"Special Memories of a Week"
Chapter 3
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance and friendship
Warning : AU , OOC , TYPO , EYD enggak jelas -_- , etc ~
Review ya,, ;)
"A-ano Sasuke. Apa kau punya hubungan khusus dengan Karin?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
" apa maksudmu bertanya seperti itu. Kukira kau ingin bertanya yang serius" jawab Sasuke seolah tak peduli.
"jawab aku Sasuke. Aku serius bertanya.." Sakura agak kesal karena Sasuke menganggap ini sepele.
"jawaban apa yang kau inginkan?" Sasuke balik bertanya pada Sakura. Seperti dipermainkan Sakurapun berlari menuju kelasnya karena jengkel atas perlakuan Sasuke tadi. Sasuke tidak mengejar Sakura dia hanya melihat punggung Sakura menjauh darinya dan masuk kekelasnya. Sebenarnya, Sasuke juga bingung harus menjawab apa
Tanpa disadari Sasuke maupun Sakura. Ternyata Ino sudah datang kesekolah dan memperhatikan mereka. Dia tahu apa yang dilakukan Sakura. Tapi kenapa di lari kekelas begitu saja. Akhirnya, Ino pun menghampiri Sasuke yag sedang berjalan ke arahnya.
"Sasuke.." panggil Ino
" hn." Jawab Sasuke super singkat
"dasar pangeran es. Apa yang terjadi pada Sakura, Sasuke?" tanya Ino mengindimidasi.
Sasuke hanya melirik Ino. Lalu menarik tangan Ino agar mengikutinya.
"ikut aku."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ternyata Sasuke membawa Ino ke taman belakang Sekolah. Lalu melepas tangannya dari tangan Ino. Lalu bersandar pada sebuah tembok.
"tidak bisakah kau tidak kasar terhadap perempuan hah?" Ino kesal atas perlakuan Sasuke tadi yang menarik tangannya tiba - tiba lalu membawanya kesini. Ino tidak suka tempat ini karena terlalu sepi, dan Ino tidak suka keadaan sepi.
"aku ingin bertanya sesuatu padamu. Tolong jawab dengan jujur." Ucapan Sasuke yang bisa disebut perintah itu.
"baiklah..." Ino pun pasrah.
"kau tau apa yang terjadi pada Sakura belakangan ini?" tanya Sasuke
" kenapa kau menanyakan itu? Kenapa tidak tanya langsung saja bertanya pada Sakura?" sebenarnya Ino tau apa yang terjadi pada Sakura, tapi dia juga tidak akan langsung memberi tahu pada Uchiha yang satu ini.
"..."
" sebelum ku jawab aku ingin bertanya satu hal terlebih dahulu. Ada hubungan khususkah kau dengan Karin?"
"cih.." Sasuke membuang muka seperti tidak suka ditanya begitu. Dipagi hari dia sudah mendapat 2 pertanyaan yang sama dan sama sama dari perempuan.
" pertanyaanmu sama saja dengan Sakura. Sebenarnya ada apa dengan kau dan Sakura?"
" hah? Ada apa dengan aku dan Sakura? Hheeyy... seharusnya aku bertanya ada apa denganmu dan si merah berkaca mata tersebut hah? Dan lagi ada masalah apa kau dengan Sakura? " pertanyaan terakhir Ino sebenarnya dia punya jawabannya, tapi dia Ingin mendengar jawaban dari Uchiha bungsu ini.
" ohh aku baru sadar. Tadi Sakura lari karena dia habis bertanya seperti itu padamu. Kau jawab apa heh? Jangan sekali sekali kau menyakiti sahabatku." Celutuk Ino
"aku lebih lama bersahabat dengannya." Bela Sasuke
"tapi aku lebih tau tentang perasaan Sakura sebagai sesama perempuan. Kau memang tidak peka Sasuke." setelah berucap itu Ino langsung meninggalkan Sasuke sendirian di taman belakang. Sasuke jadi bingung sendiri kenapa Ino menyebutnya tidak peka. Apa yang salah dari dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dikelas -
" ohayou Sakura.." sapa Ino.
"ohayou Ino.." balas Sakura tapi seperti tidak ada semangat dalam diri Sakura.
" heyyy Sakura... kau kenapa? " tanya Ino heran
"aku tidak apa Ino..." jawab Sakura meyakin kan sahabatnya tersebut.
"kau tidak bisa membohongiku Sakura... ceritakanlahh.."
" tadi aku sudah bertanya pada Sasuke tentang hubungannya dengan gadis itu, dan dia malah menjawab ' jawaban apa yang kau inginkan' aku kesal Ino."
" ternyata bukan rambutnya saja seperti ayam.. ternyata oaknya juga.. mungkin aku bisa membantu mu Sakura?" Ino berusaha menghibur Sakura.
"terimakasih.. tapi tidak perlu Ino. Lagi pula aku rela rela saja kalau Sasuke jadian dengan Karin. " Sakura tersenyum pada Ino.
Ino hanya tersenyum getir. Dia tidak menyangka Sakura akan berucap seperti itu. Sungguh mulia pemikiran Sakura. Ino berpikir mungkin dia tidak akan bisa sesabar Sakura. Merelakan orang yang dicintainya bersama gadis lain.
" Sakura.. kau harus selesaikan ini pada Sasuke oke."
Sakura menggeleng. " sudah lah Ino, biarkan saja aku merelakan Sasuke-kun bersama Karin. Jangan sampai Sasuke-kun tau kalau aku mencintainya... aku tidak ingin menjadi beban bagi Sasuke-kun. Aku juga tidak bisa melihat seorang perempuan menangis gara gara lelaki, apalagi laki laki itu adalah sahabatku sejak kecil. " kemudian Sakura tersenyum kepada Ino.
" Ino.. bel masuk masih limabelas menit lagi... antar aku kekantin yukk.. aku ingin roti melon." Sakura berusaha mengalihkan omongannya dengan Ino. Lalu ia bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Ino.
"dasar. Kebiasaan sekali kau tidak sarapan." Ino menjawab sambil bergurau dengan Sakura dia tahu perasaan Sakura saat ini. Pasti dia juga ingin melupakan perasaannya pada Sasuke. Sungguh... Ino kagum dengan Sakura.
"hahaha... cepatlah.. nanti kita malah telat masuk kelas lagi." Sakura berjalan mendahului Ino sambil bersenandung ria.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sasuke POV-
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Sakura, aku ingin bertanya langsung tapi dia terlihat agak menghindar dariku. Cihh... lama sekali si pirang panjang itu. Sebelum pulang sekolah tadi aku sudah memberitahunya agar datang ke cafe ini tepat waktu, sudah lebih dari setengah jam aku menunggu disini seperti orang bodoh. Sial!
"Sasuke..." akhirnya dia datang juga.
"maaf aku terlambat Sasuke. Ada urusan dengan Sai tadi." Heh. Kukira ada urusan penting ternyata kencan.
" hn, kau mau minum apa?" aku bertanya kasihan juga melihat dia kelelahan habis berlari. Dasar.
" ummhh.. chocolate milk saja. Arigato"
Segera kupanggil pelayan dan memesan chocolate milk dan capucino. Aku tidak ingin langsung membicarakan soal Sakura, Ino sedang kelelahan pasti jawabanya sama seperti tadi pagi.
" ummhhh Sasuke. Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Ino.
"nanti saja sampai kau tidak kelelahan seperti itu."
"hehehhe... gomen Sasuke, tadi aku buru-buru jadi langsung berlari kesini,"
"hn"
"..." akhirnya pesanan kami datang. Ino langsung meminumnya seperti orang kehausan. Dasar.
"baiklah.. sekarang ceritakan. Apa yang terjadi pada Sakura?" to the point langsung aku tanya dia.
" kenapa kau begitu peduli dengan Sakura?"
"..."
"baiklah baiklahh... kau tahukan tadi Sakura bertanya apa? Sakura bertanya begitu karena kemarin Karin memergokinya dan menanyakan hubunganmu dengan Sakura. Lalu Sakura bercerita kepadaku kalau hari senin kemarin Karin menangis dengan dia bilang itu karena kau memainkan perasaannya..." what the hell .. siapa yang mempermainkan perasaannya?
"Sakura bingung kenapa dia merasa tidak rela kalau Karin menyukai mu. Dia bingung dengan perasaanya sendiri kepadamu Sasuke.. dan tadi dia bilang ..."
Ino menggantungkan kata katanya.. ugh sungguh aku tidak suka hal ini
"cepatlah Ino" gerutuku kesal.
"Sakura rela apabila kau dan Karin benar benar menjalin hubungan khusus. Dia tidak suka melihat perempuan menangis apalagi karena lelaki terlebih lelaki itu kau. "
Aku tercekat dengan perkataan Ino. Sebenarnya ada apadengan Sakura. (-isshh sumpah Sasuke masa ga peka peka jadi cowo apaan dih – author aja kesel.. maaf ya readers-)
"apa Sakura memiliki perasaan lebih dari seorang sahabat kepadaku?" terus terang aku bertanya pada Ino dia mungkin tahu jawabannya.
"ya ampun Sasuke masa kau tidak sadar sadar sihh.. buat apa seorang perempuan susah susah pagi pagi memasak hanya untuk membawakan seorang lelaki bekal kalau tidak ada sebab khusus."
Dasar Sakura. Aku tersenyum dalam hati dan aku teringat saat kemarin Sakura membawakanku bekal.
"Sasuke. Sepertinya kau harus memilih. Antara Sakura dan Karin. Meski Sakura bilang dia merelakanmu tapi jangan anggap masalahnya jadi mudah. Sakura juga pasti punya perasaan Sasuke. Kau juga menyukai Sakura kan ? setidaknya jangan menyakitinya. "
"aku menyukai keduanya." Ino terlihat terkejut. aku tidak dapat membohongi diriku sendiri, aku menyukai keduanya. Meski aku tau ini tidak baik tapi perasaan itu muncul seketika.
"a-apa? Hahh terserahlah Sasuke, tapi aku tidak akan membiarkan mu kalau sesuat terjadi pada Sakura."
"hn"
"sudah jam delapan malam aku harus pulang Sasuke. Sai sudah menjemputku di parkiran. Jaa-nee." Ino pamit aku jadi bingung sendiri aku hanya melihat segelas capucino panas di genggamanku. Aku memang menyukai Karin dia baik dan sangat feminim seperti Hinata. Tapi disisi lain Sakura yang selalu ada disampingku dan sangat perhatian kami juga sudah kenal sejak kecil begitupun orang tua kami. Dan Sakuralah satu satunya orang selain ibuku yang mengerti diriku. Sudah malam. Kuputuskan untuk pulang dan beristirahat mungkin besok aku akan menyelesaikannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Normal POV-
Hari ini hari kamis, tidak ada jam tambahan bagi siswa kelas XI di Konoha High School. Sasuke sudah memutuskan untuk memilih siapa di antara mereka. Dan setelah sebelumnya telah mengirim pesan pada Karin, Sasuke berjalan menuju ruang musik. Tempat perjanjiannya dengan Karin beberapa menit lalu.
Setelah beberapa menit menunggu Karinpun datang dan Sasuke menyuruhnya masuk ke dalam ruangan musik tersebut.
Tanpa disadari Sakura menuju ruang musik tersebut. Sakura diminta Anko-sensei menaruh beberapa map di ruang musik tersebut. Saat mengggeser pintu tersebut Sakura langsung menaruh map tersebut di meja samping pintu. Saat akan berbalik pulang Sakura melihat Sasuke memegang pundak Karin dengan kedua tangannya sambil berbisara dengan nada serius.
"jadi bagaimana Karin?" tanya Sasuke
"baiklah Sasuke-kun.. arigato" jawab Karin lalu memeluk Sasuke
Seketika cairan bening meluncur bebas dari kelopak mata Sakura. Meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kata kata itu seakan menusuk hatinya dengan ribuan pisau yang tajam. Sakura langsung keluar dari ruang tersebut dengan cairan bening yang terus menetes dari kelopak mata emraldnya.
Sasuke kaget tiba tiba Karin memeluknya dan parahnya lagi dia melihat Sakura mematung melihat kejadian ini. Meski dihalangi grand piano yang besar tapi Sasuke bisa mengenali Sakura dari rambutnya. Melihat itu Sasuke langsung melepas pelukan Karin dan berpamitan lalu mengejar Sakura.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sakura POV –
Perasaanku sangat hancur. Sasuke telah memecahkan hatiku menjadi beribu ribu keping bahkan menjadi debu tak terlihat. Aku tidak dapat membendung air mataku lagi.. semua kubiarkan mengalir deras di pipiku. Aku cepat cepat menuju kelas tepatnya menuju Ino. Aku butuh sandaran...
"Ino... " aku datang dan langsung memeluk Ino tak peduli dengan pandangan anak anak yg meliatku heran. Toh hanya ada 4 anak dikelas yang sedang piket.
" Sakura kau kenapa?" Ino mengeretku pergi keluar kelas dan menuju taman disamping kantin sekolah.
"hiks... hikss... Ino..."
"ada apa Sakura? Sasuke ya?" aku mengangguk Ino memang mengerti perasaanku.
" saat aku menaruh map yang tadi dititipkan Anko-sensei ke ruang musik ternyata ada Karin dan Sasuke... aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan tapi terakhir yang kulihat Karin memeluk Sas-suke... aku memang sudah merelakan mereka bersama.. tapi entah kenapa saat melihat mereka berdua rasanya sakit sekali disini..." aku meremas seragam didepan dadaku, memang benar rasanya sakit sekali disini Ino terdiam mendengar ceritaku. Air mataku ingin jatuh kembali. Aku berusaha menggigit bibir bawahku agar cairan itu tidak keluar. Tetapi tetap saja air mataku mengalir kembali.
"Sakura.." suara itu... suara yang sangat ku kenal... suara baritone khas milik Sasuke Uchiha. Aku kembali menangis deras mendengar suara itu. Kami-sama.. kuatkan aku. Sebelum Sasuke mendekatiku aku langsung berlari menuju gerbang sekolah tidak peduli dengan teriakan Ino maupun Sasuke yang memangil manggil nama ku.
Greepp- aku merasa ada yang menahan tangan kananku. Tangan dingin yang besar. Aku tahu ini tangan siapa. Tapi aku takut menghadapnya. Aku takut tidak bisa menahan emosiku. Aku berusaha melepaskan tanganku dari genggamanya tapi rasanya sia-sia. Kekuatas Sasuke memang lebih besar dariku yang notabenenya adalah seorang perempuan.
Srekkk- Sasuke menarikku dalam pelukannya. Pelukan yang hangat perlukan yang mengingatkanku tentang kejadian di ruang musik tadi. Dan air mataku pun mengalir kembali.
Sasuke membenamkan wajahku pada dadanya seolah meredam tangisan dan sesegukanku. Aku mencoba melepaskan diri. Namun nihil. Sasuke semankin mengeratkan pelukannya.
"jangan pergi. Ada yang ingin ku bicarakan padamu?" Sasuke berbisik ditelingaku. Kata-katanya... seolah membalikan kata kata yang pernah ku ucapkan padanya...
"Sakura... aku..."
.
.
.
.
.
To be continue
.
.
.
.
Chapter 3 update... cepetkan... hahayyy kilat update euyyy... aku ngetik malem malem.. sepertinya banyak misstypo dehh... maaf ya reader.. kalau kesal lempar daging kurban boleh kok.. asa jangan batu #jlebbb..
Oiya disini Karin menjadi seorang yg feminim dan ga jahat. Dan Sasuke bukan orang yang perfect perfect amat gitu lahh hehe,...
Kirakira apa yang aka diucapkan Sasuke ya? Penasan lagi dongg.. nanti aku kilatin updatenya :D sip sip sipp (y)
Arigato untuk semua reader, dan yang sudah meriview fic ini. Suatu anugrah bagi saya mendapat review itu... *terharu*
READERS.. VISITOR...JANGAN LUPA REVIEW AND FAVORITE NYA,... hehehehhe makasih ya semuanya.. aku bahagia..
Bekasi, 14 oktober 2013 H-1 idul adha lohh..
21.07
