Ciuman pertamanya dan terasa sangat menakjubkan. Dalam ciuman sepihak itu Kyuhyun bisa merasakan napas Sungmin menerpa wajahnya. Kulit lembut Sungmin di telapak tangannya juga menambah kekaguman Kyuhyun pada Sungmin. Kyuhyun tersenyum dengan lebar setelah melepaskan bibir Sungmin dari miliknya, "Maaf aku mencurinya. Kalau aku melakukannya saat kau sadar, kau bisa membunuhku," katanya ditutup kikikan.
Sebelum menutup tubuh Sungmin dengan selimutnya, Kyuhyun mengecup dahi Sungmin, "Aku mencintaimu," bisiknya.
.
.
Sungmin mengeratkan remasannya pada celana tidurnya. Itu memang bukan ciuman pertamanya, tapi rasanya sangat...entahlah. Kalau Kyuhyun menyentuh dadanya, Kyuhyun akan tahu betapa detak jantungnya berubah kacau. Belum lagi kenyataan kalau Kyuhyun jatuh untuknya. Benar-benar jatuh untuk pertama kali dalam hidupnya.
'Aku menyukai perempuan,' batin Sungmin menguatkan dirinya. Keadaan disekitarnya menjadi panas. Pipinya terasa terbakar, belum lagi bibirnya yang baru disapu sentuhan bibir Kyuhyun.
.
.
.
Title : Thanks To My Phone
Rating : T
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other
Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC
Type : Chaptered
Don't Like, Don't Read
.
.
.
-Chapter 9-
Sungmin mengantar kepergian Kyuhyun dari apartemennya dengan senyum canggung di wajahnya. Bayang-bayang suara Kyuhyun semalam masih mengganggu pikirannya. Ia hanya...tidak menyangka. Bohong kalau Sungmin tidak pernah mendengar berita mengenai laki-laki yang menyukainya, dan patut digarisbawahi kalau jumlahnya tidak sedikit. Tapi, astaga, dia membuat anak sekolah melenceng dari kodratnya! Dan catat itu, anak sekolah.
"Apa dia tidak terlalu berlebihan?" tanya Sungmin pada pintu apartemennya yang tertutup. Pipinya memanas ketika mengingat betapa cara Kyuhyun mengungkapkan cintanya begitu polos dan apa adanya. Baru pertama kali ada yang mengungkapkan cinta padanya dengan begitu manis. Kekasih-kekasihnya dulu mengungkapkan cinta dengan wajah tertunduk dan pipi merona. Tapi, Kyuhyun menyatakan cintanya dengan manis dan bonus ciuman yang membuatnya sesak. Baiklah, lupakan kalau Kyuhyun tetap pengecut karena tidak berani mengucapkan perasaannya saat ia sadar. Oh, Sungmin yakin ia akan membayar berapapun asal Kyuhyun mau mengulang kata-kata yang sama lagi.
"TUNGGU! Apa aku gila?! Membayar berapapun kau bilang, Lee Sungmin? Kau sudah gila!" Sungmin mengacak rambutnya kasar dan terduduk di lantainya.
"Cho Kyuhyun, apa dia tidak salah mengartikan semuanya? Bisa saja itu bukan cinta yang dia pikirkan. Dia belum pernah jatuh cinta sebelumnya, kan? Dia tidak tahu apa itu cinta. Dia pasti salah."
Sungmin buru-buru menghentikan analisisnya saat ponsel pinknya berdering. Ah, dia masih punya setumpuk pekerjaan yang lebih penting daripada Kyuhyun.
.
.
Siwon melambaikan tangannya pada Sungmin saat Sungmin memasuki restoran tempat mereka janjian makan siang. Jadwal Sungmin hari ini sebenarnya memang bersama Siwon, tapi karena sedikit perbedaan jadwal, mereka harus berpisah sebentar dan membuat Siwon menunggu Sungmin.
"Jadi, katakan apa yang bisa kubantu? Apa ini ada hubungannya dengan pertengkaran dengan Kyuhyun semalam, Hyung?"
Sungmin menghela napasnya panjang. Keputusannya untuk membagi bebannya dengan Siwon sudah bulat. Ia benar-benar butuh sandaran untuk menyelesaikan masalah pelik yang sebenarnya sepele ini. Lupakan Eunhyuk yang tidak mau diganggu karena dia harus ujian.
"Aku akan menceritakan kisah yang sangat panjang dan agak, mungkin untukmu, tidak penting. Tapi, tetap tolong dengarkan dengan sabar. Oke?" tanya Sungmin sebelum Siwon protes. Yang ditanya hanya tersenyum dengan tampan. "Apapun untukmu, Hyung."
Sungmin memulai semuanya dari awal, benar-benar dari awal, sampai kejadian Kyuhyun mengecup keningnya dan membisikan kata-kata ajaib yang membuatnya menahan napas. Siwon mendengarkan cerita Sungmin dengan penuh antusiasme. Banyak rahasia yang Sungmin kuak dan itu membuat Siwon tercengang. Bagaimana bisa Sungmin mengatakan kalau hubungan mereka, Kyuhyun-Sungmin, adalah sebuah kebohongan besar? Siapa yang akan percaya dengan semua interaksi alami mereka? Pengakuan mereka didepan media? Love Family? Itu semua bohong?
Siwon sempat mendukung hubungan mereka sebelum ini, bagaimanapun mereka terlihat seperti aku-tercipta-untukmu-dan-kau-tercipta-untukku dimata Siwon. Tapi, mendengar semua pengakuan Sungmin, Siwon tidak bisa menutupi rasa kesalnya pada Kyuhyun. Bocah egois itu tidak seharusnya membohongi Sungmin terus menerus begitu. Oh, ditambah lagi, sekarang Sungmin sedang frustasi karena sudah membuat anak orang menjadi homo.
"Kau mencintainya, Hyung?" Entah kenapa Siwon menanyakan itu.
"Tidak," jawab Sungmin cepat. Seakan pertanyaan yang Siwon ajukan bukan pertanyaan yang membutuhkan banyak waktu untuk menjawabnya. Yah mungkin benar. Itu memang bukan pertanyaan sulit.
"Dan yang kau rasakan saat ini?"
"Jujur saja aku kasihan pada anak itu. Dia seharusnya jatuh cinta pada perempuan. Wajahnya tampan. Benar-benar disayangkan."
.
.
Donghae memasuki restoran itu dengan langkah kesal. Bagaimana tidak kesal? Kyuhyun mengatakan alasan seperti aku-akan-makan-siang-bersama-Sungmin. Memang dia pikir Sungmin tidak punya pekerjaan lain selain makan bersama Kyuhyun? Donghae mulai membenarkan kalau orang yang sudah pacaran itu akan lupa dengan temannya.
"Ah, terkutuklah kau, Cho Kyuhyun," maki Donghae saat dirinya disapa pelayan restoran tempatnya berniat makan. Saat dirinya berniat melangkah ke tempat favoritnya, dipojok restoran, matanya terpaku pada sosok Sungmin dan Siwon yang sedang bicara berdua. Tanpa fans disekeliling mereka? Sungguh mengagumkan.
'Rasakan kau, Kyu, rencana aku-akan-makan-siang-bersama-Sungmin-mu gagal total. Kekasihmu sedang selingkuh,' ejek Donghae sambil berjalan menuju tempat kosong di belakang meja Sungmin dan Siwon. Rencananya setelah ini ia akan minta tanda tangan dan berfoto dengan dua artis berwajah diatas rata-rata itu.
Sebelum dirinya memesan, Donghae menajamkan pendengarannya saat nama Kyuhyun mulai terdengar dari mulut Sungmin.
"Kau mencintainya, Hyung?"
"Tidak."
"Dan yang kau rasakan saat ini?"
"Jujur saja aku kasihan pada anak itu. Dia seharusnya jatuh cinta pada perempuan. Wajahnya tampan. Benar-benar disayangkan."
.
.
Siwon memasukkan sesuap makan siangnya sebelum menanggapi Sungmin. "Kasihan?"
Sungmin menaikkan bahunya. "Dia mencintai orang yang salah kurasa. Aku normal. Bahkan aku pernah berkencan dengan beberapa perempuan sebelum ini," balas Sungmin jujur.
"Kau yakin kau cinta pertamanya?"
Anggukan oleh Sungmin. "Dia bilang begitu."
"Hyung, kau masih kesal karena Kyuhyun membohongimu? Maksudku, kebohongan yang Kyuhyun lakukan adalah satu-satunya faktor yang membuat semua masalahnya menjadi makin rumit, kan?" Siwon menatap Sungmin tajam. Ia memikirkan sebuah jalan keluar untuk masalah yang dihadapi Sungmin-hyungnya.
"Jujur saja...iya. Apa menurutmu dicap gay oleh masyarakat bisa membuat hidupmu nyaman, Siwonie?"
Siwon menggeleng. "Aku merasa bisa membaca rencana Kyuhyun selanjutnya. Hyung tertarik?"
Pemuda tampan dengan lesung pipi itu mendekatkan badannya ke arah Sungmin. Yang didekati tidak memberikan respon apapun sebelum kemudian dia berucap, "Jangan membuat skandal baru dan aku tertarik." Siwon kemudian memundurkan tubuhnya dan meminum minumannya sebelum melanjutkan.
"Hyung tidak merasa aneh saat Kyuhyun langsung menyetujui perjanjian darimu untuk mengakui kebohongannya setelah kelulusan?"
"Kau pikir ada alasan dibalik itu?"
Siwon tersenyum misterius kemudian menaikkan bahunya, "Seperti yang biasa terjadi di drama romantis, Hyung. Kyuhyun berencana membuatmu jatuh cinta sebelum kelulusannya sehingga perjanjian yang kau buat sebelumnya pupus begitu saja. Dan BINGO! Namanya tetap baik dan dia mendapatkanmu sebagai kekasih sebenarnya."
"Dia...akan melakukan itu?" Sungmin tidak bisa menutupi keterkejutannya. Apa Kyuhyun tetap akan seegois itu bahkan setelah Sungmin meninjunya semalam? Setelah pengakuan cintanya yang terdengar tulus?
"Kau tahu, Hyung. Itu satu-satunya cara. Kalau Kyuhyun melakukannya, dia akan menyelam sambil minum air."
"Percuma. Aku tidak akan jatuh cinta padanya," balas Sungmin diiringi tawa ringannya. Mana mau ia menyerahkan dirinya pada orang seegois Kyuhyun. Kalau ia memang terpaksa harus menjadi gay, ia yakin tidak untuk Kyuhyun.
"Aku memikirkan satu cara supaya kau tidak dirugikan sekaligus membalas kelakuan bohongnya padamu."
Donghae menggigit bibir bawahnya. Ia merasa perbincangan Siwon dan Sungmin akan mulai memberinya informasi penting. Oh, dia tidak boleh melewatkan ini.
Sungmin mulai ragu. Ibunya pernah mengatakan kalau membalas kejahatan dengan kejahatan bukan sesuatu yang terpuji. Kalau saran yang diajukan Siwon setara dengan membunuh orang, ia akan memilih hidup dalam kebohongan Kyuhyun.
"Perjanjian antara kau dan Kyuhyun hanya sebatas kau menemaninya ke taman bermain dan dia akan mengaku, kan?"
Artis baru itu mengangguk.
"Kalau begitu tinggalkan Kyuhyun sampai waktu kelulusan. Dan kalau kau bingung dengan maksud 'tinggalkan' disini, kau bisa tinggal di rumah keluargamu atau apartemenku, kalau hyung mau."
Alis Sungmin bertautan. Apa hanya itu rencana Siwon? Sesederhana itu?
"Dengan begitu Kyuhyun tidak punya kesempatan untuk menjalankan rencananya. Saat kelulusan, kau tepati janjimu untuk ke taman bermain dengannya. Perjanjianmu dan Kyuhyun akan tetap ada. Dia akan tetap mengakui kebohongannya. Dia gagal mendapatkanmu. Dan highlight-nya adalah dia patah hati dan akan mengejar perempuan lagi. Kau tidak perlu merasa bersalah lagi karena dia menjadi homo dan Kyuhyun dengan sendirinya akan menjauh dari hidupmu. Kau juga bebas memulai kisah cinta baru dengan perempuan yang kau suka."
Sungmin mendengarkan saran yang diajukan Siwon. Hatinya seperti tersengat listrik tegangan tinggi saat mendengar Siwon melanjutkan maksud dari rencananya. Tidakkah itu terdengar jahat? Menghancurkan hati Kyuhyun yang baru pertama kali jatuh cinta? Apa itu tidak setara dengan membunuh? Oh, itupun kalau Kyuhyun memang benar cinta padanya.
Baiklah, Sungmin mengakui kalau rencana Siwon sempurna tanpa celah. Kalau dia bisa melakukan itu semua... dirinya tidak perlu berurusan dengan Kyuhyun lagi.
"Aku mencintaimu."
DEG
"Aku akan memikirkannya." Sungmin tersenyum kaku. Ia butuh waktu. Entahlah, sepertinya harus ada yang dipertimbangkan. Tiba-tiba bayangan Kyuhyun melayang di otaknya.
"Terima kasih, Siwon-ah."
.
.
Donghae bergegas keluar dari restoran itu tanpa sempat menghabiskan makan siangnya. Semua yang ia dengar dari Sungmin dan Siwon bahkan lebih dari cukup untuk membuatnya membayangkan akan betapa hancurnya Kyuhyun beberapa hari kedepan. Dia belum bisa melupakan seberapa sering Kyuhyun tertawa dan melempar senyum hari ini. Kyuhyun memang akan selalu sesenang itu saat ia berurusan dengan gamenya, tapi sungguh, ini berhubungan dengan perasaan.
'Lee Sungmin akan sangat jahat kalau sampai melakukan itu! Temanku itu benar-benar baru pertama kali jatuh cinta, Demi Tuhan!' batinnya kesal. Saat ia sampai di tempat dirinya memarkirkan sepeda motornya, sekelebat saran Siwon mengganggu pikirannya.
"...dan akan mengejar perempuan lagi."
Donghae bukannya menolak hubungan Kyuhyun dan Sungmin. Tapi, memang kalau dipikir secara logika, dengan wajah dan pesona Kyuhyun akan sangat disayangkan kalau Kyuhyun harus berakhir menjadi pecinta sesama jenis.
"ARGH! Mereka yang terlibat aku yang pusing. Lebih baik temui Kyuhyun sekarang."
.
.
"Sulit sekali sih membuatmu memberi tahu alamat apartemenmu sampai aku harus bertanya pada kakakmu," adu Donghae pada Kyuhyun setelah pintu apartemen Kyuhyun dibuka. Kyuhyun hanya membalas dengan tawa jahilnya dan membiarkan temannya masuk dan menginvansi tempat tinggal barunya.
"Kukira kau mau makan siang, Donghae-hyung." Kyuhyun meninggalkan Donghae di ruang tamu dan pergi ke dapur kecilnya. Mengambilkan sekaleng minuman untuk tamunya.
"Dan kukira kau mau makan siang dengan kekasihmu."
Kyuhyun tertawa dengan keras. Donghae bisa mendengar kalau tawa Kyuhyun bukan tawa iseng yang biasa dia keluarkan. "Dia pasti masih sibuk," jawab Kyuhyun setelah kembali membawa dua kaleng soda di tangannya.
"Kau tidak menghubunginya?"
"Nanti aku mengganggu. Kami baru baikan kemarin, aku tidak mau membuatnya marah lagi."
"Baikan?"
Kyuhyun menunjuk sudut bibir kanannya. "Sebenarnya ini bekas pukulan Sungmin semalam. Aku benar-benar bicara keterlaluan padanya kemarin. Mengatainya maniak celana dalam, menyudutkannya, benar-benar pasti membuat kesabarannya habis. Tapi, dengan manis dia mengobati lukaku dan mebiarkanku tidur di apartemennya semalam."
"Tinggalkan Kyuhyun sampai waktu kelulusan."
Kalau orang bertanya apa yang sedang dipikirkan Donghae saat ini, ia hanya akan menjawab kalau dia ingin menusuk kepalanya sendiri karena berdenyut memikirkan nasib manusia di depannya. Dia benar-benar teman yang baik. Kyuhyun harus berterima kasih padanya suatu saat nanti.
Kalau Donghae memberi tahu Kyuhyun, temannya itu pasti punya pencegahan yang ampuh dan membuatnya terhindar dari patah hati. Tapi, itu sama saja membuat Kyuhyun menjadi pecinta sesama jenis.
'Mantapkan hatimu, Lee Donghae.'
"Ada yang mau kukatakan padamu. Sebenarnya..." Donghae diam sebentar. Saat Kyuhyun sudah memusatkan perhatiannya pada didrinya, dia melanjutkan.
"Jujur saja aku kasihan pada anak itu. Dia seharusnya jatuh cinta pada perempuan. Wajahnya tampan. Benar-benar disayangkan."
Donghae meremas kaleng soda di tangannya. Sungmin punya alasan yang sangat kuat kalau ingin menjalankan rencana yang Siwon tawarkan.
"Kau tahu Victoria, Kyu?" tanya Donghae mengalihkan topik. Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai balasan.
"Dia menyukaimu. Sangat." Kyuhyun hanya menanggapinya dengan senyuman sombong. "Siapapun akan suka denganku. Aku tampan, kaya, sempurna," kata Kyuhyun membanggakan dirinya.
'Tidak dengan Sungmin,' batin Donghae miris.
"Kau tahu Seohyun? Dia kelas dua. Kudengar dia akan menyatakan perasaannya padamu saat upacara kelulusan." Kyuhyun tidak merespon ucapan Donghae. Ia kembali ke dapur, berniat mengambil kunci mobilnya.
'Seseorang katakan padaku kalau Kyuhyun tidak benar-benar gay!'
Saat Kyuhyun kembali ke ruangan dimana Donghae sedang mengacak rambutnya, Kyuhyun langsung menariknya keluar. Yakin hyungnya akan rewel, Kyuhyun berkata, "Antarkan ke Pet Shop. Aku mau membeli sesuatu. Kado untuk kekasihku setelah kita berpacaran satu bulan."
.
.
Sungmin tidak terkejut saat Kyuhyun menunggu di depan pintu apartemennya lagi malam ini. Mungkin Kyuhyun benar suka padanya. Untuk masalahnya dengan Kyuhyun, ia sudah memikirkan saran Siwon dengan keras dan lebih dari separuh hatinya setuju untuk meninggalkan Kyuhyun. Benar kalau ia muak pada Kyuhyun dan ia kasihan pada anak itu.
'Lakukan apapun yang kau mau, Cho Kyuhyun. Sebentar lagi kita akan bubar. Permainan kita akan segera berakhir.' Sungmin tersenyum kearah Kyuhyun sambil melambaikan tangannya, membuat Kyuhyun ikut tersenyum dan menegakkan tubuhnya.
"Sedang apa?" tanya Sungmin pada Kyuhyun saat mereka berhadapan.
"Aku mau menumpang makan," kata Kyuhyun sedikit menyebalkan. Sungmin tertawa dan memukul bahu Kyuhyun pelan. Ia kemudian menarik tangan Kyuhyun untuk masuk bersamanya. Jangan tanya keadaan Kyuhyun. Ia tentu kaget dengan tarikan Sungmin yang tiba-tiba.
"Karena aku sedang tidak mau memesan makanan, bagaimana kalau kita memasak saja?" tawar Sungmin sambil mengarah pada kulkasnya.
Kyuhyun tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Ia menghampirinya Sungmin yang sedang mengecek kulkasnya. "Ah, kulkasmu agak kosong, Minimi-hyung," katanya.
"Mi-Minimi?" Sungmin sedikit gugup. Kyuhyun mengatakannya tepat disamping telinganya. Membuatnya merinding.
"Kau tidak suka, Hyung?" tanya pemuda yang dua tahun lebih muda. Sungmin mengalihkan pandangannya ke kanan. Ia menggumamkan 'terserah padamu' ke Kyuhyun.
Sungmin kemudian memutuskan untuk memasak omurice. Dia menolak keras bantuan dari Kyuhyun yang ingin sekali membantu. Bisa hancur dapurnya kalau makhluk sejenis Kyuhyun memasak.
"Kau yakin tidak butuh bantuanku?" tanya Kyuhyun memastikan.
"Aku memasak. Kau tunggu di ruang tamu saja sambil belajar. Nanti, begitu selesai, kita makan bersama."
Kyuhyun mematuhi Sungmin, ia berkata pelan, "Kita? Oh aku menyukai kata itu."
.
.
"Mau kusuapi, Kyu?" tawar Sungmin saat melihat Kyuhyun mengambil sendoknya. Kyuhyun sontak melepas sendok yang dipegangnya dan menatap tak percaya pada Sungmin.
"Kenapa? Aku pikir mungkin kau mau," lanjut Sungmin sambil tersenyum. Ia menyukai ini. Saat-saat menjahili Kyuhyun akan sangat menyenangkan. Ia baru saja memikirkan sesuatu. Karena ia tahu beberapa hari lagi–paling lambat tiga hari–ia akan meninggalkan Kyuhyun, ia akan memberikan kesan yang sangat positif bagi Kyuhyun. Bukan untuk apa-apa, hanya saja...supaya Kyuhyun tidak terlalu membencinya.
"Aku...aku bisa makan sendiri," kata Kyuhyun sambil mengambil sendoknya yang jatuh.
"Ah, ya sudah. Kalau tiba-tiba kau ingin kusuapi katakan saja."
'Ada apa dengan Lee Sungmin? Apa dia habis menang lotre?' batin Kyuhyun bingung.
"Bagaimana luka di bibirmu? Apa temanmu tidak ada yang bertanya?" Sungmin kembali membuka percakapan.
Kyuhyun menceritakan kalau dia mengaku bibirnya terantuk ujung meja semalam. Dia bilang kalau dia mengaku dipukul Sungmin, nanti masalahnya akan dibawa sampai ke TV.
"Aku sudah punya fans sekarang, Hyung. Maksudku fans kita, Kyumin," tambah Kyuhyun. "Mereka mengatakan semoga kita bisa sering-sering tampil di publik."
'Nanti kau akan tampil, Kyu. Sendirian. Nanti,' batin Sungmin lagi. Ia meraih gelas di sampingnya dan meminumnya.
"Aku juga bertemu mereka saat sedang promosi album. Mereka juga mengatakan hal sama padaku. Tapi, tetap saja ada beberapa orang yang meminta supaya kita cepat mengakhiri hubungan kita, Kyu," balas Sungmin.
Kyuhyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Masakan Sungmin ternyata benar-benar nikmat. Ia cocok menjadi istrinya idamannya.
"Kau sudah pulang, yeobo? Bagaimana pekerjaan di kantor?"
"Sama seperti biasa, Min, tumpukan pekerjaan disana sini. Kau masak apa?"
"Aku mungkin hanya sempat masak omurice. Kau mau tidak? Atau kita makan diluar saja?"
"Bagaimana kalau makan di kamar?" Kyuhyun melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin yang sedang memasak memunggunginya. Menyandarkan dagunya pada bahu Sungmin.
Sungmin membalik tubuhnya dan menghadap Kyuhyun. Ia mendengar Kyuhyun bersiul saat melihat wajah Sungmin. "Mau tidak makan dikamar, sayang?" ulang Kyuhyun yang disambut anggukan Sungmin.
Kyuhyun tidak sadar dirinya sudah ditinggal sendirian di meja makan. Sungmin sudah selesai daritadi dan sedang mencuci piring. Karena ingin sekalian mencuci piring Kyuhyun, ia membalik badannya, menemukan Kyuhyun menopang dagunya dengan tangan dan tersenyum seperti om-om mesum. Ia mendekatinya, takut Kyuhyun kesurupan setan om-om mesum.
"Kyu? Kucucikan piringmu sekalian, mau?
"Aku mau... Jadi kau mau, sayang?" balas Kyuhyun masih tersenyum bodoh dan memutar kepalanya, menemukan Sungmin yang menunjukkan ekspresi terganggu dan risih. Kyuhyun menelan ludahnya susah payah. Sungmin terlihat akan meninjunya lagi kali ini.
"...sayang kalau tidak dihabiskan. Hyung, mau membantu menghabiskan makananku?" ralat Kyuhyun dengan penekanan di kata 'sayang' dan 'hyung'.
Sungmin tersenyum manis. "Makanya tadi terima saja saat aku tawarkan untuk menyuapimu. Biar makannya cepat selesai. Kau memikirkan sesuatu? Apa tentang sekolah? Ceritakan padaku." Dalam hati ia tertawa terbahak-bahak. Melihat wajah Kyuhyun yang takut padanya dan berbicara dengan gagap sungguh hiburan.
Kyuhyun pura-pura batuk dan menghabiskan makan malamnya. Ia agak bingung dengan Sungmin, tadi menatapnya seperti ingin meledak lagi sekarang jadi seperhatian ini padanya.
"Oh iya, Kyu, di sekolah apa kau tidak punya pacar yang sesungguhnya? Apa dia tidak marah kau pura-pura gay begini?"
"Aku tidak punya pacar."
"Sebelum denganku?"
'Dia akhirnya mengakui kalau aku pacarnya,' batin Kyuhyun bahagia.
"Hyung yang pertama," balas Kyuhyun sambil tersenyum. Ia tidak sabar ingin memberikan kado peringatan sebulan hubungan mereka. Sungmin pasti akan menyukainya.
Sungmin bergumam 'aku mengerti' kemudian beralih menuju ponsel di sampingnya, mencoba menyibukkan dirinya sambil menunggu Kyuhyun selesai dengan makanannya. Sejenak mereka berdua diam. Sungmin mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun yang beranjak untuk mencuci peralatan makannya.
"Aku saja," kata Sungmin meraih piring Kyuhyun. Kyuhyun menatap Sungmin lama, ada yang salah dengan Sungmin malam ini, tebak Kyuhyun. Setelah Sungmin meraih piringnya dan berjalan menuju wastafel, Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar apartemennya.
Sungmin menoleh sebentar saat mendengar pintu apartemennya tertutup. "Kyu?" panggilnya yang tidak mendapat balasan. Ia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan berjalan menuju pintu apartemennya. Kemana Kyuhyun?
Tangannya baru akan membuka pintu saat bel apartemennya dibunyikan seseorang. Saat pintu apartemennya terbuka, Sungmin menemukan sekotak kado di depannya. Saat yakin kalau kado itu untuknya, Sungmin mengangkat kado itu. Ia terkejut saat seekor hewan manis melompat keluar dari kotak itu dan diam dibawah kakinya.
"Kucing? Untukku?" tanya Sungmin pada kotak kado ditangannya. Ia buru-buru meraih kucing manis itu, mendekapnya dengan tangan kiri. Ia penasaran siapa yang mengirimnya kucing malam-malam begini. Tanpa nama pengirim pula. Apakah fans?
Menolehkan kepalanya saat mendengar pintu apartemen Kyuhyun terbuka, Sungmin berkata padanya. "Kau lihat ada yang meletakkan kotak ini didepan pintuku tadi?" tanyanya pada Kyuhyun yang berjalan ke arahnya.
Kyuhyun menggeleng kepalanya tanda tidak tahu. Bohong. "Aku menumpang belajar lagi ya, Hyung. Sedikit mengerikan kalau sepi begitu," katanya sambil menunjuk apartemennya.
"Kucingmu?" tanya Kyuhyun pada kucing dalam dekapan Sungmin. Sungmin menatap tatapan mata Kyuhyun pada kucing di dekapannya.
"Bukan. Ada yang meninggalkan kotak di depan apartemenku, isinya kucing manis ini. Kukira mungkin si pemilik kucing ini mau membuangnya, jadi mungkin besok akan kuserahkan pada tempat penampungan hewan saja."
Kyuhyun terlonjak. "Siapa bilang mau dibuang? Jelas-jelas itu untukmu," kata Kyuhyun dengan keras.
"Kau tahu dari mana ini untukku?"
"Da-dari kotaknya. Hyung tidak lihat ada tulisan 'untuk: Lee Sungmin'," kata Kyuhyun sambil merampas kotak yang dipegang Sungmin dan menunjukkan tulisan yang dimaksud di samping kotak.
"Bagaimana bisa kau berpikir kotak ini bukan untukmu? Ada tulisannya, warna kotaknya pink, ini sudah lebih dari cukup...kan?" Kyuhyun melemahkan suaranya saat melihat Sungmin seperti menahan tawa.
"Baik, baik. Aku ambil, Kyuhyunie. Aku akan menamainya...Sen. Bagaimana?" tanya Sungmin pada kucing itu setelah puas dengan argumen Kyuhyun. Ia sangat yakin Kyuhyun yang memberinya kucing manis ini, tapi mungkin malu mengakuinya. Tapi, untuk apa?
"Terserah padamu, Hyung," balas Kyuhyun sambil tersenyum ke arah lain. Ia senang Sungmin mau menerima kucing pemeberiannya. "Hyu—" ucapan Kyuhyun terhenti saat Sungmin melempar sebuah gantungan ponsel ke arahnya.
"Untukmu. Satu sama," kata Sungmin. Dia tidak tahu kenapa saat itu ia merasa sangat harus memberi sesuatu untuk Kyuhyun. Mungkin ia tidak mau berhutang apapun pada Kyuhyun. Atau mungkin ia ingat hari ini hari jadi mereka yang sebulan.
Kyuhyun tidak bisa menahan seluruh tubuhnya untuk merasakan kebahagian. Sungmin tahu kucing itu pemberian darinya dan sekarang ia memberikan sesuatu untuknya di hari yang menurutnya spesial ini. Ini lebih dari luar biasa.
"Tapi, tulisannya Sungmin11. Kalau mau memberikannya untukku, harusnya Kyuhyun23. Oh, GaemGyu juga lebih bagus." Jangan mulai lagi, Cho.
"Kau mau tulisannya seperti itu? Aku ingat masih memiliki beberapa manik-manik di kamarku. Bisa kubuatkan untukmu," kata Sungmin menyahuti Kyuhyun. Ia lalu beranjak ke kamarnya, meletakkan Sen di sofa dan mengambil kotak manik-manik yang dimaksud.
"Kau menyimpan manik-manik?" tanya Kyuhyun tidak percaya. Satu hal baru yang ia tahu.
"Punya mantan kekasihku. Kurasa dia meninggalkannya." Jawaban Sungmin membuat Kyuhyun tersenyum kecut. 'Mantan. Sialan,' batinnya kesal.
"Jangan bilang gantungan ini..." Kyuhyun mengangkat gantungan Sungmin11 yang Sungmin berikan padanya tadi. "...dari dia?" Sungmin hanya mengangguk manis. Kyuhyun menyumpahi siapapun yang pernah menjadi mantan kekasih Sungmin. Beraninya mereka...ah sudahlah.
"Setiap pemberian orang memiliki arti, tidak bisa sembarangan dibuang, kan? Sekalipun dia bukan kekasihku lagi," tambah Sungmin.
Dengan cepat Kyuhyun meraih kotak ditangan Sungmin. "Akan kubuatkan satu untuk Sen. Ajari aku." Dalam hati ia mengutuk mulutnya. Dalam keadaan begini masih saja ia malu untuk mengatakan kalau ia ingin membuatkan sesuatu untuk Sungmin.
Sungmin mendekati Kyuhyun dan mendorongnya untuk duduk di karpet ruang tamunya. "Karena kau bodoh, jadi saat kuajari jangan menyela, ya," kata Sungmin, meraih kotak manik-manik dari Kyuhyun.
Kyuhyun membalas dengan mengacak rambut Sungmin. Tidak sopan memang, tapi Sungmin tidak keberatan sama sekali.
.
.
Sungmin tadinya ingin membuatkan gantungan ponsel baru untuk Kyuhyun, tapi tiba-tiba moodnya hilang. Jadi, ia hanya mengganggu Kyuhyun.
"Kau buat apa?" tanya Sungmin pada Kyuhyun. Manusia yang ia anggap bodoh itu menolak memberi tahunya sejak tadi. Entah apa yang dia buat.
"Diam saja, Hyung. Nanti juga kalau sudah jadi akan kuperlihatkan."
Sangat aneh melihat Kyuhyun berkutat dengan hal-hal yang berbau wanita begitu. Hanya Sungmin yang bisa membuatnya seantusias itu.
Sambil menunggu Kyuhyun, Sungmin bermain dengan hewan peliharaan barunya. Hewan itu sangat imut. Ia penasaran apa yang Kyuhun pikirkan saat memilih hewan imut ini di Pet Shop? Apa dirinya?
'Astaga, apa lagi yang kupikirkan?' batin Sungmin. Ia memegangi pipinya yang kembali panas. Ada apa dengan dirinya? Sebentar-sebentar ia merasa panas, lalu merinding, lalu... Ia tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Apa anemianya kambuh?
Sungmin tidak sadar saat Kyuhyun mengambil Sen dari pangkuan Sungmin dan mulai memakaikan kalung yang ia buat.
"Nah, jadi semua orang tahu kau milik siapa," kata Kyuhyun pada kucing kecil itu, mengembalikan Sungmin dari analisis kesehatannya.
Ia memicingkan matanya dan membaca tulisan yang Kyuhyun buat pada kalung Sen.
"Kyumin's?" tanya Sungmin pada Kyuhyun. "Kenapa? Itu 'kan kucingku? Bukan kucing kita?"
"Kucing kita. 'Kan aku yang be—" Kyuhyun buru-buru membekap mulutnya. Memang benar, mulutnya bekerja lebih cepat dari otak.
Kyuhyun buru-buru mengalihkan pembicaran mereka dan mengatakan pada Sungmin untuk memberikan ponsel pinknya.
"Untuk apa? Mau dibawa kabur lagi?" Perlahan ingatan Sungmin akan hari pertama mereka bertemu kembali. Sekalipun ia protes, Sungmin tetap mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Kyuhyun.
Ia tersenyum saat Kyuhyun memasangkan gantungan ponsel baru pada ponselnya. Manik-manik itu berwarna biru. 'Mungkin warna kesukaan Kyuhyun,' tebak Sungmin. Tulisan yang ada dibentuk oleh manik-manik itu, yang hanya terdiri dari satu kata, juga membuat Sungmin merasakan panas yang menjalar pada seluruh tubuhnya. 'Kurasa anemiaku benar-benar kambuh,' ucap Sungmin dalam hati.
'GaemGyu's? Apa artinya...aku miliknya?' batin Sungmin saat membaca tulisan yang dirangkai Kyuhyun pada gantungan ponsel biru yang ia berikan.
"Te...terima kasih," katanya tanpa sadar. Sebagian dirinya menolak pemberian Kyuhyun. Tapi sebagian lain suka dengan pemberian Kyuhyun. Ia menghargai buatan Kyuhyun. Kyuhyun yang baru pertama kali menyentuh hal-hal seperti ini. Kyuhyun yang ternyata orang yang tekun. Kyuhyun yang ternyata posesif. Kyuhyun yang mengaku mencintainya.
Kyuhyun menyambut ucapan Sungmin dengan 'sama-sama' dan mulai membereskan manik-manik yang berceceran di karpet.
Sungmin tiba-tiba merasa menjadi orang paling jahat di dunia. Apa ia harus menghancurkan perasaan Kyuhyun?
Kyuhyun menoleh saat merasakan tangan hangat Sungmin diatas tangannya. "Aku saja," katanya.
"Bersama-sama saja," balas Kyuhyun.
"Maaf," kata Sungmin sambil menunduk. Kyuhyun menoleh saat Sungmin mengatakan itu. "Untuk?"
"Kalau aku membuat salah." Kyuhyun menatap Sungmin dalam. Ada sesuatu yang Sungmin lakukan? Itu alasan dia sangat baik padanya hari ini? Kesalahan apa?
"Aku pasti akan memaafkan semuanya, Hyung," kata Kyuhyun sambil tertawa. Apapun kesalahan Sungmin, ia berani jamin kesalahan yang selama ini ia buat jauh lebih besar dan merugikan.
.
.
"Setiap pemberian orang memiliki arti, tidak bisa sembarangan dibuang, kan? Sekalipun dia bukan kekasihku lagi."
Sungmin ingat ucapannya sendiri. Sekalipun nantinya ia harus meninggalkan Kyuhyun, ini kenang-kenangan yang sangat manis dari pemuda yang lebih muda darinya itu. Ia sudah mengambil gambar gantungan ponsel itu, mungkin akan di-upload lewat blognya nanti.
Ia memandang gantungan biru itu. Perlahan bangkit dari tidurnya, berusaha tidak membangunkan Kyuhyun –mereka tidur bersama lagi malam ini— Gantungan ponsel Sungmin11 yang ia berikan pada Kyuhyun tadi rasanya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan buatan Kyuhyun. Ia berencana membuat yang baru untuk Kyuhyun. Tanpa alasan khusus, hanya...ia ingin membuatkan sesuatu untuk Kyuhyun.
.
.
Sekarang Sungmin sibuk memasangkan gantungan ponsel yang barusan ia buat pada ponsel Kyuhyun yang tergeletak sembarangan di sampingnya.
"Kau mungkin mengira aku sudah bisa mengembalikan perasaanmu, Kyu. Sekali lagi, maafkan aku," katanya penuh penyesalan. Apapun yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun sampai beberapa hari nanti, itu akan menjadi pembelajaran untuknya.
"Aku tidak akan menggunakan pakaian wanita lagi ditempat umum. Dan juga tidak akan menghancurkan ponsel orang lain," katanya disela kegiatan memasang gantungan ponsel.
Di ponsel hitam Kyuhyun sudah terpasang gantungan ponsel manis buatan tangan Sungmin. Berwarna pink, warna kesukaannya. Bertulisan satu kata, seperti yang Kyuhyun buat untuknya.
"Mungkin terlihat seperti dibuat sepasang," kata Sungmin lagi.
Sekalipun nanti Sungmin jatuh cinta pada Kyuhyun, ia akan membiarkannya begitu saja. Paling tidak semuanya akan setimpal dengan niat jahatnya. Kalau karma memang berlaku dan ia akan mencintai Kyuhyun nantinya, ia tetap akan melepaskan Kyuhyun.
"Aku tidak mau mengecewakan orang-orang, Kyu. Kau juga... Kasihan keluargamu. Mereka akan malu kalau tahu anaknya benar-benar homo," lanjut Sungmin sambil tertawa.
Ia sudah memutuskan, semakin cepat ia pergi, semakin kecil kemungkinan dirinya jatuh cinta pada Kyuhyun. Jujur saja, Sungmin merasakan pesona Cho Kyuhyun sulit ditolak. Dengan semua hal yang Kyuhyun lakukan untuknya, semuanya cukup membuatnya salah tingkah.
Perjanjiannya dengan Kyuhyun mungkin akan benar-benar ia hapus nanti. Tidak masalah dengan anggapan masyarakat tentang dirinya yang gay. Ini pantas untuknya. Sebagai balasan karena ia tidak akan jadi menepati janjinya pada Kyuhyun untuk ke taman bermain setelah kelulusan.
Sungmin benar-benar berniat pergi dari Kyuhyun. Ia akan menghindari segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Pemuda manis itu memandang ponsel Kyuhyun sekali lagi. Gantungan manis bertulisan Minimi's di ponsel Kyuhyun terlihat bagus untuk ponsel hitam Kyuhyun. Tapi, ia buru-buru melepaskan gantungan itu. Membuat ponsel itu kembali polos.
"Ini kuberikan untukmu. Gratis," kata Sungmin lagi. Kali ini ia memasukkan gantungan Minimi's itu pada kantung piyama Kyuhyun. Berharap Kyuhyun akan menyadarinya. Nanti.
Malam ini Sungmin memilih tidur menghadap Kyuhyun, ia merasakan kedamaian memandang wajah itu. Kalau benar ia jatuh cinta pada Kyuhyun...
"Maaf, Kyu. Selamat malam. Mimpi indah," tutup Sungmin sambil memandang lekat wajah tampan Kyuhyun. Ia tidak bisa mengembalikan ciuman yang kemarin malam Kyuhyun berikan untuknya. Mungkin tidak sekarang.
.
.
.
To Be Continued
No komen buat chapter ini, chapter ini agak sendu gimana ya? emang jalannya harus melewati chapter ini, namanya juga drama, yaaah jadi begitulah.
Buat yang nanya sampe chapter berapa, diusahakan ga ngelewatin angka 15 deh. Bosen juga kan baca beginian? Hehehe. Saya lagi nyari inspirasi buat bikin yang baru. Mau bikin Sungmin jadi polisi :9
Maaf lagi untuk keterlambatannya. Tugas kuliah ngejar terus kaya setan. Hyuuuuh kalo bisa ga kuliah deh gue -_- Terima kasih buat respon hangatnya di chapter 8, tolong berikan respon yang hangat juga buat chapter gagal yang ini T.T
.
.
-Chapter 1-7-
Lidyamujono : Bukan sekali saya dikatain gila gara-gara ini. Mungkin saya emang gila~ Gapapa santai aja :D Saya lucu? Memaaaang ;p Makasih yaaaa reviewnya~
kyuminaleays89 : Bener banget. Kyuhyun selalu mendambakan Sungmin jadi putrinya. Hahaha kayaknya emang ortunya Kyu ngefans ama Sungmin. Ceritanya manis kayak saya ya? *wink* Makasih yaaa reviewnya.
lee sunri hyun : Bener~ Hahahaha Aamiiin. Udah cocok juga kok ya kalo jadi pasangan.
-Chapter 8-
Park Ha Mi : Maaf yaaa, kayaknya ga bisa cepet-cepet apdetnya. Sama dooong, semoga Sungmin cepet-cepet sadar kalo dia suka Kyu. Ini lanjutannya. Semangat! Makasih yaa :D
ririn chubby : Salam kenal juga :) Ah, makasih ya. Itu lanjutan itu~ Makin ga rumit, kan? #disepak Makasih dukungannya. Aku ga bisa komentar banyak, pokoknya makasih :D
evilbunny : Enggak dong, mana tahan dia sebelahan sama orang seganteng Kyu. Dia denger~ Kya juga . Ini lanjutannya anehnya. Maaf rada aneh hehe
ChoLee : Maaf ya, paling nggak semoga ga molor sebulan sekali :(
lov2 : Waduh, apalagi di chapter ini? Kyuhyun makin keliatan kayak cewek kali ya? Saya jadi bingung ngebangun keperibadian Kyuhyun, hahaha
ZaAra eviLKyu : Sebenernya dia emang belom tidur, ga tahan sebelahan sama Kyukyu. Tuh alesan ming nyangkal ada diatas. Berat juga sih alesan dia
love haehyuk : ora sue sue kok (maksa banget ini :p) Kyumin emang kalo mau sweet, bisa kelebihan sampe bikin diabetes. Cie yang haehyuk juga banyak :D Momen argentina emang pol banget deh. Hahahaha
KYUMINTS : Kangen sama ff-nya apa kangen sama saya? Hahaha. Yah jangan ngawang-ngawang dong, udah setengah jalan nih. Cie yang makin seru~ Ini lama ga? Ga nyampe sebulan kok apdetnya. Hehehe. Makasih dukungannya :D
Meong : Wkwkwk, dapet saran tuh Kyu, jangan sering boong katanya #colek Kyuhyun
Cho Sa Min : Hahahaha, kalo mereka ngaku...abis deh ceritanya :D Hah? NC? Kenapa tiba-tiba NC? Emang kemaren ada adegan yang menjurus ke NC ya, jadi minta NC? Ga ada plot NC sih, tapi...makasih usulnya :D
ajid kyumin : Benar sekali~
EchAegyo : *Nerima kecup basah* Makasih udah ditungguin, ini lanjutannya :D
Chikyumin : LOL. Udah ga normal tuh katanya. Ngaku sana #nyenggol Kyumin Makasih yaa
KS : Wah, di chap ini nasib Kyu kayak diujung tombak malah. Pokoknya semangat deh buat Kyu. Kayaknya chap kemaren nyesek ya? Hahaha. BENER BANGET. Pasti Ming jatuh cinta sebelom itu.
Winecouple : Dan kenyataan kalo ming belom tidur jadi sesuatu disini :D
Minry : Wah, makasih udah nemuin(?) ff ini. Hehehe, sip makasih banyak yaaa. FIGHTING!
Song Ji Ra : ... APA YANG HARUS GUE BALES NGELIAT KOMEN BEGINIAN? Jira-yaaaaaaa LOVE YOU :D Bener-bener bahkan mau bales aja bingung, rasanya kalo bales dikit ga setimpal banget. Pokoknya...mungkin ga bisa apdet secepet dulu pas chapter awal-awal. Terus, pas mereka berantem itu emang sesuatu banget, udah ada tuh bukti nyata pas mereka beneran berantem Kyuhyun sampe bertekuk lutut sama Min, hahahaha. Emang kayaknya kalo cium kening sweet feelnya nyampe banget. Nah, bentar lagi kayaknya bakal ada adegan tinggal-ditinggal deh. Saya juga akan setia ngelanjutin TTMP sampe akhir kok :) Makasih banyak dukungan dan masukannya...shit...I love you :D
Guest : Makasih yaaaaa. Aku pasti lanjutin kok, tapi mungkin ga cepet yaa, banyak yang harus diurus soalnya :( Aku juga suka komennya :D
coffeewie137 : Ups, kanyaknya banyak yang dikuak nih, dikomenmu, chingu-ya :D intinya Ming sadar waktu itu, dan untuk Siwon...dia punya sesuatu mungkin. Dan Sungmin emang suka deket sama siwon :D
vey900128 : Ini apdetannya :D saya juga penasaran sama endingnya, hahaha. Makasih banyak, hehe. Eh? Ke...kenapa? Kamu juga semangat ya, say :( Makasih banyak dukungannya buat ff ini :)
tidak diketahui : Saya juga gila mau ngelanjutinnya. Ini lanjutannya :D
Li KyuMin : Kalo orang jahat pasti ada balesannya kok. Let's see apa yang bakal terjadi sama Sungmin-oppa :D
Tika : Karena pada dasarnya Sungmin punya pemikiran yang lebih matang dari Kyuhyun jadi...begitulah D:
kyumin 4eva : Makasih banyaaaak. Dan lanjutannya kayaknya ga bisa se-sweet yang kemaren. Miaaan
ming punya kyu : Berapa kali saya dikatain gila hari ini? Hahahaha. Mari kita tonton apa yang bakal terjadi sama Ming. Dia pasti kena hukum karma :D
diamond : Eh, kenapa nangis? Nih nih kasih Sungmin #nyodorin Sungmin. Iya Min belom tidur, perbedaan usia 2,5 tahun gitu deh.
Mariels25 : Hehehe, iya untung masih ada yang mau baca. Ini lanjutannya :D
Guest : Nunggu Sungmin ga gengsi kayaknya :D
ChoLee KyuMin : Nanti juga terang-terangan kok :9 LOL, udah diiket tuh jantungnya Sungmin sama tali cinta Kyuhyun biar ga loncat-loncat *cieeeee Bener, maklumin aja yang lagi lovey-dovey
QQ KyuminShipper : Benih-benih apa hayooo? Ini lanjutannya :D
zweupzhella zwe : Ini dia lanjutannya :D Saya juga bikin mereka ciuman keringet dingin. Makasih yaaa
Dessykyumin : Bener kan, kalo pasangan berantem baikan, kesannya gimanaaa gitu. Hahahaha
Shelly : Iya sama-sama, semoga artian pedonya membantu(?) Iya semangat ya UASnya. Sukseeees :D
Guest : Sebelum atau ga akan lebih dari 15 :)
Sissy : Ini lanjutannya, makasih banyaaak :D
