Kyuhyun kembali tertawa. Ia tidak peduli pada suaranya yang bergetar dan matanya yang sudah sangat basah. "Akan kulakukan untukmu, Lee Sungmin. Akan kulakukan semua yang kau inginkan... Kau benar, aku masih muda. Artinya aku bebas mengencani perempuan sebanyak yang aku mau. Itu yang kau inginkan, 'kan, kekasihku? Kau ingin orang kau cintai ini hidup sebagai laki-laki normal. Aku benar?"

Pemuda tinggi itu kemudian menuju ke dinding yang membatasi apartemennya dengan bekas apartemen Sungmin, menyandarkan tubuhnya dengan lemas. Berbicara dengan keras seolah ada Sungmin di ruangan yang dibatasi tembok. "Aku menyerah. Tapi, ingat, Lee Sungmin sayang, aku memang tidak akan mengejarmu saat ini. Cho Kyuhyun akan tetap disini. Dia akan meneruskan mimpimu. Dia akan mengejar cita-citamu. Tapi, dia akan tetap mencintaimu."

.

Tidak, Cho Kyuhyun tidak berubah sama sekali. Ia tetap Kyuhyun yang suka menjahili orang dan sedikit bodoh karena pemikirannya yang tidak berjalan maju ke arah masa depan. Kenangannya dengan Sungmin mengurungnya dalam beberapa keadaan.

"Selalu Sungmin yang membuat raut wajahnya melemas." Leeteuk menengadahkan kepalanya ke atas. "Apa reaksinya kalau tahu Sungmin akan datang ke pernikahanku besok? Haaah~ Semoga Sungmin tidak membawa keluarga bahagianya besok."

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 13-

Sungmin menggaruk pahanya yang gatal karena dipenuhi renda-renda yang menghiasi gaun pesta selututnya. Ia agak menyesali pakaian yang ia pakai hari ini. Jelas saja, laki-laki mana yang mau mendatangi pesta pernikahan dengan gaun? Oh, jangan lupakan wig dan heels tujuh sentimeter-nya.

Baiklah, Lee Sungmin memang tidak punya pilihan lain. Disaat ia harus memberi ucapan selamat pada Leeteuk atas pernikahannya, ia juga terpaksa harus menutupi kehadirannya agar tidak bertemu dengan orang yang...tidak seharusnya ia temui.

Laki-laki 28 tahun itu memang sudah memutuskan pergi dengan berpakaian wanita dari awal. Tapi, ia tidak tahu kalau perjalanan jauhnya ke Seoul dengan pakaian super ribetnya akan sangat menyebalkan begini. Pahanya mungkin sudah merah karena ia tidak berhenti menggaruknya daritadi.

"Aish. Panas!" umpatnya sambil melepas wig dikepalanya dan menyingkap gaunnya hingga ke perut. Menyisakan celana pendek putih ketat dibawah sana. Ia menghentakkan kakinya dengan kesal sambil terus mengipasi wajahnya dengan tangan kiri.

"Harusnya aku pakai pakaian biasa dulu, baru kuganti nanti di toilet," sesalnya sambil membelokkan kemudi ke arah kanan, memasuki area parkir dari gedung tempat pernikahan Leeteuk dilangsungkan.

Setelah mobilnya terparkir dengan benar, Sungmin menarik napasnya dan menatap kaca spion dalam mobilnya. Dengan cepat ia memasang wig-nya dan membenarkan gaunnya yang sedikit acak-acakkan. Sungmin mendekatkan wajahnya ke spion dan memerhatikan make-up di wajahnya. 'Sepertinya Luna melakukan pekerjaan make-up-nya dengan benar,' batinnya cukup puas.

"Sentuhan terakhir," katanya sambil memasang kacamata tanpa lensa berwarna cokelat muda yang sejak tadi tergeletak di dashbor mobilnya. Ia tersenyum saat melihat pantulan wajahnya yang sekarang. "Aku tidak tahu kalau aku bisa secantik ini."

"Kurasa harus ke toilet dulu untuk mengecek pakaianku secara utuh." Sungmin kemudian meraih kado yang sudah ia siapkan untuk Leeteuk dan istrinya, serta tas kecil berwarna senada dengan gaunnya.

.

.

Leeteuk terus mengucapkan terima kasih saat satu persatu tamu yang dirinya dan Kang Sora, istrinya, undang datang yang memberikan ucapan selamat pada mereka. Sejujurnya, daritadi Leeteuk tidak bisa berhenti memecah konsentrasinya pada Kyuhyun yang sedang berada di sebelah kanan—berbicara dengan rekan sesama artisnya, dan pintu masuk di kirinya—satu-satunya akses keluar masuk untuk tamu-tamunya.

Ia khawatir kalau Sungmin akan masuk melalui pintu itu, lalu datang memberinya kado dan ucapan selamat sambil menggandeng tangan seorang perempuan. Katakan ia terlalu paranoid, tapi Leeteuk ingat perkataan Sungmin yang mengikrarkan dirinya untuk menikah sebelum usia 30 tahun. Menurut perhitungannya, Sungmin sekarang berusia 28 tahun dan artinya...dia mungkin sudah menikah. Oh, baiklah mungkin juga baru berkencan.

Laki-laki itu akan sangat senang kalau Sungmin menghubunginya lebih dulu dan mengatakan 'Hyung, aku akan tiba lima menit lagi' atau semacamnya, agar ia bisa mengalihkan perhatian Kyuhyun sehingga Kyuhyun dan Sungmin tidak perlu bertemu. Ia sadar kalau pertemuan kedua pemuda itu akan membangkitkan memori lama yang mungkin tidak akan kembali lagi.

Mempelai laki-laki itu juga tadinya berharap Kyuhyun mau pulang setelah memberinya kado pernikahan dan makan sebentar. Tapi, nyatanya? Artisnya itu malah betah berlama-lama disini.

Leeteuk menahan napasnya saat melihat Kyuhyun bergerak ke arah pintu masuk. Dengan langkah cepat ia berlari kearah Kyuhyun.

"Kau mau kemana?" tanyanya tanpa basa basi. Yang ditanya hanya menaikkan alisnya bingung karena bahunya dicengkram dengan keras oleh Leeteuk. "Orangtuaku sudah sampai. Aku mau menjemput mereka di tempat parkir."

"Kau kenapa, Hyung?" Kyuhyun terkekeh karena melihat Leeteuk yang berkeringat, sepertinya sangat cemas. Apa ada hal yang harus dicemaskan oleh pengantin bahagia didepannya?

"Tidak bisakah orangtuamu kesini sendiri? Bukan maksuku tidak sopan. Tapi, siapapun dari tempat parkir pasti bisa langsung melihat pintu masuknya dan mereka tidak akan tersasar."

Laki-laki yang mengenakan jas kasual berwarna biru tua itu hanya menggelengkan kepalanya tidak mengerti. Kyuhyun tidak melihat ada kesalahan kalau ia menjemput orangtuanya di tempat parkir. Dengan perlahan ia menyingkirkan tangan Leeteuk yang masih berada di bahunya dan berjalan menuju pintu masuk—keluar.

.

.

Sungmin menutupi wajah yang masih merahnya dengan tangan setelah keluar dari toilet wanita yang berada di sekitar tempat parkir. Sebelumnya pemuda itu sudah memasuki toilet laki-laki, tapi semua manusia disana justru memandangnya horror. Sungmin baru sadar kalau dirinya adalah perempuan sekarang. Demi Tuhan, ia bingung dengan gendernya hari ini! Sungguh tadi ia merasa sangat lancang karena memasuki daerah khusus wanita, tapi apa daya, ia tetap harus mengecek penampilannya secara keseluruhan.

Agar tidak seorangpun mengenenalinya sebagai Lee Sungmin.

"Hampir saja aku mimisan saat ada gadis yang meminta tolong membenarkan kaitan branya. Yang benar saja. Itu kaitan bra," kata Sungmin pelan. Ia menunduk, masih dengan bayang-bayang punggung mulus wanita tadi di pikirannya. Laki-laki mana yang tidak akan menyukai pemandangan seperti itu?

Sungmin menarik napasnya dalam-dalam saat melihat pintu masuk didepannya. "Hanya perlu meletakkan kadoku di tempat yang tersedia, lalu pergi. Benar, tidak mungkin ada hal buruk yang bisa terjadi dalam waktu sesingkat itu." Laki-laki yang sudah bertransformasi menjadi perempuan cantik itu meyakinkan dirinya sendiri. Dengan langkah mantap ia bergerak ke arah pintu kaca itu.

"Astaga! Mati aku," kata Sungmin panik saat dirinya memasuki ruangan itu dan matanya langsung menangkap kehadiran orangtua Kyuhyun dihadapan pasangan suami-istri baru itu. Jangan tanyakan kenapa dia bisa mengenali orangtua Kyuhyun, karena Sungmin memang tidak pernah melupakan apapun yang berhubungan dengan Kyuhyun. Buru-buru ia mencari tiang besar terdekat yang bisa menutupi keberadaannya.

Sungmin memegang dada kirinya. Ia bisa merasakan jantungnya mulai berdetak dengan sangat cepat. Kenyataan bahwa orangtua Kyuhyun ada disini menguatkan kemungkinan kalau Kyuhyun juga ada disini. Kemungkinan besar Kyuhyun memang ada disini.

Kyuhyun...ada disini. Disekitarnya.

Sungmin menahan napasnya. Seluruh tubuhnya bisa merasakan hawa panas mulai menjalari seluruh tubuhnya. Apa dia akan bertemu dengan Kyuhyun sekarang? Apa Kyuhyun akan menatapnya dengan tidak percaya saat melihatnya? Apa Kyuhyun akan memeluknya? Apa laki-laki yang lebih muda darinya itu akan tetap memandangnya dengan tatapan cinta yang sama padanya?

Dia menggelengkan kepalanya keras dan membuang napasnya pelan-pelan. Berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak pantas muncul di pikirannya. Kyuhyun tidak akan mengenalinya. Kyuhyun pasti sudah melupakannya. Kyuhyun pasti sudah memiliki gadisnya sendiri.

Sungmin meremas tas kecil ditangannya. Sekarang ia merasa sedikit gugup. Ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. Semua rencananya rasanya jadi kacau begitu saja hanya karena Kyuhyun yang tiba-tiba menyusup ke kepalanya.

Tangannya beralih menepuk dahi, gestur yang menunjukkan kalau ia ingat tujuannya. Ia hanya perlu mencari tempat untuk meletakkan kado-kado pernikahan Leeteuk. Kalau ada kesempatan, Sungmin mungkin bisa melihat Leeteuk dari dekat. Menyalaminya? Jangan bercanda. Dari awalpun tidak ada niat dalam dirinya untuk muncul dihadapan mantan managernya secara langsung.

'Berjalan dengan santai kesana, letakkan kadonya dengan perlahan, lalu pergi dengan anggun seperti wanita,' ulang Sungmin saat ia menemukan meja panjang yang ia cari sedari tadi, terletak beberapa meter dari sisi kanannya. Berada cukup jauh dari pandangan Leeteuk dan orangtua Kyuhyun.

Kaki dengan heels berwarna krem itu mulai melangkah perlahan dengan tatapan hati-hati—mengawasi semua mata yang mulai mengarahkan pandangannya pada dirinya. Mungkin sosoknya terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja.

.

.

"Ah, Eommonim, Abonim, senang rasanya kalian datang ke pernikahanku. Terima kasih banyak." Leeteuk membungkuk hormat pada orangtua Kyuhyun. Kedua orang tua didepannya hanya bisa tersenyum melihat Leeteuk dan istrinya yang cantik menyambut kedatangan mereka dengan sangat hangat.

"Dimana Kyuhyun? Kukira dia bilang mau menjemput kalian. Apa tidak bertemu di tempat parkir, Eomonim?"

Kim Hanna mengatakan kalau anaknya tiba-tiba dapat telepon dan sepertinya harus segera pergi. Wanita itu menyampaikan permintaan maaf yang Kyuhyun titipkan padanya karena harus buru-buru pulang dan meninggalkan pesta pernikahan managernya tersayang.

Leeteuk tertawa keras. Ia tidak bisa menutupi kelegaan yang mengalir ke tubuhnya. Akhirnya satu beban pikirannya lepas. Dengan begini ia bisa fokus menunggu kehadiran Sungmin tanpa khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

.

.

Dengan gaun yang bergoyang-goyang karena dia berjalan dengan cepat, Sungmin terus melangkah menuju pintu keluar setelah menunaikan tugas utamanya—mengantar kado. Ia yakin semuanya berjalan sesuai rencanya sampai tanpa ia sadari, sepasang mata memandangnya dengan sangat tajam sejak tadi.

Sekarang Sungmin menyadari tatapan itu. Ia tidak berani menolehkan kepalanya ke belakang walau hanya untuk sekadar pura-pura melihat jam besar yang menghiasi dinding ruangan itu dan menangkap sosok yang memandanginya sejak tadi. Ia tidak tahu apa pemilik mata itu mengikutinya keluar atau tidak karena sekarang Sungmin benar-benar tidak punya keberanian untuk menghadapi siapapun yang mengenalnya delapan tahun yang lalu.

'Siapa? Apa itu Cho Kyuhyun?' batinnya tidak tenang. Langkahnya makin cepat dan berubah menjadi gerakan lari saat dia sudah berada di luar gedung.

'Mobilku dimana!' batinnnya panik. Jangan katakan sekarang dia lupa dimana dia memarkirkan mobilnya!

'Ayolah, dia masih menatapku. Dia mengikutiku. Apa dia mengenaliku? Siapa?' Sambil terus berpikir, Sungmin kembali berlari, kali ini ia mengambil arah kiri sesuai instingnya. Perasaan tidak tenang yang menggelayuti dirinya memaksa kakinya untuk segera berlari dan menemukan mobilnya.

.

.

"Ini aku sudah mau pulang...Sekarang sedang di tempat parkir." Kyuhyun menjawab panggilan dari seorang teman wanitanya. Kakinya melangkah keluar dari toilet dan bersiap menuju tempat janjiannya dengan seorang, well, katakanlah perempuan yang menaruh hati padanya.

Lelaki itu hanya bergumam sebagai respon 'aku mengerti' saat lawan bicaranya di telepon terus mengulang tempat janjian mereka yang sudah sangat ia hapal sebenarnya. Bagaimana tidak hapal, semua makhluk bergender wanita yang mengajaknya kencan atau minum kopi, pasti ia arahkan ke tempat yang sama agar tidak merepotkan.

Kyuhyun mengangguk bosan sambil menekan pelipisnya pusing. Perempuan yang akan ia hadapi sekarang sedikit cerewet. Sebenarnya wajar saja perempuan yang meneleponnya daritadi sedikit cerewet karena Kyuhyun sudah terlambat nyaris dua jam dari perjanjian awal mereka.

Tangan Kyuhyun sudah beralih untuk membuka pintu mobil sambil terus merespon ucapan perempuan di seberang.

"Aku tahu...Aku akan sampai beberapa men—"

BRUK

Kyuhyun sedikit kaget saat ada sosok yang berlari menubruknya dari samping dan mengganggu keseimbangannya. Pembicaraannya harus terputus paksa karena ponselnya ternyata terbanting ke lantai aspal dibawahnya. Belum sempat ia berdiri dengan tegak, telinganya sudah mendengar bunyi 'KRAK' yang entah kenapa sangat menyakiti telinganya dan membuatnya langsung menatap seram pada ponselnya yang tergeletak dengan naas—layarnya retak.

Laki-laki tampan itu menatap tidak percaya dan membuka mulutnya dengan sangat lebar kala ia melihat heels tujuh sentimeter berwarna krem menginjak ponselnya. Kyuhyun merasa semua hal disekitarnya menjadi slow motion saat kaki yang barusan menginjak ponselnya menyingkir dengan sangat perlahan.

Dengan ekspresi yang sangat jelek—mulut dan mata terbuka lebar—Kyuhyun mencoba meraih ponselnya sambil menunduk.

"Omona! Aku menginjak ponsel sampai layarnya retak."

DEG

Kyuhyun tersentak. Gerakannya terhenti begitu saja. Bahkan ia merasa napasnya tercekat saat itu juga.

DEJAVU!

Jantungnya pemuda itu berdetak tiga kali lipat lebih cepat saat mendengar suara itu. Ia ingat keadaan ini. Ia ingat posisi ini. Ia ingat perkataan itu! Ia ingat siapa yang menginjak ponselnya!

Dengan cepat Kyuhyun menegakkan tubuhnya untuk melihat sosok yang sangat melekat di ingatannya itu. Ia merasa gugup saat ada perasaan ajaib yang tiba-tiba berada disekitarnya. Tepat setelah bangun, ia melihat seorang perempuan sedang menunduk dan meraih ponsel berlayar retak dibawahnya.

Kyuhyun tidak tahan lagi. Tangannya langsung meraih tangan orang yang sedang memegang ponselnya.

Dia...

Dia...

.

.

Sungmin merasakan ada tangan dingin yang melingkari pergelangan tangannya saat dia menunduk dan mencoba meraih ponsel hitam yang ia injak barusan.

Dalam hati, ia merasakan ada getaran aneh yang disalurkan oleh tangan itu pada aliran darahnya yang membuatnya merinding.

Dengan cepat, ingatan Sungmin akan pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun terputar begitu saja karena kejadiaan yang ia alami sekarang sangat persis dengan kejadian di kereta delapan tahun lalu.

Mungkinkah orang yang ia temui kali ini sama dengan yang ia temui delapan tahun yang lalu? Mungkinkah itu...

"Tolong, tunggu sebentar...Nona."

Sungmin langsung mengangat wajahnya dan berpaling kearah belakang—Ke sumber suara. Ia melihat seorang laki-laki tinggi berhenti setelah berlari. Terlihat sedikit kepayahan.

'Choi Siwon!' teriaknya dalam hati. Kalau saja ia tahu yang mengejarnya barusan adalah Siwon, Sungmin tidak akan sampai susah payah berlari dan bertabrakan dengan—

Sebuah tangan merangkul pundaknya dan memaksanya segera berdiri bersama orang yang merangkulnya.

"Nona ini bersamaku, Choi Siwon." Walaupun tidak melihatnya, Sungmin bisa merasakan orang yang merangkulnya sedang tersenyum penuh kemenangan.

Sungmin langsung mendongakkan kepalanya untuk menangkap sosok yang barusan bicara. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya karena mulutnya terbuka dengan sangat lebar dan kakinya mendadak lemas adalah wujud dari semua perasaan kagetnya.

Itu Cho Kyuhyun!

Cho Kyuhyun merangkulnya!

"Mobilku sebelah sini, Nona manis," kata Kyuhyun sambil menuntun Sungmin yang masih mendongakkan kepalanya demi melihat wajah tampanya—menurut Kyuhyun.

Laki-laki itu berhenti sebentar, ia menengok ke arah Choi Siwon, "Kami permisi dulu, Siwon-sshi. Aku ada janji kencan dengan nona ini." Dengan itu Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan membiarkan Sungmin masuk terlebih dulu.

Kyuhyun melihat Siwon sekali lagi dan menggerakkan tangannya ke dahi, membuat pose hormat untuknya. Ia juga tidak melupakan seringai andalannya. Terlihat mengejek dan bersahabat disaat sama.

Suara mobil Kyuhyun mulai tidak terdengar saat Siwon kembali ke alam sadarnya. "Perempuan tadi...Lee Sungmin, kan? Dia...ganti kelamin?"

.

.

Kyuhyun terlihat serius memandang jalanan di depannya tanpa berbicara sedikitpun pada sosok cantik yang terlihat kaku di sampingnya. Aslinya, Kyuhyun bahkan tidak bisa menahan dirinya untuk menatap Sungmin yang sekarang ada disampingnya, kemudian memeluknya dengan erat.

Ini bukan mimpi. Sungminnya benar-benar kembali padanya. Duduk didalam mobilnya.

Astaga! Kyuhyun khawatir detak jantung bisa didengar oleh Sungmin yang ada disampingnya.

Sekarang pemuda itu sedang memikirkan beberapa cara yang harus ia lakukan saat ini juga. Menciumnya? Memeluknya? Pura-pura tidak mengenalnya?

"Ah...Maaf."

Suara Sungmin menghentikan otaknya bekerja. Sungmin bicara padanya!

Baiklah, ini saatnya Cho Kyuhyun. Lakukan tugasmu.

.

"Aku—"

"Kau harus berterima kasih padaku, Nona."

Sungmin menaikkan alisnya heran. Kenapa Kyuhyun masih memanggilnya nona saat mereka hanya berdua? Dia bisa mengerti saat di tempat parkir tadi Kyuhyun memanggilnya nona mungkin karena ia tidak ingin Siwon mengenalinya. Tapi, sekarang?

"Karena aku sudah menyelamatanmu dari makhluk playboy tadi," ucapa Kyuhyun yang sepertinya mengerti dengan wajah penuh tanda tanya Sungmin.

Kyuhyun menatap Sungmin. Ia menangkap Sungmin yang tidak berkedip disampingnya.

"Kau...memanggilku nona?"

"Tentu saja, kau mau kupanggil apa? Nyonya? Ah, benar juga, Choi Siwon 'kan selalu mengganggu rumah tangga orang lain. Kau juga pasti salah satu incaran Siwon. Dan kemungkinan sudah bersuami. Jelas saja, kau sangat cantik."

Sungmin menyuarakan 'Hah' dengan sangat keras mendengar ucapan Kyuhyun. Ia bingung dengan omongan Kyuhyun.

Menghidupkan music player di mobilnya, Kyuhyun menjawab keterkejutan Sungmin. Ia kemudian tertawa. "Pasti kau tidak menyangka sedang dipermainkan oleh Siwon itu ya? Kuberi tahu nona, dia memang seperti itu. Jangan mau kena rayua—"

"Kau tidak...mengenalku?" Perasaan sedih itu merambat sampai ke hati Sungmin saat dia menanyakan pertanyaan itu pada pemuda yang sangat spesial untuknya. Ia mengharapkan Kyuhyun tersenyum padanya dan mengatakan 'Sungmin-hyung, kau bercanda? Tentu saja aku mengenalmu.'

Cara mereka bertemu sangat sama persis dengan pertemuan pertama mereka. Apa Kyuhyun tidak ingat apa-apa tentang itu? Apa Kyuhyun tidak mengingat dirinya? Bukankah Kyuhyun mencintainya? Atau mungkin...pernah.

"Hm? Nuguya? Ah...ngomong-ngomong. Cho Kyuhyun, imnida." Kyuhyun menatap Sungmin sambil tersenyum. Ia menunjukkan senyum terbaiknya pada makhluk cantik yang masih memasang wajah terkejut.

Sungmin terlihat menunduk saat Kyuhyun mengenalkan dirinya. Membuyarkan kemungkinan kalau laki-laki disampingnya bukan Kyuhyun yang ia kenal. Oh, ayolah Lee Sungmin, kau yang memulai semua ini. Baru merasakan sakitnya sekarang?

Awalnya Sungmin sudah memikirkan kemungkinan kalau Kyuhyun mungkin melupakannya. Tapi, mengetahui Kyuhyun benar-benar tidak mengenalinya, rasanya amat sangat menyedihkan.

"Lee...Min...Sung imnida." Jawaban patah-patah Sungmin membuat Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Sepertinya kalau Sungmin mengaku sebagai Lee Sungmin pun, tidak akan ada gunanya.

"Jadi, Minsung-sshi, kurasa saatnya kita menyelesaikan urusan kita."

"Ah?"

"Ponselku itu hadiah dari temanku saat dia berlibur di Eropa. Kurasa harganya sekitar satu juta won" katanya sambil menunjuk ponsel di genggaman Sungmin.

Sungmin mengangkat ponsel di tangannya dan menatapnya lama. Ia tidak percaya ada ponsel seharga itu. Model ponsel ditangannya tidak terlihat semewah satu juta won. Tidak dilapis emas atau berlian. Ia membelalakkan matanya saat melihat logo ponselnya. "Ini ponsel korea! Jangan menipuku!"

"Memang siapa yang mengatakan itu bukan ponsel korea? Itu memang ponsel korea, tapi temanku membelinya di Eropa, jadi harganya lebih mahal."

Sungmin tertawa meremehkan saat memandang wajah Kyuhyun yang menjelaskan jawaban konyolnya. "Yang benar saja. Satu juta won? Lalu kau memintaku menggantinya sekarang? Kau mau memerasku!"

"Berani merusak, berani mengganti. Kau tidak mau menggantinya?" Tanpa melihat ke Sungmin, Kyuhyun menjawab pertanyaannya dengan enteng.

"Kalau diperbaiki tidak akan semahal itu. Lagipula hanya layar retak. Kau 'kan kaya, beli saja yang baru." Emosi Sungmin mau tidak mau tersulut karena Kyuhyun terdengar merendahkannya.

"Kalau temanku tahu aku mengganti ponsel yang dia beli jauh-jauh di Eropa dengan ponsel yang kubeli di Korea, dia pasti akan sedih."

"Ap—Yang benar saja! Ini ponsel Korea. Tidak akan ada bedanya sekalipun dibeli di Eropa atau Korea. Ya! Cho Kyuhyun!" Sungmin menarik tangan Kyuhyun yang sedang mengemudi dan berusaha mendapat perhatian Kyuhyun.

"Kalau begitu kau yang bayar biaya perbaikannya."

"Baik." Sungmin meraih tas kecilnya dan membukanya dengan tidak sabar. Daripada membuang satu juta won, lebih baik ia membayar biaya perbaikan yang tidak seberapa. Biarpun ia punya satu juta won, akan sangat bodoh kalau ia habisakan untuk membayar ponsel yang ia injak barusan.

Setelah membuka tasnya, Sungmin baru sadar kalau ia meninggalkan dompetnya di mobil.

"Dompetku di mobil."

Kyuhyun memutar bola matanya jengah. "Kalau begitu kita ke kantor polisi sekarang."

"HAH?!"

"Kau menolak mengganti rugi."

"Atau mungkin kita harus ke gereja," lanjut Kyuhyun dengan nada seserius mungkin.

"Gereja?!"

"Kau harus minta maaf pada Tuhan karena menindas makhluk tampan yang satu ini, Minsung-sshi."

'Atau menikah denganku,' lanjut Kyuhyun dalam hati sambil tersenyum.

Sungmin tersentak saat Kyuhyun memanggilnya dengan nama asing itu. Ish, itu tidak penting. Kyuhyun mencoba memerasnya.

"Aku hanya bilang dompetku tertinggal. Kita mungkin bisa kembali ke tempat parkir dan mengambil dompetku agar—"

"Bohong. Apa isi tas kecil imut di tanganmu? Mana ada perempuan yang tidak membawa dompet di tasnya."

Sungmin melihat isi tasnya lagi. "Hanya ponsel," jawabnya lemas.

Kyuhyun menyeringai. "Kalau begitu, kita jual ponselmu untuk biaya perbaikan ponselku." Ia kemudian tertawa puas. Menyisakan Sungmin yang menahan amarahnya yang sudah di ubun-ubun.

"YA! CHO KYUHYUN!"

.

.

Sungmin bergumam dengan kesal saat mereka memasuki tempat perbaikan ponsel. Ia tidak rela menjual ponselnya hanya untuk biaya perbaikan ponsel Kyuhyun. Cih, jangan gila!

Penjaga toko hanya memandang Kyuhyun dan Sungmin yang memasuki tokonya dengan aura menyeramkan. Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin erat dengan alasan takut Sungmin kabur dan tidak mau ganti rugi.

"Perbaiki. Sekarang." Sungmin berujar dingin pada petugas didepannya. Caranya bicara barusan mengingatkan Kyuhyun akan dirinya yang berada di Airport saat mengejar Sungmin dulu.

Kyuhyun tertawa dalam hati melihat tingkah Sungmin. Benar-benar sangat lucu dan manis saat sedang marah. Persis Lee Sungminnya yang dulu. Pemuda itu tidak berubah sedikitpun.

Kyuhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan dengan tiba-tiba orang itu meminta sebuah pulpen saat penjaga toko di hadapannya menatap bingung pada dua manusia didepannya.

Kyuhyun mengeluarkan kartu nama dari dompetnya dan menuliskan sesuatu dibelakangnya.

"Ini kartu namaku."

Ia menyerahkan pada penjaga tersebut dan mengatakan lewat tatapan matanya agar penjaga itu membaca apa yang ia tulis dibelakangnya.

"Layarnya retak. Tidak sengaja kuinjak. Kira-kira berapa lama bisa selesai diperbaiki dan berapa biayanya?"

Penjaga toko itu menatap Sungmin setelah memabaca kartu nama yang Kyuhyun berikan padanya. Kenapa Sungmin tidak curiga ada yang aneh dengan kartu nama yang Kyuhyun berikan? Karena ia pikir itu kartu nama biasa. Dan...siapa yang akan peduli pada apa yang Kyuhyun tulis barusan? Tidak akan ada.

"Karena ini ponsel keluaran baru dan...kami belum pernah menangani yang seperti ini, ponsel ini baru bisa kembali digunakan paling cepat satu minggu lagi."

"MWO? Satu minggu?"

Sungmin meraih ponsel di etalase toko tempat ia meletakkan ponsel rusak Kyuhyun tadi. Ia menarik tangan Kyuhyun dan membawanya keluar toko.

"Kenapa? Kau mau kabur?" Kyuhyun menghentikan Sungmin beberapa langah sebelum mereka melalui pintu keluar.

"Satu minggu itu terlalu lama. Aku tidak mau punya tanggungan selama itu. Aku tahu tempat yang bisa memperbaiki layar retak hanya dalam waktu dua hari."

Kyuhyun menepis tarikan Sungmin pada tangannya. "Kita sudah terlanjur disini. Aku juga sudah terlanjur memberikan kartu namaku padanya."

'LALU KENAPA?! APA HUBUNGANNYA KARTU NAMA DENGAN SEMUA INI!' teriak Sungmin dalam hati. Ia menjilat bibir bawahnya yang agak kering. Kyuhyun membuatnya stress. Rasanya ia ingin menjambak orang sekarang.

"Ayo masuk lagi," ajak Kyuhyun pada Sungmin yang mengikutinya dengan lemas. Ia tidak punya pilihan sepertinya.

Kyuhyun meminta Sungmin mengeluarkan ponsel miliknya.

"Tidak akan kujual. Enak saja!" Jelas saja Sungmin menolak. Ia bisa membayar biaya perbaikan tanpa perlu menjual ponselnya kalau saja Kyuhyun membiarkan dirinya mengambil dompetnya di mobil.

Laki-laki 25 tahun didepannya hanya bisa menghela napas pasrah. Orang didepannya tidak mau mengganti rugi sepertinya.

"Baiklah. Tulis namamu disini dan tulis nama suamimu." Selembar kertas dan pulpen disodorkan pada Sungmin.

"Tidak punya suami."

Kyuhyun menyembunyikan senyum bahagianya.

"Anakmu kalau begitu."

"YA! Apa aku kelihatan sudah punya anak?"

"Oh, memang belum?"

"Aish!" Sungmin merebut kasar kertas yang diberikan Kyuhyun. "Aku isi nomor telepon orang—"

Omongan Sungmin terputus saat sadar apa yang akan ia katakan. Kyuhyun akan tahu dia adalah Sungmin kalau menuliskan nomor telepon orangtuanya.

Ah, ada seseorang yang bisa membantunya.

"Ini nomor telepon saudara perempuanku."

Kyuhyun sedikit kaget. Sungmin tidak punya saudara perempuan 'kan? Atau yang berada dengannya sekarang bukan...Sungminnya?

"Berikan ponselmu padaku."

Sungmin menggeleng.

"Ayolah, sebagai barang jaminan. Kau tidak bertanggung jawab sekali, Lee Minsung-sshi." Kyuhyun menengadahan tangannya. Tidak terima dikatai begitu, Sungmin menyerahkan ponselnya dengan sedikit kasar.

Kyuhyun meraihnya dengan senang hati dan beralih pada penjaga toko yang daritadi memandang mereka dengan tatapan bodoh. "Lee Minsung akan mengambil ponselku satu minggu lagi disini. Kalau dia tidak kesini, telepon saja saudara perempuannya..." Kyuhyun membaca kertas yang barusan diisi Sungmin. "...yang bernama Luna." Kertas itu ia serahkan pada penjaga tersebut.

"Atau kau mention saja twitterku di gaemyu," katanya sekalian promosi.

"Tentu saja. Tunggu...boleh saya minta tanda tangannya?" Penjaga toko itu mengeluarkan sebuah kaos dan meminta Kyuhyun menanda tanganinya.

Setelah Kyuhyun dan Sungmin pergi dari tokonya, penjaga itu memandang dua lembar kertas di etalasenya bergantian. Satu dari Kyuhyun dan satu dari Sungmin. Ia membalik kartu nama yang diberikan Kyuhyun padanya. Membaca tulisan tangan Kyuhyun.

'Tahan ponselku selama mungkin. Satu atau dua minggu tidak masalah. Aku yang akan bayar biayanya besok. Kalau tidak bisa diperbaiki, tolong carikan ponsel yang sama persis.'

.

.

Lee Sungmin harus menahan rasa nyeri dan perih di kakinya karena Kyuhyun terus mengajaknya berputar-putar tanpa arah di salah satu pusat perbelanjaan dengan alasan dia ingin makan siang—sore mungkin lebih tepatnya. Dan kenapa Sungmin mau saja? Itu karena Sungmin tidak punya pilihan. Dompet tidak ada. Ponsel ditahan. Lengkap sudah alasan untuk menemani Kyuhyun kemanapun hari ini.

"Percaya padaku, Cho Kyuhyun-sshi, tidak ada makanan seperti itu disini. Kita sudah berputar ratusan kali."

Kyuhyun berhenti berjalan dan melepas genggaman tangannya pada Sungmin—mereka berpegangan tangan sejak keluar dari toko ponsel.

"Kau lelah?" tanyanya dengan sedikit lembut.

Ini memang hanya akal-akalan saja karena ingin berlama-lama dengan Sungmin. Ia tidak sedang ingin makan pie apel yang daritadi ia cari bersama Sungmin.

Mata Kyuhyun mengarah pada kaki Sungmin. Mana ada laki-laki yang tahan memakai heels berjam-jam? Lee Sungmin benar-benar hebat. Dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memalsukan dirinya didepan Kyuhyun.

"Baiklah, kita makan di—"

"Kyaaaaa, Cho Kyuhyuuuun~"

Sungmin mengarahkan pandangannya pada asal teriakan wanita yang dengan histeris memanggil nama Kyuhyun. Dari lantai dua, satu lantai diatas mereka. Ia melihat Kyuhyun yang menepuk dahinya. Padahal wajah Kyuhyun sudah tertutup dengan masker dan kacamata hitam, tapi tetap saja ada yang mengenali artis terkenal ini.

"Ayo!" Kyuhyun menarik tangan Sungmin.

.

.

Sungmin menghabiskan waktu dua jam lebih dengan bernyanyi bersama Kyuhyun saat mereka ada diruang karaoke itu. Menyembunyikan diri mereka dari kejaran fans Kyuhyun yang terlihat sangat histeris dan menyeramkan. Tadinya mereka hanya ingin sembunyi sebentar, tapi entah apa yang terjadi sampai mereka betah berlama-lama berdua di ruangan itu.

"Akhirnya kau hanya makan mie instan," ejek Sungmin setelah mereka puas bernyanyi dan kelelahan. Mereka sudah menghabiskan beberapa kaleng bir dan makanan ringan untuk menemani mereka bernyanyi sampai rasanya tenggorokan Sungmin gatal dan panas. Pikirannya juga mulai kacau karena sepertinya ia agak mabuk.

Kyuhyun tidak membalas ejekan Sungmin dan memilih untuk makan dengan tenang. Ada baiknya mendiamkan Sungmin agar ia bisa berpikir apa yang akan ia lakukan selanjutnya pada kekasihnya yang ternyata belum memiliki anak itu. Sesuatu yang membuatnya lega karena tahu Sungmin kemungkinan juga belum menikah sampai saat ini.

"Kau mau kupesankan juga?" Sungmin hanya melengos kesal dan menjauhi Kyuhyun, berniat keluar dari ruangan itu dengan langkah yang agak diseret.

"Kau mau kemana?"

"Pulang."

"Katanya dompetmu tertinggal. Tunggu saja disini sebentar dan aku akan mengantarmu mengambil dompet nanti. Oke?"

Sungmin kembali duduk. Benar juga, mau kemana dia sekarang? Alasan yang sama kembali ke otaknya. Dompet tidak ada, ponsel juga ditahan.

"Butuh sesuatu untuk kakimu, Minsung-sshi? Kelihatannya sakit."

Yang dipanggil hanya membalas dengan tatapan tak terdefinisi. Sungmin selalu merasakan ada sesuatu yang pecah dalam dirinya saat Kyuhyun terus memanggilnya Minsung. Apa Kyuhyun benar-benar tidak mengingatnya? Apa perlu dia membuka wig-nya disini dan mengeluarkan sumpalan dadanya sekarang?

"Ada sesuatu di wajahku?"

Sungmin tersenyum.

"Kau mengingatkanku pada seseorang, Kyuhyun-sshi."

Suasana canggung mulai menyelimuti ruang karaoke yang sepi itu. Kyuhyun bisa merasakan ada yang berbeda dari tatapan Sungmin padanya sekarang, sesuatu seperti...rindu dan sedih.

"Kau mirip mantan kekasihku."

Pegangan Kyuhyun pada sumpitnya melemas. Rasanya sangat... Ini artinya Sungmin mengingatnya sampai sekarang 'kan?

"Berarti kau berkencan dengan seseorang yang tampan."

Tawa Sungmin terdengar.

"Dia memang tampan tapi sangat bodoh. Aku harus putus dengannya karena kebodohannya."

"Apa kalau dia tidak bodoh kau tidak akan putus dengannya?"

Sungmin menghela napasnya.

"Kenyataannya bahkan sampai sekarang dia tetap bodoh. Sebelum kami putus, kuminta dia mencari perempuan yang bisa mengurusnya, tapi dia malah jadi playboy yang kerjanya kencan kesana kemari. Kuminta dia kuliah jurusan bisnis, dia malah mengambil musik. Benar-benar bodoh."

Kyuhyun tersentak. Darimana Sungmin bisa mengambil kesimpulan itu? Dia tidak tahu apa yang ada dibalik itu semua kan? Ingin rasanya ia menarik Sungmin dan membawanya ke pelukannya saat ini juga. Membisikkan padanya kalau itu semua tidak seperti yang ia bayangkan.

"Orangtuaku juga tidak setuju dengan hubungaku dan dia. Alasan lain yang membuatku harus putus dengannya."

.

Sungmin mengambil segelas bir yang daritadi tergeletak di meja. Ia meminumnya sampai habis.

"AAAAAAAAAH!" Tiba-tiba Sungmin berteriak dengan sangat keras. Ada sesuatu dalam dirinya yang harus dikeluarkan sekarang juga. Ia merindukan dan membenci keberadaan Kyuhyun didepannya disaat yang sama. Kyuhyun yang sama yang sekarang melupakannya. Ia bahkan tidak bisa melupakan rincian terkecil dari Kyuhyun, tapi, pemuda ini malah...

"Sefrustasi itu karena putus dengannya?" Kyuhyun mendekati Sungmin yang menatap langit-langit ruangan. Duduk tepat disampingnya. Ia melihat Sungmin mengangguk.

"Kau akan kembali padanya kalau ada kesempatan kedua?" Sungmin menggeleng. Membuat Kyuhyun sedikit kesal. Benar-benar keras kepala.

"Aku sudah menjalani hidupku bertahun-tahun tanpa dia. Kurasa hanya perlu melanjutkannya sampai aku mati."

Kata-kata itu mengusik Kyuhyun. Ia jelas tidak suka Sungmin mengatakan kata-kata itu. Apanya yang lanjutkan sampai mati? Apa susahnya kembali padanya sekarang? Pintu hati Kyuhyun tidak pernah tertutup sedikitpun untuk Sungmin. Tidak sama sekali.

.

Tiba-tiba tangan Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun.

"Boleh aku...memelukmu? Kurasa aku sangat merindukan mantan kekasihku. Kau sangat mirip dengannya, aku jadi ingin memelukmu." Sungmin menegakkan tubuhnya dan menatap Kyuhyun. Ia bisa merasakan ada dorongan yang sangat kuat dalam matanya, yang akan mendorong airmatanya keluar begitu saja. Ia butuh pelukan Kyuhyun sekarang.

GREP

Sungmin merasakan tangan Kyuhyun menarik tubuhnya membawanya kedalam pelukannya. Pelukan yang ia idamkan sejak delapan tahun yang lalu. Laki-laki 28 tahun itu langsung membalas pelukan Kyuhyun dan membenamkan wajahnya diantara bahu dan leher Kyuhyun.

"Bahkan...caramu memelukku sama dengan dia, Kyuhyun-sshi." Sungmin berkata dengan suara pelan. Ia bisa merasakan Kyuhyun mengelus punggungnya dengan sangat lembut. Ia kembali merasakan kehangatan yang Kyuhyun berikan padanya dulu.

"Apa kau merasa lebih baik? Apa aku memelukmu dengan benar?"

Sungmin mengangguk. Ia makin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun saat airmatanya mulai mengalir membasahi wajahnya. Perasaan rindu itu sudah tidak bisa ia tahan lagi dan ia bersyukur Kyuhyun ada disini, memeluknya.

"Apa yang akan kau katakan padanya jika kalian dipertemukan kembali?"

"Aku—Jangan lupakan aku. Kumohon...jangan lupakan aku. Aku tidak keberatan kalau kau membenciku. Asal jangan lupakan aku...kumohon, Kyuhyun-ah."

Sungmin merasa dirinya sangat egois saat mengatakan itu. Ia tidak mau Kyuhyun melupakannya padahal ia terus membayangi hidupnya dengan kepergiannya. Ia yang meninggalkan Kyuhyun, tapi ia juga yang meminta orang itu agar tidak melupakannya. Manusia macam apa dia?

Kyuhyun hanya bisa membalas ucapan Sungmin dengan elusan dan tepukan pada punggung Sungmin. Sesekali tangannya juga mengelus rambut Sungmin.

Untuk saat ini, ia hanya ingin membiarkan Sungmin menumpahkan semua perasaan yang selama ini ia pendam. Kalau ia tidak melakukan ini, kejadian yang dulu pasti akan terulang lagi dan ia tidak mau. Ia tidak mau Sungmin mengecap dirinya masih kekanakan. Kalau saja tadi ia tiba-tiba menangkap Sungmin dan berlutut memintanya untuk tidak pergi, ia pasti tidak akan mendapatkan kesempatan seberharga ini.

Delapan tahun berpisah dengan Sungmin mau tidak mau menguji kesabaran dan kesetiaannya. Sungmin harus bersyukur karena Kyuhyun bisa tetap setia dan sabar menunggunya. Walaupun kenyataannya, tanpa disuruh sekalipun, Kyuhyun akan tetap menunggu Sungmin datang ke hidupnya lagi. Ia cinta pertama dan terakhirnya.

Artis itu melepas pelukan Sungmin padanya dengan sedikit kesulitan. Ia menemukan segaris airmata yang tidak pernah ia lihat selama ia mengenal Sungmin. Perlahan ia meraih bahu Sungmin dan mengecup dahinya.

"Kenapa menciumku?! Kau bahkan tidak mengenalku!" Sungmin berdiri di depan Kyuhyun dengan sedikit limbung. Kyuhyun sudah bersiap menangkapnya sebelum Sungmin menonjok pipinya.

"Kenapa kau jadi artis sekarang? Kenapa kau ada disana? Menerbitkan lebih banyak album, konser kesana-kemari. KAU INGIN MEMBUATKU IRI?!"

Satu pukulan lagi di wajah Kyuhyun. Yang dipukul meringis kesakitan karena pukulan Sungmin sama kerasnya dengan pukulan laki-laki. Err...dia memang laki-laki. Ingin rasanya ia membalas pukulan Sungmin, tapi rasanya tidak akan ada gunanya berkelahi dengan orang mabuk.

Kyuhyun tertawa sambil bangkit dari sofa yang ia dan Sungmin duduki, ia baru saja akan mendekat pada Sungmin saat pemuda itu melakukan tindakan di luar imajinasinya.

.

"Y-Ya!...Minsung-sshi ke-kenapa kau mau buka baju...mu?"

Sungmin tersenyum misterius sambil menurunkan gaun bagian bahunya sedikit, mengekspos kulit mulus di bagian itu. Ia berjalan mendekat dengan sedikit limbung. Melepas kacamata cokelat tanpa lensanya dengan gerakan sensual.

"Minsung kau bilang? Kutunjukkan padamu siapa Minsung sebenarnya Kyuhyunie~" Laki-laki mabuk itu kembali tertawa. Ia mendekati Kyuhyun lagi sambil memasukkan tangannya ke dalam bajunya yang terbuka bagian dadanya.

.

.

Kyuhyun menghela napasnya dengan sangat tidak ikhlas ketika melihat Sungmin yang sekarang tidur dipangkuannya. Benar-benar...Sungmin itu orang paling tidak bisa ditebak yang paling ajaib dan menawan yang pernah ia temui di muka bumi ini.

Setelah memukul wajahnya dua kali, Sungmin membuka gaunnya sedikit dan...mengeluarkan sumpalan dadanya. Dan sekarang ia tidur begitu saja menyisakan ekspresi bodoh di wajah tampannya.

Rasanya ia ingin membenturkan kepalanya ke dinding saat tadi ia berpikir Sungmin akan melakukan hal yang tidak-tidak padanya.

"Benar-benar bodoh. Kenapa kau jadi konyol begini, Minimi-hyung? Delapan tahun berpisah denganku apa bisa membuatmu langsung bodoh? Apa kebodohanku menular padamu?" Dengan perlahan tangan Kyuhyun mengelus pipi Sungmin. Ia tidak bisa menahan tawanya, walaupun ia harus sedikit kesulitan karena sepertinya pipinya memar.

"Baru pertama kali aku melihatmu mabuk, menangis dipelukanku, mengeluarkan sumpalan dadamu yang besar itu." Kyuhyun berhenti untuk tertawa.

"Aktingku hebat 'kan, Hyung? Maaf karena melakukan ini semua padamu. Kalau tidak dibeginikan, kau tidak akan pernah jujur padaku. Besok aku berjanji akan kembali menjadi Kyuhyun yang kau kenal."

Kecupan di pipi Sungmin.

"Tanpa kau minta sekalipun, aku tidak pernah melupakan apapun tentang dirimu, Hyung. Tidak satupun."

.

.

.

To Be Continued

Mohon maaf lahir dan batin semuanyaaaa~ Sengaja apdet pas lebaran biar dapet maaf hehe. Chapter ini mengecewakan, saya tahu. Maka itu saya minta maaf lagi :(

Ah, saya ga jamin kalo ff ini selesai di chapter 15. Tolong sabar sebentar lagi yaaa.

Mumpung masih ada tempat buat cuap-cuap, saya mau pesen sedikit buat yang baca ff saya yang kemungkinan kebanyakan atau semuanya KMS. Tolong jangan bikin malu nama KMS dengan posting sesuatu yang bertentangan sama jalan pikiran dan pandangan kita yang sekiranya bisa nyulut emosi pihak yang anti sama kita. Lebih baik budayakan 'keep calm and ship kyumin' kan? Saya emang bukan siapa-siapa, tapi saya panas juga kalo KMS terus dihujat gara-gara ada beberapa KMS yang 'iseng' dan susah jaga mulut :DDD Saya juga masih suka emosian, tapi kita sama-sama belajar yaaa.

.

.

Balesan review~

-Chapter 1-11-

yeminmine : Makasih banyak banget buat review rajinnya. I really love it. Kemaren udah aku kirim buket bunga buat balesannya, udah nyampe? xD Maaf ya bikin bingung di chapter...3 ya kalo ga salah? Typo itu emang susah ilangnya. Semoga bisa ngoreksi lagi di chapter depannya hehe Konfliknya kenapa? Kurang ya? Butuh orang ketiga? xD Sekali lagi makasih banyak udah nyempetin buang-buang waktu buat baca dan review TTMP *bow* jangan kapok yaaaa :)

vey900128 : Eyyy, gapapa kok :D makasih udah nyempetin diri dan tetep setia review :) Udah ga penasaran sama pertemuan kyumin kan? hehe

-Chapter 12-

Lee Minry : Padahal TTMP harusnya ga ada adegan sedih loh. Gara-gara Min nih *cium min* Ah~ makasih buat dukungannya. Sukses juga buat chingu-ya :D

Unknown : Wkwkwk apanya yang nanggung? Min yang 'digantung' kyu pas ss5 BKK? xD

Winecouple : Iya keren kan kyu jadi artis *disogok Kyu* Amiiiiiin

Guest : Okeeeee. Ini lanjutannya :D

kim hyun nie : Tuh, berkeluarga ga dia? *nunjuk atas* Maaf ya apdetnya lamaaaaa banget. Nasibnya Kyu? Ada ditangan Min dan Tuhan xD

Hehe : Kyuminnya di chapter iniiii yeay! Ini lanjutannya yaaaa dan kayaknya Kyu ga ada sakit hatinya sama sekali hahaha

Cho Adah joyer : Ayang ming juga udah harus cepet-cepet balik ke Kyu nih. Saya ga tahan sekep dia terus di kamar saya, pintu kamar saya digerogotin gara-gara ga saya kasih sajen(?)

Evilbunny : Kyaaaaa. Mingie sembunyi di rumah saya xD Dia dateng kooook tapi ga ketemu Teuki tersayang :9

Cutemin : Kyu sedihnya bentar kok. Dia kuat banget anaknya, tahan aer anti karat(?) Ini chapter 13nya. Sesuai bayangannya kah? :D

Minoru : Tau tuh Kyu! Sampe dikatain playboy ama Ming. Tau darimana coba si sungmin? Ra-ha-si-a xD Mingie dataaaaaaaaaang tanpa pasangan, hehe

ZaAra eviLKyu : Hahaha mingie tuh harus bersyukur punya pasangan kaya Kyu. Tapi, sayang dia kurang bersyukur ckckck. Gak kabur kok, udah diiket pake tali cinta xD

Adelia Santi : Masuk kooook, Lia-eon :D makasih banyak ya reviewnya. Adegan Kyu nonjok orang harus dibudidayakan biar dia keliatan cowoknya(?) hahaha Astaga Ming dibanting! -_- *panggil Kyu* Hehehe udah ga ada nyesek nyesekan lagi kok :) Makasih banyak ya Lia-eoooon :D

stevaniCP : Ini cepet kah? hehe mian kalo lama. Udah belomnya silahkan cek jari manis Sungmin yang belom ada cincinnya :D Hahaha, sebentar lagi dua-duanya bahagia kok. Sabar yaaaa

Park Min Gi : Ah? Pa...pantas maksudnya? Lanjutannya semoga ga kelamaan yaaa. Hu'um Kyu jadi playboy, kata sungmin sih xD Ga penasaran kan sekarang?

Tika : Nyahahaha main wanita? LOL Kyu LOL. Emang usaha dia harus diacungi jempol. Di chapter ini mereka udah ketemu kok, tinggal nunggu bersatunya aja ya :)

lee kyumin : A...ah gomawoooo *bow* Makasih banyak buat reviewnya yang juga daebak! Hehe moga ga kapok review ff ini :)

Park Ha Mi : Pertemuan mereka itu...kayak flashback xD cocok kan Kyu jadi artis? Hehe

Saki : Nah, itu dia. Mingie belom nikah xD eeteuk aja yang parno banget haha

FuJoyer97 : Saya juga bingung. Kemaren pas saya belek otaknya Sungmin isinya emang labirin sama tts semua(?) Ini saya munculin :D banyak ruginya nyekep dia di rumah saya hahaha. Iya si abang donghae juga. Sehidup semati dah dia sama kyu lol. Saya inget nih sama penname ini! Yang tukang nyiksa Kyu. LOL. Insaplah di hari yang fitri ini wahai titisan Kyu yang suka bully Kyu(?)

mariels25 : Enaknya bisa lompat di kasur min, beli dimana? *ngiler* hahahaha kenapa? kecewa ya siwon yang manggil? Padahal dia baik loh xD Ketemu doooong hehe. Kasian sama min juga dongs. Nah, ini lanjutannya. Jangan lompat di kasur Min lagi yah hahaha

Jirania : Sa...saya ga ada niat bikin nangis. Kyunya aja yang lebay sampe nangis di chapter kemaren. Tanggung jawab Kyu!

Gyumina : Yang nyium Kyu? Pemeran sampingan yang ga akan muncul dimanapun lagi selain chapter kemaren xD Ini ga nyesek kan? Hahaha nakal tuh dia sampe dipukul Min lagi. Dua kali pula ckckck

I'm minhyun : Wah, kenapa kecewa? Siwon kan baik? :D Ah...maaf kalo feelnya ilang gara-gara Min saya umpetin. Udah balik belom sekarang? *penuh harap* Eh...jangan bilang begitu saya malu / Masalah keluarga? Kita liat di chapter depan yaaaa :D Fighting!

Sissy : Oh! Se-line! Sissy-yaaa :D Kenapa ga ada yang mau liat ming bawa keluarga bahagianya sih? -_- siapa tau keluarganya kelinci(?)

ika kyuminssss : Reaksi Kyu? Liat disiniiiii :D Lanjutannya semoga ga ngecewain yaaaa

GyuMinChild : kkk~ ada yang ga mau tau nih xD Lanjutannya cepet ga? Hehe

Diamond : Penasarannya ilang ga? Hahaha

lee sunri hyun : Ming nikah itu sebenernya cuma pikiran teuki aja kok :D ayo dibaca lanjutannyaaa~

sary nayolla : Kkk~ teuki nih bikin gosip aja. Orang kan jadi mikir Ming udah nikah *pukul teuki pake cinta*

Joy : Makasih jempolnyaaaa xD Hahahaha hepi ending ya? *ngeliat ga ikhlas ke plot final chapter* Fighting! Makasih dukungannya~

casanova indah : Kasian Ming ga keluar di chapter kemeren *peluk Ming* Mau daftar jadi jodohnya donghae kah? Ngantri dulu dibelakang unyuk yang udah nyiapin pager betis xD

ririn chubby : *ngelap iler* itu...panjangnyaaaaa~ Hahaha kenapa sih sama siwon? Dia kan baik. Astaga, muncul satu lagi yang suka Kyu tersiksa kkk~ Aku juga ga tau sih gimana rasanya patah hati soalnya Mingie nerima cintaku sih *ditembak* Ah bener juga. Baru sadar semengenaskan itu chokyu sekarang. Maafkan saya Kyuhyun-sshi karena bukan shipper yang baik hahaha. Betul banget banget Kyu kurang cepet nyadarnya. Coba dia sadarnya cepet, pasti dia ga ditinggal :( He'eh bener, ga nyampe dua bulan Kyu masuk ke idupnya Min, tapi udah berhasil bikin Ming keluar dunia hiburan yang dia suka banget cobaaa. LAH? JADI GUE YANG DITANYA hahahaha tanyakan pada Ming yang seksi nan bohai xD Gara-gara gosip dari teuki nih gue jadi diacungin golok! Hahaha itu gosip kooooooook. Makasih buat kesetiaan dan pengertiannya. I love you~~ Makasih juga buat dukungannya :D

KyuWie : Kata orang butuh waktu satu derik buat jatuh cinta, tapi seumur hidup buat ngelupain /cieeeeee/ Ah iya. Maaf ya bikin bingung gara-gara ga saya tulisin begitu. Makasih banyak koreksinya :D

Guest : Ini lanjutannya. Maaf lamaaaa D:

KM137 : Ini...Teuki nih! Tanggung jawab dong udah bikin gosip. Ya ampun yang guling-guling depan saya ternyata orang? Kirain cacing makanya saya tebar garem hahaha._.v

vey900128 : Hahaha, ga punya kok. Dia kan keluarganya cuma kelinci sama makanan *dikeplak Min*

fariny : Abang aman kok :D Ini lanjutannyaaaa

Fha : Ne :) Makasih udah nyempeting buat baca dan review hehe. Butuh tissue kah? Sejujurnya konfliknya cuma di Ming doang xD

Yeminmine : Ah...plotnya sih hepi ending. Tau deh siapa yang ganti jalan ceritanya jadi kearah sad ending begitu hehe. Ga papa ga nonton aku juga bikinnya ga mirip-mirip amat kok (TERUS KENAPA?) abaikan saya -_-

Ria : Iya kasian ya diaaaa. Nah nah, makasih banyak buat review yang sangat rajin karena ngebahas tiap adegan hehehe *cium* Ketemu kok. Masalah ming nikah, ini...gara-gara gosip nih! Ini lanjutannya makasih banyak sekali lagiii :D

KS : Misterinya sekarang...dimana unyuk? Hahaha Lah? Takut kenapa, chingu-ya? Takut Ming lari ke pelukan saya dan cerita ini berakhir sad ending? xD *digoreng Kyu* Doain Kyu ya supaya hasil tes kejiwaannya normal(?)

Dessykyumin : Satu lagi korban gosip Teuki-hyung! Huhu Teuki niiiiih

Name Adbys : Gapapa kok ga nonton saya bakal bikin se-ga-bikin-penasaran-banget (apasih -_-) MINGIE, KYU MAU DICOLONG! Ati-ati Ming kalo cemburu bahaya xD Aaaaah, sadar aja chapter kemaren aku pendekin hehehe ini aku panjangin kok khusus gara-gara permintaan chingu :9

Kimteechul : Hyaaaaaaaaaaa iya Ming nanti nikah sama akuuu. Nih undangan udah tinggal sebar *dipelotin sampe mati sama Kyu* Hahahaha Nado saranghaeeee *cium* Fighting! Makasih dukungannya~

kyumin pu : Ah, alurnya ketebak deh :O hahahaha ini juga lama ya? Maaf yaaaa *bow*

Guest : Saya juga ngegemesin loh *wink* Welcome di ff pertama saya ini~ Semoga betah hehe

Secretadmire : Jangan bilang begitu ah, idung saya kembang kempis nih 0..0 ini lanjutannyaaaaa :D Makasih banyaaaak.

.

.

Nah, sekian dari saya. Dimohon reviewnya~ Selipin salam tempel juga boleh di reviewnya hahaha