Terlepas dari semua itu, sekarang ia siap dengan semua risiko yang akan ia terima. Sudah cukup keegoisannya membuat dirinya dan Kyuhyun seperti sekarang.

Tak peduli Kyuhyun yang mungkin akan bosan dengannya, selingkuh dibelakangnya, berubah dingin padanya suatu saat nanti atau bahkan Kyuhyun yang mungkin akan membuangnya.

Tiga bulan? Satu tahun? Dua tahun? Berapapun waktu yang tersedia untuknya menjalin hubungan dengan Kyuhyun setelah ini, ia akan sangat berterima kasih. Paling tidak biarkan Sungmin merasakan bagaimana rasanya menggenggam tangan Kyuhyun erat-erat dan membalas semua pengorbanan Kyuhyun untuknya.

.

.

"Pertanyaan terakhir, Min. Menikah denganku atau tetap menggantungku?"

"Menikah denganmu."

.

.

.

Title : Thanks To My Phone

Rating : T

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and Other

Warning : Terinspirasi dari Drama Korea Sassy Girl Chun Hyang, BoyxBoy, TYPO(s), newbie, membosankan, alur lambat, OOC

Type : Chaptered

Don't Like, Don't Read

.

.

.

-Chapter 16-

Suasana sekejap menjadi hening setelah Sungmin menjawab pertanyaan dari Kyuhyun. Tidak ada yang tahu bagaimana harus merespon ucapan Sungmin. Bahkan Kyuhyun sebagai pihak yang bertanya pun diam di tempat dengan mulut terbuka lebar. Ini hanya...terlalu...diluar dugaan untuk Cho Kyuhyun. Dadanya terasa sangat panas dan ia bisa merasakan pemompa darah di tubuhnya bergetar akibat saking banyaknya impuls kebahagian yang mengalir ditubuhnya.

Dua kata dari Sungmin. Dan itu positif bisa membuatnya mematung seperti orang idiot seperti ini didepan banyak orang.

'Sungmin...menerimaku?' Pertanyaan itu terus berputar di otaknya dan seolah sebagai pelengkap, jawaban Sungmin selalu terngiang setelah itu.

"Ehem...aku..." Sungmin yang merasa menjadi pihak yang sangat bertanggung jawab atas mematungnya orang-orang didepannya juga sebenarnya tidak tahu harus melakukan apa. Apa jawabannya semengejutkan itu? Bukankah memang itu yang Kyuhyun inginkan?

Satu persatu karyawannya sepertinya mulai kembali ke alam sadar dan mulai berdiri. "Aigoo ternyata sudah semalam ini. Kurasa aku sudah harus pulang. Pulang bersamaku, Kibum-ah," ajak Onew pada laki-laki yang duduk disebelahnya, Key.

"Aku ingat kita ada janji dengan ahjumma tukang susu. Iya, 'kan, Wookie-hyung?" Henry mulai bicara sambil menepuk bahu Ryeowook yang belum sepenuhnya sadar.

Jonghyun ikut berpartisipasi, menggenggam tangan Luna. "Chagi-ya, ibuku sedang menginap dirumah temannya malam ini. Bagaimana kalau kau menginap di tempatku? Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama."

Sungmin hanya bisa melongo melihat orang-orang menyebalkan dihadapannya mulai mengambil langkah menjauh. 'Kenapa kalian baru pergi sekarang? Kenapa tidak daritadi saja sekalian? Kenapa harus setelah aku mengatakan itu pada Kyuhyun? Bisa sekali kalian meninggalkanku disaat yang tidak tepat begini.' Menggerutu dalam hati, pemuda itu meratapi kepergian keenam karyawannya dengan wajah memelas.

Mata indahnya melirik sekilas ke Kyuhyun. Ia pikir daripada ia harus berduaan dengan Kyuhyun dalam keadaan canggung seperti sekarang, lebih baik ia meminta Kyuhyun juga pulang. Sungguh, ia tidak siap. Apapun yang mungkin terjadi malam ini...ia tidak siap sama sekali.

"Aku...aku rasa lebih baik kalau kau juga pulang, Kyuhyun-ah. Sudah sangat malam." Sungmin akhirnya mengatakan itu sambil berdiri, seperti mempersilahkan Kyuhyun untuk keluar dari rumahnya.

"ANDWAE!" Larang keenam karyawannya bersamaan. Apa-apaan bos mereka?

Kyuhyun yang baru sadar setelah mendengar teriakan yang cukup keras dari lima pemuda dan satu perempuan itu hanya bisa memandang sekeliling, bingung.

"Kalian mau pulang?" Ia melihat Sungmin yang menatapnya dengan tatapan 'pulang-sana'.

"Ah, benar, ini sudah sangat malam. Aku juga harus pulang." Bangkit dan mengambil kacamata hitamnya, Kyuhyun beranjak menuju pintu keluar. Sejujurnya, dari lubuk hatinya yang paling dalam, ia tidak ingin pulang. Gila saja, mana mau ia menyetir jam segini? Di udara dingin? Lebih menyenangkan kalau ia bisa berbagi selimut dengan Sungmin malam ini. Ah, itu akan sangat luar biasa~

Keenam orang kepercayaan Sungmin itu hanya bisa saling tatap. Bos mereka ini...entah bodoh atau apa, kenapa tidak punya rasa kasihan pada calon suaminya sama sekali? Bukankah seharusnya Sungmin mencegah kepergian Kyuhyun?

"Padahal Gyeongju-Seoul butuh waktu lebih dari 5 jam. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana lelahnya menyetir selama itu," ucap Onew sengaja agak keras agar Sungmin mendengarnya saat melihat Kyuhyun mulai berjalan pelan dua langkah didepan mereka, menuju mobilnya.

"Padahal Kyuhyun-hyung kesini untuk mengantar Sungmin-sajangnim, tapi sekarang dipaksa pulang jam segini."

"Kau tahu tidak, Henry-ya, kemarin ada kecelakaan didekat jalan tol sebelum keluar Gyeongju?"

"Aku tahu. Hyung tahu tidak gosip hantu perempuan yang selalu datang menggoda laki-laki tampan saat tengah malam? Kabarnya siapapun yang digoda tidak akan pernah kembali lagi."

Sungmin menelan ludahnya berat saat mendengar omongan-omongan karyawannya. Bukannya takut, ia hanya... Kecelakaan? Hantu? Mungkinkah Kyuhyun akan...

"Semoga Tuhan melindungi Kyuhyun. Menurut prakiraan cuaca, malam ini akan sangat dingin. Benar-benar mengkhawatirkan."

Bibir bawah Sungmin sudah digigit sejak tadi, apa lebih baik kalau ia meminta Kyuhyun—

"Padahal cuaca sedang tidak menentu begini. Semoga Kyuhyun-oppa tidak tergelincir atau spionnya tertutup kabut. Kalau malam hari memang kemungkinan terjadinya kecelakaan lebih besar."

...

"Kyuhyun-ah." Suara Sungmin menahan Kyuhyun yang sudah bersiap membuka pintu mobilnya.

"Ya?" balas Kyuhyun tanpa menoleh ke Sungmin, ia menutupi senyum puasnya. Jangan kira ia tidak dengar omongan-omongan menjurus dari orang-orang dibelakangnya. Oh, ia dengar dengan sangat jelas. Dan setelah ini, ia akan pastikan mereka berenam hidup berkecukupan dan penuh kebahagiaan. Sangat disengaja ia berjalan dengan sangat lambat sejak tadi. Ia memang menunggu Sungmin menahannya dan memintanya menginap. Lagipula kalau dipikir-pikir, mana mungkin Sungmin membiarkan Kyuhyun terlantar di jalanan? Sungmin itu orang paliiiiing baik yang ia tahu hidup di dunia ini. Tunggu, apa Kyuhyun memuji Sungmin lagi? Biarkan saja, itu memang sudah kebiasaannya.

"Lebih baik kau menginap disini saja."

'YES!'

"Tidak merepotkanmu, Hyung?" Kyuhyun membalik tubuhnya, wajahnya menampilkan ekspresi tidak enak karena akan merepotkan pemilik rumah.

Sungmin menggeleng setengah tidak ikhlas. Daripada mendengar berita Kyuhyun yang tidak selamat, ia lebih baik terkurung dengan keadaan canggung dan gugup semalaman.

.

.

.

Kyuhyun sedang duduk sambil menonton TV saat Sungmin menyiapkan air hangat untuknya mandi. Bukan atas permintaan Kyuhyun, Sungmin sendiri yang punya inisiatif seperti itu. Kalian iri? Pasti. Mau? Jangan bermimpi, Sungmin hanya akan melakukan ini untuk Kyuhyun.

'Ini benar-benar seperti mimpi. Dia menyiapkan air hangat untukku. Ini gila.' Sekalipun matanya mengarah pada layar TV, pikirannya melalang buana melintasi langit ketujuh. Ia tersenyum konyol saat acara di hadapannya menampilkan sebuah reality show mengharukan tentang anak yang bertemu lagi dengan ibunya setelah berahun-tahun terpisah.

"Aku sudah siapkan airnya. Kau mau pakai piyama yang ini atau yang ini?" Sungmin muncul sambil membawa dua pasang piyama berwarna pink dan biru di tangannya. Kyuhyun sedikit memutar tubuhnya saat mendengar suara Sungmin.

"Yang biru saja." Kyuhyun bangkit dan mengambil piyama dari tangan Sungmin. Tepat setelah ia mendekat untuk mengambilnya, ia merasakan Sungmin mundur beberapa langkah.

"Kau Kenapa? Malu ya?" bisik Kyuhyun yang disambut tamparan pelan, tidak sakit, di pipinya oleh tangan Sungmin.

"Mandi sana."

.

.

.

Sungmin membawa selimut yang akan dia pakai tidur di ruang TV dengan sedikit susah payah. Sudah jelas ini ia lakukan karena ia masih waras. Kalau sampai ia tidur berdua dengan Kyuhyun malam ini, habis sudah hidupnya. Mau dia kemanakan jantung lemahnya?

Tadi saja Kyuhyun sudah mulai menggodanya. Kalau bukan karena ucapan Sungmin yang menyetujui ajakan Kyuhyun untuk menikah sebelum ini, dia pasti tidak akan berani.

"Paling tidak ini artinya aku harus menghindari apapun yang berbau berduaan. Aku tidak siap kalau harus bermesraan dengannya. Dia pasti akan menggodaku habis-habisan," bisiknya sambil merapihkan selimutnya di sofa. Kedengaran seperti menggerutu sebenarnya.

"Loh, kita tidur disini, Hyung?" Sungmin tersentak dan refleks memutar tubuhnya, menemukan Kyuhyun dengan piyama yang terlihat agak menggantung di tubuhnya.

"Terlalu pendek ya? Kau mau aku ambilkan yang lain?" Kyuhyun menggeleng dan mengulang pertanyaannya.

"Aku yang tidur disini. Kau 'kan tamu, jadi tidur di kamarku saja. Tadinya mau pakai kamar Luna, tapi dia membawa kuncinya."

Menaikkan alisnya bingung, Kyuhyun mendekati Sungmin. "Kamarmu luas. Kenapa tidak tidur bersama saja?"

Sungmin tetap menggeleng sambil mundur beberapa langkah. "Kau kenapa seperti takut sekali denganku sih, Hyung? Aku tidak akan menggigitmu. Lagipula aku ini calon suamimu, 'kan?"

Laki-laki 28 tahun baru akan mundur lagi sebelum—

PATS

Gelap.

.

.

.

Henry memotong kabel-kabel dihadapannya dengan ragu. Disampingnya ada Ryeowook. Tadinya ada empat orang disini, tapi Onew dan Key sudah berkeliaran disekitar rumah Sungmin untuk memastikan lampu rumah itu sudah mati sepenuhnya.

Mereka melakukan ini karena terpaksa. Salah sendiri kenapa bos mereka kelihatan sangat lambat untuk urusan seperti ini. Anggap saja ini balasan karena sudah menjadi orang yang begitu lambat.

Tadinya mereka hanya saling pandang seperti orang bodoh saat melihat Kyuhyun dan Sungmin masuk ke rumah. Mereka memang sudah berhasil membuat Kyuhyun dan Sungmin berduaan, tapi tidak bisa mereka bayangkan percakapan macam apa yang akan terjadi disana. Jangan-jangan Sungmin malah akan langsung tidur dan mengabaikan Kyuhyun begitu saja. Yah, kemungkinan itu ada di peringkat teratas kalau mengingat sifat bos mereka agak...pemalu, mungkin?

Sebagai jalan keluar yang dirasa paling cocok, mereka bertanya pada Jonghyun dan Luna. Jawabannya? Mereka bilang: Makin gelap, makin romantis. Kuno memang, tapi mau bagaimana lagi? Mereka tidak tahu lagi harus melakukan apa. Paling tidak Kyuhyun dan bos mereka tidak akan saling diam seperti orang tidak kenal karena punya sesuatu untuk dibicarakan.

"Sudah mati, tapi bagian dapur belum," kata Key pelan saat melaporkan keadaan di ruang tamu.

"Potong yang mana lagi?"

"Ya sudah, semuanya saja." Ryewook menjawab asal.

.

.

.

Sungmin mencoba tenang saat merasakan matanya tidak bisa menemukan apapun selain kegelapan. Ia berusaha meraba apapun didekatnya dan sedikit kaget, ia merasakan kehadiran tangan hangat yang menggenggam tangannya. Kyuhyun.

"Jangan jauh-jauh dariku. Ada alat penerangan disini?" tanyanya sambil mengeratkan pegangannya pada tangan Sungmin.

"Ada di laci kamarku, tapi ini benar-benar tidak kelihatan apa-apa. Ponsel?" Kyuhyun menggumankan tidak ada, ia lupa dimana ia meletakkan ponselnya—ponsel Sungmin. Mengerti maksud Kyuhyun, Sungmin akhirnya memilih untuk membimbing Kyuhyun masuk ke kamarnya.

Mengisi kekosongan yang ada, Kyuhyun menanyakan pertanyaan basa basi seputar Gyeongju. Sesuatu yang tidak terlalu ia pedulikan sebenarnya. Tapi, ini lebih baik daripada kebingungan dalam suasana canggung yang menyelimuti mereka dengan begitu menyebalkan.

"Lilin, Hyung? Di jaman modern seperti ini masih ada lilin yang digunakan sebagai alat penerangan? Bagaimana kalau senter, Hyung? Kau pernah mendengar nama benda itu?" tanya Kyuhyun agak gemas saat Sungmin memberikan sekotak lilin padanya. Ia tidak habis pikir Sungmin akan se-ketinggalan jaman ini. Ia memang mendengar kalau Sungmin memang tidak terlalu mengerti teknologi, tapi apa iya sekadar senter dia tidak punya?

"Aku tidak ingat senternya dimana. Paling ingat lilin karena baru beberapa hari yang lalu aku membenahi kamarku. Lagipula apa salahnya pakai lilin? Toh dulu sebelum lampu ditemukan, orang selalu memakai lilin."

Mengabaikan ucapan Sungmin yang mulai rancu karena membangga-banggakan lilin, Kyuhyun melepas genggaman tangannya pada Sungmin sebentar untuk menyalakan sebatang lilin dengan korek api yang ada. 'Seperti hidup di hutan,' batinnya dalam hati.

Tanpa Kyuhyun ketahui, Sungmin sudah kembali menyelipkan jari-jarinya diantara milik Kyuhyun saat pemuda yang lebih muda itu sudah meletakkan lilin itu di atas lemari kecil disamping tempat tidur Sungmin. Perlahan Kyuhyun memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan wajah Sungmin yang terkejut.

"Astaga..." Tangan Kyuhyun yang tidak digenggam Sungmin mulai membelai pipi kanan Sungmin. Ia juga tidak kalah terkejut dengan Sungmin.

"Wajahmu begitu bersinar, Hyung. Ini efek sinar lilin atau memang wajah bersinarmu itu bagian dari kesempurnaan yang diberikan Tuhan?"

GombalKyu mode: on -_-

.

.

Sungmin mencoba menyamankan duduknya di samping Kyuhyun saat ini. Kacau sudah rencana 'Ingin tidur terpisah dengan Kyuhyun'-nya gara-gara sifat manja Kyuhyun. Kyuhyun beralasan kalau ia nanti akan bingung sendiri kalau ingin apa-apa malam-malam. Padahal, apa sih yang mungkin ia butuhkan malam-malam kalau bukan air putih dan kamar mandi? Ia bisa siapkan air putih nanti dan kamar mandi hanya beberapa langkah dari tempat tidurnya. Benar-benar alasan tidak masuk akal. Bodohnya lagi, Sungmin tidak menolak sama sekali.

"Ini sedang pemadaman listrik bergilir ya, Hyung?" tanya Kyuhyun mencoba memecah kesunyian yang tercipta diantara mereka. Ia menyandarkan kepalanya di kepala tempat tidur.

"Tidak tahu. Mungkin iya."

Diam lagi.

"Sering begini, Hyung?"

"Tidak."

...

'Kita tidak sedang di pemakaman, 'kan? Kenapa sepi begini? Ayolah, Cho Kyuhyun lakukan sesuatu kalau kau tidak mau melewatkan kesempatan sebagus ini dengan Sungminmu.'

"Kau merasa gerah tidak?" tanya Kyuhyun lagi. Sungmin menggeleng.

Diam.

.

..

'ARGH! Kenapa seperti ingin melewati malam pertama begini, sih?'

Kyuhyun tidak kehabisan akal, tangannya ia rentangkan keatas, gerakan peregangan. "Ah~ Aku lelah sekali," katanya sambil perlahan menurunkan tangannya dengan sedikit melebarkan regangan tangannya. Tangan kanannya kemudian mendarat di atas bahu kanan Sungmin.

Kyuhyun bisa merasakan Sungmin menatapnya setelah ia melakukan pendekatan fisik tadi. Teorinya, Kyuhyun akan langsung balas menatapnya dan mereka mungkin akan berciuman. Tapi, praktiknya Kyuhyun bahkan tidak tahu harus ia apakan tangan kanannya yang sudah berada disana.

Karena tidak ada reaksi, baik positif atau negatif, dari Sungmin. Kyuhyun mencoba kembali membangun komunikasi dengan tertawa kaku. "Haha, sudah tidak lama sekali kita tidak—"

Sungmin perlahan menjauhkan tangan Kyuhyun dari bahu kanannya.

"Jangan perlakukan aku seperti gadis, Cho Kyuhyun. Aku laki-laki. Lebih tua darimu." Suara Sungmin membuat Kyuhyun berani menatapnya.

"Ak-Aku? Tidak."

Sungmin menghela napasnya berat. Ia memang gugup sejak tadi sampai saat ini, tapi ia tidak terima Kyuhyun memperlakukannya dengan sangat halus seperti memperlakukan gadis yang belum tahu apa itu kondom. Cih. Oh, jangan lupakan gombalan Kyuhyun tadi. Kesempurnaan dari Tuhan apanya? Dasar makhluk gombal aneh.

"Kalau kau menginkan sesuatu, katakan saja dengan terang-terangan. Jangan modus begini. Aku tidak akan luluh dengan modus kacanganmu," lanjutnya agak kesal.

Kyuhyun tertawa ternahak-bahak setelah mendengar omelan Sungmin. Ia kemudian menghadap Sungmin dan memegang bahunya. "Habis daritadi kau seperti tegang begitu. Aku juga jadi bingung sendiri bagaimana harus bertingkah, Hyung. Nah, kalau sudah begini aku bisa merasa santai denganmu."

Sungmin tertawa merendahkan. Keluar juga sifat Kyuhyun yang biasa mengganggunya.

"Aku tidak tegang. Untuk apa tegang?"

"Ah~ Jangan bohong padaku. Aku tahu betapa tegangnya Lee Sungmin saat berada disampingku."

"Kau mau apa sih? Katakan saja langsung."

.

.

"Jadi, kita akan menikah besok, 'kan?"

Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun setelah calon suaminya itu mengatakan hal yang tidak masuk akal. Ia memang sudah setuju untuk membangun rumah tangga dengan Kyuhyun, tapi...besok? Kyuhyun itu...

'Kurasa dia bodoh,' batin Sungmin dalam hati.

"Aku tidak mau," jawab Sungmin akhirnya. Telak.

Wajah kecewa Kyuhyun terlihat diantara sinar temaram lilin yang menyinari kamar Sungmin. "Waeyoooo? Kau sudah setuju menikah denganku tadi. Jangan tiba-tiba menolakku begini. Ini mencabik-cabik jiwa dan harga diriku."

"Aku memang mau menikah denganmu, Kyu. Tapi, jangan besok."

"Tiga hari lagi?"

Sungmin menggeleng.

"Satu minggu?

Gelengan lagi.

"Lalu, menurutmu kapan waktu yang sangat ideal untuk kita berdua—pasangan yang sudah saling mencinta delapan tahun yang lalu, yang harus dipisahkan begitu lama karena alasan milikmu—pantas untuk menikah?"

"Tahun depan, menurutku. Atau kalau mau dipercepat, sekitar lima bulan lagi."

'Seseorang tolong bunuh aku!' Kyuhyun menggacak rambutnya. Gila! Dia sudah menunggu delapan tahun untuk ini semua dan Sungmin dengan wajah polos, enteng, santai, ringan, tanpa beban, tak bersalah, tak berdosa mengatakan kalau ia harus menunggu setahun? Bahkan ibu hamil hanya butuh waktu 9 bulan untuk melahirkan!

"Aku tidak mau. Minggu depan kita menikah dan itu sudah diputuskan."

Sungmin menghela napasnya lagi, ia tahu Kyuhyun keras kepala, tapi ini keterlaluan. Ia pikir waktu antara lima bulan atau satu tahun adalah yang paling pas untuk mereka. Bagaimanapun, ia tahu bahwa Kyuhyun dan dirinya ada dalam hubungan yang tidak biasa dan tentu butuh persiapan yang tidak biasa pula. Ia hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidupnya dan, jangan salahkan dirinya yang perfeksionis, ia ingin pernikahannya nanti berjalan sempurna.

Lagipula, selama delapan tahun terakhir ini ia tidak tahu bagaimana kehidupan Kyuhyun, maksudnya, ia hanya memantau Kyuhyun dalam bentuk penggemar. Informasi yang ia tahu tentang Kyuhyun pun sama banyaknya dengan penggemar Kyuhyun yang lain.

"Kyu, kita akan melangsungkan pernikahan. Ini serius. Aku mau kita benar-benar matang sebelum kearah sana. Aku mau semua urusan yang nanti akan mengganggu pernikahan kita hilang."

"Wae?"

"Karena...aku ingin hanya ada kau dan aku setelah kita menikah."

Kyuhyun merasa pusing mendadak saat mendengar jawaban Sungmin. Semua perasaan kesalnya langsung hilang saat itu juga. Sungmin berpikir sampai sana? Dia berpikir sejauh itu untuk masa depan hubungan mereka? Kenapa tidak berpikir sampai kesana? Kenapa ia tidak tahu kalau Sungmin begitu peduli padanya?

Tangan Kyuhyun terulur untuk memeluk Sungmin. Sungmin membuat mimpinya menjadi kenyataan. Bahkan lebih dari itu.

"Kenapa kau mau menikah denganku, Hyung?" bisiknya pada Sungmin yang ada dipelukannya. Pertanyaan itu sebenarnya sudah ia pikirkan daritadi, tapi tidak tahu kapan waktu yang pas untuk menanyakannya.

Sungmin membalas pelukan Kyuhyun dan mengistirahatkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Tadinya ia pikir akan sangat memalukan berada dalam situasi seperti ini dengan Kyuhyun, tapi ternyata ia salah. Ia bisa merasakan kalau ini saat yang paling tepat untuknya mengatakan seluruh perasaanya. Karena fakta tidak terbantahkannya adalah, Kyuhyun selalu bisa membuatnya merasa nyaman.

"Karena aku tergila-gila padamu. Aku jatuh terlalu dalam untukmu. Tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi saat kita bertemu kemarin, saat kau mengatakan kau tidak ingat padaku, rasanya itu adalah saat dimana aku menyesali semua yang kulakukan selama ini."

Sungmin makin erat memeluk Kyuhyun. "Itu juga saat dimana aku berpikir, kalau sekali saja Tuhan memberiku kesempatan untuk dekat denganmu lagi, aku tidak akan melepasnya. Aku akan mengejarmu dan tidak akan melepasmu sebelum kau sendiri yang memintaku untuk itu."

Kyuhyun bisa merasakan detak jantungnya dan Sungmin bersahutan. Sungmin yang sekarang seperti Sungmin yang belum ia kenal sama sekali. Mungkin benar, mungkin ia dan Sungmin memang butuh waktu. Diluar dari persiapan pernikahan, mereka memang butuh waktu untuk saling mengenal. Kyuhyun bahkan tidak tahu perjalanan hidupnya delapan tahun terakhir ini. Ia juga tidak tahu apa makanan favoritnya.

"Bagaimanapun juga, kita hanya pernah bertemu kurang dari dua bulan. Itupun delapan tahun yang lalu. Aku tidak tahu bagaimana kita bisa tetap menjaga perasaan kita satu sama lain. Tapi, yang jelas, Kyu," Sungmin perlahan melepas pelukannya.

"Aku tahu. Kita memang masih perlu waktu."

"Aku tidak mau kau menyesal menikah denganku. Kita belum saling mengenal sedalam itu."

Kyuhyun menangkup pipi Sungmin. "Kau terlalu pesimis. Aku tidak akan pernah menyesal menikahimu. Tidak sekalipun sekarang kau mengaku padaku kalau kau alien dari planet aneh yang bertugas memusnahkan manusia di bumi."

Sungmin tertawa mendengarnya. "Kau terlalu banyak bermain game."

Kyuhyun mengangguk menegerti. "Baiklah, aku setuju kalau kita akan menikah tiga bulan lagi."

Gelengan dari Sungmin. "Lima."

"Tiga. Jangan menawar lagi, Min. Dan syaratnya, kau harus tinggal denganku di Seoul."

Gerutuan Sungmin bisa didengar Kyuhyun. 'Sudah tiga, pakai syarat pula.'

.

.

.

"Kabelnya dipotong. Sepertinya dengan gunting biasa."

Sungmin menaikkan alisnya. "Kau tahu darimana?"

Kyuhyun menatap Sungmin. "Begini saja kau tidak tahu?"

Menjulurkan lidahnya ke arah lain, Sungmin membalik tubuhnya. "Sok pintar."

"Ya! Aku memang pintar." Kyuhyun berjalan cepat untuk menjangkau Sungmin yang berjalan didepannya.

Hari ini mereka akan kembali ke Seoul untuk menyelesaikan beberapa urusan. Katakanlah mereka harus menemui orangtua mereka untuk meminta restu. Kyuhyun sebenarnya tidak ambil pusing sama sekali, toh ia tahu persis kalau pernikahannya dan Sungmin pasti akan mendapat lampu hijau nanti. Tapi, biar saja. Ia ingin lihat bagaimana Sungmin membela hubungannya didepan orangtua yang merawatnya dan orangtua dari orang yang sudah ia buat patah hatinya bertahun-tahun yang lalu.

"Kau bisa pakai sepeda tidak?" tanya Sungmin padanya. Kyuhyun mengangguk.

"Sebelum kita ke Seoul, aku mau kita ke suatu tempat sebentar. Ada yang mau kulakukan denganmu."

Kyuhyun mundur selangkah. "Kau tidak akan mengajariku bagaimana cara berciuman, mengatakan kalau kau kedinginan tapi ingin es krim lalu diam-diam mencuri gantungan ponselku dan membuangnya kesemak-semak kemudian setelah itu...besoknya kau akan menghilang dariku, 'kan?"

Sekalipun ada nada bercanda dalam pertanyaan Kyuhyun, jujur saja ucapan Kyuhyun sedikit menyakiti perasaan Sungmin. Ia tahu, sekali ia menyakiti seseorang, ingatan buruk itu akan terus menempel. Dan selamat! Sekarang Kyuhyun benar-benar tidak akan melupakan tindakan buruknya dulu. Selamanya Kyuhyun akan terus curiga padanya saat dia melakukan sesuatu yang manis padanya. Sungmin mengerti. Itu memang sangat manusiawi.

Sungmin tersenyum lemah dan membawa sepeda yang akan mereka gunakan pagi ini. "Tidak akan. Kecuali kau memintaku," responnya mengulang ucapannya kemarin malam. Tidak ada yang bisa ia lakukan juga mengenai kecurigaan Kyuhyun, toh itu memang salahnya. Ia hanya bisa memperkecil kemungkinan pertengkaran mereka di masa yang akan datang karena hal ini. Mereka harus bisa saling mengerti, 'kan?

"Itu artinya selamanya tidak akan karena aku tidak akan memintamu pergi dariku." Kyuhyun meraih sepeda yang diberikan Sungmin. Sebenarnya ia berharap mereka bisa bersepeda berdua, maksudnya satu sepeda berdua, tapi Sungmin sudah duluan membawa dua sepeda untuk mereka.

.

.

.

Kyuhyun mengikuti Sungmin memakirkan sepeda dengan asal disekitar lapangan rumput luas itu. Ia tidak mengerti apa yang ada dipikiran Sungmin saat membawanya ke tempat seperti ini. Lapangan rumput?

"Nah, akhirnya hanya ada kita berdua," ucap Sungmin sambil tersenyum pada Kyuhyun.

Kyuhyun melihat sekeliling sambil mengangguk. Benar, sepi sekali disini. Tempat yang sangat cocok untuk—

Tunggu!

Apa-apaan ini? Jangan bilang kalau Sungmin akan mengajaknya melakukan itu disini? Bagaimana kalau mereka diganggu gigitan semut atau nyamuk? Maksudnya, mereka pasti akan melepas semua pakaiannya dan tiduran, 'kan? Kyuhyun sih tidak masalah, tapi dia tidak menyangka Sungmin orang yang suka hal seperti itu.

'Astaga...Lee Sungmin, kapan kau akan berhenti membuatku terkejut?' Kyuhyun memang tidak pernah berada dalam keadaan yang berbau tindih-menindih dalam posisi mesum dengan Sungmin sebelum ini, jadi wajar kalau ia antara percaya dan tidak dengan tingkah Sungmin. Tadinya ia pikir, ia baru akan mendapat pengalaman pertamanya di ranjang, itupun saat malam pertama mereka.

Siapa peduli? He'll enjoy their sexy time, anyway.

Kyuhyun mendekati Sungmin dengan langkah yang dibuat sehalus mungkin. Seperti gerakan menerima, Sungmin balas tersenyum kearahnya.

"Min," ucapnya halus yang disambut—

BUAGH

—pukulan dari Sungmin.

"Kita akan menyelesaikan urusan kita dengan cara laki-laki, Cho Kyuhyun-sshi," ucap Sungmin puas sambil menggerakkan tangannya. Gerakan pemanasan.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun merebahkan dirinya di rumput dengan napas tersengal. Sial, mereka tidak tahu akan selelah ini. Lebih dari 15 menit mereka habiskan untuk ini? Ck.

"Itu karena sudah meninggalkanku bertahun-tahun tanpa kabar!" ucap Kyuhyun sambil menoleh ke arah Sungmin yang kelihatan kewalahan mengatur napasnya.

Sungmin menggerakkan lidahnya, meraba mulutnya dari dalam. Pipinya pasti memar karena pukulan beruntun Kyuhyun. Ia tidak tahu kalau ternyata dibalik tubuh non-atletisnya, Kyuhyun punya kekuatan yang besar. Dengan cepat Sungmin mengepalkan tangannya dan meninju pelan bahu Kyuhyun.

"Sialan kau. Aku tidak tahu kalau kau bisa memukul calon pengantinmu dengan begitu keras."

"HAH! Kau duluan yang mulai. Aku sudah senang karena kupikir kau akan mengajakku bercinta disini." Kyuhyun tertawa sambil mengibaskan tangannya keatas.

"Aku baru ingat, selain tukang gombal dan pembohong ulung, kau juga om-om mesum."

Kyuhyun memutar bola matanya tanpa melihat ke arah Sungmin.

"Pukulanku itu mewakili kekesalanku karena kau sudah membuang benda keramatku dan membuatku mencarinya dengan penuh airmata seharian. Karena membuatku menangis meraung-raung di bandara dan berbagai kejadian lain yang tidak bisa kujabarkan."

Sungmin merasa lega saat mendengar penjabaran Kyuhyun. Meskipun tetap saja rasa menyesalnya terus ada. Ia yakin siapapun yang ada di posisi Kyuhyun, sebaik apapun orangnya, dia pasti akan tetap marah dan kesal. Sekalipun Kyuhyun mengatakan masih memberikan tempat besar dihatinya untuk mencintai Sungmin, ia juga yakin Kyuhyun punya emosi buruk yang mendalam padanya.

'Selama ini manis sekali tingkahnya padaku, padahal diam-diam kesal sampai berani memukulku tanpa belas kasihan,' batinnya dalam hati. Ia berharap selamanya Kyuhyun akan sejujur ini padanya tanpa harus memakai kekerasan.

Dan itu berlaku untukmu juga, Lee Sungmin.

"Aku tahu. Aku melihatmu waktu kau menangis di bandara. Karena memalukan, kutinggal saja, hahaha," ujar Sungmin jahil.

"Benarkah? Aku juga lihat kau menangis didepan apartemenku. 'Katakan padanya kalau aku...sangat senang bisa mengenalnya. Aku sangat mencintainya.' Hahahahahahaha," balas Kyuhyun sambil menirukan cara Sungmin bicara pada pintu apartemennya.

Sungmin langsung bangun dan memukul kepala Kyuhyun pelan. "Tidak sopan," katanya sambil menunduk. Pasti sangat malu.

Kyuhyun duduk dan menyentuh pundak Sungmin. "Beraninya bicara dengan pintu. Apa kau berani mengucapkan didepan orangnya langsung?"

"Memang kau mau mendengarnya langsung? Kau mau aku teriak atau berbisik di telingamu?" tantang Sungmin. Entah hilang kemana rasa gugupnya semalam. Yang ada sekarang hanya perasaan nyaman karena bisa menjadi dirinya sendiri dihadapan calon suaminya.

Tarikan Kyuhyun menandakan kalau ia ingin Sungmin membisikkan kata-kata itu di telinganya. "Bisikkan dengan suara paling sexy."

Sungmin menarik tengkuk Kyuhyun, mengarahkan bibir manisnya ke telinga Kyuhyun.

"Akuuu sangat mencintaimu, Kyuhyun-aaaah~" Dan diakhiri tiupan pelan.

Kyuhyun langsung menutupi telinganya yang memerah. Memang salahnya meminta Sungmin begitu. Harusnya ia tahu kalau Sungmin tidak pernah gagal dalam tantangan bentuk apapun. Ya Tuhan, sensasi panas itu tidak mau pergi.

"Aish. Jaga mulut nakalmu itu, Lee Sungmin. Kupikir kau tidak suka menjahili orang."

Sungmin merenggut. "Kau yang menulariku virus jahil."

"Kau mau tidak kalau kutularkan yang lain? Virus tampan misalnya. Atau virus mesum mungkin?" balas Kyuhyun sambil tertawa keras.

"Memang bagaimana cara menularkannya?"

"Kau tidak tahu? Virus jenis apapun bisa ditularkan dengan satu cara. Yaitu dengan..." Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. "...ciuman."

.

.

.

Sungmin menggerakkan tangannya di balik tengkuk Kyuhyun, menekannya. Sedikit demi sedikit ia melampiaskan apa yang ia rasakan di mulutnya pada rambut Kyuhyun. Sekalipun merasa perih karena pipinya memar, Sungmin tidak berniat menjauhkan wajah Kyuhyun sedikitpun.

"Mmmh..." Kyuhyun menghisap bibir bawah Sungmin saat suara orang yang bertahun-tahun ia dambakan itu terdengar di telinganya. Ketika merasakan balasan sama di bibir atasnya, Kyuhyun makin keras menghisap milik Sungmin. Ia menyukai sensasi basah dan panas yang Sungmin tawarkan padanya. Napas Sungmin yang masih terasa stabil membuatnya berani melakukan lebih.

Orang bilang, kau akan sukses melakukan french kiss bila kau bisa memanipulasi bibir dan lidah pasanganmu. Dan Kyuhyun melakukan itu. Ia membuat Sungmin ikut bergerak bersama. Tidak hanya mengandalkan kemampuan lidahnya, Kyuhyun juga menekan bibirnya dan menggeseknya cepat. Ia bisa merasakan lidah Sungmin mulai meminta perhatian lebih darinya. Sebelum benar-benar menyelipkan lidahnya di mulut Sungmin, Kyuhyun membenarkan posisi duduknya dan melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin, menariknya mendekat.

"Saranghae," ujar Kyuhyun pelan saat mereka melepas pagutan mereka sebentar.

Hembusan napas Kyuhyun bisa Sungmin rasakan menerpa seluruh wajahnya saat dia mengatakan satu kata itu. Benar-benar membuatnya tidak bisa bernapas. Berapakalipun ia mendengar ucapan itu keluar dari mulut Kyuhyun, ia bersumpah, yang ia dengar sekarang jauh lebih memberi makna dari sebelumnya.

Tidak mau melepas semuanya untuk sekadar membalas ucapan Kyuhyun, Sungmin memilih memberikan jawabannya dengan cara lain. Sambil memperdalam ciumannya, Sungmin menurunkan tangannya dari leher Kyuhyun menuju dadanya dan mengelus bagian itu dengan perlahan.

Satu hisapan terakhir dan Kyuhyun tahu kalau Sungmin sudah nyaris kehabisan napas, dia memberikan pelukan terbaiknya pada Sungmin sebelum perlahan menjauhkan wajahnya dari Sungmin.

"Itu...hhh..." Sungmin tidak jadi melanjutkan sambil mengembalikan napasnya. Ia tahu bibirnya pasti terlihat berbeda sekarang karena ia merasakan kedutan ringan disana.

"Kurasa aku sudah mentransfer semua virus yang kumiliki padamu."

Sungmin tersenyum lalu tertawa.

"Kau bahkan mentransfer sesuatu yang lain."

"Jinjja?"

Sungmin mengangguk sambil tersenyum senang. "Sesuatu yang sama dengan yang kutransfer padamu."

"Dan itu adalah?"

"Cinta."

CheesyMin mode: on

.

.

.

Sungmin masuk ke rumahnya duluan saat Kyuhyun masih sibuk memarkirkan sepeda. Ia melirik Kyuhyun yang masih kelihatan kewalahan mengatur napasnya. Bagaimana tidak? Kyuhyun memaksa ingin bersepeda berdua Sungmin dan berakhir dengan dia yang kelelahan mengayuh sendirian.

Ia tertawa pelan. Bukan salahnya, tadi ia sudah memperingatkan kalau ia berat. Tapi, Kyuhyun dengan percaya diri mengatakan kalau ia lebih dari kuat untuk membawa tiga orang Sungmin sekalipun.

"Kepercayaan dirinya sungguh luar biasa," puji Sungmin saat ia berniat memasuki dapur. Ia akan membuatkan jus dulu dan sekalian membersihkan luka di wajah mereka sebelum benar-benar berangkat ke Seoul.

"Ya, Tuhan...Sajangnim." Key menutup mulutnya saat melihat Sungmin dengan wajah babak belur didepannya. Sudah kemana-mana pikirannya saat itu. Terlebih ia tidak melihat Kyuhyun disampingnya. Apa Kyuhyun yang melakukan itu? Apa Kyuhyun dan Sungmin habis dihajar preman? Atau Kyuhyun dan Sungmin dihajar preman lalu Kyuhyun sekarang tergeletak sekarat di suatu tempat dan bosnya datang untuk meminta bantuan?

"Min, pipiku rasanya pegal sekali. Kurasa kau..." Kyuhyun menghentikan ucapannya saat ia melihat karyawan-karyawan Sungmin sudah datang dan berkumpul mengelilinginya.

"Ada apa ini?" tanyanya.

"Chunwa-sajangnim barusan—" Ryeowook menghentikan ucapannya saat melihat Sungmin sudah tiba dengan Kyuhyun disampingnya. "Loh, Sajangnim sudah pulang? Tadi kubilang sedang pergi."

"Appa kenapa?" tanya Sungmin pada Ryeowook. Ia lebih tertarik dengan ayahnya daripada menjelaskan alasan wajahnya hancur lebur begini.

"Chunhwa-sajangnim tadi menelepon. Beliau bilang ingin bicara, tapi kubilang Sajangnim sedang keluar bersama Kyuhyun. Setelah kubilang begitu, Chunwa-sajangnim langsung bertanya 'Kyuhyun? Cho Kyuhyun?' Langsung saja kujawab iya."

Kyuhyun dan Sungmin saling pandang. Apakah Ayah Sungmin akan...

Ryeowook menjelaskan lagi. "Beliau memintaku menyampaikan pada Sajangnim kalau Sajangnim harus kembali ke Ilsan hari ini juga. Tanpa Kyuhyun."

Sungmin tersentak. Ayahnya...

Pemuda 25 tahun disampingnya lumayan terkejut. Pasalnya sudah ada kesepakatan antara dirinya dan Kyeongsuk—Ibu Sungmin—sebelum ini, 'kan? Meskipun sudah berlalu delapan tahun, perjanjian tetap perjanjian dan ia akan menuntut akan hal itu. Ia masih memiliki bukti.

"Lalu... Bagaimana kalau aku tidak merestui kalian?"

"Aku tidak bisa merestui kalian. Sampai kapanpun. Sungmin tidak akan kuizinkan berhubungan dengan laki-laki."

Mau tidak mau ingatan akan malam dimana Kyuhyun mengahadapi ayah Sungmin terputar. Ia yakin semuanya akan berubah, tapi...

Kenapa Sungmin menunduk seperti itu?

Dengan gerakan cepat Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin, seolah menguatkannya. Mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Ingin sekali ia mengatakan untuk tenang saja karena orangtuanya pasti setuju, tapi Kyeongsuk bilang untuk mengatakan hal itu pada Sungmin.

"Aku akan tetap ikut," ucapnya sambil meremas tangan Sungmin dalam genggamannya.

Sungmin menggeleng sambil tersenyum tulus padanya.

'Sungmin tidak akan mundur. Sungmin sudah janji padaku. Kami akan tetap menikah.' Kyuhyun mengulang kalimat itu bagaikan mantra. Ia tidak bisa menutupi perasaan khawatirnya.

Pengusaha muda itu menarik napasnya dalam sebelum menguatkan hatinya. 'Biarkan aku yang berjuang sekarang, Kyuhyunie.'

.

.

.

To Be Continued

Tulisan to be continued diatas bakalan ilang di chapter depan *grin* Maaf buat yang udah nunggu lama dan saya masih bikin chapter ini bukan yang terakhir. Tetep saya minta maaf buat apdet yang lama. Makasih banyak juga buat yang ngingetin saya di fb dan twitter. Hehe maaf ya tetep lama.

Untuk pindah rate dan permintaan NC, saya cuma bisa tertawa. Galau mau bikin apa enggak. Sa bisa padahal, tapi penasaran juga *dibom* Ah, untuk alamat fb dan twitter, bisa liat di profil saya hehehe. Saya bakal seneeeeeng banget kalo kita bisa temenan di luar ff ini :D

.

-Chapter 1-14-

Guest : Jangan-jangan chapter depan dia pergi lagi :O

HP106 : Siwon munculnya buat part tertentu doang :D

Song Ji Ra : YA! Miss you too :D Kemana aja sih? D: Masih untung kamu masih inget ff ini malah Jiraaaaa. Samaaaaa. Meskipun keliatan simpel tapi kalo Kyuhyun yang ngucapin entah kenapa beda banget, berlaku juga buat di RL. FF ini masih banyak celanya loh. Alhamdulillah karena sering diingetin typo jadi dicoba dikurangin satu-satu hehe yah meskipun pas dicek ulang tetep aja ada. Huaaaah saya juga maunya bikin ff baru tapi yah, dunno deh. Reviewmu juga keren sekaliiiiii. Makasih banyak banget udah nyempetin baca dan review di sela aktivitasnya haha. Tamat chapter depan yaaa :D Saranghae :* Ah, makasih juga reviewnya di Nickname *big smile* Kalo ada momen Kyumin gila-gilaan diusahain bikin kalo lagi senggang.

-Chapter 15-

Neng : Hahaha, Kyuhyun cuma bakal nanyain itu ke Sungmin sabar ya *pukpuk* Selamat menikmati chapter 16 :D

Okoyunjae : Min serius sih mau nikah, tapi yah ga tau bapaknya bakal bilang apa :O

Dina LuvKyumin : Disini momennya gimana? :D Maaf ya ga cepet, NC? Mmmm...aku ga bisa bikinnya hahaha tapi ga tau deh masih ada chapter depan hehe

Cywelf : Maaf ya lama *bow* beneran ga bisa lebih cepet lagi D:

Chikyumin : semoga chapter 16 ini juga bisa bikin greget in the morning lol

lee sunri hyun : Okeeey

Guest : Chapter ini mereka berantem hehe

zaAra evilkyu : *ikut tebar bunga* Hahahaha, Kyuhyun yang pinter. Tapi, makasih banyak loh :D

saykyu : Dengerin tuh Min, jangan ditolak lagi, kasian mas kyu

yunnie : Kyuhyun beneran tipe pantang menyerah deh :3 pengen dapet yang kayak dia, dapet kyunya juga boleh hahaha *dijambak Min* Maaf ya chapter ini mereka belom nikah D:

stevaniCP : Makasih banyak :* Fighting! Semoga chapter ini dan chapter depan bisa menyenangkan hehe Itu karena karyawannya gregetan sama Kyumin. Kalo saya yang disana juga udah saya kunciin sekamar malah lol

Guest : Makasih :D Ah ada juga yang nyadar bagian instagram hehehe

sary nayolla : ga bisa cepet apdet yaaa. Aku juga mencintaimu, Cho Kyuhyun. Kalo saya yang ngucapin ga ada feelnya ya hahaha

kittymee : Semangat ya Cho Kyuhyun~!

Ria : Hehe same response and still i love you hahaha. Aku ga tau gimana balesnya *dibom* satu-satunya yang bisa kubilang disini, masalah ortu Kyumin bakal dibabat habis di chapter depan. Ah, dan untuk alesan Sungmin, bahkan saya juga dikibulin hahahaha. Semoga chapter depannya udah ga ada boong-boongan lagi xD As always, makasih banyak ya *big hug*

kyuqie : makasih makasih makasih :D

bluepearl : Hahaha ngambil dari acara om dedy sih emang. Fenomenal sih(?) Makasih banyak. Semoga ga mual abis baca chapter ini :D Semangat!

Kira : Manisan saya *dor* NC? Mmmm no komen :] sekuel? Seriusan? Ga bosen?

Name Adbys : Tenang aja bentar lagi ga ada tbc kok hehe. Astaga ada juga yang nungguin penampakan Sen *sodorin Sen* sen buat kamu ya, aku ambil majikannya lol

gyumin137 : gapapa semua orang bebas berfantasi kok hahaha semoga suka juga sama chapter ini :D

sissy : Makasih xD I love Kyumin too~

minguest : Iya chapter kemaren masih kepengaruh sama drama itu, aku tergila-gila sih sama adegan itu hahaha. Makasih banget sama drama yang satu itu, udah bikin ff ini kebentuk(?)

ririn chubby : Besok ga lagi deh pake tbc-tbc-an hahahaha. Emang Min ga punya ilmu boong sih sebenernya emang udah dasarnya polos hahaha yup itu senjata makan tuan. However boongnya Sungmin emang cuma sekali tapi itu kelewatan banget sih. Hahaha seriusan ada gentong aer yang muat seluruh bandan montoknya umin? Dan chapter depan giliran kita yang liat apa yang bakal Sungmin lakuin buat Kyuhyun *grin* Ah, masalah real atau enggak, yang penting kita enjoy aja pas ngedukung mereka. Nantinya ga bakal nyesek kok /sok bijak/ xD bahkan kesurupan masal diceritain rin *ngakak* pasti masuk berita tuh ya masalah kesurupannya. Nah, gimana chapter 16-nya? :D

noname : I...itu jujur? Makasih banyaaaak *jabat tangan noname* ensi masih dipikirin hahaha

ika kyuminss : Good question~! Itu akan jadi puncaknya besok :9

mariels25 : Kalo ga ganti gimanakah? Lol emang ga ada yang berani ngelarang mereka nikah kok . Makasih banyak yaaaa

Tika : Aku yakin bagian gokilnya ilang dichapter ini *sigh* Romensnya gimana? Kerasa? Hahaha

sweetyYeollie : *ngakak*saya pasrah deh. udah diputisin tbc saya ga pernah pas xD Maaf ga kilaaaat

citra1307 : Wuoh tiap hari? *tepuk tangan* Kyuhyun emang jenius, siapa dulu, bukan bias saya(?)

ButtCouple137 : Ayo siap-siap dateng ke pernikahan Kyumin. Saya juga udah mau berangkat nyebar undangan bareng sen :D

Gyumina : Pasti dikiranya chapter ini juga end ya *sotoy*

vey900128 : aww juga(?) Semoga min bisa terusan jujur ke calon suaminya /cieeee/ Aku juga suka chapter kemaren :D Semangat!

Minoru : Chapter ini belom nikah~ Makasih udah mau nunggu hehe

F4nni : A...ah...Makasih banyak udah ngasih cinta yang besar buat ff ini hehe. Relain aja ya, ff ini pasti bakal tenang di alam sana(?) Yaaah kita beda, aku 15 oktober hehe. 19 itu umurku taun ini :D Love you too :*

Diamond : Masih chapter depan tamatnya hehe Min harus bersyukur dapet suami pintar bisa ngejaga rumah tangga itu nantinya haha

kim yehyuk : wah kalo ending yang bagus emmm itu relatif ya hehe Maaf ya apdetnya kelewat lama D: saya ga bisa ngapa-ngapain lagi kalo urusan apdet serius deh.

Sparkyu : Yah, begitulah chapter ini *sigh* Hwaiting! Makasih banyak dukungannya :D

Guest : Yeeeey~ selamat ya Kyu, anaknya laki-laki(?)

Winecouple : Kyuhyun harus terima kasih sama karyawannya ming tuh :D

KM137 : Hehe, makasih banyak caciiiing :* Berkat doamu chapter ini bisa apdet juga xD Fighting! Loh cacing kamu review 2 kali kah? Love you too. Dan jangan rebut Kyuhyun ya, punya umin xD

Rianichi : Hueeeee Maaf ya lama apdetnya. Aku juga suka keterbukaannya Kyu, tapi Min, aku suka kalo kamu buka baju(?)

Meonbelle : Aigooo gomawo sampe difave segala *hug* Makasih banyak :D Iya loh Min, jangan php-in Kyukyu lagi yaaaa

Annonymous : Gomawo :)

KS : Teman-teman jangan ditiru yah baca ff di kantor sambil rapat lol Kyuhyun sih *dorong Kyuhyun* Kata Kyumin ditunggu di pernikahannya :D jangan lupa bawa gajinya buat disumbang(?)

Park Rye Min : hahaha fakta kecantikan Min emang udah ga ada yang ngalahin xD Iya bener saya emang apdetnya lama, tapi gapapa(?) Semoga chapter ini masih bisa nunjukin kemanisan Kyumin :D

Yeminmine : lol, bisa aja ngelesnya. Pilek ga pilek baunya udah nyebar hahahaha Ini juga apdetnya malming xD Semua orang yang ada disekitaran Kyumin bisa berubah langsung entah itu jadi gokil atau bloon hahaha. Kamu ga inget review apa? *garuk pala*

Hehe : Kenapa tbc? Karena emang masih bersambung(?) Sungmin udah mau jujur kok tehehe

Cho Miku : Kenapa kamu yang malu? *ngakak* Iya gapapa, saya juga suka muncul tenggelam gitu kok xD Fighting!

Shin Min Rin : Iyaaaa chapter kemaren emang pendek D; kok ada aja sih yang sadar hahaha Chapter depan kalo ga ada gangguan tamat :D

Rianici : Kalo ga maksa, si kelinci ga ketangkep-tangkep abisnya xD Ah inget selogan ss4 deh. Catch Min if Kyu can hahaha sekarang Min melt kyu down like ice cream. Kreatip deh KMS xD

volum48 : Makasih banyak udah review. Saya ga pernah bales review kamu kayaknya ya? D: Fighting! Selama Ming masih montok aku masih mau nulis ff kyumin kok xD

kimteechul : Chapter ini mereka berantem dulu hehehe. Makasih banyak selalu ngomong saranghae ke saya. Nado saranghaeyo~ *big hug*

sanyewook : Kenapa cuma 7? Karena waktunya mepet /alesan/ haha ga kepikiran mau ngasih pertanyaan apa lagi soalnya. Yesung pernah numpang nama di chapter...12 kalo ga salah. Dia penyanyi juga :D 20 chapter? Emm kayaknya enggak hehe. Makasih udah baca review dan mau nungguin chapter ini :)

Myst-girl : Lolol ming dikatain IQ rendah nih *ngadu* Wah, aku juga (pernah) 15 taun hahaha 4 taun yang lalu. Nah, karena ini belom end, gapapa ya kalo aku apdet lama? Hehe. Masih penasaran kah? Fighting!

Han young hee : Aku juga seneeeeng :D Kemaren kenapa tbcnya? Makin pas ya? Hahahaha. Betul sekalih, selama ini Ming boongin banyak orang termasuk saya(?) Duh ending yang cetar itu gimana? Nikahan di tengah ujan badai? Wkwkwkwk sekuel? Serius? Ga mau muntah baca cerita after marriednya? Saya ga bisa loh bikinnya xD

Adelia Santi : Gapapa benci karakter Ming disini asal jangan benci yang asli hehehe Ah, tapi semoga karakter ming di chapter depan bisa lebih baik. Kayaknya berkat omongan kyu yang 'menikah denganku atau tetap menggantungku' dia jadi mendadak keren ya? Hahaha *ditampol Sparkyu* lolol eon aja gimana yang bikin adegan nc-nya? Aku ga bisa. Makasih banyak eon :3

farla 23 : Itu karena dia beneran pinter :3

feby3424 : hai feby :D Saya juga penasaran gimana akhirnya hahaha. Makasih juga ya udah mau baca dan review :D

isty lovely : Yah maaf ya ga bisa cepet-cepet D:

lee minry : Nih undangannya lagi dibikin xD Jangan lupa dateng ke pernikahan mereka yaaaa~

Aang29 : Aku ada urusan sama kuliaaaaah, jadi maaf ga bisa cepet ya :3

I'm minhyun : Hahaha bener tuh, Sungmin terlalu nikmat(?) buat dikepoin. Ayo ayo mau hot kiss apa sweet kiss? Padahal dua-duanya saya ga bisa bikinnya hahaha. Selamat ya Kyu udah bikin Ming luluh, besok-besok luluhkan hatiku ya /hueeek/ Akun fb sama twitter aku taro di profil ya :D

Song Ji Ra : *ngasih tisu* bagian mana yang bikin mewek sih? -_-a kkk, karena siwon jadi orang ketiga itu sudah sangat mainstream jadi sekali-kali gapapa deh jadi figuran. Kalo Kyumin setuju mau mainin ini buat drama mereka, mungkin ff ini baru bisa jadi drama xD Mereka pasti pernah lebih dari kiss hahahaha *jiwa KMS menguar* So, ga pilih salah judul ff kan? :D makasih juga ke Kyumin yang udah bikin saya nulis ff ini. Mereka jauh lebih sweet dari apapun :3 Dan makasih juga udah ngeluangin waktu baca dan review ff ini, Jira :D Ga bakal bisa dilanjut kalo ga dapet banyak dukungan dari kamu dan yang lain :) dan makasih juga buat menuhin janjinya :D jadi diingetin kalo FF ini hampir setaun dan ga tamat-tamat hahahaha. Ah, aku adanya WA. Gimana kalo twitter atau fb dulu? Ada di profil ya :D

QQ KyuminShipper : Yah moodmakernya lagi pacaran sama abang donge gimana dong? Mau diminta diomelin sama donge hahaha

dha kyumin :Pfft ayo bikin anak dong *noel Kyu sama Min* jadinya kayak Sandeul ya :D

Hello Joy : Semangat adik(?) Hahahaha saya juga nungguin part nikahnya :D

.

Makasih banyak banget buat yang udah ngasih apresiasi buat ff ini dalam bentuk review, fave atau follow. Itu sangat sangat luar biasa buat saya. Kalo ga kebertan tolong komentarin chapter ini juga :D