"YA! LEE SUNGMIN! Apa-apaan ini?! Biarkan aku masuk! Kekasihku disana! SUNGMIN-AH! LEE SUNGMIN, DENGARKAN AKU! KELUAR DARI SANA SEKARANG JUGA!"

Sungmin menolehkan kepalanya dan menemukan Kyuhyun disana. Ia tidak percaya Kyuhyun benar-benar ada disana, ditahan empat sampai lima petugas yang tidak mengizinkannya masuk.

"AKU AKAN MENGEJARMU KE AMERIKA. KAU DENGAR! AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU! Kau berhutang banyak hal padaku, kau tahu. YA! LEE SUNGMIN DENGARKAN AKU! AKU TAHU KAU MENDENGARKU! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU BERTUNANGAN DISANA! AKU TAHU KAU BERBOHONG PADAKU!"

Sungmin perlahan menjauhi pintu didepannya. Ia tidak tahan melihat Kyuhyun yang berteriak-teriak seperti orang gila disana dan ia harus melakukan sesuatu.

.

Kyuhyun menangis meraung-raung ditengah-tengah kerumunan orang-orang yang lalu lalang di bandara saat pesawat yang membawa Sungminnya menjauhi lapangan terbang.

Sungminnya pergi begitu saja.

"Sialan dia...benar-benar pergi." Kyuhyun merosot ke lantai saat ia melihat ke sekeliling dan tidak menemukan Sungmin yang berbalik untuknya.

"Kyuhyun-ah," panggil seseorang dari arah belakang, membuat Kyuhyun membalik badannya dengan cepat.

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 12-

Kyuhyun menatap sebal pada orang yang tidak berhenti melontarkan kata maaf didepannya–Orang yang barusan memanggilnya dengan sok akrab saat dia menangis meratapi kepergian Sungmin. Orangyang sama yang mengatakan kalau dia merelakan jadwal pemotretannya di pulau Jeju hanya untuk mengejar Sungmin. Airmata yang barusan ia tumpahkan untuk Sungmin mengering begitu saja saat mendengar ocehan orang ini. Rasanya ingin sekali ia memukul wajah laki-laki yang sudah seenaknya muncul dalam kehidupannya dan Sungmin, kemudian membuat Sungmin pergi darinya.

"Dan aku mengatakan pada Sungmin-hyung untuk meninggalkanmu, Kyuhyun-ah. Aku...aku hanya berpikir kalau dia akan meninggalkan apartemennya. Aku tidak tahu kalau dia akan sampai me—"

Tanpa aba-aba Kyuhyun melayangkan tinjunya pada wajah artis tampan yang menyebalkan itu. Choi Siwon.

Ia sudah sangat sabar sejak tadi.

Kyuhyun menyeringai. "Jangan sok akrab denganku. Kau menyukai dia juga, 'kan? Karena kau ingin mendekati Sungmin, kau minta dia menjauhiku. Aku sudah menduganya sejak aku melihatmu bertamu malam-malam ke apartemen Sungmin. Heh. Sekarang setelah rencanamu gagal, kau datang padaku. Memintaku mencari Sungmin lalu kau jauhkan lagi dia dariku. Begitu, 'kan? Sangat licik." Kyuhyun tertawa merendahkan didepan wajah Siwon.

"Jangan bercanda. Aku mendukung hubunganmu dan Sungmin-hyung. Seperti yang sudah kukatakan, Sungmin-hyung meminta saranku dan aku hanya membantunya."

Kyuhyun menjauhi laki-laki berotot itu dengan cepat. Muak sekali mendengar kebohongannya. Apa Choi Siwon itu mau cari muka didepannya? Mendukung hubungannya? Hah! Ia yakin laki-laki sialan itu menyukai Sungmin dan mencoba mengambil Sungmin darinya.

"Brengsek. Dia itu benar-benar brengsek. Aku akan membuat perhitungan dengannya nanti." Kyuhyun tidak bisa menghentikan emosinya yang meluap-luap dan membuatnya sedikit mengacau di bandara. Siapa yang peduli bahwa adegan memukulnya tadi direkam banyak orang yang kenal dengan Siwon? Yang benar saja!

'Cium dulu jempol kakiku, baru kumaafkan dia. Orang yang sok tampan seperti itu selalu membuatku kesal,' batin Kyuhyun dalam hati. Sedikit banyak sebenarnya Kyuhyun harus bersyukur karena Siwon menyadarkannya dari tangisannya yang menyayat hati tadi. Kenapa pula ia harus menangis? Ia hanya perlu membeli tiket pesawat ke Amerika juga, 'kan?

Dengan gerakan cepat Kyuhyun berlari kearah seorang petugas dan menanyakan jadwal keberangkatan paling cepat ke Amerika. Seperti Sungmin yang tidak bisa ia hentikan, ia juga tidak akan membiarkan siapapun menghentikannya. Benar-benar... ia akan mengejar Sungmin sekarang.

"Amerika. Sekarang." Petugas wanita yang menghadapinya hanya bisa memiringkan kepalanya. Tidak mengerti apa yang Kyuhyun katakan.

"Jangan sok imut begitu, Ahjumma. Cukup katakan jam berapa pesawat ke Amerika berikutnya. Kau tidak tahu Amerika sialan itu mengambil kekasihku, hah!"

"APA LIHAT-LIHAT!" Kyuhyun berteriak pada anak kecil yang menatapnya aneh. Sejujurnya...siapapun pasti akan merasa aneh ketika melihat orang dengan piyama berlari-lari masuk bandara, lalu berteriak-teriak, menangis, memukul orang, dan mengatai petugas bandara. Sungguh aneh. Kalau saja ia tidak tampan, mungkin ia akan dikira tidak waras.

Ponsel Kyuhyun yang berdering membuat dirinya makin panas. Siapa yang berani mengganggunya sekarang?

Baiklah, siapapun yang menghubunginya, ia tidak akan goyah sedikitpun.

Lee Donghae

'Bahkan Donghae-hyung tidak akan bisa menghentikan rencanaku. Aku akan pergi sekarang.' Dengan begitu ia menekan tombol terima di ponselnya.

"Dimana kau?"

"Bandara. Aku ma—"

"Bandara? Untuk apa? ... Aku melihat Sungmin di apartemenmu. Cepat kemari!"

"Donghae-hyung, aku akan ke Amerika sekarang, jangan cegah aku. Bahkan sekalipun Sungmin kemba— APA?!"

"Ke Amerika? ... Dasar Bodoh, Sungmin ada disini."

"Sungmin? LEE SUNGMIN? Ak-Aku akan kesana sekarang. Tahan Sungmin. Tahan Sungmin, Hyung. Ikat dia. Jangan biarkan dia pergi kemanapun!" perintah Kyuhyun pada Donghae yang menutup telinganya karena Kyuhyun terlalu berisik.

"Kau dengar itu, Ahjumma? Kekasihku kembali. Huwoooo. Dia tidak jadi meninggalkanku. Astaga, aku sampai tidak bisa berpikir. Simpan saja jadwal Amerika tidak penting itu untukmu. Sampai bertemu lagi~" ujarnya sambil melambaikan tangannya pada petugas didepannya. Senyumnya terkembang dengan sangat lebar saat itu. Ia tahu Sungmin tidak mungkin tega meninggalkannya begitu saja. Langkah kakinya besar-besar saat menjauhi petugas itu. Menunjukan betapa antusias dirinya menyambut Sang Kekasih.

"Dimana toiletnya? Aigoo... Kurasa aku harus bersih-bersih dulu. Minimi-hyung pasti akan jijik kalau tahu aku bahkan belum mandi."

.

.

Donghae panik setengah mati saat melihat konferensi pers Sungmin. Yang ada dipikirannya hanya Kyuhyun dan Kyuhyun. Hal itulah yang lantas membuatnya langsung menyambar kunci motornya dan bergegas ke apartemen Kyuhyun. Saat sadar Kyuhyun tidak ada di apartemennya, Donghae bahkan semakin panik. Ia takut temannya yang patah hati itu sedang berencana menjatuhkan dirinya di sungai atau percobaan bunuh diri yang lain.

"Bandara? Aku ma—"

"Bandara? Untuk apa? ... Aku melihat Sungmin di apartemenmu. Cepat kemari!" Donghae memotong omongan Kyuhyun cepat. Ia bersyukur karena Kyuhyun tidak sedang berusaha bunuh diri atau apapun yang mirip dengan itu. Tapi, tetap saja, kalau Kyuhyun masih berkeliaran di luar sana tanpa pengawasan, ia bisa melakuan tindakan nekat yang tidak bisa diprediksi.

Ia terpaksa berbohong pada Kyuhyun. Ia bersumpah ia terpaksa. Kyuhyun tidak boleh dibiarkan sendirian dalam keadaannya begini. Ia tahu Kyuhyun pasti kehilangan konsentrasinya dan sedang tidak fokus sekarang.

Baiklah, mungkin benar juga. Siapapun pasti tidak akan fokus saat orang yang kau gilai mengatakan hubungannya dan dirimu hanya untuk mendongkrak popularitas. Dia saja yang bukan kekasih Sungmin sudah nyaris membenamkan kepalanya di kolam ikan saat mendengar konferensi pers Sungmin.

'Yang benar saja! Sungmin mengatakan hal itu didepan manusia yang jelas-jelas terlibat langsung dengan yang ia bicarakan. Manusia yang sudah tergila-gila padanya. Dan manusia itu temanku!'

Detik setelah dirinya melihat Sungmin yang seperti menolak tarikan Kyuhyun di televisi membuatnya mengingat kejadian di restoran saat dia menguping pembicaraan Sungmin dan Siwon. Ia sadar ini pasti yang dimaksud dengan recana 'tinggalkan Kyuhyun'. Saat itu pula ia yakin bahwa dalam hitungan detik Kyuhyun akan menjadi manusia paling patah hati di dunia.

Ini juga bagian dari kesalahannya. Dia bersalah pada Kyuhyun dan ia harus menebusnya. Paling tidak ia harus membuat Kyuhyun duduk dan mendinginkan otaknya.

"Amerika? Dia lebih nekat daripada siapapun. Otaknya terlalu sering panas sampai mencair. Dasar gila. Baiklah, Lee Donghae, persiapkan dirimu. Dia akan memukulmu habis-habisan setelah ini."

Lima atau enam pukulan sudah ia prediksi akan Kyuhyun layangkan padanya. Tapi, itu lebih baik daripada Kyuhyun mati di sungai atau gantung diri atau meminum racun tikus.

'Aku sungguh sahabat terbaik yang dia punya,' katanya pada diri sendiri. Sedikit banyak mencoba menghibur diri dari kenyataan pahit yang akan ia terima sebentar lagi.

"EH?" Donghae menunjuk-nunjuk sesuatu didepannya. Ada orang...didepan apartemen Sungmin. Laki-laki. ASTAGA! Lee Sungmin?!

.

.

"Leeteuk-hyung?" Kyuhyun kaget saat mendapati Donghae berdiri berdiri bersama manager Sungmin sekarang. Bukankah seharusnya Sungmin yang ada disamping Donghae? Oh, siapa peduli? Yang penting sekarang adalah Sungminnya.

"Mana Sungmin-hyung? Apa aku terlalu lama?" tanya Kyuhyun pada Donghae dengan wajah bahagia.

"Sungmin...dia..."

Kyuhyun tidak membutuhkan jawaban Donghae sepertinya. Ia langsung memasuki apartemennya dan bersiap menyambut Sungminnya.

'Dia akan membunuhku,' Donghae mulai pucat. Tadinya ia sudah siap mental, tapi melihat Kyuhyun yang berseri-seri...ia justru merasa ajalnya semakin dekat.

Leeteuk yang tidak mengerti dengan situasi didepannya hanya bisa menaikkan alisnya bingung. Laki-laki yang tiba-tiba menariknya dari depan pintu apartemen Sungmin kini kelihatan sangat pucat.

"Aku tidak mengerti alasan kau menarikku kesini. Tapi, kau tahu, ada yang harus kukerjakan sekarang. Permisi."

"Tunggu! Tolong...bantu aku. Aku...sekarat," Donghae memelas. Ia butuh orang untuk menangani Kyuhyun sebentar lagi.

"Hae-hyung? Sungminku dimana? Apa di apartemennya? Ah, benar, dia pas—"

"Kyuhyun-ah, kau menanyakan keberadaan Sungmin? Apa yang sebenarnya sedang kau bicarakan? Apartemennya tentu saja kosong. Kau tahu sendiri Sungmin sudah tidak disini. Dia sudah pergi ke bandara sejak tadi," potong Leeteuk. Ia bingung kenapa Kyuhyun menanyakan keberadaan Sungmin yang sudah jelas tidak mungkin ada disini. Setelah konferensi pers tadi, ia sudah mengatakan pada Kyuhyun kalau Sungmin berangkat hari ini juga. Seharusnya Kyuhyun mengejarnya ke bandara, 'kan?

.

.

"YA! HENTIKAN!" Leeteuk tidak bisa menahan dirinya untuk meneriaki Kyuhyun yang memukuli Donghae habis-habisan tepat didepannya. Ia menarik Donghae yang justru tidak membalas sedikitpun saat Kyuhyun memukuli wajahnya dengan tidak berperasaan.

"KAU GILA KYUHYUN-AH! Dia bisa mati!" maki Leeteuk saat melihat Donghae yang hanya bisa tersenyum ke arah Kyuhyun.

"Teman macam apa kau? Sialan! Beraninya kau membohongiku disaat seperti ini! Aku baru saja akan bertemu lagi dengan Sungmin kalau kau tidak membohongiku begini. Lihat apa yang kau lakukan? Sungmin sekarang...dia..." Kyuhyun merasakan tenaganya terkuras banyak. Terlalu banyak yang menguras emosinya hari ini. Ia mennyenderkan tubuhnya ke dinding. Tangan kirinya menutupi wajahnya yang lagi-lagi memerah karena kesal. Sedikit lagi ia akan menemui Sungmin, tapi teman bodohnya ini...

"Kau tidak bisa bahasa inggris, Kyuhyun-ah. Akan mempermalukan nama Korea Selatan kalau kau ke Amerika sambil memakai piyama dan bertanya dengan bahasa korea pada orang tentang keberadaan Sungmin."

"Ya! Lee Donghae!"

"Dinginkan otakmu, Cho Kyuhyun. Kalau mau bertemu lagi dengan Sungmin, paling tidak temui dia dalam keadaan terbaik. Ada beberapa hal yang membuatmu bingung saat ini. Aku tahu itu." Donghae berdiri, melepaskan pegangan Leeteuk dan menepuk pundak Kyuhyun.

"Aku disini untuk membantumu. Itu yang dinamakan teman, 'kan?"

Leeteuk yang masih bingung dengan kejadian didepannya hanya bisa membuka mulutnya dengan sedikit lebar. Barusan orang yang dipanggil Hae-hyung ini dipukuli habis-habisan, tapi dia justru mengatakan akan membantunya. Seseorang harus memberi tahu sesuatu padanya sebelum ia akan meledak karena bingung.

"Seseorang bisa jelaskan padaku apa yang terjadi?"

Kyuhyun berdiri dan menarik napasnya dalam, menstabilkan napas sekaligus emosinya. Ia melihat ke arah Donghae. Mengabaikan pertanyaan Leeteuk.

"Choi Siwon yang membuat ini semua terjadi. Dia yang membuat Sungmin pergi dariku."

Leeteuk terkejut. Siwon ada dibalik semua ini? Apa Kyuhyun sedang memfitnah orang lain sekarang? Disisi lain Donghae mencoba menarik sudut bibirnya yang mungkin sedikit sobek karena tinjuan Kyuhyun, membentuk senyum tipis.

"Aku tahu. Aku tahu detailnya."

Kali ini giliran Kyuhyun yang terkejut. Bagaimana bisa? Bukankah Siwon bilang ini hanya rencananya dan Sungmin?

"Kau pasti akan sangat marah padaku setelah ini."

.

.

Leeteuk bergegas berlari mencari petugas keamanan untuk menghentikan keributan yang dibuat dua pemuda itu. Mantan manager Sungmin itu tidak bisa menenangkan amarah Kyuhyun yang meledak saat ini. Pemuda itu kembali memukuli Donghae. Kali ini kejadiannya lebih parah karena Donghae ikut membalas pukulan Kyuhyun. Bagaimanapun apartemen ini bukan hanya dihuni oleh mereka. Pertengkaran Kyuhyun-Donghae jelas mengganggu tetangga.

"Kau benar-benar brengsek, Lee Donghae!"

Donghae mendelik tajam kearah Kyuhyun. Sekilas Kyuhyun didepannya sudah seperti setan. Ia balas meninju perut Kyuhyun. Sebelum Kyuhyun sempat memukul Donghae lagi, tiga petugas keamanan sudah menarik Donghae dan dirinya menjauh. Leeteuk terlihat berdiri sambil terengah dibelakang petugas-petugas dan orang-orang yang sudah berkerumun karena penasaran.

.

.

"Ah!" Donghae meringis saat Leeteuk membersihkan luka di wajahnya. Tadinya Leeteuk ingin membersihkan luka Kyuhyun, tapi laki-laki keras kepala itu menolak. Sekarang disinilah dirinya bersama Kyuhyun dan Donghae, di ruangan pengendali, menunggu kehadiran orang yang akan memberikan mereka hukuman karena sudah mengacau pagi-pagi.

"Aku akan memukulmu sampai mati setelah kita keluar dari sini, Lee Donghae."

"Bisakah kau berhenti Kyuhyun-ah? Temanmu ini sudah sekarat." Leeteuk mencoba menengahi. Sebenarnya Kyuhyun juga mengenaskan. Tapi, dia memang harus belajar mengontrol emosi agar kejadian ini tidak terulang lagi.

"Hyung, dia yang membuat Sungmin pergi. Seandainya dia memberitahuku waktu itu, aku pasti bisa menghentikan Sungmin."

Leeteuk menggeleng.

Kalau Sungmin pergi karena ingin Kyuhyun hidup normal, maka ada atau tidak peringatan dari Donghae, Sungmin akan tetap pergi. Ia kenal betul sifat Sungmin.

"Bukan Donghae yang membuat Sungmin pergi. Tapi, kau, Kyuhyun." Laki-laki dengan lesung pipi itu menatap Kyuhyun. Ia menyayangkan kenyataan kalau ternyata selama ini hubungan Kyuhyun dan Sungmin yang ia dukung sepenuh hati, tidak lebih dari kebohongan yang dimulai Kyuhyun. Siapapun yang mendengar cerita awal dari hubungan Kyuhyun-Sungmin akan menyalahkan Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa pelan. Sekarang dia yang salah?

Benar.

Dia yang salah tapi dia tidak mau mengakuinya. Ia terlalu pengecut untuk mengakui itu. Sekarang Kyuhyun sadar kenapa Sungmin meninggalkannya. Kyuhyun pasti terlalu pengecut.

Leeteuk dan Donghae mengalihkan pandangannya ketika seorang laki-laki gemuk memasuki ruangan mereka. Laki-laki itu mengenalkan dirinya sebagai penanggung jawab di gedung apartemen itu. Orang itu kemudian meminta identitas mereka. Untuk dilaporkan, mungkin. Kyuhyun tidak peduli pada apapun yang dikatakan oleh laki-laki itu. Ia hanya ingin pergi dari sini. Ke tempat orangtua Sungmin, mungkin, dan menanyakan kejadian yang sebenarnya. Kyeongsuk-ahjumma pasti tahu banyak tentang rencana Sungmin.

"Cho Kyuhyun? Pemilik apartemen 136?" Kyuhyun menoleh tidak peduli saat namanya disebut.

"Kami khawatir pengumuan dari kami akan mengganggu kenyamanan Anda. Tadi malam kami juga sudah mencoba menghubungi Anda atas..."

"Bisa langsung ke intinya?" Kyuhyun memotong dengan tidak sopan.

"Kemarin malam ada orang mencurigakan yang berdiri cukup lama didepan apartemen Anda. Ia juga duduk dan merapat ke pintu aparemen Anda. Kami baru akan menangkapnya saat orang mencurigakan ini pergi begitu saja. Sebelumnya, orang mencurigakan ini juga berdiri didepan apartemen 137. Kami tahu keamanan di gedung apartemen ini sangat ketat, tapi tolong beri tahu kami jika Anda merasa tidak nyaman atau semacamnya."

BRAK

Semua orang itu tersentak dengan gerakan tiba-tiba Kyuhyun. Pemuda itu menggebrak meja didepannya dengan wajah memerah. Tangannya bergetar.

"Bisa...bisa aku melihat rekamannya?"

Kyuhyun tidak tahu kenapa ia sangat ingin melihat rekaman itu. Ada yang menggelitik didalam dirinya. Ada yang mengatakan padanya untuk melihat video itu. Sebagian kecil dari hatinya mengatakan kalau orang mencurigakan yang dimaksud petugas didepannya adalah...Sungmin.

Laki-laki gemuk itu kelihatan berpikir. Ia tidak bisa memberikan rekaman CCTV pada sembarang orang. Tapi, pemilik apartemen 136 ini kelihatan panik saat ia mengatakan ada orang mencurigakan didepan apartemennya. Apa pemuda itu memang merasa tidak aman akhir-akhir ini?

Patugas itu akhirnya menggangguk. "Tentu saja. Silahkan lihat monitor dibelakang Anda. Kami akan memutar rekaman semalam. Siapa tahu bisa membantu Anda agar lebih waspada."

Leeteuk dan Donghae hanya bisa saling tatap. Apa yang terjadi? Kyuhyun tidak mungkin tiba-tiba penasaran begitu. Tidak ada yang bisa membuat Kyuhyun seantusias ini kecuali...

Monitor itu menampilkan gambar pemuda yang duduk didepan pintu apartemen Kyuhyun, menyandarkan tubuhnya. Pemuda itu kemudian terlihat sedang bicara sendiri sambil memukul pintu dibelakangnya.

Petugas gemuk itu bisa merasakan aura mencekam saat ketiga pemuda yang barusan mengacau ini memajukan tubuhnya kearah monitor. Refleks petugas itu berkata, "Aku bisa memperbesar gambarnya, kalian tahu?"

Kyuhyun membelalakkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Sekarang ia kenal tubuh orang yang sedang duduk dengan bahu bergetar itu. Orang mencurigakan seperti yang dikatakan petugas itu benar Sungmin.

Donghae bisa menangkap wajah tegang Kyuhyun. "Bisa kami mendengar suara disekitar kamera CCTV ini?"

Petugas gemuk itu mengangguk bodoh. Ia yang paling tua disini tapi, ia seperti diperalat oleh tiga orang laki-laki dihadapannya. Dan bodohnya lagi, kenapa pula ia mau?

"Biasanya kami tidak menghidupkan suara kamera CCTV di ruang pengendali karena tentu saja mengganggu. Kami punya lebih dari 100 CCTV di apartemen ini. Ada beberapa CCTV kami yang dilengkapi microphone, tapi beberapa tidak. Kami tidak tahu apa CCTV yang dipasang di koridor lantai 13 dilengkapi microphone atau tidak. Suaranya juga tidak bisa dijamin akan terdengar jelas." Sambil bicara panjang lebar, tangan petugas itu meraih beberapa alat kontrol yang tidak dimengerti Donghae.

"...Kalau Kyuhyun...pulang, katakan...kalau aku...maaf padanya..."

Tawa Kyuhyun pecah. Bibirnya bergetar.

"Itu Lee Sungmin. Hahaha. Itu benar Lee Sungmin." Kyuhyun menunjuk monitor didepannya. Ia mengalihkan pandangannya pada Donghae dan Leeteuk. "Hyung, lihat. Lihat, itu Sungmin. Sungmin yang ada didepan apartemenku. Haha. Sungmin-hyung duduk disana sambil menangis. Dia menangis. Lee Sungminku...menangis." Kyuhyun menutup matanya dengan telapak tangan. Seluruh tubuhnya begetar. Leeteuk berdiri dan merengkuh pemuda yang lebih muda darinya itu.

"Leeteuk-hyung, itu benar-benar Sungmin. Sungmin...dia..."

Donghae melihat wajah merah Kyuhyun dan pipinya yang basah. "Boleh kami minta salinan rekaman ini?"

.

.

Tidak ada hal lain yang bisa Kyuhyun kecuali tidur-tiduran di atas kasurnya. Matanya menerawang ke atap kamar. Banyak hal terjadi dalam hidupnya hari ini—dalam waktu kurang dari satu hari tepatnya. Misteri yang Sungmin berikan untuknya tadi pagi terpecahkan begitu saja. Ia menonjok Siwon karena orang itu yang memberi ide agar Sungmin pergi. Ia juga menonjok Donghae karena menyembunyikan rencana itu darinya.

Kyuhyun menarik sudut bibirnya. "Padahal aku yang membuatnya pergi."

Dering ponsel Kyuhyun membuyarkan pikirannya. Dengan malas pemuda itu meraihnya.

"Kyuhyunie." Suara kakaknya.

"Aku sedang di kelas, Noona. Gurunya menyeramkan dan aku tidak ingin dimarahi. Bisakah kau menghubungiku nanti?" Kyuhyun mendengar kakaknya menghela napas lega. Ahra pasti sudah mendengar berita mengenai Sungmin dan sekarang pasti mengkhawatirkan keadaannya. Kakak yang sangat perhatian.

"Noona kira kau tidak sekolah hari ini. Syukurlah. Eomma bilang, Eomma ingin bertemu denganmu hari ini. Bisa kau...pulang hari ini?"

Kyuhyun menggeleng sekalipun Ahra tidak bisa melihatnya. "Changmin dan Donghae sudah janjian menginap di apartemenku malam ini. Bagaimana kalau besok malam? Aku akan menginap."

Percakapannya dengan Ahra selesai begitu kakaknya menyetui usulnya. Kyuhyun kemudian berdiri dari kasurnya, menuju cermin di samping meja belajarnya.

"Kurasa makin hari aku makin lancar berbohong." Kyuhyun menyeringai didepan cermin. "Bagaimana kalau aku jadi aktor seperti kau saja, Hyung? Siapa tahu kita bisa main film atau drama musikal bersama. Kau tahu 'kan aku bisa bernyanyi? Suaraku juga tidak buruk."

Pemuda tampan itu tertawa keras. Ia baru ingat kalau Hyung yang ia sebut tadi sudah mundur dari dunia itu. Mundur karena dirinya.

Kyuhyun lebih berharap Sungmin membuangnya ke jurang daripada Sungmin membuang mimpinya. Pemuda itu tahu Sungmin sudah mendambakan kehidupan sebagai artis sejak sekolah dasar—Internet memberinya informasi ini. Dan sekarang Sungmin melepas semuanya.

"Entah aku harus senang atau tidak saat tahu kau berdebar tidur disampingku, kau yang ternyata senang mengenalku, kau yang menangis karenaku dan kau yang mencintaiku. Karena nyatanya, kau meninggalkanku setelah kau mengatakan semua itu." Tangannya menekan cermin didepannya hingga mengeluarkan bunyi krak pelan. Matanya memerah lagi. "Kau menyembunyikan banyak hal dariku, Hyung. Kau lebih hebat berbohong. Sangat cocok menjadi aktor."

"Pemilik Gaemgyu's ternyata benar-benar membuang gantungan yang ia buat untukku," Kyuhyun bicara pada ponselnya yang menampilkan kucing yang ia berikan untuk Sungmin sambil tersenyum. Dan siapapun tahu tidak ada keikhlasan sedikitpun dalam senyumnya. "Apa artinya dia tidak mau aku jadi miliknya, Sen?"

PRANG

Kyuhyun melempar ponselnya ke dinding. Ia tertawa lagi. Lebih keras kali ini. "Aku patah hati asal kau tahu, Sen." Tetesan air yang mengalir dari matanya mulai membasahi lehernya.

Tarik napas. Lalu buang.

"Semua salahku. Aku tahu semua salahku! Kau sampai membuang mimpimu hanya karena ingin aku mengencani perempuan. Kau pasti sangat ingin aku berkencan dengan perempuan ya?"

Kyuhyun kembali tertawa. Ia tidak peduli pada suaranya yang bergetar dan matanya yang sudah sangat basah. "Akan kulakukan untukmu, Lee Sungmin. Akan kulakukan semua yang kau inginkan... Kau benar, aku masih muda. Artinya aku bebas mengencani perempuan sebanyak yang aku mau. Itu yang kau inginkan, 'kan, kekasihku? Kau ingin orang kau cintai ini hidup sebagai laki-laki normal. Aku benar?"

Pemuda tinggi itu kemudian menuju ke dinding yang membatasi apartemennya dengan bekas apartemen Sungmin, menyandarkan tubuhnya dengan lemas. Berbicara dengan keras seolah ada Sungmin di ruangan yang dibatasi tembok. "Aku menyerah. Tapi, ingat, Lee Sungmin sayang, aku memang tidak akan mengejarmu saat ini. Cho Kyuhyun akan tetap disini. Dia akan meneruskan mimpimu. Dia akan mengejar cita-citamu. Tapi, dia akan tetap mencintaimu."

.

.

Jauh sebelum Kyuhyun bertemu dengan Sungmin, dia berencana memacari satu gadis sampai ke pelaminan nanti. Satu, ingat itu. Dan angka itu tidak akan pernah berubah karena ia laki-laki yang bisa memegang ucapannya.

"Coret tulisan gadis disana dan kau akan mendapatkan Lee Sungmin sebagai kekasihku. Sekarang dan nanti."

Kyuhyun bicara sendiri sambil tersenyum. Langkahnya mengarah pada ponsel mati yang ia banting tadi. Banyak kenangan yang tidak akan pernah bisa ia hancurkan begitu saja dari ponsel itu.

.

.

Waktu akan berlalu dengan cepat.

Bahkan jika alasanku mencintaimu akan berubah menjadi dosa,

Ingatan semua orang tentang kebaikanmu akan terbakar dan berubah menjadi abu,

Aku akan tetap disini.

Karena melupakan akan lebih menyakitan daripada kehilangan.

.

.

8 Tahun Kemudian

..

"Taruhan padaku dia bisa kutaklukan dalam 4 kalimat rayuan."

Kyuhyun mengibaskan tangannya didepan wajahnya sambil menjulurkan lidahnya. Mengisyaratkan pada Donghae untuk menyerah. Delapan tahun sudah berlalu sejak Kyuhyun dan Donghae lulus sekolah menengah atas, tapi sifat Donghae yang suka tebar pesona belum hilang sama sekali.

"Kalau begitu dia bisa kutaklukan dengan 3 kedipan mata." Laki-laki 25 tahun didepannya memutar bola matanya gerah. Ia tidak berminat membayar taruhan kalau memang ia harus kalah pada taruhan bodoh yang Donghae ajukan. Menang pun tidak memberinya keuntungan apapun.

"Ayolah, Kyu. Kau terlalu meremehkanku. Kau lebih baik cepat turun ke sana sebelum ada wartawan yang mengambil gambarmu sedang duduk tenang sambil minum jus disini, mengataimu artis membosankan." Dengan begitu Donghae menghilang dalam lautan manusia. Hae-hyungnya makin tua justru makin kekanakan. Prihatin rasanya mengingat orang itu selalu dielu-elukan dalam ajang penghargaan aktor terbaik.

Malam ini Kyuhyun ada dalam klub yang di-booking khusus untuk acara pelepasan masa lajang manajernya, Park Jung Soo alias Leeteuk. Pria yang sudah menua itu akhirnya akan menikah, memulai rumah tangga bahagia dengan wanita pilihannya.

Seorang wanita muncul dari belakang Kyuhyun dan menepuk pundaknya. "Tidak turun?" tanyanya sambil mencium bibir Kyuhyun cepat. Kyuhyun hanya menaikkan bahunya sambil mengangkat gelas jusnya. "Jus jeruk, Noona?"

Wanita itu tertawa sambil duduk disamping Kyuhyun. "Tidak sekalian kau tawari aku teh pahit sekarang?"

"Aku masih terlalu dibawah umur untuk alkohol." Laki-laki itu menyeringai bercanda. "Maniak wine sepertimu tidak pantas bicara begitu. Hei, bagaimana dengan konser di Jepang kemarin? Kudengar kau duet dengan Yesung. Berjalan baik?"

Kyuhyun mengangguk singkat sesaat sebelum dirinya melambaikan tangannya kearah kanan. Leeteuk menghampirinya.

"Bersama wanita lagi, Cho Kyuhyun? Aku tidak tanggung kalau media mengambil gambarmu dan mereka membuat skandal baru. Kau tahu 'kan aku mengambil cuti sampai seminggu kedepan."

Kyuhyun tertawa, ibu jarinya menunjuk wanita disampingnya. "Tenang saja, Noona yang satu ini sudah bersuami. Anaknya juga sudah sekolah." Wanita yang ditunjuk itu hanya bisa meninju pelan bahu Kyuhyun. "Anak apanya? Tapi, aku memang tidak akan mengganggu yang masih lajang." Dengan begitu wanita itu menghilang.

"Gugup karena ingin menikah, Hyung?" Kyuhyun meminum jus ditangannya. Leeteuk mengalihkan pandangannya pada kerumunan manusia yang sedang menggoyangkan tubuhnya sesuai irama musik.

"Tentu saja. Rasa gugup yang menyenangkan. Kapan kau akan menyusulku?" Artis yang ditanyai itu hanya diam, tidak tertarik menjawabnya sama sekali. "Kurasa kau benar-benar harus berhenti menunggu yang tidak pasti, Kyu. Sungmin mungkin sudah membangun keluarga bahagianya di Amerika. Kau harus mulai hubungan serius dengan salah satu yang sering digosipkan denganmu."

Gerakan Kyuhyun di gelas jusnya berhenti saat nama Sungmin disebut, tak lama ia tertawa lagi. "Aku masih terlalu muda untuk pernikahan. Masih banyak yang ingin aku kejar."

Leeteuk membuang napasnya berat. "Menerbitkan album, digilai banyak orang, MC terkenal, tawaran pekerjaan dimana-mana, pemeran utama di banyak drama musikal, duet dengan penyanyi terkenal, artis dengan gelar sarjana, konser tunggal di negara orang, penghargaan di berbagai bidang, artis dengan pendapatan 10 besar di Korea Selatan. Ada pencapaian yang belum kusebut selama 7 tahun kau masuk dunia hiburan?"

Kyuhyun berdiri dari tempatnya sambil menyeringai, "Masih banyak yang belum kau sebut, Hyung. Aku belum bertemu dengan pembuat Starcraft, aku belum disebut dewa game, aku belum memulai debutku sebagai aktor, aku belum pernah rekaman di luar negeri, membuat MV di negara barat sana, konser tunggalku juga baru dalam lingkupan Asia. Aku masih belum puas, Hyung." Kyuhyun menjawab dengan panjang sambil menunjukkan 6 jari tangannya, indikasi dari hal-hal yang ia sebut tadi.

"Kalau kau masih bisa bertahan sebagi manajerku, aku mungkin bisa mewujudkannya." Tepukan di bahu Leeteuk. "Nah, sekarang aku lelah. Sampai besok, Hyungnim~"

Leeteuk mengalihkan pandangannya dari punggung Kyuhyun yang hilang dibalik pintu keluar. Kyuhyun jadi sangat ambisius akhir-akhir ini. Berubah? Tidak, Cho Kyuhyun tidak berubah sama sekali. Ia tetap Kyuhyun yang suka menjahili orang dan sedikit bodoh karena pemikirannya yang tidak berjalan maju ke arah masa depan. Kenangannya dengan Sungmin mengurungnya dalam beberapa keadaan.

"Selalu Sungmin yang membuat raut wajahnya melemas." Leeteuk menengadahkan kepalanya ke atas. "Apa reaksinya kalau tahu Sungmin akan datang ke pernikahanku besok? Haaah~ Semoga Sungmin tidak membawa keluarga bahagianya besok."

.

.

.

To Be Continued

Udah ga bikin penasaran kan? Hahaha Sebelum ditanya mending saya kasih tau, yang nanya Sungmin kok ga ada di chapter ini, jawabannya Sungmin saya umpetin di kamar saya. Hukuman karena udah bikin Kyukyu ga waras xD

Yang nonton sassy girl chun hyang mungkin udah ada bayangan chapter depan bakal ada apa, jadi kalian pasti udah ga ada yang penasaran ya kan? Jujur ajaaaa

Saya juga ngucapin terima kasih banyak buat temen-temen yang baca dan review JoyDay Fic saya : Nickname. Selalu dan selalu kalian buat saya tercengang dengan respon manis dan ajaib kalian yang bikin saya sadar kalo masih banyak orang yang cinta sama uri Kyumin. Saya terharu :')

Balesan review. Yang login terus belom saya bales-bales, artinya...saya mungkin kelewatan dan...koneksi ga bagus. Mohon maaf sebesar-besarnya. Nanti saya rekap dulu terus saya bales deeeeh haha sok imut -_-

Spesial thanks buat yang terus gentayangin saya tanpa henti : Kak jikah, zahra-eon, Bel sama Lee Sanghyun. Kalian membuat saya serasa dihantui xD

.

-Chapter 1-10-

kyuminId : Lanjutaannyaaa~ Ga lama kan? Hehe *ditimpuk*

Kyumin4efer : Ga bisa bikn yang hot nih. Dibawah umur soalnya (padahal 94line -_-) Ini chapter 12nya. Makasih dukungannya~

-Chapter 11-

kim eul neul : Ini lanjutannya~ Gimana masih kasian sama kyuhyun? hehe

sissy : Enggak lagi-lagi deh nyeseknya :) Hepi kok sabar yaaa

Echa Aegyo : Ini belom end kok, hehe. Aduh jangan nangis *nyodorin tisu* Iya sungmin yang biasa imut jadi kejam begitu gara-gara urusan ga penting *ketok Sungmin*

sary nayolla : Yah, kemaren terpaksa TBCnya disitu takut kepanjangan :D Tuh yang manggil pacar saya :]

Guest : Aku juga seneng kalo bisa tapi sayang sering ga bisanyaaaa :( Yang manggil tuh pacar saya *ditimpuk sampah* eniwei, Fighting! Makasih dukungannya :D

Sparkyu : Bukan ming sayangnya T.T saya juga bertanya-tanya kemanakah pacarnya kyu itu. Semoga ming cepet jujur yaa. Fighting! :)

ririn chubby : Aduh, jangan dibaca malem-malem kalo gitu. Baru hampir kan? Belom bengkak kan? xD Kalo ga ada tulisan bersambungnya yang baca bisa bosen loh :3 Di chapter ini pintunya kyu nyampein pesen sungmin buat ngasih tau kyu loh hehe. Karena kalo sungmin jujur segampang itu...ga seru hahaha. Tenang aja kyuhyun cuma bodoh kalo lagi sama sungmin kok(?) Sungmin belajar kata-kata pedes dari kyu juga padahal -_- Acungi semua jempol buat jalan yang kyu tempuh. Dia ga mundur sedikitpun! *siapin tameng* sayang bukan ming yang manggil T.T Nah, analisis kamu lengkap banget deh :3 jadi masing-masing dari kyu dan min harus tetep dibela deh hehe Masalah marga, no need to sorry dear :) APAH? Isinya penting banget loh! Nah, ini lanjutannya, jangan bosen buat baca ya. See yaa

kyuminsaranghae : 100 buat kamuuuu 3 yang manggil siwon yeay! *tebar bunga* Sungmin ada di kamar saya, nih lagi tidur :p xD

Unknown : sequel? Kalo ini udah tamat kamu pasti ga bakal minta sequel, chingu-ya -_-

Lee Minry : Bahkan sampe akhir gantungan itu ga balik ke dia. Miris T.T Makasih buat dukungannya :*

mariels25 : YOHOO I'm back! :D Siwon oi siwon yang manggil *ga nyantai* Ini lanjutannyaaa. Semoga bisa bersabar dengan saya T.T

lee sunri hyun : Kenapa rumit? Tanyakan kepada bulu kaki kyuhyun yang bergoyang(?) xD Semoga kyumin ga menyedihkan legi kedepannya :)

evil vs bunny : Dan yang manggil adalah *jeng jeng* Choi Siwon! :D

Cul Ah : Eo..eonni? Gamsahamnida reviewnya. Chpater kemaren adalah chapter terpanjang selama TTMP dibuat padahal T.T

I'm minhyun : Makasih banyaaak *bow* Hahaha. kyu disuruh bikin anak tuh *nyenggol kyu* Fighting! Sekali lagi makasih banyak~

Winecouple : Makanya, karena dia tega sama kyu, saya kurung dia dikamar kkk~

ZaAra eviLKyu : He'eh keputusannya sangat-sangat ga tepat karena bikin kyu ga waras T.T

Minoru : Ini lanjutannyaaaa~ Semangat juga buat Mingie!

Nickgyumin : A..ah, nado saranghae :* hehe, harusnya ga ada adegan tragis disini malahan ._. Makasih banyaaaak.

Tika : Min, kalo tega mau diambil tuh kyunya *min peluk Kyu* Yang manggil itu pacar saya :3

Ria : Maaf membuat menunggu D: Pertanyaan kamu cuma bisa dijawab sama yang bersangkutan, say. Saya cuma bertugas menyampaikan(?) Intinya sungmin tuh agak gegabah sama rencananya :x

Park Ha Mi : Yah maaf ya ga bisa kilat :( Iya tuh ming sok banget padahal ga tega juga.

Guest : *ikut lempar kulit pisang* hahaha yang manggil pacarku aka choi siwon, baru jadian kemaren *diceburin*

Fariny : Karena dia kejem makanya saya kurung. Siapa tau bisa tobat xD

Mhinniemin : Itu balesan karena dia duluan yang mulai :'(

ika kyuminssss : Nah, udah ga penasaran kan sama yang manggil? :)

Choleerann : SUNGMIN TAMPAAAN(?)

JustELF : Wah, jangan asal peluk, min udah bakar-bakar rumah noh dibelakang(?) Amiiin

KS : Hadoh kasian banget sungmin. Sekarang digigit coba D: Karena cho kyuhyun dibutakan oleh panah asmaranya sungmin /eaaaaaa/ LANJUTANNYA IS HERE~

FuJoyer97 : Astagfirullah *elus dada* tobat nak bulan ramadhan. Ga baik nyiksa orang lain(?) sambil ketawa setan pula ckckck hahaha ga cocok alim deh saya -_- Endingnya pasti uri kyumin kok :D Dimohon kesabarannya. Fighting! Makasih banyaaak.

: Dia udah terlanjur saya kurung di kamar tapinyaaa D:

Guest : Yah, salah dia juga sih awalnya :(

Adbys : Sabar ya untuk happy!kyu-nya. Belom waktunya mungin kkk~

kyumin pu : Gregetan sama sungmin gara-gara dia imut ya:3 #plak

casanova indah : Glad you enjoy it hehe. Hehehe yang manggil diatas ya. Ini lanjutannya~

QQ KyuminShipper : Ini lanjutannyaaaa. Gomawo juga(?)

Cho Adah Joyer : Kyumin is real! Kyu itu gitu gitu sabar loh.

KyuWie : Ne, gwaenchana :) Rencana siwon? Ga sepenuhnya kok, hehe. Sungmin jadinya ke kamar saya. Malam pertamaan(?) *dimutilasi kyuhyun*

Sung hyesang : hehe, yang sekarang kilat ga? Semoga penasarannya kejawab disini :D

KM137 : tanggung jawab? Saya traktir tissue deh hehe lucu tuh kalo #bestrongepil jadi trending xD

Diamond : Sungmin ke kamar saya xD 15 kalo bisa ga lebih :)

KyuMinalways89 : Semoga ming cepet balik ya *nangis* Pengorbanan yang sungguh sia-sia *geleng-geleng*

Kimteechul : LOL. Saya ketawa sumpah baca reviewnya xD berkah ramadhan? Min cepatlah dapatkan berkah itu, nak. Fighting! Nado saranghaeee :*

Song Ji Ra : I MISS YOU SO MUCH, JIRAAA T^T Saya juga bisa naik turunin yang laen loh *smirk* Yaaah sayang banget yang dibelakang itu siwon jadi ada wonkyu momen deh =_= Sungmin agak susah deh kalo dibilangin anaknya keras kepala dia sebenenrnya, tapi dia juga sebenernya...susah deh nanggepin tindakannya. Ah iya! Padahal itu top 3 bareng 2 lagu yang ditulis diawal chapter 11 loh. Hadooh. Padahal saya dengerin itu pas bikinnya -_- Glad you enjoy this fic til now :) AH MAKASIH BANYAAAAK. KENAPA SIH REVIEWNYA NGANGENIN TERUS :3 Menurut saya yang bagian kyuhyun nyari gantungan paling miris *ga ada yang nanya* Ga akan bosen sumpah^^ Love you too~

Sanyewook : Ada lagi manusia yang belom dapet berah ramadhan -_- hahaha mingie kasian dirimu. Iya dia stress padahal aslinya ga tega juga. Sok tegar dasar.

Dessykyumin : Wah, terima kasih buat kesabarannya *bow* Siwonie oppa yang manggil /hueeek/ sok imut banget saya -_-

Yanti : Ini lanjutannyaaaa

Hehe : Butuh tissue? Soalnya ming butuh waktu buat nerima keadaan :)

.

.

Terima kasih sangat atas partisipasinya di Thanks To My Phone. Saya harap bisa bersabar sedikit lagi dengan saya yang membuat temen-temen muak karena apdet lama xD