The Mysterious Sins Collector
Beberapa bulan setelah Luka menghilang, pencarian masih terus berlanjut, sementara Miku yang menjadi saksi dari kejadian yang 'aneh' itu hanya memilih untuk diam.
Sekarang adalah tanggal 13 Februari 2xxx, seperti biasa, para gadis ribut tentang valentine, termasuk tokoh utama kita kali ini, Hatsune Miku. Sepertinya dia telah melupakan kasus mengenai hilangnya Luka..
"Besok Valentine ya!" Ujar gadis yang berambut pirang dan diikat ke samping.
"Hehe, kamu akan memberi coklat ke siapa, Neru?" Tanya Miku.
"Hmmm.. Aku akan memberinya ke N-nero.." Ujar Neru pelan dengan muka yang memerah.
"Nanti kita buat coklatnya bersama-sama ya!" Seru Miku.
"Wah! Boleh tuh!" Seru Neru.
Pelajaran demi pelajaran di lewati oleh sang tokoh utama kita. Saat pulang sekolah Neru segera menghampirinya.
"Nee~ Miku-chan, ayo kita pergi!" Ujar Neru bersemangat.
"Ayo!" Seru Miku.
Segera saja kedua gadis itu berjalan ke sebuah toko yang menjual pernak-pernik untuk valentine.
"Kyaaa~ ada banyak nih! Pilih yang mana ya?" Tanya Neru pada Miku.
"Pilih yang mungkin Nero suka saja!" Saran Miku.
"Okay!" Ucap Neru sambil berlalu.
Saat Miku sedang asik memilih coklat dan pembungkusnya, tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang tak asing baginya berdiri di depan kasir. Setelah mengamati beberapa lama, ia akhirnya ingat. Gadis itu adalah orang yang mengubah Luka menjadi coklat.
"Hei!" Teriak Miku ke gadis itu.
Sesaat gadis itu menengok ke belakang dan menatap Miku dengan pandangan kosong, seolah-olah merendahkan Miku, lalu dengan santai ia mengambil belanjaannya dan keluar dari toko tersebut. Miku yang melihat gadis itu keluar segera mengejarnnya.
"Hei! Tunggu!" Teriak Miku kelelahan.
Tetapi gadis itu telah menghilang dari pandangannya.
'Cepat sekali jalannya.' Batin Miku.
"Miku! Tadi kok kamu lari keluar?" Tanya Neru tiba-tiba.
"Ah, tidak apa-apa kok.." Jawab Miku.
"Ouwh.. Baiklah, aku ke dalam lagi ya!" Ujar Neru sambil menepuk pundak Miku pelan.
Beberapa saat Neru masuk ke dalam toko coklat tersebut, Miku ikut masuk ke dalam.
Tak jauh dari toko coklat tersebut, seorang gadis yang berambut honey blonde mengutuki saudaranya yang membuatnya berbelanja coklat dan berbagai macam pembungkusnya.
"Huh! Dasar si shota maniak pisang itu! Masa kakaknya disuruh belanja sih?! Geez.. Lihat saja nanti! Akan kubuang semua pisangnya!" Umpatnya dengan kesal.
"Tapi.. Tidak apa-apa... Dengan ini aku sudah menemukan "orang itu"... " Lanjutnya pelan.
-
"Kyaaaa! Kaito-sama! Terimalah coklatku!" Teriak seorang murid sambil memberikan coklatnya.
"Iya, iya, terimakasih ya." Ujarnya seraya mengambil coklat itu.
Lalu gadis itu langsung pergi ke temannya dan berteriak gembira, dan temannya juga bergembira atas keberhasilan temannya tersebut.
Sedangkan Miku hanya bisa tersenyum sambil menahan kepedihan hatinya
'Kaito benar-benar populer ya?...' Batinnya sedih.
"Hei, Miku, kamu tidak cemburu?" Tanya Neru.
"E-eh? H-hah? T-tidak kok.." Jawab Miku terbata-bata.
"Kamu hebat ya.. Kalau aku melihat Nero-kun jalan bersama perempuan lain saja rasanya aku mau membunuh perempuan itu.." Ujar Neru.
"Bunuh?" Tanya Miku atau lebih tepat bertanya pada dirinya sendiri.
"Eh?! E-engga kok! Tadi aku hanya bercanda! Jangan dianggap serius, ahahahaha..." Ucap Neru kalang kabut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Hahahaha, kamu lucu deh, Neru!" Tawa Miku.
"Ahahaha, begitukah?" Ujar Neru sambil menggaruk kepalanya lagi.
"Ayo kita ke kelas!" Seru Miku.
"Hn!" Balas Neru
Tak terasa waktu telah berlalu dan sekarang sudah waktu pulang sekolah. Setelah kelas menjadi sepi, Miku beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan keluar, saat itu, ia melihat Kaito sedang berjalan di koridor sekolah sambil merangkul beberapa gadis. Miku yang melihatnya hanya bisa terkejut..
"Ah.. Begitu ya?... Kalau Kaito senang, aku juga senang.." Gumam Miku sambil tersenyum kecut sembari tangannya mengenggam erat coklat yang belum sempat diberikan kepada Kaito.
Keesokan Harinya
"Pagi!" Sapa seorang murid.
"Pagi juga!" Balas salah satu murid yang disapa oleh temannya.
Pagi hari di Crypton Gakuen berlalu dengan damai tapi mungkin tidak damai bagi Miku dan Kaito.
"Nee.. Miku.. Uang jajanku baru saja dipotong oleh orang tuaku.." Ujar Kaito dengan aura suram di sekelilingnya.
"Eh?! Kenapa?" Tanya Miku dengan penuh perhatian.
"Karena aku ketahuan membawa pulang perempuan.." Jawab Kaito dengan lesu.
"Tenang saja Kaito! Pasti orang tuamu akan menambah uang jajanmu lagi!" Ujar Miku menyemangati Kaito.
"Hnn.. Terimakasih Miku.." Ucap Kaito dengan tersenyum lesu.
'Aku harus membantu Kaito!' Batin Miku.
"Well.. Well.. Ini semakin menarik bukan?" Ujar seorang gadis yang berambut honey blonde sambil duduk di salah satu cabang pohon.
Di dalam kelas X-A
"Baik anak-anak hari ini ibu akan bagikan hasil ulangan biologi kalian." Ucap seorang perempuan yang berambut pirang dan agak sedikit ikal.
Seketika kelas menjadi ribut, karena mereka menerka-nerka mendapat nilai berapa dan siapa yang dapat nilai tertinggi. Dengan tenangnya guru tersebut membagikan hasilnya, sampai pada giliran..
"Shion-san! Nilaimu turun sekali! Biasanya anda mendapat nilai tertinggi, tapi sekarang malah menurun drastis!" Serunya sambil mengangkat dan menunjukan nilai ulangan milik Kaito.
"M-maaf.." Ucap Kaito dengan sedih sambil berjalan lesu dan mengambil kertas ulangannya.
'Kasihan Kaito.. Aku harus membuatnya ceria lagi.. Tapi bagaimana caranya?' Batin Miku.
========================== Skip time, after school ===================================
Miku melangkah dengan riangnya sambil menjengjeng tas sekolah di tangan kanannya, tiba-tiba ia menabrak seorang gadis yang mengenkan gaun berwarna merah, merasa bersalah, Miku membantu wanita itu mengambil barang-barang yang dijatuhkannya.
"Etto.. Nona, bahan-bahan ini cukup aneh.. Nona mau membuat apa ya?" Tanya Miku penasaran.
"Oh.. Ini, aku akan membuat ramuan kebahagiaan." Jawabnya santai.
"Eh?! Ramuan kebahagiaan?! Boleh ajari aku cara membuatnya?" Tanya Miku dengan mata yang berbinar-binar.
"Boleh saja, ayo ikut aku." Ucap wanita itu dengan santai.
Maka mereka berdua berjalan beriringan sampai akhirnya mereka berdiri tepat di depan sebuah rumah yang bisa dibilang cukup sederhana. Dengan bergegas kedua orang itu masuk dan mulai membuat 'ramuan kebahagiaan' itu.
============================= Keesokan harinya =====================================
Miku berjalan dengan riang menuju ke sekolahnya seraya menggenggam ramuan itu di sakunya, ia bertekad untuk memberikan ramuan itu pagi ini juga, beruntung baginya, ia langsung berpapasan dengan Kaito pagi itu juga, langsung saja ia berlari kecil menuju Kaito dan menghampirinya tapi tiba-tiba segerombolan anak perempuan mengerubuni Kaito dan mendesak Miku pergi menjauh.
"Baiklah, aku akan menunggu sampai pulang sekolah.." Ujar Miku kecewa.
Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu, begitu pula dengan jam. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu oleh Miku datang juga, yaitu saatnya pulang sekolah, beruntung baginya bahwa Kaito tertidur di mejanya dan para fan girls Kaito juga telah pergi. Dengan perlahan Miku berdiri dan berjalan menuju meja milik Kaito yang tak begitu jauh dari mejanya. Dengan pelan Miku menggoyangkan tangan milik Kaito agar ia terbangun, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kaito bangun juga.
"Ada apa Miku?" Tanya Kaito yang masih setengah mengantuk.
"Ah.. bukan apa-apa, aku hanya ingin memberikanmu ini." Jawab Miku sambil mengeluarkan sebuah botol kecil yang terbuat dari kaca.
"Apa ini?" Tanya Kaito.
"Ini adalah ramuan yang bisa membuatmu bahagia, Kaito, aku membuatnya sendiri, terimalah." Ucap Miku dengan riang.
Tiba-tiba pintu kelas terbuka lebar dan menampakan dua sosok manusia, seorang gadis dan yang lainnya merupakan seorang pemuda. Yang gadis memakai gaun gothic lolita berwarna hitam yang panjangnya di atas lutut, memakai pita hitam yang tampak seperti telinga kelinci di atas kepalanya dan rambutnya berwarna honey blonde serta kulitnya yang tampak pucat, sekilas ia tampak seperti boneka porcelain. Sementara pemuda yang berdiri di samping gadis tersebut memakai pakaian ala butler yang berwarna hitam dengan kemeja di dalamnya yang berwarna putih, ia memakai sepatu pantofel hitam. Rambutnya yang berwarna honey blonde yang diikat menjadi pony tail tinggi. Mereka berjalan masuk ke dalam kelas tersebut.
"Hei! Kamu! Yang berambut biru! Jangan coba-coba kamu meminum ramuan itu!" Seru gadis tersebut sambil menunjuk ke arah Kaito.
"K-kamu! Jangan coba-coba untuk menghalangi aku!" Seru Miku marah
"Heh, memangnya kenapa?" Ujar Gadis itu merendahkan.
Sementara itu, Kaito membuka tutup botol itu dan hendak meminumnya, tapi..
PRANGGGGGG!
Botol kaca itu ditendang oleh pemuda yang datang bersama gadis itu, dan botol itupun jatuh ke tanah dan pecah, seketika itu juga lantai kelas menjadi seperti terbakar.
"Nice timing, Len." Ujar gadis itu santai.
" Thanks Rin." Ucap pemuda yang dipanggil Len tersebut.
"Hei Miku! Kau gila ya!? Kamu mau membunuhku?!" Seru Kaito marah setelah melihat apa yang terjadi pada lantai kelas mereka.
"M-membunuhmu?" Tanya Miku kaget.
"Aku hanya ingin membuatmu bahagia dengan meminum itu~" Lanjut Miku.
"T-tapi lihatlah yang terjadi pada lantai itu! Jika aku meminumnya mungkin aku sudah mati!" Seru Kaito.
"Ehh? Bukankah jika kamu mati kamu bisa merasakan kebebasan? Kamu tidak perlu belajar, bisa bermain dengan perempuan yang kamu mau, sebanyak apapun, kamu juga bisa bebas dari orang tuamu bukan?" Ujar Miku.
"Kamu telah menjadi gila Miku!" Bentak Kaito.
"Aku? Gila? Aahh, tidak mungkin Kaito." Ujar Miku seraya tersenyum mengerikan dan mengeluarkan pisau lipat dari saku roknya.
Reflek, Kaito berjalan mundur tapi naas ia sudah terhentikan oleh jendela, sementara Miku, dia sudah berada tepat di depan Kaito.
"O viri peccatoris procidit..." Gumam gadis yang dipanggil Rin tersebut.
"KYAAAAAAAAA!" Jerit Miku histeris.
Tiba-tiba cahaya menyelimuti tubuh Miku untuk beberapa saat, tiba-tiba Miku tak ada lagi di sana, yang ada di sana adalah sebuah coklat yang berbentuk bunga berwarna biru muda yang kemudian diambil oleh pemuda yang bernama Len tersebut dan langsung di masukan ke dalam sebuah kotak coklat yang sudah ada coklat berbentuk hati yangh berwarna merah muda yang terdapat di dalamnya.
"K-kalian ini siapa?" Tanya kaito ketakuan.
"Manusia rendah tak perlu mengetahui kami ini siapa, yang jelas, rahasiakan ini atau kamu akan merasakan akibatnya." Ujar gadis yang dipanggil Rin itu dengan dingin sambil berjalan keluar dari kelas itu.
=================================== To Be Continued ================================
Me : Aneh ya? Gaje ya? Tolong Reviewnya ya! Seperti biasa segala jenis review diterima di sini!
