"Special Memories of a Week"
Chapter 2
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance and friendship
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~
Review ya,, ;)
Sakura POV-
"Sakura-san, boleh kita bicara sebentar? Ada yang ingin kutanyakan padamu."
Aku bertanya tanya dalam hati, kenapa tiba tiba Karin ingin berbicara dengan ku padahal kami sekelas tapi aku tidak begitu akrab dengannya. Perasaanku tidak enak. Sungguh.
" kau punya hubungan khusus dengan Sasuke-kun?" tanya Karin mengintimidasi.
"a-ano.. ada apa kau bertanya seperti itu? Aku hanya bersahabat dengan Sasuke-kun." Aku tersadar sesuatu, aku teringan kejadian kemarin dikelas...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Flashback –
Ramai sekali dikantin aku jadi tidak nafsu makan. Sepertinya membaca novel yang kubawa bukan hal buruk. Saat aku masuk kelas hanya ada Karin dan Tayuya disana, Karin terlihatmenunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bahunya kelihatan bergetar sepertinya dia sedang menangis dan Tayuya berusaha menenangkannya. Sedikit penasaran dengan apa yang terjadi tapi aku tidak mau ikut campur,, toh ada Tayuya disamping Karin yang sedang menenangkannya.
"Karin... ada apa? Ceritalah.. jangan membuatku khawatir karin"
"hiks...hiks...a-aaku... hiks..."
"ada apa? Ceritalah karin"
"Sasuke...Sasukeeee... dia hiks... dia... mempermainkan perasaan ku Tayuya... hiks.."
"jadi begitu.. sudahlah Karin.. jangan seperti ini juga...
Deg-
Karin menyebut nyebut nama Sasuke, dan dia bilang dipermainkan.. apa maksudnya ini? Aku yakin Sasuke bukan orang yang seperti itu, dan yang kutahu Sasuke tidak begitu dekat dengan Karin...
Aku penasaran. tapi yasudah lah. aku tidak mau ikut campur urusan mereka. tohh Sasuke juga terbuka denganku.
-end flashback-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" benarkah? " Karin nampak tidak puas dengan jawabku.
"aku tidak berbohong kok. Ummmhhh kau menyukai Sasuke-kun ya? " aku memberanikan diri menanyakannya. Meski agak ragu.
" a-aku..." Karin tidak menjawab sepenuhnya. Tapi aku tau kalau dia menyukai Sasuke-kun. Ekspresinya seketika berubah dan ada semburat merah di pipinya. Dalam hati kecilku mengetahui ini sungguh agak menggores.
"tak apa Karin.. kalaukau meyukainya juga.. hihihi .. yasudah aku ke kursiku dulu ya." Aku bingung harus berbicara apa lagi dengan Karin jadi aku pergi ke kursiku saja.
" ya,.. " Karin pun keluar kelas dan menutup pintunya kembali.
Hmmm aku bingung denan perasaanku, aku tidak tahu menyukai Sasuke-kun atau tidak. Tapi aku nyaman kalau berada didekatnya, kami juga sudah lama bersahabat, tapi mengetahui kalau karin menyukai Sasuke-kun kenapa ada perasaan yang aneh ya? Aku merasa tidak rela. Dan agak sakit di dadaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Normal POV-
bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu. Tapi seorang gadis berrambut unik nan lucu itu masih termenung sendiri di tempat duduknya. Mata emerald yang tenang memandang jendela besar disebelah baratnya. Dia melihat sesosok lelaki yang sedang berdiri dipinggir lapangan basket sambil memainkan bola basket yang ada ditangannya. Walau dilihat dari jauh aura lelaki tersebut sangat kuat, dari jauh pun sosok itu sangat dikenal. Uchiha Sasuke.
"aku bingung..." gadis pink itu berguman. Banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang belum terjawab di otaknya. Dan yang memiliki jawaban tersebut adalah dirinya dan lelaki yang ia lihat tadi.
"Sakura.. kau masih disini ternyata" sahabat perempuannya itu berteriak dari pintu, mengagetkan sang pemilik emerald yang langsung tersentak kaget melihat kearah pintu.
"pigg... jangan mengagetkanku! " Sakura mendengus kesal karena perlakuan sahabatnya itu.
"itu balasan yang tadi pagi jidat" jawab Ino tak mau kalah.
" Sakura.. ada apa? Kenapa kau terlihat murung, padahal dari tadi kau ceria sekali." Tanya Ino yang heran melihat Sakura tidak ceria seperti tadi pagi.
" aku .. tidak apa-apa Ino" jawab Sakura sambil menatap jendelanya disampingnya lagi.
"hmmmm... sepertinya Aku tau. Ayo kita ke kedai es krim di samping sekolah" ajak Ino riang dan langsung menarik tangan Sakura.
"eehh ehh.. Ino pelan pelan.."
.
.
.
-kedai es krim-
.
.
.
"Seperti biasa ice cream vanilla choco dan strawberry-nya masing masing satu." Ucap Ino pada seorang pelayan.
"Jadi Sakura? Mau cerita kepadaku tidak? Kau ini kenapa sih?" tanya Ino penasaran sambil merangkai kedua telapak tangannya dan menyagganya dengan sikut untuk menopang dagunya.
"Aku bingung Ino, tadi aku bahagia sekali saat jam istirahat makan siang bersama Sasuke-kun. Tapi..." Sakura menahan suaranya. Sebenarnya sudah ada beberapa liquid bening yg siap terjun bebas kapan pun di kelopak mata Sakura kala mengingat kejadian tadi siang dengan Karin. Hatinya terasa tergores pisau yg sangat tajam kala mengetahui kalau Karin ternyata menyukai Sasuke.
" Tapi apa Sakura? Apa Sasuke mengakitimu?" Tanya Ino yang mulai serius mendengaran cerita Sakura.
"Saat aku kembali kekelas Karin mencegatku dan dia menanyakan apa aku punya hubungan khusus dengan Sasuke-kun? Aku bingung menjawabnya... tapi aku hanya bilang kalau kami bersahabat. Tapi ternyata Karin menyukai Sasuke-kun..."
Tess_ liquid bening pun terjun dari kelopak mata Sakura yang tidak dapat membendungnya lagi. Ino yang melihat hal tersebut pun langsung pindah tempat duduk ke samping Sakura dan memeluk Sakura.
"Sakura.. jangan menangis. Tenangkan dirimu yahhh.. " ucap Ino lembut kepada Sakura. Ino tahu sebenarnya Sakura menyukai Sasuke tapi mungkin Sakura sendiri tidak sadar. Lama menunggu Sakura tenang. Sampai es krim yang sejak tadi sudah di antar kemeja merekapun mulai meleleh. Akhirnya Sakura mengangkat kepalanya dan menatap Ino. Ino tersenyum. Dia tahu apa yang dirasakan sahabatnya itu. Dan tangannya bergerak menghapus jejak air mata yg membekas dipipi putih sang sahabat.
"Aa-aku.. tidak suka perasaan ini Ino. Aku sangat bingung. Kenapa aku sangat sakit hati mengetahui Karin menyukai Sasuke-kun dan aku juga tidak tahu apakah aku ini meyukai dia atau tidak. Selama ini Sasuke-kun terbuka denganku tapi dia tidak pernah cerita tentang Karin. Aku tidak tahu harus bagaimana Ino.." terang Sakura panjang lebar dan ia menunduk lalu menghapus air matanya yang sesekali masih menetes.
"Sakura.." panggil Ino dan mengangkat wajah Sakura dengan satu tangannya.
"kau tau kenapa kau merasa sakit hati saat kau mengetahui Karin menyukai Sasuke?" tanya Ino
"aku tidak tahu Ino.. kemarin Karin menagis dikelas, saat itu hanya ada dia dan Tayuya. Lalu aku masuk dan ternyata Karin sedang menangis lalu kudengar alasan dia menangis karena Karin merasa perasaannya dimaikan oleh Sasuke-kun. Sasuke-kun juga tidak pernah menceritakan apa apa tentang Karin. Kalau Karin merasa dipermainkan artinya mereka dekat kan.. " Jawab Sakura.
Ino tersenyum lagi " Sakura... itu artinya kau tidak mau kehilangan Sasuke bukan? Berarti kau menyukai Sasuke. Saat kita SMP Sasuke pernah menyatakan cintanya pada Hinata. Dan kau mendukungnya kan? Kau tidak marah kepada mereka dan kau malah senang akhirnya mereka berpacaran.. yahhh walau tidak lama. Karena Hinata harus pindah dan merekapun putus. Tapi kenapa sekarang kau begitu sakit hati walau hanya mengetahui Karin menyukainya... kau menyukai Sasuke. Sakura.. atau mungki kau mencintainya karena kau tidak ingin kehilangannya. Cinta itu memang datang tidak secara langsung... " terang Ino panjang lebar.
Sakura berpikir, ia mengingat masa lalu. Memang benar saat Sasuke menyatakan cintanya pada Hinata,Sakura tidak marah malah dia juga membantu Sasuke mendapatkan Hinata. Dan dia senang karena mereka akhirnya berpacaran juga. Tapi sekarang rasanya berbeda... apa mungkin ia benar menyukai atau mungkin bahkan mencintai sahabat kecilnya itu.
"mungkin kau harus jujur pada Sasuke, Sakura.. agar semuanya jelas" saran Ino
"entahlah Ino.." Sakura akhirnya menatap Ino dan tersenyum walau tipis.
Ino tersenyum balik " nah begitu dong Sakura... wahhhh Sakura lihat eskrim kita sudah seperempat meleleh.. ini habiskan lahh aku teraktir kali ini." Ino heboh sendiri melihat es krimnya dan yaaa... itu seolah olah memberi semangat kapada Sakura.
" arigatou Ino..." Sakura sangat senang dengan perlakuan Ino yang ia anggap lucu. Ino memang sahabat yang paling mengerti perasaan Sakura. Mungkin karena mereka sama sama perempuan. Meski mereka baru kenal selama lima tahun terakhir ini, tapi mereka begitu terlihat kompak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" ahhhh... segarnya.. berendam memang hal yang aku sukai." Sakura keluar dari kamar mandi dikamarnya dengan handuk yang melilit di rambutnya dan memakai piama berwarna abu-abu dan berjalan menuju meja riasnya. Setelah terasa cukup kering rambutnya. Sakura menuju kasur kesayangannya dan mengambil handphone yang tergeletak didekat bantal merah miliknya.
" eh ada sms dari Sasuke-kun.. ada apa ya?" Sakura bertanya tanya sendiri dan membukan inbox pesan di handphonenya
Hey cherry. sedang apa?
Sakura senang sekali mendapan pesan dari Sasuke ia pun langsung mengetik cepat balasannya.
Maaf lama membalas Sasuke-kun. Aku baru selesai bersih bersih. Ada apa? Balas Sakura.
Tidak lama. Dan tidak ada apa apa. Aku hanya ingin mengirim pesan padamu Sakura-chan. Balas Sasuke
Hihihi.. dasar. Kau sedang apa Sasuke-kun? Tanya Sakura
Sedang memikirkan seseorang. balas Sasuke
Deg—seketika Sakura kembali teringat tentang Karin dan perasaannya. Sakura ingin bertanya pada Sasuke yang sebenarnya dan mengungkapkan perasaannya seperti yang disarankan Ino. Tapi ada perasaan takut pada diri Sakura. Dia takut akan penjelasan Ssasuke yang tidak ia inginkan.
Aku ingin bertanya padamu Sasuke. Balas Sakura
.
.
.
.
.
Dikamar Sasuke –
Lama sekali Sakura mebalasnya apa ia sibuka ya? Pikir Sasuke. Hampir limabelas menit Sasuke menunggu dan akhirnya layar handphone miliknya bersinar. Ia pun langsung meraih handphonenya tersebut.
Aku ingin bertanya padamu Sasuke.
Sasuke bingung dengan balasan Sakura. Sakura lama membalas pesannya dan balasannya seperti agak mengalihkan pembicaraan. Dan satu lagi yang Sasuke heran, kemana suffix- kun yang biasa Saskura pakai untuk namanya. Bahkan di sms sebelumnya pun ia masih menggunakannya.
Bertanya apa? Silahkan saja. Balas Sasuke
Ah-haha.. besok saja disekolah Sasuke. Aku mengantuk. Bye.
Sasuke dibuat bingung kembali dengan balasan pesan Sakura. Sepertinya bukan masalah sepele. Biasanya Sakura itu cerewet dan langsung ceplas ceplos saja kalau bertanya dengan Sasuke. Tapi kali ini tidak.
Hn. Besok ditempat biasa kalau begitu. Oyasumi cherry
.
.
.
.
.
.
.
.
.
pagi ini cuacanya agak mendung jadi Sasuke menunggu di depan kelas Sakura saja takut takut hujan turun kalu mereka mengobrol di atap yang tidak beratapkan. Tak lama menunggu Sakura datang dan tersenyum melihat Sasuke.
" ohayou Sasuke" sapa Sakura dan Sasuke heran kenapa dia memanggil tidak menggunakan suffix- kun seperti biasa.
"hn. Ohayou. Jadi kau mau bertanya apa?" tanya Sasuke to the point pada Sakura.
"A-ano Sasuke. Apa kau punya hubungan khusus dengan Karin?"
.
.
.
To be continue
.
.
.
Wohuhuhuuyyy... chapter 2 beres res res... besok idul adha. Kasihan liat para embe dan sapi pada sedih karena mau diqurbankan.. semoga besok kalian tenang dialam sana ya.. huaahahahahhh*nangis bombay*(?)
Wakakaka... makasih ya kepada yang sudah baca dan review chapter kemaren.. muach muach muach..
Kira kira Sasuke bakalan jawab apa ya? Penasaran ga penasaran ga? Penasaran dong!harus penasaran! Loh(?) maksa.. parah nihhh author.. *peace*
Oke oke maksih ya yang sudah read coletehan yang aneh yang kubuat ini.. semoga kalian senang.. jangan lupa REVIEW and FAVORITE ya,,... *udah di bold + di caps lock nohh ... biara ga lupa REVIEW and FAVORITE :D
Maaf kalu ada banyak kesalahan yg membanjiri fic ini
Arigatou gozaimatsu minna-san.. reader-san..
Bekasi, 14 oktober 2013 (h-1 idul adha)
15.36
1.785
