THE TRUTH, is I LOVE YOU
Pairing : Kyumin
Rate : T
Genre : Hurt/Comfort, Drama, Romance(maybe)
Summary : Aku mencintaimu bukan membencimu. Namun Ego selalu lebih mendominasi perasaanku. Bantu aku mengalahkan Egoku Lee Sungmin..
Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, Orangtua mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. Tapi FF abal ini murni 100% Milik saya…
Warning : YAOI, BOYxBOY, Gaje, Typo di mana-mana, EYD Amburadul..
Don'y Like,, Don't Read…
Don't COPAS!
Happy Reading… ^^
" kembalilah ke sekolah " ucap Kyuhyun masih dingin. Kini mereka berada di bangku taman di dekat sekolah.
"aku tak mau membuatmu tak nyaman " Sungmin masih mengolesi salep di luka yang tercipta di wajah tampan Kyuhyun.
" lupakan semuanya. Jangan terus-terusan merasa bersalah. "
" eh? " Sungmin menghentikan kegiatannya mengobati Kyuhyun
" kembalilah ke sekolah " ulang Kyuhyun
" kau memaafkanku Kyu? " kyuhyun bangkit dan meninggalkan Sungmin tanpa memberikan jawaban. Meskipun Kyuhyun tak mengatakan sepatah katapun, Sungmin lega mendapat lampu hijau dari Kyuhyun.
.
.
Chapter 5 END
.
.
*~ The Truth is I LoveYou ~*
Sungmin melangkahkan kakinya ringan. Benar-benar lega, beban berat yang selama ini dia tanggung perlahan telah berkurang. Tak jarang Sungmin melompat-lompat kecil bak seorang anak TK yang baru saja dibelikan mainan baru oleh orangtuanya. Seketika langkah mungil Sungmin terhenti kala melihat Wali kelasnya tengah berdiri di depan pintu Apartmentnya. Dia berani bertahuh, pasti Wali kelas berlesung pipit itu telah lama menunggunya disana.
" Park Seongsaengnim? " Park Jungsu wali kelas Sungmin tanpa berkata hanya memandang lembut kearah Sungmin dengan senyum manis terulas di bibirnya.
" jweosongeo,, apa kau lama menungguku disini? Mari masuk " dengan sopan Sungmin mempersilahkan wali kelasnya masuk setelah pintu terbuka lebar.
" Sungmin~na, maaf baru sekarang aku datang kemari. Ku dengar kau sakit? " Park Jungsu memandang muridnya intens.
setelah menyuguhkan minuman ke hadapan Gurunya,Sungmin duduk di sofa yang tepat berhadapan dengan Park Jungsu sambil menundukan dirinya tak berani memandang sang Guru dihadapannya. Sungmin merasa bersalah. walau bagaimanapun Sungmin tak sekolah selama satu minggu bukan karena sakit.
" kalau ada maslah ceritakan padaku Sungmin~na, jangan sungkan. Aku ini wali kelasmu, anggap aku sebagai orangtuamu juga. Bukankah kau jauh dari kedua orangtuamu? Jadi,aku disini sebagai pengganti mereka. " tak salah Park Jungsu di jadikan wali kelas, hatinya yang lembut dan penuh kasih sayang selalu peduli dan memperhatikan anak-anak didiknya. Dengan sifatnya yang seperti itu, dia sangat di hormati oleh semua anak didiknya.
Sungmin masih tetap diam belum berniat mengeluarkan sepatah katapun. Berkali-kali Sungmin merutuki dirinya yang telah membuat semua orang mengkhawatirkannya.
"baiklah, kalau kau belum bisa menceritakannya. Tapi kumohon kembalilah kesekolah Sungmin~na. jangan mengecewakan kedua orangtuamu. Emm? "
" ne.. "
" kalau begitu aku pulang dulu Sungmin~na. sampai bertemu besok di sekolah. Oke? "
" Saem,, " gerakan Park Jungsu yang hendak berdiri terhenti mendengar ucapan Sungmin yang lebih seperti gumaman.
" Jweosohamnida.. " Park Jungsu tersenyum tulus memandang anak didiknya yang kini menunduk dalam dihadapannya.
" hmm… kau harus janji besok datang ke sekolah ne,,!? "
" ne.. kamsahamnida Saem.. " Sungmin memandang gurunya haru.
.
.
.
Keesokan Harinya..
" Sungminnieeeeee… " Ryeowook dan Eunhyuk histeris saat melihat Sungmin memasuki kelas mereka. Tak ayal kelas menjadi gaduh dengan kelakuan tiga sahabat yang sekarang melompat-lompat berpelukan didepan pintu. Mereka Namja, namun kelakuannya seperti Yeoja-Yeoja Abg yang sedang jatuh cinta.*MinWookHyuk: abaikan Readers.. ^^*
Kyuhyun yang duduk manis dibangkunya mengulum senyum simpul merasa lega melihat kedatangan Sungmin. Meskipun senyuman simpulnya hanya sekilas, namun Sungmin dapat melihatnya. Dan dengan refleks Sungminpun mengulas senyum manisnya.
" Minnie, kau tetap sekolah kan? " Ryeowook berbisik sambil menoleh kearah Kyuhyun.
" ne.. " Ryeowook dan Eunhyuk merangkul Sungmin kembali mendengar jawaban dan senyuman Sungmin. Sahabat mereka telah kembali. Itu lebih membahagiakan daripada menang lotre.
Srakkk …
Sekali lagi pintu kelas terbuka menampilkan tiga sejoli Trax. Jungmo yang saat masuk langsung di suguhi Sungmin didedapan pintu langsung menundukan diri, dia merasa sangat bersalah pada Sungmin. Baru kali ini preman sekolah lemah dihadapan seseorang. Meskipun hatinya panas melihat aksi Sungmin kemarin malam, namun Jungmo juga sadar betapa besar kasih sayang Sungmin untuk Kyuhyun. Dan itu membuat nyalinya menciut dan memilih mundur perlahan merelakan orang yang di taksirnya selama ini.
" aah Wookie, Hyukie, aku harus keruangan Guru. Kemarin malam Park Seongsaengnim datang kerumahku dan memberiku setumpuk tugas yang harus diselesikan semalaman " dengan bibir terpout lucu Sungmin menyerahkan tasnya pada Ryeowook.
" baiklah.. tapi kau berhasil menyelasaikannya semalaman tadi Minnie? "
" emm.. " angguknya semangat.
.
.
" mwo? Tapi Kim Seongsaengnim.. " langkah Sungmin terhenti di depan pintu ruangan guru kala mendengar jeritan sang Wali kelas.
" ini jalan yang terbaik Park Seongsaengnim, Sungmin atau Kyuhyun salah satu dari mereka harus dipindahkan "
Deg…
Kaki Sungmin seketika lemas mendengar penuturan Kim Young Woon Guru mata pelajaran matematika yang sekaligus menjabat sebagai guru BP di Sekolah tersebut. Sungmin menyembunyikan diri dibalik dinding sebelah pintu dan mempertajam pendengarannya.
" bukankah kau tahu Park Seongsaengnim, tak masuknya Sungmin selama seminggu karena Kyuhyun. "
" tapi Kim Seongsaeng, itu belum tentu benar. Gossip dikalangan anak-anak kadang hanya candaan belaka "
" ini sudah keputusan semuanya Park Seongsaengnim " Final Kim Seongsaengnim makin membuat Sungmin tak bertenaga.
" aku yang akan pindah Seongsaengnim " Sungmin memberanikan diri masuk dan berhasil mengejutkan kedua Guru yang sedang berdiskusi di meja mereka.
" Sungmin~na, k..kau.. " Park Seongsaengnim terbata menghadapi anak didiknya.
" aku yang akan pindah. Biarkan Kyuhyun tetap sekolah disini. " ucap Sungmin pasti. Namun tak dapat dipungkiri hatinya bergemuruh menahan aliran bening yang telah berdesakan ingin keluar dari kedua bola matanya.
Kedua Guru dihadapannya hanya dapat menghela nafas berat. Pasalnya Sungmin selama ini tak pernah membuat masalah apapun. Meskipun Sungmin tak begitu pandai, namun Sungmin anak yang penurut. Amat di sayangkan kalau Sungmin harus pindah sekolah.
.
.
.
Istirahat makan Siang, semua murid telah memadati kantin sekolah. Sungmin mendekati seorang Namja tampan yang kini tengan menikmati makan siangnya seorang diri.
Sreett..
Sungmin meletakan nampannya di atas meja kemudian duduk berhadapan dengan Namja tampan yang selalu dirindukannya.
Menyadari kedatangan Sungmin, Kyuhyun mengangkat wajahnya memandang Sungmin heran. Meskipun Kyuhyun telah menyuruh Sungmin kembali sekolah, namun sikap Cu-x nya masih kentara jelas. Kyuhyun hendak beranjak dari tempatnya sebelum suara indah Sungmin mengurungkan niatnya.
" biarkan kita makan bersama sekali ini saja " tanpa memandang Kyuhyun Sungmin menundukan dirinya, Sungmin tak berani menatap Kyuhyun. Hatinya terlalu sakit, baru saja dia merasakan Kyuhyun memberinya lampu hijau untuk memaafkannya, namun salah satu dari mereka harus keluar dari Sekolah. Sungmin makan dengan air mata yang perlahan menetes dari kedua manik indahnya. Pertahanannya roboh, Sungmin tak dapat membendung air matanya lebih lama. Tak ingin Kyuhyun melihatnya Sungmin makin tertunduk.
Kyuhyun menyadari Sungmin bertindak aneh. Kyuhyun tak menyentuh makanannya dan hanya memandang Sungmin yang menunduk dalam dihadapannya. Kyuhyun melihat bahu Sungmin yang bergetar hebat menahan tangis. berbagai macam pertanyaan berkecamuk dihatinya meminta untuk dilontarkan. Namun lidah dan mulutnya seakan terkunci rapat tak berani melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang telah terangkai di hatinya.
.
.
.
" mwooooooooooo? " pekik WookHyuk kompak mendengar penuturan Sungmin. Sementara Sungmin hanya dapat menundukan kepalanya tak berani memandang kedua sahabatnya yang di yakini Sungmin tengah melotot kearahnya saat ini
" andwe Sungminnie, biarkan Kyuhyun yang pindah dari sini "
" cukup kau terus mengalah dari Kyuhyun Sungminnie, kau tak harus melakukan ini "
" mianhae… aku telah memutuskannya. "
" tapi Minnie…. " huft,,,, Ryewook dan Eunhyuk tahu tak akan menang melawan kekeras kepalaan Sungmin. Mereka hanya dapat menghela nafas berkali-kali. Benarkah sahabatnya harus bertindak sejauh itu? Namun Sungmin telah memutuskannya. Dan mereka tahu tak akan bisa mencegah keputusan Sungmin.
"hey, aku masih di Seoul, kita masih bisa bertemu bukan? " Sungmin tersenyum meyakinkan kedua sahabatnya kalau dirinya kuat dan baik-baik saja. Tetap saja WookHyuk mengetahui sahabat didepannya sedang mencoba untuk tegar.
" baiklah, aku akan keruang BP sekarang " Sungmin beranjak meninggalkan kedua sahabatanya yang masih mematung tak percaya dengan semua yang mereka alami.
Sungmin menguatkan dirinya untuk tak menoleh kebelakang dan menghambur pada pelukan kedua sahabatnya. Sungmin ingin mereka yakin kalau dirinya baik-baik saja, meskipun saat ini air mata telah meluncur indah dikedua pipi Chubbynya.
.
" Wookie, apakah ini sungguhan? Aku tak ingin kehilangan Sungmin " Eunhyuk menyenderkan kepalanya dibahu Ryeowook
" Sungmin telah memilihnya Hyukie,, "
" apa maksud ucapan kalian? " Kyuhyun yang berjalan disekitar mereka tak sengaja mendengar ucapan keduanya.
" e,,eehh i,,ittuu.. " kedua sahabat Sungmin gelagapan mendapati Kyuhyun telah berdiri di hadapan mereka.
" apa maksud kalian tadi? " Kyuhyun tak sabar melihat dua Namja manis dihadapannya hanya menggaruk-garuk kepala mereka.
" mmm,, Sungminnie,,, "
" Sungmin? " entah karena apa Kyuhyun merasa tegang saat ini.
Meskipun Sungmin telah mewanti-wanti kedua sahabatnya agar tak memberi tahukan pada Kyuhyun, mereka akhirnya bercerita juga. Mereka berharap Kyuhyun dapat sedikit membantu. Dan sesuai prediksi mereka, belum juga mereka menyelesaikan cerita, Kyuhyun telah berlari meninggalkan mereka. Dan mereka yakin Kyuhyun menuju ruang BP.
.
Kyuhyun hanya mondar mandir di depan pintu yang bertuliskan " Ruang BP " dihadapannya. kyuhyun belum berani masuk atau sekedar mengetuk pintu. Apa yang harus di lakukannya? Bagaimana ia harus melakukannya? Kyuhyun makin gelisah memikirkan semuanya.
" masuklah " Kyuhyun terhenti dari aksi mondar mandirnya kala suara lembut wali kelasnya membuyarkan semua fikirannya. Park Jungsu tersenyum manis pada Kyuhyun di hadapannya. Dia tahu Kyuhyun mengkhawatirkan Sungmin.
.
" kau yakin dengan keputusanmu Sungmin? " Tanya tegas Kim Seongsaengnim memastikan keputusan Sungmin.
" ne,, Saem.."
" baiklah, sekarang lihatlah brosur ini, ini yang akan menjadi sekolah barumu. Kau akan langsung masuk sebagai murid pindahan besok. " Kim Seongsaengnim menyodorkan sebuah buku yang didalamnya terdapat gambar bangunan megah salah satu sekolah yang masih berlokasi didaerah Seoul.
" Chamkamman Saem.. " sebuah seruan mendominasi kegiatan Sungmin dan Kim Young Woon. Dengan serempak mereka menoleh keasal suara.
" Kyu.. "
" saya keberatan kalau diantara kami harus pindah sekolah. " ucap Kyuhyun lantang
" Wae? Apakah kau masih ingin satu sekolah dengan Sungmin? Bukankah hubungan kalian tidak baik? "
" aku ingin kami tetap bersekolah disini "
" Wae? "
" karena kami… Bersahabat " Sungmin tersentak mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Kyuhyun. Kedua manik Foxynya membulat lucu masih tak mempercayai apa yang barusan di dengarnya. Kim Youngwoon hanya dapat tersenyum menyaksikan kedua anak didiknya dan menepuk pundak Sungmin dengan memberikan senyum hangatnya.
.
" gomawo " ucap Sungmin tulus. Kini mereka tengah berdiri di depan pintu Ruangan BP yang sebelumnya seolah menjadi gerbang neraka bagi mereka.
" kau harus membantuku mengejar ketinggalan " Kyuhyun berjalan cu-x meninggalkan SUngmin yang masih mematung di tempatnya.
Merasa tak ada langkah yang mengikutinya Kyuhyun menolehkan kepala kebalakang kearah dimana Sungmin masih berdiri menunduk sambil tersenyum.
" kau tak masuk kelas? " Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya ke depan dengan senyum tersembunyi di bibirnya.
Sungmin tersenyum lebar berlari kecil untuk mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.
.
.
.
Pulang Sekolah seperti biasa Sungmin berjalan bersama kedua sahabatnya minus Yesung yang biasanya mengintil Ryeowook.
" tak jadi pindahkan Minnie? "
" emm.. "
" jinjja? Huaaaaaa…. "
Lagi lagi tiga sahabat itu berpelukan bak teletubis di pinggir jalan.
" Wooky, kemana satpam kepala besarmu? Biasanya dia selalu menempel terus "
" aahh dia ada keperluan Hyukie, jadi hari ini kami tak pulang bersama. "
" mmm,, bolehkah sekarang kita tak pulang bersama, ada tempat yang ingin aku kunjungi. " Sungmin memainkan kuku-kukunya ragu.
" eh? Kau mau pergi kemana Minnie.. "
" ituu,,, "
" baiklah, hati-hati dijalan Minnie, kami pulang duluan " Potong Ryeowook sambil menarik tangan Eunhyuk. Sungmin tersenyum manis kealah Ryeowook seolah berkata ' gumawo ' yang dibalas dengan senyuman yang tak kalah manis oleh sahabat kecilnya itu.
.
.
.
Sungmin duduk di salah satu ayunan yang terdapat di sebuah taman kecil yang dapat di lewati saat hendak ke rumah Kyuhyun. Saat pulang tadi Sungmin menanyakan alamat rumah Kyuhyun pada Park Seongsaengnim. Dan ternyata Kyuhyun masih tinggal di rumahnya yang dulu.
' bodoh, kenapa aku tak pernah berfikir kalau Kyuhyun masih tinggal di sini. Haaahh ' monolognya pada diri sendiri. Sungmin mengedarkan pandangannya pada seluruh sudut taman. Sudah sangat lama dia tak pernah bekunjung kesini.
" apa yang kau lakukan di sini? " suara Bass dibelakangnya menghentikan aktifitas berayun-ayunnya.
" Kyu, "
" apa kau mencariku? " Kyuhyun ikut duduk di salah satu ayunan yang sedari tadi terabaikan di samping Sungmin .
" ne.. ternyata kau masih tinggal disini Kyu "
" aku nyaman tinggal di daerah sini. "
" mmm,, Kyu, apa kau.. "
" aku memaafkanmu. Jangan terus-terusan menyalahkan diri sendiri " tahu maksud ucapan Sungmin, Kyuhyun dengan cepat memotong ucapannya.
Sungmin mengerjap polos memandang Kyuhyun tak percaya. " jangan memandangku seperti itu "
" eh? Aahh gomawo Kyu.. jeongmal gomawo.. " Sungmin sedikit bersemu merah karena merasa tatapan dirinya terlalu berlebihan.
" tapi Sungminnie, kenapa waktu itu kau tahu aku berada di rumah tua bersama Jungmo? " Kyuhyun mengehentikan ayunanannya dan beralih menatap Sungmin
" oh waktu itu tak sengaja Wookie mendengar rencana Jungmo dan kawan-kawannya. Dia langsung memberitahuku. " Sungmin mengingat-ingat saat Wookie dengan khawatir memberitahukan rencana Jungmo untuk Kyuhyun.
" jangan melakukannya lagi. Itu sangat berbahaya, kau bisa terluka tahu? " Sungmin hanya tersenyum manis mendengar ucapan Kyuhyun. 'Apakah Kyuhyun mengkhawatirkannya?' pikirnya dalam hati.
" aah Kyu, kau suka Ramyun kan? "
" Ramyun? " Tanya Kyuhyun heran
"ne.. Aku ingat dulu kau selalu mengajakku ke toko Ramyun di ujung jalan dekat sekolah. Ayo kita makan Ramyun bersama Kyu. " Sungmin beranjak dan mearik tangan Kyuhyun agar berdiri bersamanya.
Kyuhyun mengekori langkah Sungmin dari belakang. Bukan ide yang buruk. Sudah lama juga Kyuhyun tak makan Ramyun bersama Sungmin. Mereka memilih untuk berjalan kaki dalam diam, lama mereka berjalan Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya. ' bukankah arah ke toko Ramyun bukan kesini? ' pikirnya. Meskipun masih bingung, namun Kyuhyun masih setia mengikuti Sungmin. Dan kembali Kyuhyun dibuat bingung kala mereka memasuki gedung Apartment megah yang amat sangat dikenalnya.
" bukankah kita akan makan Ramyun? " protes Kyuhyun saat Sungmin telah membuka pintu Apartmentnya dan bersiap masuk.
" kita makan disini. Aku akan membuatkannya untukmu Kyu " Sungmin masuk duluan, setelah meletakan tas sekolahnya di sofa, Sungmin langsung menuju dapurnya mencari bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Ramyun.
Kyuhyun melangkahkan kakinya perlahan. ' tak berubah ' satu kata yang terlintas di pikiran Kyuhyun saat memasuki Apartment yang telah lama tak pernah di jamahnya. Semuanya masih sama. Tak ada yang berubah sedikitpun, semua barang masih di tempat yang sama seperti tiga tahun lalu Kyuhyun melihatnya. Kakinya berhenti di depan pintu kamar yang tertutup. 'ini yang berubah ' pintu yang dulu selalu terbuka lebar karena pemilik rumah yang ceroboh tak pernah menutup pintu kamar, sekarang pintu di hadapannya tertutup rapat. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Pintu yang tepat berada di samping Pintu kamar yang tertutup. Dan benar saja apa yang dipikirkannya. Pintu itu terbuka lebar yang menandakan itulah kamar utama milik sang empunya rumah saat ini. Perlahan Kyuhyun memasuki kamar Sungmin. Sedikit tersenyum kala memasuki kamar tersebut. ' tetap masih sama ' melihat semuanya di dominasi warna soft fink yang anggun. Matanya terhenti pada sebuah kotak yang tak terlalu besar di pojokan kamar. Tertarik untuk melihat isinya, Kyuhyun membuka perlahan tutup kotak yang dihiasi pita berwarna Fink itu. Senyumnya terkembang melihat isi kotak yang dibukanya.
" Kyu, Ramyunnya sudah jadi " teriakan Sungmin menghentikan aktifitas menjelajahnya. Kyuhyun bergegas menghampiri Sungmin dengan Ramyun yang telah siap di atas meja makan di dapur sederhana Sungmin.
" cobalah, kau pasti menyukainya Kyu " Sungmin menyodorkan Sumpit kearah Kyuhyun.
" semua Ramyun rasanya sama " Kyuhyun mengaduk aduk Ramyun yang sebenarya rrrr,,, menggiurkan dihadapannya.
Hikz,,
Suapan Kyuhyun terhenti mendengar isakan yang lolos dari mulut Sungmin.
" mianhae Kyu.. aku sangat senang kita bisa makan bersama lagi "
" sudahlah Ming.. " Ming? Kyuhyun telah memanggilnya dengan sebutan sayang yang dulu dia pakai untuk memanggil Sungmin. Sungmin mengangakat wajahnya menatap Kyuhyun senang. Sungmin telah yakin kalau ini Kyuhyun-nya yang dulu. Tak dapat dipungkiri, hatinya benar-benar melambung bahagia.
" sekarang kau makan ne.. "
Sungmin menganggukan kepalanya semangat. Ini kebahagiaan yang tak ada duanya. Sungmin amat bersyukur karenya. tak ada yang Sungmin inginkan kecuali maaf dari Kyuhyun. Dan sekarang Kyuhyun telah sedikit demi sedikit kembali lagi padanya seperti dulu. Membuat kebahagiaannya makin bertambah berkali-kali lipat.
.
Suasana masih sedikit canggung, setelah selesai acara makan bersama kini mereka melanjutkannya dengan nonton tv bersama. Namun tak ada percakapan diantara keduanya, seolah mereka adalah dua insan yang baru saling mengenal.
" Ming, kenapa kamarmu pindah? " akhirnya Kyuhyun memecah keheningan yang tercipta.
" aahh itu karena….. aku ingin mencari suasana baru "
" bukannya ingin melupakanku? "
" eh? "
" ekspresimu masih sama. tak pandai berbohong Ming.. "
" mianhae Kyu.. "
" kau ini. Percuma menutup rapat kamarmu yang dulu. Buktinya semua kenangan kita ada di kotak besar di kamarmu yang sekarang " Kyuhyun gemas melihat Sungmin yang makin menunduk dalam.
" haaaahhh sudah lama aku tidak tidur dikamar ini " Kyuhun beranjak dan membuka pintu kamar Sungmin dengan kunci yang tadi dia dapat dari kotak tempat penyimpanan barang-barang kenangan mereka.
" ne? " Sungmin membulatkan matanya bingung dengan apa yang Kyuhyun lakukan saat ini. Diapun beranjak mengikuti Kyuhyun memasuki kamarnya yang dulu.
" masih sama. Tak ada yang berubah " Kyuhyun menyapukan semua pandangannya pada setiap sudut kamar Sungmin. Sedangkan Sungmin menatap haru punggung Kyuhyun dari arah pintunya.
.
.
" Kyu, apa kau yakin akan tidur di sini? " Sungmin menyerahkan baju Kyuhyun yang ada di lemarinya. Yah, Kyuhyun yang dulu sering bahkan setiap hari menginap di Apartment Sungmin, memiliki beberapa baju di lemari Sungmin. Dan Sungmin? Tak pernah berniat menyingkirkan baju-baju Kyuhyun sampai saat ini.
" kau masih menyimpan baju-bajuku Ming? "
" emm… "
" Ming,,,? "
" wae? "
" ayo kita tidur lagi di sini. Kau harus tidur lagi di kamar ini. Arrasseo.. "
" eh? "
Sreettt….
Kyuhyun menarik tangan Sungmin mengakibatkan Sungmin tidur di sampingnya.
" arrasseo,, tapi kau harus mandi dan ganti baju dulu sana. Kau bau matahari Kyu "
" yaaa! "
" wae? "
.
Setelah pertengkaran-pertengkaran kecil khas KyuMin dulu, mereka akhirnya memejamkan mata juga. Sungmin tidur dengan tenang di samping Kyuhyun yang tertidur dengan senyum yang masih terkembang di bibirnya. Penantian Sungmin selama ini terbayar sudah.
.
.
.
Hari ini sekolah Libur, Sungmin tak perlu buru-buru untuk berangkat ke sekolah. Sungmin tengah berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Kyuhyun. Sedari tadi senyum seperti enggan untuk tak menghiasi wajah imutnya. Terkadang Sungmin bersenandung kecil menyampaikan semua kebahagiaan lewat suara merdunya.
" pagi Ming.. " suara yang selalu di rindukannya menghentikan aktifitas Sungmin sejenak
" pagi Kyu, cha,, kita sarapan sekarang " Sungmin menyodorkan dua piring untuk dirinya dan Kyuhyun yang masing-masing di isi roti bakar buatan Sungmin dengan penuh cinta.
" Ming, ayo kita jalan-jalan hari ini "
" kemana? "
" kau akan tahu nanti " Sungmin tersenyum melanjutkan sarapannya. Kemanapun mereka hari ini, yang penting bersama Kyuhyun.
.
.
.
*~ The Truth is I Love You ~*
"Pantai? " Sungmin dibuat takjub dengan pemandangan yang saat ini telah tersuguh dihadapannya.
" bukankah dulu kau suka pantai Ming. Setiap libur sekolah kita tak pernah absen untuk kesini "
" ne.. tapi setelah kita berpisah aku tak pernah kesini lagi Kyu " Sungmin menatap Kyuhyun yang berdiri disampingnya.
Kyuhyun beranjak mencari tempat yang dirasanya strategis untuk memandang keindahan yang di suguhkan alam yang tak pernah membuat siapa saja yang memandangnya bosan. Yah, siapa yang tak suka keindahan pantai. Hampir seluruh penduduk dimuka bumi ini menyukai keindahan pantai.
" kesini Ming " Kyuhyun menepuk-nepuk pasir di sampingnya mengisyaratkan Sungmin untuk duduk di sebelahnya.
" kau tahu Ming, sebenarnya saat kembali ke Korea aku sempat mencarimu "
" jinjja? " Sungmin sontak mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun
" ne.. tapi aku tak berani meskipun hanya sekedar membunyikan bel Apartmentmu. Aku juga tak yakin kau masih di tempat yang sama " Kyuhyun memandang lembut Sungmin yang tengah menatapnya. Sungmin tak kalah indah dengan apa yang di suguhkan pantai untuknya. Bahkan Sungmin lebih indah.
" jangan pernah meninggalkanku lagi Ming.. " lanjutnya makin menatap intenst kedua manik Foxy indah di hadapannya.
" Kyuu.. "
" Saranghae Ming.. "
" eh? " Sungmin masih belum sadar dengan apa yang dialaminya. Kini Sungmin makin dibuat bingun dengan Kyuhyun yang makin mendekatkan wajahnya dan semakin mengikis jarak diantara mereka. Suara degupan jantung keduanya makin keras seolah ingin mengalahkan suara ombak yang bergemuruh dilautan luas. Jarak mereka makin menipis. Secara naluriah Sungmin memejamkan matanya perlahan dan bertepatan dengan matanya yang terpejam, kedua belahan bibir itu menyatu. Menyalurkan semua yang dipendam selama ini. Kyuhyun memegangi tengkuk Sungmin agar dapat semakin dalam menciumnya. Lumatan-lumatan kecil kini mendominasi ciuman mereka. Ciuman yang penuh Cinta. Kyuhyun makin berani, Kyuhyun sedikit menggigit bibir bawah Sungmin meminta akses agar lidahnya dapat menelusuri rongga mulut Sungmin. Sungmin dengan senang hati mengabulkan permintaan Kyuhyun. Sungmin makin mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun seolah tak ingin kegiatan memabukan mereka terhenti saat itu juga. Apa boleh buat, pasokan oksigen yang makin menipis meminta Sungmin untuk mengakhiri ciuman mereka yang rrrr… sedikit panas tersebut. Sungmin sedikit memukul dada Kyuhyun mengisyaratkan dirinya butuh udara untuk dihirup. Setelah tautan itu terlepas, mereka sama-sama menghirup udara dengan nafas keduanya yang masih terengah. Kyuhyun tersenyum melihat Bunny imut dihadapannya.
" Nado Saranghae Kyunnie.. " Sungmin membalas Cinta dan senyuman hagat Kyuhyun.
.
.
.
Namsan Tower…
" Kyu, orang bilang kalau kita menggantungkan gembok di sini dan menulis sebuah harapan, maka harapan itu akan terkabul dan pasangan yang menulis di gembok tersebut hubungan mereka bakalan awet. " Sungmin menimang-nimang gembok yang kini berada di tangannya.
" belum tentu Ming.. jangan terlalu percaya yang begituan "
Sungmin mempoutkan bibirnya kesal. " pokoknya aku ingin mencobanya "
" apa yang kau tulis Ming " Kyuhyun sedikit mencondongkan dirinya melihat apa yang kekasih barunya itu tulis.
" rahasia. Kau tak boleh melihatnya Kyunnie. Lebih baik kau juga membuatnya. "Sungmin menyodorkan gembok beserta kertas berbentuk hati ke hadapan Kyuhyun. Meskipun tak mempercayainya, namun Kyuhyun tetap mengambilnya dan menuliskan sesuatu di kertas tersebut. Setelah dirasa cukup, mereka memasangkan gembok tersebut ikut bergabung dengan gembok-gembok lain yang telah memenuhi tempat itu.
.
Sungmin menatap sekeliling dengan tangan yang memegangi pagar besi di hadapannya. Ini hari yang sangat membahagiakan baginya. Dapat pergi ke Namsan Tower dengan orang yang dicintainya.
Grepp,,,
Tiba-tiba sebuah tangan tengah melingkar indah di pinggangnya. Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dari belakang.
" apa yang kau pikirkan Chagii.. " bisiknya pelan
" kau sudah membeli minumannya Kyu? " Sungmin mengelus punggung tangan Kyuhyun yang kini tepat berada di atas perutnya.
" ada di sebelahmu. Tapi diamlah sejenak, posisi ini membuatku nyaman " Kyuhyun menelusupkan kepalanya di leher Sungmin menghirup semua aroma yang tercium dari tubuh sang Bunny Ming. Lama mereka dalam posisi seperti itu sampai rintihan kecil terdengar dari bibir Kyuhyun.
" aaakkhh.. "
" Kyu, apa yang terjadi? " Sungmin panik membalikan badannya menghadap Kyuhyun.
" mmmhh,, Gwenchanna Ming,kakiku hanya sedikit pegal " Kyuhyun duduk di bangku yang terdapat di sebelahnya.
Sungmin yakin Kyuhyun tidak baik-baik saja, Sungmin mulai panik melihat Kyuhyun yang mulai dibasahi keringat seolah menahan sakit.
" Kyu, ayo kita kerumah sakit "
" tidak Ming, aku baik-baik saja. " Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin menenangkan sang kekasih yang makin panic.
" tapi Kyu,,, kalau begitu kita pulang saja. Aku akan mengantarmu. " meskipun awalnya Kyuhyun menolak, namun Sungmin keukeuh dengan pendiriannya yang akhirnya Kyuhyun hanya bisa patuh pada sang kekasih.
.
.
.
" Mwoo? Kakinya kambuh lagi dok? "
Deg,,,
Seolah tersengat ribuan lebah hati Sungmin panas mendengar jeritan histeris Eomma Kyuhyun. Kyuhyun yang tak ingin dibawa kerumah sakit, akhirnya diperiksa Doktor yang biasa menanganinya di rumah.
" Kyu, apakah akhir-akhir ini kakimu sering sakit? Apakah kakimu terkena benda keras atau semacamnya? " pertanyaan beruntun sang Dokter hanya di tanggapi dengan gelengan dari Kyuhyun.
Sungmin teringat akan peristiwa Jungmo dan Kyuhyun waktu itu. Hatinya makin sakit kala mengingat itu semua karena dirinya juga. Alasan Jungmo melakukan itu karena dirinya. Lagi dan lagi, Sungmin menyalahkan dirinya, dirinya menyebabkan Kyuhyun kembali terluka. Air mata kini tengah mengalir deras dikedua pipi Chubbynya.
" Minnie, Kyuhyun ingin bicara denganmu " suara Eomma Kyuhyun sedikit menghentikan aliran deras dari kedua matanya. Sungmin memang telah mengenal baik keluarga Kyuhyun. Eomma Kyuhyun tak heran kalau tadi Sungmin mengantarkan Kyuhyun kerumahnya.
" Minnie,, " Sungmin yang hendak beranjak ke kamar Kyuhyun mengurungkan niatnya mendengar panggilan Eomma Kyuhyun.
" ne,,? "
" Dokter bilang, Kyuhyun harus kembali menjalani pengobatan di Amerika "
Deg,,,
Benarkah? Dirinya dan Kyuhyun akan kembali berpisah?
" kau tak apa-apa kan Minnie? " eomma Kyuhyun mengusap sayang kepala Sungmin
" Ne,, Ahjuma.. Gwaenchanna… " Sungmin berusaha tersenyum meskipun dipaksakan. Dia tak ingin membuat wanita yang sudah dianggap sebagai ibunya itu melihat dirinya rapuh.
.
.
" Ming, kemarilah "melihat Sungmin yang masih mematung di depan pintu kamarnya, Kyuhyun mengangkat tubuhnya untuk duduk.
" Kyunnie, mianhae.. " Sungmin berjalan perlahan dan mendudukan dirinya berhadapan dengan Kyuhyun.
" jangan pernah sekalipun menyalahkan diri sendiri Ming " Kyuhyun mengusap air mata yang masih menetes di kedua pipi Sungmin. Sungmin hanya menundukan kepalanya dalam.
" Ming, lihat aku. aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tak ada yang berslah diantara kita " Kyuhyun menangkup kedua pipi Sungmin dan sedikit mengangkat agar memandang dirinya.
" Ming, apa eomma telah menceritakannya padamu? "
" emm.. "
" kalau kau keberatan, aku tak akan pergi Ming " Kyuhyun mengelus pipi mulus Sungmin sayang.
" ani Kyu, kau harus menjalani pengobatan. Aku akan menunggumu "
" tapi kita akan berpisah selama satu tahun Ming? "
" aku akan tetap menunggumu Kyunnie.. yaksok " Sungmin menyodorkan jari kelingkingnya kehadapan Kyuhyun, yang di sambut dengan ragu oleh jari kelingking Kyuhyun. Merasa Kyuhyun ragu-ragu, sungmin menarik jari Kyuhyun dan mengaitkan jari kelingking mereka.
.
.
.
Bandara International Incheon..
" Kyunnie, eomma jalan duluan ne.. " Eomma Kyuhyun meninggalkan Kyuhyun dengan Sungmin yang berdiri di sampingnya. Eomma Kyuhyun mengerti mereka butuh waktu untuk berdua sebelum terpisah untuk waktu yang tidak sebentar.
" aku tak ingin pergi kalau kau memasang tampang sedih seperti itu " Kyuhyun menggandeng lengan Sungmin yang sedari tadi menundukan kepalanya.
" eh? Aku tak sedih Kyunnie…. " Sungmin memamerkan deretan gigi putihnya bermaksud tersenyum dihadapan Kyuhyun, namun Kyuhyun malah terkikik geli melihat senyum Sungmin yang kentara jelas terpaksa itu.
" aku akan sangat merindukanmu Ming.. "
" Nado Kyunnie.. "
" kau telah berjanji akan menungguku kembali kan? "
" aku janji Kyunnie.. aku akan selalu menunggumu.. ^^ "
" baiklah kalau begitu, aku berangkat Ming.. " Kyuhyun melepaskan tangannya yang menggandeng Sungmin kemudian melangkah perlahan meninggalkan Sungmin. Sungmin kembali menundukan kepalanya saat Kyuhyun telah melangkah jauh di hadapannya. Yah, bohong kalau Sungmin tidak sakit. Baru beberapa hari dirinya bahagia bersama Kyuhyun, kini harus terpisah kembali. Air mata mulai menetes di kedua matanya. Tangannya terangkat untuk menghapus kasar air mata yang tak dapat di bendungnya. Namun tiba-tiba..
Grepp…
Tubuh Sungmin tersentak saat Kyuhyun kembali dan memeluknya. Sungmin membalas pelukan Kyuhyun dan mencengkram kuat baju di punggung Kyuhyun seolah tak ingin Kyuhyun pergi walau sedetikpun.
" aku tak bisa membayangkan setahun tanpamu Ming "
" kita pasti bisa melaluinya Kyunnie, tiga tahun saja bisa, masa setahun tak bisa? "
Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menatap Sungmin, tangan kanannya menyeka lelehan air mata Sungmin, sedangkan tangan kirinya masih setia memeluk pinggang Sungmin. Kembali, Kyuhyun mengikis jarak diantara mereka. Dengan cepat, kedua bibir itu bertemu. Saling memagut penuh cinta saling mendominasi, Kyuhyun menggigit bibir atas dan bawah SUngmin bergantian. Sungmin membalas semua ciuman penuh cinta Kyuhyun. Mereka tak memperdulikan dimana mereka kini berada, semua orang yang berlalu lalang tak mereka hiraukan. Yang terpenting saat ini, mereka dapat menyalurkan salam perpisahan sementara mereka lewat ciuman cinta yang tulus. Sungmin berjanji akan terus menunggu Kyuhyun, dan Kyuhyun berjanji akan segera kembali. Seperti Note yang mereka tulis di Namsan Tower.
Sungmin: I always love you in past, now, and me tightly and we will face the world to pursue our happy future, Sranghae Cho Kyuhyun… ^^ "
Kyuhyun:" Lee Sungmin,You are the magic and happiness in my life.. Saranghae Lee Sungmin ^^ "
_ END _
Akhirnya End juga.. ada yang masih mau baca?
Saatnya untuk Review… mohon Reviewnyaaaaaa….
Makasih buat semuanya yang sudah ngikutin ff ini dari awal sampai akhir… ^^
Makasih buat yang sudah Review dan favoritin serta follow ff gaje ini…
Ayo Author minta Reviewnya lagi di Chapter Akhir yang super duper gaje ini.. apakah kalian puas dengan endingnya? Kalau gak puas, ayo kita minta
KyuMin menikah.. eh?
Akhir kata…
Kamsahamnidaaaa…. ^^
*Lambai-Lambai bareng Kyumin
_ Princess Kyumin215_
