"Special Memories of a Week"
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance and friendship
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~
Review ya,, ;)
Summary : perbuatan yang menyenangkan dan menjadi kenangan terindah bukan berarti berakhir bahagia. Walau perih dan sakit namun karena cintalah yg menguatkan mereka dan menjadikan mereka seorang yang kuat demi orang yang mereka sayangi bahagia ;) /maaf kalo banyak TYPO n ceritanya ga jelas. Review n fav ya ^^/\
Sakura POV –
Hai, namaku Sakura Haruno. Sekarang aku sedang berjalan dikolidor sekolah menuju kelas yang biasa aku dan kawan kawanku gunakan untuk menimba ilmu. Hmm, sekarang aku duduk dibangku kelas XI di sekolahku tercinta Konoha High School. Aku sangat bersyukur dapat masuk kesekolah elit ini. Oh iya, didepan mataku sekarang ada sahabatku – umhh- sebenarnya kami hanya sahabat tapi banyak teman teman yang mengira aku dan dia punya hubungan khusus karena hanya aku sangat dekat dengannya –umhh-. Aku sangat senang melihat wajah tampannya yang sedang berdiri sambil menundukkan kepala karena melihat layar handphonenya. Wajahnya yang sebagian tertutup rambut emonya itu... oh kami-sama.. aku tidak tahan melihatnya. Dipastikan mukaku sedang memerah .
Satu detik ...
Dua detik ...
Tiga detik ...
Ya ampun. Aku baru tersadar kalau aku melamun karena melihat dia. Mungkin sebaiknya aku menyapanya .
"ohayo Sasuke-kun.."
Yappp kawannn... namanya Sasuke lebih tepatnya Uchiha Sasuke. Tekankan ya kawan. Dia itu Uchiha. Klan elit di konoha. Wajah yang tampan, otak yang pintar, keturunan klan elit pula.. kami-sama... dia sempurna sekali..
"ya.. " jawabannya sangat singkat, khas Uchiha.
"Sasuke-kun, nanti kita makan siang bersama yah. Aku membawa dua bekal. Satu untukmu dan satu lagi untukku, bagaimana?"
Aku berharap sekali dia mau menerima ajakanku. Ini bukan pertama kalinya aku membawakan sekaligus membuatkan Sasuke bekal. Tapi rasanya sangat berbeda dari yang kemarin.
"hn, sebelum jam tambahan nanti siang. Aku ke kelas dulu."
"ahh,, iya. Hati – hati Sasuke-kun." Jawabku sambil melambaikan tangan padanya. Kami-sama... aku sangat bahagia. Ternyata Sasuke menerima ajakanku. Baiklah aku akan semangat belajar hari ini. Walau tak sekelas dengan Sasuke setidaknya hari ini aku sudah bertemu dengnnya. Dia pemberi semangat pagi bagiku.
.
.
.
-Normal POV-
"Sakura-chan..." Ino melambaikan tangan pada Sakura yang baru masuk kelas.
"Ino... ahaha.. aku bahagia sekali.. kau tahu.." Sakura langsung berlari dan memeluk Ino. Untung saja Ino tidak jatuh karena kaget dengan Sakura yang tiba-tiba lari dan memeluknya.
"baka!" Ino menjitak jidat Sakura yang cukup lebar tersebut. "kau ingin aku terkena serangan jantung heuuhh.. tibatiba lari langsung memeluk seperti itu, teriak teriak tidak jelas di telingaku lagi. " Ino mendengus sebal.
" eheheh.. gomen Ino. Aku sedang bahagia sekali. Jadi tidak dapat mengontrol diri.. maaf ya Ino." Sakura merayu sahabatnya itu sambil menggaruk kepala belakangnya yang sebenarnya tidak gatal.
" ya..ya...ya.. aku maafkan. Umhh.. biar kutebak kau bahagia gara gara cowo emo-chicken-butt itu ya? "
"hihihi... dari mana kau tau aku kan belum cerita" jawab Sakura sambil duduk dibangkunya yang bersebelahan dengan ino.
"dasar. Siapa lagi yang bisa membuatmu seperti orang gila kalau bukan si Sasuke itu." Ino ikut duduk dibangkunya,disebelah Sakura agar lebih nyaman mengobrolnya.
"oh iya.. kemarin aku melihatmu berjalan bersama Sai. Haha.. ketauan kan."
"kau melihat? I-itu Sai yang mengajak ku tau! Dia minta diantarkan beli kanvas" Ino terlihat memerah pipinya.
"oouu.. benarkah? bukannya kau dan Sai itu pergi ke taman ya?"
"sudahlah Sakura... kalau kau mau ajak aja si Sasuke itu "
" hah?"
"kau kenapa Sakura? Kau suka dengan Sasuke ya? " pertanyaan Ino sungguh membuat Sakura kaget.
"eh-eeww.. i-itu.. aku tidak tahu Ino" jawab Sakura lesu.
"Kenapa malah lesu begitu Sakura? Aku tahu, kau menyukai dia kan? Kalau begitu ku pikir sebaiknya kau bilang pada Sasuke. Sepertinya Sasuke juga sama denganmu.. yaa.. kulihat lihat hanya kau perempuan yang sangat dekat dengan Sasuke, padahal diakan pangeran es" Ino bicara panjang lebar dengan Sakura. Tapi Sakura hanya diam.
"Sakura.."
"aku tidak tahu Ino. Aku bingung, apakah aku menyukai Sasuke-kun atau tidak."
"ya sudahlah... terserah padamu. Bel sudah berbunyi fokus belajar dulu jidat" ucap Ino semangat.
.
.
.
.
.
*skip KBM*
.
.
.
.
.
Jam istirahat sudah dimulai Sakura langsung membereskan bukunya dan pergi ke atap dengan dua bento di tangannya. Atap sekolah merupakan tempat favorit bagi dirinya dan Sasuke. Di tempat ini Sakura biasa menghabiskan waktu dengan Sasuke. Seperti sekarang, mereka menghabiskan waktu istirahat dengan memakan bekal bersama di atap yang jarang sekali murid lain selain mereka berdua datang kesini.
"akhirnya sampai atap juga, Sasuke-kun sudah ada belum ya?"
Sakura merbicara dengan dirinya sendiri. Nafasnya tidak teratur akibat habis berlari menuju atap. Untung di atap sekolah sekarang tidak ada orang jadi Sakura dapat menghabiskan waktunya dengan Sasuke.
"hoy"
"Sas-sasuke-kun... kau membuat ku terkejut."
"hahaha.. ayo.." Sasuke tersenyum lalu menarik tangan sakura menjauh dari pintu dan duduk di kursi panjang yang ada diatap sekolah tersebut.
"hey, kau kenapa Sakura?" Sasuke bingung melihat Sakura menatapnya ambigu.
"ehh- tidak Sasuke-kun hehe.'' Jawab Sakura dusta. Sebenarnya setelah melihat Sasuke, Sakura teringat perkataan Ino tadi. –apakah aku menyukai Sasuke-kun?-tanya Sakura dalam hati.
"ayo kita mulai makan Sasuke-kun.. aku membuatkanmu shusi dan telur gulung." Sakura tidak ingin memikirkan perasaannya pada Sasuke sekarang. Lebih baik makan bersama Sasuke dulu sekarang.
"baiklah.. aku ingin coba shusi buatan mu dulu." Sasuke mengambil sumpit ditangan Sakura lalu mengambil sushi dan memasukkannya kedalam mulut.
Sakura menatapnya penuh harap semoga saja Sasuke menyukai shusi buatannya.
"Bagaimana rasanya Sasuke-kun?" tanya Sakura. Sasuke mengerutkan kening sambil perlahan mengunyah shusinya. Sakura tak sabar mendengar jawaban Sasuke.
-semoga jawabannya memuaskan kami-sama..-ucap Sakura dalam hati
Glek. Sasuke menelan shusinya yang sudah hancur karna dikunyah dan dia tersenyum. Sungguh Sakura sangat bahagia sekarang.
"ehm.. ya ini enak Sakura. Kau pintar memasak ya." Puji Sasuke sambil menyuapkan kembali shusi buatan Sakura kedalam mulutnya.
"aku senang sekali mendengarnya Sasuke-kun.. kalau begitu habiskan ini yaa Sasuke-kun." Saking senangnya Sakura malah hanya menatap Sasuke yang makan begitu lahap tanpa menyuapkan sepotong telur gulung pun ke mulutnya sendiri.
deg- Sakura tidak percaya, tiba tiba Sasuke menyodorkan shusi yang diapin disumpitnya ke arah Sakura tetap beberapa senti didepan bibirnya.
"kau harus makan juga Sakura, buka mulutmu."
-kami-sama.. sungguh aku bahagia sekali hari ini, arigatougozaimasu- sakura bersyukur sekali hari ini.
"eh-" Sakura lalu membuka mulutnya dan Sasukepun menyuapkan shusi tadi kemulut Sakura. Dan kemudian mereka tersenyum bersama dan melanjutkan acara makan bersama mereka berdua.
.
.
.
.
.
Bel masuk belum berbunyi, masih ada sepuluh menit lagi untuk para siswa untuk beristirahat. Sakura memutuskan untuk kembali kekelas. Sakura sangat senang karena acara makan bersama Sasuke tadi sangat memuaskan. Bahkan lebih mengejutkan dari apa yang iya bayangkan, namun sekarang dia berjalan sendiri menuju kelas setelah sebelumnya Sasuke pamit pergi ke perpustakaan karena ada yang harus diurus. Sakura tidak mau jadi pengganggu Sasuke jadi dia membiarkan Sasuke pergi walau dalam hatinya ingin lebih lama bersama Sasuke.
*krieeett – sakura membuka pintu kelasnya.
"Sakura-san, boleh kita bicara sebentar? Ada yang ingin kutanyakan padamu."
.
.
.
.
.
to be continue
Sedang ujian tengah semester.. tapi ngebet banget pengen buat fic .. ini kisah nyata lohh terjadi pada author sekitar 20 hari yang lalu ficnya banyak di modif biar makin –aww... Ini belum selesai.. review ya review.. biar author semangat nngelanjutin chap yg sepertinya lumayan panjang ini..
^^arigatougozaimasu /minna-san...
