Chapter 2

Perjalanan yang tidak biasa memang, memasuki negara mimpi Yumegakure. Naruto, Yamato dan Sakura menghabiskan 2 hari perjalanan lewat darat dan menyeberang menuju kepulauan kecil penuh kabut, persis seperti Iga. Bedanya, jarak pandang mereka jauh lebih pendek karena tebalnya kabut hingga tak akan ada seorang pun yang menyadari jika ternyata di tengah kabut itu terdapat sebuah negara bersuhu subtropis. Disana mereka segera disambut segerombolan wanita dan anak-anak yang semuanya memakai kimono berhias batu-batuan yang indah.

"Uwoooh Sakura! Lihat baju mereka! Semuanya bagus-baguus!"
Dan dengan noraknya Naruto berteriak sebelum kepalan tangan Sakura mendarat di ubun-ubunnya. Dan jabatan ketua tim untuk seketika berpindah pada Yamato.

"Selamat datang, wahai orang-orang dari Konoha," salah satu wanita mengalungkan rangkaian bunga pada Yamato."Tuan Putri menunggu kalian di istana."

"UWAAAA!PUTRI YANG SANGAT CANT.."
"NARUTO"
"M...maaf."

"Kalian bersemangat sekali ya walau sedang lelah,"gadis berumur sebaya dengan Naruto dkk pun muncul dari balik tirai di sebuah ruang luas yang dipenuhi perabotan berharga (yang kelihatannya) mahal, menampakkan wajahnya yang tersenyum dengan kulit seputih salju, rambut sebiru laut dan mata sewarna bara api yang menyala. Ia juga mengenakan kimono berhias batu-batuan berwarna, tapi yang ia kenakan jauh lebih bagus dan tebal dibanding wanita-wanita yang menyambut mereka sebelumnya. Tentu saja, mengingat statusnya sebagai tuan putri pastinya baju yang dipakainya memiliki kualitas yang lebih baik, kan?

"Perkenalkan, aku Kara. Yume no Hime negara Yumegakure. Mohon kerjasama kalian untuk perjalanan ini, Naruto, Sakura dan Yamato."

Ketiga orang itu mengernyitkan dahi setelah gadis cantik itu menyebut nama mereka sebelum mereka memperkenalkan diri. Namun mereka ingat, mereka berada di sebuah negara dimana penduduknya mengetahui apa yang belum manusia lainnya ketahui di masa mendatang.


"Perjalanan ke Suna selama 3 hari jika dengan naik kuda, tapi apa tuan Putri kuat berjalan selama 3 hari berturut-turut?" Sakura terlihat begitu khawatir dengan sosok Kara yang terlihat rapuh. Namun hal itu hanya ditanggapi senyum oleh Kara." Kalian ninja kan? Yumegakure juga negara ninja kau tahu, Sakura? Dan aku juga bukan sekedar tuan putri,hm."
Sakura mengernyit melihat Kara yang menanggalkan kimononya yang ternyata mengenakan setelan pendek berwarna biru tua yang senada dengan rambutnya. Segera ia mengerti apa yang dimaksud Kara; kemampuan bertarung penduduk negara ini yang bisa disamakan dengan Konoha.

"Tuan putri... sebenarnya apa saja kemampuan Miko negara Yume?"

Kara tersenyum penuh rahasia. "Kau tahu mengenai orang-orang yang bisa menggunakan genjutsu? Aku bisa menyerang musuhku melalui mimpi mereka dan memperdaya mereka karena di dunia mimpi, kemampuan setara klan Uzumaki dan Uchiha tidak akan terbawa hingga dalam mimpi mereka, karena itulah aku tidak pernah mengenakan pakaian diluar kimono itu karena aku tidak memerlukannya selain untuk melakukan perjalanan keluar desa."

"...Kurasa aku mengerti kenapa Naruto sampai diturunkan untuk misi kali ini..."

Sang Putri terkikik pelan."Bisa saja, Sakura. Aku hanya memilihnya karena kabarnya dia tidak bisa berhenti berbicara. Aku hanya ingin mendengar kehebohannya yang sampai-sampai membuat Tsunade-sama kerepotan, ufufu."
"EEHHH?"


Gaara tetap dengan wajah cool-nya yang khas meski Temari menceramahinya mengenai makan malamnya yang tidak disentuh sama sekali, dan kakaknya itu hanya bisa mendengus kesal dengan berkacak pinggang menghadap si Kazekage tercintanya.

"Nah, tuan Gaara yang terhormat," sindir Temari dengan kesal."Boleh kutahu alasanmu tidak makan selama 3 hari berturut-turut? Apa kau ingin jatuh sakit ketika rombongan Naruto tiba disini heh?"
Dan angin yang menjawabnya.
"Oke, terserah kau saja selama badanmu mengijinkanmu berdiri...atau paling tidak pasirmu masih mengijinkanmu untuk berpuasa hanya dengan air minum. Aku tidak mau tahu lagi kalau kau jatuh sakit!"

Gaara melepas Temari yang kesal melalui sudut matanya, dan ia kembali memejamkan mata di kursi kerjanya. Ia akan kembali tidur dalam kedamaian setelah jeda badai sesaat beberapa menit tadi.

"Boku no Yume..."

-Continued-