THE TRUTH, is I LOVE YOU

Pairing : Kyumin

Rate : T

Genre : Hurt/Comfort, Drama, Romance(maybe)

Summary : Aku mencintaimu bukan membencimu. Namun Ego selalu lebih mendominasi perasaanku. Bantu aku mengalahkan Egoku Lee Sungmin..

Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, Orangtua mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. Tapi FF abal ini murni 100% Milik saya…

Warning : YAOI, BOYxBOY, Gaje, Typo di mana-mana, EYD Amburadul..

Satu lagi, setiap kejadian yang bercetak tebal itu Flashback..

Don'y Like,, Don't Read…

Don't COPAS!

Happy Reading… ^^

.

.

" Kyu,, " panggilnya hati-hati. Sementara yang di panggil tak bergeming ditepatnya karena merasa tahu sekali siapa yang berada di belakangnya kini.

" mianhae,, " lagi-lagi kata maaf terucap dari bibir Sungmin yang bergetar.

" sudah ku katakana berkali-kali Lee Sungmin. Jangan pedulikan aku! Apa kau tak mendengarnya? " Kyuhyun berbalik menatap Sungmin yang kini tertunduk dalam.

" aku tak ingin melihatmu Lee Sungmin! Melihatmu hanya akan membuatku marah. Pilihlah aku atau kau yang tak harus datang ke Sekolah ini! "

Deg,,,

Sungmin tersentak mendengar penuturan Kyuhyun yang tegas dan menyakitkan.

.

.

Chapter 4

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

Sungmin masih menundukan kepalanya dalam. 'sebegitu bencinya kah dirimu Kyu? ' gumamnya dalam hati.

" Fine, aku yang pergi Lee Sungmin! " Kyuhyun melangkahkan kakinya meninggalkan Sungmin.

" aku yang akan pergi Kyu " langkah Kyuhyun terhenti mendengar penuturan Sungmin barusan.

" baiklah " ucapnya tanpa menoleh kearah Sungmin dan kembali melangkahkan kakinya.

Kyuhyun menuruni anak tangga satu persatu. Entah apa yang ada dibenaknya saat ini, pandangan matanya tak fokus. Kilatan kesedihan terpancar jelas dikedua manik Obsidian kelamnya.

Sementara Sungmin masih mematung di tempatnya berdiri. Seolah tak mempunyai tenaga untuk sekedar mnggerakan kakinya.

" mianhae Kyu… "

Lagi dan lagi.. kata-kata itu terucap dari mulutnya yang mulai bergetar menahan tangis. Seketika tangan yang bergetar hebat itu bergerak perlahan merogoh saku celananya. Tidak lain untuk mencari benda persegi yang selalu setia menemaninya.

Setelah mengetikan sebuah pesan singkat untuk Ryeowook, Sungmin berusaha mnyeret langkahnya pergi meninggalkan balkon sekolah tempatnya berdiri saat ini.

Sungmin menuju belakang sekolah. meneliti sejenak pagar yang tak terlalu tunggi yang biasa di jadikan tempat melarikan diri oleh anak-anak yang berniat bolos. Ini pertama kalinya Sungmin melakukan hal tersebut. Walaupun ragu namun Sungmin berusaha sekuat tenaga agar bisa melewati pagar belakang sekolah tersebut. Karena keluar dari gerbang depan itu sangat mustahil mengingat sekarang pelajaran tengah berlangsung. Sudah pasti Gerbang kokoh di depan telah tertutup rapat dan lagi, satpan Shin setia menjaganya.

Berhasil keluar dari sekolah Sungmin berjalan tak tentu arah. Air mata kini tengah meluncur deras dikedua sudut matanya. Tangan kanannya memukul-mukul dadanya kasar.

Sesak.. Sakit.. itulah yang sungmin rasakan dibagian dadanya.

.

" Kyu,, haruskah aku menyerah sekarang? " monolog Sungmin pada dirinya sendiri. Sungmin duduk bersandar pada pohon Sakura yang ada di taman kota. Saking kalutnya Sungmin tak menyadari tengah berjalan jauh sampai ke tempat itu. dia tak memperdulikan kakinya yang sakit akibat terlalu jauh berjalan. Jarak dari Sekolahnya ke taman Kota memerlukan satu jam perjalanan menggunakan kendaraan.

" kau memang pantas membenciku Kyu.. Mianhae,, Jeongmal Mianhae… "

Kata maaf seperti sebuah kata yang memang wajib Sungmin ucapkan setiap mengingat Kyuhyun. Dadanya makin sesak, air mata tak kunjung berhenti membanjiri kedua matanya. Pandangannya sedikit mengabur akibat tangis yang tak berhenti sejak tadi. hingga tanpa sadar Sungmin tertidur di bawah pohon Sakura saking lelahnya menangis.

.

.

.

Sementara itu di tempat lain

Kyuhyun duduk di bangkunya menatap ke depan dimana Park Seongsaengnim menerangkan pelajaran. Namun fikirannya melayang entah kemana.

" apakah ketua kelas hari ini tak masuk? " Kyuhyun tersadar mendengar pertanyaan Park Seongsaengnim.

" sepertinya dia bolos Saem " ucap salah seorang murid yang duduk di bangku depan.

" dia sakit Saem. Tadi dia memberitahuku " Ryeowook menatap sinis murid yang berkata barusan.

" aahh baiklah. Kita kembali ke pelajaran anak-anak " Park Seongsaeng melanjutkan pelajarannya yang sempat tertuda.

" jinjja? Sungmin sakit? "

" aku melihatnya tadi dia datang ke sekolah "

" kurasa dia bolos "

" Sungmin sakit apa? "

Berbagai macam persepsi anak-anak tertangkap telinga Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam di tempatnya tak berniat sedikitpun memperdulikan bisikan anak-anak yang mulai tak memperhatikan Park Seongsaengnim di depan kelas mereka.

.

" Wookie, benarkah Minnie sakit? " Eunhyuk sedikit mencondongkan badannya kebelakang sambil berbisik

" hmm.. nanti kita akan tahu " Ryeowook menghela nafasnya berat. Dia yakin ada sesuatu dengan Sungmin. Tak biasanya Sungmin bolos. Tadi Sungmin mengirimkan sms menyuruhnya membawakan tas Sungmin yang memang sudah di simpan di kelas sebelum Sungmin ke atas balkon Sekolah.

' apakah ada hubungannya dengan Kyuhyun? ' Ryeowook menoleh kearah Kyuhyun dan menatapnya penuh selidik. Sementara Kyuhyun tetap fokus ke depan meskipun sebenarnya dia merasakan tatapan penuh tanya Ryeowook.

.

" Jungmo~ya, apa benar Sungmin sakit? " Jay berbisik kearah Jungmo. Jungmo hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Jay. Kini tatapannya tertuju pada Kyuhyun yang berada di samping depannya. Sepertinya pemikiran Jungmo dan Ryeowook hampir sama. Tidak masuknya Sungmin ada hubungannya dengan Kyuhyun.

" Jungmo~ya, apa kau mencurigai sesuatu? " Minwoo ikut berbisik

Jungmo menggelengkan kepalanya dengan tatapan yang tak lepas dari sosok Kyuhyun. 'Kyuhyun terlalu tenang, benarkah dia yang menjadi alasan Sungmin tak masuk' prolognya dalam hati.

Yah, siapapun tak akan mencurigai Kyuhyun yang menyebabkan Sungmin bolos. Sikap Kyuhyun yang tenang tak menimbulkan kecurigaan sedikitpun.

.

.

.

Pulang Sekolah Eunhyuk beserta Ryeowook langsung menuju Apartment Sungmin.

" Minnie, gwaenchanna? " Ryeowook mendudukan dirinya di pinggir Sungmin yang tiduran di Sofa.

Ryeowook dan Eunhyuk memang diberi tahu Password pintu Apartment Sungmin. Mengingat Sungmin yang selalu tinggal sendiri, kedua Orang tuanya tetap tinggal di Jepang. Sungmin selalu memberitahu password pintu pada sahabat dekatnya untuk jaga-jaga bila terjadi sesuatu pada dirinya. Seperti saat ini, kalau mereka tak tahu passwordnya sampai kapanpun Sungmin gak bakalan membuka pintu. Keadaan Sungmin sangat mengenaskan. Mata yang bengkak akibat tangis yang baru berhenti beberapa saat yang lalu. Badan yang kelihatan lesu, pasti seharian perutnya tak terisi makanan sedikitpun. Dan sisa airmata yang belum mengering di kedua pipi Chubbynya.

" Minnie, kau ingat? Kita akan selalu ada untukmu. Jangan menanggungnya sendirian. Ceritakan pada kami apa yang terjadi " Eunhyuk duduk di ujung sofa tepat di dekat kepala Sungmin berbaring kemudian mengelus sayang kepala yang menunduk dalam posisi terbaringnya itu.

" kami akan menemanimu malamini. setelah tenang dan siap, kau bisa menceritakannya pada kami. " Ryeowook mengelus punggung Sungmin yang kembali bergetar berharap dapat memberi sedikit kekuatan pada Sahabatnya yang kini sedang rapuh.

Air mata Sungmin kembali menghiasi matanya yang sudah bengkak dan membuatnya semakin bengkak. Sungmin bersyukur mempunyai dua sahabat yang masih setia menemani dan menjaganya di saat keadaanya sedang rapuh seperti saat ini. Namun kesetiaan dua sahabatnya itu belum cukup. Dia membutuhkan maaf dari Kyuhyun yang 'pernah ' menjadi sahabatnya. Apakah selamanya dia harus hidup dalam penyesalan yang begitu menyiksa? Betapa besar harga yang harus dia bayar. Selamanya hidup dalam penyesalan. Impian dan harapan orang yang ia sayangi harus kandas karenanya. Karena dirinya yang dengan bodoh membiarkan itu terjadi. Hati Sungmin makin sakit kala semua itu melintas kembali dibenaknya. Dia yang telah membuat Kyuhyun seperti sekarang. Dia yang telah merubah semua sifat Kyuhyun, dia yang telah merenggut satu-satunya impian Kyuhyun. Semua karena dirinya. Itulah yang menjadi pemikiran Sungmin setiap saat. Mungkin kalian berfikir Sungmin Namja lemah? Yah.. Sungmin memang lemah menyangkut segala sesuatu tentang Kyuhyun.

Perlahan Sungmin mulai beringsut untuk duduk dihadapan kedua Sahabatnya. Sungmin menghapus kasar airmata yang masih meluncur deras dikedua pipinya.

" mian aku telah membuat kalian khawatir " bisiknya serak

" Minnie, kami sahabatmu. Kami akan selalu disampingmu. " Eunhyuk mendekap sayang Sungmin, mengelus punggung Sungmin menenangkannya.

" Minnie, kuyakin kau belum makan apa-apa seharian ini. Aku akan memasak makanan untukmu ne..!? " Ryeowook beranjak menuju dapur

" Minnie, kau harus tetap makan. Jangan sampai sakit dan membuat kita semakin khawatir. Emm? " Sungmin hanya menganggukan kepalanya sekilas menanggapi perkataan Eunhyuk.

.

Meskipun dengan sedikit paksaan dari Ryeowook dan Eunhyuk Sungmin berhasil mengisi perutnya yang kosong. Dan membuat kedua sahabatnya bernafas lega.

Sungmin mulai tenang. Dia mulai bisa sedikit bercanda dengan kedua sahabatnya. Kesempatan itu tak di sia-siakan oleh Ryeowook dan Eunhyuk. Mereka sudah benar-benar penasaran apa yang membuat sahabatnya serapuh itu.

" Minnie, apa kau sudah bisa memberi tahu kami? " Tanya Ryeowook hati-hati.

" mmm,, mungkin aku akan berhenti Sekolah " Sungmin menggigit bibir bawahnya kuat.

" mwooo? " tanpa komando Ryeowook dan Eunghyuk membulatkan matanya menyerukan kata yang sama

" apa alasannya Minnie? " Sungmin kembali diam

" apakah ini karena Kyuhyun? " Ryeowook tak bisa santai menghadapi krisis ini.

" aku tak ingin membuatnya makin tak nyaman "

" tapi tak harus berhenti sekolah kan? "

" aku sudah memutuskannya. Tolong hargai keputusanku " Sungmin menatap kedua sahabatnya penuh harap.

" tapi Minnie,, " Ryeowook tak berani melanjutkan kata-katanya

" lalu apa rencanamu sekarang? " Eunhyuk menggenggam tangan Sungmin yang kembali bergetar

" aku tak tahu… "

" bagaimana dengan orangtuamu? "

" aku yakin mereka akan memindahkanku ke jepang seperti dulu. "

" kau bisa memikirkannya kembali Minnie, jangan mengambil keputusan yang bisa kau sesali "

Sungmin menundukan kepalanya. Kata-kata Ryeowook barusan ada benarnya juga. Haruskan dia menyerah seperti ini?

.

Malam semakin larut. Ryeowook dan Eunhyuk sudah tertidur sejak tadi. Namun si empunya kamar masih duduk dalam diam.

" aku harus bagaimana Kyu? " gumamnya miris.

.

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

Dua hari berlalu.

Kyuhyun masih terlihat tenang. Meskipun kadang Eunhyuk ataupun Ryeowook menatap sinis kearahnya. Bukannya Kyuhyun tak mengetahui tatapan-tatapan sinis Eunhyuk dan Ryeowook. Dia hanya berusaha untuk tidak peduli. Ini sudah keputusannya. meskipun tak dapat di pungkiri hati Kyuhyun terkadang perih kala mengingat Sungmin yang dua hari lalu terlihat rapuh. Namun ego lebih besar menguasainya.

.

Jungmo menatap lurus kearah Kyuhyun. Sejak tadi tatapan tajamnya tak pernah terlepas dari sosok tampan itu. Dia yakin Sungmin yang tidak masuk sudah pasti berhubungan dengan Kyuhyun. Tapi apa? Jungmo belum bisa menemukan jawaban pastinya. Kyuhyun masih terlihat bersikap wajar tak menunjukan tanda-tanda dia penyebab Sungmin bolos dua hari ini.

" yya!apa kalian telah menemukan apa yang aku suruh? " Jungmo menatap dua sahabatnya tak santai.

" tenanglah Jungmo~ya, kami akan segera menemukannya.. " Minwoo menepuk bahu Jungmo pelan. Minwoo thu, saat ini sahabatnya sedang diliputi penasaran yang begitu besar.

" cepatlah.. aku ingin mengetahui semua tentang dirinya.. " tunjuk Jungmo pada Kyuhyun

" dia benar-benar membuatku penasaran " geramnya mengepalkan tangan sebelah kanannya. Pandangannya tak pernah sedikitpun lepas dari Kyuhyun sejak tadi. Seolah Kyuhyun adalah mangsa empuk yang siap di terkamnya.

.

.

Empat Hari berlalu…

Pagi itu Kyuhyun Nampak enggan bangun dari tempat tidur empuknya. padahal jam telah menunjukan pukul 6.45 kst… yang berarti 15 menit lagi Bel sekolah akan berbunyi dan secara otomatis Gerbang kokoh Sekolahnya akan tertutup rapat.

" aigoo Kyu,, irreonaa.. " pekik Eomma Kyuhyun yang menyadari anaknya masih terbungkus(?) selimut.

" nggg… " ucanya malas.

" Kyu,kau bisa kesiangan. Palli Irreonna… " eomma Kyuhyun menarik paksa selimut yang menutupi seluruh tubuh Kyuhyun.

" tsk.. " Kyuhyun akhirnya terbangun dengan amat sangat terpaksa. ' kenapa malas sekali berangkat ke sekolah? ' gumamnya dalam hati.

.

.

Sreett

pintu kelas bergeser tak sabar dan seketika itu munculah Namja tampan dengan sedikit menundukan kepalanya member hormat ada Guru yang berdiri di depan kelas.

" kau terlambat Cho Kyuhyun? " Kim Seongsaengnim menatap kesal muridnya yang terlambat.

" jweosohamnida Saem "

"duduklah " Kyuhyun menuju tempat duduknya dengan tatapan aneh dari teman sekelasnya.

" baru kali ini dia terlambat " mungkin itulah yang difikirkan teman-teman sekelasnya saat melihat Kyuhyun yang saat ini tengah duduk angkuh di bangkunya.

Kyuhyun tak memperdulikan tatapan mereka. Saat ini dia tertarik memperhatikan bangku kosong yang tak jauh dari tempatnya duduk.

Sungmin menggembungkan pipinya lucu kala guru matematika di depan kelas menerangkan pelajarannya. Dia amat sangat tak menyukai pelajaran ini. Terlalu banyak angka yang harus di hitung. Dan Kyuhyun tahu itu. Sejak dulu Sungmin tak menyukai pelajaran Matematika. Kyuhyun mengulas senyum tulusnya menatap kelinci manis yang saat ini tengah mengerjapkan matanya lucu kearah dirinya.

Kyuhyun mengela nafasnya berat. Apa yang barusan dia pikirkan? Bangku yang di tatapnya kini masih kosong tak berpenghuni.

' ada apa denganku? Kenapa aku memikirkannya? ' prolognya dalam hati. Kini Kyuhyun memilih memfokuskan dirinya ke depan mengalihkan fikirannya tentang Sungmin yang sempat melintas di otaknya tadi. Sekuat apapun dia berusaha menyimak pelajaran, namun manic Obsidian kelamnya hampir setiap menit melirik bangku Sungmin yang kosong berharap Sungmin memang ada di tempatnya. ' bodoh cho kyuhyun!' lagi-lagi Kyuhyun mengumpat dalam hati.

.

.

Jam istirahat Semua murid berhamburan ke kantin sekolah untuk mengambil jatah makan siang mereka. Namun ada juga sebagian yang memilih ke perpustakaan atau hanya berbincang di taman sekolah. Kyuhyun berjalan tak semangat menyusuri koridor sekolah.

" Kyu, ayo makan siang bersama " Kyuhyun menatap Sungmin yang saat ini mensejajarkan langkahnya.

" aahh sudah lama kita tak makan bersama Kyu. Mmmm tapi menu hari ini tak ada yang special " Sungmin mengerucutkan bibirnya imut. Kyuhyun masih menatapnya kagum dengan senyum yang mulai berkembang melihat bibir yang mengerucut imut di hadapannya.

Lagi. Kyuhyun merutuki apa yang dipikirkannya saat ini.

" aaassshhh…jinjja? " Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

Niat awal Kyuhyun pergi ke kantin, namun langkahnya berbelok menuju halaman belakang sekolah.

Kyuhyun menyandarkan punggungnya pada pohon besar yang berdiri angkuh di belakang Sekolah mereka. Beberapa kali Kyuhyun menghela nafas beratnya menghilangkan semua pikiran aneh yang menari-nari di dalam kepalanya. Tak jarang Kyuhyun mengacak kasar rambutnya berharap semua isi kepalanya saat ini dapat keluar.

Yah, tak dapat dipungkiri Kyuhyun merasa kehilangan, merasa hampa dan kosong kala Sungmin tak dapat terjangkau oleh penglihatannya. Meskipun dia membenci Sungmin. Ah ani, sebenarnya bukan benci yang dia rasakan. Kyuhyun hanya Kecewa. Yah, kecewa pada Sungmin. Kyuhyun masih terpukul dengan keadaannya yang berubah 180 derajat. Dan dia masih belum bisa menerima pertemuan yang tiba-tiba dengan Sungmin. Kyuhyun belum siap bertemu dengan Sungmin yang dulu pernah menghilang secara tiba-tiba dari kehidupannya. Tidak, dia tidak membenci Sungmin sama sekali, justru dia sangat mempedulikan Sungmin, hanya saja egonya terlalu tinggi untuk mengakui itu semua.

.

.

.

*~ The Truth is I Love You ~*

6 hari berlalu..

Kyuhyun makin tak bersemangat pergi ke Sekolah. Yah, Kyuhyun sadar dirinya memang menginginkan Sungmin tetap di sisinya. Apa yang harus dia lakukan kalau sudah seperti ini?

Kyuhyun berjalan malas. Hari ini dia memang tak kesiangan. Bahkan ini baru pukul 6.00 kst dan dia sudah berangkat dari rumahnya, namun terlihat jelas kalau dia tak ada niat sedikitpun pergi ke Sekolah.

" Kyuhyun? Benarkah kau Cho Kyuhyun? " Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mengalihkan pandangannya kearah suara yang baru saja memanggil namanya.

" mmm... Hyung? " Kyuhyun menunjuk ragu seseorang yang kini berdiri tepat dihadapannya. Yang tak lain adalah Xiah Junsu Sunbaenya saat SMP dulu.

" waahh sudah lama sekali tak melihatmu. Bagaimana dengan kakimu? " Kyuhyun tersenyum miris mendengar pertanyaan terakhir Junsu.

" e..eeh mian, aku tak bermaksud mengungkitnya " Junsu Nampak menyesal telah melontarkan pertanyaan yang tak seharusnya ditanyakan. Sementara Kyuhyun hanya mengangguk mengulas senyum.

" eh? seragam Sapphire Blue High School? Kau sekolah di sana? " Junsu memperhatikan seragam yang melekat di tubuh Kyuhyun.

" ne.. "

" berarti kau sudah bertemu Sungmin? "

" eh? "

" bukankah dia juga sekolah disana? " Junsu mengerutkan keningnya heran melihat respon Kyuhyun yang sedikit kikuk.

" a..ah ne.. " ujar Kyuhyun ragu

" kapan kau kembali Kyu? Sungmin sudah menceritakan semuanya kan? "

" ne? " Kyuhyun makin dibuat bingung dengan pernyataan Junsu. Yah, Kyuhyun ingat Junsu dulu memang dekat dengan Sungmin. Jadi pasti dia mengetahui sesuatu tentang Sungmin.

" jadi dia belum menceritakan kejadian 3 tahun lalu? " Junsu heran melihat Kyuhyun yang seperti kebingungan.

" anak itu. Baiklah, apa kau punya waktu sekarang? " Junsu melanjutkan kata-katanya. Kyuhyun hanya mengangguk karena jujur dia juga penasaran apa yang akan dikatakan Junsu. Kalau perlu Kyuhyun bolos sekolah hari ini demi mendengarkan cerita Junsu yang di yakininya penting tersebut.

" Kyu, ekhem,, mian sebelumnya " Junsu duduk di kursi yang memang terdapat di pinggir jalan yang saat ini mereka lewati. Kyuhyun mengikuti Junsu duduk di sampingnya.

" aku tahu dulu kaki kananmu terluka parah. Bahkan kau tak bisa main bola lagi karenanya. Sungmin sangat terpukul dan dia menyalahkan dirinya atas semua yang menimpamu saat itu. " Kyuhyun masih mendengarkannya dengan tenang.

" saat kejadian itu, Sungmin berusaha mencari bantuan ke Sekolah. Namun tanpa di duga, kedua orang tua Sungmin datang ke sekolah dan memaksa Sungmin mengikuti mereka ke Jepang. Sungmin tak bisa berontak saat itu. Itulah yang membuat Sungmin sampai saat ini menyalahkan dirinya. Dan saat dia mengetahui keadaanmu, dia tak henti-hentinya menyalahkan diri sendiri. Karena dirinya kakimu bisa cedera dan kau tak bisa main bola lagi. " Junsu mengehentikan ceritanya sejenak dan menatap Kyuhyun.

" kau tahu? Selama di Jepang Sungmin terus-terusan menanyakan keadaanmu padaku. Aku yang memang tak mengetahui lebih lanjut karena kau juga dibawa pergi ke Amerika hanya memberinya info yang aku tahu. Sungmin di Jepang hanya satu tahun, meskipun dia harus perang dingin dulu dengan kedua orangtuanya, akhirnya dia di ijinkan kembali ke Korea. " Junsu mengela nafas beratnya. Terlihat Kyuhyun di sampingnya menahan emosi. Namun bukan emosi dalam artian amarah.

" setelah Sungmin kembali ke korea dia mencari keberadaanmu, padahal aku telah memberitahunya kalau kau pindah ke Amerika. Namun dia tetap keras kepala menunggumu di depan rumahmu yang dulu. Dia berharap kau datang membukakan pintu untuknya. Yah, dia seperti orang bodoh yang terus menunggu di depan rumahmu. Waktu itu aku ingin sekali menemani kebodohannya, namun aku terpaksa harus pindah ke Busan bersama kedua orangtuaku. Dan baru kembali kemarin. Kebetulan sekali hari ini bertemu denganmu Kyu " Junsu menutup ceritanya memandang Kyuhyun.

Sreett

Kyuhyun beranjak dari duduknya dan meninggalkan Junsu tanpa sepatah katapun.

" kau masih seperti dulu kyu.. " Junsu menggelengkan kepalanya paham dengan sifat Kyuhyun.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain..

" jinjja? " Jungmo masih tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.

" aku yakin. Kemarin aku bertemu sepupuku yang ternyata dulu pernah sekelas dengan Kyuhyun dan Sungmin " ucap Jay yakin.

" oohh jadi begitu rupanya.. " Jungmo tersenyum, yang lebih tepatnya menyeringai iblis.

Oke, sekarang Jungmo telah mengetahui tentang KyuMin. Meskipun tak sepenuhnya dia tahu, namun poin-poin pentingnya dia tahu. Kyuhyun yang cedera dan harus kehilangan impiannya. dan secara tidak langsung itu karena Sungmin yang di yakini sepupu Jay sebagai sahabat terdekat Kyuhyun..

" aku mempunyai rencana yang bagus. Sekarang aku tahu kelemahanmu. Bersiaplah Cho Kyuhyun." Jungmo makin melebarkan seringainya membuat kedua sahabatnya merinding melihat Jungmo yang seperti itu.

" nanti malam kita akan bersenang-senang di rumah tua yang ada di ujung jalan sana teman-teman. " Jay dan Minwoo menatap arah yang ditunjuk Jungmo.

.

.

Malam harinya..

Ciiittt

Suara pintu yang telah lama tak terjamah seolah menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.

" Sungmiin " panggilnya pelan. Kyuhyun heran kenapa Sungmin ingin bertemu dengannya di tempat seperti ini. Dia ingat sepulang sekolah salah seorang teman sekelsnya menyuruh dia datang kemari untuk menemui Sungmin. Yah, dia tak salah ini memang tempatnya.

Prok,,prok,,prok,,

Tepukan tangan mengusik Kyuhyun yang belum terbiasa dengan tempat tersebut. Perlahan terlihat tiga sosok yang mendekatinya.

" kalian? " setelah dapat dengan jelas melihat siapa mereka Kyuhyun makin di buat heran dengan ke tiga anak-anak Trax tersebut.

" ternyata perkiraanku benar, Lee Sungmin adalah kelemahanmu Cho Kyuhyun " ucap Jungmo menggelegar di tempat yang sunyi itu

" apa maksudmu? "

" aku hanya ingin bermain-main denganmu Cho Kyuhyun. "

" cih,, " Kyuhyun menatap tajam Jungmo

" kau berani melawanku! Dengar, Lee Sungmin harus menjadi milikku "

" dia tak akan sudi menyerahkan hatinya untuk Namja sepertimu "

" sial.. "

Bugh..

Satu pukulan jungmo arahkan tepat di perut Kyuhyun.

Bugh..

Kyuhyun tak mau kalah. Ingat, kemampuan bela diri Kyuhyun juga bagus. Perkelahianpun tak dapat dihindari, baku hantam antara Kyuhyun dan Jungmo terjadi dengan panasnya di ruangan gelap tersebut. Jay dan Miwoo yang merasa kekuatan Kyuhyun lebih dari Jungmo, membantu Jungmo untuk melawan Kyuhyun. Kini terjadilah perkelahian tiga lawan satu.

Bruuukkkk..

Kyuhyun ambruk. Bagaimanapun tiga lawan satu bukan perkelahian yang seimbang, dan lagi kaki kanannya yang cedera tak segesit dulu.

" Berengksek! ayo kita lihat apa kau masih bisa melawan bila aku melakukan ini.. "

Jungmo menyeringai puas kala menginjak kaki kanan Kyuhyun.

" aaaaarrrrkkkhh " Kyuhyun merasakan nyeri yang amat sangat menyerang kakinya.

Sekali lagi Jungmo melayangkan kakinya bermaksud menginjak kembali kaki Kyuhyun. Namun tiba-tiba…

Bluuuussshhh….

" hentikan! Kumohon " Sungmin kini tengah memeluk kaki kanan Kyuhyun dan kaki Jungmo tepat berada di atas punggung Sungmin. Sedikit lagi Jungmo menggerakan kakinya, dia akan menginjak punggung Sungmin yang memeluk kaki Kyuhyun erat.

" Sungmin! " kaget Jungmo menurunkan kakinya

" kumohon, hentikan " Sungmin makin mengeratkan pelukannya. Jungmo menatap tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini.

Setelah dirasa tak ada gerakan dari Jungmo Sungmin mendongakan kepalanya tepat menatap Kyuhyun yang saat ini menatapnya lekat. Kembali, dua manik foxy dan Obsidian itu bertemu.

.

3 tahun lalu

" aku ingin menjadi pemain Timnas yang hebat Ming " Kyuhyun memutar-mutar bola yang berada di genggamannya.

" pasti. Kau selalu menjadi bintang lapangan Kyu. Aku yakin kau bisa. Aahh dan kau harus menjaga asset berharga ini " Sungmin menendang kaki kanan Kyuhyun.

" yyaa appoo.. bukankah aku harus menjaganya? " kesal Kyuhyun

" hehehe.. kau harus janji Kyu, akan menjadi pemain Timnas yang professional arra.. "

" dan kau juga harus janji akan terus mendampingi pemain Timnas ini "

" arrasseoo… " Kyuhyun dan Sungmin saling mengulum senyum meyakinkan lawan bicara masing-masing dengan janji mereka.

.

.

.

.

" kembalilah ke sekolah " ucap Kyuhyun masih dingin. Kini mereka berada di bangku taman di dekat sekolah.

"aku tak mau membuatmu tak nyaman " Sungmin masih mengolesi salep di luka yang tercipta di wajah tampan Kyuhyun.

" lupakan semuanya. Jangan terus-terusan merasa bersalah. "

" eh? " Sungmin menghentikan kegiatannya mengobati Kyuhyun

" kembalilah ke sekolah " ulang Kyuhyun

" kau memaafkanku Kyu? " kyuhyun bangkit dan meninggalkan Sungmin tanpa memberikan jawaban. Meskipun Kyuhyun tak mengatakan sepatah katapun, Sungmin lega mendapat lampu hijau dari Kyuhyun. Dan tanpa Sungmin ketahui, Kyuhyun berjalan dengan senyum terkembang indah di bibirnya.

_ TBC or END? _

- Naaahhh Update cepet kan? Haah sepertinya ini chapter terpanjang yang aku tulis.. jangan bosen bacanya ya..aaah di chapter ini juga yang bercetak tebal selain flashback itu adalah bayangan-bayangan Sungmin yang di rindukan Kyuhyun. Tsaaaaahhh..-

Saatnya Review…..

Review di tungguuuuuuu… jebaaaallll…

Special Thanks To.

Sissy, Chu, Zen Liu, Sitapumpkinelf, Ritsu HyunMin

JSJW407, evil vs bunny, zaAra evilkyu, Thalia kms,Chella-KMS

Gomawo udah mem-favoritekan dan Review di Chapter 3

Ayo Review lagii…. ^^

Kamsahamnidaa…..

*Lambai-Lambai bareng Kyumin.. ^^

_ Princess Kyumin215 _