"Kyuhyun, dengar, apapun yang ada dipikiranmu sekarang, lupakan itu dan ayo jalan lagi. Gyeongju masih sangat jauh." Tangan Sungmin bergerak-gerak gelisah. Ia mencoba berbicara dengan bahasa tubuhnya juga agar tidak terlihat kaku atau semacamnya.
Belum sempat ia bicara lagi, Kyuhyun sudah menahan tangannya dan menatap matanya penuh.
"Daritadi kau menciumku terus. Sekarang, kau mau kucium duluan atau kau yang cium aku duluan?" tanyanya sambil memajukan wajahnya ke arah Sungmin yang malah memundurkan tubuhnya sampai ia tidak bisa mundur lagi.
"Tunggu, ini... Kau makin maju, kupukul kau sampai tidak bisa bangun."
Semuanya makin slowmotion saat Kyuhyun maju dengan sangat perlahan tanpa memedulikan ancaman Sungmin.
"Kyuhyu—n, aku serius, akan kupukul kau sampai gegar otak kalau kau mak—in maju."
Kyuhyun sudah tuli kalau sudah begini, Lee Sungmin. Terima saja nasibmu.
.
.
.
Title : Thanks To My Phone
Rating : T
Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other
Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC
Type : Chaptered
Don't Like, Don't Read
.
.
.
-Chapter 15-
Tangan Sungmin sudah berada di dada Kyuhyun, menahannya. Bersiap mendorong Kyuhyun kapan saja jika artis itu mulai bertindak yang tidak-tidak padanya.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku, Min." Sungmin bisa mendengar suara Kyuhyun menjadi lebih berat dalam keadaan seperti ini. Maksudnya, benar-benar berat dan sangat jelas sampai-sampai hal itu menghalangi segala macam kenormalan yang selalu bisa Sungmin kedepankan selama ini.
"Kita sama-sama laki-laki, Kyuhyun."
Kyuhyun sedikit memundurkan tubuhnya, membawa tangannya menyentuh dagu Sungmin, mengangkatnya. "Kalau kau laki-laki, jawab pertanyaanku."
Sungmin memilih memandang kemanapun asal tidak ke arah depannya.
"Yang mengajariku cara berciuman dengan laki-laki justru kau, Hyung."
Sungmin masih bungkam, sedikit banyak ia mulai luluh dengan ucapan Kyuhyun. Tekanan yang ia berikan pada dada Kyuhyun pun sudah tidak terlalu terasa.
"Bahkan ciuman pertamaku dengan kau, Hyung. Seorang laki-laki."
Tangan Kyuhyun bergerak perlahan dari dagu Sungmin menuju bagian belakang leher pria 28 tahun itu.
Tadinya Sungmin ingin segera melepas tangan Kyuhyun yang sudah meraih bagian belakang lehernya, tapi sepertinya yang terjadi justru tidak sejalan. Ia terus berpikir kalau Kyuhyun memang memiliki ilmu hipnotis dan sedang menghipnotisnya dengan sangat profesional sekarang.
Sungmin menarik bagian depan pakaian Kyuhyun dengan sangat keras—meremasnya dulu sebelum benar-benar menariknya mendekat padanya. Mata mereka bertemu dan kali ini bukan hanya jantung Sungmin yang rasanya ingin melompat keluar, tapi paru-parunya juga karena kehabisan udara. Kenapa Kyuhyun selalu melihat dengan begitu dalam? Sensasi melihat Kyuhyun dalam jarak sedekat ini adalah sesuatu yang benar-benar tidak terdefinisi dan membuatnya tidak tahan.
"Kau duluan saja," bisiknya pelan pada Kyuhyun.
Kyuhyun melempar senyumnya sebentar sebelum benar-benar menyatukan bibirnya dengan milik Sungmin. Tangannya yang ada dibelakang leher Sungmin mulai mengelusnya perlahan. Balasannya, ia bisa merasakan tangan halus Sungmin bergerak dari dadanya untuk menangkup kedua belah pipinya.
Begitu banyak yang Sungmin rasakan saat bibir Kyuhyun menempel dengan miliknya dan mulai bergerak pelan untuk menyampaikan ribuan sengatan yang membuatnya merinding. Instingnya memerintahkan tangannya berpindah dari pipi Kyuhyun untuk mengalung di leher artis itu saat ciuman Kyuhyun terasa mulai menggoda. Sungmin merasakan sesuatu yang basah mulai menjamah bibir bawahnya dan ia tidak bisa terus menerus menahan kedua belah bibirnya untuk tetap tertutup.
Kyuhyun yang menghisap bibirnya seakan ikut menghisap semua perasaan resah Sungmin begitu saja. Ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain menggerakkan tangannya dengan perlahan di rambut belakang Kyuhyun. Ia ingin Kyuhyun tahu kalau dirinya menyukai ini, menginginkan ini sejak lama dan membutuhkannya.
Lidah Sungmin tidak bisa berhenti bergerak saat lidah Kyuhyun membuat gerakan yang sangat intim didalam mulutnya. Ada banyak yang ditukarkan saat mereka memulai gerakan eksotis dengan lidah mereka. Saliva, perasaan hangat, perasaan rindu, dan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah. Sesuatu seperti pencampuran 'aku membutuhkanmu' dan 'aku tidak mau kehilanganmu'. Masing-masing dari mereka tidak tahu lagi bagaimana cara mengatakan semua perasaan itu dengan kata-kata.
"Min..." Kyuhyun menghentikan semuanya begitu saja disaat Sungmin masih terbuai dengan kehangatan yang Kyuhyun berikan. Refleks Sungmin membuka matanya dan melihat langsung pada bibir basah Kyuhyun yang berada tetap di depannya. Salahkan perbedaan tinggi mereka.
"Apa kali ini aku menciummu dengan benar?"
Sungmin masih tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Ia bahkan masih tidak mengerti kenapa dia bisa kembali menarik Kyuhyun mendekat dan membalas ucapannya dengan begitu...entahlah.
"Tidak tahu, aku lupa. Kurasa kau harus mengulangnya lagi supaya aku ingat."
Kyuhyun tidak akan main-main setelah mendengar perintah Sungmin, dia akan memberikan ciuman terbaiknya yang memabukkan. Akan ia buat Sungmin mengingatnya seumur hidup.
Kyuhyun menatap Sungmin yang masih menutup matanya setelah bibir mereka terlepas. 'Apa ini artinya kau akan kembali padaku?' tanya Kyuhyun dalam hati. Ia benar-benar ingin menanyakan itu dan mendapat jawaban 'iya' dari Sungmin, tapi ia masih takut Sungmin akan kembali lari darinya saat ia ingin memulai semuanya dengan serius.
"Kurasa kita sudah lumayan menghabiskan waktu disini. Kita jalan sekarang?" Suara Kyuhyun seperti membuat Sungmin tersentak dan membuka matanya. Lagi-lagi begini. Lagi-lagi ia tidak sadar kalau dia sudah mulai melemah didepan Kyuhyun. Sungmin kembali duduk dengan benar di tempat yang seharusnya dan memasang seatbeltnya. Ia mengatupkan bibirnya dengan sangat rapat dan membuang napasnya dengan sangat perlahan.
"Aku tidak tahu harus melakukan apalagi padamu, Cho Kyuhyun. Kau selalu membuatku tidak bisa berpikir." Sungmin berniat mengatakan itu dalam hati, tapi entah kenapa Kyuhyun menengokkan kepalanya. Kyuhyun mendengar ucapannya?
"Kalau begitu tidak perlu berpikir. Cukup tatap aku dan rasakan detak jantungmu yang tidak beraturan, Hyung. Setelah itu beritahu aku kalau kau siap berlari bersamaku."
Pemuda 25 tahun itu harus kembali bersabar saat melihat gerak-gerik penolakan dari Sungmin. Ia tahu semuanya tidak akan bisa semudah itu. Sesuatu yang baik itu membutuhkan kesabaran, 'kan? Apalagi ini berhubungan dengan makhluk seluar biasa Lee Sungmin.
Kyuhyun mengangguk mengerti dan mulai menghidupkan mobilnya saat melihat Sungmin tidak mengatakan apapun padanya. Sepertinya delapan tahun memang belum cukup untuk membuka hati Sungmin.
'Padahal kau hanya butuh satu anggukan untuk menyelesaikan semuanya, Hyung. Satu anggukan dan kita akan hidup bersama dengan bahagia.'
.
.
.
Buru-buru Kyuhyun turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Sungmin. Ia menawarkan bantuan untuk membawakan kado-kado Sungmin, tapi ditolak.
"Masuk saja. Sekalipun sudah terlambat, tapi akan kusiapkan makan siang," kata Sungmin agak dingin saat merasakan Kyuhyun tidak mengikutinya masuk ke dalam rumahnya.
Kyuhyun mempercepat langkah kakinya agar bisa berjalan beriringan dengan Sungmin. Ini benar-benar dambaannya. Berjalan dengan pendamping hidupnya di tempat setenang dan senyaman ini tanpa hiruk pikuk kejaran kamera yang tidak pernah berhenti mengganggu hidupnya. Ia rela menukarkan semua harta kekayaannya untuk kehidupan seperti ini bersama Sungmin.
Seandainya Sungmin mau menjalani hidup bersamanya.
Pikiran Kyuhyun kembali fokus saat mendengar pintu rumah yang dibuka oleh Sungmin. Beberapa langkah setelah mememasuki rumah tersebut, mata beberapa orang yang berada disana langsung menyambut kehadirannya dan Sungmin.
"Sajangni—"
Sapaan seorang perempuan terputus begitu saja saat Sungmin dengan cepat bergegas dan menarik tangannya, merangkulnya.
"Yeobo, sudah kukatakan kalau dirumah jangan panggil aku dengan sajangnim. Kau masih saja formal begitu, hahahahaha."
"MWO?!"
Balasan terkejut itu bukan berasal dari satu orang saja, melainkan semua orang bahkan perempuan dalam rangkulan Sungmin tidak terkecuali. Ungkapan itu seakan menunjukkan kalau mereka tidak terbiasa dengan panggilan khusus suami-istri itu yang keluar dari mulut bos mereka. Sungmin melirik Kyuhyun sebentar untuk melihat reaksi terkejut dari pemuda itu.
'Aku berhasil.'
"Kalian kenapa terkejut begitu? Hahahaha. Kau juga kenapa terkejut, Yeobo?" Sungmin menatap perempuan di sampingnya dengan tatapan yang agak memelas seakan meminta bantuan. Ia berharap perempuan itu mengerti arti tatapannya. Bagaimanapun juga mereka sudah tinggal bersama lebih dari setahun.
"Sajangnim, ini—"
"Panggil aku yeobo, Luna-ya."
Kyuhyun harus menahan tawa yang nyaris meledak sebentar lagi setelah mendengar ucapan terakhir dari Sungmin. Ia menutup mulutnya dengan tangan kanan dan tangan kiri yang memegang perutnya. Jujur saja tadinya ia sempat terkejut saat Sungmin memanggil Luna dengan Yeobo. Yah, walaupun dari awal ia menaruh curiga dengan interaksi kaku pasangan palsu didepannya.
Astaga, sandiwara apa yang coba Sungmin tunjukan padanya? Jadi, perempuan itu Luna? Istrinya? Jangan bercanda, Kyuhyun bicara dengan perempuan ini semalam dan tahu betul seberapa formal orang itu saat bicara dengannya. Yeobo? Pfft. Sungmin mulai sinting.
"Ah, ne, Sajang-yeo-yeobo," jawab Luna takut-takut. Matanya melirik ke kiri, kearah seorang laki-laki yang menunjukkan ekspresi tidak sukanya dengan melipat tangan didepan dadanya.
"Sebentar." Sungmin beralih menatap Kyuhyun dan membawa Luna bersamanya.
"Cho Kyuhyun-sshi, kuperkenalkan padamu. Luna. Istriku."
'Tahan Kyuhyun, tahan. Jangan tertawa.' Kyuhyun makin mengatupkan mulutnya saat melihat Sungmin memaksa Luna untuk mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.
"Ehm, ne. Perkenalkan aku Cho Kyuhyun. Begini, bukan maksudku mengganggu rumah tangga harmonismu dengan Sungmin, Luna-sshi. Tapi, aku selingkuhan Sungmin."
"MWO?"
Senyuman puas penuh bangga itu tidak bisa Kyuhyun tahan saat melihat semua orang di ruangan itu terbelalak tidak percaya. Terlibih melihat wajah Sungmin yang berubah pucat.
Jangan main-main dengan Cho Kyuhyun, Lee Sungmin.
.
.
.
Sungmin dan Luna ditarik keluar rumah oleh salah satu karyawan yang tidak tahan dengan sandiwara suami-istri antara bos dan kekasihnya.
"Sajanganim, apa maksudnya ini semua ini? Luna itu kekasihku! Semua orang juga tahu itu."
Laki-laki yang ditanya hanya bisa menghembuskan napasnya berat. "Ini situasi darurat, Jonghyun-ah. Aku tidak mungkin dan tidak ada keinginan untuk merebut Luna darimu. Dia kekasihmu sekarang dan sampai kapanpun, aku tahu itu. Tapi, aku mohon pinjamkan dia padaku sampai Kyuhyun pulang."
"Ani!"
"Aku akan memberi waktu libur seminggu penuh untukmu dan Luna."
Jonghyun kelihatan berpikir. Ia melirik ke arah kekasihnya untuk meminta saran darinya. Tawaran itu memang bagus, tapi tetap saja, artinya ia harus sabar melihat Luna menjadi istri Sungmin-sajangnim?
"Kumohon. Paling lambat sampai sore ini saja. Dia pasti akan pulang setelah makan." Sungmin tidak berhenti membujuk salah satu karyawannya. Sudah berapa kali ia memohon pada orang lain hari ini? Ia benar-benar tidak suka bila harus menarik orang lain dalam urusan pribadinya, tapi ia memang sangat membutuhkan bantuan mereka sekarang.
Luna menyikut Jonghyun. Perempuan itu tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia memang tidak tega kalau bosnya sudah memohon begini.
"Sampai sore saja, Sajangmin."
.
.
.
"Jadi, kau sudah keliling dunia, Kyuhyun-sshi?"
"Nyaris."
"Wah~ hanya karena suaramu kau bisa keluar negeri?"
Kyuhyun mengangguk saat orang yang ia tahu bernama Ryeowook kembali bertanya padanya. Tangannya sibuk mengelus kucing di pangkuannya, Sen. Ya Tuhan, sudah lama sekali ia tidak melihat kucingnya yang belum ada sehari ia pelihara. Rasanya sangat senang saat mengetahui Sen masih hidup dan kelihatan begitu sehat. Lebih dari itu, Sen masih mengenakan kalung buatannya.
Sekali Kyumin's, selamanya memang akan menjadi miliknya dan Sungmin.
Sungmin benar-benar menjaga pemberiannya. Ah, itu membuatnya tersenyum lagi.
"Tidak heran Sajangnim tergila-gila padamu. Suaramu mengantarmu menjadi orang terkenal. Aku juga menyukai lagu-lagumu."
Artis itu hanya bisa mengangguk-angguk bangga. Ia tidak mau sombong, tapi ia tahu suaranya memang bagus.
"Apa Sen juga milik kalian berdua? Aku selalu bertanya arti Kyumin's pada Sajangnim, tapi tidak pernah dijawab."
"Aku tidak akan menjawabnya kalau Sungmin tidak memberi tahunya langsung. Tapi yang jelas Kyumin memang gabungan namaku dan Sungmin."
Tiba-tiba obrolan singkatnya dengan semua karyawan Sungmin yang ada diruangan itu terhenti begitu Sungmin, Luna, dan seseorang yang ia tahu—Ryeowook memberitahunya—bernama Jonghyun masuk bersamanya.
"Sajangnim, kenapa tidak cerita kalau Sajangnim ke Seoul untuk bertemu dengan Kyuhyun?"
"Jangan-jangan selama ini Sajangnim pura-pura menjadi penggemarnya agar kami tidak mengetahui hubungan gelap kalian?"
"Selama ini Sajangnim pamit untuk menonton konser Kyuhyun juga untuk menutupi hubungan Sajangnim dengan Kyuhyun sekalian kencan secara rahasia?"
"Semua poster yang Sajangnim pajang di kamar Sajangnim adalah kamuflase, 'kan? Sajangnim pasti menyimpan foto Kyuhyun secara pribadi di tempat lain."
Sungmin mendadak pusing saat kehadirannya justru disambut pertanyaan tidak berbobot dari karyawannya. Ini semua pasti ulah Kyuhyun. Entah apa yang orang-orang itu dengar dari mulut seorang Kyuhyun.
"Kembali bekerja."
Mereka, yang diperintahkan oleh Sungmin, hanya bisa mendengus dan menggerutu karena jawabannya tidak dijawab oleh bos mereka. Sebaliknya, Kyuhyun kembali tersenyum saat melihat Sungmin sepertinya cukup kewalahan menghadapi tingkahnya.
"Kau bilang mau membuatkanku makan siang, 'kan, Hyung? Mau kubantu?"
"Diam disana, Cho Kyuhyun. Mendekat selangkah saja akan kulempar kau ke neraka."
Kyuhyun tertawa dan tiba-tiba menatap karyawan-karyawan Sungmin yang masih ada di ruangan itu. "Tuh, apa kubilang? Bos kalian jadi tiba-tiba bersikap kejam padaku kalau di depan umum. Padahal kalau sedang sendirian dia selalu bilang merindukanku."
"Jangan begitu, Sajangnim. Kyuhyun-sshi sudah jauh-jauh mengantarmu dari Seoul, mengabaikan pekerjaannya."
"Betul, Sajangnim, jangan pura-pura kejam begitu. Tidak perlu menutupi hubungan kalian kalau sedang bersama kami."
Sungmin memijat pelipisnya lagi. 'Cho Kyuhyun...'
"Kalian kembali kerja saja. Aku tahu pesanan gitar dan beberapa alat musik tradisonal sedang tinggi akhir-akhir ini. Kalau kalian tidak bisa membuat desain yang bagus gara-gara kedatangan Tuan Cho yang satu ini, kupotong gaji kalian."
'Tiba-tiba Sajangnim jadi galak.'
'Biasanya Sajangnim tidak pernah membahas gaji.'
'Dia nervous karena ada Kyuhyuh-sshi disini.'
'Sepertinya ini kode kalau Sajangnim sedang ingin berduaan dengan Kyuhyun.'
'Aku harap kita bisa pulang cepat agar tidak mengganggu.'
"YA! Aku mendengarnya!" Sungmin sedikit meninggikan suaranya saat mendengar karyawannya berbisik tanpa rasa hormat padanya. Kadang-kadang ia menyesal mempekerjakan mereka.
"Akan kubuatkan makan siang untukmu, jangan keliaran kemana-mana," ucap Sungmin pada Kyuhyun yang mulai iseng mengitari ruang kerja karyawannya. Setelah itu dia menghilang ke arah dapur bersama Luna yang daritadi tidak membuka suara sama sekali.
"Kyuhyun-sshi, sudah berapa lama kau menjalin hubungan dengan Sajangnim?"
"Apa orangtua Sajangnim tahu hal ini, Kyuhyun-sshi?"
Kepergian Sungmin ke dapur tidak membuat karyawannya berhenti bergossip. Apalagi ada Key dan Ryeowook yang jelas tidak bisa membiarkan artis terkenal itu menganggur begitu saja.
Kali ini, Kyuhyun akan memilih bungkam. Ia sudah hapal dengan pertanyaan macam ini. Makin ia buka suara, makin penasaran mereka. Lebih baik serahkan pada Sungmin. Ditambah lagi, ia punya misi yang lebih penting sebenarnya.
"Aku takut Sungmin marah padaku kalau semuanya kubeberkan begitu saja. Kalau kalian punya waktu, lebih baik tanyakan sendiri padanya. Ngomong-ngomong, apa Sungmin tidur di rumah ini?"
Mereka serentak menjawab 'ya'.
"Oh ya? Yang mana kamarnya?"
.
.
.
Sungmin membersihkan tangannya di wastafel setelah selesai menata meja makan yang penuh dengan masakan buatannya. Sebenarnya sudah lama Sungmin tidak membuat makanan untuk orang lain sehingga ia tidak tahu apa masakannya hari ini enak atau tidak. Lagipula, jangankan untuk orang lain, ia bahkan lebih sering makan makanan buatan Luna atau beberapa noona yang rajin mengiriminya makanan daripada buatannya sendiri.
Sekalipun ia tidak percaya diri dengan masakannya, tapi tidak terlintas sedikitpun di pikirannya kalau Kyuhyun harus makan masakan Luna atau siapapun. Bagaimana mengatakannya ya? Ia memang ingin memasak untuk Kyuhyun sejak dulu.
Baiklah, mari berharap Kyuhyun akan pura-pura menyukainya sekalipun masakannya gagal.
Laki-laki itu menggeleng. "Ada apa denganku? Kenapa sedikit-sedikit senang lalu kesal sendiri? Kenapa seperti remaja labil begini? Usiamu 28 tahun, Lee Sungmin."
Kesal sendiri dengan pikirannya, Sungmin memilih untuk berhenti berfantasi. Ia kemudian melangkahkan kakinya kembali ke ruang kerja karyawan-karyawannya, mencari Kyuhyun untuk mengatakan padanya kalau makan siangnya sudah siap. Sayangnya, ia tidak menemukan sosok itu di ruangan yang ia maksud.
"Mana Kyuhyun? Apa dia sudah pulang?"
Senyum di wajahnya menghilang. Kyuhyun meninggalkannya? Setelah semua ini?
"Tenang saja. Dia di kamarmu, Sajangnim."
"MWO? WAE?" Berapa kali Kyuhyun harus membuatnya kaget hari ini?
Buru-buru Sungmin berlari ke kamarnya. Ia memang selalu mengunci kamarnya, tapi Kyuhyun pasti punya ribuan cara untuk masuk dan mengacak-acak kamarnya. Tunggu dulu. Kamarnya? Astaga!
CKLEK
Kyuhyun sedang duduk di belakang meja kerja Sungmin. Ia sibuk melihat beberapa kertas yang ada di meja tersebut. Banyak kertas berisi gambar alat musik yang seperti desain sendiri. Mungkinkah buatan Sungmin dan karyawannya? Siapapun yang membuatnya, pada intinya, semuanya tepat seperti yang ia yakini sebelumnya. Sungmin memang menjadi pengrajin alat musik sekarang.
"Kyuh—yun," panggil Sungmin setelah ia membuka kamarnya sendiri. Wajahnya merah padam saat melihat Kyuhyun hanya duduk dengan tenang di hadapannya.
"Hm?"
"Makan...siangnya sudah siap."
Kyuhyun bangkit dari tempat duduk dan berjalan mendekati Sungmin.
"Jadi, bisa kulihat kalau kau seorang Sparkyu. Sejak kapan kaumenggilai Cho Kyuhyun, Hyung?" Bukan tanpa alasan Kyuhyun menanyakan hal ini. Kalau kalian lihat sendiri keadaan kamar Sungmin yang penuh poster Cho Kyuhyun kalian juga pasti akan menanyakan hal yang sama.
Sungmin mati kutu. Berapa kali Kyuhyun menangkap basah dirinya hari ini?
"Aku sudah membuatkan makan siang. Cepat makan lalu pulang." Sungmin membalik badannya dan bersiap keluar sebelum Kyuhyun menahan tangannya.
"Kau hidup dengan cara seperti ini? Kenapa kau mempersulit dirimu sendiri? Kau bisa mendapat Cho Kyuhyun yang asli secara utuh kalau kau mau tanpa harus menjadi fanboy seperti ini."
Sungmin menepis tangan Kyuhyun.
Apa salahnya? Ia hanya ingin orang yang ia cintai sepenuh hati hidup normal tanpa beban. Kenapa sulit sekali membuat Kyuhyun mengerti dan mau melepasnya? Kenapa sesulit itu menyadarkan Kyuhyun kalau terus-menerus menyimpan cintanya untuk laki-laki bukan hal yang baik?
Kenapa tidak kau yang mencoba mengerti perasaan Kyuhyun, Sungmin?
"Jujur padaku, Hyung. Kali ini saja."
"Jangan bicara yang tidak-tidak."
"Kalau Kyuhyun yang dulu begitu bodoh sampai melepasmu begitu saja, sekarang akan kutunjukkan padamu. Akan kutunjukkan kalau kali ini aku tidak akan mundur dan melepasmu."
Dengan itu, Kyuhyun melangkah keluar lebih dulu mendahului Sungmin menuju ruang makan.
.
.
.
Sampai jam dinding di ruang kerja mereka menunjukkan pukul 8 malam, keadaan tempat itu masih kacau. Beberapa waktu yang lalu Karyawan Sungmin bersama Kyuhyun masih sibuk dengan kartu, tapi sekarang mereka malah main Truth or Dare. Kedatangan Kyuhyun hari ini membuat karyawan Sungmin malas bekerja dan memilih mogok bekerja sejak tiga jam yang lalu.
Jangan tanyakan keadaan Sungmin. Ia sudah mengurung diri di kamarnya sejak pukul 7. Sudah sampai mau lepas rasanya bibirnya meminta mereka kembali bekerja. Sekuat apapun ia mengusir si pembuat onar—Kyuhyun, sekuat itu pula belaan karyawannya terhadap Kyuhyun dilayangkan padanya.
'Jarang-jarang ada artis terkenal yang main ke daerah ini, Sajangnim. Biarkan kami bebas hari ini.' Oh, Sungmin ingat sekali alasan Key saat ia mengusir Kyuhyun.
"Putar sekali lagi~" ucap Henry saat botol yang mereka gunakan untuk bermain Truth or Dare menunjuk kearah pintu kamar Sungmin yang tertutup.
"YA!" Suara Sungmin terdengar begitu menyeramkan saat ia membuka pintu kamarnya. Ia kesal dengan suara berisik dari orang-orang yang tidak mau bekerja hari ini.
'Ryeowook, Henry, Jonghyun, Luna, Onew, dan Key. Kupotong gaji kalian. Kupastikan itu.'
"Sajangnim~ Truth or Dare?" tanya Key lantang karena sekarang botol Truth or Dare mereka menunjuk kearah Sungmin.
"Aku tidak ikutan. Cho Kyuhyun-sshi, berhentilah membuat usahaku rugi. Pasti kau yang memprovokasi karyawanku sampai mereka tidak mau bekerja hari ini. Iya, 'kan?"
Kyuhyun menggeleng polos. "Istrimu yang mengajak kita bermain seperti ini." Ia menunjuk Luna.
"Luna itu kekasihku," ucap Jonghyun tidak terima.
Sungmin menatap Jonghyun tajam. Kenapa Jonghyun membeberkannya sekarang? Argh, rasanya kepalanya ingin pecah.
"Apa maksudmu, Jonghyun-ah? Luna itu..."
"Nah kan, Sajangnim memang ingin merebut Luna dariku. Aku sudah curiga sejak tadi siang. Perjanjiannya sampai sore saja, kan? Sekarang sudah malam."
Sungmin mendengar Kyuhyun tertawa keras. Sialan, orang itu pasti akhirnya tahu ia berbohong mengenai masalah hubungannya dengan Luna. Siapapun tolong berikan kantong plastik untuk membantu menyembunyikan wajah malu Sungmin.
"GRAAAAH," Sungmin mengacak rambutnya kesal. Sungguh, jarang-jarang ia berteriak begini didepan orang lain.
"Dare! Dare! Aku pilih dare! Sekarang, tantang aku untuk membunuh Cho Kyuhyun!"
.
.
.
"Buahahahahahaha."
Onew dan Key tertawa tanpa henti saat lagi-lagi botol yang mereka putar berhenti untuk menunjuk Sungmin. Jangan bercanda, ini ketiga kalinya. Sungmin harus mengelus dadanya dengan penuh kesabaran saat lagi-lagi ia harus mendapat giliran yang tidak enak. Saat giliran pertamanya, ia memilih dare dan ditantang untuk melakukan sexy dance selama lima menit. Kemudian, ia kembali memilih dare dan terpaksa melakukan aegyo sampai Kyuhyun mengatakan 'Stop'. Kalian tahu? Butuh lebih dari 20 gerakan aegyo untuk membuat Kyuhyun mengatakan satu kata itu. Sangat menyebalkan, asal kalian tahu.
Kyuhyun mengambil alih permainan disela tawa mereka. "Kali ini biar aku yang menangani orang menyedihkan ini. Jadi, Hyung, truth or dare?"
"Dare."
'Jangan harap aku memilih truth, Cho,' batin Sungmin sambil tersenyum meremehkan pada Kyuhyun.
'Keras kepala. Padahal aku sangat ingin dia memilih truth.' Kyuhyun mau tidak mau harus memutar otaknya. Dia harus mendapatkan apa yang dia mau. Kalau Sungmin tidak pernah mau mengakuinya saat mereka sedang berdua, Sungmin harus mengatakan perasaannya yang sebenarnya di hadapan semua orang yang ada disini.
"Kau harus... Kau harus menjawab pertanyaanku dengan memilih satu dari dua jawaban yang kuberikan dengan sangat cepat. Aku akan memberikan 7 pertanyaan dan 2 detik untuk menjawab masing-masing pertanyaanku. Kalau gagal, kau harus menciumku."
Tantangan Kyuhyun mendapat sorakan setuju dari semua orang di ruangan itu kecuali Sungmin.
"Kyuhyun-sshi, Fighting! Berikan soal tentang IT. Sajangnim tidak mengerti itu."
"Tanyakan apa itu instagram. Sajangnim juga tidak akan tahu jawabannya."
Tanpa memikirkan betapa kurang ajar karyawannya menghina harga diri Sungmin, laki-laki itu tetap tidak menyukai tantangan Kyuhyun. Satu hal lagi, ia tidak mengerti kenapa orang-orang yang harusnya jijik saat mengetahui ada sesuatu antara dirinya dan Kyuhyun justru sangat menyukai kenyataan kalau dia kalah, dia harus mencium Kyuhyun. Bukankah itu akan terlihat menggelikan bagi mereka? Atau Kyuhyun menghipnotis mereka?
"Aku mulai."
Sungmin memusatkan konsentrasinya. Pasti Kyuhyun akan menanyakan 'Kau mencintaiku? Kau merindukanku? Maukah kau kembali padaku?' atau pertanyaan yang berputar disekitar itu. Ia sudah menebak pertanyaan apa yang mungkin Kyuhyun keluarkan, jadi sebisa mungkin Sungmin akan memberikan sugesti jawaban penolakan dipikirannya.
"Menjadi artis atau pengusaha?"
"Pengusaha."
Kyuhyun terkejut karena Sungmin benar-benar menjawab tepat setelah ia bertanya. Ada dua kemungkinan disini. Sungmin dalam mode konsentrasi penuh atau Sungmin dalam mode refleks. Tapi, kalau dilihat dari wajah serius Sungmin, besar kemungkinan kalau Sungmin dalam tingkat konsentrasi penuh. Padahal yang ia butuhkan adalah Sungmin dalam keadaan refleks. Ia butuh pertanyaan yang bisa menurunkan kewaspadaannya agar Sungmin menjawab berdasarka kata hatinya.
Baiklah, ia harus merelakan tiga kesempatan sepertinya.
"Onew atau Key?"
"Onew." Kyuhyun menangkap alis Sungmin yang bergerak bingung sebelum menjawab pertanyaannya dan bahu Sungmin yang merosot setelah ia menjawab pertanyaannya. Taktiknya berhasil.
"Kyuhyun delapan tahun yang lalu atau Kyuhyun Si Penyanyi?"
"Kyuhyun delapan tahun yang lalu."
Ekspresi Sungmin kembali menegang. Oh, ini sangat menyenangkan.
"Jjajangmyun atau Kimchi?"
"Jjajangmyun."
"Menyimpan data di flashdisk atau email?"
"Email."
"Lebih besar mana. Kyuhyun mencintaiku atau aku mencintaimu, Cho Kyuhyun?"
"Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun."
Jawaban Sungmin yang kali ini kembali mendapat sorakan gembira dari lima orang yang menatap Sungmin tanpa berkedip. Ini memang gila, tapi mereka berlima mendukung kembalinya hubungan Kyuhyun dan bos mereka. Mendengar kisah singkat Kyuhyun tentang perjalan cinta Kyuhyun dan Sungmin yang kandas di tengah jalan karena penolakan di sana-sini membuat mereka terkesima. Tidak ada alasan yang pasti, yang jelas, Sungmin-sajangnim terlihat sangat cocok dengan Kyuhyun.
Kyuhyun kelihatan menahan senyumnya saat mendengar jawaban Sungmin. Rasanya ia mau memeluk Sungmin saat ini juga. Entah itu hanya jawaban spontan atau murni dari pikiran Sungmin, yang terpenting adalah ia bisa mendengar kalimat itu meluncur dari mulut Lee Sungmin. Itu baru sekali. Bayangkan akan seberapa senang dirinya kalau Sungmin dengan sukarela mengucapkan kalimat itu padanya setiap saat.
'Apa yang kukatakan? Bagaimana reaksi Kyuhyun?' Sungmin memegang pipinya yang sekarang sangat panas sambil menunduk. Tadinya ia pikir Kyuhyun masih akan mengeluarkan pertanyaan yang sama tidak pentingnya dengan jjajangmyun dan email, tapi ia salah. Kyuhyun benar-benar tahu bagaimana cara menjebak orang lain. Ia refleks mengatakan itu karena...memang itu yang ia pilih. Memang itu yang ia rasakan. Ia yakin rasa cintanya lebih besar dari cinta Kyuhyun padanya.
Kyuhyun mendekati Sungmin, mempersempit jarak antara mereka. Ia harus begini untuk mendapatkan jawaban paling jujur dari Sungmin. Ia memegang tangan Sungmin dan menyingkirkannya dari pipi orang yang membuat hidupnya berubah total.
Mereka berdua yang sekarang saling tatap tidak mendengar sorakan dari orang lain yang ada di ruangan itu. Hanya ada Kyuhyun di mata Sungmin dan begitu pula sebaliknya.
"Pertanyaan terakhir, Min. Menikah denganku atau tetap menggantungku?"
Sungmin diam saat Kyuhyun menatapnya penuh arti dan harap saat ini. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Dua-duanya—
"Kau tahu aku hanya memberimu dua detik. Satu," Kyuhyun mulai menghitung.
"Menikah denganmu."
.
.
...
Kalau Sungmin ditanya siapa orang yang paling lama menempati tempat paling spesial di hatinya, jawabannya tentu hanya satu dan itu adalah Cho Kyuhyun.
Kalau dia ditanya apa yang dia ingat tentang Kyuhyun, Sungmin tidak akan pernah bisa menajawabnya karena jawabannya sangat banyak. Ia ingat semuanya. Semua yang Kyuhyun berikan dan katakan padanya.
"Hah, jangan bercanda. Perempuan macam apa yang menggunakan pakaian dalam pria?"
"Annyeong, Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih sah dari Lee Sungmin."
"Kami sudah berpacaran... enam bulan. Kami bertemu di kereta, lalu... jatuh cinta pada pandangan pertama."
"Ne. Aku kekasih sah dari Lee Sungmin. Kami sudah pacaran selama enam bulan."
"Aku dan Sungmin siap menerima risiko apapun dari hubungan kami. Kami siap."
Benarkah? Mianhae. Jeongmal Mianhae, nae namjachingu, Lee Sungmin :)
"Annyeonghaeyo, Lee Chunhwa-ahjussi. Cho Kyuhyun imnida. Aku kekasih Sungmin."
"Aku dan Sungmin juga tidak akan menyerah. Kami akan terus meyakinkan semua orang dan membuat mereka menerima kami. Chunhwa-ahjussi, Kyeongsuk-ahjumma, Eomma, Appa, Fans Sungmin, semuanya...Tolong dukung kami."
"Maaf aku mencurinya. Kalau aku melakukannya saat kau sadar, kau bisa membunuhku."
"Terima kasih atas hari ini. Aku sangat senang. Aku mencintaimu."
Selamat ulang tahun yang ke-25, Chagi-ya. Saranghae^^
"Kalau Kyuhyun yang dulu begitu bodoh sampai melepasmu begitu saja, sekarang aku akan kutunjukkan padamu. Akan kutunjukkan kalau kali ini aku tidak akan mundur dan melepasmu."
Semua momen manisnya dengan Kyuhyun selalu terputar begitu saja saat ia mendengar nama Kyuhyun di sebut. Dan itu selalu membuatnya tersenyum.
#
Ada banyak sisi dari Kyuhyun yang menarik perhatiannya. Tapi, Kyuhyun yang sangat perhatian padanya, Kyuhyun yang pantang menyerah dan Kyuhyun yang setia adalah favoritnya.
Kalian mungkin tidak tahu, tapi alasan 'ingin melihat Kyuhyun hidup normal dengan perempuan' hanyalah satu dari ribuan alasan yang ia buat untuk meneguhkan hatinya sendiri kalau Kyuhyun dan dirinya tidak pantas bersama.
Bukan, bukan karena masalah hidup normal.
Bukan karena orangtuanya.
Ini semua bukan karena itu.
Ini semua karena keegoisannya.
Saat bersama Kyuhyun dulu, Sungmin terus meragukan Kyuhyun karena dia masih anak sekolah. Ia yakin Kyuhyun hanya main-main dengan ucapannya dulu. Menyatakan cinta semudah dan secepat itu? Itu sangat meragukan, 'kan? Semua yang Kyuhyun rasakan padanya pasti hanya emosi sesaat yang akan hilang begitu dirinya ikut hilang.
Dengan emosi yang seperti itu, Kyuhyun pasti akan membuangnya begitu saja, selingkuh di belakangnya, membicarakan kejelekannya didepan orang lain, dan hal buruk lainnya saat dia bosan berhubungan dengan Sungmin. Bukan tanpa dasar, kebanyakan laki-laki memang seperti itu. Pasti akan ada saat dimana Kyuhyun akan seperti itu padanya. Sungmin memang tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki, tapi ia laki-laki. Ia tahu persis seperti apa laki-laki.
Sekali laki-laki itu bosan denganmu, kau akan dibuang seperti kulit pisang. Tepat seperti alasan ia memutus hubungannya dengan kekasih-kekasihnya dulu.
Kalian tahu bagian paling egoisnya?
Sungmin tidak pernah mau kehilangan Kyuhyun. Sosok yang bisa membuatnya jatuh cinta karena buaian, perhatian, dan sikapnya yang begitu memanjakannya. Ia tidak mau Kyuhyun bosan dengannya lalu meninggalkannya. Lebih baik tidak pernah memiliki Kyuhyun sama sekali daripada merasakan semua itu.
Kalian tahu bagian paling sulit yang bisa membalik semuanya?
Kenyataan bahwa selama delapan tahun, Kyuhyun tidak bosan menunggunya dan menyiapkan kado ulang tahunnya setiap tahun. Sekaligus, dalam sekejap, Kyuhyun mematahkan teorinya tentang emosi sesaat yang ia yakini.
Bolehkah ia berharap kalau perasaan Kyuhyun padanya memang tidak akan berubah? Apa kedengaran tidak tahu diri?
Tapi, terlepas dari semua itu, sekarang ia siap dengan semua risiko yang akan ia terima. Sudah cukup keegoisannya membuatnya dan Kyuhyun seperti sekarang.
Tak peduli Kyuhyun yang mungkin akan bosan dengannya, selingkuh dibelakangnya, berubah dingin padanya suatu saat nanti atau bahkan Kyuhyun yang mungkin akan membuangnya.
Tiga bulan? Satu tahun? Dua tahun? Berapapun waktu yang tersedia untuknya menjalin hubungan dengan Kyuhyun setelah ini, ia akan sangat berterima kasih. Paling tidak biarkan Sungmin merasakan bagaimana rasanya menggenggam tangan Kyuhyun erat-erat dan membalas semua pengorbanan Kyuhyun untuknya.
.
.
"Pertanyaan terakhir, Min. Menikah denganku atau tetap menggantungku?"
"Menikah denganmu."
.
.
.
To Be Continued
Kemaren TBC ganggu, kemaren lagi TBC bikin penasaran. Sekarang TBC pas kan ya? -_-
Udah ada bau-bau tamat kan? :D Kayak yang saya bilang sebelumnya, ff ini beneran ga bisa dipaksa tamat di chapter 15. Hehe mian.
Saya lagi-lagi mau minta maaf karena telat apdet. Susah ternyata kuliah sambil ngajar privat terus ngetik ff. Kalo nulis status sama ngepoin Sungmin mah sempet hahaha
Selalu makasih banyak buat yang udah baca dan ngedukung ff ini :)
.
Balesan riview non-login. Sekali lagi saya minta maaf sama yang login belom bisa dibales semua D: Coba pake nonlogin deh. Koneksi internet suka ga seru kalo buat diajak balesin review T.T
-Chapter 14-
minoru : Sebenernya sampe sekarang pun ga ketauan Luna apanya Ming hahaha masih ada di chapter depan jawabannya :3 Tumben ya Hyukie ngomong sesuatu yang bener *dikeplak*
Guest : Cintaku ke Ming juga luar biasa loh hohoho. Dunia keartisan? Masih di chapter depan :D
Han young hee : Lah kirain kemaren motongnya pas gara-gara udah ketebak? Hahahaha. Aku udah bales kok. Sumpah ;A; coba kamu cek lagi PMnya :) Maaf tapi ya balesnya lama. Kalo login emang gitu sowriiii
Okoyunjae : Eh udah ga evil? Iya ya? Udah gede jadi udah mikir si Kyunya hehe
zaAra evilkyu : Sampe chapter ini pun dia ketiban sial terus lol sabar yah yeobooo *peluk Ming*
Ria : *mungutin duit maenannya* Kalo dibawa ke hotel bisa makin menjadi-jadi tuh si Kyuhyun wkwkwkwk Luna itu bagian dari karyawan ming, tapi penjelasan lebih detailnya bakal keluar di chapter depan. Foto selcanya Kyu cuma ada di hapenya Min dan berarti itu private hahaha He'eh, buru-bru ke tempat Unyuk malah di balikin lagi ke Kyuhyun sama Unyuk, emang jodoh sih jadi begitu deh hahaha. Lebih tepatnya Ming itu bagian dari sparkyu. Masalah Sendbill juga bakal dibahas chapter depan :) Makasih lagi yaaaa
E. : Makasih banyak~ :)
lee sunri hyun : Hahaha iya bener. Kalo Kyu lagi untung, Mingnya sial. Saling melengkapi(?)
Guest : Okee :D
Cungie Cho : Aku juga senyum-senyum sendiri masa :D Ini udah ada tanda-tanda mau balikan nih hoho
Adelia Santi : Eonniiiiiie, udah lama kita ga ngobrol hehe. Yeay aku bikin adegan kissu ala kadarnya jadi jangan lemparin pake apa-apa ya? Eh, lempar kolor Ming boleh deh. Eh hape juga boleh deh. Hapeku udah butut hahaha
Saki : Udah dapet jawaban Ming cinta ga sama Kyu-nya di chapter ini? :D
Jirania : Bahkan sekarang dia berani minta nikah xD
MinnieGalz : Berapapun umurnya Ming, kesan imutnya ga bisa ilang ya? Iri :3
Winecouple : Betul-betul, Ming harus udah mulai sadar kalao banyak orang yang ngedukung hubungannya sama Kyu.
KM137 : Karena aku apdet lagi, aku panggil cacing lagi dong? Nyehehe. Makasih bunganya :D Min malu-malu makin imut :3
Dessykyumin : *ngasih ale-ale sekardus* Eaaaa maju terus tinggal cup. Kaya iklan sosis. Tinggal lep. Kenapa ngiklan mulu deh jadinya hahaha
Bunny Ming : okeeee
Bluepearl : Salam kenal juga :D Hehehe padahal ga aku taro di genre humor. Karena selera humor kita sama, mungkin golongan darah kita juga sama #hah?
ButtCouple137 : Ciuman ga ya akhirnyaaaa. Unyuk jahil itu makin sexy loh. Hahaha Aduh soalnya aku banyak urusan sih (sok sibuk) Maaf yaaa
Park Rye Min : Aku cantik sih, tapi kalo liat foto Sungmin, minder langsung hahahaha. Bukan aku yang bikin senyum-senyum, tapi Kyumin xD Kyumin bersatu kah kira-kira kalo abis baca chapter ini?
Diamond : Kisseu dong tapi yah saya ga terlalu bisa ngegambarinnya. Ngebayangin mah bisa :S Maaf ga bisa cepet-cepet banget ya updatenya
Park Min Gi : Makasih banyak *blushing* Umurku 18, 19 sih oktober ini. Tapi kalo mau dianggep 15 juga ga papa :D
Sparkyu : Aku bingung balesnya masa *dor* Aku malah ga nyangka Hyukie bakal muncul lagi. Ming kan kalo lagi salah tingkah emang lucu. Dia ngupa pun pasti imut :D
stevaniCP : Minta nambah malah si Sungmin pas dicium Kyu wkwkwk sama-sama ngakak deh kalo gitu hohoho Fighting! Makasih dukungannya :)
Chikyumin : *siapin layar gede buat nonton Kyumin ciuman*
kyumin pu : Kyu bodoh tapi dia cakep :9 Bagus kan kalo kiss mulu, biar cepet hamil #waks?
sary nayolla : Sukses juga buat kamu :) Kenapa pada nanyain Kyumin ciuman mulu ya? Kan udah banyak ff Kyumin ciuman, disini mah jangan berharap banyak sama saya kalo urusan begituan hahaha
ririn chubby : Aku yang bilang TBCnya ga bikin penasaran hahahaha *dikemplang* Dan yang terjadi adalah? Ming ketagihan sama ciumannya Kyu. Kyu emang suma over pede gitu kan? Ngerasa keren padahal emang keren(?) Bener. Kyuhyun itu orang pinter yang ga mungkin jatoh ke lobang yang sama lagi buat berkali-lagi. Aku malah nunggu Kyumin honeymoon-an hahaha. Kita tinggal nunggu Kyu ngelamar Ming secara resmi dan ff ini bakal the end tanpa utang hahaha. Nah, aku ras Cuma bisa segitu maaf yaaa. Ditunggu cuap-cuapnya lagi :D
sissy : Jalan ceritanya ga flat? Karena life is never flat. Astaga gue ngiklan lagi -_-
Gyumina : Kalo jadi ciuman kamu bayarin saya pulsa 10 ribu gimana? Hahaha. Pait kah chapter ini?
Hehe : Udah ga bisa ditahan itu kalo Kyuhyun deket-deket Sungmin mah. Bawaannya pengen nyium mulu lol
mariels25 : Serius loh udah mau end. Ga kecium bau-bau The End-nya(?) Tunggu tanggal mainnya yaaaa sampe mereka bersatu :D
casanova indah : Hahahaha Donghae, Unyuk, Siwon munculnya sekejapsekejap doang ya? Maaf ya yang biasnya mereka. Saya apdet di akhir pekan. Semoga menutup minggu ini dengan baik :3
No name : Jangan ngebut-ngebut, entar nabrak pembatas jalan tol dan menyebabkan 11 anak menjadi yatim piatu(?) Makasih banyak udah nyempetin baca dan review :D Lanjuuut~
ika kyuminss : Ini dia lanjutannya. Kyuhyun ga akan berenti lari sebelom Ming mau lari bareng dia /eaaaa/ Gomawo juga buat review-nya :)
Park Ha Mi : Bibirnya pun bersatu di chapter ini hahaha. Semangat!
vey900128 : Haehyuk ya? *nerawang ke langit* aku bakal seneng kalo bisa masukin Haehyuk momen supaya jadi hadiah buat Haehyuk Shipper :D
QQ KyuminShipper : Hahaha unyuk kan emang tukang lawak, tapi di chapter ini sayangnya mood maker kamu aku simpen lagi :3
Lee Minry : Nyesek emang kalo ada yang sesetia itu sama kita. Dengerin tuh Ming *tepok paha Ming* Ngantri dulu kita buat dapet ciuman sama Ming. Noh antriannya udah sampe neraka. Kenapa gaje banget sih gue.
Evilbunny : Sungmin lumayan ninggalin trauma ga terlihat di Kyuhyun sebenernya. Semoga bisa sembuh kalo udah ada ming disampingnya /cieeee/
Hyukies : Subhanallah ada yang bilang saya keren *nangis di leher Ming* Ini lanjutannya~ Makasih banyak yaaaa
Dessykyumin : Wkwkwkwkwwk ngakak parah. Sering nonton sketsa ya? Yah meski garing sketsa sering ga sengaja ketonton sih, jadi inget. Hastagnya...*ngakak lagi* Unyuk-ah, maaf ya aku simpen kelamaan sampe ga ada yang inget kamu pernah menghembuskan kehidupan di ff ini haha
Det137 : Chisana lover? lolol ngadmin disitu akan sungguh membuang waktu dengan percuma xD Aku nyubi beneran deh. Aiiiih makasih *blushing lagi*
I'm minhyun : WOHOW ada yang bilang saya apdet cepet? Jinjjayo? *jingkrak jingkrak* Mungkin kamu review tapi aku lupa balesnya. Maaf yaaaah Dx Karya baru? Aku ga pinter bikin ide buat ff. Kalo emang ada ide baru, aku bakal publish abis TTMP kelar hehe Kyuhyun emang romantis banget kalo ke Ming, tapi romantisnya ga mau di ekspos. Kyaaaa malah makin romantis~ *fangirlingan sendiri* Aku suka banget pas ada unyuknya xD Fighting! Makasih banyak :D
Cho Hyeon Ae : Itu...anu...chapter ini belom bisa tamat. Maaf ya.
Rianichi : Naikin rating biar bersatu? Buahahaha Nah ini udah bersatu loj...bibirnya. Mau apanya lagi yang bersatu? *sok polos*
Myst-girl : Hai~ He'eh udah mau end :D Makasih yaaa
KMS : Makasih banyaaaak *tebar duit*
Yeminmine : Wkwkwkwk, jadi ngomongin naughty kiss dia. Aku ga nonton sampe abis sih drama itu jadi ga terlalu inget :3 Udah pukul rata, Ming jual mahal dan Kyu lelet. Hahaha sama-sama. Sampe ketemu lagi~
Eka Puspa : Hiiiii, maaf ya ga bisa lebih cepet lagi Dx Saya juga berharap endingnya sesuai imajinasi saya, tapi, tangan kadang ga singkron sama otak hahaha
KS : Sampe harus maen truth or dare dulu baru mau. Tau gitu maen aja dari dulu *kesel sendiri* Donghae masih rahasia keberadaanya. Ngedate sama unyuk mungkin :D
Kimteechul : Makin ganteng ya heechul~ nado saranghae 3 Kyu emang narsis kan? Suka ngaku-ngaku ganteng padahal emang ganteng(?)
Sanyewook : Makin dewasa makin romantis :3 Siwon aku ga tau bakal keluar lagi apa enggak hehe, kalo haehyuk masih nungguin keadaan udah ga memanas. Kenapa ming susah disadarin? Jawabannya diatas ya. Kayaknya ff ini terlalu fokus ke Kyumin ya sampe yang lain kayak jelangkung? Mian yaaaa
Sung hyesang : lolol dan ini adalah review yang terlihat seperti halusinasi penuh delusi dan imajinasi xD umur Kyu 25. Dulu aku pernah bilang beda umur Kyu 2,5 taun tapi itu kan aneh orang Ming aja januari, Kyu Februari mananya yang setengah coba. Jadi genepin aja beda umur mereka 3 taun :D
Adbys : Makasih banget udah nyempetin waktu buat ngereview T.T Aduh maaf kalo adegan paling awalnya ga memuaskan Dx
.
.
Sekian~ Silahkan di review kalo emang perlu direview hehe.
