"Apa yang akan kau katakan padanya jika kalian dipertemukan kembali?"

"Aku—Jangan lupakan aku. Kumohon...jangan lupakan aku. Aku tidak keberatan kalau kau membenciku. Asal jangan lupakan aku...kumohon, Kyuhyun-ah."

.

"Baru pertama kali aku melihatmu mabuk, menagis dipelukanku, mengeluarkan sumpalan dadamu yang besar itu." Kyuhyun berhenti untuk tertawa.

"Aktingku hebat 'kan, Hyung? Maaf karena melakukan ini semua padamu. Kalau tidak dibeginikan, kau tidak akan pernah jujur padaku. Besok aku berjanji akan kembali menjadi Kyuhyun yang kau kenal."

Kecupan di pipi Sungmin.

"Tanpa kau minta sekalipun, aku tidak pernah melupakan apapun tentang dirimu, Hyung. Tidak satupun."

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 14-

Dari dulu hingga sekarang, tidur disamping Sungmin bukanlah hal yang mudah untuk seorang Kyuhyun. Terlebih bila Sungmin sedang dalam keadaan nyaris tidak berpakaian. Sebenarnya, Sungmin yang nyaris tidak berpakaian murni ulah Kyuhyun. Dia yang membuka pakaian Sungmin dan hanya menyisakan celana ketatnya.

Jangan berpikiran negatif, Kyuhyun melakukan itu bukan karena ingin melihat Sungmin nyaris polos. Kyuhyun yakin dia tidak semesum itu, oke? Ini semua Kyuhyun lakukan karena dia adalah orang baik yang tidak tega melihat pujaan hatinya tidur dengan tidak nyaman karena bahan dan renda-renda manis yang menghiasi gaunnya. Bukan salahnya yang tidak memakaikan pakaian apapun pada Sungmin karena ia takut pakaian miliknya tidak cocok di kulit Sungmin. Tidak ada alasan yang lebih bodoh, Cho Kyuhyun?

"Aduh, kau bisa membuatku mati muda," katanya pelan saat melihat Sungmin menggerakkan tubuhnya ke kanan, ke arah dirinya. Menghadapkan wajah tanpa celanya pada Kyuhyun. Ingin sekali ia memeluk Sungmin lagi seperti tadi di tempat karaoke, tapi ia takut Sungmin bangun dan menghajarnya lagi. Siapa yang tahu saat Sungmin sadar nanti, Sungmin tidak lagi menjadi Minsung yang mengatakan merindukannya?

Baru saja Kyuhyun bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil air dingin, ponsel putih Sungmin bergetar. Ada panggilan masuk untuknya.

"Yeobosseyo."

"Sajangnim? Sedang dimana? Kenapa belum sampai juga?" Suara wanita menyambut sapaan Kyuhyun. Sajangnim katanya? Dia memanggil Sungmin dengan Sajangnim?

"Ini temannya," balasnya.

"O...oh, maaf."

"Tidak masalah. Ada yang bisa kubantu? Sungmin sedang tidur."

"Itu...Hanya...Sajangnim bilang mau ke Seoul sampai siang. Aku hanya khawatir. Apa Sajangnim baik-baik saja?"

"Ne, Sungmin baik-baik saja. Sedikit mabuk karena habis...pesta."

Kyuhyun bisa mendengar wanita diujung telepon sedang berbicara dengan seseorang. Penasaran dengan nama wanita yang sedang bicara dengannya, Kyuhyun melirik ID Caller-nya.

Luna.

'Saudara perempuan yang Sungmin-hyung bilang?'

"Ah, Luna-sshi," panggilnya.

"Ya? ...Maaf aku sedang bicara dengan seseorang."

"Aku hanya ingin menyampaikan pesan Sungmin-hyung padamu. Sungmin-hyung bilang besok sepertinya tidak bisa pulang dengan mobilnya karena suatu masalah. Dia bilang untuk memintamu mengambilnya di Seoul, tapi menurutku itu agak merepotkan."

Luna diam.

"Jadi, aku berinisiatif untuk meminta temanku mengantar mobilnya besok pagi. Kau keberatan kalau mengatakan alamat tempat tinggal Sungmin-hyung sekarang? Aku ingin menanyakannya langsung, tapi dia tidur. Dia kelihatan sangat kelelahan, aku tidak tega membangunkannya."

"Apa itu benar?"

Kyuhyun mendecih dalam hati. Ternyata Luna orang yang cukup hati-hati. Benar juga, Luna pasti berpikir Kyuhyun sangat mencurigakan. Bisa jadi pencuri, penculik, pembunuh, atau apapun yang lebih buruk dari itu. Apalagi ini berhubungan dengan Sungmin yang dia panggil sajangnim.

"Ah, tentu saja kau tidak bisa percaya begitu saja padaku, ya? Tapi, aku benar-benar serius."

"Maaf aku tidak bisa mengatakan alamat Sajangnim pada sembarang orang. Kalau kau memang serius, aku dan temanku akan menunggu di sekitar Stasiun Singyeongju. Cukup hubungi aku kalau temanmu sudah dekat."

Kyuhyun tersenyum. Terserah, yang penting mobil itu tidak akan menjadi penghalang untuknya dan Sungmin besok.

"Tidak masalah."

.

.

"Keterlaluan. Meneleponku malam-malam hanya untuk datang ke apartemennya. Ini jam dua, dasar orang gila. Untung aku orang baik." Donghae menggerutu didepan pintu apartemen Kyuhyun. Kesal rasanya menjadi sahabat dari orang yang selalu minta bantuanmu disaat kau tidak bisa menolak sama sekali.

"Ah, Hyungnim~" ucap Kyuhyun saat membuka pintu apartemennya.

"Jangan sok manis. Ada apa?" balas Donghae ketus.

Kyuhyun menggoyangkan kunci mobil didepan wajah Donghae.

"Kau memberiku mobil?"

"A~ni~yo~ Ini milik Sungmin-hyung."

"APA?!" Donghae buru-buru meletakkan punggung tangannya di dahi Kyuhyun. "Oh, kau berkeringat! Mungkin demam. Ayo ke kamar. Akan kucari obat untuk temanku yang sangat memprihatinkan ini."

"Jangan berisik. Sungmin sedang tidur di kamarku. Di kasurku."

"Hahahahahaha," tawa Donghae sambil menggelengkan kepalanya dan menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. Kyuhyun mulai lagi dengan imajinasinya tentang Sungmin. Dulu juga pernah begini. Kyuhyun dengan tegas mengatakan kalau Sungmin datang ke konser pertamanya. Tapi, kenyataannya? Nihil. Ia tahu Kyuhyun hanya sedang sangat merindukan pacar pertamanya itu. Yang sekarang juga pasti begitu.

"Hahaha...haha...ha...ha..." Donghae tertawa kaku karena melihat Kyuhyun menatapnya serius. Ini agak berbeda dengan reaksi Kyuhyun dulu. Dulu dia dengan menggebu-gebu mengatakan Sungmin ada di tempat konsernya, tapi sekarang dia kelihatan tenang.

"Mobil Sungmin ada di tempat parkir gedung pernikahan Teuk-hyung kemarin. Ini kunci mobilnya. Ini nomor telepon yang bisa kau hubungi untuk sampai ke Stasiun Singyeongju–Daerah Gyeongju, namanya Luna." Kyuhyun menyerahkan kunci mobil Sungmin dan kertas yang berisi nomor Luna bersamaan.

"Dia bilang akan datang bersama temannya. Kau hanya perlu mengantarnya. Yah mungkin butuh waktu nyaris lima jam. Makanya, aku meminta kau mengantarnya besok pagi saja. Aku pasti akan membalas kebaikanmu dengan berlipat ganda. Nah, selamat bekerja, Donghae-hyung. Fighting! Doaku menyertaimu." Kyuhyun sudah bersiap menutup pintu apartemennya sebelum Donghae manahan pintunya dengan kaki.

"Ini level halusinasi penuh delusi dan imajinasi yang paling tinggi milikmu, Cho Kyuhyun. Berapa gelas alkohol yang kau habiskan sebelum ini?"

Kyuhyun memutar bola matanya gerah. Buru-buru ia menarik Donghae ke kamarnya. Menunjuk Sungmin yang sedang tertidur di tempat tidurnya. Sedang yang ditarik langsung membulatkan matanya saat melihat sosok itu lagi. Bagaimana bisa?

"Ini bukan halusinasi penuh delusi dan imajinasi yang paling tinggi milikku, Hyung. Aku akan menjelaskan detailnya lewat telepon. Sekarang, aku benar-benar butuh bantuanmu."

.

.

Pria 25 tahun itu baru saja selesai melepas gantungan ponsel warna pink dari ponsel hitam lamanya—Gantungan lama yang disusun menjadi Minimi's. Ia berencana memasang gantungan itu pada ponsel putih Sungmin yang menjadi miliknya untuk sementara. Bagaimana cara Kyuhyun bisa mendapatkan gantungan itu lagi? Oh, dia akan mengatakannya nanti.

Sebelum ini, ia sempat mengecek kontak yang tersimpan di ponsel Sungmin dan dengan bangga ia menyatakan : tidak ada kontak dengan nama Choi Siwon, My Love, Yeobo atau spesies lain yang membuatnya iritasi mata. Selanjutnya, dengan santai Kyuhyun memasukkan nomor ponselnya, nomor orangtuanya, Donghae-hyung, Ahra-noona, Teuki-hyung dan nomor semua orang yang ia ingat. Menganggap itu benar-benar ponselnya.

"Sekarang, bagaimana kalau selca?"

KLIK

Selca pertama Kyuhyun dengan ponsel Sungmin. "Aku tampan," bisiknya. Tidak mau mengganggu Sungmin sekarang karena kemungkinan Sungmin untuk bangun agak besar mengingat sudah hampir pukul 8 pagi.

Sejak Donghae pergi sekitar enam jam yang lalu, Kyuhyun tidak bisa memejamkan matanya sama sekali. Ia bolak-balik mempersiapkan dirinya untuk berbagai kemungkinan saat Sungmin membuka matanya. Tidak mau gegabah sama sekali. Karena sekali salah langkah, Sungmin bisa pergi lagi darinya.

Kyuhyun juga mengecek berbagai tempat di apartemennya yang bisa memungkinkan Sungmin melarikan diri. Terdengar seperti psiko, tapi memang begitulah keadaan Kyuhyun sekarang. Dihantui perasaan takut akan kepergian Sungmin.

KLIK

Selca kedua. Kali ini Kyuhyun menunjukkan wajahnya yang sedang menyeringai.

KLIK

KLIK

'Oh, sekarang selca dengan gantungan Minimi's.'

KLIK

Kyuhyun tertawa tanpa suara saat melihat hasil selcanya. Hasil yang sangat memuaskan. Dia kemudian mengaturnya untuk menjadi wallpaper di ponsel Sungmin, menggantikan wallpaper Sungmin sebelumnya yang menampakkan pepohonan.

"Mari kita foto semua yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun. Oh! Apa Sungmin-hyung akan senang akan sedang kalau melihat fotoku yang setengah telanjang? Bagaimana kalau Kyuhyun versi rambut basah? Kyuhyun versi rambut basah dengan handuk dikepalanya? Kyuhyun versi rambut basah sambil menyeringai? Kyuhyun versi...Ayolah! Mau Kyuhyun versi apapun aku tetap tampan dan sexy." Kyuhyun buru-buru ke kamar mandi untuk mengambil foto selanjutnya.

.

.

.

Sungmin mulai membuka matanya sambil mengangkat tangannya ke atas. Meregangkan otot-ototnya yang agak kaku. Ini pasti gara-gara orang yang mengajaknya keliling mall tanpa arah kemarin.

"Lihat kamera dan katakan 'selamat pagi', Hyung."

"Emh... selamat pagi." Sungmin menolehkan kepalanya ke kanan dan...KLIK

"Pagi, Hyung. Tidur nyenyak semalam?"

Jantung Sungmin rasanya berhenti berdetak saat melihat Kyuhyun yang tersenyum ke arahnya sambil memegang ponsel.

"Lama tidak bertemu, Lee Sungmin."

Sungmin tidak bisa menutupi keterkejutannya saat mendengar Kyuhyun memanggil namanya. Bukankah kemarin Kyuhyun tidak mengenalinya? Sandiwara macam apa ini?

"Kau tidak ingin berteriak karena melihatku? Biasanya orang akan begitu kalau melihat Kyuhyun yang super tampan dari dekat."

Laki-laki kelahiran 1 Januari itu hanya bisa bangkit, duduk di kasur dan membiarkan selimut yang menutupi dadanya lolos begitu saja. Detik setelah itu, Sungmin baru sadar kalau dia tidak memakai baju. Hanya celana putih pendek ketatnya yang menutupi bagian bawahnya.

"HWAAAAAA!"

Kyuhyun tersenyum. "Itu baru reaksi yang benar."

.

.

.

Bantal terakhir terlempar ke arah Kyuhyun. Baiklah, ini yang terakhir.

"Kemana bajuku! Ini dimana! Kenapa aku bisa disini! Kau apakan aku semalam?!" teriak Sungmin saat mencoba bangun dan meraih Kyuhyun. Ia membiarkan nyaris seluruh tubuhnya merasakan udara dingin dari AC di kamar Kyuhyun.

"Pertama, selamat datang di kamarku. Kedua, kau pikir aku melakukan apa? Lagipula, aku hanya melepas pakaian yang kelihatan gerah itu agar membuatmu tidur dengan nyaman. Dan, Hyung, sekalipun tetangga tidak bisa mendengar, kau bisa mengganggu mood pagiku."

'Kenapa kau membiarkanku tidur nyaris telanjang begini?' tanya Sungmin dalam hati. Kalau tidak dalam hati, ia pasti teriak lagi.

"Wig-mu masih aman. Ini." Kyuhyun menyerahkan wig panjang Sungmin. "Tas kecilmu yang imut-imut ini juga aman. Heelsmu yang merusak ponselku juga baik-baik saja."

"Aku tidak menanyakan itu!"

"Memang kau bertanya?"

Sungmin melepas selimut yang masih menutupi bagian pinggang ke bawahnya. Degan cepat ia bangkit dari tempat tidur Kyuhyun, menuju pintu. Bicara dengan Kyuhyun menguras kesabarannya.

"Mau kemana, Hyung?" tanya Kyuhyun panik. Jelas saja ia panik. Pertama, Sungmin nyaris telanjang. Kedua, dia hanya pakai celana ketat dan ketiga itu membuat Kyuhyun gila.

"Keluar."

"Nyaris telanjang begitu? Tidak takut dikatai orang gila?" Kyuhyun mencoba meraih tangan Sungmin.

"Tahu begitu kenapa kau tidak memakaikan pakaian yang layak padaku?" Balas Sungmin sambil menjauhkan tangan Kyuhyun yang nyaris menyentuh kulitnya.

"Kau ingin aku pakaikan baju?"

"Bukan begitu."

"Kalau begitu kau lebih suka nyaris telanjang begitu?"

"APA?"

"Sini, aku pakaikan baju."

"Jangan bicara macam-macam!"

"Kau mau—"

"Jangan menjebakku dengan lidah tajammu, Cho Kyuhyun."

"Tapi, kau 'kan memang tidak minta kupakaikan baju sebelumnya."

"Apa aku memintamu melepas pakaianku?"

Kyuhyun menghela napasnya. Ia kemudian beranjak menuju lemari pakaiannnya, memberikan t-shirt dan celana panjang pada Sungmin. Daripada melihat Sungmin berkeliaran dengan keadaan begitu, lebih baik ia memberikan pakaiannya. Kalian mungkin tidak tahu, tapi melihat Sungmin begitu membuat napasnya sangat sesak. Dan, garis bawahi itu, sangat sesak.

"Aku akan mengecek pakaianmu di Laundry. Sekalian mencari sarapan untuk kita. Kau disini saja ya, Hyung. Tunggu aku."

Kyuhyun bersiap melangkah keluar kamarnya sebelum Sungmin bicara padanya.

"Kenapa kau lakukan ini padaku?" Sungmin bermaksud melanjutkan ucapannya sebelum melihat berhenti berjalan.

Tanpa membalikkan badannya untuk menghadap Sungmin, Kyuhyun diam di tempatnya.

"Kenapa kau pura-pura tidak kenal padaku kemarin? Kenapa kau membawaku kesini?"

"Karena aku tidak mau kehilangan Lee Sungmin untuk kedua kalinya."

Satu kalimat untuk semua pertanyaan Sungmin keluar dari mulut Kyuhyun. Membungkam Sungmin begitu saja karena jawaban itu benar-benar menjawab semua pertanyaannya. Tidak perlu ia jelaskan maksudnya, karena siapapun pasti mengerti alasan Kyuhyun mengatakan itu.

.

.

.

Sekalipun ia tidak tahu bagaimana cara untuk keluar dari apartemen ini, Sungmin tetap ingin mencoba bergegas menuju pintu apartemen yang barusan ditutup. Siapa pula yang mau berada di tempat yang sama dengan makhluk yang melucuti pakaianmu?

Sayangnya, rencananya berubah total saat ia menyadari satu hal: Apartemen Kyuhyun adalah apartemennya delapan tahun yang lalu.

Matanya langsung menangkap semua barang-barang di tempat ini. Semuanya memang berbeda dengan miliknya yang dulu, tapi Sungmin tahu benar bagaimana apartemen pertamanya. Apa mungkin Kyuhyun membelinya setelah ia keluar dari apartemennya?

Kemungkinan itu membuat sedikit senang. Kalau memang ini apartemen lamanya, artinya Kyuhyun benar membelinya.

"Tapi, itu tidak mungkin. Kyuhyun tidak mungkin melakukan itu." Kakinya kembali melangkah. Ia tidak tahu kemana kakinya melangkah sampai sebuah rak besar di samping tempat tidur kamar Kyuhyun menghentikannya. Entah apa ada hal lain lagi yang bisa membuatnya terkejut selain susunan pigura di rak itu.

"Aku tidak sadar ada foto-foto seperti ini saat pertama bangun tadi." Tangannya mencoba meraih satu pigura terdekat.

"Aku tidak pernah berfoto dengan Kyuhyun dengan pose ini." Sungmin menganggkat pigura yang membingkai foto Kyuhyun dan dirinya yang sedang berpelukan di pinggir pantai. Ia buru-buru beralih ke foto selanjutnya.

Ini bukan Kyuhyun dan dirinya.

Yang ini juga.

Tapi, semuanya foto Kyuhyun dan dirinya.

Bagaimana bisa?

"Ini semua hasil editan," bisik Sungmin pada dirinya. Ia memandang semua foto yang menyapa penglihatannya. Kyuhyun memajang semua foto editan disini?

Ia menutup mulutnya saat melihat foto dengan ukuran paling besar, diletakkan di bagian yang paling mudah diraih dari tempat tidur. Menampilkan satu-satunya foto yang bukan hasil editan. Itu foto dirinya dan Kyuhyun saat syuting Love Family—Kyuhyun merangkul Sungmin. Saat dia dan Kyuhyun memakan Kyumin ddokbokki dua porsi buatan mereka.

Sungmin menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia tidak percaya pada semua hal yang ada didepan matanya.

DEG

DEG

Semua foto dihadapannya tidak bisa menormalkan detak jantungnya. Bagaimana mungkin Kyuhyun mengatakan tidak mengenalnya kemarin saat dia punya semua potret wajah Sungmin dari semua sisi? Kanan, kiri, rambut hitam, cokelat, pirang.

Matanya membulat sempurna saat ia melihat pigura lain yang menampilkan foto dirinya sendiri, Lee Sungmin. Ia terus menggelengkan kepalanya sambil mundur beberapa langkah. Bukan, bukan fotonya, tapi tulisan tangan di bagian bawah foto itu yang membuatnya gila.

Love you forever, Lee Sungmin.

.

.

.

Rasa penasaran itu tidak bisa menghentikan Sungmin untuk membuka semua tempat yang menurutnya mencurigakan. Ia yakin Kyuhyun menyimpan barang-barang lain yang bisa mematahkan tulisan tangan 'Love you forever, Lee Sungmin' yang ada di fotonya.

Ia harus menemukannya.

Bukannya ia membenci tulisan itu, ia...ERGH! Apa gunanya delapan tahun ia meninggalkan Kyuhyun kalau ternyata sampai saat ini Kyuhyun tidak berhenti mencintainya? Kyuhyun berpegang teguh pada keabnormalannya mencintai seorang laki-laki?

"Pasti dia punya cincin yang sama dengan perempuan, surat cinta, kado-kado manis atau kaus couple atau sesuatu yang sejenis dengan itu," ucapnya gusar sambil membuka lemari kecil di sisi lain tempat tidur.

"Dimana?" Sungmin bergerak lagi menuju tempat lain di dekat rak penuh foto editannya dan Kyuhyun. Ia membuka kasar lemari kecil dibawahnya dan voila! Ia mendapatkannya.

Ada beberapa kado dengan bungkus berwarna pink yang kelihatannya belum dibuka.

Kepala Sungmin rasanya mau pecah. Disatu sisi ia senang karena mendapat yang ia mau, tapi disisi lain, ada sesuatu yang membisikinya, mengatakan untuk tidak mencari tahu lebih jauh karena akan menyakiti hatinya.

"Aku tidak peduli lagi padanya. Aku tidak peduli pada apapun yang berhubungan dengan Cho Kyuhyun sekalipun sekarang aku tergila-gila padanya."

Sekalipun mengatakan itu, Lee Sungmin tetap membawa tangannya ke dalam lemari kecil itu dan mengeluarkan kado-kado itu dari sana. Ia mengambil satu kado dan membolak-baliknya, mencari tahu dari dan untuk siapa kado itu.

Untuk : Lee Sungmin

Dari : Cho Kyuhyun

Selamat ulang tahun yang ke-25, Chagi-ya. Saranghae^^

Apa...apaan ini?

Entah ini jadi kejutan yang keberapa untuknya. Kyuhyun benar-benar...

Tangan Sungmin bergetar saat ia menggapai satu kado dengan bungkus pink muda yang lain, lagi-lagi ia mencari tulisan di kado itu.

Untuk : Lee Sungmin

Dari : Penggemarmu yang paling setia—Cho Kyuhyun

Semoga kau suka dengan hadiahku kali ini. Selamat ulang tahun yang ke-27, Minimi-hyung. Kkk.

Tangan Sungmin mengambil semua kado didepannya, ia bergetar saat membaca apa yang ada di kado-kado itu. Semuanya untuknya. Kyuhyun menyiapkan kado ulang tahunnya mulai dari usia 21 sampai 28.

Ia duduk dilantai dengan wajah tertunduk. Semua kado itu ia ambil untuk dipeluk. Bibir bawahnya sudah ia gigit dari tadi.

"Bodoh...Orang paling bodoh...Kyuhyun bodoh. Kenapa kau senang sekali membuatku menangis?" Airmata Sungmin mengalir. Ia tidak pernah menyangka akan mendapat semua ini. Ini membuat hatinya hangat dan sakit disaat yang sama. Kyuhyun hidup dengan bayang-bayang Lee Sungmin selama delapan tahun ini? Itu tidak waras.

"Bagaimana kau bisa hidup seperti ini, Kyu?...Kau gila. Sinting."

.

.

Setelah memasukkan kado-kado yang ditujukan untuknya ke tas tangan yang ia temukan, Sungmin langsung membawa tas itu ke arah ruang makan. Ia akan pergi lagi setelah ini, tapi sebelumnya ia mau membuatkan Kyuhyun secangkir teh atau kopi dulu. Katakanlah sebagai ucapan terima kasih. Atau...berharap Kyuhyun datang dan menahannya pergi? Entahlah.

Tadinya, Sungmin bingung apakah dia harus membawa pulang semua kado dari Kyuhyun atau tidak karena sebenarnya kado-kado itu seharusnya miliknya, tapi Kyuhyun belum memberikannya padanya. Mau tidak ia bawa pergi pun, Sungmin penasaran setengah mati pada kado yang diberikan oleh laki-laki yang selalu terasa spesial untuknya itu.

"Bagaimana kalau Kyuhyun mengejarku dan megatakan tidak akan melepaskanku lagi lalu aku luluh dan kami kembali menjadi sepasang kekasih?" Tangannya berhenti mengaduk teh yang sedang ia buat.

Sebenarnya tidak buruk juga, 'kan? Menjadi pasangan yang sedikit berbeda dari umumnya.

"Aku...aku tidak masalah kalau dihina atau mungkin tidak dianggap anak oleh orangtuaku. Tapi, Kyuhyun? Sekarang dia seorang publik figur. Aku bisa saja memaksa Kyuhyun menikahiku sekarang, toh dia pasti tidak akan menolak. Tapi, nanti apa kata orang tentang dia? Karirnya? Keluarganya? Hidupnya?"

Sungmin menghela napas. Ini lebih berat dari perkiraannya. Ingin sekali ia pergi meninggalkan Kyuhyun, tapi hatinya benar-benar belum siap.

"Apa yang harus aku lakukan?" Dia beranjak duduk dan menopang dagunya dengan tangan kanan. Selama ini, Sungmin sudah yakin Kyuhyun kembali ke jalan yang benar. Jujur saja, kenyataan itu memang membuatnya sedih, tapi mau bagaimana lagi? Mendengar gosip Kyuhyun yang dekat dengan perempuan memang sudah menjadi risiko.

"Hyung." Kyuhyun muncul dengan tergesa. Napasnya tidak teratur. Jelas saja, ia lari dengan kecepatan penuh dari lantai lima karena tidak sabar menunggu elevator yang sepertinya membutuhkan waktu sangat lama untuk terbuka. Lantai lima! Artinya dia lari melewati enam lantai.

Ia benar-benar takut Sungmin pergi lagi sekalipun ia sudah menutup semua akses yang bisa dilalui Sungmin untuk kabur. Dan sekarang, melihat Sungmin yang masih duduk, seakan menunggunya, membuatnya sangat lega.

Sungmin terkesiap saat mendengar suara Kyuhyun. Ia tidak mendengar suara pintu terbuka tadi. "Kapan kau—"

"Kau bicara dengan...teh?" Kyuhyun menunjuk secangkir teh yang ada di depan Sungmin. Napasnya masih tersengal. Mata Kyuhyun kemudian tidak sengaja melihat tas di samping kaki Sungmin, samar-samar ia melihat sesuatu menyembul—berwarna pink dan terlihat tidak asing baginya.

Astaga!

"D-dari-dari mana kau mendapatkan itu?" Kyuhyun tergagap sambil mendekati Sungmin, tangannya menunjuk barang ia yang ia sebut. Yang ditanya refleks mengikuti arah tangan Kyuhyun dan hanya bisa membuka mulutnya, kaget. Rasanya seperti tertangkap basah sedah mengutil di toko.

Sungmin menunduk malu sambil memukul-mukul kepalanya. Ia buru-buru mengangkat wajahnya dan tertawa kaku. "Hahahahaha."

'Jangan tertawa, kau makin kelihatan sempurna, Minimi-ah,' ucap Kyuhyun dalam hati.

"Dari kamarmu. Tadi ada gempa kecil, lalu isi rakmu keluar begitu saja, jadi...hahahaha..." Sungmin buru-buru bangun dari tempat duduknya dan mengambil tas itu, bergegas pergi.

Kyuhyun mencegah Sungmin, menatapnya intens. Ia bersyukur Sungmin sudah mau bicara dengan nada normal padanya. Jadi, beginikah Lee Sungmin saat ketahuan melakukan tindakan tidak baik?

"Tapi, ada tulisan 'Untuk : Lee Sungmin'-nya. Jadi, ini milikku. Aku tidak mencurinya." Sungmin mencoba membela diri.

"Aku 'kan belum resmi memberikannya padamu," Kyuhyun merampas tas penuh kado itu dari tangan Sungmin. "...Jadi, ini masih milikku."

Sungmin menunduk lagi. Gagal kabur dan gagal mengetahui isi kado dari Kyuhyun adalah posisinya saat ini. Bukan masalah gagalnya, ini lebih pada rasa malu dan harga dirinya sebagai laki-laki!

"Nah, ini untukmu." Kyuhyun menyodorkan satu kado paling besar pada Sungmin. "Kado ulang tahunmu yang ke-28." Artis itu tersenyum tulus saat melihat Sungmin mendongak untuk menatapnya. "Selamat ulang tahun, Min-hyung. Maaf telat beberapa bulan."

Sungmin rasanya terhipnotis dengan senyum tulus Kyuhyun. Tanpa sadar digerakkan tangannya pelan untuk mengambil kado ulang tahunnya. "Gomawo, Kyu," ujarnya pelan.

Kyuhyun merasa pipinya terbakar saat Sungmin memanggilnya begitu. Sudah berapa lama ia tidak mendengar namanya disebut semanis itu oleh orang yang sangat ia nanti-nanti?

"Ini kado ulang tahunmu yang ke-27." Kyuhyun memberikan satu kado lagi pada pujaan hati di depannya. "Maaf telat satu tahun lebih." Ia mengulang senyumnya.

'Ayo panggil aku dengan 'Kyu' lagi,' batin Kyuhyun dalam hati. Ia tidak sabar dengan sensasi panas yang akan membakar pipinya sebentar lagi.

Sungmin tidak berhenti menatap wajah Kyuhyun sejak tadi, ia hanya menerima kadonya tanpa bicara apapun. Ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti.

"Ini untuk ulang tahunmu yang ke-26."

Lagi-lagi Sungmin hanya menerimanya tanpa mengatakan apapun. Matanya tetap terpaku pada wajah Kyuhyun. Benar-benar seperti terhipnotis.

"Ini untuk yang ke-25."

Sungmin tetap tidak memanggilnya Kyu.

"Ini untuk yang ke-24."

Sungmin tetap diam. Lama-lama Kyuhyun gerah juga. Ia mengibaskan tanggannya di depan wajah Sungmin yang hanya memberi balasan berupa kedipan pelan. Apa Sungmin mendadak bodoh?

"Ya, Sungmin-ah, mana ucapan terima kasih untukku?" Seperti disadarkan oleh suara Kyuhyun yang sedikit meninggi, Sungmin menggelengkan kepalanya dan membuka mulut untuk membalas.

"Ah, ne. Ne, jeongmal gomawo."

"Begitu saja? Sebut namaku."

"Cho Kyuhyun."

"Bukan begitu maksudku."

"Gomawo, Cho Kyuhyun."

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya gemas. Ia membalik badannya, membelakangi Sungmin. Momen yang harusnya bisa romantis dan mengharu biru pupus begitu saja. Ia sudah membayangkan Sungmin akan menangis haru atau paling tidak pipinya yang memerah malu.

Sungmin yang tidak mengerti alasan Kyuhyun mengacak rambutnya hanya bisa menatap bingung. Ia buru-buru mendekat pada Kyuhyun dan berencana mengambil sisa tiga kadonya sebelum Kyuhyun berbalik. Mengejutkannya.

"Kita makan saja, Hyung. Setelah itu kuantar kau pulang," kata Kyuhyun. Ia kelihatan lemas dan itu memberikan beban sendiri dipikiran Sungmin.

'Serius, kesalahan apa yang kulakuan?' Berkutat dengan pikirannya sambil terus memandang Kyuhyun, Sungmin tanpa sadar memajukan tubuhnya.

Satu kecupan dipipi Kyuhyun.

Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa saling tatap setelahnya. Butuh waktu sekitar tiga detik untuk mereka berdua sadar dari momen ajaib penuh romantisme barusan.

"A-ak-aku ke toilet dulu," ucap Sungmin cepat sambil berlari menuju tempat yang ia sebut. Sedang Kyuhyun hanya bisa memegangi pipi kanannya yang rasanya terbakar, matanya mungkin bisa keluar sebentar lagi. Ini lebih dari sensasi yang ditimbulkan panggilan 'Kyu' yang ia inginkan.

"Hehe...hehehe..." Ia tertawa dengan ekspresi yang sangat tidak tampan sambil mengelus pipinya yang masih terasa panas.

Sungmin yang berada di toilet memegang dadanya. Detak jantungnya tidak normal lagi sekarang dan itu karena kesalahannya. Darimana Sungmin bisa dapat keberanian seperti tadi? Mencium pipi Kyuhyun? Itu sangat tidak waras. Sungguh, badannya bergerak sendiri. Sumpah!

Tangannya yang lain beralih memukul pelan bibirnya berulang kali. "Kenapa kau main cium begitu saja, bibir? Izin dulu padaku. Kau menghancurkan semuanya. Sekarang katakan padaku bagaimana aku bisa menghadapinya setelah ini? Ish!"

.

.

.

Kyuhyun dan Sungmin sekarang ada didalam mobil Kyuhyun, bersiap menuju tempat tinggal Sungmin sekarang. Tadinya, Sungmin kaget saat mengecek tas tangannya dan tidak menemukan kunci mobil. Bagaimanapun, rencana awalnya adalah membuat Kyuhyun mengantarnya ke tempat parkir dan pulang sendiri. Tapi yah, berhubung Kyuhyun mengaku sudah dengan seenaknya mengambil kunci mobilnya dan mengantar mobilnya pulang duluan, ia tidak punya pilihan. Mau marah pun, ia takut Kyuhyun mengungkit perihal adegan cium pipi yang ia lakukan tadi. Padahal itu cium pipi, Ya Tuhan!

"Hyung, aku..." Kyuhyun berhenti bicara saat melihat Sungmin memalingkan wajahnya ke arah jendela luar ketika mendengar suaranya. Ia bisa melihat semburat tipis di pipi kiri Sungmin. Ia yakin Sungmin-nya masih kepikiran masalah tadi. Kalian harus tahu seperti apa Sungmin ketika dia keluar dari toilet sebelum ini. Mau menggoda pun, Kyuhyun tahu diri kalau itu bukan hal yang baik.

Kyuhyun melihat Sungmin yang memegang erat kado-kado yang ia berikan. Ia tidak bisa menahan senyumnya sama sekali. Ia yakin seratus persen kalau Sungmin pasti masih menyimpan rasa padanya sekarang. Berjuanglah, Cho Kyuhyun, sebentar lagi pasti akan ada titik terang dari hubungan kalian.

"Nanti belok kanan." Suara Sungmin membuyarkan lamunan Kyuhyun.

"Ne, Min-hyung," balas Kyuhyun menurut.

Sungmin menunjuk sebuah rumah disebelah kanan jalan yang masih terhalang dua rumah lagi. "Berhenti di rumah yang itu."

Kyuhyun menaikkan alisnya bingung. Sungmin tinggal disini? Sekarang? Tunggu, tunggu! Tapi, ia mengantar mobilnya ke Gyeongju. Ini masih di Seoul. Apa Luna itu penipu atau semacamnya?

'Bagaimana ini? Donghae-hyung juga kenapa tidak menghubungiku kalau sudah sampai? Apa Donghae-hyung dirampok disana lalu dibunuh dan mayatnya di buang di daerah Gyeongju? Bagaimana ini, bagaimana ini?' Kyuhyun panik dan tangannya sudah gatal untuk mengacak rambutnya. Tidak mungkin 'kan ia salah perhitungan disaat seperti ini? Katakan padanya ia benar!

"Kau tidak mau membuka pintunya?" Sungmin membuka suara. Kyuhyun hanya bisa menatapnya memelas. Bagaimana cara mengatakannya pada Sungmin? Mobil beserta dompetnya hilang di Gyeongju? Aish!

"Aku ikut masuk."

"Ah, tidak perlu. Terima kasih sudah mengantarku dan mengantar mobilku sekalian." Laki-laki dengan kado-kado pink didepannya membungkukkan badannya sebentar dan bersiap keluar dari mobil sebelum Kyuhyun menahan tangannya.

"Ada...ada yang harus aku katakan padamu."

DEG

DEG

Jantung Sungmin mulai tidak normal lagi. Ia tahu adegan seperti ini dari drama-drama di televisi. Kyuhyun pasti mau menyatakan cinta padanya dan memintanya jangan pergi. Meminta Sungmin untuk menjadi kekasihnya lagi dan kemudian mereka akan ciuman di mobil.

"Ah...itu...aku...t-tunggu..." Sungmin merasa agak gagu sekarang. Ia berkeringat sendiri membayangkan semuanya. Ia belum siap ciuman dengan Kyuhyun sekarang. Tunggu! Kenapa terdengar seperti perawan yang masih 17 tahun?

"Hyung, aku..."

Sungmin buru-buru membuka pintu mobil disampingnya dan menarik tangannya cepat. Ia menutup pintu mobil kasar dan berlari menuju rumah yang ada di dekatnya.

Rumah Eunhyuk.

.

.

.

Eunhyuk membuka pintu rumahnya cepat saat mendengar bel rumahnya dibunyikan—kebetulan ia sedang dalam keadaan santai-santai pagi ini. Begitu melihat Sungmin berdiri dihadapannya sambil mendekap tas penuh kado, Eunhyuk hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar. Tumben Sungmin mengunjunginya disaat seperti ini. Biasanya Sungmin berkunjung di hari ulang tahunnya atau natal dan tahun baru. Ia tahu rencana Sungmin yang mau ke Seoul kemarin, tapi, Sungmin bilang akan langsung pulang ke Gyeongju, 'kan?

"Ayolah, jangan melamun begitu, Eunhyuk-ah."

"Aku bantu." Eunhyuk langsung sadar ketika mendengar suara Sungmin dan membuka pintu rumahnya lebar dan membiarkannya masuk. Ia juga langsung membawa tas di tangan Sungmin.

"Ah, Sungmin-ah," sapa orangtua Eunhyuk yang sedang nonton acara televisi. "Apa kabar?"

Sungmin membungkuk cepat lalu memberikan senyum terbaiknya. Ia menyempatkan diri memeluk orangtua Eunhyuk dan mengatakan kalau ia baik-baik saja sebelum ia mengundurkan diri dan menarik Eunhyuk masuk ke kamarnya.

"Ada apa sih, Hyung? Buru-buru sekali?"

"Aku pinjam baju dan uang, ya, Eunhyukie~ Kumohon~ Sekaliiiiii saja," pinta Sungmin sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya didepan wajah.

"M-mwo? Kenapa tiba-tiba kau jadi begini, Hyung? Hilang kemana kekayaan calon CEO Sendbill?"

Sungmin memohon lagi, tanpa henti. Ia mengeluarkan semua ekspresi imut penuh belas kasihannya pada sahabat paling terpercayanya. Ia benar-benar butuh dua benda itu. Tadinya mau meminjam mobil Eunhyuk sekalian, tapi rasanya agak tidak enak.

"Dompetku tertinggal dimobil dan mobilku sudah pulang duluan ke Gyeongju. Baju yang kupakai sekarang bukan milikku dan aku harus memberikannya sekarang pada yang punya. Aku sangat yakin yang punya masih menungguku didepan rumahmu, maka dari itu aku mau mengganti baju ini dengan milikmu dulu supaya aku tidak punya tangunggan dengannya dan bisa pulang dengan nyaman ke Gyeongju hari ini juga."

"Oh, kau bercerita dengan satu tarikan napas dan aku tidak mengerti. Kalau begini ceritanya, bagaimana kalau kau jadi rapper, Hyung?"

"Ya, Lee Hyukjae, jangan bercanda denganku sekarang. Kasihanilah hyungmu ini dan pinjami aku uang dan baju."

"Memang baju siapa yang kau pinjam, Hyung? Rentenir? Pembunuh?"

"Ani, ani. Aku meminjam baju setan. Pinjami aku—"

CKLEK

Sungmin dan Eunhyuk bisa melihat Jang Duk Boon, ibu Eunhyuk, berada didepan pintu kamar Eunhyuk. Terlihat sangat berbinar-binar saat berhadapan dengan Sungmin dan Eunhyuk.

"Eomma, ada apa?" tanya Eunhyuk melihat ibunya yang senyum-senyum penuh kebahagiaan.

"Lihat siapa yang berkunjung ke rumah kita," jawab wanita itu sambil membuka pintu kamar Eunhyuk lebih lebar dan memperlihatkan sesosok laki-laki tampan dan tinggi sedang membungkuk hormat ke arah ibu Eunhyuk.

"Hyukie-ya, harusnya kau ceritakan kalau kau berteman dengan artis terkenal. Masuk dulu, Kyuhyun-ah. Biar Eomonim buatkan minum dulu."

"Ah, tidak perlu repot-repot begitu, Eomonim. Aku hanya mau menjemput Sungmin."

"Aigooo, rupanya temannya Sungmin. Min-ah, sering-seringlah kesini bersama Kyuhyun." Ibu Eunhyuk hanya bisa tersenyum kemudian memandang Sungmin yang masih mematung bersama anaknya.

"Ne, kami kesini bersama-sama tadi. Dia bilang mau melepas rindu sekalian menumpang buang air kecil. Daritadi dia ribut bilang sudah tidak tahan, hahahaha."

Wanita itu tertawa pelan dan mengangguk mengerti. "Pantas tadi dia buru-buru. Kau sudah selesai buang air kecilnya, Min?"

Merasa tidak ada tanggapan dari Lee Sungmin, wanita itu memilih keluar dan membiarkan Kyuhyun menyelesaikan urusannya dengan sahabat anaknya.

Yang tinggal hanya bisa menampilkan wajah yang berubah pias. Bagaimana ia bisa lupa dengan Kyuhyun yang nekat?

Sahabat Sungmin mulai mengangguk-angguk mengerti. Ia sepertinya mengerti keadaan yang sedang dihidangkan dihadapannya. Ayolah, jangan bercanda, ia tahu semua tentang semua hubungan Kyuhyun dan Sungmin dan bagaimana sahabatnya ini sekarang berubah menjadi Sparkyu—sebutan fans Kyuhyun—semenjak Kyuhyun menjadi artis.

"Sungmin-hyung sudah selesai, Kyuhyun-sshi. Dia agak lama karena barusan dia sempat cerita sebentar bagaimana gugupnya dia karena harus kembali ke Gyeongju ditemani idola sekaligus mantan kekasihnya."

Sungmin sontak melempar pandangan tidak percayanya pada sahabat yang sekarang mengkhianatinya. Ia berkata melalui pandangan mata memelasnya pada Eunhyuk. Sesuatu seperti 'Tega sekali kau padaku.'

"Aigooo, tidak perlu khawatir, Hyung. Kyuhyun pasti akan membawamu ke Gyeongju dengan selamat. Iya, kan, Kyuhyun-sshi?"

Kyuhyun tersenyum puas mendengar penuturan seorang laki-laki di samping Sungmin. "Ne, itu benar, Emm..."

"Lee Hyukjae, imnida. Sungmin-hyung memanggilku Eunhyuk."

"Tunggu, ada yang perlu diluruskan disini. Aku—"

"Kalau begitu cukup panggil aku dengan Kyuhyun, Eunhyuk-ah. Senang berkenalan dengamu."

Eunhyuk balas tersenyum dan mejabat tangan Kyuhyun. "Ah, ngomong-ngomong, kau sudah punya alamat rumah Sungmin-hyung yang sekarang, Kyuhyun-ah? Atau mau kutuliskan?" Eunhyuk buru-buru beranjak mencari kertas dan pulpen sebelum Sungmin menyikut perutnya.

"Aw, hahaha. Sungmin-hyung juga bilang dia suka sekali dengan baju yang kau pinjamkan. Mau memintanya padamu langsung, tapi hyungku ini malu, jadi, AW!" Eunhyuk mengelus pinggangnya yang lagi-lagi disikut oleh Sungmin. Ia bisa melihat wajah Sungmin memerah. Malu atau marah? Ah, pasti malu. Eunhyuk yakin itu. Hyungnya tidak pernah marah padanya.

"Benarkah? Tentu saja baju itu akan kuberikan secara cuma-cuma untuk orang sebaik dan semenakjubkan Sungmin."

Dengan cepat Sungmin menarik tangan Kyuhyun untuk segera keluar dan menjauhi Lee Hyukjae. Lebih baik ia buru-buru menjauhkan Kyuhyun dari sumber dusta yang mencemarkan namanya.

Ia menatap Eunhyuk tajam dan menggertakkan giginya saat dirinya dan Kyuhyun sudah berada didepan pintu rumah Eunhyuk. Matanya mengatakan 'kau musuhku sejak saat ini, Lee Hyukjae.'

"Tidak perlu berterima kasih, Hyung. Aku juga mencintaimuuuuu," kata Eunhyuk kencang diselingi tawa saat melihat Sungmin sudah berjalan cepat menjauhi rumah Eunhyuk.

"Sungmin tidak pamit, Hyukie?" Suara Eommanya menghentikan tawa Eunhyuk. Ia melihat ibunya membawa dua gelas sirup dan beberapa biskuit.

"Mereka buru-buru, Eomma. Takut ketinggalan perahu cinta. Aigooo, pasangan bodoh."

"MWO? MEREKA PACARAN?"

Eunhyuk hanya bisa tersenyum misterius dan mengambil satu gelas sirup yang dibawa ibunya.

"Sering-seringlah nonton gosip delapan tahun yang lalu, Eomma."

.

.

.

"Bajuku sudah kuikhlaskan, Hyung. Jangan cemberut begitu. Atau kau ingin pipis lagi?" goda Kyuhyun diantara tawanya. Ia tidak bisa menghentikan tawanya semenjak mereka berdua kembali ke keadaan awal mereka. Di dalam mobil berdua.

Yang digoda justru makin memajukan bibirnya dan membuang muka ke arah kanan. Tadinya ia menghindari Kyuhyun yang mungkin menggodanya karena ciuman pipinya, sekarang justru tertimpa sial karena bualan tidak berguna Eunhyuk. Apa sebenarnya yang ada dipikiran Eunhyuk tadi?

'ARGH! Aku akan menerornya mulai besok. Ingat itu, Mantan sahabatku yang sekarang jadi pengkhianat.' Tekad Sungmin sudah bulat dan ia pasti benar-benar meneror Eunhyuk besok.

Nada dering ponsel Sungmin menyapa telinga Sungmin. Ada pesan untuknya. Buru-buru Sungmin merogoh celana jeansnya dan ia harus kecewa karena celana yang ia pakai milik Kyuhyun. Lama pikirannya menyusun semua yang terjadi sampai ia baru ingat kalau ponselnya ada di Kyuhyun sekarang. Laki-laki itu langsung menghadap Kyuhyun. Tapi, yang ia temukan justru Kyuhyun yang sudah berkutat dengan ponselnya.

"Ada pesan untukku, jangan dibaca," larang Sungmin yang tahu apa yang akan Kyuhyun lakukan. Tapi, terlambat. Kyuhyun sudah membacanya.

From : Eunhyukie

Subject : Maafkan aku

Mianhae, Hyung. Jangan marah padaku :( Aku hanya ingin kau senang. Kulihat juga sepertinya Kyuhyun masih ada rasa padamu, jadi kau tidak perlu khawatir lagi. Hwaiting, Hyung! Aku mendukungmu. Semoga hubunganmu dan Kyuhyun makin baik. Dan satu lagi, kata orang kalau sudah lama tidak bertemu lalu bertemu lagi, itu namanya jodoh yang sudah ditakdirkan Tuhan :D Percaya saja dia jodohmu dan tidak perlu dengarkan kata orang. Saranghae, Hyung~~~

Kyuhyun tersenyum membaca pesan Eunhyuk. Ya Tuhan, apa Sungmin khawatir kalau ia selama ini sudah tidak menyukainya lagi? Benarkah? Lalu untuk apa dia sok kuat pergi jauh-jauh darinya selama ini?

"Dari siapa?"

"Eunhyuk."

Sungmin buru-buru melepas sabuk pengamannya dan berusaha merebut ponsel putihnya dari tangan Kyuhyun. Ia panik. Ia takut Eunhyuk menulis yang tidak-tidak dan Kyuhyun tahu semua yang ia sembunyikan selama ini.

"Berikan padaku, Kyu," pinta Sungmin sambil bergerak mendekati Kyuhyun.

"Eh, tunggu, tunggu, nanti kita kecelakaan kalau kau begini. Tunggu, Hyung."

CKIT

Mungkin salah Sungmin yang terlalu memaksa mendekati Kyuhyun, mungkin juga salah Kyuhyun yang tiba-tiba mengerem mendadak begitu sampai kepala mereka terbentur satu sama lain dan bibir mereka saling bertemu. Entahlah, yang jelas semua itu terlalu cepat dan menyenangkan disaat yang sama.

Sungmin buru-buru menarik tubuhnya menjauh dan mengipasi wajahnya.

'Sudah kuhindari ciuman dengannya kejadian juga,' batin Sungmin. Jantungnya berdetak makin gila. Rasanya jantungnya seperti mau melompat keluar dan mencari air untuk memadamkan suhu panas yang entah kenapa hinggap disana.

"Ehem, kau lurus saja lagi, sampai kita bertemu per—"

"Hyung," panggil Kyuhyun menghentikan omongan Sungmin yang mencoba menunjukkan arah lagi padanya. Sangat ketahuan kalau Sungmin sedang menutupi rasa gugupnya.

"Kyuhyun, dengar, apapun yang ada dipikiranmu sekarang, lupakan itu dan ayo jalan lagi. Gyeongju masih sangat jauh." Tangan Sungmin bergerak-gerak gelisah. Ia mencoba berbicara dengan bahasa tubuhnya juga agar tidak terlihat kaku atau semacamnya.

Belum sempat ia bicara lagi, Kyuhyun sudah menahan tangannya dan menatap matanya penuh.

"Daritadi kau menciumku terus. Sekarang, kau mau kucium duluan atau kau yang cium aku duluan?" tanyanya sambil memajukan wajahnya ke arah Sungmin yang malah memundurkan tubuhnya sampai ia tidak bisa mundur lagi.

"Tunggu, ini... Kau makin maju, kupukul kau sampai tidak bisa bangun."

Semuanya makin slowmotion saat Kyuhyun maju dengan sangat perlahan tanpa memedulikan ancaman Sungmin.

"Kyuhyu—n, aku serius, akan kupukul kau sampai gegar otak kalau kau mak—in maju."

Kyuhyun sudah tuli kalau sudah begini, Lee Sungmin. Terima saja nasibmu.

.

.

.

To Be Continued

Akhirnya bisa bikin TBC di tempat yang ga bikin penasaran.

Meskipun telat, saya tetep mau ngucapin Happy Kyumin 7th Anniversary ya jum'at kemaren~ Enaknya jadi KMS hari besarnya ada 2 xD Bayangin mau apdet jumat molor sampe sekarang. Makin lengket kaya lem korea ya kalian berduaaa. Terus, siap-siap buat kedatengan uri Heenim~ Yuhuu~

O iya, betewe, siapa kemaren yang bilang chapter kemaren pendek? Jewer nih, chapter kemaren udah panjang banget cobaaa T_T Dan siapa yang lupa ada Unyuk di ff ini? xD

Makasih udah baca dan review dan fave dan follow ya~ Hehehe

Balesan review non login :

-Chapter 1-12-

iNonk137 : Makasih banyaaaak. Semoga suka chapter selanjutnya.

Guest : Hehehe, makasih :3

kyuminalways89 : makin kesini, pasti ga kasian lagi sama dia deh

sanyewook : Aduh makasih banyak ya eon udah ngeribetin diri review ff ini. Padahal bosnya galak. Sebenernya peran Siwon itu...antara ada dan tiada ya di ff ini hahaha.

-Chapter 13-

mariels25 : Kalo ff ini apdet, kamu udah dapet jodoh dong berarti? Hahaha. Maaf ya, aku juga maunya apdet cepet tapi...tapi...pokoknya maaf banget. Sekali lagi makasih ya :D

Park Ha Mi : Aduuuh, jangan tereak-tereak majikan saya lagi tidur *lirik Ming* Hahaha begitulah Kyumin, bikin gregetan plus gemes banget :3

stevaniCP : Wkwkwkwk, iya ya? Kemana itu cewek yang diajak janjian? Cepat muncul sepat hilang lol Twitter nomer satu dia sekarang, abis belom verifikasi sih. LOH?

Name Aadbys : Ini saya panjangin dikit hehehe Ada aja yang nanyain nasib sen? Wkwkwkwk Sen udah dijual ke saya nih.

Cungie Cho : makasihmakasihmakasih :D Makasih salam tempelnya dan masalah Sora...saya ga kepikir oc sih, maaf yaa

KS : Ga ada endingnya kaya cinta Kyumin ya? /eaaaaa/ dua-duanya yang bodoh, noh kata Eunhyuk begitu. Begitu dah kalo otak pinter Kyu udah jalan, ga bakal dianggurin si Sungmin. Makasih banyak yaa

Guest : *tutupin mulutnya* kemasukan lalet entar. Dia ga punya flat shoes tuh makanya begitu.

Sissy : Okeeeee

Mingre : Kyu udah jinak kok, ga asal maen terkam lagi dia. Udah tobat kali ya. Ga iseng ga kyuhyun namanya lol

lee sunri hyun : Maaf ya ga bisa kilat. Semoga yang depan bisa kilat :3

Guest : Hehe, disini Ming udah lembut kan?

Gyumina : Kirain mau buka semua baju ya Mingnya? xD

Winecouple : LOL, selama saya masih alim dan naro ff ini di rate T, NC itu...nyaris...mustahil hehe.

Diamond : Maaf ya apdetnya lama banget. Ya udah deh eeteuk single aja lagi entar xD

Jirania : Gue nulis adegan apa di chapter kemaren? Wkwkwk dia tuh modus antara mau harap harap cemas ketemu Ming di nikahannya eeteuk kemaren :3

ririn chubby : Yeeeiy. Ming masih single nih. Sikat, Kyu lol Untung masih aku bikin jomblo nih kelinci :3 Masalah takdir, omongan kamu sama kaya unyuk ya, Unyuk nyontek kamu tuh. Hahaha, ming yang itu antara manis dan nakal gimanaaa gitu ya? Padahal aku bayangin HyunMing pas bikin Ming yang kemaren. Berarti kalo udah manis-manisan chap kemaren, chapter depan siap-siap pait lagi ga? Hahaha. Nyiahahaha Kyuhyun emang otak encernya bisa dipercaya kalo lagi urusan begini. Tak terkalahkan deh dia. OH tunggu, apa itu artinya kamu jadi yadong sekarang? Wkwkwkwk mianhaeeee Kyuhyun sih gara-garanya *nunjuk Kyu* THOK, ga end? End aja ah :3

ika kyuminsss : Yeeeey, Sungmin masih single, sexy and free kok(?)

Chikyumin : Disini udah nemuin Kyuhyun yang lama belom? Udah 8 taun saya juga lupa Kyu yang kayak bocah kayak gimana *ditendang*

Kyuqie : Makasih banyaaaak..

zaAra evilkyu : Daripada suruh tebar salam tempel pas lebaran, mending apdet ff hahaha. Aku juga dukung Kyumin kok. Kita tunggu aja kapan mereka mau rujuknya :3

Guest : Okeee

Cho Miku : Huhuhu, aku juga inget pennamemu. Pantes kucari di kotak review ga ada, taunya ffku yang ilang(?) Kasian kyu dikatain makhluk ajaib -_- Gapapa, aku seneng masih inget ff ini :D

Det137 : Aigooo beneran nih? Entar aku bikin Chisana-lover gimana? Kamu jadi adminnya /ngarep -_-a/ Aduh maaf ya ga kilat. Sumpah maaf.

Minoru : Ho iya, Luna belom kelar masalahnya. Aih makasih banyak :D Sumpelan dadanya ming gede loh, kaya dadanya dia pas jadi HyunMing xD

sary nayolla : Okeeeee :D

dessykyumin : Kalo salah tebak artinya...coba lagi *nyodorin ale-ale buat digosok*(?) Beugh, no beratus-ratus deh hhahaha

Park Min Gi : Fighting! Makasih banyaaaak. Kyu kalo ga tega ga asik, ya gak? *tos sama Kyu*

Hehe : Aduh maaf ga bisa cepet banget-banget yaaaa :(

Evilbunny : Noh makanya Kyu buka bajunya Min pas di apartemen xD Dia balik jadi egois lagi loh disini kkk. Kyuhyun emang bikin jatuh cinta yaaa.

Adelia Santi : Aku ga mudik sih, eon, tapi yah...perpaduan antara males dan ada urusan gitu deh hihi Beuh jahatnya eon, kasian kyu udah kurus dibanting ancur entar xD Nikahin aja Kyu *diselepet Ming* Salam tempelnya, eon? hahahaha

Sparkyu : Salut deh sama kepinterannya Kyuhyun :3 Ini lanjutannyaaaa

KM137 : Cieee cacing sexy dong kalo gitu? xD Makasih doanya dan dukungannya dan reviewnya *cium cacing sexy*

ameliaChoi : Makasih banyaaaak. Hope you enjoy this chapter too :) Chapter ini tapi ga bikin nangis kan? Hehe bagian mananya yang bikin penasaran?

Guest : Sippooo. Hepi endingnya ditunggu ya :3

Park Rye Min : Annyeong! Ada yang bilang saya cantik. Duit mana duit(?) Makasih banyak akhirnya mutusin buat review ff ini :3 Maaf ya kalo ga bisa apdet cepet, huhuhu

Sparkyu216 : Ah, makasih banyaaaaaak. Ini lanjutannya. Jangan dilaporiiin. Entar saya ditangkep gara-gara sering baca ff yadong(?)

I AM 968 : Coba dari dulu Sungmin nerima Kyu, udah punya anak kali ya Kyumin sekarang lol

Cutemin : Ming harus dihukum sedikit sih abisnya xD Hehehe, tergantung Sungmin, kalo dia udah ga kabur kaburan lagi baru deh hehehe

Kimteechul : Daripada ciumin Kyumin, mending bikin Kyumin ciuman hahaha. Nado saranghaeyo *cium* Ming ga ada yang ngalahin deh sexy sama cantiknya :3

Tika : Chapter ini itungannya kayak kencan ga? Hahaha ini saya udah jadi pembantunya

Saki : Bersatu padu kayak cinta saya dan Sungmin ya? *dibuang Kyu*

Guest : Buka begituan aja udah gila hahaha. Ini dia lanjutannyaaaa~

Dina LuvKyumin : Kyaaa. Makasih banyak *kasih lope*

Ria : Masih dengan review detailnya :) Love it~ Wah banyak pertanyaan yang kejawab kan di chapter ini? Hehehe Teuki ga sadar kalo da Ming di sana kemaren, maklum Ming berubah bentuk kemaren(?) Kyu pura-pura supaya Mingie mau deket sama dia kemaren. Begitulah, Sungmin masih ada rasa jadi...ya gitu deh *disepak* Wah, masih ada pertanyaan yang ga bisa dijawab disini ya? Moga di chap depan kejawab :) Makasih lagi yaaaa

vey900128 : Ini dia lanjutannyaaaa. Makasih banyak btw, kamu review 2 kali lagi kah? heheheh gomawoo

sanyewook : Aigooo ga masalah kok kalo telat review asala ga telat dateng bulan(?) Hmmmm...kalo unyuk aja tau Sungmin dimana berrati ortunya ming...Saya juga ga tau deh apa chapter ini kyunya udah jadi kyu yang dulu apa belom xD dan reaksi ortu Kyu...masih di chap depan mungkin.

QQ KyuminShipper : blingsatan? Kayak cacing ya? lol

Lee Minry : Kyumin beneran selalu sweet deh. Siap-siap diabetes deh sama mereka~

kyuminalways89 : Hehehehe, Mingie bisa berubah banyak kalo udah berhubungan sama uhuk mantan pacar uhuk xD

FuJoyer97 : Sering khilafnya sih bang setan, jadi bikin orang was was. Yassalam ga tobat-tobat nih anak. Wkwkwkwk Bang ikan nyangkut di Gyeongju. Ga inget nih masih ada adegan bully Kyu lagi apa enggak xD

kyumin pu : Bener tuh, hukuman buat Ming montok lol Ah, judul ff ini unik? Gomawooo. Maaf ya ga bisa apdet kilat :(

Joy : Kamu ngomong bahasa apa nak? Ya ampun, di kata gue kali yang ga redo Kyumin bahagia xD Umin nih yang masih betah ga mau lepas saya *ditimpuk mobil* Fighting!

dha kyumin : Hehehe, mian ga bisa ASAP D:

Dessykyumin : Hahahah saya juga yang bikin berasa dejavu. Lanjuuut :D

Yeminmine : Makasih banyaaak ya :)

Terakhir, ayo dong sider(s), review plis. Udah mau tamat loh. Moga kita bisa ketemu :)