The Mysterious Sins Collector

Seorang gadis yang kira-kira berumur 14 tahun dan berambut honey blonde sedang duduk di sebuah kursi dan di depannya ada sebuah meja yang seperti dari abad 19'an dengan satu set peralatan minum teh yang lengkap di atas meja tersebut. Gadis itu meneguk teh yang ada di tangannya dengan elegantnya, sambil melihat keluar ia terbenam dalam pikirannya sendiri.

"Sudah lama sekali ya.. Sejak monster itu membunuh kaa-san.." Ujarnya sedih.

Sementara itu, di bangunan yang sama, tetapi lebih di luar, seorang pemuda yang umurnya sekitar 14 tahun dan mempunyai rambut yang warnanya sama dengan gadis itu, tapi ia mengikatnya menjadi pony tail. Ia mengenakan pakaian ala butler yang berwarna hitam dan sedang melayani para pembeli, dari luar terdapat plang nama "Enchanted Utopia".

'Mana si Rin? Kenapa dia tidak membantuku?!' Batinnya geram.

Sementara gadis yang dibicarakan oleh saudara kembarnya itu masih terbenam dalam pikirannya. Gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Rin, Kagamine Rin sementara pemudah yang sedang mengurusi pembeli bernama Len, Kagamine Len. Mereka berdua adalah kembar dan membuka usaha menjual coklat yang terkenal cukup lezat, mereka juga dikenal ramah dan baik kepada tetangga mereka sehingga mereka banyak disukai oleh para tetangga.. Ya itu hanya topeng yang mereka kenakan.. Di balik itu semua.. Mereka hanyalah iblis yang tidak berperasaan.. Yang mampu menggunakan manusia untuk mencapai tujuan mereka sendiri...

Rin kembali meminum tehnya lagi, kembali terbenam dalam pikirannya yang bergumul, penuh dengan kenangan menyakitkan yang ia dan saudara kembarnya alami...

-flashback-

"Kaa-san! Kaa-san! Ajari aku membuat cokelat yaa!" Pinta seorang anak kecil yang berambut honey blonde dan menggunakan pita yang berwarna putih.

"Iya, Rin akan kaa-san ajari nanti." Ujar perempuan yang dipanggil kaa-san oleh Rin.

"Yeaaayy!" Seru anak yang dipanggil Rin itu.

"Len juga mau!" Ujar anak yang menyebut dirinya Len.

"Iya, iya, kaa-san janji, nanti kita buat sama-sama, ya? Sekarang kaa-san mau berbelanja bahan-bahan untuk membuat coklat dulu ya." Ujar kaa-san mereka sambil mengacak-acak rambut mereka berdua. Sayangnya.. Janji itu tidak pernah dipenuhi.. Saat ibu mereka sedang berbelanja bahan-bahan untuk membuat coklat.. Ia tertabrak dan penabraknya langsung pergi.. Orang-orang yang disekitarnya tidak memperhatikan.. Sibuk dengan urusan mereka sendiri... Jika.. Ada satu orang saja yang peduli.. Mungkin nyawa wanita yang umurnya berkisar 30-an ini bisa diselamatkan...

Kringgg! Kringgggg!

Seorang pria dengan rambut blonde pendek dan agak berantakan mengangkat telepon tersebut, tentu saja Rin dan Len menghampiri pria tersebut. Melihat ekspresi yang aneh dari pria yang mengangkat telepon tersebut jelas mereka berdua bingung.

"Hai.. Hai.. Ya... Terimakasih telah memberitahuku..." Ujarnya seraya menutup telepon tersebut.

"Hiks... Hiks.. Hiks..." Tangis pria itu sambil tetap berdiri di tempat tadi.

"Tou-san? Tou-san kenapa?" Tanya kedua anak itu kebingungan.

"I-ibu.. I-ibukalian pergi meninggalkan kita.." Jawabnya terbata-bata tetapi masih menangis dengan tersedu-sedu.

"Kaa-san pergi? Kaa-san pergi ke mana, Tou-san?" Tanya Rin bingung.

"Kaa-san kalian telah pergi ke surga.." Jawab ayah mereka sambil mengusap air matanya.

"E-eh?..." Gumam Rin sambil meneteskan air matanya.

"Kaa-saannn!" Teriak Len sambil menangis terisak-isak.

Sudah satu minggu sejak ibu dari Rin dan Len meninggal, seorang perempuan yang mengaku sahabat lama ibu mereka sering datang untuk berkunjung. Perempuan itu bertubuh langsing dan memiliki rambut yang berwarna blonde dan cukup panjang serta sedikit curly di bagian ujung rambutnya. Ia adalah pemimpin perusahaan "Laurence" salah satu perusahaan yang cukup terkenal, maka tak mengherankan jika ia sering datang dengan mengenakan gaun yang tampak mahal atau memberiokan hadiah-hadiah mahal kepada Rin dan Len. Nama wanita itu adalah Sweet Ann. Tapi Rin dan Len sama sekali tidak menyukai wanita itu, berbanding jauh dengan ayah mereka. Beberapa bulan kemudian ayah Rin dan Len yang bernama Lucian menikah dengan wanita itu... Dan dimulailah... Penderitaan Rin dan Len yang sebenarnya..

end of flashback

Gadis itu yang tak lain adalah Rin, masih duduk di tempat yang sama dan masih meminum tehnya.. Tak sadar ia mulai meneteskan air mata karena ingatan-ingatan menyedihkannya itu. Ia lalu mengusap air matanya dan berdiri dari tempat duduknya itu, ia berjalan keluar dan mulai memakai celemek yang tergantung di samping pintu tersebut.

"Nee-san! Kenapa nee-san lama sekali?" Tanya pemuda yang bernama Len tersebut.

"Ah, tidak apa-apa." Jawab Rin sambil melayani seorang pelanggan.

To Be Continued

Me : Yohooo! Saya update lagi X3 Maaf Jika terlalu dikit dan masa lalu Rin dan Len belum terungkap banyak... Karena saya sengaja #digampar

Luka : Tolong reviewnya yaaa! Segala jenis review diterima kok disini!