membuat Sungmin sedikit terdorong ke belakang.

Siwon merasa serba salah sekarang. Rasanya lebih baik kalau ia pulang dan menganggap tidak melihat apapun, tapi bagaimana kalau dua pemuda di depannya sampai benar-benar berkelahi? Akan ada baiknya kalau dirinya mencoba melerai. "Kalian tahu...masa—"

"Mwo? Maniak celana dalam pria? Cho Kyuhyun! Keluar dari apartemenku sekarang atau kulaporkan kau ke polisi."

"Ah! Aku tahu, kau sebenarnya ingin aku cinta padamu, kan? Oh! Atau sebenarnya kau yang jatuh cinta padaku?" Kyuhyun kembali membalas dengan seringai di wajahnya. Sungmin maju beberapa langkah ke hadapannya dan mengangkat tangannya. Ia tidak sabar untuk memukul pipi Kyuhyun.

Siwon langsung maju dan menghalang Sungmin. "Aku rasa kalian benar-benar harus bicara baik-baik dan aku pulang, Hyung. Besok kutelepon," katanya sambil menepuk bahu Sungmin dan berbalik ke arah Kyuhyun. "Maaf mengganggu kalian."

Setelah Siwon pergi dengan kecepatan angin dan membiarkan Kyuhyun-Sungmin berdiri tanpa ekspresi, keadaan justru menjadi canggung. Sungmin kelihatan kehilangan emosinya dan menundukkan kepalanya.

"Pergi atau benar-benar kupanggil polisi sekarang," ancamnya.

Atau mungkin tidak.

"Apa? Berhenti menyebut-nyebut polisi dan bertingkahlah dewasa, Hyung. Apa yang sebenarnya membuatmu kesal sekali padaku? HAH!"teriakan Kyuhyun tidak terbendung lagi.

Sungmin mendongakkan kepalanya dan menunjukkan seringai di wajah manisnya, "Bersikap dewasa? Lihat siapa yang bicara padaku, bocah yang bahkan belum selesai sekolah. Apa yang membuatku kesal, kau bilang? Caramu bertingkah didepan orang lain sangat berbeda dengan caramu bertingkah didepanku, aku membencinya. Tidak lupa juga kalau kau licik, suka berbohong, terlalu mencampuri urusan orang..." Sungmin menuju Kyuhyun dan mencengkeram kerah baju Kyuhyun, mendekatkan wajahnya dengan Kyuhyun, "Kau tahu apa yang paling kubenci?" lanjutnya.

'Senyuman merendahkan itu lagi,' batin Sungmin saat Kyuhyun tidak menjawab pertanyaannya dan hanya memandangnya rendah.

"Yang paling kubenci adalah saat kau terus-terusan menyebut dirimu pacarku didepan siapapun! Didepan kamera, didepan Siwon, didepan keluargaku, keluargamu, fansku...Aku muak dengan tingkahmu, Cho Kyuhyun!" ucapannya diakhiri dengan sebuah pukulan keras di pipi kanan Kyuhyun. Pukulan kepalan tangannya yang sangat kuat sampai membuat Kyuhyun terhuyung mundur dan memegangi pipinya.

Kemampuan bela diri Sungmin memang luar biasa, Kyuhyun harus menahan rasa sakit yang sampai membuatnya berdarah. Ia menatap Sungmin yang terengah-engah setelah berteriak dan menonjoknya. Sungmin bisa merasakan perasaan lega yang sebesar-besarnya setelah akhirnya bisa melepas amarahnya dengan memukul wajah yang selalu tersenyum merendahkan dihadapannya.

Sayangnya, perasaan lega itu perlahan pudar saat melihat darah yang merembes dari telapak tangan Kyuhyun yang menutupi pipinya yang barusan ditonjok.

"Sekarang kutanya padamu, Lee Sungmin, kenapa kau tidak pernah menanggapi dengan serius saat aku mengaku sebagai pacarmu? Kau seharusnya umumkan kepada publik kalau aku berbohong padamu. Katakan seberapa sering aku membohongimu dan buat semua orang menghujatku. Lihat apa yang kau lakukan, kau justru diam dan menerima saat aku mengatakan itu. Apa pernah kau menyangkal omonganku dengan mengatakan 'Tidak! Kyuhyun bukan pacarku' dengan lantang? Kau selalu diam dan tersenyum kepada orang dihadapanmu. Saat acara minggu lalu, apa kau menyangkal saat aku mengenalkan diri sebagai kekasihmu? Saat kita ke rumah orangtuamu kenapa kau mengiyakan saat aku mengaku sebagai pacarmu?" tantang Kyuhyun panjang lebar sambil menuju Sungmin. Pipi dan sudut kanan bibirnya benar-benar berdarah, membuatnya terlihat mengerikan dan memprihatinkan.

"Bagaimana mungkin aku melakukannya saat kau menatapku dengan wajah memelas dan...semua salahmu! Apapun yang kukatakan nanti semua orang hanya akan menganggap aku malu atas hubunganku denganmu. Mereka akan tetap memandangku gay. Sekalipun aku memutus hubungan dengamu label gay tidak akan lepas dariku," balas Sungmin dengan keras. Ia gusar dan gelisah.

Kyuhyun meraba mulut bagian dalamnya dengan lidah. Darah yang keluar dari dinding mulut dan gusinya masih ia rasakan. Dan makin terasa setelah ia berteriak. Sungmin terus memperhatikan Kyuhyun dan mulai merasa menyesal atas pukulannya. Darah Kyuhyun sampai mengalir ke dagu dan ia bisa merasa kalau rasanya pasti sangat sakit. Kyuhyun yang tidak menyadari Sungmin memperhatikannya kemudian mengambil laptopnya dan beranjak menuju pintu apartemen Sungmin.

"Kau kabur, kan? Selalu begitu, setelah kau membuat masalah, kau lempar semuanya padaku! Dan kau mengataiku tidak dewasa. Kau sinting, Cho Kyuhyun." Kyuhyun diam di tempatnya dan mendengarkan ucapan Sungmin.

"Kau selalu membuatku kesal. Tidak bisakah kau tidak membuatku marah dan memikirkanmu barang sehari? Kau harus berhenti membuatku marah atau akan berakhir dengan aku memukulmu seperti sekarang lagi," lanjut Sungmin. Kali ini nadanya terdengar lebih lemah.

Merasa Sungmin sudah selesai bicara dengannya, Kyuhyun beranjak pergi. "Maafkan aku," katanya sebelum menutup pintu apartemen Sungmin.

Sungmin yang mendengar Kyuhyun mengucapkan maaf padanya merasa hatinya mencelos. Lagi-lagi Kyuhyun meninggalkannya dalam situasi begini. Dia yang membuat masalah tapi Sungmin yang akhirnya merasa bersalah.

Sungmin hanya menghela napas berat dan menuju pintu apartemen yang baru ditutup Kyuhyun, menguncinya.

Saat dirinya berbalik, Sungmin menemukan selembar kertas putih yang hanya terlihat sedikit, terselip diantara rak sepatunya. Sedikit banyak Sungmin yakin itu salah satu dari surat kekanakan yang Kyuhyun kirim untuk mengotori apartemennya.

Terima kasih ramennya, Hyung. Kau baik sekali seperti malaikat. Ayo kita berteman~ :D

.

Sebuah ketukan di pintu apartemen Kyuhyun membuatnya menghentikan aksi membersihkan luka disudut bibirnya. Ia menggerakkan kakinya menuju pintunya. Sebelum membuka pintunya, Kyuhyun terkejut menemukan selembar kertas di lantainya. Dengan tangan kirinya ia meraih kertas itu. Ledakan perasaan senang dalam dadanya membuatnya tidak sadar kalau akhirnya ia sudah berdiri di depan pintu apartemennya dengan Sungmin yang menunggunya disana.

Aku akan memesan makanan untuk makan malam. Maafkan aku.

"Aku..." kata Sungmin setelah mendapati Kyuhyun memandangnya dengan sebelah tangan yang memegang handuk kecil.

"Bolehkah aku ikut makan di tempatmu?" tanya Kyuhyun memotong ucapan Sungmin yang sepertinya gugup.

"Aku akan memesan dua porsi," jawab Sungmin sambil berlalu menuju apartemennya. Kyuhyun kemudian berlajan di sisi Sungmin. Sungmin yang melihat Kyuhyun berjalan di sampingnya dengan membawa handuk kecil, yang ia yakini untuk membersihkan lukanya, berhenti dan meraih handuk itu. "Maafkan aku. Biar aku urus lukamu," ucap Sungmin.

Kyuhyun tidak tahan untuk melengkungkan senyumannya. Sungmin benar-benar baik. Sangat baik san terlalu baik sampai membuatnya merasa ingin menangis karena ia sudah terlalu sering membuatnya marah.

.

Wajahnya menunjukkan rasa sakit yang tiada tara saat Sungmin membersihkan sudut bibirnya. Ia berani bersumpah rasanya sangat perih dan membuatnya sulit membuka mulut. Dengan usaha keras menahan erangan sakit, Kyuhyun akhirnya berhasil melewati masa sulit itu. Sungmin memandangnya sekali, memastikan kalau Kyuhyun baik-baik saja.

"Kurasa akan lebih baik setelah dibersihkan," kata Sungmin yang sekarang beralih membuka bungkusan makanan yang ia pesan. Kyuhyun menahan mulutnya untuk mengatakan 'Muluku sakit, suapi aku,' yang ia yakini akan berakhir dengan suasana canggung.

"Apa...kau bisa makan?" Pertanyaan Sungmin membuyarkan konsentrasi Kyuhyun. Yang ditanya tidak merespon apapun karena terpesona dengan wajah manis Sungmin yang tiba-tiba tepat memandang matanya.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan mengangguk berkali-kali. Ia kemudian tertawa dengan canggung sebelum mengambil sumpitnya dan mulai makan. Hanya ditatap begitu jantungnya serasa mau lepas.

.

Selesai makan, Sungmin dan Kyuhyun sekarang berakhir di ruang tamu. Sungmin menemani Kyuhyun belajar sambil mendengar lagu-lagu dari album pertama Sungmin. Kyuhyun tidak berhenti memuji suara Sungmin dan suasana canggung diantara mereka hilang begitu saja. Ia menyukai saat Sungmin tertawa dengannya dan melakukan kontak fisik, walau sebatas menyentuh pundak atau tangannya.

"Kau melakukan itu pada temanmu? Hahaha, kasihan temanmu," balas Sungmin disela tawanya saat Kyuhyun menceritakan salah satu tindakan isengnya pada Donghae. Daridari Kyuhyun tidak berhenti membuat Sungmin tertawa dengan lelucon unik miliknya.

Kyuhyun hanya balas tertawa sambil tetap fokus pada soal matematika di hadapannya. Ia memang tidak kesulitan melakukan multi-tasking.

"Oh, aku juga pernah mengerjainya di bianglala beberapa bulan yang lalu karena terus-terusan menjejaliku lagu girlband yang tidak kukenal. Kau pernah naik bianglala, Hyung?" tanya Kyuhyun.

"Ah, terakhir aku menaikinya mungkin 3 tahun lalu. Sekarang karena jadwalku seingatku aku belum naik itu lagi," jawab Sungmin sambil mengingat-ingat. Kyuhyun membuat teriakan, 'YES!' dalam hatinya. "Kau mau menaikinya kalau ada kesempatan? Naik bianglala, roller-coaster, bermain seharian penuh di taman bermain?" tanya Kyuhyun lagi.

"Akan sangat senang kalau aku punya waktu." Diam sebentar.

"Kalau ke taman main bersamaku?" Kyuhyun membuka suara lagi. Membuat Sungmin diam dan tersengat aliran aneh yang menjalar sampai jantungnya.

"Maksudku bukan begitu. Kita pergi bersama Eunhyuk yang Hyung ceritakan tadi, juga dengan Donghae-hyung. Sungjin juga bisa kita ajak," ujar Kyuhyun cepat setelah menangkap sinyal penolakan dari Sungmin.

Sungmin tertawa kaku dan merasa sedikit kecewa tanpa tahu alasan yang membuatnya kecewa, "Ah, aku mengerti, kita bisa pergi bersama mereka mungkin setelah masa ujianmu selesai dan kau bebas dari kegiatan sekolah."

'Aku catat itu sebagai janji, Lee Sungmin,' batin Kyuhyun. Tawa kemenangan itu terbebas begitu saja dari mulutnya.

"Tapi, setelah itu, tolong kau mengaku pada publik kalau kau memaksaku mengaku sebagai pacarmu. Meminta maaf pada orangtuaku dan orangtuamu. Aku masih ingin berkencan dengan perempuan. Jangan menghindar lagi. Kumohon," kata Sungmin pelan. Meminta Kyuhyun untuk mengakhiri permainan kekanakannya dengan baik-baik mungkin bisa menggerakkan pikiran Kyuhyun menjadi lebih realistis.

"Setelah aku lulus dan kita ke taman bermain?" ulang Kyuhyun memastikan. Yang ditanya menjawab singkat dengan anggukan mantap. Bagaimanapun juga, permintaan maaf Kyuhyun tidak menyelesaikan masalahnya dengan pihak luar, kan? Mengikat Kyuhyun dengan syarat seperti ini akan membuat semuanya menjadi lebih pasti. Kyuhyun harus membersihkan namanya dan bertanggung jawab atas segalanya. Jangka waktu setelah kelulusan semoga menjadikan Kyuhyun lebih bisa berpikir matang.

Taruhan kali ini benar-benar besar dan membutuhkan penanganan khusus, menurut Kyuhyun. Membiarkan Sungmin berkencan dengan orang lain mungkin memang pilihan bagus untuk memulihkan nama Sungmin, tapi bagaimana nasibnya? Dicaci semua orang yang tahu kalau dirinya hanya seorang pembohong ambisius yang suka melakukan pemaksaan.

"Baik," jawab Kyuhyun patuh. Hanya ada satu cara menghentikan kehancurannya dan ia harus pastikan Sungmin mempercayainya lebih dulu.

"Aku tidak akan pernah mengakui diriku sebagai kekasihmu. Dan kau juga tidak boleh memperkenalkan dirimu sebagai kekasihku kalau tidak ada yang bertanya," tambah Sungmin waspada. "Kau terlalu sering melakukannya dan membuat orang salah paham."

Kyuhyun tertawa sebelum mengangguk lagi. Sekarang keadaan sangat tidak memihak padanya.

.

Mereka akhirnya tidur di ruang tamu berdua setelah Sungmin menarik kasur lipatnya keluar. Setelah yakin Sungmin sudah tidur, Kyuhyun bangkit dari tidurnya, menyingkap selimut Sungmin yang menutupi wajahnya, memandanginya sebelum tangannya berakhir mengelus pipi Sungmin.

"Ah~ Aku berbohong lagi," ucap Kyuhyun disela elusannya pada Sungmin.

"Aku memang jatuh cinta padamu. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku mencintai seseorang. Kau orangnya, Sungmin-hyung. Aku tahu kau akan menolakku makanya aku tidak berani mengatakannya. Jujur saja, aku terkejut saat kau menebakku mencintaimu." Ia tersenyum.

"Kau hebat dan selalu mengejutkanku. Kau baik dan itu membuatku merasa bersalah." Ia merasa seperti pengecut yang tidak tahu diri. Hanya berani bicara di belakang. Kyuhyun menyayangkan kenyataan kalau sebenarnya ia bisa memilih perempuan manapun yang ia suka, namun hatinya justru tersangkut pada laki-laki.

Ia menghentikan gerakannya pada pipi Sungmin. Banar, kan, tebakannya? Kulit Sungmin memang halus seperti kelihatannya.

Ia tersenyum lagi sebelum kemudian menempelkan bibirnya pada bibir Sungmin. Bibir lembut yang ia rasakan di bawah bibirnya membuatnya kagum.

Apakah semua bibir akan sama lembutnya dengan milik Sungmin? Akankah semanis ini? Atau hanya bibir Sungmin yang semanis ini?

Ciuman pertamanya dan terasa sangat menakjubkan. Dalam ciuman sepihak itu Kyuhyun bisa merasakan napas Sungmin menerpa wajahnya. Kulit lembut Sungmin di telapak tangannya juga menambah kekaguman Kyuhyun pada Sungmin. Kyuhyun tersenyum dengan lebar setelah melepaskan bibir Sungmin dari miliknya, "Maaf aku mencurinya. Kalau aku melakukannya saat kau sadar, kau bisa membunuhku," katanya ditutup kikikan.

Sebelum menutup tubuh Sungmin dengan selimutnya, Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, "Aku mencintaimu," bisiknya.

.

.

Sungmin mengeratkan remasannya pada celana tidurnya. Itu memang bukan ciuman pertamanya, tapi rasanya sangat...entahlah. Kalau Kyuhyun menyentuh dadanya, Kyuhyun akan tahu betapa detak jantungnya berubah kacau. Belum lagi kenyataan kalau Kyuhyun jatuh untuknya. Benar-benar jatuh untuk pertama kali dalam hidupnya.

'Aku menyukai perempuan,' batin Sungmin menguatkan dirinya. Keadaan disekitarnya menjadi panas. Pipinya terasa terbakar, belum lagi bibirnya yang baru disapu sentuhan bibir Kyuhyun.

.

.

.

To Be Continued

Padahal kalo chapter kemaren tamat lebih bagus deh kayaknya daripada lanjutannya begini *deepsigh* Saya tuh kalo liat Kyumin berantem terus baikan kok seneng banget ya? Mungkin karena keliatan kayak pasangan beneran. Jadi mungkin chapter ini kebanyakan adegan itu.

Apdetnya telat dua bulan ternyata, maaf yaa. Makasih yang udah nungguin dan masih mau baca Y.Y Saya rasa kalo nulis alesan pun ga ada yang peduli ya *grin* Tapi insyaallah saya tanggung jawab kok kalo udah bikin beginian.

Chapter 9 juga ga bisa dijanjiin keluar dengan cepet, mungkin...2 minggu. Eh, ga janji deh. Hehe.

Saya selalu terharu kalo liat review T.T Chingudeul, kalian baik sekali~

Balesan review~ (yang pake akun mungkin belom semua. Tunggu yaa)

-Chapter 1-6-

reader yg slalu setia menunggu kelanjutan cerita kmu :'( : Ahhh, mianhae :( ga ada maksud begitu kok. Kemaren itu tiba-tiba mood melow jadi bikin itu deh. Kan ga lucu kalo mood begitu dimasukin ke TTMP bisa berubah arah :D Ah jinjjayo? T.T Gamsahamnida. Gomawo. Thanks. Xie xie. Reviewnya cetar membahana badai membelah khatulistiwa banget. Ngena gitu loh. Semoga tetep mau baca chapter 8 yaa. Sekali lagi maaf~

Arvita kim : Eih gapapa kok. Ga review ini ga mati kok. Ga saya kutuk juga XD Ga mengurangi rasa terima kasih saya juga. Saya selalu kagum sama yang bisa mengapresiasi :D

Yhana Emng Gokill : Tadinya pas aku liat review chap 7 ada akunnya pas chap 1 ga ada #curhat ga penting. Terus pertanyaan yang bikin penasaran banget ga ada jadi saya tidak bisa menulis apapun selain ngasih flying kiss. LOL. Makasih banyak yaaa

evil vs bunny : Wah komplit banget nih kayaknya. Aku bagian jawab pertanyaannya aja ya? Terus pas aku baca ternyata ga ada pertanyaan. Terus aku bales apah? #emosi yah intinya sebenernya hub sesama jenis ini emang ambigu dan tidak lazim, tapi pengecualian buat OTP. LOL. Akhirnya ada yang bisa saya tulis. Makasih banyak review dan sumpah hati saya tergerak(?)

boo young : Chingu review dari awal? Ah daebak! Pas mau jawab review chap 1, taunya kayaknya udah kejawab duluan lewat chapter 2. Begitu terus sampa akhir. Jadi apa pertanyaan terakhir? Ga ada ya XD Makasih banyak apresiasinya yaa dan dukungannya dan pokoknya keren lah. Thumbs up~ Eh, ada pertanyaan haehyuk ya? Mereka belom aku tulisin alurnya nih :D

-Chapter 7-

dara : Hehe iya, mirip gak? Hahaha kayaknya enggak XD Iya pake apron-apron begitu terus masak bareng, gendong anak, beneran potret keluarga bahagia :D Makasih reviewnya, dan selamat menikmati chapter ini :)

Guest : Oke oke :D Makasih banyak yaaa~

citra1307 : Ah, masa sih? Padahal kukira chapter kemarin yang paling boring, atau yang sekarang ya? Yah namanya ga bakat, maklumin aja ya XD Sungmin itu kalo Kyuhyunnya udah ga rese dia enjoy-enjoy aja jadinya. Kkk

Hyunie1004 : Padahal kalo aku ortunya udah aku restuin loh. Eh, emang sampe dapet restu nih ff nantinya? Mereka kawin lari loh nanti *smirk* Hohoho

KS : Amin amin amin. Diaminin seluruh jajaran(?) KMS kok pasti. Sungmin emang suka gitu jual mahal gimanaaa gitu :D Love Family emang cocok buat meningkatkan kecintaan ke Kyumin. Mereka keliatan...tidak bisa didefinisikan deh XD Asik~ Makasih banyak dukungannya :D Tetep mampir ya~

vey900128 : hehe iya lanjut kok, tapi mungkin ga tiap minggu ya :( Rencananya ga nyampe 15 chapter loh. Ah maaf ya gak apdet-apdet. Makasih udah ngingetin. Terharuuu

Yunnieah : LOL ga semangat 69 lagi? Lebih semangat loh saya kalo disemangatin pake angka 69 :p Ming...luluhkah? itu di atas jawabannya :D Makasih udah baca dan semangat 69!

dincubie : Ah iyaaaa semoga asupannya akan kyumin moment terpenuhi dengan chapter 7 kemaren XD

haosungmin : Kukira malah cocokan FIN daripada kaya chapter yang diatas onoh. Untuk Sungmin yang tersiksa, aku rasa ga bakal ada disini :D HappyMing pasti~ Kalo Kyuhyun...liat perkembangan alur aja ya :)

Meong : Asik ada yang suka :D Makasih banyaaaak. Ah keliatan emang kayak Kyu yang ngejar Uming sih di RL. Kayaknya tiap chapter Kyu boong mulu ya? Harus ganti judul ini mah. Wkkwkw

love haehyuk : Kita lagi ngomongin apaan sih? Sampe lupa nih XD Makasih dukungannyaa~ Dan mereka emang serasi banget apalagi momen pelukan di ss5 argentina...adsfsfgdfg PERFECT!

Cho Minna : Hahaha abis kayaknya jadi apal sama penname reviewer. Cho Minna setia sih ada di setiap chapter~ Gomawoyoo. Sekarang Sungmin sering pamer pantat nih, semoga ga diomelin Kyuhyun *OOT* Ah semoga chapter ini juga membekas(?) :D

nova137 : Wkwkwkwkitulah peran kyuhyun di ff ini. Tukang boong. #digampar Itu tuh saking klepeknya(?) Sungmin sampe nonjok Kyuhyun. LOL. Nanti kalo mereka nikah semua KMS dikirimin makanan itu ke rumah masing-masing. Saya penanggung jawabnya XD Dan ini lanjutannya :3 makasih yaaa

Fishy : Udah ditonton ulang Love Family-nya? Gimana mirip ga sama yang disini? Beda jauh ya XD Ini lanjutannya, gamsa~

: LOL. Kyuhyun mungkin harus diurus bukan mengurus XD

minoru : ups, oke aku lanjut kok :D Ah rencana Ahra sama Sungjin cuma nyempil dikit di chapter ini. Hehe. YEYEYEY! Itu diatas Ming udah sampe remes celana gara-gara dicium Kyuhyun. Wkwkwk. Semoga Sungmin memberi sinyal positif ke Kyuhyun lewat buttnya. Hah? XD

cloudYS : Sangat amat disadari. Ah wait, yang ini mungkin juga bakal lebih boring, kkk, mianhaeyo. Makasih banyak masukannya. Kyumin FTW! :D

Me Naruto : Kalo evilnya keluar bisa digorok Kyuhyun sama sutradara. Tau tuh kyuhyun susah banget jadi orang jujur xD PS: kita PS-Psan apaan sih ampe lupa nih. Hehehe mian

Shelly : Annyeong, saeng :D Ah pedo itu pedophile. Suka sama yang jauh lebih muda. Mungkin udah tau ya jawabannya mian baru bales :( Semangat! Makasih yaaa

minnieGalz : Oke oke oke, Ini lanjutannya. Makasih yaa

Guest : Hehehe aku jugaaa Kyu emang ditakdirin buat ngejar ming, eh?

Guest : Sungmin hatinya gampang kebuka kalo ada hubungannya sama anak-anak, namanya juga umur ga beda jauh XD Semoga kyuhyun denger saran supaya dia ga ngibul.

pembaca misterius : Okee Makasih ya :D

Tika : Dilanjut aja deh. Biar saya ada kerjaan dan menebar ff kyumin :D Semoga kalo ada antis yang baca jadi cinta kyumin (hah?) LOL. Kalo masuk neraka bisa ketemu Kyuhyun dong? Anyway thanks yaaa

evil vs bunny : Emang yang katrok kayak gimana, chingu-ya? :v Chapter kemarin emang didesain(?) full romantisme, tau deh nyampe apa enggak XD

PumpkinSparKyumin : Itu kemaren yang ulang tahun kelima Sungmin kali ya? Wkwkwk apalagi gwiyomi+goyang pantat. Uwoh. *_* mantap. Itu keliatannya kayak udah belom sih? Harusnya sih...tau deh XD

ChoLee KyuMin : Dan mau pamer kalo dia pacarnya makhluk sejenis Sungmin. Kkk~ Ah sayang banget di chapter ini dia bohong lagi :(

babyCHO : Kyuhyun mah apa sih yang enggak buat Sungmin? XD Apa juga dia lakuin. Hohoho. Mianhae apdetnya telaaat banget. Semoga masih ditunggu :)

I'm minhyun : Hadoh, kemaren telat 2 minggu aja udah lama, gimana ini yang telat 2 bulan? MIANHAEEE Yah lupa ya? Diinget-inget ga bisa? XD Eih aku juga mau doooong, tapi mungkin nunggu Kyuhyun ikhlas dulu (re:mustahil) XD

Song Ji Ra : Jira-ya -_- ini lama banget kali ya? Kalo perempuan telat dua bulan udah hamil nih #apasih. Nanti diselipn dikit-dikit supaya membangkitkan ingatan masa lalu XD Drabble ff yang kurang dari 1k bukan sih? Aku sih dikasih taunya gitu. Ya ampun kejang? LOL. Ini gimana ini? Dicium loh Sungminnya. Ah, sweet romantis komedi? Ini kayaknya pukul-pukulan berdarah. Kkk. Acieee sesama 94. Tos dulu dong XD Segitu aja? Tapi sumpah itu panjang and I LOVE IT SO FREAKIN' MUCH

Li KyuMin : Fighting! Makasih dukungannya :D Dan maaf udah bikin nyesel gara-gara baru tau ff ini XD Semoga masih dibaca lanjutannya :)

EVILBUNNY : Okeee :D

Arvita kim : Saya juga bikinnya ga nyangka kok Kyuhyun bisa berani begitu? LOL #digampar Contohnya kayak saya yang makin ngerasa mereka serasi banget di Love Family. Mungkin semua KMS juga ngerasa hal yang sama :)

boo young : SIP. Ini aku apdet. Semoga dibaca :D

Akhir kata pasti banyak yang lupa kalo ff ini masih ada. LOL. Yah konsekuensi deh. Tapi tetep makasih buat yang masih baca. Doa saya buat chapter ini supaya chapter ini tetep...pas XD Jangan lupa reviewnya ya. Baaaai O:)