THE TRUTH, is I LOVE YOU

Pairing : Kyumin

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort, Drama, Romance(maybe)

Summary : Aku mencintaimu bukan membencimu. Namun Ego selalu lebih mendominasi perasaanku. Bantu aku mengalahkan Egoku Lee Sungmin..

Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, Orangtua mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. Tapi FF abal ini murni 100% Milik saya…

Warning : YAOI, BOYxBOY, Gaje, Typo di mana-mana, EYD Amburadul..

Satu lagi, setiap kejadian yang bercetak tebal itu Flashback..

Don'y Like,, Don't Read…

Don't COPAS!

Happy Reading… ^^

.

.

Chapter 3

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

Jarum pendek pada jam di dinding kamar Sungmin telah menunjuk pada angka 2, sedangkan jarum panjang menunjuk pada angka 6 yang berarti saat ini malam telah benar-benar larut bahkan sebentar lagi fajar akan menampakan dirinya. Namun si empunya kamar masih bergerak resah di atas kasur serba finknya.

" Kenapa bisa seperti ini? Apa katanya? Bagaimana bisa dia berfikir aku bisa tidak menghiraukannya? Mustahil Kyu… "

Sungmin menatap nanar langit-langit kamarnya. Sangat terpancar jelas kepedihan di sorot matanya. Bagaimana bisa dia tak mempedulikan Kyuhyun? Ini saat yang dia nantikan selama ini. Bisa bertemu dan memohon maaf pada Kyuhyun yang ' pernah 'menjadi sahabat baiknya. Miris memang setiap Sungmin mengingat masa lalunya bersama Kyuhyun. Entah telah berapa ribu kata seandainya yang keluar dari mulut Sungmin. Seandainya dia bisa menyelamatkan Kyuhyun dulu, seandainya dia tak meninggalkan Kyuhyun dulu, seandainya dia tak menyeret Kyuhyun dalam bahaya, dan andai-andai yang lainnya.

.

.

.

" bertahanlah Kyu,,, please… " Sungmin berjalan resah menuju lingkungan Sekolahnya. Sungmin tak dapat berfikir jernih saat ini. Kyuhyun sedang dalam bahaya dan bodohnya ini semua adalah ulah dirinya. Sungmin berlari kencang tak mempedulikan orang-orang yang memanggilnya heran. Yang ada di benaknya saat ini harus menemukan siapa saja orang dewasa yang dapat menyelamatkan Kyuhyun.

" Chagiya,, " langkah Sungmin sontak berhenti kala mendengar suara yang amat dikenalnya dan menatap pasangan suami istri yang berada tepat di hadapannya.

" eomma,,? appa,,? " keningnya berkerut. Untuk apa kedua orang tuanya datang ke sekolah? Itulah yang mungkin Sungmin pikirkan saat itu.

" Chagiya,, mian kami tak memberi tahumu sebelumnya. Cha, ikut kami pulang sekarang " ucap sang Eomma menggandeng tangan Sungmin. Sungmin makin dibuat bingung oleh kedua pasangan Suami istri di hadapannya.

" maksudnya apa eomma? Kenapa aku harus pulang sekarang? " Sungmin berusaha melepaskan pegangan tangan eommanya.

" kami akan menjelaskannya di dalam mobil. Ayo masuk, kau tak perlu ke kelas. Tasmu sudah ada di sini. " sang Appa sedikit mendorong tubuh mungil Sungmin agar masuk lewat pintu belakang mobil mereka.

" tapi Appa,, Eomma, kenapa kalian membawaku pulang saat ini? " Sungmin masih bisa menghindari untuk masuk kedalam mobil. Pikirannya kembali kepada Kyuhyun yang masih membutuhkan bantuan

" Eomma, Appa, aku tak bisa pulang sekarang. Ada yang butuh pertolongan. Aku akan pulang nanti setelah Sekolah selesai. Ne,,!? " lanjutnya berusaha membujuk kedua orang tuanya.

" tidak Chagiya, kita sudah tak ada waktu. Pesawat kita terbang satu jam lagi. "

" mwo? Pesawat? Eomma, ada apa sebenarnya ini? "

" kita akan pindah ke Jepang Chagi,, kajja, lebih jelasnya kita bicarakan di perjalanan saja "

" mwoo? Pindah? Tapi eommaa,, aku,, " Sungmin makin kalap mendengar penuturan eommanya barusan.

" ayolah Sungminnie, kita tak ada waktu lagi. Kalau ada yang masih mau di tanyakan, kau tanyakan nanti di perjalanan saja " tegas Appa Sungmin semakin membuat Sungmin kalut.

" tapi Appa, ada yang sedang membutuhkan pertolongan saat ini, biarkan aku menemui Guru atau penjaga sekolah " Sungmin masih berusaha bernegosiasi dengan orang tuanya meskipun tak dapat dipungkiri berita kepindahan yang mendadak ini membuatnya lemas seketika. Dia pindah? Itu berarti dia akan jauh dengan Kyuhyun. Dan dia tak bisa pindah seperti ini, setidaknya dia harus pamit pada Kyuhyun dan teman-teman yang lainnya.

" tak ada waktu Sungmin. Jangan bikin ulah sekarang! Kita harus cepat berangkat. " sang Appa memaksa Sungmin masuk. meskipun Sungmin masih berontak. Namun tenaga Appanya masih lebih besar daripada tenaga Sungmin yang mungil.

" Appa, biarkan aku bertemu dengan Guru-Guru dan teman-temanku dulu sebelum aku pergi "

" Kepala Seokolah dan semua Guru sudah diberitahu tadi. Teman-temanmu bisa kau beri tahu melalui telpon Sungmin. " sang Appa menatap tajam Sungmin yang sudah berhasil masuk dan duduk di bangku belakang.

" tapi App,,, " belum juga Sungmin melanjutkan kata-katanya, Appa Sungmin telah menutup keras pintu disebelah Sungmin dan berjalan menuju bangku kemudi.

Selama perjalanan Sungmin bergerak gelisah. Tak jarang saat meninggalkan Sekolahnya Sungmin melihat ke belakang berharap Kyuhyun berdiri di sana baik-baik saja dan setidaknya dapat melambaikan tangannya tanda perpisahan. Namun harapannya harus terhempas jauh. Kyuhyun tak ada. Entah apa yang terjadi pada Kyuhyun. Sungmin tak dapat memikirkannya. hatinya terlalu takut, takut sesuatu yang buruk menimpa Kyuhyun.

.

.

Tes,,,

Entah sudah keberapa ratus kalinya air mata itu menetes di pipi mulus Sungmin malam ini.

" Mianhae Kyu,,, Jeongmal Mianhae.. "

.

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

Keesokan harinya..

" yya,, ada apa dengan Uri Minnie akhir-akhir ini. Emm? " Eunhyuk yang baru datang langsung merangkul pundak Sungmin yang duduk di bangkunya.

" Minnie, ikut aku " belum juga menjawab pertanyaan Eunhyuk, Ryeowook tiba-tiba menarik paksa tangan Sungmin yang membuat Eunhyuk menggerutu mengingat posisinya tadi sedang merangkul Sungmin dan hampir saja terjerembab kedepan gara-gara Sungmin yang ditarik paksa Ryeowook. Namun meskipun masih kesal, Eunhyuk pun mengikuti langkah mereka.

.

" Lee Sungmin, aku ingin bertanya dan cukup jawab jujur! " ucap Ryeowook serius sesampainya mereka di atas balkon Sekolah yang sepi. Eunhyuk yang berada di pinggir Sungmin sama herannya dengan Sungmin melihat raut wajah Ryeowook yang tak seperti biasanya.

" ada apa Wookie? " cicit Sungmin tak mengerti. Yang di angguki oleh Eunhyuk pertanda setuju dengan pertanyaan Sungmin.

" apa kau kenal Kyuhyun sebelumnya? " pertanyaan Ryeowook langsung pada intinya.

" eh? Kau dan Kyuhyun saling mengenal Minnie? " Eunhyuk makin heran

" Minnie, jawab aku. Apa karena dia juga sikapmu jadi berubah seperti ini? " Ryeowook tak mempedulikan pertanyaan Eunhyuk dan memilih mendesak Sungmin. Ryeowook tahu Sungmin keras kepala dan kemungkinan dia akan mengacuhkan semua pertanyaan Ryeowook, namun Ryeowook sudah tak tahan melihat Sikap Sungmin yang berubah drastis semenjak Kyuhyun datang ke Sekolah mereka.

" ayolah Minnie, kalau ada masalah kau tak harus menanggungnya sendiri, kita sahabatmu. " Ryeowook makin mendesak Sungmin. Sementara Sungmin masih diam seperti sedang merancanga kata, haruskah menceritakan semuanya pada kedua sahabat baiknya itu?

" aku merasa itu kenangan indah dan kenangan paling buruk beserta penyesalan terdalamku yang tak akan pernah berujung " Sungmin mulai membuka suaranya, walaupun itu hanya akan membuat kedua sahabatnya bingung dengan kata-kata Sungmin.

" bisakah kau menjelaskannya dengan kata yang dapat kami mengerti Minnie? " Eunhyuk mengerutkan dahinya bingung.

Dengan sedikit tarikan nafas, Sungmin menceritakan semuanya kepada Ryeowook dan Eunhyuk yang dengan serius mendengarkan semua cerita Sungmin. dan terlihat jelas mereka tak ingin melewatkannya sepatah katapun.

Yah mungkin ini memang saatnya Sungmin membagi semua beban di hatinya kepada Sahabat dekatnya. Tak ada sedikitpun yang Sungmin lewatkan, semuanya Sungmin ceritakan. Baru kali ini Sungmin dapat seterbuka ini kepada mereka. Sungmin berharap, dengan menceritakannya dapat sedikit mengurangi rasa sesak dihatinya.

" kenapa masalah sebesar ini tak kau ceritakan sebelumnya pada kami? "

" mengapa kau menanggung beban seberat ini sendirian Minnie? " Ryeowook dan Eunhyuk bergantian memeluk tubuh Sungmin yang mulai bergetar.

" akuu,,, setiap aku mengingatnya hatiku sakit. kenangan buruk itu, aku tak bisa menghapusnya dari hati dan pikiranku " Sungmin mulai terisak di pelukan kedua sahabatnya.

" Minnie, mulai saat ini jangan ada yang kau sembunyikan dari kami. Kami akan membantumu mencari jalan keluarnya. " Eunhyuk mulai ikut terisak meihat sahabatnya yang rapuh

" yakinlah semua ada jalan keluarnya Minnie. dan kau tahu? Aku berani memaksamu bercerita karena semalam Yesung Hyung bilang dia menemukan fotomu dan Kyuhyun saat SMP di laci lemari Kyuhyun. Makanya aku jadi penasaran. " Ryeowook melepas pelukannya dan mengusap air mata yang masih menetes di pipi Sungmin.

" eh? Kyuhyun masih menyimpan foto kami? "

"emm,,aku yakin dia bisa memaafkanmu. Kau harus yakin Minnie. " ryeowook berusaha menguatkan sahabatnya..

" Fighting Minnie, kita akan selalu ada di belakangmu. " Eunhyuk tak mau kalah menyemangati Sungmin.

" baiklah.. makasih. kalian memang sahabat-sahabatku " angguk Sungmin memeluk kedua sahabatnya haru.

Dengan semangat dari kedua sahabatya, kini Sungmin yakin untuk terus berusaha mendapatkan maaf Kyuhyun dan meskipun keadaan tak akan kembali seperti dulu, setidaknya dengan maaf dari Kyuhyun itu sudah lebih dari cukup untuknya.

.

.

Semua anak-anak kelas 2-D berada dilapangan sekolah kecuali Kyuhyun yang masih betah di bangku kelasnya tak berniat sedikitpun untuk bergabung bersama teman-temannya yang lain. Kyuhyun lebih memilih tidur dikelas dibanding harus berbaur bersama yang lain di lapangan yang kini terlihat sedang asik bermain bola.

Brugh,,

Sungmin meletakan setumpuk buku pelajaran dihadapan Kyuhyun. Kyuhyun yang memang sedang tiduran menghadap jendela dengan tangan kiri menjadi bantal tak menyadari kedatangan Sungmin dan terduduk kaget saat dirasa ada yang mengusik tidurnya.

Masih dengan tampang dinginnya Kyuhyun menatap Sungmin sekilas kemudian kembali tiduran mengacuhkan Sungmin yang berdiri dihadapannya.

" Kyu, mungkin buku-buku ini bisa membantumu mengejar ketinggalan " ucapnya tulus berharap mendapat respon positive dari Kyuhyun.

Satu menit Sungmin menunggu, tak ada perubahan gerak dari Kyuhyun. Kyuhyun tetap di posisinya mengacuhkan Sungmin.

" baiklah aku pergi Kyu, semoga bukunya cukup membantu " Sungmin hendak beranjak meninggalakan Kyuhyun.

" Lupakan. Aku tak membutuhkannya " dengan tetap di posisinya Kyuhyun berkata dengan dingin tanpa menoleh kearah Sungmin sedikitpun.

Nyuutt,,,

Lagi-lagi hati Sungmin perih mendengar kata-kata Kyuhyun yang menusuk hatinya. Tanpa membalas ucapan Kyuhyun, Sungmin berlalu meninggalkan Kyuhyun dengan tak berniat membawa kembali buku-buku yang telah diberikannya pada Kyuhyun. Sungmin tak peduli apakah nantinya Kyuhyun akan merobek,membuang atau bahkan membakar bukunya.

.

Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun menegakan tubuhnya yang tadi tertidur di meja. Matanya menatap tajam tumpukan buku yang kini berada dihadapannya. Ada sedikit kilatan pilu yang terpancar dari sorotan matanya. Perlahan Kyuhyun mengambil satu buku yang berada ditumpukan paling atas. Membukanya lembar perlembar, membaca isinya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Nangis? Yah Kyuhyun juga manusia, ada kalanya air mata menerobos keluar dari kedua manik Obsidian kelamnya.

.

.

.

" Kyunnie, ada yang ingin ku tunjukan padamu. Kajja.. " Sungmin menarik tangan Kyuhyun tak sabar. Kyuhyun yang sedang tiduran di karpet yang tergelar rapih di ruang tengan Apartment Sungmin sedikit terusik.

" haiiissshh,, wae? Aku ngantuk Minnie, kau tahu? tadi malam aku hampir tak tidur gara-gara permintaan bodohmu yang ingin aku membuat 1000 burung bangau dari kertas origami. " Sungut Kyuhyun kesal.

" jadi kau tak ikhlas membuatnya Kyunnie? " Sungmin behenti dan mempoutkan bibirnya lucu

" aigoooo,,, kau seperti anak perempuan Minnie, merajuk dengan bibir terpout seperti itu " Kyuhyun memandang Sungmin gemas dengan tangan yang disilangkan di dada.

" bukankah sudah ku bilang itu untuk kebaikanmu juga? Aku ingin kau memenangkan pertandingan besok. "

" hanya dengan 1000 kertas origami berbentuk burung bangau? Tsk,, teori dari mana itu Minnie? "

" haiiiissshhh,,, kau menyebalkan Kyu. " Sungmin makin merajuk imut

" aahh baiklah-baiklah,, jangan merajuk seperti itu. Kau malah terlihat makin lucu Ming.. "

" yya,, mana ada merajuk jadi lucu. Ada-ada saja.. " Sungmin masih bertahan dengan bibir terpoutnya.

" aahh,,, bukan itu yang harus kita ributkan sekarang. Kajja ikut aku Kyu.. " Sungmin kembali menarik tangan Kyuhyun mengingat maksud yang sempat terlupakan barusan. Kyuhyun hanya dapat mengehela nafasnya mengikuti langkah riang Sungmin.

" taraaaaa…."

Sungmin membuka pintu kamarnya. Kini kamar yang dihiasi dengan segala pernak-pernik fink itu makin semarak dengan berbagai warna kertas origami berbentuk burung bangau buatan Kyuhyun semalam tergantung seperti melayang-layang di kamar Sungmin.

" Ming, sejak kapan kamarmu jadi sarang burung seperti ini? "

Pletak,,,

Perkataan nista Kyuhyun dibalas dengan jitakan sayang dari Sungmin.

" aaww appoo… " Kyuhyun mengusap-usap kepalanya yang terkena jitakan gratis Sungmin.

" aku menggantungnya susah payah Kyunnie.. kau tak menghargainya " Sungmin mulai menjalankan aksi rajukannya lagi.

" aa,,a,, iya. Tapi untuk apa Ming? " Kyuhyun mulai berhati-hati dengan ucapannya menghindari jitakan yang akan menyusul.

" ish.. kau tahu Kyu? Orang bilang bila 1000 burung bangau di gantung seperti ini dan kita berdo'a, maka do'a dan harapan kita akan terwujud " Sungmin berjinjit-jinjit seperti menari balet memasuki kamarnya menjelaskan dengan penuh semangat. Sementara Kyuhyun hanya mengangkat satu alisnya bersandar di pintu kamar Sungmin memperhatikan kelinci manis dihadapannya yang masih berjinjit menari. 'aneh ' pikirnya geli.

" memang apa yang akan kau minta Ming? " Sungmin menghentikan tariannya dan menatap Kyuhyun tajam

" bukankah sudah kubilang Kyu, aku akan berdo'a supaya di pertandingan besok kau menjadi bintang lapangan seperti biasanya. Dan aku juga berharap kita akan seperti ini selamnaya " Kyuhyun hanya tersenyum manis menanggapi perkataan Sungmin.

.

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

Kyuhyun masih mematung di tempatnya memandang buku yang Sungmin berikan.

" bodoh " gumamnya beranjak meninggalkan kelas.

.

Pelajaran Olahraga telah selesai 5 menit yang lalu. Namun murid kelas 2-D tak ada yang kembali ke kelas karena memang sekarang telah memasuki waktu istirahat dan makan siang.

Kyuhyun berjalan menyusuri koridor sekolah masih dengan tampang dinginnya. Kyuhyun belum mempunyai teman, atau bahkan tak akan pernah mempunyai teman. Teman sekelasnya merasa enggan mendekati Kyuhyun karena sikap dinginnya yang tertutup dan tak menerima siapa saja yang berusaha mendekatinya.

" Kyu, ayo kita ke kantin bersama " kini Sungmin tengah berjalan di sampingnya menatap Kyuhyun sekilas kemudian kembali focus berjalan kedepan

" aah menu hari ini tak ada sayur. Itu baik untukmu kan Kyu? " Sungmin tahu Kyuhyun tak suka sayur.

" tapi kali-kali kau harus mencoba sayur Kyu. " meskipun Kyuhyun masih tetap keuekueh dengan diamnya Sungmin berusaha membangun percakapan diantara mereka. namun tiba-tiba..

Sreettt,,, brugh,,,

Tubuh Sungmin terbentur tembok akibat dorongan Kyuhyun dan kini tangannya tengah mencengkram kerah baju Sungmin kuat.

" sudah kubilang jangan mempedulikanku. Jangan bersikap seolah kita kenal baik Lee Sungmin "

Lagi. Sungmin merasakan nyeri di hatinya. Namun sekuat tenaga Sungmin menahan semuanya demi Kyuhyun.

" Kyu,, aku hanya,,"

Bugh,, Kyuhyun mengepalkan tinjunya dan dengan cepat meninju tembok yang tepat berada di samping kanan kepala Sungmin. Sungmin yang hendak melanjutkan kata-katanya terpaksa terpotong dan terlonjak kaget mendapati perlakuan Kyuhyun yang tiba-tiba.

" Cukup! Aku muak Lee Sungmin! " kyuhyun menatap tajam kedua manic Foxy yang telah sedikit berembun di hadapannya.

Murid yang kebetulan berada di sekitar mereka mulai berkerumun menyaksikan adegan yang sedikit panas itu.

" kyu,, " suara Sungmin mulai bergetar.

" pergi dari hadapanku Lee Sungmin! " geram Kyuhyun dengan tangan kiri masih mencengkram kerah baju Sungmin dan tangan kanan masih mengepal sempurna di dinding sebelah kanan kepala Sungmin.

" yyaa! Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun! " Jungmo menarik kasar Kyuhyun agar terlepas dari Sungmin. Tangannya mengepal hendak melayangkan tinjunya kearah Kyuhyun. Kedua sahabatnya Minwoo dan Jay di belakang Jungmo bersiap bila terjadi perkelahian antara Jungmo dan Kyuhyun.

" sudahlah Jungmo, ayo pergi. " Sungmin memegang tangan Jungmo yang terkepal kuat kemudian menarik Jungmo menembus kerumunan murid yang makin bertambah. Sementara Kyuhyun hanya menatapnya datar. Tak ada yang dapat mengartikan tatapannya saat ini.

.

" Lee Sungmin, apa anak itu membuat masalah denganmu? " Jungmo mengehentikan langkah mereka.

" tidak ada apa-apa Jungmo. Tak usah memikirkannya. "

" Minnie,, apa kau taka pa-apa? " Ryeowook dan Eunhyuk berhamburan menghampiri Sungmin

" aku baik-baik saja " Sungmin memberikan senyuman palsu kepada kedua sahabatnya. Namun siapapun itu dapat mengetahui senyuman Sungmin yang amat dipaksakan.

.

.

.

Malam harinya..

Sungmin terlihat gelisah memandang langit malam dari jendela kamarnya yang dulu. Yah, kamarnya yang dulu dia tempati. Di Apartmentnya memang ada dua kamar, dan kamar yang dia tempati saat ini adalah kamar yang dulunya adalah kamar tamu. Kamar yang dulu dia tempati dia tutup rapat seolah tak ingin membukanya. Bahkan Ryeowook dan Eunhyuk yang sering menginap selalu penasaran dengan kamar yang tak pernah Sungmin buka. Dan baru kali ini dia membukanya kembali.

Sungmin masih betah melihat langit hitam tanpa bintang dan bulan. Benar-benar hitam. sama halnya dengan suasana hati Sungmin saat ini.

Bosan dengan kegiatannya menatap langit mlam, Sungmin berbalik menatap sekeliling kamarnya dengan tubuh menyender ke jendela. Perlahan namun pasti Sungmin melorotkan tubuhnya hingga terduduk menekuk lutut dan memeluknya. Dan perlahan juga, genangan airmata mulai terlihat di pelupuk matanya. Seiring dengan berjatuhannya Kristal bening dari matanya, tubuh Sungmin mulai bergetar hebat. Sekuat tenaga Sungmin menggigit bibir bawahnya supaya tangisnya dapat berhenti. Namun semakin dia berusaha, semakin deras pula airmatanya keluar hingga kini darah mulai tercipta di bibirnya yang digigit keras.

.

.

.

Brak,,

Suara pintu yang dibuka paksa mengagetkan Sungmin yang sedang tiduran dikasurnya

" yya Cho Kyuhyun…! " kesalnya melempar bantal kearah Kyuhyun yang kini berdiri di depan pintu kamarnya.

" hilangkan kebiasaan burukmu itu. Selalu saja membuka pintu sembarangan. Bagaimana kalau aku sedang ganti baju. Eoh? " Sungmin mulai bersungut-sungut kesal. sementara yang di teriaki? Cuek melenggang dengan santainya kearah Sungmin kemudian membaringkan tubuhnya di samping Sungmin yang kini telah terduduk karena kaget tadi. Sungmin merutuki dirinya yang harus mempunyai sahabat seekstrim Kyuhyun dan dengan suka rela memberikan kode Password pintu Apartmentnya kepada sahabat evilnya yang kini terbaring indah di sampingnya.

" yyaa! Kau menginap lagi di Sini Kyu? Kau seperti anak kucing yang kehilangan induknya. Selalu saja menginap disini. Tsk,, merepotkan "

" ish,, kau berisik Ming seperti ahjumma-ahjumma yang belum dapat arisan "

" mwo? Ahjumma? "

"emm,, yang belum dapat arisan ditambah belum dapat uang saku dari suaminya "

" yya..! haiiiissshh.. " Sungmin mendaratkan pukulannya menggunakan bantal kearah Kyuhyun dengan brutal. Kyuhyun yang tak terima dirinya dianiaya kemudian bangkit dari tidurnya mengambil bantal yang tadi dijadikan alas tidurnya untuk melindungi diri dari amukan topan Sungmin dan membalasnya tak kalah brutal. Hingga akhirnya untuk beberapa saat terjadilah perang bantal di kamar yang di dominasi warna fink tersebut.

" hosh,, hosh,, hosh,, cukup-cukup aku cape Kyu.. " Sungmin yang akhirnyamengibarkan bendera putih.

" salah siapa membangunkan macan yang sedang tidur " Kyuhyun Smirking hendak memulai perang kembali

" sudah cukup! Bantalku bisa tinggal nama kalau kau terus-terusan siksa Kyu. "

" sejak kapan bantal merasa tersiksa Ming Ming? "

" yyaa! Sebutan apa itu? Ming Ming? " Sungmin membulatkan matanya kesal mendengar sebutan gak jelas dari Kyuhyun.

" kau tidur di kamar Depan sana.. " Sungmin mendorong Kyuhyun kesal

" Shirreoo.. memangnya aku tamu disini disuruh tidur di kamar tamu. " Kyuhyun berbaring kembali melipat tangan di dada menatap Sungmin dengan bibirnya yang masih terpout lucu.

" sudahlah, kau tidur Ming Ming, besok kita harus bangun pagi-pagi " Kyuhyun menarik Sungmin hingga tertidur di sampingnya.

" yya! Jangan memanggilku Ming Ming? Sebutan yang jelek sekali "

" wae? Itu terdengar lucu. Ming Ming,, seperti sebutan untuk anak kelinci "

" ish,, menyebalkan.. sudahlah kita tidur. " Sungmin membelakangi Kyuhyun memejamkan matanya.

Selang beberapa menit Kyuhyun yang yang meyakini Sungmin telah tertidur sedikit mengangkat tubuhnya untuk mengambil selimut yang tergeletak di bawah kaki mereka kemudian menyelimuti tubuh mungil Sungmin memberi kehangatan untuknya.

" jaljjayo Ming.. " senyum Kyuhyun terkembang menatap tampang polos sungmin saat tertidur. Dan tak lama Kyuhyunpun kembali berbaring di samping Sungmin dan mulai memejamkan mata. tanpa sepengetahuan Kyuhyun, Sungmin membuka kedua matanya sekilas kemudian menutup kembali dengan diiringi Senyum manis di bibirnya.

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

" Kyu,, akankah waktu kembali kepada kita? Apakah kau bisa membuka pintu maaf untukku Kyu? " Sungmin masih terdiam memeluk lututnya dengan airmata yang tak dapat berhenti mengalir dikedua pipinya.

.

.

.

Keesokan harinya..

Sungmin berjalan ke atas balkon sekolah berniat bolos di jam pertama. Entah kenapa hari ini moodnya benar-benar buruk.

Baru beberapa langkah Sungmin menapaki balkon sekolah yang sepi, kedua manik Foxynya menangkap sosok yang amat dikenalinya. Perlahan meskipun ragu Sungmin tetap melangkahkan kakinya menghampiri sosok tinggi yang kini membelakanginya.

" Kyu,, " panggilnya hati-hati. Sementara yang di panggil tak bergeming ditepatnya karena tahu sekali siapa yang berada di belakangnya kini.

" mianhae,, " lagi-lagi kata maaf terucap dari bibir Sungmin yang bergetar.

" sudah ku katakana berkali-kali Lee Sungmin. Jangan pedulikan aku! Apa kau tak mendengarnya? " Kyuhyun berbalik menatap Sungmin yang kini tertunduk dalam.

" aku tak ingin melihatmu Lee Sungmin! Melihatmu hanya akan membuatku marah. Pilihlah, aku atau kau yang tak usah datang lagi ke Sekolah ini! "

Deg,,,

Sungmin tersentak mendengar penuturan Kyuhyun yang tegas dan menyakitkan.

_T-B-C_

Sedikit Ulasan untuk Chapter Selanjutnya:

" Berengksek! ayo kita lihat apa kau masih bisa melawan bila aku melakukan ini.. "

Jungmo menyeringai puas kala menginjak kaki kanan Kyuhyun.

Yaah,,, adakah yang masih menunggu ff abal ini?

Reader : kagak adaaaaa…

*Nangis peluk ddangko*

Mian banget telat update, kemarin sibuk UTS. Padahal ide udah numpuk, tapi gak sempat ngetik.

*alesan aja lu Thor.. *

Ceritanya makin Gaje banget dan gak dapet feellnya ya? Mian, authornya masih tahap belajar soalnya. ^^

*ngeles lagi*

Di Chapter 3 ini banyak Flashbacknya. Dan alasan Min ninggalin Kyu udah di jelasin di Chapter ini.

Alurnya kecepetankah? Aku sengaja bikin sedikit lebih jelas di Chapter ini. Soalnya ff ini aku niatnya gak panjang-panjang. Author abal ini juga belum bisa bikin ff dengan chapter yang panjang. Paling 2 atau 3 chapter lagi Ending.. piiiisssss… ^^V

Aahh ada yang nanya, aku author baru dif ffn?

*iya aku Author baru dif ffn.. mohon dukungannya yaaaa…. ^^

Okeh,, saatnya ngamen buat dapet Review,,

Review,,, Review,, Review,,

Sangat di tunggu Reviewnya….

Ayo,ayoo Review biar sayyah tambah semangat lanjutin Chapt 4.. ^^

Special Thanks to

Sissy, Chu , Zen Liu, Sitapumpkinelf, JSJW407, Himaya annisa

Wanah058, Evil vs bunny, zaAra evilkyu, Thalia kms, Ritsu HyunMin,

Abilhikmah, Liu 13769, fitriKyuMin, Minnie-minnie-mine, Shin sae yeon

( maaf bila ada salah penulisan nama.. ^^)

Makasih udah favoritin dan follow ff gaje ini dan makasih udah Review di Part sebelumnya.. ayo Review lagi..kkk,,,, ^^

Kamsahamnidaaa….

*Lambai-Lambai bareng Kyumin.. ^^

_ Princess Kyumin215 _